selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Rabu, Mei 30, 2007

Tahlilan dirumah pak Parno

Minggu, 29 April 2007

Lari pagi, harus dilakukan walau waktunya sangat mepet, lari pagi bersama Fifi dan Ibunya, tetapi mereka akhirnya toh tertinggal juga.

Lari pagi kali ini sangat tidak enak sebab debu berhamburan dikemas dalam gelap meremang dipagi hari.

Kendaraan ada saja yang lewat dan jalan lintasan berlari yang mulai rusak, inipun ditimbun dengan tanah bercampur batu, kemudian mengering dan dilewati kendaraan tinggal debu yang beterbangan.

Saya sangat terganggu dengan siatuasi sedemikian, saya balik, tepat jam 05.40 memasuki rumah dan bersiap hendak kepasar, ke pasar Cileungsi bersama ibunya dan Fifi, bermotor ditempat lari tadinya.

Yang saya beli adalah, Tomat 2 Kg harganya agak tinggi, tapi masih dapat Rp 3 500,- se kg nya, wortel. Buncis kentang jambu 2,5 kg Rp 5000.- tauge dan Kikil sapi seharga Rp 27 000,- satu kaki sapi.


Sesampai dirumah adalah membersihkan kikil dan dimasak dalam Steammer, alat masak uap, dan saya tinggal cuci baju, kemudian masih berkeringat banyak mandi dan setelah itu shalat Dhluha, makan pagi dan tidur lagi.

Siang hari menjelang Ashar, cukur rambut, dikerjakan oleh istri, rambut saya yang mulai memanjang dan berwarna ke abu-abuan itu dipotong, sedang dalam taraf pemotongan separuhnya, fifi menangis minta ditemani ibunya dalam tidur siang itu.

Cukur dilanjutkan setelah ia tenang lagi.

Malam harinya tahlilan dirumahnya pak Parno, se RT juga untuk 40 hari mertuanya yang meninggal. Kalai ini yang memimpin doa pak Syarif.

Fifi ikut juga acara tahlil, dia berjalan hilir mudik diantara orang-orang yang ngaji seghingga saya perlu memberi peringatan dengan cubitan kecil di kakinya, agar tenang ada orang ngaji.

Pak Kisdi Tetangga, Koma

Sabtu, 28 April 2007


Sabtu Malam sehabis shalat Isya, menghadiri undangan tahlilan dari pak Rudy se RT di rumah, saat itu saya mempersiapkan diri untuk makan malam setelah habis shalat mahgrib, sudah duduk didepan TV sambil melihat tayangan sinetron Intan, tiba-tiba pintu diketok, dari balik bayangan kaca saya melihat sosok pak Rudy se RT yang berdiri, saya persilahkan masuk, dan kemudian pak Rudy menyampaikan maksudnya untuk mengundang malam ini pembacaan tahlil buat setahun kakak iparnya yang meninggal.

Saya menyanggupi dan setelah ia pulang kembali saya melanjutkan persiapan makan malam dengan anak-anak, hidangan bandeng bakar, dari tadi pagi masih berlanjut.

Saya berangkat ke tempat tahlilan bersama Fifi. Fifinya semngat ikut. Sewaktu acara tahlilan akan dimulai dan rekan-rekan se RT mulai berdatangan asap rokok pun ditebarkan, sebab yang merokok banyak sekali, sampai-sampai acara diundur biar asap rokoknya berhenti dikepulkan.

Acara tahlil saya pimpin dengan kehatia- hatian jangan sampai menimbulkan kemusyikan pada Allah SWT.

Informasi tambahan, pak Kisdi yang orang BAKN sekarang sedang koma sebab tadi pagi dia jatuh dari motor dengan sebab apa, banyak yang tidak tahu, titik jatuhnya ditempat saya menerobok kijang angkutan kayu hari Selasa dua minggu yang lalu.