saat aku melihat darah menetes menembus lengan tangan anak ku yasin, merah butirannya terasa menggelap. kulihat jam masih 9.30 pagi hari Rabu 28 juli 2004 di RSCM Jakarta. aku sempat menawar dengan bank darh bahwa aku tak memiliki uang untuk menebus atau membayar sekantong lagi darah yang dibutuhkan anaku, tapi sewaktu darah itu gu genggam untuk kuberikan pada suster yang merawatnya darah itu dirubah dan volumenya diperbanyak sehingga aku cukum menebusnya dengan satu kantong darah saja.
Isnin, Ogos 02, 2004
Terpelanting
saat aku melihat darah menetes menembus lengan tangan anak ku yasin, merah butirannya terasa menggelap. kulihat jam masih 9.30 pagi hari Rabu 28 juli 2004 di RSCM Jakarta. aku sempat menawar dengan bank darh bahwa aku tak memiliki uang untuk menebus atau membayar sekantong lagi darah yang dibutuhkan anaku, tapi sewaktu darah itu gu genggam untuk kuberikan pada suster yang merawatnya darah itu dirubah dan volumenya diperbanyak sehingga aku cukum menebusnya dengan satu kantong darah saja.
sakitnya anak ku
aku di jogja tanggal 24 Juli 2004 jam 8.00 pagi ada SMS dari istriku di Jakarta menghabarkan jikalau anaku yang nomer 4,Yasin sakit panas dan tidak mau makan, sebaiknya tidak usah sekolah balas SMS ku,acara di jogja untuk bertemu dengan pak Marzuki Usman mulai jam 10.00 di Mading, jam 8.30 Taufik datang menjemput untuk sama - sama pergi ke Mading, sebelumnya kuminta untuk mampir ke Bantul menemui mbah jauh kerena keberadaannya secara garis keturunan menyimpang sampai jauh, tapi masih terlacak.
Langgan:
Catatan (Atom)