Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Januari 24, 2008

istirahat lagi akh

Rabu, 23 Januari 2008.


Istirahat dirumah untuk penghematan uang bensin, sehari istirahat dirumah bisa menghemat Rp 10 000,- biaya beli bensin sepeda motor ke kantor bolak balik.

Mulai mencari rumus akutansi atau rumus persamaan garis untuk membuat pernyataan konsep itu sesuai dengan kerangka acuan yang dijadikan pedoman pelaksanaan.

Soup Kepala Ikan

Selasa, 22 Januari 2008.

Siang hari sudah bisa mempolakan suatu lembar acuan kinerja kegiatan yang mencakup didalamnya ada jadwal kegiatan itu sendiri dan ringkasan TOR/KAK nya, kesuliatn sejak tadi pagi adalah bagaimana memasukan Jadwal kegiatan dalam format eksel, sebab format ini jarang saya gunakan sehingga harus belajar dari nol lagi.

Menjelang pulang, sempat ke Supermarket Giant untuk membeli obralan ikan yang telah di bumbui, di supermarket ini ada hal tersebut, ikan yang telah di bumbui jikalau tidak laku dalam satu hari ini akan diobral esoknya 50 %. Lumayan, ada tapinya, jumalah perjenis ikan tidak banyak, contohnya siang ini, ikan kerapu yang di bumbui dan dikorting 50 % hanya satu ekor, setelah di timbang harganya setelah di korting Rp 1650, dengan berat 150 gram, kemudian ikan bawal putih tiga ekor seharga Rp 8700 dengan berat 450 gram, dan ikan kembung biasa seberat 700 gram seharga Rp 7600,-

Lumayan, kemudian pindah supermarket ke Carefure untuk mencari susunya Fifi dan Yasin, ternyata susunya Fifi sudah ngak dijual, habis persediannya, mau ngak mau susu untuk Yasin juga diperuntukan buat Fifi, beli 800 gram seharga Rp 36 000,- mahal juga, kemudian beli kepala ikan kakap baru seberat 1600 gram seharga Rp 32 000,- sebab kepingin makan soup ikan kepala kakap yang besarrrr.

gelap PLN Mati

Senen, 21 Januari 2008.

Tengah malam lampu penerangan PLN mati, seluruh lingkungan gelap, saya tahu hal ini sebab kesunyian dan gelap kok mengitari alam tidur, terdengar dari kejauahan orang memukul tiang listrik untuk menandakan bahwa di sana ada orang yang sedang berjaga- jaga, terpikirkan juga olehku untuk bangun keluar mencari alat pukul untuk membunyikan suara, tetapi itupun tidak ku lakukan, terlihat bayangan bulan jatuh di dinding dan kuletakan mataku di kegelapan pada bayangan jatuhnya sinar bulan, dan terlihat bulan terang sedang memancarkan sinarnya.


Jam 03.30 saat lampu PLN telah hidup, istri bangun untuk persiapan makan sahur, dan sayapun mulai bangun untuk persiapan makan sahur, makanan pagi ini adalah cukup beberapa sendok nasi dengan ditaburi sayur santan bunga pisang, dan diiringi secuil rebusan ikan tongkol, sedikit tetapi cukup, itulah konsep makan sahur menurut Rasul, setelah itu makan empat butir tomat dan terakhir minum segelas kopi langsung berangkat puasa.

Kemacetan Lalu lintas sewaktu berangkat ke kantor pagi ini terjadi di depan sekolah High Scope, sehingga saya tetap belok kekanan meliwati terowongan dan untuk menuju ke kiri dan belok kiri di ujung jalan untuk masuk terowongan lagi dan belok kanan sudah muncul di depan sekolah High Scope dan lanjut sampai Fatmawati.

Kantor masih sepi saat absen didepan satpam jam 09.00.

keliling cari lobak

Sabtu, 19 Januari 2008.

Makan sahur jam 03.40 untuk memperbanyak puasa di bulan Muharam, nasi sedikit dengan siraman sayur asem, sepotong kecil bandeng dan tempe dingin, melintasi hari sabtu dengan banyak istirahat.

Minggu, 20 Januari 2008.

Pagi- pagi sudah bermotor ber dua dengan istri ke pasar Cileungsi, Fifi dan Yasin di tinggal dirumah, sewaktu di tinggal tadi Yasin telah menyelesaikan shalat shubuh, dan sekarang tidur lagi.

Di Pasar harga tomat sekilonya Rp 1500,- beli tiga kilo, sebab tomat ini adalah kewajiban pokok setiap membuat jus sayur, kemudian terong ungu Rp 3000/kg, wortel Rp 2500/kg, Buncis Rp 3000/kg, Kentang Rp 3000/kg. Nenas Rp 2000/3 bh

Cari lobak sampai keliling pasar yang becek kerena semalam hujan rupanya, e, ngak dapat.

Sesampainya di rumah langsung membuat jus sayur terdiri dari tomat, wortel, buncis, tauge, mengkudu, nenas, rasanya sangat manis dan enak sampai Fifi meneguk habis satu gelas, Cuma jatuh ke giliran Yasin, tunda dulu, ntar dulu, ntar dulu, samapi kepojok baru ia menyerah, itupun setelah ia mengajukan permintaan uang Rp 1000,- boleh kataku.

Sprei putih yang sudah direndam tadi pagi sekarang gilirannya di kerjaain, sambil membuktikan khasiat jus sayur, tidak apa- apa, semua makanan kalau menimbulkan efek nyata berupa kemauan dan kemampuan untuk menggilas dalam cucian dua lembar sprei putih kinclong- kinclong, kita terima saja, syaratnya harus murah, sebab Allah Maha memberi pada orang- orang yang bersyukur.

dapat SMS dari Herman Denpasar

Jumat, 18 Januari 2008.

Pagi hari di SMS oleh Herman Denpasar, bahwa ia akan ngomong, kemudian saya beri nomer telepon rumah sebab saat itu jam 05.30 saya masih dirumah.

Setelah hubungan telepon, Herman akan ke JAKarta langsung ke Bandung dengan rombongan sebanyk 29 orang Muhammadiyah, untuk itu saya harus mempersiapkan bus untuk menjemput di Cengkareng dan mengantarkan ke Bandung, tidak masalah, kemudian ia meminta nomer rekening tabungan saya.
tiba2 masuk SMS pembatalan masalah bus, ya sebaiknya dibatalkan saja.

Ini hari jumat, hari yang sangat singkat dalam perhitungan jadwal kerja di setiap minggunya, kesibukannya juga luar biasa. jam 08.30 saya sudah sampai di kantor
belum lama duduk didepan komputer sudah jam 11.20 waktunya siap- siap untuk berangkat ke Masjid mengerjakan shalat Jumat.
Sebelum berangkat ke masjid bu Wiwit menyerahkan kumpulan TOR/KAK untuk saya foto copy sebab saya harus punya katanya, untuk membantu Satker memonitor kegiatan pekerjaan 2008.


Mambeli cangklong busi sepeda motor yang dijual pedagang keliling Jumatan, ia berjualan setiap jumat di setiap masjid dimana ia akan shalat juga didalamnya.
saat ini tidak membawa uang Rp 10 000,- pinjam uang dengan pak Syarif .

Hasil foto copy Kak/TOR diserahkan kepada saya dari pak Hendar.

Pulang dari kantor jam 16.00, merasakan efek pemasangan cangklong busi baru, tidak bisa merasakan perbedaan sebelum di ganti dengan sesudah diganti.

Sesampainya dirumah sekitar 15 menit sebelum maghrib, cukup waktu untuk membersihkan diri, setelah shalat maghrib memasang desferal untuk Yasin.

Masih mengejar Muharam

Kamis, 17 Januari 2008.

Masih puasa hari kamis di bulan Muharam, melanjutkan penyelesaian mendesign diagram pemantauan kegiatan tahun 2008, sewaktu saya mencoba membuat pembobotan pada setiap element kegiatan yang menjadi kendala adalah daya tangkap peninjauan selalu ada sisi duanya sehingga dimana letak akuratnya data, di ingatkan juga dari pak Kuat saya hanya mencocokan sajah ke syah annya dan soal subtansi ada lini lain ngak usah dijadikan indikator, jam 15.00 baru keluar format sederhana, monitorting hanya di dudukan sekedar mengisi cek list telah melewati masa tahapan tertentu atau tidak.

Saat memimpin shalat dhuhur ditarik beberapa masukan dan difokuskan rekan kerja sekantor untuk mempermahir bacaan AL Quran nya dikantor, cukup setiap bulan lima menit, yang penting ada kualitas kemajuannya, ke kantor juga mendapatkan surga.

Pulang dari kantor sekitar jam 20.30 bersamaan dengan pak Syarif keluar dari kantor, dan pak Syarif saya tawari naik motor gonmcengangan dengan saya, kemudian motor melaju membela gelap malam. Pak Syarif turun di persimpangan pasar minggu.

Kuat lagi dibantu Jus Sayur

Rabu, 16 Januari 2008.


Pagi ini saya sangat payah, akan bangun saja susahnya setengah mati, padahal adzan shubuh sudah terdengar, memang semalam saya masuk rumah jam 21.45, anak- anak belum tidur, Fifi dan Yasin sewaktu saya mematikan motor sepulang dari kantor semalam, ia bersikap seperti tidur betulan, padahal saya tahu, ia belum tidur, sehingga sewaktu saya berucap, jambu- jambu mereka bangun, jambu yang bagaimana katanya.

Malam itu saya membawa jambu tiga iris, jambu medan, dan kue dari rapat kue rapat pagi paginya sebanyak tiga bh sehingga dibagi semuanya habis, saya langsung berangkat tidur, lamat-lamat saya masih mendengar percakapan mamanya yang memarahi Yasin kerena ngak tidur- tidur, sebab besok harus bangun pagi dan shalat.

Pagi ini, setelah shubuh berjamaah dengan Yasin dan Ibunya, saya langsung memakai celana training hitam bergaris putih di pinggirnya memanjang dari atas sampai ke bawah, warna putih ini di pilih sebab cuaca masih gelap dan pengendara motor yang hendak kekantor pagi ini harus tahu kalau ada orang yang lari – lari di jalan desa itu.

Memang hari ini bukan hari libur, saya hanya sekedar membangkitkan kegairahan stamina, setelah lari balik lagi kerumah, cuaca masih redup, langsung mengerjakan jus sayur, istri langung keluar rumah ke pedagang sayur untuk melengkapi sayuran yang kurang pagi ini, dari istri ngirim sayuran tauge, wortel dan terong ungu, dari dalam kulkas masih ada wortel sebagai tambahan, saya sempat keluar dari rumah untuk memetik buah mengkudu sebanyak tiga butir, semua saya jus dan di peras dan diminum, saya minum dua gelas mug besar dan istri dua gelas belimbing, Yasin satu gelas belimbing dan Fifi setengah mangkok.

Teman nya Yasin berdatangan, hari ini ada 8 orang temannya, dan salah seorang temannya ada yang kesal bilang, Yasinnya kok lama sekali, saya bilang Yasin adalah orang yang sakit, Yasin adalah orang yang berusaha untuk bangkit, jadi kalian harus sabar.

Memang, semenjak Yasin sering didatangi teman- temannya makan setiap Yasin ke sekolah tidak bisa naik motor lagi dengan saya, pagi ini malahan ibunya dan Fifi ikut ke depan sebab pasar Gandoang buka pasarnya kalau hari Rabu dan Minggu.

Resiko akibat minum jus sayur itu, naik motor terasa terbang, perhitungan dan ketelitian mengendarai motor sangat prima, nafas ringan dan sepanjang jalan ke kantor cepat sekali lintasannya, sampai kantor jam 08.30.

Sesampainya di kantor langsung berbagi minum jus sayur dengan pak Imam yang tidur di kantor, dan saya langsung aktif bekerja.



Evaluasi Pembangunan Gedung.

- Pembangunan Gedung sudah 85 %
- Kontruksi atap sudah tertutup
- Intesifikasi pelaksanaan pembangunan per lantai dibawahnya, yaitu lantai dua dan dasar perlu dipercepat
- Ada kelemahan pengerahan tenaga.
- Pekerjaan pembangunan gedung lantai tiga ini diperkirakan selesai Maret 2008.


Menyelesaikan pekerjaan di kantor, berupa Kinerja Kegiatan 2008, sebagai buku pintar untuk melihat setiap pekerjaan. Untuk di design diagram pemantauan kegiatan selama tahun 2008, beberapa proses kegiatan semuanya di awali dengan penyusunan TOR, saya hanya mengkompilasi saja, dan memperhatikan syah dan tidaknya syarat TOR dalam KEPPRES 80/2003.



Setelah shalat Maghrib dikantor, pulang. Sesampainya dirumah, bawaan berupa ayam goreng mentega dan cap cay , Fifi yang menangkapnya, sebab saat itu Yasin lagi belajar bersama.

Sprei baru langsung dipasang, Fifi dan Yasin semalam tidur dengan sprei putih baru.

Kalender tuntas ditangan saya

Selasa, 15 Januari 2008.


Kalender selesai designnya, tukang cetaknya telah datang, informasi sudah diberikan, hal ini untuk melepas agar bola tidak ditangan saya, perihal cepat dan lambatnya pencetakan kalender terserah tukang cetak, sebab komputer yang saya pegang dikantor memorynya kurang, sehingga tidak bisa menyimpan gambar.

Melanjutkan pekerjaan tahun 2008.

Menyusun rencana kinerja kegiatan 2008

Selasa, 8 Januari 2008.


Pagi-pagi istri memberitahukan jikalau alat suntik Yasin dicabut sekitar jam 03.00 tadi pagi.
Betapa ngantuknya katanya.

Yasin masih tidur. Saya secepatnya membuat jus sayur : Terong ungu, tauge, tomat agak banyak, jambu merah, buncis, mengkudu.

Stamina kembali fit untuk berangkat kekantor, ibunya dan Fifi ikut sampai Cileungsi, untuk mengirim uang ke Aswan, uang kuliah semesteran dan sedikit uang sakunya, saat ini dipakai pula kesempatan oleh istri untuk menengok rumah barunya ibunya Nia orang Sulawesi Selatan yang dahulunya tinggal di Puri Cileungsi dan sekarang di kota kecamatan Cileungsi, entah rumah sendiri atau rumah sewah, sesampainya dikantor minum lagi jus sayur yang tadi tersisa.

Kerjaan sudah menunggu.

Target kerjaan hari ini adalah menyusun rencana kerja kegiatan 2008, seluruh kegiatan dikantor.

Sore hari ikut rapat pembahasan Bengawan Solo, masukan yang saya berikan dalam rapat: Banjir yang terjadi beberapa hari yang lalu yang kini masih menggenangi merupakan suatu ujian, cukup valid ngak penelitian kita terhadap Bengawan Solo, mari kita mencari bentuk baru dalam penataan sungai Bengawan Solo.

Berkaitan dengan penghijauan di hulu Das Kaduang, erlalu lambat, sehingga perlu dicari terobosan mempercepat, apakah maunya penduduk di hulu, adakah koservasi lahan merupaka pemikiran atau pertimbangan pokok.

Design Kalender 2008

Senen, 7 Januari 2008.

Mendatangi bengkel lagi, sebab lampu yang didepan masih mati, yang diganti adalah Qprox dan bola lampu total seharga Rp 75 000,-

Sesampai di Persimpangan Fatmawati, belok kekiri untuk mencari kantor pos besar, akan mengirim uang buat ibunda, didepan loket pengiriman wesel pos, saya pegang uang itu, memang saya juga berharap pada uang itu, tetapi saya masih bahagia melihat senyuman ibunda menerima uang itu, saat itu saya menyadari bahwa Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati, saat itu pula saya mohonkan pada Allah, betapa banyaknya pengeluaran dan semoga Allah mencukupkan, menutupi kekurangan, melimpahkan rahmatnya.


Diatas meja di kantor tergelatak undangan dari Makasar, ternyata yang mengundang adalah Flori, ia menikah di Makassar, dan secepat menelpon ke Maksaar agar kakak istri mau mendatangi undangan, tertanggal hari Rabo besok jam 19.00 waktu setempat. Di Bamboden III lantai 3.

Pimpinan minta design kalender 2008 dirubah menjadi satu bulan satu halaman, sebab sebelumnya saya membuat dua bulan satu halaman.

Satu hari ini mengerjakan design kalender dan tuntas mendekati jam 18.00 sore.

Buka puasa dengan makan soto daging yang dingin baru diambil dari kulkas, sewaktu makan makanan dingin begini ingatan kembali ke negeri Belanda 1987, dimana makanannya serba dingin.

Makan malam ikan lele dengan lalapan bersamaan dengan pak Kuat.

Pulang jam 21.00, dan lampu depan sudah menyala, hasil perbaikan bengkel tadi pagi.

Sesampainya dirumah langsung membangunkan Yasin untuk memasang Desferal, yang seharusnya dipasang hari Minggu kemaren, sangat tidak bermanfaat banyak kalau transfusi tetapi tidak menyuntikan Desferal, sebab endapan zat besi di tubuh pasien siapa yang mengambil.

Rujak- rujakan dengan Fifi

Minggu, 6 Januari 2008.

Berujak ria
Fifi sangat tidak sabaran
ingin secepatnya makan rujak
padahal cuaca masih termasuk pagi
setibanya dari pasar saya langsung membuat jus sayur
terdiri dari kacang panjang, jambu merah, mengkudu, wortel, terong ungu, kentang , nenas separuh bundar
lumayan sangat membangun
sehingga keinginan tidur malahan hilang
membantu istri dengan mencuci pakaian
mencuci piring sekalian
dan secepatnya mandi untuk segera mengerjakan shalat dhluha
dan setelah itu Fifi menteror
inginm secepatnya makan rujak
padahal rencana mau makan rawon buatannya ibunya terasa lama
sehingga tadi sewaktu dipasar sempat membeli bahan rujak
sekarang dibuka
terdiri dari nenas, bengkoang, kedondong, mangga, ubi merah.
Fifi sangat asyik makan rujak dengan nasi putih




Panen Mengkudu

sore menjelang
cerah langit menaburkan awan putih bergerak perlahan
pohon mengkudu sudah melebat lagi buahnya
sewaktu dua minggu yang lalu di panen
buah mengkudu belum sempat terbawa ke pak Abdullah
semoga mengkudu yang sore ini dipanen
bisa sampai ke pak Abdullah besok pagi
sewaktu kekantor

Malam harinya Yasin ngambek ngak mau pasang desferal
Akhirnya saya juga biarkan
Walau sangat tidak enak
Sebab transfusi darahnya sangat tidak bermafaat jikalau desferal ngak dipasang.

Meraga sukma Pak Harto

Sabtu,5 Januari 2008.





Salam Buat bapak Suharto.

Dari balik matanya yang tak juga terpenjam
sang bekas pemimpin itu lemah berbaring badannya
slang infusan mengalirkan cairan di lengannya
ia melihat dari keredupan sinar matanya
orang yang selalu datang menjenguknya
bekas pembantu setianya
dengan ketuaannya
ia berkata bahwa kondisi dirinya baik- baik saja
hanya saja Hb darahnya sangat rendah
detak jantungnya juga dibawa 60
sangat lemah untuk mensupli darah keseluruh tubuhnya
di detik-detik ini ingatnnya kembali melayang pada peristiwa bapindo
saat bapindo akan bangkrut
ia mempunyai pembantu keuangan yang sangat baik
ia sarankan bagaimana kalau di gabung dengan bank asing
adahal teknisi bank asing itu orang indonesia sendiri

tapi ia heran
mengapa sedemikian banyak orang- orang bawahannya yang melakukan praktek kolusi
melakukan praktek – praktek diluar kewajaran
adakah kerena mreka semua melihat bagaimana ia dahulu
mengundang banyak orang cerdik untuk membuat negara ini kuat
tanpa ia mempunyai kemampuan sedemikian besar
dan ia ingat pula bagaimana untuk membungkam kegelisahan para jenderal
agr ia tidak banyak interupsi
akhirnya ia melihat ada kekayaan bangsa yang belum dikerjakan
yaitu hutan
tapi disuatu pihak ia tahu kalau sampai hutan digadaikan
berarti awal kerusakan anak bangsa ini
lantas bagaimana ia bisa mengangkat bengsa ini menjadi baikan

tiba- tiba ia sesayup mendengar suara lagu dangdut
yang menyisip lamat- lamat dari sela daun pintu
dimana tempat keluar masuknya dokter- dokter yang memeriksanya
saat itu ia tersenyum
bagaimana pembantu setianya
mengajukan usulan mengenakan pajak pada setiap radio
tak terasa slogan kosong itu hingga kini masih digunakan
manusia bijak taat membayar pajak
demi keuangan negara
uang harus didapat dari sisi manapun
dari radi kecil pun dipajakin
siapa yang berburu pajak radio
setelah uang terkumpul
selalu
tak jelas, untuk apa, buat siapa dan kemana
sering ia mengembar ngemborkan jangan malu untuk menerima pinjaman
sebab pinjaman dari suatu bangsa adalah bentuk kepercayaan
bahwa bangsa ini mampu untuk membayar pinjaman itu
dan sekarang
uang itu semakin banyak saja jumlahnya
tetapi ia dengar
banyak juga orang miskin yang tak mampu meraih kesehatan minimal pun juga
dan sekarang banyak para gebernur yang menaruh uang rakyatnya di bank
tidak bisa memakai kilahnya
tapi mengapa tak dikembalikan
ia ingat saat pembantunya yang sangat prima itu bersungut-sungut
bahwa dana sisa anggaran pembangunan sedemikian banyaknya
yang berarti nilai negatif untuk investasi berikutnya
dan pembantunya itu mulai menyusun siasat
bagaimana mengurangi kelebihan dana itu
dengan memperbaiki perencanaan pmbangunan dari bawah

sesak didadanya sedikit menyanyat
kemudian ia kendorkan nafasnya
pandangannya mencobah meraih anaknya
yang dahulu suka berpetualang di jalan tol
sudah lama jalan tol ia wujudkan
sudah banyak menteri pekerjaan umum yang tergantikan
dan sekarang jalan tol itu masih meminta bayaran
seharusnya ya berhentilah
sudah cukup jalan tol itu memakan uang dari rakyatnya
jangan lagi rakyat dibebani
tetpi ia heran
mengapa kekayaan yang telah ia miliki
malahan kalah jumlahnya dengan kekayaan bekas pembantunya

sewaktu ingatnya hendak menyentuh jemari orang miskin di perdesaan
yang selalu ingat bagaimana si embok itu sangat setia dengan dirinya
ia ingin memberikan sesuatu
tetapi tak sedikitpun apa yang bisa ia berikan
sebab ada tangan halus yang memisahkan dirinya
agar tak menjamak wajah sunyi mereka yang menderita
perlindungan Allah sangat kuat disana

ingatnya yang prima itu bermain ke Gesang
yang sekarang usianya menginjak 87 tahun
dan masih saja suka tersenyum
walau tak lagi menyanyi
saat sore ini semakin banyak saja yang menjenguknya
alat cuci darah juga sudah dipasang
tetapi ia tahu
ia tak lagi membutuhkan kehidupan ini
ia ingin ketenangan
biarkan ia pergi besok di hari minggu

tiba sebersit kehalusan membelai jiwanya
kehaluasan hatinya bisa melihat bagaimana negara ini tergoyangkan
saat ia tak lagi melakukan kepemimpinan atasnya
dan ia herankan juga
banyak orang yang melakukan sesuatu
yang mirip apa yang ia kerjakan
tapi ia tak pernah tahu
apa yang ia kerjakan saat itu adalah terbaik saat itu
mengapa masih dilakukan sekarang juga
tapi ia kini semakin tidak ingin untuk berfikir
ia ingin tidur saja bawaannya

Bengkel sepeda motor

Jumat, 04 Januari 2008.

Ke bengkel, mengingat rem depan sudah ngak enak, sesampainya di bengkel, blog rem cakram di depan dibersiin dan diganti minyak remnya dan diganti juga kanvas remnya, sebab rem makan separuh, berarti cengkramannya berjalan satu sisi. Sisi yang lain masih tidak mempan lagi.

Setelah dibongkar kondisi rem semakin enak, berganyut,

Hanya saja sialnya, sewaktu pulang malam sendirian dari kantor, ternyata lampu depan mati, sudah capek-capek mempersiapkan kalender ternyata pulang dengan lampu sangat redup sebab lampu besar mati.

Padahal tadi pagi lampu depan juga ikut diperbaiki, berarti ini ada kaitannya dengan Ki Prox sistim lampu.

Rapat awal tahun 2008

Kamis, 03 Januari 2008.

Berangkat kekantor juga akhirnya, suasana basah habis hujan kemaren seharian masih bernoda genangan
Pak Kuat minta kalender 2008 harus cepat diselesaikan
Akan di asistensikan ternyata printernya ngadat
Siang harinya dilakukan rapat evaluasi dan pemantapan bagaimana langkah tahun 2008 khusus di lingkungan Tata Usaha.
Ternyata banyak juga anggota Tata Usaha ini, hampir.
Saya mencoba mengusulkan tiga point :
- Disini walau Lokasinya jauh dari Departemen Pekerjaan Umum pusat, sebaiknya diselenggarakan juga dokter jaga, untuk sementara biarlah satu minggu dan satu jam, yang jelas usulkan sebagai masukan ke Biro Umum Departemen.
- Saya selama ini melihat musholah sangat sempit, mengapa tidak ada rencana diperluas.
- Soal tinta printer berwarna, kok sampai bertele- tele.

Hujan masih menderas

Rabu, 02 Januari 2008.



Hujan masih menderas sejak pagi masih gelap
saat adzan shubuh dikumandangkan juga
suara adzan sesayup sayup sampai
sebab deras nya suara hujan seperti kepadatan yang dijatuhkan
rapatnya jarak titik- titik hujan
menjadikan hujan sangat deras

sampai saat akan berangkat ke kantor juga
hujan masih menderas
dari berita televisi hujan sedemikian sudah merendam kota Jakarta

Pemberangkatan Tyas ke Denpasar

Selasa, 01 Januari 2008.


Pagi hari mulai persiapan pemberangkatan Tyas
Yang di pak trelebih dahulu adalah rice koker mini
Kemudian buku dan pakain dan desferalnya Tyas

Jam 08.00 anak- anak sudah mandi semua
Jam 10.30 mobilnya pak RT Suparman datang menjemput
Yang megang stir adalah pak Kahar
Dan anaknya Rani ikut juga
Saya naik dengan Yasin Tyas Ibunya dan Fifi
Kemudian mobil menjemput pak Parman
Disini pak Parman naik berempat istri dan dua anaknya
Kemudian berjalan di iringi derasnya air hujan menuju kampung rambutan
Sesampainya diKampung Rambutan hujan berhenti dan kering
Sewaktu mengantar Tyas menaiki bus Damri Bandara
Aspal yang di injak terlihat kering
Tyas disertai Fifi dengan Ibunya
Berangkat ke Bandara
Sedangkan saya dan Yasin ikut mobil pak Parman menjemput ibunda istri pak Parman di Cibinong.
Sesampainya di Cibinong sekitar jam 12.30
Disiapkan makan siang dengan hidangan sayur nangka bergulai daging sapi
Dengan gorengan tempe tahu
Lombok hijau ditebarkan
Enak sekali
Terlihat Yasin sangat lahap
Kemudian berusaha mencari masjid untuk mengerjakan shalat Dzhuhur
Setelah itu mulai menunggu persiapan berangkat ke Purwakarta
Persiapan ini sangat lama
Sebab saya sempat tertidur di kursi
Demikian juga pak Parman
Tertidur di kursi
Jam 14.45 persiapan erangkat mulai matang
Disini yang naik mobil suzuki carry 100 cc ini bertambah
Nenak, pak A dengan dua anaknya, pak B dengan anaknya
Total didalam kendaraan berisi 14 jiwa

Menuju Kampung Rambutan
Dari Cibinong hanya ditempuh 10 menit
Kemudian me;lintas di tol Cikunir untuk mencapai Bekasi Barat
Dan dari sini memasuki tol Cikampek
Perjalanan sangat lancar dan saat pintu dibuka di Purwakarta di depan indekosannya pak A
Jam menunjukan 16.00.

Kemudian saya berusaha mencari tempat shalat
Saya bertanya pada anak – anak yang bermain disekitar jalanan
Dimana musholah terdekat
Ia menunjukan pada gang yang dilewati tadi
Untuk berbelok kekanan dan menuruni jalan yang menurun
Dikiri kanannya perumahan tertata baik
Dengan gaya arsitektur yang bagus walau tidak kini
Masjid atau mushholah yang dituju sangat bersih
Dan cukup mungilnya
Hanya saja sewaktu akan berwudhu airnya harus di stroomkan dahulu
Saya shalat ashar berjamaah dengan adik kandungnya ibu Parman
Saat ini Yasin tidak mau ikut bersama saya sjalat bersama
Sewaktu saya kembali ke tempat indekosan pak A
Yasin ternyata belum shalat juga
Apa lagi yang di tunggu Yasin.

Perjalanan berikutnya adalah silaturahmi ke rumahnya pak Joko
Kedudukannya dalam keluarga pak Parman saya ngak tahu
Yang penting ikut aja kesana
Dan sesampainya di sana
Masih di kota Purwakarta juga
Sudah disambut dengan banyak makanan
Kemudian mohon diri sebab hari akan menjelang mahgrib
Saat keluar dari kompleks perumahan itu
Terdengar sesayup sayup adzan maghrib
Mobil diarahkan kejalan besar sambil mencari tahu dimana masjid berada
Masjid itu ada di sisi kanan jalan
Namanya masjid Maghfiro
Sehingga harus menyebrang jalan
Dengan banyak anak dan seorang nenek
Dan empat orang bapak
Setelah shalat maghrib
Perjalanan ke Dawuhan Pilar Kalijati Subang di mulai
Untuk menuju rumahnya Suharto
Adik kandung pak Parman si ketua RT ini
Perjalanan ini sangat lama dirasa
Sampai bertanya berkali- kali
Takut kelewatan jalan
Akhirnya didapat juga
Masuk rumahnya Suharto di Dawuhan Pilar jam 20.00
Disana sudah disediakan makanan malam
Dengan hidangan bebek di semur
Dan sambal hijau dan daun singkong direbus lunak
Makanan ini sangat laris
Untuk tidak beberapa lama habis dimakan ber 19 orang





Kapayahan yang menggelisahkan.




masih didalam kendaraannya pak Parman
saat ini melintas dari Kalijati Subang untuk menuju pulang
jam menunjukan jam 21.15
saat tangan Tomy yang mulai membesar yang sekarang duduk dikelas dua SMP
yang sedang menggendong adiknya dan dibelakang ada juga ibunya
melambaikan mengantarkan keberangkatan bapaknya Suharto yang akan ikut ke jakarta
gelapnya malam tak lagi menyisahkan sesuatu
Kalijati dilewati dengan berdiri rapatnya pepohonan menghutan
sepertinya barisan pohon karet
perjalanan malam dengan kendaraan kecilnya pak Parman dan berisi 15 orang
sangat sedikit menegangkan
suara anak- anak yang ikut dalam perjalanan ini sudah hilang kerena ngantuknya
kendaraan kecil berpenumpang banyak itu adalah suzuki carry 1000 cc
yang mengemudikan adalah pak Kahar
saya berbagi duduk didepan dengan Yasin
bersempitan
sebab dibelakang di jok tengah diisi dengan lima jiwa
dan ditempat duduk belakang di isi 7 jiwa
bagaimana cara mengatur duduk
yang jelas saya merasakan bahwa perjalanan ini sangat menyiksa
disebabkan saya duduk didepan saya berusaha menemani berbicara pak Kahar
yang mengemudikan kendaraan ini
juga berguna untuk menghilangkan kepayahan dalam mengemudikan sejak tadi pagi
saya berkali- kali
mengintip ke Handphone
siapa tahu ada berita dari Tyas
apakah ia sudah sampai di Denpasar atau belum
tetapi hal ini tidak ada
ada getar yang menandakan HP saya ada yang menghubungi
setelah saya baca nomer dari rumah
berarti ibunya telah ada di rumah

saat kendaraan ini berhenti sebab lampu merah lagi menyala
saat itu pula menyadarkan saya bahwa ini adalah kota Purwakarta
yang telah tidur saat jam 22.00
lampu supermarket Ramayana yang tadi sore di lewati bersinar semarak
sekarang telah dipadamkan
dan saat yang sama salah seorang peserta perjalanan
yang indekost kerena pekerjaannya di Purwakarta
turun
dan dua anaknya yang ada di kendaraan telah ngantuk
ia digendong oleh paman-pamannya dan Budenya juga dan bisa jadi saudara misannya juga
anak- anak itu ceritranya akan mengantar ayahnya yang berpisah tinggal di Purwakarta kerena pekerjaannya
sedangkan anak-anak dan ibunya dan neneknya tinggal di Cibinong Bogor

babak berikutnya
adalah suzuki cary 1000 cc berpenumpang 14 jiwa itu memasuki jalan tol
menuju Jakarta
situasinya sangat mencekam
sebab kendaraan berkecepatan tinggi lewat sebelah kanan dan kiri kendaraan yang saya naiki
tiba- tiba saja kemacetan terjadi
ternyata diujung jauh di sana
setelah ujung kemacetan itu di lewati
terdapat kendaraan yang menabrak pantat kendaraan didepannya
perjalanan ini samgat tidak membahagiakan
terbayang jikalau terjadi kecelakaan
paling parah jikalau di tobrok dari belakang
berapa orang didalam kendaraan ini yang jadi korban
agar korban tidak terjadi
secepatnya mengangkat tangan mohon pada Allah
jalan keluar
tiba-tiba sisi kiri jalan tol tertulis keluar Cikarang
saya anjurkan pak Kahar untuk ikuti jalan itu
keluar di kota Cikarang kemudian menuju Cibarusa
walau jalanan sediit jelek tetapi tidak ada lagi di posisi di jalan tol
sekarang berkendaraan sendiri di tengah malam
sebab jalan Cibarusa yang sepi dan lebar itu
sangat sunyi
jalanan rusak sudah sama di maklumi
tiba- tiba pertigaan Jonggol sudah didepan mata
dan belok kanan
kemudian kendaraan sudah ada di Gandoang
berhenti sebentar untuk membeli nasi goreng
nasi goreng di bawa pulang dalam keadaan terbungkus panas
dan perjalanan berikutnya adalah menuju rumah
masuk rumah jam 23.30
sebelum tidur makan nasi goreng dahulu dengan Yasin
setelah itu tidur malam.

Pelepasan Tahun 2007

Senen, 31 Desember 2007.

Puasa untuk hari senen ini
Sebab merasa terlalu banyak makanan yang telah masuk
Memang semenjak habis Idhul Adha belum pernah puasa

Hujan mengguyur terus di rumah
Sibuk mencuci pakaian yang tertunda kemarennya
Kalau mau di sabari
Menjemur pakain di tempat berangin- angin juga bisa kering
Tetangga telah mempersiapkan tempat untuk acara pelepasan tahun baru nanti malam.

Sehabis shalat ashar
Ketua RT datang kerumah menyampaikan undangan untuk menyambut acara tahun baruan tingkat RT
Saat yang sama
Saya minta tolong pada RT untuk besok pagi mau mengantar Tyas sampai kampung Rambutan, berkaitan dengan keberangkatannya ke Denpasar.
Dengan senang hati pak RT nya menerima

Acara buka puasa dirumah dengan minum kopi dan roti yang bei di warungnya Rani
Melihat bapaknya makan roti, anak- anak juga minta makan roti.
Selepas shalat isya
Berkunjung ke rumah Rt untuk melihat persiapan acara pelepasan Tahun
Dan acara bakar ikan baru saja di mulai
Sayuran belum matang
Bumbu ikan belum dibuat
Kerang sudah dahuluan dimasak dan sekarang terlihat anak- anak RT memakannya
Gorengan kripik pisang belum di goreng

Akhirnya saya pulang terlebih dahulu
Kemudian istri datang menyusul pulang sambil membawa kecap satu botol dan bawang merah dan lombok
Istri yang dapat bagian membuat bumbunya ikan bakar yang terdiri dari irisan lombok dan bawang merah yang di siram dengan kecap
Untuk itu tangan istri semalaman panas terasa terbakar

Tiba- tiba hujan turun dengan derasnya
Bisa dibilang sangat deras
Tenda pelindung di RT sebelah yang merayakan acara tahun barunya juga sampai longsor

Jam 22.00 saya datang lagi ke RT
Ikan sudah banyak yang dibakar
Bumbu ikan juga sudah beres
Sementara itu hujan masih menderas dengan lebatnya
Jalanan di depan rumah RT seperti sungai derasnya


Jam 23.00 saya minta acara dimulai saja sebab banyak sambutan yang akan diucapkan
Hal yang menarik dari acara malam pelepasan tahun 2007 dan menyambut tahun 2008
Keuangan RT tersisa Rp 58 300 ,-
Modal untuk memasuki tahun 2008
Kemudian saat saya mulai memimpin perenungan
Sebagai lintas balik perjalanan tahun 2007
Surah Al Mulk, surah ke 67 Al Quran
Menjadi topik bahasan untuk perenungan
Sebab saat kita melintas di bumi ini bukan berarti Allah tidak mengetahui
Harapan untuk sukses di tahun 2008 juga bukan berarti Allah tidak mengetahui
Sebaiknyalah tetap di jalan Allah
Acara renungan saya tutup satu menit sebelum jam 12 tengah malam
Sesuadh itu RT tetangga mulai menyalakan kembang api bergemuruh suaranya dan bertaburan cahayanya
Malam ini saya banyak makan ikan
Sampai badan terasa panas kerenanya.

Yasin shalat Isya hampir shubuh

Sabtu, 29 Desember 2007.



Yasin, shalat isya mendekati shubuh.

Hari masih pagi
shubuh saja belum datang
baru ingat jikalau Yasin semalam belum shalat Isya
terpaksa membangunkan Yasin untuk segera mengerjakan shalat isya
waktunya menjelang shubuh
dan setelah Yasin mengerjakan shalat isya di pagi itu, ia melanjutkan tidurnya.
saat shalat shubuh masuk Yasin saya bangunkan untuk bersama- sama mengerjakan shalat shubuh

Kopi di pagi hari

Semalam istri ceritra jikalau sewaktu ke Bogor kemaren, sempat membeli kopi
dan pagi ini di seduh untuk membandingkan
kelezatannya dengan kopi yang biasa di beli di Cileungsi
nilainya sama
yang di beli di Bogor juga enak
yang dibeli di Cileungsi juga enak
sewaktu membuat kopi untuk istri, istri mempersiapkan kue yang disimpannya semalam berupa donat
beli di Bus untuk oleh- oleh katanya.
jadilah menyruput kopi sambil makan donat
dan tayangan TV pagi itu memberitahukan jikalau
Banazir Bhuto tidak meninggal kerena tembakan
terduga benturan di keningnya yang sangat keras
memecahkan tengkorak
benturan itu di lakukan sendiri
diduga saat mendenghar suara tembakan
Banazir melakukan gerak refleks menunduk
saat itulah kena benturan


Cucian baju

memang cucian untuk dua hari ini menumpuk banyak
dan setelah minum kopi badan menjadi ber energi
sehingga langsung menangani cucian
dua ember penuh cucian
dengan air yang keluar berlimpah
mencuci sangat menggembirakan
saat itu Fifi bangun
dan ikut asyik memilah- milah pakaian basah
dan sekalian mandi

Jus Sayur

berikutnya adalah mmasuki saat membuat jus sayur
istri sempat keluar rumah untuk membeli sayuran
yang diperkirakan biasanya digunakan
pagi ini sayur yang akan di lumatkan terdiri dari
tauge, kacang panjang, terong ungu besar, bengkoang, nenas, jambu merah bunder besar,
mengkudu sebutir, wortel, tomat, kentang
dijus dan di peras dan hasilnya ada 8 gelas
yang minum dirumah Fifi, Yasin Tyas ibunya dan saya dua gelas, tetangga juga dapat bagian.

tiba tiba terdengar banyak umpatan dari seorang ibu-ibu
marah pada sebuah rumah
yang mana yang memiliki rumah tersebut
berkurung dalam rumahnya
ngak berani keluar
secara sepintas bisa diketahui
jikalau hal ini pasti berkaitan dengan uang
saya datngi ibu- ibu tersebut dan saya tanyakan perihalnya
bagaimana kok bisa se marah ini pagi pagi
ia sangat kesal
setiap ditagih hutangnya
ia selalu menghindari diri
padahal ia juga orang yang sangat terbatas kemampuannya
ia memperlihatkan beras satu liter yang bari dibelinya
dan sangat bertentangan swaktu ia memberikan uang itu
penuh dengan janji- janji akan dikembalikan tepat waktu

okey begini saja bu
dari pada ibu marah- marah yang nantinya akan membangkitkan penyakit buat ibu sendiri
lebih baik saya ganti hutang keluarga ini
bagaimana
ia menolak
tetapi istri saya berbicara terus dengannya sehingga masuk dalam gang
kemudian tak terdengar lagi umpatannya
ternyata istri saya sudah tersenyum
sudah bisa mengatasi
dengan diberi uang yang ditagihnya
entah sebesar yang ditagih atau sebagian
yang jelas ibu itu sudah menghilang

Shalat jenazah seorang ibu

kematiannya di umumkan dari pengeras suara di masjid
semenjak selesai shalat shubuh tadi pagi
meninggal dengan sakit Hepato
kanker hati yang mengganas
informasi awalnya adalah sakit usus buntu
ternyata sewaktu saya tanyakan pada anaknya, tidak
sakit hepato pak
keadaan yang berkunjung kematian itu cukup banyak
hanya saja saat di shalatin
dari sekian banyak pelayat itu
banyak yang memisahkan diri
sama seperti terpisahnya minyak dengan air
ada yang menyalatin
ada yang duduk menunggu saat jenazah diberangkatkan
rumah disini memang sangat kecil
sama dengan rumah yang saya tinggalin
untuk naruh jenazah saja memang sulit
untungnya
Islam menganjurkan untuk sesegerah mungkin
memproses jenazah secepat mungkin
sebab keterlambatan semenitpun bagi jenazah adalah siksaan untuk memperlambat
perjumpaan dengan Allah
sehingga bersempit-sempit dalam waktu singkat dengan jenazah
dikurung dalam rumah yang kecil
tidak apalah

perjalanan ke kuburan itu sangat singkat
sebab saya berjalan memotong
sedangkan jenazah berjalan memutar
kuburan yang bisa dilihat dari Amerika dengan menggunakan fasilitas google map imi
telah dihuni 29 kubur
pemakaman hari ini adalah yang ke 30 nya

saat selesai shalat dzuhur

istri mengajak ke pasar untuk berburu oleh- oleh yang akan di bawa Tyas hari Selasa
berkendaraan motor siang itu setelah hujan turun
dijalanan hanya menyisahkan genangan air di sana sini
jalan desa yang hanya di aspal sederhana
kerena dilintasi kendaraan pengangkut tanah berat
juga rusak jadinya
siang ini saya sengaja ke pasar tidak membawa uang
sehingga sewaktu saya melihat tomat dan kentang dan buncis masih dijual dengan harga pagi yang murah
saya harus minta pada istri uang sepuluh ribu untuk membeli itu semua
tomat dapat 2 kg, kentang 1 kg dan wortel 1 kg buncis ¼ kg
Pasar siang itu sangat becek
dihantam hujan berkali-kali membuat genangan air dan sampah sangat mengganggu
pengunjung pasar Cileungsi harus meloncati tumpuan kayu
untuk melintas pada genangan lumpur sayur yang hancur dalam kubangan air

oleh-oleh siang ini yang didapat adalah kue gabus sekantong besar dan sekilo irisan korek api gorengan talas
sesampainya di rumah
Tyasnya menolak semua oleh- oleh tersebut
Sebab ingin nya dia biar dia sendiri yang membelikannya
Sebab tadi pagi sewaktu ia mohon ijin untuk keluar dari rumah
Ibunya ngak mengijinkan sebab dua hari lagi akan terbang ke Denpasar.

Mulai kekantor

Jumat, 28 Desember 2007.

Pagi- pagi ibunya ngurus Askeskinya Yasin yang farus diawali terlebih dahulu ke Puskesmas Gandoang, kemudian dilanjutkan rapat irang tua murid untuk mewakili Yasin, untuk itu saya antar hingga diujung jalan Gandoang, untuk jalan ke Puskesmas sejauh 300 meter ibunya berjalan sendiri, setelah itu saya balik ke rumah untuk menjemput Tyas yang bertugas mengantar uangnya Aswan Rp 500 000,- melalui bank BRI Cileungsi.

Sesampainya di kantor langsung mengikuti rapat persiapan tahun 2008.
Shalat Jumat di kompleks masjid kantor
Rapat pembahasan kegiatan Tahun 2008 dilanjutkan
Ditengah – tengah rapat ingat pada janji dengan Hakim Yunior untuk menjenguk pak Abdullah
Kemudian meninggalkan rapat untuk menengok pak Abdullah, dirumahnya pak Abdullah sedang sehatnya dan bisa duduk.
Untuk itu saya putuskan tidak bisa lama- lama disana mengingat rapat belum selesai, kemudian bermobil kembali dengan Hakim Yunior untuk ke kantor tetapi saya turun terlebih dahulu di Giant Super Market untuk belanja keperluan liburan beberapa hari mendatang.

Saya mendapat keluar biasaan di super market ini yaitu harga ikan yang telah di bumbui saus bakar ternyata dui korting 50 % sehingga saya banyak membeli ikan dan harganya Rp 14 000,- kemudian masih membeli ikan bandeng harga normal dua ekor seberat satu kilo seperempat, kemudian masih membeli jeruk, minuman jus jeruk dan jus aplle untuk perlengkapan memasang desferal Tyas dan Yasin, kemudian coca cola yang lagi di turunkan harganya tiga botol.

Beban belanjaan cukup berat sehingga sewaktu perjalanan pulang dan saat yang sama di jalur jalan itu sedang lewat sang Presiden, maka kendaraan di suruh berhenti, saat itu plastik penggantung belanjaan meleleh kena panasnya knalpot dan belanjaan berhamburan di jalanan, saya parkir motor di tengah jalan dan saya mulai memilih belanjaan yang jatuh.

Saat yang sama polisi mempersilahkan kendaraan untuk lewat sebab sang presiden sudah meninggalkan tempat, jadilah sedikit kemacetan jadinya.

Piket POPTI akhir Tahun 2007

Kamis, 27 Desember 2007.

Saat piket saya sebagai anggota pengurus POPTI, Persatuan Orang tua Penderita Thalasemia Indonesia, sekalian dengan mengantar transfusi terakhirnya Tyas, hari ini semua kantor buka, sebab berakhirnya libur panjang. tetapi bukanya hanya dua hari, sebab Sabtu hingga Selasa besok libur akhir tahun.

Perjalanan ke PMI Kramat bersama Tyas lancar sekali pagi ini, walau terlihat bahwa ini hari kerja, tetapi kepadatan lalu lintas tidak sepadat hari kerja biasa.
hanya menunggu 15 menit di depan loket darah PMI Kramat, namanya Tyas telah dipanggil, pagi ini ia mendapat dua kantorng darah untuk di transfusikan.

Setibanya di lapangan parkir
penjaga parkir menyongsong saya
sebab sejak idul fitri kemaren hingga sekarang
sudah hampir tiga bulan
ia menunggu saya untuk mengucapkan terimakasih atas sembako yang saya bagikan saat pembagian zakat idul fitri tiga bulan yang lalu.
di ruang poli darah hanya terdapat 30 oang pasien
hal ini disebabkan bahwa untuk lima hari kemaren tidak ada hari poli
sehingga tidak banyak anak-anak yang di rekomendasikan dokter untuk transfusi
setibanya di ruangan transfusi darah
saya langsung mengambil slang transfusi untuk dimasukan cairan NHCL
setelah siap, slang itu digantung diatas penggantung darah
diatas Tyas yang sedang berbaring di bed
menunggu suster untuk mulai menusukan jarum abochet ke punggung kepalan telapak tangannya Tyas
secara medik hak untuk menusukan jarum kepembulu vena pasien adalah hak suster
orang tua pasien sebatas mempersiapkan peralatan medik
seperti ketersediaan darah, jarum slang dan NHCL
setelah itu mulai minta di belikan makanan, makanan yang terpilih adalah mihun kecap
semoga saja enak
saya ke ruang piket untuk mulai membuka buku piket POPTI untuk mencatat semua posisi di akhir tahun 2007 ini

Ternyata diruang piket terdapat dua undangan untuk saya
ruang ini telah tiga bulan tidak saya kunjungi
undangan perkawinan pernikahan putrinya seorang anggota pengurus POPTI
dan yang satu undangan khitanan, putra dari salah seorang ibu yang pasien thalasemia

untuk pembuatan kartu pengganti GAKIN wilayah DKI Jakarta, yang akan diberlakukan tahun 2008 untuk semua pasien yang tinggal di wilayah Jakarta, sudah dilengkapi formulirnya sebnayk 80 % pasien.

Jam 11.00 siang Tyasnya memberitahukan dari Hp jikalau transfusinya telah berakhir dengan menyisahkan darah satu kantong, sebab berlebih.

Makan siang di hidangkan dua porsi untuk Tyas dan Saya dengan lauk nasi dan soto daging, lahapnya makan sampai minta tambah nasi satu bungkus dan dibagi dua dengan Tyas.

Shalat dzhuhur dilakukan di musholah kecil POPTI, kemudian berangkat ke Senen untuk mengantar Tyas mencari buku- buku pelajaran bahasa Jepang.

Tyas turun di Senen, kemudian saya berlanjut ke Mahkamah Agung menjumpai pak Iskandar Kamil SH, saya ingatkan pada Tyas nanti setelah selesai dengan pak Iskandar bapak akan memarkir motor di tengah median jalan didepan departemen kesehatan, jikalau nanti mencari bapak, cari saja di sana.


Mahkamah Agung sedang di renovasi, pekerjaan fisik proyek terlihat tergesa- gesa sebab kegiatan kantor hanya bersisa dua hari saja, hari ini dan jumat besok. Tamu yang akan menghadap pak Iskandar Kamil banyak juga, tamu Taruna pendidikan kemiliteran, terlihat dari usianya yang masih muda.

Sewaktu saya kembali ke Senen menjumpai Tyas jikalau disini tidak lengkap penjualan bahasa Jepang katanya, sehingga saya sarankan ke Pasar Raya Blok M disana ada dua pilihan penyedia buku, toko buku Gramedia dan toko buku Sarina Pasar Raya

Buku yang terbeli dari bantuan Pak Iskandar yang diberikan beberapa jam yang lalu :

Untuk Fifi seharga Rp 10 000 ,-

- buku Mengenal Huruf anak- anak TK


Untuk Yasin seharga Rp 71 800 ,-
- buku pelajaran gramar bahasa inggris dasar 1
- buku pelajaran gramar bahasa inggris dasar 2
- buku pembahasan matematika klas enam

Untuk Ibunya seharga Rp 17 500,-
- Buku pelajaran membuat bisnis roti

Untuk saya sendiri seharga Rp 57 200 ,-
- buku memperluas penggunaan program exel
- buku percakapan bahasa Jepang
- buku obat tradisional sederhana

Untuk Tyas seharga Rp 362 500,-

- buku kita sukses ujian bahasa Jepang
- Pelajaran Bahasa Jepang jilid 1
- Pelajaran bahasa Jepang jilid 2
- Pelajaran bahasa Jepang jilid 3
- Pola bahasa Jepang
- Kamus standard bahasa jepang Indonesia
- Bahasa jepang belajar dari dasar
- mengenal kanji
- bahasa jepang tingkat menengah

Belanja supermarkert Hero Rp 100 000,-

- ayam 1 bunder
- Ayam cincang dagingnya
- minuman jus apel
- minuman jus jeruk
- roti tawar coklat
-
UntukAswan Rp 300 000,- sebagai tambahan uang transport kuliahnya di Makassar

Untuk anak Yatim piatu Rp 100 000,-

Istirahat

Rabu, 26 Desember 2007.

Anak- anak istirahat dirumah, pagi-pagi sudah disiapkan jus yang terdiri dari wortel tauge, buncis, jambu merah, mengkudu, lobak, terong ungu, dan semuanya minum Tyas Yasin Fifi Ibunya dan saya, untuk meningkatkan stamina.

Acara seharian dirumah istirahat, mendengarkan lagu.

Setelah ashar ada angin yang cukup kencang. saat itu dirumah sepi sebab ibunya pengajian bersama anak- anak.

masih di emergency RSCM

Selasa, 25 Desember 2008.





Masih di rumah Pak Abdullah.
Jam 03.00 jam Hp berbunyi membangunkan untuk bangun sebab harus shalat tahajud, sementara anak- anak masih tidur nyenyak di kasur disamping saya, saya sendiri tidur di karpet, dari pada tidur dikerjain dengan nyamuk lebih baik shalat, setelah shalat ngaji hingga dua kali surat Al – Mulk, awal jus 29.

Sementara di luar hujan sudah sangat menderas sejak jam 02.00 pagi. saya hanya bermohon nanti kalau waktunya akan berangkat ke RSCM hujan meradah.

Menjelang shubuh datang, hujan berhenti, dan suara bising kerena iar hujan tak lagi mengganggu. sehingga terdengar suara pengeras suara di musholah yang menyuarakan ngaji Al Quran, tidak beberapa lama adzan shubuh pun terdengar sehingga shalat sendirian, ada sih niat akan keluar menuju ke musholah, tetapi yang terlintas adalah suasana pagi di daerah sini saya ngak tahu, tingkat keamanannya juga ngak tahu, sementara disini ada pak Abdullah yang lagi sakit.

Sehabis shalat saya melihat pak Abdullah yang terlihat agak segar, tetapi masih berbaring sebab yang dirasa adalah pusingnya, menurut taksiran saya pusing itu disebabkan kerena gulanya pak Abdullah lagi turun.

Saya anjurkan untuk minum air teh hangat setengah gelas dengan gula pasir biasa ternyata gula pasirnya habis.

Kemudian Tyasnya terlihat bangun dan mulai shalat shubuh, kemudian mmbngunkan Yasin yang sangat sukar dibangunkan sebab masih ingin tidur, saya sampai membujuk pembantu nya pak Abdullah untuk seakan akan mengankat kasur sehingga Yasin sadar jikalau saat ini ia tidak tidur dirumahnya sendiri tetapi dirumahnya orang lain.

Acara berikutnya adalah sarapan nasi goreng dengan telor dadar yang di potong- potong setelah itu berangkat menuju ke RSCM tepat jam 06.30.

Keadaan jalanan pagi ini sangat lancar, dan hanya menempuh 30 menit untuk mencapai RSCM dari rumahnya pak Abdullah, sehingga tenaga tidak terlalu terkuras hanya untuk sekedar mencapai sasaran tujuan.

Sewaktu memasuki ruangan emergency dokter yang jaga bertanya kembali apakah akan melanjutkan transfusinya, ia jawabku, sehingga dipersilahkan untuk mengisi pendaftaran pasien lagi.

Ada suatu kejadian yang bagi saya cukup menengangkan adalah hilangnya kartu berobatnya Yasin di tangannya Tyas, sewaktu didalam emergency anak- anak, saya duduk memperinci ke pada Tyas apa saja surat-surat yang dipersiapkan untuk mendaftar, seingat saya kartunya Yasin sudah saya serahkan juga, tetapi tiba- tiba Tyas balik kembali menanyakan kemana kartu merahnya Yasin, pikiranku pasti hilang sewaktu melangka menuju meja pelaporan pasien yang masuk emergency.

Sewaktu saya berjalan mondar mandir untuk mengperkirakan dimana jatuhnya Kartu ada seorang ibu- ibu tua yang juga sedang menjaga kepaonakannya yang sakit dan harus masuk emergency RSCM, ia mengatakan mencari kartu ya, ya jawabku sambil berucap Alhamdulillah, sebab sudah terbayang susahnya admnisrtrasi RSCM untuk mencari kartu baru yang hilang, ibu itu mengatakan jikalau kartunya ia yang menemukan dan sudah diserahklan ke SatPam Emergency dan sekarang si SatPam lagi ngak ada di tempat, tiba tiba saja Satpam yang lagi dicari itu muncul dari balik pintu dan ia langsung menyerahkan katu merahnya Yasin. Kartu merah itu memuat nomer registrasi pasien atas nama Yasin umur dan alamat, dan tanggal serta bulan kontrol.

Saat berikutnya saya berangkat ke PMI Kramat untuk mengambil darah cuci untuk Tyas dan Yasin, dan sesampainya disana ternyata darah tersebut belum di proses, sehingga suster yang memproses darah minta ditunggu ngak boleh di tinggalkan oleh pasien baru di kerjain, dan diperkirakan selesai jam 10.00, terpaksalah saya kamping di PMI Kramat menunggu proses penyucian darah.

Mendekati jam 10.00 terdengar berita jikalau persedian darah O habis sebab pasukan pencari donor dari PMI pada libur.

Jam 11.30 Transfusi untuk Yasin dan Tyas dimulai, mereka berdua ditempatkan di bed satu orang, Yasinnya yang berbaring dan Tyasnya duduk di kursi dengan tangannya yang di transfusi diletakan di bed. dan saat itu ibunya dan Fifi datang dari rumah.

Saat yang sama adzan shalat Dhuhur sudah masuk sehingga ada alasan untuk membawa Fifi keliuar dari ruang Emergency sebab di dalam banyak anak sakit keras.

Ibunya membawa jus sayur yang sangat saya harapkan sehingga setelah minum jus sayur badan pun terasa aktif untuk mulai berfikir lagi.


motor diarahkan menuju ke Kenari mas dimana disana dijual Hoka-Hoka Bento, tetapi tidak disadari jikalau hari ini adalah tanggal 25 Desember berarti libur resmi perayaan natal, betul juga, sesampinya disana oleh Satpam penjaga pintu depan di ingatkan jikalau komplek Kenari Mas tutup, tidak ada satu pedagangpun yang jualan.
Pemberitahuan ini membuat kecewa fifi, yang sudah kepingin makan Hoka- Hoka Bento. kemudian sadar jikalau Yasin dan Tyas sedang berjalan menuju ke arah sini, sebab tadi janjian dilapangan parkir bangsal perawatan anak- anak.

Betul juga terlihat Yasin dan Tyas berjalan di median tengah jalan diantara ramainya kendaraan yang melintas di jalur bus way Salemba. Ibunya sampai berlari turun dari motor untuk memberirtahukan kepada dua anak itu untuk membatalkan perjalanan ke komplek Kenari Mas untuk mencari Hoka- Hoka Bento.

Saat Tyas dan Yasin menyebrang jalan saat hijau lampu lalu lintas menyala, ibunya dengan cepat menjumpainya dan mereka berdua tertawa saja, sekarang bagaimana kelanjutannya, okey kita menuju rumah sakit Thamrin disana ada bakso Remaja yang terkenal, kemudian saya bermotor bertiga Fifi dengan Ibunya saya berangkatkan dahulu, setibanya di depan RS Thamrin, ibunya yang turun, dan Fifi masih di motor untuk menjemput Tyas dan Yasin yang lagi berjalan, kemudian bergoncengan berempat sebab Tyas dan Yasin sudah naik motor menuju mamanya yang sedang menunggu.

Saat memasuki ruang Bakso remaja, Yasin tidak minat makan sesuatu apapun sebab ia masih rasa kecewa dengan gagalnya ke Hoka- hoka bento.

Tyas saya dan Ibunya memesan bakso biasa seharga Rp 5 000,- se mangkoknya, tiba-tiba setelah bakso itu terhidang dan saya mulai membuka tempat simpan nasi yang dibawa dari rumah, kemudian saya makan bakso dengan nasi ternyata ibunya juga minat makan bakso dengan nasi, dan Tyas juga suka makan bakso dengan nasi yang dibawa dari rumah, saat itu Yasinnya mulai bangkit seleranya, ia minrta jus alpokat, kemudian Yasin mulai meminum jus alpukat kesukaannya, melihat asyiknya Yasin menyusrup jus alpokat, Fifinya juga minta, pesan lagi dengan penjualnya untuk dibuatkan jus alpukat buat Fifi, setelah jus Alpukat habis Yasinnya dengan malu- malu minta bakso tetapi ngak pakai nasi, dan Tyas juga minta tambah bakso satu mangkok.

Selesai itu semua Tyas dan Yasin kembali berpisah, ia berjalan berdua mnuju ke Bus Ways, sedangkan saya ibunya anak- anak dan Fifi bermotor menuju ke PMI Kramat, untuk membatalkan proses pencucian darah atas permintaan Tyas untuk hari Rabo besok, sebab menurut dokter yang memeriksa Tyas sebelum pulang tadi diingatkan agar untuk transfusi darah lanjutan dilakukan hari Kamis saja sebab semua kantor sudah buka, berarti poli Darah juga sudah buka.

Us\rusan darah selesai dibatalkan kemudian melanjutkan perjalanan pulang, sebab waktu sudah memasuki shalat ashar terbentik niat untuk shalat di masjid besar di samping PMI tetapi di ingatkan jikalau disini sering motor hilang maka shalat ashar dilakukan di masjid Al Barkah di Kompleks CPM, Ceger, Jakarta Timur.

Masjid didatangi dalam keadaan terkunci saat ashar itu, masjid ini sebelum ditambah fasilitasnya berupa AC ruangan, jarang di kunci sehingga sempat menjadi masjid favorit untuk menyela perjalanan dari RSCM ke Rumah, namun sekarang sebaliknya, di kunci rapat.

Fifinya ngambek ngak mau pulang dari masjid, sebab ingin memakai mantel hujan walau hujan tidak turun dan dilangit mendung masih menggantung.

Masuk Emergency RSCM

Senen, 24 Desember 2007.

Berangkat ke RSCM.

Tyas dengan Yasin naik Busway, oleh sebab itu saya antarkan terlebih dahulu hingga ujung jalan Cileungsi untuk mencari kendaraan ke Kampung Rambutan, setelah itu pulang lagi menjemput ibunya yang ingin juga ke RSCM.

Sesampainya di Emergency RSCM, terlihat Yasin dan Tyas berdiri di bagian dalam ruang emergency, ia menyerahkan resep untuk mencari dop atau tabung darah untuk tempat test darahnya dua anak Yasin dan Tyas.

Setelah itu mulai berjalan berlima, sebab ibunya dan Fifi juga ikutan, beriringan menuju laboratorium darah anak- anak. Sesampainya di lab anak- anak diminta uang muka, saya bertanya yang ngak pakai uang muka dimana, saya di anjurkan ke laboratorium 24 jam dekat emergency, saya mohon maaf kerena kurang tahu.

Sesampainya di lab 24 jam, blangko test darah minta di dilengkapi dengan dokumen Emergency, setelah lengkap kemudian formulir test darah dimasukan lagi.

Setelah itu bermotor menuju ke bank Darah di Kramat untuk mulai memohon darah cuci buat Yasin dan Tyas, Saya Fifi dan Ibunya naik motor, sedangkan Yasin dan Tyas berjalan menuju ke Kenari Pusat Kunci sebab disana ada Hoka- Hoka Bento makanan yang disukai anak- anak.

Setelah blangko permohonan darah dimasukan dan di janjikan jikalau darah cuci siap diambil jam 17.00 nanti sore, kembali bermotor menuju ke kenari mas untuk berkumpul kembali dengan Tyas dan Yasin di Hoka- hoka bento di sana.

Sesampainya di Kenari Mas. Fifi dengan cepat berlari menuju Hoka-Hoka Bento dan mulai memesan paket nasi seharga Rp 9 500,- dengan pajak tanpa air minum, sebab minumannya di bawa sendiri dari rumah.
Setalh nasi paket terhidangkan baru Tyas dan Yasin muncul, ternyata ia mencari kabel data untuk aipodnya.

Kemudian Tyas dan Yasin mulai memesan paket yang sama dengan Fifi.

Setelah makan, Istri minta diri untuk pulang naik bus, sebab ia hari ini akan memimpin pengajian ibu- ibu di Rt nya, kemudian saya cukup lama menunggu Yasin dan Tyas keluar dari Kenari Mas.

Sesampainya di emergency kembali Tyas dan Yasin ditempatkan di satu bed berbagi tempat berdua.

Jam 16.30 saya mulai berangkat ke PMI Kramat untuk menjemput darah, dan sesampainya disana saya siap menunggu, sebab saya tahu jikalau darah siapnya jam 17.00 tepat, tetapi darah diserahkan jam 17.30 dan sewaktu menyerahkan tidak diberikan lembar merahnya sehingga sewaktu darah saya sodorkan keperawat di emergency ia tidak bisa menerima sebab untuk mencocokan nomer darah pada slang darah harus tepat antara nomer dan tujuan darah di transfusikan.

Untuk menghindarkan salah alamat dan golongan darah penerima.

Untuk itu saya harus balik ke PMI Kramat untuk meminta kertas merahnya, dan setelah itu balik lagi ke ruang emergency dan disana baru mulai darah di transfusikan.

Darah ter transfusikan total jam 22.00
Dan selanjutnya adalah mau pulang ke mana, untuk itu saya menelpon ke rumah pak Abdullah untuk sementara malam ini akan menginap disana bersama anak- anak. Saat itu pak Abdullah tidak langsung menjawab SMS saya sehingga saya ragu.
Jam 22.00 ada jawaban dari pak Abdullah bahwa di ijinkan.

Jam 23.30 masuk kerumahnya pak Abdullah
Langsung dipersilahkan makan malam sederhana, nasi dan telor goreng, kemudian membersihkan diri dan selanjutnya tidur malam
Tempat tidur yang digunakan adalah ruangan keluarga yang di beri lapis karpet dan diatas karpet ada tempat tidur.

Tempat tidur hanya cukup untuk Yasin dan Tyas, dan saya tidur diatas karpet.

Soal nyamuk saya cukup menggunakan softel.

Tetangga Panen Singkong

Minggu. 23 Desember 2007.

Tetangga panen singkong, dan dirumah dapat bagian kiriman singkong, seharian makan singkong yang direbus kemudian di goreng, enaknya jangan di tanya lagi.

Khamis, Januari 17, 2008

Tyas minta ditunda ke RSCM

Sabtu. 22 Desember 2007.


Tyas minta di tunda
Usulan Tyas untuk ke RSCM hari Senen saja, biar ngak terlalu lama menunggunya di RSCM, dikabulkan. tetapi dengan syarat harus minum jus sayur yang cukup banyak campurannya, oleh sebab itu pagi- pagi sudah kepasar, kerena di pasar becek habis hujan semalam sehingga Fifinya tidak dibawa, apalagi ada kakaknya di rumah.

Suasana lembab sehabis hujan di pagi ini sangat mempengaruhi perasaan, dingin, tetapi harus isi premium Rp 5 000,- untuk modal motor ke pasar, sesampainya di pasar yang dibeli adalah : tomat 2 kg, terong 2 kg, tauge 1 kg, sewaktu membeli tauge ini saya kelupaan membawa baranmg yang sudah saya beli, tetapi pembayarannya juga lancar, yang saya perhatikan adalah sewaktu saya menyerahkan uang saya lupa mengambil tauge tersebut, sehingga sewaktu saya membeli wortel yang hari ini cukup mahal Rp 4000,- se kg nya baru ingat jikalau taugenya lupa, terpaksa kembali ke pedagang tauge dan mengambilnya kemudian membawa ke motor semua barang yang telah dibelanjakan ini, praktis saya belanja Rp 15 000,- dengan bensin Rp 5000,- seheingga di saku masih ada sisa pengembalian Rp 30 000,- modal untuk ke RSCM.
Tetangga yang sempat berceritra jikalau kemaren kaki sapi yang dimasaknya sangat enak dan banyak dan sangat luar biasa, tumben tumbennya seumur hidup baru kali ini masak kaki sapi dan diolahnya sendiri.

Penundaan ke RSCM

Jumat. 21 Desember 2007.



Rencana hari ini akan ke RSCM, tetapi kerena ada pertimbangan dari Tyas kalau masuk RSCM hari Jumat nanti terlalu lama menunggunya di RSCM, sehingga diperhitungkan hari Sabtu besok rencananya akan masuk RSCM.

Liburan saat ini memang terpanjang rasanya, ada liburan hari Jumat dari pada terjepit oleh pemerintah di bulatkan menjadi liburan saja kemudian nanti hari Senen masih libur sebab selasanya akan Natalan, libur juga.

Lari-lari pagi bersama istri, sebab istri ngak bisa lari sepanjang jalan menunju pintu belakang taman buah Mekar Sari hanya berjalan cepat saja, praktis saya tidak berkeringat tetapi istri sudah berat rasanya badanya sebab berjalan kencang bolak balik, sepanjang jalan melihat orang yang berkendaraan motor pagi- pagi masih gelap, sudah membawa goncengan berat dengan anak dua yang di apit kedua orang tuanya disertai membawa bekalan yang banyak, berarti akan menikmati liburan akhir tahun.
saya sih kepinginnya begitu tetapi dua anak di rumah yang lemah kerena Thalasemianya membuat saya harus membuang jauh- jauh keinginan untukl berlibur, malahan disini ngintip kapan saat terbaik akan memasuki emergency RSCM.

Sebelum berangkat Jumatan siang sekitar jam 10.00 sempat menyuci pakaian yang kebanyak berwarna putih, pakaiannya Yasin, Fifi yang dipakai Shalat Idhul Adha kemaren yang ternoda lumpur, pakainnya istri yang ber noda percikan lumpur belakangnya yang tadi dipakai berlari-lari pagi, juga kecipratan lumpur kerena sandal yang dipakainya berlari, sebab ngak punya sepatu.

Yasin berangkat shalat Jumat bersama saya tetapi mnunggunya agal lama sehingga sesampainya di masjid, di msjid sudah ada orang, kepinginnya sih kalau ke masjid jangan banyak orang yang mendahuluinya sehingga harus datang lebih pagi.

Shalat Iedhul Kurban

Kamis. 20 Desember 2007.


Idhul Kurban, shalat ied di masjid kompleks Perumahan

Setelah shalat pulang kerumah, secepatnya sarapan ketupat yang masak kemaren sore.

Potong kurban, kaki sapi di bawa pulang, daging setengah kilo dan ekor sapi, kaki sapi terbagi untuk, bapaknya Gugun, Batak Kristen Simatupang dan Batak Kristen Sihombing, asal bisa mengolah saja kaki sapi saya berikan, dan satu kaki sapi saya olah sendiri di rumah.

Sesampainya dirumah istri membuat rendang basah dari daging yang disisihkan tadi siang di masjid sebanyak ½ kg, kemudian saya mulai memasak air untuk merebus ekor sapi, setelah itu ekor sapi disisik bulunya dan dipotong kecil-kecil.

Shalat Dhzuhur pun tiba, saat istirahat, kemudian tidur setelah itu mendekati ashar mulai memasak kaki sapi untuk mulai disisik kulitnya, untungnya pernah melihat bagaimana mengerjakan kaki sapi, kaki sapi panas-panas itu dibelah dua di kukunya dan mulai dibuang kulitnya, ternyata melakukan kesalahan sebab kulit yang dibuang tebal, lebih baik di sisik saja bulunya sehingga kulit yang tersisa cukup enak di makan, yang enak ya kulit yang melekat di kaki itu.

Makan maghrib terasa enak, dari rumah tetangga tercium bakaran kulit sapi terpanggang api.

Hari Selasa Tyas datang dari Denpasar

Sabtu. 15 Desember 2007.

Istirahat sepenuhnya di rumah.


Minggu.16 Desember 2007.
Beras di rumah habis
Cari beras hingga keliling dimana harga beras dapat Rp 240 000,- se karung di Kota Kecamatan Cileungsi, berasnya enak.


Becek pemilihan kepala desa

bermotor bertiga dengan Fifi,model pemilihan disini setiap calon kepala Desa mengeluarkan biaya charter angkutan untuk menjemput pemilih dengan harapan pemilih memilih yang menyewakan mobil angkutan, sebab memang letak kotak suara cukup jauh ditengan lapangan di belakang kerumunan perumahan.

Pedagang banyak sekali yang berjualan sehingga kemacetan sangat panjang, dan susah untuk memanufer motor menuju ke sana, motor saya parkir dipinggir jalan.


Senen, 17 Desember 2007.
Masih istirahat dirumah sebab kondisinya Yasin lagi turun, awalnya ia ingin berangkat kekantor tapi ngak jadi ikut dengan saya, dia memilih tinggal dirumah melihat televisi, akhirnya saya temani.


Selasa. 18 Desember 2007.

Puasa sebab di Arafah, sudah wukuf, sementara itu nampak Yasin semakin melemas saja bawaannya, mau tidur saja.
Ternyata Hb nya juga lagi turun.
Sebab itu sejak pagi sudah di intensifkan minum jus sayur untuk mendongkrak Hb nya yang semakin turun.

Tyas datang dari Denpasar, dengan kondisi yang sangat menyedihkan, memelas, Hb nya pasti turun, langsung di minumkan jus sayur yang sudah dibuat.

Tidak jadi kekantor, lantas kepasar, kerena Tyas datang makanan harus ada.
Menjelang Lebaran Idhul Adha sepantasnya pula mulai mencari pembungkus ketupat.

Tyas membawa oleh-oleh makanan kesukaan yaitu kacang bali, yang rasanya spesifik, istri saya sampai berkomentar dari dahulu, maksudnya dahulu sebelum perkawinan, saya pernah mengirim kacang bali ke Makassar dan rasanya ya tetap sama sampai sekarang si anak membawa kacang dari Bali sebagai oleh- oleh.

Rabu. 19 Desember 2007.

Di Makkah sudah Idhul Adha, dan disini sepi, acara TV malahan di isi Doraemon.
Disini saya tidak melihat sipemegang dana penyiaran televisi, alasan tidak ada anggaran maka siaran keadaan di Arafah hari ini tidak di tayangkan, sedangkan, apakah nanti di hari Natal, tidak ada tayangan dari Roma, menceritrakan detik-detik Paus di hari Natal ?.

Membuat makanan untuk hari raya besok
Masakan Brongkos,siang hari masakan itu sudah matang, sehngga makan siang pun masakan itu dimakan juga walau dagingnya belum dimasukan. walau nga ada dagingnya.

Setelah shalat Dhluhur nengok sapi kurban, berkendara motor dengan Tyas dan Fifi, sesampainya disana memberi alamat dimana Sapi kurban akan di antar, dan sisa pembayaran akan dibayar di tempat jikalau sapi telah datang.

Sore hari disaat hujan turun merintik, setelah shalat ashar. Sapi kurban datang kerumah, kemudian saya membayar sisa pelunasannya dan saya minta sapi kurban diturunkan di masjid.

Istri sudah bilang akan memandiin sapi kurban kalau datang, saat ini saya berjalan dengan istri dibawa rintikan hujan yang turun sambil membawa sabun dan sikat.

Istri mandiin sapi, tapi sapinya goyang- goyang, dirasa cukup maka mandi sapi dihentikan, sementara itu hujan masih mengguyur.

Malam hari memasak ketupat.

Saat menjelang shalat Isya, pergi ke Masjid untuk mendaftarkan sapi kurban atas nama 7 ( tuju ) jiwa : Fifi Ridzli Ilmanur Wicaksono ( anak ke lima ), Yasin Ilmarahimy Affiat Wicaksono ( anak ke empat ) , Astari Ilmaafif Aisyiah Wicaksono ( anak ke tiga ), Tyas Ilmayuni Aimmatu Wicaksono ( anak ke dua ), Aswan AmirIlma Wicaksono ( anak ke satu ), Hj Mariani BSW ( istri ) dan saya sendiri.

Pelatihan hari ke tiga

Jumat. 14 Desember 2007.


Jam 10.30 pagi saya mengumpulkan latihan penulisan penelitian yang judulnya sebagai berikut:

Potensi Kriminalitas
dalam Perencanaan Kota
di Indonesia
oleh : Ir. H. Siswoyo Seputro


Abstraksi:

Kota sebagai hasil proses reka pikir, terkandung didalamnya suatu potensi yang memuat nilai- nilai budaya, nilai tradisi, dan nilai- nilai yang tersirat lainnya yang tanpa sadar terbentuk dalam kearifan sosial. Hanya disebabkan pertumbuhan wilayah perkotaan, yang cenderung mengikuti trend perkembangan kota, kota tidak siap menyesuaikan, disebabkan keterbatasan daya dukung wilayah dan sumber daya alam, sehingga dalam penampilan fisiknya, kota terlihat tidak segar, kering dan di iringi meningkatnya tindakan kriminalitas di dalamnya.

I. Pendahuluan.


I.1. Latar Belakang.


Sejak menjadi merdeka sampai sekarang bangsa Indonesia tidak pernah benar-benar membangun kota dalam arti sebenarnya, yang selama terjadi adalah pembangunan bagian wilayah kota seperti wilayah Blok M Jakarta Selatan tahun 1960, Kawasan Nusa Dua sebagai hasil perumusan permukiman yangbernuansaPariwisataDunia.
Namun dalam kegiatan perencanaan kota yang terumuskan terdapat bagian yang penting yaitu analisis potensial daya dukung alam, Analisis ini dari tahun ke tahun sering kali tidak bertolak dari kehendak rakyat bawah, tetapi dari mereka yang ”berkuasa” di desa, atau di kecamatan atau di Kabupaten juga bisa di Propinsi, yakni lembaga adat atau pranata sosial budaya dan satuan-satuan sosial yang bersifat informal (misalnya, ”rembug desa”, yayasan lokal, LSM, atau satuan-satuan sosial sejenis. Bahkan, misalnya, rembug desa masih dikuasai oleh kepala desa. Masalah ini ditambah dengan kenyataan bahwa satuan-satuan sosial informal itu tidak dapat bersaing dengan pemerintah daerah yang mempunyai alat birokrasi dan dana yang lebih kuat serta terorganisasi dengan baik. Padahal, proses perencanaan mestinya bersumber pada keinginan rakyat, Aspirasi pada lapisan akar rumput itu sebenarnya dapat dijadikan data ”asli” untuk diolah dalam analisis regional yang dilakukan oleh para perencana. Jadi, aspirasi yang diungkapkan oleh lembaga informal (pemuka adat atau agama, sebut saja ”elite lokal”) belum tentu merupakan aspirasi rakyat di lapisan akar rumput. Akibatnya, data yang diolah sering tidak didasari aspirasi rakyat pada tingkat akar rumput. Apa yang telah banyak dibangun bukan diperlukan oleh rakyat setempat, melainkan lebih banyak atas dasar keinginan elite di pusat ataupun di daerah. Penolakan pembagian lahan di Aceh, misalnya, merupakan akibat dari tidak didengarnya aspirasi rakyat pada lapisan bawah.
Kondisi diatas menyebabkan berbagai prasarana dan kegiatan yang dibangun tidak dimanfaatkan, dan bahkan tidak terpelihara karena rakyat pada lapisan terbawah tidak merasa terlibat. Proses di atas merupakan bagian dari komunikasi politik, yakni komunikasi antara ”yang memerintah” dan ”yang diperintah”. Masalah sosial budaya harus diperhitungkan pada bagian hulu, dan bukan dihadang di muara.
Menurut Kuznet, (1972 ekonomi pembangunan) pada tahap awal pembangunan, equity harus dikorbankan. Sehingga dalam periode ini pembangunan sumber daya alam sedikit banyak terabaikan. Tetapi ada istilah growth with equity, dari orang-orang seperti Streeten. Perkembangan terkini, untuk awal milenium mendatang, mesti growth through equity; mesti keadilan tercapai dulu, dan di atas landasan keadilan yang lebih besar itulah baru bisa dicapai pembangunan. karena, unequitable growth is not sustainable.








I.2. Rumusan Masalah.

Dari latar belakang permasalahan diatas, perumusan masalah penelitian adalah seberapa jauh perencanaan kota menjadi pemicu kriminalitas ?


I.3. Tujuan Penelitian.

Penulisan ini bertujuan untuk memperlihatkan kelemahan perencanaan kota sehingga memicu timbulnya kriminalitas yang terpolakan, yang mencakup mekanisme perencenaan kota, Tata cara dan persyaratan Perencanaan Kota,
Aspek kajian pembangunan infrastruktur dan struktur kota yang berwawasan lingkungan, lingkup kajian kriminalitas untuk dimasukan sebagai indikator penilaian.


I.4. Kerangka Teori.

Keraton Kasultanan Yogyakarta didirikan pada tahun 1756 Masehi oleh Pangeran Mangkubumi, yang kemudian bertahta sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono I. Pendirian Keraton yang sekaligus menandai berdirinya Kota Yogyakarta ini, diabadikan dengan ornamen simbolik berupa candrasengkala berbunyi “Dwi Naga Rasa Tunggal”, yang bermakna angka tahun 1682 Jawa. Ornamen berupa 2 ekor naga yang saling berlilitan ini, terdapat di pintu gerbang atau Regol Kemagangan dan Regol Gadhung Mlati yang berada di dalam Keraton Kasultanan Yogyakarta. Sri Sultan Hamengku Buwono I dikenal sebagai arsitek yang banyak membangun karya arsitektur megah. Selain Keraton Kasultanan, Sultan juga membangun Pesanggrahan Tamansari, Benteng Vredeburg serta Tugu Pal Putih yang menjadi simbol Kota Yogyakarta. Bahkan, bangunan Keraton Kasunanan Surakarta pun merupakan karya arsitektur hasil rancangannya. Karya terbesar Sultan adalah landscape Kota Yogyakarta yang berorientasi pada poros magis Pantai Selatan, Panggung Krapyak, Keraton, Tugu Pal Putih dan Gunung Merapi. dan berada diantara aliran 2 sungai, Sungai Code dan Sungai Winongo. Konon, kedua sungai ini sempat dibelokkan arahnya untuk memberikan ruang yang memadai untuk pembangunan Keraton berikut bentengnya. Letak Keraton secara geografis digambarkan dalam sebuah tembang Mijil :
Kali Nanga pancingkok ing puri,Gunung Gamping kulon,Hardi Mrapi ler wetan prenahe,
Candi Jonggrang mangungkang ing kali,
Palered Magiri, Girilaya Kidul.

Kota-kota kerajaan di Jawa pada umumnya memiliki empat komponen utama, yang dikenal sebagai konsep Catur Gatra Tunggal atau empat komponen dalam satu kesatuan. Komponen-komponen itu adalah Keraton, Masjid, Alun-alun dan Pasar. Di Yogyakarta, semua komponen itu masih terpelihara lestari dan menjadi bagian aktifitas kehidupan warganya.
Saat kini hal sedemikian sulit diwujudkan, sebab kota baru yang di wujudkan oleh swasta selalu berorientasi ekonomis, mempunyai daya jual yang tinggi, dan kalaupun melibatkan ekologi sebagai indikasi toleransi dengan lingkungan, terkadang hanya bersifat atraktif untuk menarik pembeli. Sehingga timbul pertanyaan, mengapa orang berbuat jahat, Andrianus Meliala, Pengantar Kriminalitas 1987 menjelaskan, ilmu kriminologi adalah ilmu sosial yang mengkhususkan tinjauannya pada perbuatan manusia yang melawan hukum, Ilmu ini baru berkembang pada abad 19, sejalan dengan pertumbuhan kota- kota di dunia, yang diwarnai dengan derasnya perpindahan penduduk untuk mencari peluang kerja yang lebih baik. Pada prinsipnya Kota menghimpun manusia disuatu tempat, Dari sini mulai terjadi hubungan antar manusia dan dimungkinkan mulai timbulnya prilaku menyimpang yang terdifinisikan sebagai kriminal.
Studi kejahatan di wilayah perkotaan mengacu pada kompleksitas terjadinya kejahatan dan penyebabnya yang selalu berganti, Sejumlah teori dasar tentang kejahatan cenderung memutus penjelasan apa yang menjadi akar sebenarnya dari kejahatan. Teori kejahatan masih berkutat pada manusia yang menjadi peran, belum melibatkan infrastruktur reka yasa pikir yang menyemarakan kota yang mampu mempengaruhi jiwa manusia untuk berprilaku kriminal. Terutama terkait dengan kemiskinan yang dianggap sebagai cikal bakal terjadinya kejahatan. Penjelasan-penjelasan seperti Social Structure and Anomie: Robert Merton (1938), Ecological Analysis: Clifford Shaw dan Henry McKay (1942), Delinquent Subculture: Albert Cohen (1955), Differential Opportunity Structure: Richard Cloward dan Lloyd Ohlin (1961), Lower Class Culture as a Generating Milieu of Gang Delinquency: Walter Miller (1958), dan banyak lainnya, memberikan konfirmasi atas penjelasan yang terputus tersebut. Kemiskinan hanya diposisikan sebagai faktor yang mengakibatkan kejahatan.
Kemiskinan adalah salah satu kajian penting dalam kriminologi, bukan hanya sebagai faktor penyebab seseorang memilih untuk melakukan kejahatan. namun lebih dari itu, kemiskinan adalah kejahatan itu sendiri, ketika negara tidak melaksanakan tanggung jawabnya dalam menciptakan kesejahteraan. Terkait dengan beberapa penjelasan umum tentang kejahatan tersebut, pertanyaan dasar yang seharusnya diajukan adalah mengapa masyarakat berada dalam kemiskinan, sehingga pada akhirnya memilih kejahatan sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi tersebut. Kriminologi sebagai suatu ilmu pada akhirnya memberikan kerangka besar upaya pencegahan kejahatan yang dipicu oleh kemiskinan melalui kebijakan kriminal yang menekankan pada kesejahteraan sosial.

Le Corbusier, membagi peletakan kota di bedakan atas dua jenis sistim yang berlandaskan pada bentuk geometri dan sistim perencanaan kota yang tidak geometri, sistim pertama disebut “ man’s way “ dan sistim kedua disebut “ pack donkey’s way “ ( Barnet 1987 ).

Sistim “ man’s way “ atau sistim geometrik dalam wujudnya dapat dijumpai di Indonesia adalah seperti Jakarta Kota lama, Surabaya Lama, Semarang Lama, Bandung lama, yang di tandai dengan banyaknya perempatan. Teori sistim“ man’s way “ dipolakan dari usaha Le Corbusier yang mengacu pada teori Phitagoras dan Aristoteles, dimana mereka menyadari bahwa “ man’s way “ adalah cerminan dari kehendak manusia untuk mampu mengatasi permasalahannya dengan menonjolkan efisiensi.

Le Corbusier adalah tergolong daripada generasi arsitek dan perancang kota yang terlibat dalam era reka bentuk moden (modern movement). Unsur-unsur geometri sangat mempengaruhi pemikiran generasi sesudahnyai. Ditandai dengan sangat mengagungkan pemanfaatan unsur-unsur moden, yang berasal dari gaya seni reka bentuk kekaisaran Yunani dan Romawi, yang sekian lama pernah diabaikan semasa jaman pertengahan Eropah, dan gaya seni ini diaplikasikan kembali sejak Zaman Renaissance. Elemen-elemen geometri ini berkait rapat dengan perkembangan rekaan mesin kapal. Setiap gaya rekaan reka bentuk mesin dipengaruhi oleh bentuk geometri. Le Corbusier percaya bahawa elemen geometri ialah simbol reka bentuk yang paling mudah difahami secara rasional oleh manusia sebagaimana ia sebelum ini mengembangkan idea-idea rasional kekaisaran Yunani seperti teori-teori falsafah yang diilhamkan oleh Aristotle dan Pythogras. Ilmu matematik yang secara rasional menghasilan gaya reka bentuk hukum gravitasi bumi. Menurut beliau, manusia mempunyai kemampuan olah pikir yang rasional dan bertindak membuat sesuatu keputusan berdasarkan faktor logik berasaskan akal pemikirannya. Setiap orang mempunyai konsep masing-masing. Dalam sistem ala-manusia (man’s way), manusia sanggup mengatasi apa saja rintangan dan berbuat apa saja asalkan konsep mereka tercapai. Perancangan awal dibuat untuk mencapai konsep tersebut. Mereka akan mencari jalan penyelesaian yang paling efisien dalam menangani masalah-masalah yang timbul. Secara kesimpulannya, Le Corbusier boleh dianggap sebagai seorang ahli falsafah arsitek dan perancang kota yang mempunyai kepercayaan bahawa olah pikir rasional dan manusia ialah dua faktor yang mempunyai hubungan yang sangat erat. Hubungan inilah yang mengilhamkan bentuk – bentuk ruang kota lama Indonesia yang ringkas, mudah difahami dan logik oleh akal fikiran.

Perkembangan penanganan kriminalitas yang terjadi belakangan ini telah melahirkan pelibatan disiplin lain untuk dijadikan acuan dalam penangan kriminalitas yang timbul, dijumpai adanya segi tiga hubungan studi kejahatan












Penjahat sebagai individu atau kelompok yang melakukan kegiatan menyimpang kriminal dan perbuatan tersebut dirumuskan dalam hukum formal kejahatan dengan menghormati kedudukan masyarakat dalam bentuk reaksiu sosialnya yang diwakili institusi kepolisian.


Apabila korban dilibatkan juga sebagai bentuk kriminalitas yang berkembang dimana korban adalah juga sebagai pelaku kejahatan makan terbentuklah analisa studi kriminalitas dalam bentuk segi empat studi kejahatan.





Kemudian saat kejahatan itu sudah melibatkan beberapa institusi lain, ditandai dengan kompleksitasnya hubungan sesuai dengan perkembangan kota, maka terbentuklah analisa kompleksitas studi kejahatan yang digambarkan sebagai berikut:





Kriminologi adalah suatu cabang ilmu yang boleh dikatakan bukan ’barang’ baru. Akan tetapi ilmu ini adalah ilmu yang sangat langka dalam perkembangannya. Perkembangan kriminologi terpusat dalam dua kutub, yaitu negara Eropa Kontinental dan negara Anglo Saxon. Akan tetapi perkembangan tersebut bersebrangan satu dengan yang lainnya.
International Society of Criminology (ISC) sebagai bagaian dari UNESCO mengatahui adanya keadaan ini. Minimnya literatur-literatur tentang kriminologi dianggap sebagai salah satu indikasi kurang berkembangnya kriminologi. Keadaan stagnan ini apakah berasal dari para pakar kriminologi yang sudah mengalami kebuntuan dalam menemukan gagasan-gagasan baru atau yang lebih ironis lagi tidak berkembangnya pengajaran kriminologi di perguruan tinggi. Berdasarkan keadaan ini, maka ISC meminta bantuan untuk mengadakan pengumpulan data tentang pengajaran kriminologi. Pengumpulan data dilakukan di sepuluh negara antara lain: Austria, Belgia, Brazilia, Perancis, Italia, Swedia, Turki, Inggris, Amerika Serikat dan Yugoslavia.
Data yang terkumpul dibicarakan dalam symposium yang diprakarsai oleh ISC di London, 11 September 1955 dan merupakan Konggres Kriminologi Internasional yang ketiga. Hasil dari sympsium ini menganjurkan:
1. Pada Unversitas/ Perguruan Tinggi, sesuai dengan fasilitas serta kemampuan yang ada, agar mencantumkan mata kuliah Kriminologi di dalam kurikulumnya;
2. Bahwa pengajaran kriminologi juga perlu diberikan kepada petugas-petugas di dalam bidang hukum seperti Hakim, Jaksa, Polisi dan petugas pemasyarakatan;
3. Hubungan kompleksitas kriminologi harus dapat dilaksanakan secara klinis.





2. Hipotesa.

Kriminalitas dalam wilayah kota adalah suatu tindakan kriminal yang bisa lahir disebabkan kota mempunyai potensi untuk memelihara tindakan kriminalitas tersebut.
Disebut memelihara, disebabkan peristiwa itu terjadi disuatu tempat yang tetap dan bersandarkan pada fasilitas kota yang terbangun dalam bentuk infrastruktur kota.


3. Methode.

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian.

Lokasi penelitian ditujukan pada kota-kota yang berkembang cepat, yang mana pola penghasilan penduduknya lebih banyak pada sektor jasa dan rekayasa, sebab sering dalam teori perancangan kota, karakter pendapatan dari perkapita penduduknya mempengaruhi pada kebutuhan akan infrastruktur kota yang harus ada.


3.2. Sifat Penelitian.

Penelitian bersifat exploratif terhadap frekfensi kriminalitas di suatu wilayah perkotaan , sambil dihubungkan, adakah hal tersebut di picu oleh kelemahan perencanaan kota.



3.3. Cara Pengumpulan Data.

Mengumpulkan statistik laporan kriminalitas disetiap wilayah kepolisian sektor di wilayah kota, dan mencari akar permasalahan sambil menmukan penyebabnya yang bisa diangkat dari sisi infrastruktur kota.

3.4. Analisis Data.

Mengangkat konsep perencanaan kota dan maksud perencanaan untuk apa dilakukan, sebab makna hakiki dari setiap kegiatan perencanaan adalah untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik, dan bisa mengatasi permasalahan jikalau perencanaan itu di latar belakangi timbulnya permasalahan yang harus di atasi. Semua ini bisa diajdikan indikator perencanaan kota sebagai upaya meminimalkan kelakuan menyimpang/kriminal.
Hanya saja kelemahan dalam setiap perencanaan adalah waktu berlakunya perencanaan, atau batas kedaluwarsa. Umumnya permasalahan akan timbul apabila batas kedaluwarsa ini terlampui.


4. Hasil Penelitian.

4.1. Analisa Penelitian.

Kota yang pada intinya tempat terhimpunnya banyak manusia, pada abad ke 21 terlihat semakin banyak permasalahan yang di timbulkan, pemicu utama adalah kota yang dihuni sering menimbulkan benturan kepentingan, apabila tidak dicermati kebutuhan dan pemenuhan pewadaan aktifitasnya, sering pula dijumpai terdapatnya pemikiran naif dari si perencana untuk selalu mengelompokan kegiatan yang sama disuatu land use yang sama pada zonning yang sama, pengelompokan yang sama pada zonning yang sama ini akan menimbulkan permasalahan baru.

Estimasi jangka waktu 20 tahun mendatang, jumlah penduduk yang menempati wilayah perkotaan diperkirakan akan mencapai 70 % dari populasi, sehingga kota sangat terlihat lelah untuk memperbaiki diri secara alamiah. Dalam situasi sedemikian, sungai yang indah akan berubah menjadi tidak lebih baik dari got besar, isinya sampah saja, daerah resapan air akan di okupansi menjadi penggunaan yang menutup resapan air sehingga menimbulkan efek berlimpahnya air berupa banjir mendadak.
Sementara antisipasi dari penentu kebijakan dalam hal ini pemerintah yang memegang otorita pelayanan publik, hanya sekedar memberikan arahan dalam setiap perencanaan kota berupa: a), upaya pencegahan kriminal perorangan dengan memperkuat pengamanan lingkungan, b) mempertegas garis batas pemanfaatan kewenangan untuk mencegah konflik kepentingan, c) evaluasi lingkungan yang dilakukan untuk pembangunan infrastruktur kota yang baru hanya sebatas formalitas memenuhui persyaratan ijin.

Sementara terhadap dugaan akan timbulnya prilaku menyimpang kriminalitas, perencana kota hanya sebatas menghimbau intensif Capacity Building masyarakat lingkungan itu sendiri, sosialisasi lingkungan baru dengan yang lama, peningkatan penegakan hukum, serta membentuk kesepakatan- kesepakatan baru yang menjembatani perbedaan antar dua atau lebih kelompok masyarakat.
Khusus terhadap memanfaatkan keberadaan flat- flat permukiman yang sedang membanyak keberadaannyauntuk kriminalitas narkoba, adalah suatu bentuk peluang yang dijanjikan oleh perencana infrastruktur kota, dan dimanfaatkan oleh pelaku, peluang yang diunggulkan adalah suatu tempat hunian yang tenang, yang sunyi, dan berada dipusat kota, semuanya adalah persyaratan untuk memproduksi obat psikotropika dan menjangkau pasar dengan cepat kerena keberadaannya di pusat kota.

Masalah kriminalitas sebagai masalah sosial, merupakan fenomena yang kini tumbuh pesat di wilayah perkotaan, masalah kriminalitas ini berkait erat dengan terjadinya kesenjangan sosial, kesenjangan budaya dan kesenjangan ekonomi.

Apabila memperhatikan pada pola kehidupan masyarakat yang menggantungkan kehidupannya dari potensi agraris, masyarakat yang terbentuk mempunyai karakteristik yang sangat berbeda dengan masyarakat perkotaan umumnya, hal seperti perkelahian antar pelajar, penyalagunaan obat narkoba, hubungan sex menyimpang, kekerasan dalam rumah tangga, tidak akan dijumpai.

Penanganan stres antar individu yang di bebani tuntutan kehidupan yang serba konsumtif turut pula mempengaruhi prilaku kriminal penududuk. Kelakuan menyimpang kriminal sering dijumpai saat ambang stres terlampui, pola penataan stres tersebut acap kali bagi perencana kota seharusnya dijadikan acuan perencanaan kota yang ramah lingkungan, sehingga penduduk yang mendiaminya atau penduduk yang beraktifitas di dalamnya terhindar dari permasalah tersebut.

Dalam penatan lahan, stres yang diperkirakan akan terjadi pada masyarakat penghuni, setelah diketahui pola kegiatan harian penduduk, perencana bisa merumuskan dengan penyediaan lahan terbuka hijau dan harus menjadi syarat mutlak pembangunan infrastruktur kota, persyaratan 35 % dari luas lahan yang digunakan untuk permukiman, perkantoran dan penggunaan lainnya yang memerlukan ruang tertutup.

Dalam sisi kebudayaan, manusia adalah suatu mahluk yang mempunyai keunikan yaitu menyenangi melihat kelemahan dirinya sendiri, sering kelemahan diri itu akan muncul di individu yang berbeda, dan saat itu manusia suka melihatnya, sehingga pada masyarakat yang mempunyai ruang terbuka yang memadai dan mempunyai gedung kebudayaan yang terbuka, sering menampilkan panggung pertunjukan bagaimana cara mentertawai diri sendiri yang bisa diterima oleh masyarakat, tanpa harus ada rasa malu kerena melakukan perbuatan konyol, tetapi mempunyai rasa memperbaiki diri, dan sering dalam bentuk lawakan konyol sudah cukup menghilangkan stres yang terjadi. Perkembangan kota melahirkan pelaku kriminal yang tersembunyi, schizophrenia ( Prof. Dr. Zakiah Darajat pada Buletin Kesehatan Keluarga Poliklinik YRAP Group Edisi 32, Maret 2006.)
Schizophrenia merupakan penyakit jiwa yang paling banyak terjadi dibandingkan dengan penyakit jiwa lainnya. Penyakit ini menyebabkan kemunduran kepribadian. Gejala-gejala Schizophrenia cukup banyak. Tiap-tiap individu mungkin hanya mengalami satu atau dua macam gejala saja. Gejala-gejala tersebut diantaranya:
• Dingin perasaan, tak ada perhatian pada apa yang terjadi di sekitarnya. Tak terlihat padanya reaksi emosional terhadap orang yang terdekat kepdanya, baik emosi marah, sedih, dan takut. Segala sesuatu dihadapi dengan acuh tak acuh.
• Banyak tenggelam dalam lamunan yang jauh dari kenyataan, sangat sukar bagi orang untuk memahami pikirannya. Dan ia lebih suka menjauhi pergaulan dengan orang banyak dan suka menyendiri
• Sering timbul pikiran-pikiran berupa prasangka yang tidak benar dan tidak beralasan.
• Sering terjadi salah tanggapan atau terhentinya pikiran. Misalnya orang sedang berbincang tiba-tiba lupa apa yang dikatakannya itu. Kadang-kadang dalam pembicaraan ia pindah dari suatu masalah ke masalah lain yang tidak ada hubungannya sama sekali.
• Halusinasi pendengaran, penciuman, atau penglihatan, dimana penderita seolah-olah mendengar, mencium, atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Ia seakan-akan mendengar orang lain membicarakannya atau melihat sesuatu yang menakutkan.
• Banyak putus asa dan merasa bahwa ia adalah korban kejahatan/ketidakadilan orang banyak atau masyarakat. Merasa bahwa semua orang bersalah dan menyebabkan penderitaannya.
• Keinginan menjauhkan diri dari masyarakat. Tidak mau bertemu dengan orang lain. Bahkan kadang-kadang sampai kepada tidak mau makan atau minum.
Sampai saat ini belum dapat dipastikan penyebab timbulnya Schizophrenia pada seseorang. Dan boleh jadi penyebabnya berupa multi-faktor, yang meliputi:
1. Keturunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% dari penderita Schizophrenia berasal dari keluarga yang pernah dihinggapi penyakit jiwa yang sama.
2. Rusaknya kelenjar-kelenjar tertentu dalam tubuh.
3. Lingkungan buatan tidak menumbuhkan kemampuan beradaptasi manusia dengan alam.
Pada kejadian mulai nampaknya gelaja Schizophrenia, sebenarnya kemungkinan besar penderita telah memiliki penyakit tersebut secara tersembunyi. Faktor-faktor pendoronglah yang kemudian akan menyebabkan penyakit tersebut menunjukkan gejalanya. Faktor-faktor pendorong tersebut antara lain problem ekonomi, keluarga, hubungan cinta, ataupun kegelisahan karena perasaan bersalah dan penyesalan.
Penyakit ini biasanya lama sekali perkembangannya. Mungkin dalam beberapa bulan atau beberapa tahun, baru ia menunjukkan gejala-gejala ringan. Tapi biasanya, pada akhirnya setelah peristiwa tertentu, tiba-tiba terlihat gejala yang hebat sekaligus.




4.2. Pembahasan.

Saat ini, Indonesia belum memiliki ketentuan maupun standar yang berkaitan dengan upaya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kriminalitas dalam perencanaan kota. Terjadinya tindakan krimilitas dalam wilayah kota sementara ini masih di batasi pada terbentuknya kasus kejadian, yaitu adanya korban, adanya tindakan kejahatan, adanya laporan, dan adanya penyidikan, adanya juga penegakan hukuman yang beasaskan keadilan sampai melibatkan lembaga ilmiah lainnya, sehingga kejahatan tidak dipandang sebagai prilaku menyimpang semata, tetapi kejahatan bisa juga terjadi kerena ada tempat yang memberi kesempatan.
Beberapa negara menggunakan pendekatan CPTED (Crime Prevention Throught Environmental Design) dalam menangani kasus kriminal yang ada di negara barat. Hasil riset yang dilakukan oleh Dr Bruce Judd dan Dr Rob Samuels dari AHURI UNSW - UWS, menemukan dalam penelitian yang telah dilakukan di 9 perumahan bahwa design fisik saja ternyata tidak cukup mencegah tindak kriminalitas, namun perlu diikuti dengan penanganan sosial. Penelitian di 4 kawasan perumahan terencana memperlihatkan bahwa kawasan perumahan dengan masyarakat dan kondisi lingkungan yang ramah dan bersahabat, disertai
dengan organisasi masyarakat yang guyub, memiliki kemungkinan yang lebih baik dalam mereduksi tindak kriminal. Mengambil kawasan perumahan terencana biasanya memperlihatkan konsep yang sama yaitu perlu adanya penanganan fisik dan sosial yang terpadu walaupun dalam kultur yang berbeda. Dengan kondisi tersebut penelitian ini menghasilkan komponen yang perlu mendapat perhatian dalam rancangan fisik, serta harus pula diikuti dengan penanganan kondisi sosial yang sesuai dengan kondisi
budaya setempat.
CPTED, Crime Prevention Throught Environmental Design, merupakan konsep yang digunakan untuk mengevaluasi dan merancang ulang suatu kawasan yang dinilai rawan terhadap kriminalitas. Konsep ini telah diterapkan di negara-negara Barat pada sekitar tahun 60-an. Menjadi suatu pertanyaan apakah konsep ini juga dapat diterapkan di Indonesia dengan kondisi sosial masyarakat yang berbeda. Untuk itu maka perlu dilakukan penelitian serupa pada wilayah perumahan terencana, untuk memperoleh jawaban terhadap pertanyaan penelitian yaitu : Seberapa jauh perencanaan kota menjadi pemicu kriminalitas.



5. Penutup

5.1. Kesimpulan.
Pembangunan dan kejahatan merupakan dua konsep dengan sisi yang berbeda. Konsep pembangunan yang dilandasi dengan konsep perencanaan terlebih dahulu dipahami sebagai proses “membentuk sesuatu yang lebih baik”. Sementara kejahatan adalah perbuatan “menghancurkan atau merusak sesuatu sehingga memunculkan korban”. Jikapun ada keterkaitan antara keduanya, maka kejahatan sering dipahami tidak lebih hanya sekedar dampak tidak langsung dari munculnya sejumlah masalah dalam pembangunan, khususnya kemiskinan. Kriminologi yang mengkaitkan dengan tingkat kesejahteraan dalam hal ini adalah perspektif yang berupaya mempertegas faktor-faktor struktural bagi munculnya kejahatan.

Pembangunan seharusnya menjadi proses untuk menciptakan peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan sosial. Bukan menjadi proses yang justru mempertahankan atau memicu terjadinya tindak kriminal. Inilah yang membawa pada pemahaman, bahwa kejahatan bukan hanya eksternalitas dari sisi kehidupan manusia. Lebih dari itu, lingkungan tinggal yang mengingkari normalnya suatu kehidupan natural itu sendiri adalah kejahatan. Tanpa keberpihakan kepada masyarakat terkena dampak, pembangunan dapat menjadi kejahatan ketika output dari proses ini adalah kemiskinan struktural, kemiskinan konsep hayati, kemiskinan untuk berkelanjutan, hancurnya nilai-nilai budaya, dan hancurnya lingkungan hidup. Pembangunan yang hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi telah menyebabkan sejumlah masalah. Pembangunan seharusnya disertai dengan upaya memperluas akses masyarakat kepada sumber daya yang dapat dipergunakan untuk memperbaiki kondisi kehidupannya. Pembangunan telah menjadi mitos perubahan ke “kondisi yang lebih baik”. Namun menjadi masalah kemudian ketika yang mendefinisikan “kondisi yang lebih baik” tersebut adalah kelompok yang telah diuntungkan secara politik dan ekonomi. Dalam hal ini negara dan swasta (pelaku bisnis).
5.2. Saran/Rekomendasi.


Perlu memasukan peninjauan kriteria kriminalitas sebagai faktor penentu design perencanaan kota .

6. Ucap Terima kasih

1. Departemen Pekerjaan Umum Pusat Permukiman dan Permukiman.
2. Departemen Kesehatan, Rumah Sakit Jiwa Batu, Malang.
3. Departemen Sosial.
4. Universitas Indonesia.
5. Pembimbing terdiri dari Prof Rusdi Muhtar MA, Dr Dwi Purwoko.APU, Dra.Reslawati, Msi.




7. Daftar buku rujukan.





1. Andariah Ida, 1983 Selayang Pandang Tenang Kriminologi (Suatu Penuntun), Armico, Bandung. t t
2. Atmasasmita Romli, 1992, Teori dan Kapita Selekta Kriminologi, Refika Aditama, Bandung.
3. Santoso Topo dan Eva A. Zulfa, 2001, Kriminologi, PT. Grafindo Persada, Jakarta.
4. Adriaan Bonger Willem, 1982, Pengantar tentang Kriminologi, Ghalia Indonesia, Jakarta.
5.. Sutherland Edwin H dan Donald R. Cressey, 1960, Principles of Criminology, Sixth edition, JP Lipponscott Company, New York.
6. Nurjaya I Nyoman, 1985, Segenggam Masalah Aktual Tentang Hukum Acara Pidana dan Kriminologi, Bina Cipta, Malang.
7. JE. Sahetapy. 1992, Teori Kriminologi Suatu Tinjauan.

Latihan hari ke dua

Kamis. 13 Desember 2007.


Sengaja puasa hari Kamis untuk hari ini, mengingat energi yang mengendap di tubuh sangat banyak, setiap ada pelatihan memang makanannya agak berlimpah, penyusunan ini hingga malam hari di kantor.

Pulang jam 23.00 dari kantor, dan sesampainya di rumah jam 24.00, memang dilain pihak sengaja pulang malam sebab diluar kantor banyak pe nyetia kawan kesebelasan Jakarta ( partisan kesebelasan sepak bola Persija ) lagi memenuhi jalanan, sehingga jikalau pulang juga terhambat.

Dan ternyata sewaktu pulang jam 12 malam itu, jalanan sangat sepi, dan tumben nya satu jam saja hingga masuk rumah, tetapi ini ada kemungkinan dikasi kopi toraja sewaktu buka puasa tadi sore oleh Rahman.

Latihan Penulisan Penelitian

Rabu. 12 Desember 2003.

Tiga orang peneliti yang berkedudukan tinggi- tinggi sebagai APU, duduk didepan menghadapi banyak manusia kantor yang lagi dilatih dalam Bimbingan Teknis Penulisan Karya Tulis Ilmiah dalam rangka Peningkatan Kapasitas Sumber Daya dan Manajemen Sosial Ekonomi Budaya dan Peran Masyarakat
Dibawa Litbang Departemen Pekerjaan Umum.
Yang berbicara keras dan bergerak yang satu samar yang satu bicara seperlunya, terkadang seperti adegan film sendirian, yang pasti ia sangat memikat bagi saya untuk melakukan perbaikan bagaimana menulis ilmiah.
Semua informasinya mengingatkan saya bahwa saya berada di awal, mengapa tidak dari dahulu mendapat hal seperti ini.
Sebuah ekspresi manusia yang ber keyakinan tinggi sebagai peneliti utama, Memang ada “warna lokal”, tapi pada akhrnya yang penting bagi sebuah penampilan yang kuat bukanlah mencerminkan sebuah identitas, “daerah” atau “nasional”, “tradisional” ataupun “modern”, melainkan bagaimana membuat sebuah penampilan mencengangkan.
Bisa jadi saya tercengang kerena merasa tertinggal jauh dari mereka yang kesehariaannya meneliti.
Salah satu kekuatan yang lahir dari karya Tulis Ilmiah justru bukan untuk mengukuhkan identitas, melainkan menunjukkan ada yang hidup secara sistimatis, terukur dan teridentifikasi sumber- sumber rujukannya, sesuatu yang tak dapat dirumuskan jadi identitas — apa yang disebut oleh Adorno sebagai “non-identitas”.
Keminiman terhadap penelitian — suatu bentuk pengakuan kekurangan diri tak seorang pun di Indonesia akan menggunakan kata itu buat orang Papua, ataupun sebuah suku kecil sekalipun di pulau itu. Tapi saya kira saya tahu mengapa saya bertanya sedemikian. Modernitas ada di mana-mana; yang beda dari itu adalah “minoritas”.
Tapi menata wayang – dengan pakem yang tetap — tak sama dengan menata manusia. Menata manusia adalah obsesi kekuasaan politik. Klasifikasi penduduk adalah keputusan sebuah sistem yang mau membereskan hal ihwal, mau menguasai dan mengarahkan.