selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Rabu, Mei 18, 2011

Bengkel Lagi




Senen, 25 April 2011

Mampir ke Bengkel Saudara di pertigaan Cibubur Lama sebab rantai sepeda motor kendor dan lepas, saat lepas lagi melaju sehingga menimbulkan kemacetan saat saya berhenti dan berputar balik, sebab bengkelnya sudah kelewatan 100 meter lebih.


Konsepnya jangan ragu, terobos saja sambil menuntun sepeda motor yang rantai menjuntai jauh ke aspal, setiap pengendara motor tahu, rantai putus ya di betulin di bengkel.

Di bengkel ternyata di jual juga standar dua yang di sepeda motor hilang sejak beberapa bulan lalu, langsung membeli dan di pasangkan, waktu habis sekitar 45 menit.

Mampir lagi ke Bank Muamalat untuk anak yatim piatu NTT.

Mampir lagi ke Bank Mandiri di Plaza PP jalan Simatupang, untuk masuk ke rekeningnya Tyas yang hari ini rencana belanja bersama ibunya, uang yang dikirim merupakan penyertaan modal agar Tyas bisa membeli barang agak banyak di Jakarta dan di bawa ke Denpasar sepenuhnya untuk di jual, kerena bersamaan ini juga Tyas perginya bersama ibunya, di bekali juga ibunya uang belanja untuk keperluan Hari Raya yang masih jauh menghitung barangkali ada susah rezeki di bulan- bulan mendatang. Yang sudah terbayang adalah belanja handuk setiap orang di rumah sebab handuk yang dipakai hingga sekarang sudah tipis, mungkin pembelian dua tahun yang lalu.

Maghrib pun datang, buka puasa dikantor, dengan kopi bungkus sachet di bawa dari rumah, dan kuenya serabi.

Shalat maghrib berjamaah di kantor

Makan malam dengan nasi rice cocer isinya ada kacang ijo, ada pisang nangka, ada leleh.

Shalat isya masih juga di kantor, ngaji sebentar surah Al Imran 187.

Jam 20.20 Pulang.



Selasa, 26 April 2011

Sengaja tidak membawa motor, motor di parkir di bawah pohon chery kampung kalau dahulu disebut kersen depan warteg di perempatan Cileungsi, jam 07.00 sudah di terminal Kampung Rambutan dan saat turun dari angkot Cileungsi.

Matahari terlihat bersinar kencang, sudah waktunya shalat dlhuha, ada yang aneh di dalam hati ini mengapa tidak mendekati masjid kecil di sisi kanan terminal, malahan mencari metromini 76 yang akan menuju ke blok M, ada sedikit suara hati akh sebentar kalau sudah sampai di kantor dikerjakan, menunda shalat, berarti suara penggoda, berarti saya tergoda, audzubillahiminas syaiton nirrojim, aku manusia biasa yang tergoda, untungnya saya turun dari angkot itu ada rasa ingin buang air kecil, sehingga secara tidak sadar mendekati pagar terminal.

Ngak tahunya di depan saya ada lobang pagar kawat yang telah di koyak, yang lurus langsung ke masjid, hati ini lebih tawadlu kalau ke masjid, okeylah melangkah kaki ke masjid dan mengerjakan shalat dhluha, alhamdulilah sudah selesai, ke terminal dan mencari metromini 76, yang pertama penuh, yang kedua penuh dan yang ketiga agak kosong, duduk sebentar langsung berangkat.

Alhamdulillah, hati ini yang terlindungi, mengapa tidak bersyukur, bersyukurlah, bersyukur itu menyehatkan dan memperbaiki getah lambung.

Hubungan kimia antara komposisi getah lambung, tingkah laku, dan pengambilan keputusan, kuncinya jangan dikotori hati ini dengan perbuatan dosa, sebab apabila dosa telah kita lakukan, dosa itu dengan perkasanya mengatakan " ala sudah berdosa kok ngaku alim" ini bahayanya.

Kalau ayat AlQuran menganjurkan setelah berbuat dosa secepatnyalah lakukan pendekatan diri kepada Allah, agar dosa itu tidak mutasi, membanyak laku dosa.

Metromini76 berjalan dengan kapasitas dua kali lipat ijin penumpang yang dimuat, luar biasa, saya putuskan naik metromini76 sebab kalau naik motor kemacetan di jalan Antasari yang lagi dibangun dua susun, sangat menyiksa.

jam 0820 turun dari metromini, menyusuri ujung jalan sisingmaharaja, disamping Al Azhar masuk, bank Muamalat sodaqoh NTT, lari kecil sebab sdh jam 08.30, langsung menuju Al Azhar peduli umat untuk sodaqoh dan ditempat ini selalu selesai sodaqoh dibacain doa sehatnya anak2, masuk kementerian PU langsung registrasi, ruangan sudah ramai, acara hari ini mengundang pemegang mata anggaran, cukup ramai, diruangan diwarnai dengan wajah baru, makan kue untuk sarapan, yang dimakan langsung adalah pai telor, dan getuk bersantan manis, yang dimasukan tas adalah risoles dan kacang telor, biasa untuk bagian Yasin dan Fifi di rumah.

Jam 09.00 acara Pembinaan teknis di mulai, Ekoyuli pengantar, Guritno DirTBL membuka, menyampaikan peraturan menteri, konsep dari green building.

jam 09.45 sesi pendalaman materi Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

pembangunan gedung saat akan dibangun kejelasan status tanah miliknya harus jelas, Amdal bangunan gedung harus memenuhi syarat, masalah persyaratan minimal ruang penggunaan dan lingkungan bangunan serta mudah di lintasi setiap sudutnya oleh kelompok penyandang cacat tubuh.

Gedung Negara tercatat sebagai perbendaharaan negara.

peran instansi teknis, melakukan pengelolaan teknis yang akan membantu pembangunan gedung negara,

jam 11.30 beberapa saat menjelang shalat dzuhur, keluar, mencari musholah dilantai 2 dimana lantai ini ada unit kerja esselon I Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum, tapi saya ingat jikalau pak Kuat Pujianto telah menduduki kepala Tata Usaha Balitbang Kem PU ternyata ia ada dilantai 3, silaturahmi sebentar kemudian silaturahmi dengan pak Hendar juga dilantai yang sama kemudian terdengar adzan dan masuk musholah dan memimpin shalat, makan siang bersama pak Kuat, makan gado2 yang kurang enak, 2 ekor gurame goreng di bungkus dibawa pulang untuk Yasin dan Tyas, saat selesai langsung memasuki ruangan dimana acara pembinaan Pengelolah Teknis masih berlangsung.

acara masih berlangsung saat jam 14.30 dimana ruangan itu saya tinggalkan, perhitungan saya rumah jauh begini saja masuk rumah sudah gelap.

Udara diluar gedung masih agak mendung, rupanya habis hujan, kelihatan becek dimana2, berjalan di depan Al Azhar, menyebrang jalan sisingamaharaja, mulai menunggu metromini 76 dari Kampung Rambutan.

Cukup lama menunggu satu persatu angka yang terpasang di kaca depan dibaca, tetapi angka 76 tetapi belum datang juga, para pengamen musik yang turun naik metro mini segala jurusan banyak berkumpul disini, baru saya sadari jikalau dimana saya berdiri adalah tempat mangkalnya pemusik jalanan.

Metromini 76 itu terlihat dari jauh dan berhenti akibat kendaraan berhenti didepannya kerena lampu merah menyala, saya berlari kecil mendekat dan langsung naik dan dapat tempat duduk.

Metromini berjalan dan mengikuti jalurnya dan berkali-kali mengalami kemacetan, jam 15.00 metromini itu baru memasuki jalan panglima Polim, hujan mulai turun, titik kemacetan dijalan ini lumayan banyak, di pasar blok A Cipete, D best, pusat belanja Wijaya, jam 15.30 memasuki jalan tol.

Di jalan ini hujan deras mendera dan berhenti, gerimis yang lama, halaman jalan tol basah, banyak penumpang turun di Pasar Rebo tapi saya turunnya di jalan baru untuk ganti angkot 121, sudah memasuki waktu Ashar walau tak terdengar adzan sedikitpun.

Angkot 121 itupun cepat penuhnya dan mulai berjalan memasuki jalan tol jakarta bogor, jalan tol ini macetnya bukan main, akibat pembangunan satu jalur lintasan di pinggir kiri kanan jalan tol, apakah pembangunan lintasan baru ini bisa memecahkan kemacetan di ruas jakarta bogor, tidak, sebab semakin di beri peluang melintas semakin banyak saja kendaraan yang lewat, dan kemacetan tak akan berhenti.

Sambil menepis air hujan yang masuk di sela sela kaca depan, saya memperhatikan banyaknya kendaraan yang menumpuk dan terhalang laju kecepatannya, jenis kendaraan industri perdagangan banyak terlihat dan tak kalah banyaknya angkutan penumpang kendaraan pribadi dan angkot.

Apabila ada kenaikan harga BBM dan berhentinya pasokan BBM gejolak hebat pun akan bangkit.

Hujan masih turun dan udara dalam angkot 121 sumuknya bukan main, saya meraih pemutar kaca untuk menurunkan biar udara segar masuk, tapi tampyasan air hujan pun masuk, terlihat di sisi kiri lintasan yang sedang dikerjakan itu mobil- mobil konstruksi jalan bekerja mengejar target.

Yang masuk dalam pikiran saya adalah siapa yang mengijinkan pembangunan lintasan baru dengan menebang sekian banyak, apa bener itu membangun permukaan tanah seluas itu tidak ada secuil ijinpun.

Ketebalan wilayah hijau pepohonan di kiri kanan jalan tol itu adalah merupakan syarat mutlak, dan sekarang ditebang, dari garis pinggir jalan yang terbentuk, akan terjadi batas terpinggir jalan tol dengan pagar lahan penduduk kurang dari dua meter, masa yang gini aja tidak menjadi pertimbangan kementerian saya pekerjaan umum.

Hujan masih turun, hingga turun di Cileungsi malahan semakin lebat, saat itu sudah jam 16.55, belum shalat ashar, lama menunggu dibawah jalan layang Cileungsi, hujan tak henti-hentinya, jam 17.10 teringat jikalau didalam tas saya masih ada tas plastik belanjaan giant, saya letakan dikepala, dan memasuki badan jalan menyongsong hujan, berjalan sambil kehujanan dan melihat motor juga kehujanan, dan memasuki musholah kecil diperempatan Cileungsi itu dengan basah baju sekujur badan.

Selesai shalat mendekati motor,

dan mulai mestarter motor, motor ngak mau hidup.

Didorong cukup berat, dorong terus dibawah turunnya hujan, dan sekali-kali di naiki untuk di engkol stater nya dan tetap diam.

Doa tetap mengiringi dan dibawah hujan deras ini semua badan sudah basah, tiba2 mukzizat turun dan harus di syukuri saat motor di engkol stater dan mau hidup.

Motor berjalan pulang, masuk rumah sekitar jam 18.20.




Rabu, 27 April 2011

Tyas jam 12.55 baru memasuki pesawat lion air yang akan berangkat 13.00 siang itu ke Denpasar, saya sampai mengambil air wudhlu dan shalat syukur sebab Tyas nya tidak terlambat pesawat.

Dari malam nya saya ingatkan Tyas harus pagi - pagi berangkat ke airport Cengkareng, tetapi di bantah terlalu pagi, jam 08.00 aja baru berkemas, jam 09.00 baru saya ikat final, tidak ada yang disisipkan lagi, sementara ibunya mempersiapkan masakan ayam goreng dan gulai daging kurang bumbu, nasi dan lauk sudah saya bantu membungkuskan, datang Yasin dan Fifi pulang sekolah cepat cari ojeg buat mbaknya, Yasin yang bergerak, dan Tyasnya juga sudah selesai mandi, tidak beberapa tetangga yang mengoperasikan ojeg datang, lansung Tyas naik.

Saya dirumah tinggal menghitung perjalanan waktu sambil otak ini meloncat melihat kemacetan yang akan menghadang Tyas ke airport Cengkareng.

Hanya doa yang membantu, tiba2 terdengar adzan Dzuhur yang menyatakan jam sekitar jam dua belas siang, tidak punya rasa percaya diri untuk membuka Hp menanyakan posisi Tyas, shalat aja dan berdoa, setelah waktu menunjukan 12.30 dari SMS Tyas memberitahukan jikalau masih di bus Damri bandara, tegang luar biasa, ibunya hanya bisa membaca doa dengan membuka Al-Quran, jam 12.45 sudah boarding, dan 12.55 tyas sudah diatas pesawat, dan jam 15.05 Tyas sudah mendarat di ngurah rai Denpasar, di Hp in jam 17.30 terdengar ramainya Tyas di asrama putri Unud membagi oleh - oleh yang disisipkan ibunya di dalam tas nya.




Kamis, 28 April 2011

Tengah malam terbangun, terasa sunyi sepi dan gelap, we we lampu mati rupanya, berjalan melewati ember kosong di kegelapan dengan bantuan pencahayaan dari Hp.

Tidur dengan Yasin sementara ibunya tidur bertiga dengan Fifi dan Astari.

Jam 03.00 terbangun dan keluar rumah di kegelapan malam menuju musholah untuk mengambil air wudhu dan balik lagi untuk mengerjakan shalat tahajud.

Adzan shubuh terdengar sayup2, dan shalat berjamaah dengan anak2 di bawa lampu senter empat batery.

Air cadangan habis sejak sore anak2 ngak mau mengisi air, listrik 450watt itu lebih banyak dipakai nonton, sehingga dengan kejadian seperti ini semoga saja kesadaran akan pentingnya cadangan air itu perlu.

Pagi semakin terang, tetangga pak Yapis mengangkat tangan melambai memberi isyarat saya tangkap, saya keluar untuk sekedar berdialog soal listrik yang padam sejak semalam, tau apa sebabnya PLN mati pak, saya hanya menggelengkan kepala.

Setelah masing2 masuk rumah setelah bertutur sebentar pagi itu, saya menelpon 8234039 untuk menanyakan mengapa ada pemadaman, wilayah mana pak, tanya di sebrang, gandoang, jawabku, gangguan kabel bawah tanah pak.

Mendapat jawaban ini langsung saya keluar rumah memberitahukan ke pak Yapis atas gangguan PLN tersebut.

Jam 07.00 PLN menyala, dan air bisa mengalir dari pompa, langsung cuci baju

Mati PLN, terpaksanya saya angkat telephon untuk PLN menanyakan mengapa mati sejak semalam, di nomer 021 823034 ternyata ada gangguan kabel bawah tanah.

Lampu PLN Hidup sekitar jam 08.00, langsung mencuci baju yang di tinggalkan Tyas kemaren.

Istirahat

Menghafal Al Quran surah Al Imran, ayat 186.

Jam 12.00 terasa badan ada terasa sakit sedikit, kalau di tilik gejalanya ini lebih mirim masalah endokrin, sehingga sekitar jam 14.00 saya putuskan untuk membuat jus sayur, tadi pagi ngak buat sebab PLN mati.

ambil istirahat lagi.

Jam 15.10 saat shalat ashar badan sudah sehat kembali.Jus sayur tersebut terdiri dari, mengkudu, wortel, nenas, mangga, buncis, terong ungu, daun mengkudu, daun mangkoan, bengkoang, daun nagka belanda atau srikaya, daun kumis kucing. seperti biasanya di blender dan di peras dan diminum.



Jumat, 29 April 2011

Jus sayur pagi ini, Wortel di banyakin sebab sayuran lainnya sudah habis, ketimun, mangga, jambu air merah, bengkoang, mengkudu, daun mengkudu, daun mangkoan, daun kumis kucing.

Setelah itu siap untuk berangkat kekantor.

Saat akan berangkat ke kantor pagi ini, dimana Fifi sudah menunggu untuk ikut bersama ternyata motor ngambek ngak mau hidup, saya sabarin, dorong ke depan, di engkol lagi juga ngak mau, di dorong ke belakang agak jauh dan di ujung sana di engkol staternya juga diam aja, saya dorong sampai ujung dekat rumah, di engkol ulang, juga diam, saya chuk juga diam, Yasin punya usul, di longgarin pak rem belakangnya, okeylah, Yasin dengan cepat mengambil alat- alat kerja, dan dua kali di longgarkan, waktu per5ama kali malahan memperkeras rem sehingga roda tidak bergerak sama sekali, dan sekarang di putar sebaliknya, roda agak longgar.

Dorong sedikit sampai keluar batas jalan, juga ngak jalan, mundur dan di engkol lagi juga ngak hidup.

Sampai anaknya Bu Nani ikut mendorong juga ngak mau hidup, akhirnya motor saya dorong terus hingga di ujung jalan dan belok kanan menyebrangi lapangan hingga ketemu simpangan jalan ke kiri dan belok kiri melewati ibu- ibu yang sedang menimang bayinya di pagi hari dan belok kanan berhenti tepat di bengkelnya pak Satriayadi, dan ternyata orangnya lagi ke belakang, tetapi anehnya sewaktu saya iseng- iseng saya engkol motor mau hidup, motor saya bawa balik kerumah untuk mengambil kelengkapan kekantor.

Saya baru ingat di mana Fifi, ternyata Fifi telah di ojekan dengan ibunya sejak tadi sewaktu saya sibuk mendorong maju mundur motor.

Motor berjalan keluar kompleks dan ketemu jalan dan mulai memacu kecepatan, setelah mengisi bensin Rp 12 000,- langsung menuju ke Cileungsi, setelah kecamatan, beli ban dalam cadangan untuk motor 300-18 seharga Rp 25 000,-

Maju terus, Cibubur telah di lewati, dan mampir di kantor pos Cibubur untuk mengirim kuis Kompas di acara Pendidikan, motor maju terus dan berhenti lagi di bank Muamalat di kompleks pendidikan yayasan ahmad yani di sekitar Mall Cijantung, kemudian berangkat terus, tetapi motor tiba- tiba mati di depan lampu merah Pertanian jalan Simatupang.

Motor saya dorong ke arah buncit dimana di ujung jalannya ada bengkel yang pernah saya datangi sewaktu mengganti rem depan.

Ternyata dengan bengkel tersebut cuma diganti businya motor sudah hidup lagi, langsung motor bergegas ke kantor yang tersisa jarak sekitar 10 km lagi.

Langsung menempati meja baru di ruangan bawah, mulai hari ini saya menyatakan resmi pindah fisik, ke lantai dua, dan pertama yang saya turunkan adalah komputer hingga tiga kali turun naik.

Kemudian sedikit buku dan alat makan minum.

Waktu Jumat telah tiba.

Sore hari saat akan keluar kantor, sempat ke Supermarket Carefure di sana harga lauk, ikan dan ayam serta daging agak mahal, sehingga keluar dari carefure dengan tangan hampa, pindah supermarket, Giant, disana dapat ikan 3 jenis seharga Rp 64 000,- Ikan kembung komo 1 Kg, Ikan Terisi 0,8 Kg, Ikan Terisi 0,875 Kg, ikan Kakap merah 1 kg. Alhamdulillah.

Cuaca mendung.

Sore hari saat pulang kantor, motor tak bernafas lagi, mendorong motor lewat pintu belakang, cukup lelah, sampai di lampu merah Fedex bengkel yang saya harapkan buka ternyata tutup, ada kecendrungan bengkel tutup di hari Jumat.

dorong lagi menyusuri jalan depan pendidikan sekolah polisi wanita, bengkel disitu juga tutup.

Setelah berpeluh deras sore itu, masuk bengkel orang jawa mahal, gemuk bunder berwajah malas menentukan harga mahal, letaknya di perempatan setelah terminal Lebak Bulus yang dibawahnya ada lintasan ke Ciputat.

Motor sih mau hidup tapi di ingatkan dengan teknisi bengkel yang bermata satu sebab terkena pecahan obeng itu, tapi ngak yakin bisa mengantar bapak sampai rumah, motor saya hidupkan dan melaju mengejar ujung malam saat maghrib yang akan tiba beberapa saat lagi.

Melewati perempatan Fedex aman, melewati Poin aman, melewati Citos Fatmawati, aman, jembatan awal simatupang sebrang sekolah globlal, mulai batuk, saat masuk ekor kemacetan Simatupang, motor mati.

Dorong itu keputusan yang singkat, tapi tidak bisa maju sebab macet yang terbentuk sudah sedemikian parahnya, tidak menyisahkan ruang jalan sedikitpun, sayapun terpaku memegangin motor, peluh sudah berapa banyak keluar.

Dikompleks perkantoran prabu5 motor saya parkir pinggir jalan dan saya dengan kelelahan luar biasa minta ijin untuk melaksanakan shalat maghrib, diijinkan tapi tempat shalatnya cukup jauh berjalan kebelakang, melewati beberapa penjagaan lagi, dan tanah lapang yang sedang digunakan bermain sepak bola gawang kecil.

Shalat berjamah di basement 1b itupun telah dikerjakan, perasaan enak, mendekati motor yang dikerumuni 3 orang satpam, dorong lagi memecah kemacetan, akhirnya ujung kemacetan di dapat, kendaraan mulai mengalir, tapi alhamdulillah motor mau hidup, langsung saya jalankan meninggalkan kemacetan yang masih tersisa.

Pasar Rebo sudah dilewatin, Ciracas, Kelapa Dua wetan, mati, dorong, minta minum dengan pengelolah instalasi air isi ulang, motor hidup lagi, sampai rumah, masuk rumah jam 21.30




Sabtu, 30 April 2011

Terbangun jam 01.30 langsung minum dan menghidupkan mesin air, penuhi semua tempayan kosong, jam 02.30 shalat tahajud pertama, dilanjutkan ngaji, jam 03.00 tahajud kedua dan setelahnya tertidur hingga shubuh menjemput.

Mendorong motor yang sudah mati total ke bengkel depan di jalan raya Gandoang, istri ikut berjalan, di bengkel pertama minta waktu tiga hari, di bengkel kedua minta nanti sore di tengok, terpilih bengkel ke dua.

Pulang berjalan kaki berdua dengan istri sambil membeli satu renteng kopi campur kremer gula, satu bungkus bahan sayur soup.

Pak haji Tholib, yang 2 minggu lalu saat ditengokin masih sakit pagi ini sewaktu kesana ia terlihat sehat, untuk kesempurnaan kesehatannya saya memberi saran untuk membuat tepung kacang ijo dan tepung kedelai dan dicampur bekatul diseduh dengan air panas setengah gelas ketiga tepung tadi sebanyak 2 sendok makan, diminum 3x sehari.


Sore hari hujan turun jalanan berubah becek, menengok orang sakit yang mulai ngak mau makan, dari rumah dengan istri dibawain kacang ijo hambar satu cangkir untuk mengangkat staminanya, berhasil, kemudian bersilaturahmi, setelah itu berjalan kaki kedepan lihat motor, ternyata motor belum dikerjain sebab ngak ada modal,

mahal CDI nya, saya kasi modal Rp 100 000,-

pulang jalan kaki lagi dengan istri, menyusuri beceknya jalanan dan lumpur asli desa Gandoang sejak jaman dahulu.Memang betul becek ini telah berlangsung hampir berpuluh tahun yang lalu.




Minggu, 1 Mei 2011

Jam 01.42 terbangun sebab Fifinya menangis, setelah pindah tidur ia terlihat nyenyak lagi.

Tinggal saya yang ngak bisa tidur, bangun sajalah, toh sudah jam dua pikirku, kebetulan cucian agak banyak, hudupkan mesin air, rendam pakaian, ngopi dahulu dicampur susu nya Yasin yang ngak di minum- minum.

Setelah itu mencuci baju, cucian berakhir sekitar jam 03.30, dilanjutkan dengan shalat, sekitar jam 05.00 setelah selesai shalat malahan ngantuk yang luar biasa datang, ini harus disyukuri sebab ini yang ditunggui, langit pagi masih gelap, udara pagi sudah memasuki badan, dan tertidur nyenyak.

06.00 naik sepeda menuju kepasar, tapi sayang ban sepeda belakang kempes, sepeda di tuntun barangkali jumpa sambil jalan, setelah berjalan 1200 m ada pompa ban yang sudah bangun, setelah itu sepeda dikendarai, dari centimeter jarak yang ditempuh akhirnya jalanan itu mendaki, sebaiknya di tuntun, berkayuh lagi, hingga sampai pasar Cileungsi.

Pasar dalam keadaan sedikit ramai, tapi harga tomat masih tinggi, pedagang banyak yang tidak belanja tomat takut ngak laku dan busuk tomat di buang.

Akhirnya target terpenuhi, pulang, satu tangan yang kiri nemegang stir stang sepeda, tangan kanan memegang belanjaan, berkali-kali turun dari sepeda sebab jalanan mendaki dan akhirnya rumah pun di dapat.

Sore hari setelah ashar hujan turun, Fifi tetap bertahan akan ikut naik sepeda, memang jadwal sore ini mengambil motor yang dibengkelkan sejak kemaren pagi, ya hujan rintik turun dan Fifi memakai topi merah hati sekolah dasarnya untuk menghindar air hujan, baru beberapa kayuh sepeda di kendarai pedal kiri sepeda terlempar, Fifi turun mengambilnya tetapi memang memang patah sehingga walau dimasukan lagi tetap lepas.

Ya biarlah, berkayuh bersepeda dengan Fifi, bersepeda sore- sore tapi sayang udara hujan dan ramainya kendaraan hilir mudik dibawah hujan rintik sore ini, sampai di bengkel motor sudah siap di bawa pulang, ternyata saya lupa membawa uang, motor dikendarai pulang, Fifi duduk didepan dan sepeda di ikat melintang di belakang, hujan tetap turun

dan akhirnya sampai juga di rumah.


Kembali lagi ke bengkel untuk membayar dan plastik hujan sudah dikenakan, gerimis berubah menjadi hujan kecil, setelah membayar di bengkel, beli ayam bakar disamping agak jauh bengkel yang di datangi, Fifinya sangat gembira tahu kalau ada ayam bakar, langsung aja minta makan walau malam belum datang juga




Khamis, Mei 12, 2011

Tyas Transfusi Darah di RSCM





Senen, 18 April 2011

Kekantor berdua dengan Tyas yang akan ke RSCM Tranfusi darah, dengan sepeda motor yang sudah dua minggu ini tidak pernah di naiki sebab selama itu tanki motornya bocor, terasa aneh juga sudah lama ngak naik motor, dan ada sedikit bahaya mengancam yaitu gas di tangan kanan terkadang- kadang tidak mau di redakan. Bahaya.

Di Cileungsi Tyasnya turun untuk ganti angkot sedangkan saya melaju ke kantor.

Di kompleks pendidikan Yayasan Ahmad Yani dekat mall Cijantung sempat mampir ke Bank Muamalat untuk ingat kepada Anak Yatim Piatu NTT.

Tiba di kantor cukup pagi



Selasa, 19April 2011


Hari ini Tyas berangkat ke RSCM di antar dengan adiknya Astari, saya mempersiapkan uang untuk pembayaran tindakan dan transport serta makan siangnya mereka di Rumah Sakit.

Berangkat dari rumah sekitar jam 06.00 sebab hari ini ada rapat pengelolah teknis 2011 di kementerian Pekerjaan Umum. Dalam perjalan pagi ini tiba waktu shalat dlhuha, shalat di kerjakan di Masjid Kuning Cibubur atau masjid Muhajirin, saat selesai melakukan shalat terbentik mengapa tidak memberikan sarapan kepada si anak muda penyapu masjid pagi ini, akhirnya anak itu saya hampiri dan saya sodorkan tangan ini untuk membagi rezeki, saya bisikan ambil untuk sarapan, ia menerimanya dan teriring ucap terima kasih.

Kemacetan pagi ini terasa di sekitar Blok M, dari segala arah, kebetulan saya dari arah Antasari, macetnya memang jangan di Tanya sebab di ruas ini sedang dibangun jalan raya laying dan non tol.

Pemikiran saya saat melintas, jalan yang sekelas Antasari ini banyak, yang merupakan jalan utama untuk memasuki Blok M, Cuma mengapa jalan ini saja yang di alternatip layangkan, saya melihat ada ketidak jujuran penggunaan anggaran untuk meng alokasi anggaran pembangunan jalan.

Sebelum memasuki Kementerian Pekerjaan Umum, masuk dahulu ke halaman Masjid Al – Azhar untuk menjumpai Al Azhar Peduli Umat, setelah tiu melangkah menuju kantor dan tempat undangan pagi ini di alamatkan.

Sesampainya di sana memang ada pertemuan tetapi pertemuan lain dan penyelenggaranya lain, akhirnya saat saya keluar ruangan ada tulisan kertas yang tadi ngak sempat di baca sebab perhatiannya khawatir terlambat saja.

Acara pagi ini di tunda Selasa minggu depan, tempat dan jam yang sama, sedikit jengkel saya naik ke lantai 5 tempat pengundang berkantor, dan sesampai disana kedaannya sepi saja, sebab memang masih pagi, jam kantor baru beberapa menit di mulai secara resmi, saya mengambil duduk di bangku dalam, Ibu Lies yang mengundang melalui Hp belum datang juga, akhirnya pak Hidayat masuk, dan sambil bergurau ia tertawa melihat saya datang saat acara di tunda.

Setelah cukup lama istirahat, pindah ruangan, ternyata par Utuy sudah pensiun dan ke Tata Ruang pak Harjono belum datang, dan langsung ke Bank Mandiri untuk mengirim uang buat Aswan yang akan membeli computer jinjing kelengkapan kuliahnya.

Akan langsung pulang tetapi ada isyarat jikalau pak Harjono sudah di ruangan saya bergegas ke alntai tiga gedung Tata Ruang dan betul juga dugaan saya, ia ada di ruangan, dari pembicaraan yang singkat itu saya di anjurkan untuk segera turun ke Masyarakat untuk membantu anak- anak penderita Thalasemia.

Sebelum berangkat ke Kantor Pasar Jumat sempat membeli nasi Padang di kedai Family, langganan, nasi rendang Rp 10 000,- rasanya enak dan sekelas dengan rumah makan Padang yang mahal yang nasi rendang nya saja sepiring di patok Rp 45 000,- dan untuk membawa pulang anak- anak lauk berupa 2 potong rendang dan 2 potong berkedel kentang.


Siang ini sudah sampai di kantor Pasar Jumat dan sempat shalat Dzhuhur berjamaah dengan rekan kantor, setelah itu masuk kerutinan kantor.



Rabu, 20 April 2011

Pagi- pagi sudah kepasar Cileungsi dengan tujuan pokok mengantar istri untuk membeli kue- kue yang akan dipakai untuk pengajian sore hari ini, dimana istri kebetulan mendapat giliran untuk penyelenggaraan pengajian ibu- ibu Al- Afif.

Kaca mata sudah patah ke dua- dua gagangnya dan pagi ini ke pasar bermotor bertiga dengan istri dan Fifi tidak dengan mengenakan kacamata, sehingga berjalannya sedikit lambat.


Pagi yang masih menyelimuti sehingga banyak toko kaca mata yang tutup, setelah mencari ke kiri dan kenan dan berjumpa dengan toko kaca mata yang sudah buka, dan di sana kaca mata lama saya berikan untuk di carikan tangkai pegangannya yang cocok, akhirnya setelah menunggu hampir 40 menit kaca mata siap di pakai kembali, sebab gagang yang satu beda dengan gagang yang lain yang penting kaca mata bisa di gunakan.

Mempersiapkan ruangan di rumah, dan setelah shalat Ashar sudah banyak ibu- ibu yang datang.


Kamis, 21 April 2011

Buka puasa hari ini jam 17.59, dan saat buka puasa istri menghidangkan pallubutung.

Sekitar jam 20.20, hujan sangat deras di iringi sambaran petir berkali- kali saat mana saya lagi sakit perut, Yasin telah membelikan norit obat sakit perut hitam warnanya.


Jumat, 22 April 2011

jam 01.30 terbangun sebab perut terasa sakit dan ingin kebelakang, rumah sunyi hanya dengkur tidur anak2 terdengar halus,

setelah selesai langsung minum norit 6 tablet, makan palubutung yang sudah dipanasi setelah perut ada isinya kembali melilit, kebelakang lagiii.

Istri terbangun dan membuatkan teh panas kental pahit sewaktu diminum terasa sedikit manis dan asin, istirahat baring sebentar dan jam 02.15 naik tidur lagi walau ngak langsung bisa tidur.

Jalan raya memang menakutkan, sehingga saat melintas bertiga pagi ini, saya, istri dan fifi, ke Hypermart Cibubur, disebabkan lauk habis, tak putus - putusnya bibir ini bershalawat rosul, saat jalan rusak dan tertutup air sisa hujan semalam.

Apalagi ini hari Jumat waktunya sempit sekali, di Hypermart yang baru buka itu, masih banyak terlihat gerai yang belum dibuka penjaganya, penerangan belum semua dipasang, saat menuruni tangga berjalan khawatir juga kalau super market ini belum buka, jauh-jauh kesini malahan tutup, untungnya dugaan itu tak terjadi, sudah ada orang keluar dengan kereta dorongnya berarti supermarket telah buka.

Di beli ayam 2 bungkul, daging brisket, kaki ayam, pasta gigi, sabun mandi cair, dan Fifi membeli kue kue kesenangannya, kembali keparkiran, dan langsung pulang.

Shalat Jumat di masjid kompleks yang arah kiblatnya kurang lima derajat, padahal gambar dan garis kiblat sudah saya berikan, tetapi sama seperti orang tak bertelinga, ya tetap saja.

Sore hari setelah shalat Ashar hujan turun deras juga


Sabtu, 23 April 2011



sejak semalam tyasnya minta ke Manggadua

sebab panasaran komputernya yang saya beli saat ada pameran komputer di JHCC ( komputer rakitan ) dua tahun lalu sewaktu di reperasi di Denpasar di vonis, barang rongsokan, semua komponen barang bekas memang betul sih, hayo kita buktikan, sambil memperbaiki komputer yang dirumah untuk di isntal ulang.

Tapi akan berangkat pagi ini kok berat amat, okeylah berangkat setelah shalat dluha, tapi sambil berkemas dan menunggu mandi Tyas akhirnya bisa berangkat dari rumah sekitar jam 08.10.

Sebelum berangkat mempertimbangkan akan naik apa sejak dari rumah, sebab bawaannya lumayan gede yaitu dua CPU.

Naik motor sampai Cileungsi, tapi setelah Tyasnya naik keatas motor, dengan dua cpu yang di susun keatas dijepit dengan badan, jalan baru 200 meter tiba2 ban belakang habis anginnya, bukan bocor lagi, tapi pecah pikirku.

Pulang kerumah meninggalkan Tyas dengan dua tumpuk computer dan sepeda motor kempes total ban belakangnya.

Ma, motor pecah ban nya, kataku singkat sambil mengambil pompa tekan, tapi percuma saja setelah di pompa juga tidak berpengaruh, parah ini, akhirnya putuskan untuk mendorong motor ke depan, sementara ibunya yang datang menemani Tyas ngurus tumpukan computer yang tergeletak dijalan, tiba2 terdengar dari belakang istri saya dan ada beberapa ibu2 lainnya berteriak menberitahukan jikalau di gang yang baru saya lewatin 2 meteran ada tetangga yang membuka tambalan ban, pak Satriyadi, katanya.

Motor saya dorong selangkah demi selangkah, belum tarlihat ada tanda- tanda di depan ada bengkel, setelah melewati perempatan antar gang jalan yang melintang, yang terlihat banjir tipis 2 cm, akibat saluran air ngak tertampung, baru terlihat ban bekas di gantung yang menyatakan di rumah itu ada kegiatan bongkar sepeda motor.

Pak Satriyadi ini adalah pensiunan BKN dan anaknya dua orang telah menikah, yang membuka bengkel adalah anak menantunya yang nomer dua.

Ban belakang setelah di buka ternyata sobek lebar, peristiwa ini telah terjadi dua kali, saya musti berfikir kenapa hala ini terjadi, bisa jadi kerena terlalu kencang pak ban nya.

Setelah ban cadangan di ambil dan di pasang motor sudah bisa di kendarai lagi, Cuma hari ini tidak ada ban cadangannya, motor di kendarai perlahan- lahan saja ke rumah untuk mengambil sepeda yang sudah lama di gantung untuk di bawa lagi ke bengkel tadi sebab sewaktu saya tanyakan dia juga bisa mengerjakan onedrdil sepedah kayuh juga.

Dua kali ke bengkel dan balik lagi ke rumah untuk mulai berangkat ke Mangga Dua memperbaiki computer.

Tyas membawa dua CPU di belakang duduk, dan CPU itu di susunnya di belakang saya, yang di bawa di jepit dengan badannya sedangkan yang atas di pegang dengan tangannya.

Setibanya di Cileungsi sepeda motor saya parkir di bawah pohon dan saya berpindah kendaraan dengan menaiki angkot 121 tujuan Kampung Rambutan.

Dari Kampung Rambutan naik Busway Tujuan Kampung Melayu, bus melaju cepat sebab melintas di jalan tool, tiba di Kampung Melayu turun untuk ganti trayek tujuan Ancol, menunggu cukup lama dan perkiraan saya sudah mendekati jam 12 siang, akhirnya bus panjang gandeng itu dating dan banyak penumpang yang naik, saya memilih pemberangkatan berikutnya agar dapat tempat duduk.

Betul juga dapat Tempat duduk di Busway paling belakang, cukup tinggi, dan dipojok sebelah kanan, dengan banyak penumpang anak- anak, sebab bus ini akan berakhir di Ancol, bisa jadi ada hubungannya dengan rekreasi.

Turunnya juga di Halte Pademangan dan berjalan kaki menuju Harco Mangga Dua bagian reperasi komputer, siang cukup panas sehingga memerlukan perlindungan bayangan toko yang menggelapkan cahaya matahari yang terik, sambil mengendong CPU.

Meletakan komputer di reperasi kompurernya si Andi, anak muda yang gede yang sangat kalem dengan usaha komputernya, sangat sederhana, dan merasa bahagia dengan kesederhanaannya, dan seorang kristen sejati. Setelah itu ijin untuk shalat Dzhuhur yang sudah tertinggal satu jam, sebab saat ini jam 13.02.

Saat sedang memperhatikan semua kesalahan pengoperasian komputer tiba- tiba Tyas nya berbisik akan ke ITC Mangga dua untuk membeli wig rambut palsu tugas sekolahannya di Sastra Jepang.

Tyas berangkat ke ITS mangga dua, dan saya tetap mengikuti proses peningkatan kinerja dua CPU kompter yang saya bawa dari rumah.

Tyas sudah kembali, dan shalat Ashar, setelah itu mulai menginstal ulang.

Keluar dari Mangga dua sekitar jam 17.40, sudah sore langit sudah agak gelap, sambil berjalan keluar mencari makanan, tetapi makanan yang di harapkan adalah nasi berkedel kentang ngak di dapat.

Shalat Maghrib di WTC Mangga Dua dan jadi imam shalat, setelah itu menggendong CPU lagi untuk mencari busway.

Bus way penuh sehingga harus berdiri, memilih berdiri di sambungan bus gandeng.

Tiba lihat kebelakang menyusul bus way kosong, sehingga putuskan untuk turun di halte berikutnya, halte Balai Pustaka, setelah turun menungu sebentar sebab bus way yang kosong itu sudah di depan hidung untuk berhenti, akhirnya duduk juga.

Di Halte Senen banyak penumpang yang berebut naik, saya melihat berdesakan anak- anak yang ikut orang tuanya belanja ke Mall.

Bus berjalan dan berhenti di UKI, Cawang. pindah angkot 56 tujuan Cileungsi, menyadari jikalau ini malam minggu, dan ada pertujukan di Sentul City yang di khawatirkan efek macetnya malam ini, ternyata tidak terjadi, hanya saja sesampainya di Cileungsi hujan ngak ada hentinya.

Masih untung sebab dua CPU ini sudah dibungkus dengan plastik sejak dari tokonya.

Kembali bermotor berdua di bawah hujan membawa CPU dan masuk rumah sekitar jam 20.00.

Malam hari mencoba memasang ulang komputer dan berusaha di hidupkan tetapi gagal saja, akhirnya di putuskan besok pagi saja.


Minggu, 24 April 2011

sejak jam 03.30 bel Hp sudah berdering dan bangun untuk mengingatkan pada anak- anak shalat tahajud, dan ada sedikit penting hari ini adalah ulang tahunnya Aswan anak pertama yang lahir 24 April 1997.

Jam 05.00 Komputer bisa di hidupkan.

Jam 05.30 melakukan pembicaraan bersama dengan satu keluarga ke Aswan dengan menggunakan bantuan speaker luar yang kemaren di beli di mangga dua khusus untuk Hp.

Cucian sejak pagi sudah beres siap di jemur tetapi hujan tidak berhenti sehingga di jemur di dalam saja, hujan ini sampai malam hari gerimis saja.

Saat memutuskan kepasar pagi ini berangkat sekitar jam 08.00 memang hujan agak reda, tetapi di pasar gerimis datang juga, tomat masih menempati harga mahal, dan yang lain terbeli, malahan untuk acara ulang tahunnya Aswan di rumah akan di buat nasi kuning yang rencananya di makan sendiri dan hanya satu piring yang di berikan tetangga dan tetangga mana yang akan di beri nanti saja menurut pertimbangan lainnya.

Yang paling menonjol pengeluaran saat ini adalah kacang ijo sekilo, telor ayam asin 5 butir dan satu renteng kopi STMJ.

Siang setelah shalat Dzhuhur membaca doa buat Aswan yang ada di Makassar, dan mulai makan nasi kuning, dan tetangga yang di pilih sepiring itu jatuh ke pak Taufik tetangga depan rumah.

Sore hari setelah shalat Ashar Tyasnya tidak memberikan nomer tiket Lionair yang di usahakan sendiri mencarinya di penerbangan lion, akhirnya setelah di diamkan sebentar sekitar jam lima saya putuskan lagi mau diambil ngak tiketnya, batas akhir tiket sekitar jam 19.00.

Akhirnya di berikan juga, ke ATM bank Mandiri, masih memakai sarung dan kopiah, bermotor dengan Istri, udara cepat sekali berubah menjadi malam, setibanya di Central park udara semakin gelap saja, sampai mengoperasikan mesin ATM tiga kali gagal sebab ngak terbaca yang namanya itu pembayaran tiket pesawat.

Yang terakhir terpaksanya minta tolong ke orang yang akan memakai ATM juga tetapi membatalkan sebab saya masih ada di depan ATM, saya minta tolong kepadanya, akhirnya di tunjuk itu pak tiket…, terima kasih, ngak kebaca bener.

Akhirnya tiket Lion Air untuk pemberangkatan Tyas ke Denpasar hari Rabu tanggal 27 Besok sudah di dapat, setibanya di rumah shalat maghrib dan bersyukur terhadap kemudahan dari Allah SWT.