selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, Julai 31, 2007

Stres ditinggal istri ke RSCM

Minggu, 29 Juli 2007.

Pagi- pagi istri mengantar adik Ipar yang masih mengeluh sakit dipatatnya, diantar k Emergency RSCM, saya mengantar adik ipar terlebih dahulu dengan sepeda motor ke perempatan Gandoang, kemudian balik dan mengantar Istri yang saat itu Fifi sudah bangun untuk ikut juga ke depan dan saya antar hingga perempatan Gandoang juga.

Saya dirumah dengan anak- anak Yasin dan Fifi, kerjaan rumah numpuk juga seperti cucian piring dan anak- anak belum makan, mana lagi Fifi numpahin sari buah mangga ke karpet lagi sehingga saya agak marah dibuatnya.

Stress juga di rumah.


Akhirnya untuk sarapan Fifi saya iris bawang putih tipis dan dighoreng diatas minyak panas kemudian masukan daging cincang yang telah dibeli di Carefure Jumat kemaren, dan setelah matang dagingnya ditimpah dengan telor yang dipecahkan diatas wajan kemudian diaduk sehingga terurai pecah kecil- kecuil, setelah diberi garam dan bumbu penyedap langsung dihidangkan.

Saya makan pagi bersama menyuapi Fifi, Fifi cukup juga banyak makannya dan setelah itu lanjut dengan cucian piring.

Jam 09.00 Fifi merengek minta jajan, ibunya tadi sebelum berangkat ke RSCM sempat memberikan Fifi uang Rp 1 000,- sekarang minta dibelanjain, rtetapi tidak ada penjual yang buka, tetangga yang biasa membuka warung, kok tumben hari8 nii warungnya tutup, terpaksa sewaktu pedagang wedang Jahe datang say setop dan Fifi membeli kue yang tiga seribu trdiri dari kelepon satu dan pisang tanduk di iris tepung di kukus dua.

Jam 10.15 ibunya datang bersama Uceng membawa berita bik, kalu Uceng hanya diberi resep dan ditebus harga obatnya Rp 100 000 ,p terdiri dari dua jenis obat.

dan istri membawa karedok yang dibeli di kampung sewaktu pulang tadi, akhirnya makan lagi nasi kardok. enak juga. tanpa sadar nasi di megic jar habis.

Pemadaman Listrik

Sabtu, 28 Juli 2007.

Sudah di ingatkan oleh istri bahwa hari ini akan pemadaman aliran listrik sejak jam 08.00 pagi hingga jam 16.30.
padahal cucian lagi banyak.

Mencuci pakai, istri ikut membantu, sudah berusaha cepat tetapi kalah cepat dengan pemadaman listrik, listrik dipadamkan saat cucian telah selesai tetapi bak air banyak yang kosong, hanya tersisa 1 bak penuh terisi air dan stu bak nya lagi terisi ½ nya.

Lauk yang saya masak hari ini adalah pertimbangannnya semalam membeli daging cincang di carefure dan sekarang lampu mati, dari pada daging rusak sebaiknya ya dimasak

merica bawang putih dihaluskan dan telor dikocok daging cincang dicampur dengan kocokan telor dan digoreng per sendok makan, lantas dimakan, enaknya jangan ditanya.

semuanya makan itu, ngak ada pilihan,

makan siang di tiadakan anggap saja masih kenyang.

Saat aliran listrik PLN mulai dialirkan sekitar jam 16.20, hal pertama yang dilakukan adalah menyalakan pompa air.

Kemudian memotong- motong sayur dan di jus dan diminum, campuran sore ini, tauge agak banyak, wortel, buncis, terong ungu, buah jambu merah. semuanya harus minum termasuk Yasin, Fifi, Ibunya, Uceng.


Makan malam ini saya persiapkan mie sayur dengan potongan ayam dan cincangan daging, sayurannya terdiri dari wortel diiris tipis, kol diiris juga, jamur dipakai semua sebab kalau disimpan sudah seminggu umurnya di kulkas rasanya dan khasiatnya bisa berkurang, kemudian saya membuka bawang putih dan bawang merah diuleg halus bersamaan dengan merica dan dioseng dengan minyak dan mentega margarine, kemudian setelah layu bumbunya kemudian dimasukan ayam dan dioseng kemudian di masukan daging cincang agak banyak, setelah matang kemudian dimasukan sayurannya, setelah sayuran layu dimasukan mienya, saat itu terdengar Adzan Maghrib berkumandang, terpaksa masakan diselesaikan dahulu.

Setelah shalat lantas makan malam semua, Yasin sangat suka, Fifi juga istri. Uceng menunda makannya dengan alasan belum lapar.