Senin 12 April 2005
ke RSCM
Hari Pertama, Yasin.
Beranmgkat mendadak, sebab sebelumnya tidak direncanakan akan berangkan ke RSCM hari ini, sehabis shalat shubuh langsung memegang komputer unrtuk melanjutkan design masjid, tetapi saat melirik kearas Yasin yang sedang sarapan lho kok puscat s, nah waktunya ke RSCM pikirku.
Berangkat sekitar jam 0700 dan yang ikut Astari saja, lho Tyasnya nggak ikut, capek, dia tidak sekolah juga.
Sesampainya di klawasan Kramat Jati, ban depan kempes, mencari tukang tambal ban, dapt, mau tambah angin pak katanya, ngggak mau nambal kataku, kemudian ban dibuka, matahari bersinar kuat pagi itu, dituklang tambal ban sangat susah dcari tempat berteduh, Yasin nya tidak boleh terkenan panas rterlalu lama.
Wah ini bapak naik motor tidak periksa ban dahulu , ban kempes bapak naiki, sehingga yang bocor bagian sisi sudut tegaknya, kalau ban kempes sisi ini paling lemah pak, sehingga ada batu sedikit saja sudah bocor anginnya.
motor ditamab; bannya dan setelah itu membayar rp 4 000 ,- kemudian kendaraan berjalan lagi dan sweaktu melihat toko yang menjual aki motor, mampir dahulu, sebab motor akinya mati, membeli aki Rp 115 000 ,- tetapi setelah dipasang akinya mati, penyetruman kembali tidak normal,
Sesampai di RSCM agak siang sekitar jam 10.30 langsung keloket pembayaran karcis Rp 25 000 dan loket laboratorium darah Rp 20 000,- kemudian berjalan ke lab untuk periksa Hb nya Yasin, ternyata Hb 6,9
Saat itu di RSCM diberitahukan jikalau besok ada rapat Thalasaemia, yaitu pembagian Kartu Keluarga Miskin bagi penduduk Jakarta. yang diundang terbatas, mumpung saya kepoliklinik saya diberitahukan sekalian jikalau besok ada rapat.
Siang telah menjelang, suadha lewat jam 14.00, Yasin harus makan terlebih dahulu, bawa ke warung makan langganan mengahbisi nasi soto Rp 5 000,-
Sewaktu berjalan pulang dari warung makan melewati masjid RSVM ternyata sudah jam 15.00 berarti beberapa menit lagi akan Ashar
Rabu, Jun 01, 2005
Saat menerima gajih bulan april
Jumat, 1 April 2005
Saat menerima gajih bulan April.
Bank Mandiri di kantor sudah buka pagi itu, dan komputer bank selalu belum siap untuk menerima pengambilan gajih pegawai, sehingga antrian berbaris menunggu.
Gajih diterima, Rp 1 350 000,- tetapi pengambilan Rp 2 500 000, sebab Rp 500 000 untuk pembayaran deposit kesehatan yang dipakai untuk membeli beras, belanja diluar rutin untuk memperbiki gizi anak-anak, membeli gas masak, pergantian olie motor. susu beberapa dos, yang dipakai saat bulan maret memasuki minggu terakhir.
Rincian penggunaan gajih yang semungil itu untuk ibunya di rumah dengan segala keperluan belanjanya Rp 1 000 000,- anak yatim Rp 100 000,- Aswan di Surabaya Rp 250 000 dan mbah Ni nya Rp 50 000 ,- Ibu di Wonorejo untuk tambahan pensiun jandanya Rp 100 000 Telepon Hp Rp 100 000,- Telepon Rumah Rp 100 000,- cicilan rumah BTN di Leuwliang Bogor Rp 51 500,- total Rp 1 750 500, sisanya Rp 249 500 ,- habis di susu nya anak dan tambahan gizinya selama bulan april ini.
Gajih Pegawai Negeri Tidak Naik
Gajih tidak naik sedangkan keperluan meningkat, pasti kurang, yang kurang adalah dana kesehatan, sehingga siapa yang menutup kekurangan itu, ya Allah, Tuhanku yang menutup dengan membuka pintu rezekinya.
Rezeki awal bulan.
Pak Jaja yang meminta contoh beberapa macam animasi, pagi itu saya bawakan animasi terbaru darri rumah, contoh animasi itu bertopikkan tikus, mengapa tikus, sebab bagaimanapun juga yang pintar adalah tikus. habis daya ini unutuk memusnahkan tikus dari muka rumah tetapi ia muncul dan muncul terus, dan pak Jaja mengomentari, ntar orang PU dibilangin tikus-tikus pembangunan, tetapi benar juga, sekarang yang ditangkap adalah Bupatinya, tidak ada kepala dinas PU nya, pintar juga orang PU.setelah itu pak Jaja mengajak saya ke mobilnya untuk mengambil bingkisan dari rumahnya, isinya terasi sebungkus seberat 1 ons, petis sidoarjo 1 ons, sambal goreng kentang 2 ons dan kopiah hitam untuk shalat.
Saat menerima gajih bulan April.
Bank Mandiri di kantor sudah buka pagi itu, dan komputer bank selalu belum siap untuk menerima pengambilan gajih pegawai, sehingga antrian berbaris menunggu.
Gajih diterima, Rp 1 350 000,- tetapi pengambilan Rp 2 500 000, sebab Rp 500 000 untuk pembayaran deposit kesehatan yang dipakai untuk membeli beras, belanja diluar rutin untuk memperbiki gizi anak-anak, membeli gas masak, pergantian olie motor. susu beberapa dos, yang dipakai saat bulan maret memasuki minggu terakhir.
Rincian penggunaan gajih yang semungil itu untuk ibunya di rumah dengan segala keperluan belanjanya Rp 1 000 000,- anak yatim Rp 100 000,- Aswan di Surabaya Rp 250 000 dan mbah Ni nya Rp 50 000 ,- Ibu di Wonorejo untuk tambahan pensiun jandanya Rp 100 000 Telepon Hp Rp 100 000,- Telepon Rumah Rp 100 000,- cicilan rumah BTN di Leuwliang Bogor Rp 51 500,- total Rp 1 750 500, sisanya Rp 249 500 ,- habis di susu nya anak dan tambahan gizinya selama bulan april ini.
Gajih Pegawai Negeri Tidak Naik
Gajih tidak naik sedangkan keperluan meningkat, pasti kurang, yang kurang adalah dana kesehatan, sehingga siapa yang menutup kekurangan itu, ya Allah, Tuhanku yang menutup dengan membuka pintu rezekinya.
Rezeki awal bulan.
Pak Jaja yang meminta contoh beberapa macam animasi, pagi itu saya bawakan animasi terbaru darri rumah, contoh animasi itu bertopikkan tikus, mengapa tikus, sebab bagaimanapun juga yang pintar adalah tikus. habis daya ini unutuk memusnahkan tikus dari muka rumah tetapi ia muncul dan muncul terus, dan pak Jaja mengomentari, ntar orang PU dibilangin tikus-tikus pembangunan, tetapi benar juga, sekarang yang ditangkap adalah Bupatinya, tidak ada kepala dinas PU nya, pintar juga orang PU.setelah itu pak Jaja mengajak saya ke mobilnya untuk mengambil bingkisan dari rumahnya, isinya terasi sebungkus seberat 1 ons, petis sidoarjo 1 ons, sambal goreng kentang 2 ons dan kopiah hitam untuk shalat.
Langgan:
Catatan (Atom)