Senen,28 Agustus 2006
Mengantar Yasin dan Mamanya, ke RSCM.
Pagi hari diawali dengan sahur puasa hari Senen bersama istri. Kemudian mengantar Yasin dan Mamanya ke RSCM.
Sebab kontrol yang seharusnya dijalankan hari Jumat kemaren , tidak dilakukan mengingat saya lagi ke Bengkulu.
Sampai di RSCM jam 09.00
Mengajari istri prosedure berobat di RSCM, samapi selesai dan Yasin masuk ke Lab untuk diambil darahnya guna pemeriksaan besar termasuk untuk mengetahui kadar feritin.
Kemudian ke lab anak-anak untuk diambil lagi darahnya guna mengetahui kadar Hb hari ini, seminggu setelah keluar dari RSCM kerena Demam berdarah.
Setelah mengantar Yasin dan Mamanya ke Kantin, terlihat Yasin makan dengan lahapnya nasi, ayam goreng dan tumis kacang panjang di kantin FK UI, saya mohon permisi untuk kekantor.
Masuk kantor hari ini jam 11.00 siang.
Buka puasa di kantor
Pulang masuk rumah jam 21.00
Jumaat, September 01, 2006
Pulang ke Jakarta
Minggu,27 Agustus 2006
Shalat tahajud kemudian dilanjutkan berjalan kaki ke masjid Ar Rahman.
Kemudian pulang lagi kehotel, tahu jikalau hari ini akan pulang maka sarapannya dimajukan jam 06.00 sarapan sudah siap.
Menu sarapan adalah nasi goreng dengan bihun goreng, ayam goreng dan telor goreng.
Jam 06.40 chek out dari hotel dan tidak beberapa lama pak Elandha datang menjemput mengantar ke Airport, bersamaan itu dibawakan juga oleh-oleh empek-empek bengkulu.
Jam 07.10 tiba di bandara tetapi bandara masih sepi, petugas belum ada terlihat. Sehingga digunakan duduk-duduk sambil membicarakan prospek kedepan PDAM Bengkulu.
Jam 07.40 chek in di Bandara, kemudian keluar lagi sampai mendekati pesawat akan berangkat, masuk lagi dan berangkat.
Jam 08.30 pesawat take off.
Sekarang saya beruntung dapat duduk paling belakang dan disisi kanan dekat jendela dan sederetan duduk isi tiga orang itu kosong sehingga saya duduk sendiri.
Pesawat sudah diketinggian Bengkulu sudah mulai ditinggalkan dan pemandangan diluar kota sudah terlihat, pesawat terbang sejajar dengan pinggir pantai, terlihat disisi kanan pinggiran daratan dengan lautan luas tak bertepi.
Pesawat melewati jauh diluar kota, sudah terlihat penebangan pepohonan, ilegal log ing sangat terasa.
Jauh dibawah terlihat danau membentuk anak ginjal dengan gunung di lekukannya, saya nggak tahu nama gunung itu, Cuma hutan nya sangat rapat.
Kemudian pesawat terbang terus melewati danau dengan banyak hulu sungainya kemudian pesawat terbang terus sampai di danau kembar, yang mengapit perkampungan.
Diujung danau ada jalan lurus melewti perkampungan yang teratur, berarti ini kawasan transmigrasi yang besar, sangat besar dan luas daratan dengan hunian yang teratur.
Kemudian jalan yang lurus dari danau ke perkampungan itu berakhir di pinggir pantai.
Pesawat melewati pantai dan mulai terlihat banyak pulau-pulau
Ternyata sudah di utara Jakarta dengan pulau seribunya. Pesawat putar balik di utara bekasi, terlihat delta sungai bekasi dibawah dan sekarang saya berada disebelah utara kota Jakarta, yang saya lihat pulau-pulau dan bagan-bagan nelayan.
Mendekati Bandar udara Cengkareng, bagan ikan dilaut itu sangat banyak, apakah tidak menganggu lintasan kapal pikirku.
Pesawat mendarat.
Naik Bus Damri ke Kampung Rambutan.
Di Rumah pak Marsudi hanya ibunya saja yang ada, saya diterima, dan saya memberikan oleh oleh kerupuk ikan kepadanya.
Menghidupkan motor, dan langsung pulang.
Sesampainya di rumah. Istri sedang mengikuti pengajian di masjid Al Azhar Kebayoran Baru.
Shalat tahajud kemudian dilanjutkan berjalan kaki ke masjid Ar Rahman.
Kemudian pulang lagi kehotel, tahu jikalau hari ini akan pulang maka sarapannya dimajukan jam 06.00 sarapan sudah siap.
Menu sarapan adalah nasi goreng dengan bihun goreng, ayam goreng dan telor goreng.
Jam 06.40 chek out dari hotel dan tidak beberapa lama pak Elandha datang menjemput mengantar ke Airport, bersamaan itu dibawakan juga oleh-oleh empek-empek bengkulu.
Jam 07.10 tiba di bandara tetapi bandara masih sepi, petugas belum ada terlihat. Sehingga digunakan duduk-duduk sambil membicarakan prospek kedepan PDAM Bengkulu.
Jam 07.40 chek in di Bandara, kemudian keluar lagi sampai mendekati pesawat akan berangkat, masuk lagi dan berangkat.
Jam 08.30 pesawat take off.
Sekarang saya beruntung dapat duduk paling belakang dan disisi kanan dekat jendela dan sederetan duduk isi tiga orang itu kosong sehingga saya duduk sendiri.
Pesawat sudah diketinggian Bengkulu sudah mulai ditinggalkan dan pemandangan diluar kota sudah terlihat, pesawat terbang sejajar dengan pinggir pantai, terlihat disisi kanan pinggiran daratan dengan lautan luas tak bertepi.
Pesawat melewati jauh diluar kota, sudah terlihat penebangan pepohonan, ilegal log ing sangat terasa.
Jauh dibawah terlihat danau membentuk anak ginjal dengan gunung di lekukannya, saya nggak tahu nama gunung itu, Cuma hutan nya sangat rapat.
Kemudian pesawat terbang terus melewati danau dengan banyak hulu sungainya kemudian pesawat terbang terus sampai di danau kembar, yang mengapit perkampungan.
Diujung danau ada jalan lurus melewti perkampungan yang teratur, berarti ini kawasan transmigrasi yang besar, sangat besar dan luas daratan dengan hunian yang teratur.
Kemudian jalan yang lurus dari danau ke perkampungan itu berakhir di pinggir pantai.
Pesawat melewati pantai dan mulai terlihat banyak pulau-pulau
Ternyata sudah di utara Jakarta dengan pulau seribunya. Pesawat putar balik di utara bekasi, terlihat delta sungai bekasi dibawah dan sekarang saya berada disebelah utara kota Jakarta, yang saya lihat pulau-pulau dan bagan-bagan nelayan.
Mendekati Bandar udara Cengkareng, bagan ikan dilaut itu sangat banyak, apakah tidak menganggu lintasan kapal pikirku.
Pesawat mendarat.
Naik Bus Damri ke Kampung Rambutan.
Di Rumah pak Marsudi hanya ibunya saja yang ada, saya diterima, dan saya memberikan oleh oleh kerupuk ikan kepadanya.
Menghidupkan motor, dan langsung pulang.
Sesampainya di rumah. Istri sedang mengikuti pengajian di masjid Al Azhar Kebayoran Baru.
Langgan:
Catatan (Atom)