selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, Mac 13, 2012

Dari hari ke hari di Februari




Rabu 1 Februari 2012

Jam 11.01 tiba di bank Muamalat Cijantung

Jam 11.20 di Bank Mandiri Plaza PP Simatupang, memang agak siang, tapi di bank dapat antrian nomer dua, untuk mengirim uang buat Aswan di Makassar dan Tyas di Denpasar.

Jam 12.05 terdengar adzan Dzuhur saat memasuki kompleks Kementerian Pekerjaan Umum, jalan Patimura Jakarta Selatan. sholat Dzuhur di masjid Cipta Karya yang lama

Memasuki loby kementerian negara Perumahan terasa sekali untuk menuju masjid kantor, terasa tidak enak, harus melewati lorong yang sempit yang memang tidak di design sejak awal untuk tempat melintas, loby bangunan Ciptakarya lama sudah disekat- sekat dan hilang maknanya, yang ada hanya fungsi lewat orang saja.

Shalat sudah dilaksanakan dan berjumpa dengan pengurus ruangan bapak tua dari Sukabumi itu.

Melihat bapak tua itu, sama seperti melihat lintasan waktu, bercermin dari sorot matanya yang kabur, sudah berapa banyak orang- orang Cipta Karya Dept Pekerjaan Umum Jalan Raden Patah tahun 2002 yang dilihatnya dulu dan sekarang telah berpulang, sementara ia dengan usia tua nya masih disini.

12.40 di Masjid Al-Azhar diruang Al-Azhar peduli umat untuk menyerahkan sodaqoh

13.00 memasuki kompleks kementerian Pekerjaan Umum, langsung naik ke lantai 5 dan menjumpai pak Hidayat, untuk menyerahkan laporan Pengelolaan Teknis PU 2011, di kementerian pemegang mata anggaran.

Dengan berbekal surat penjelasan sakit, pak Hidayat ikut keluar kantor siang itu, setelah menerima laporan saya di empat kementerian, di lift turun, pak Hidayat berceritera jikalau ia sangat terkejut, kalau rekannya sekantor namanya pak Didit, telah di diagnosa dokter bahwa jantungnya harus dipasang ring, setelah itu pak Hidayat melakukan general chek-Up dan dokter menyarankan untuk istirahat yang ditulis di secarik kertas keterangan, surat keterangan itulah yang mengijinkan pak Hidayat pulang siang ini.

Taksi biru itu dipanggilnya, dan pak Hidayat memasuki taksi, dan saya kembali memasuki kompleks kementerian Pekerjaan Umum

15.30 saat adzan Ashar berkumandang, langsung masuk ke kantor Badan Pertanahan untuk shalat.

15.50 Pulang, lewat Antasari, Kemang, Pejaten, Buncit, Psr Minggu, didepan pompa bensin berhenti sebentar, parkir motor, menyebrang mendekati masjid At- Thoun, mencari seseorang sipenjaga penitipan sandal, ia sedang mencuci gelas di ruang wudlu, ia tahu jikalau saya mencari dia, akhirnya ia diruang penitipan sandal makmum masjid berdiri menerima baik sodaqoh sebagai bukti bahwa rezeki Allah tidak berakhir.

Berjalan lagi melintas jalan Simatupang, Pasar Rabo, Jalan raya Bogor, Cibubur, Kranggan, Cileungsi, Gandoang.



Kamis 2 Februari 2012

Saat bermotor kekantor 07.00 terpapar hujan sejak di Cikeas, hujan tipis tapi instensif.

Jam 08.10 di bank Muamalat Cijantung

Jam 09.30 di lantai 7 gedung LKPP ternyata pak Riefaldinya sedang rapat di Ancol.

Awalnya langsung naik ke lantai delapan.

09.40 keluar dari LKPP

10.15 Al-Azhar peduli umat untuk sodaqoh, pagi masih baru beranjak siang, para anak muda yang menjadi sukarelawan yang bekerja di Al-Azhar peduli umat, yang telah akrab, banyak bertanya dan berdoa pagi ini,

saya memberi soal, coba perhatikan Nusantara di tahun 1200 M, saat mana 1258 raja Mongol Gulaghu leluhurnya Dzengis Khan, menyerang Bagdad, Turki sebagai pusat budaya Islam saat itu.

Dan Islam masuk ke Nusantara dengan kedamaian, dan diterima sangat antusias oleh masyarakat Perlak, Pasai, Banten, Cirebon, dan saat itu sudah ada muslim nusantara yang berangkat ibadah haji.

Bagaimana proses pemberangkatannya dan naik apa.

10.30 Kantor Kementerian Pekerjaan Umum lantai lima.

11.00 Diruangannya pak Dalmono, ketemu sohib pak Dedi Kerawang sewaktu masih di Wilayah Timur Pekerjaan Umum, awalnya saya merasa aneh melihat sosok tua gemuk berambut putih, batuk- batuk, sewaktu ia menutup mukanya menahan batuknya, saya tidak mengenalnya, tetapi setelah itu ia menurunkan tangannya dan baru terlihat si onting - anting bunder Dedi Kerawang yang sudah pensiun dua tahun lalu dan masih diperbantukan di kantor Kementerian Pekerjaan Umum Cipta Karya Bina Program.

Saat pulang sekitar jam 13.10 di jalan Simatupang terserang mengantuk yang amat sangat, mampir di masjid pelayanan Pajak di sisi kiri jalan menuju arah Kampung Rambutan.

Tidur beberapa saat bersama sepuluh orang lainnya yang telah tidur terlebih dahulu.


Jumat 3 Februari 2012

Malam diujung pagi, shalat tahajud sudah dilakukan, kopi susu menemani, hangat menanti datangnya Shubuh, setelah shalat shubuh mengerjakan jus sayur dengan campuran : buah mengkudu cukup banyak yang digunakan, tomat lebih 6 butir, buncis, terong, nenas, blender, minum, sehat berfikir.

Jam 11.30 berjalan shalat

Jam 17.00 terjebak hujan deras bertiga saya, istri dan Fifi, di Giant Metland


Sabtu, 4 Februari 2012

Minggu, 5 Februari 2012


Jam 06.00 menuju pasar dengan istri, menyibak pagi yang mulai sibuk, motor lancar walau hari Sabtu kemaren tidak dihidupkan seharian.

Jam 11.20 pak Parman kerumah, mengundang untuk datang sambi meminta saya untukl memberi tausiah agama Islam berkaitan Maulid Nabi Muhammad SAW hari ini.

Jam 11.32 sudah dirumahnya pak Parman






Terlihat banyaknya bekas anak muridnya pak Parman berkumpul di luar, merka datang bersama istri dan anak mereka, ada yang bayi dan ada yang remaja, kedatangan saya dijadikan motivasi oleh pak Parman untuk mengajak rekan2 nya masuk ke ruangan, untuk segera dimulai acara.

Jam 11.50 alarm di Hp sudah mengisyaratkan akan datangnya waktu Dzhuhur, sementara acara belum dimulai, terlihat sebagian dari mereka sibuk memotong kertas kecil-kecil untuk diterakan nama yang hadir hari ini, dan dicari satu nama siapa yang ketempatan pertemuan bulan dapan.

12.07 Saat adzhan Dzuhur

12.25 Shalat berjamaah

12.40 acara dimulai

12.45 Waktu yang disediakan untuk memberi tausyiah agama Islam disaat Maulid Nabi Muhammad SAW

Shalawat rosul

Pengantar

Konsep berkumpul, bersilaturahmi

Bentuk silaturahmi yang disenangi ALLAH: a) marahnya Allah jikalau Allah tidak dijadikan sandaran dalam bersilaturahmi

b) menggali bentuk silaturahmi yang belum pernah wujud di Jakarta, seperti bersilaturahmi donor darah

c) silaturahmi mengumpulkan uang untuk anak yatim

13.20 makan siang bersama

14.00 acara ditutup, komentar pak Parman terhadap isi tausyiah, sangat baik dan akan dirintis untuk bersilaturahmi donor darah, setelah itu pulang bertiga, saya, istri dan Fifi.

Sore hari Astari menunjukan gejala sakit.


Senen, 6 Februari 2012

Jam 06.00 sudah dua kali bolak balik bermotor dengan Fifi, bermotor pertama mengantar Astari sampai dipertemuan ujung gang dengan jalan raya, kemudian balik menjemput istri, Astari dan ibunya pagi ini ke Emergency Puskesmas Jonggol,

Setibanya di rumah mencuci sprei tidurnya Astari, termasuk selimutnya, bantalnya, kelambunya.

Jam 08.33 Astari datang

Jam 08.53 Mulai terdengar suara ibunya dengan Fifi yang ditanya.

ada kemacetan lalu lintas agaknya sewaktu berangkat dan pulang, satu truk tronton beroda 18 terguling dengan muatannya menutup jalan sehingga pagi ini kesibukan sangat luar biasa

17.00 logo kemasan Abon Bandeng selesai di buat dan langsung dikirim melalui jasa Hp AM3, pesanan adik ipar di Pangkep.

21.18 menyelesaikan final gambar masjid desa Sile, Pangkep, Sulawesi Selatan


Selasa, 7 Februari 2012

Terasa sakit di dada kiri tepat dijantung sekitar jam 05.00 saat membaca Al-Quran setelah shalat Shubuh.

Makan bawang putih banyak juga ada kira- kira satu genggam, dan didorong teh hangat, ada terasa panas diperut, cepat- cepat tutup dengan ubi goreng dan terasa enak.

Saat memblender jus sayur pagi ini, blenderan rusak, harus secepatnya diperbaiki.

jam 07.30 shalat dlhuha

Astari masih belum sehat, ibunya minta dicari in nasi gudeg di Cileungsi.

Proses kirim e-mail kepada Ekosaridewi untuk mengirim hasil gambar masjid yang semalam selesai cukup lama juga tetapi jam 08.00 gambar sudah terkirim.

08.40 Perempatan Cileungsi macet, bermotor dengan istri membawa dua blenderan yang tidak bisa berputar.

09.00 di Bank Muamalat Cileungsi untuk kirim sodaqoh ke anak yatim piatu NTT TTS,

saat menunggu proses pencatatan di bank, istri melihat ada permen empat butir, istri menunjukan ke saya ada permen, saya mendekat dan mengambilkan permen buat istri.

09.20 berjalan menuju ke toko elektronik yang bisa melayani pergantian karet blenderan.

09.40 nasi gudeg buat Astari membelinya didepan toko elektronik sambil menunggu digantikannya karet blenderan.

10.00 tiba di rumah, Astari makan nasi gudeg.

Rabu, 8 Februari 2012

Jam 08.30 tiba di bank Muamalat Kompleks Pendidikan Sudirman Cijantung, di samping bank ada sekolah taman kanak2 yang umumnya di hari lain ramai, tapi pagi ini sepi, diliburkan pastinya, entah libur apa.

Sempat minum aqua yang dibawa dari rumah saat menunggu proses pencatatan di bank itu.

08.40 keluar dari bank akan menuju LKPP

di jalan Gatot Subroto, kemacetan pagi ini sudah menjalar sejak di Pasar Minggu,

Jam 09.20 memasuki kawasan Gatot Subroto, mulai melirik dimana parkir motor.

Jam 09.30 tiba di lantai 7 gedung LKPP, pak Riefaldi yang akan ditemui malahan ada di satu lift dimana saya ada juga disitu.

Jam 09.40 diruang kerja pak Riefaldi yang baru, Direktur Bimbingan Teknis dan Hukum Pengadaan Barang Pemerintah.

Saat itu pak Riefaldi menyarankan kepada saya untuk mengikuti TOT, informasinya diruang samping, saya tinggalkan pak Riefaldi dan saat menghampiri petugas perantara di pintu masuk, tunggu sebentar untuk dijumpakan ke staf nya bagian pengurusan TOT.

09.50 mengisi formulir kesediaan mengikuti TOT setelah pendidikan diperbantukan di LKPP.

Ada satu hal yang kurang adalah nomer kelulusan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang pernah saya ikuti, saya kosongkan, sedangkan data yang lain menyangkut keterlibatan saya di pengadaan barang pemerintah sejak tahun 1988 di Ambon hingga terakhir sekarang ini di Kementerian Perdagangan saya cantumkan.

10.00 tinggalkan LKPP, bermotor memasuki ramainya Jakarta menuju ke Kementerian Perdagangan jalan Rais Gambir, lewat Kuningan, Menteng, Kebonsirih, perempatan Tugu Tani Gambir.

11.00 di lantai 4 Perkuatan Struktur yang selesai dikerjakan, dan sekarang lihat kerjaan terakhir dan minggu depan tidak kesini lagi.

12.07 shalat Dzuhur di masjid Perdagangan yang siang ini sedang menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

12.30 di Jalan Jambu, Wisma Nila Sari Kementerian Perdagangan yang status pekerjaan Rehabnya masih 95%.

Halaman luar belum di aspal, alasannya menunggu proses pembuangan puing dari halaman belakang di bawa ke Cipinang.

Tangga sudah, rumah lift sudah, finishing target seminggu lagi.

13.30 meninggalkan jalan Jambu, bermotor kekantor Pak Jilan, diujung jalan Rasuna Sahid motor mogok, dorong sampai dekat Tendean, ada bengkel yang mau menerima, sebab bengkel sebelumnya ngak mau terima dengan alasan motor Chinna.

14.00 di Multika Mampang Prapatan

14.50 masuk bengkel langganan di Pasar Minggu Buncit, untuk ganti isolator antara karburator dan mesin motor.

Bengkel siang itu sedikit ramai, masih ada orang bengkel yang tersisa yang mengerjakan motor saya.

15.50 Selesai urusan bengkel, maju lagi tiba di masjid Ta Awun, untuk Shalat Ashar sambil memberi sodaqoh ke orang penjaga sandal, yang tidak pernah mendapat gajih itu.

18.00 beberapa menit sebelum Maghrib masuk rumah.

Kamis, 9 Februari 2012

jam 08.20 sudah di Bank Muamalat Yayasan Sudirman Cijantung, Bank sepi, Sekolahan sepi, ramainya anak2 tak terdengar, setelah bermotor dengan sedikit kemacetan jam 09.10 sudah di kantor Pasar Jumat.

Ingat perjanjian dengan orang BPPT, secepatnya ke BPPT, jam 10.11 sudah di lift menuju lantai 20.

Jam 11.00 sudah tiba di kementerian Pekerjaan Umum, naik kelantai 7 ke Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum untuk menanyakan program memperkerjakan para purna pegawai, ternyata jawabannya sudah tidak dilakukan lagi, turun dan berjalan cepat ke Al-Azhar peduli umat untuk menyampaikan sedikit asal melihat orang gembira, panas menyengat, tiba- tiba saja panas ini datang, jam 11.30 naik ke lantai 3 Balitbang untuk menanyakan pak Kuat ternyata ikut pertemuan menteri, pindah bangunan dan memasuki lantai lima, Tata Bangunan.

Pak Hidayat ada di ruangan, ruang duduk pak Hidayat menjadi kecil.

Saat mendekati jam 12.00 turun dari lantai lima menuju masjid kompleks perkantoran Kementerian Pekerjaan Umum untuk Dzuhuran, sempat bersilaturahmi dengan pak Hary teman se bus jemputan Narogong tahun 1999 dulu sewaktu belum ada motor.

Setibanya di rumah terlihat Yasin meringkuk menahan demam.

Membuat parutan kunyit untuk kesembuhannya.

Habis shalat Isya bersama Yasin ke Puskesmas Cileungsi, dianjurkan Yasin banyak minum.

Jumat, 10 Februari 2012

Jam 03.20 bangun setelah Hp dibiarkan bunyi sejak jam tiga tadi, Yasin masih hangat harus minta tolong untuk kesembuhannya kepada Allah SWT, Tuhan yang maha penolong.

jam 03.50 shalat tahajudan

Setelah Shubuhan, parut kunyit untuk penurun panas Yasin, ibu nya juga minta dibuatkan minuman kunyit agar enak ke badan, sehingga membuatnya agak banyak.

Jam 05.00 menjenguk tetangga kampung masyarakat desa asli yang lagi sakit, berjalan di keremangan pagi menjelang bersama ibunya, ternyata mereka sakit types, dan sudah diminumkan serbuk cacing buatan sendiri.

Jam 07.00 berangkat kantor

Jam 15.00 masih di kantor Pasar Jumat, hujan akan datang, bergemuruh suara guruh, bermotor secepatnya ke Lottemart Ciputat untuk membeli lauk, yang dibelanja sedikit, tetapi sewaktu pulang hujan deras sudah turun, dan banyak pengunjung lotte mart menunggu redanya hujan.

Setibanya di rumah, stres berat melihat Yasin masih meringkuk kerena demamnya, bermotor sejak Ciputat tak berhenti sedikitpun walau Maghrib di jalan sebab khawatir mesin motor ngadat lagi.

Setelah shalat maghrib dirumah, langsung manangani Yasin, yang terlintas adalah membawa Yasin ke RSCM, sebab kalau demam Hb darah akan turun, tetapi kelelahan sedemikian mengikat, tak berdaya badan rasanya, dapat SMS dari pak Beta untuk diminumkan kapsul cacing yang di ekstrak.

Setelah shalat Isya, bermotor dengan istri mencari kapsul cacing penurun demam itu,

rencananya sih dekat-dekat saja ngak tahunya toko obat diujung jalan Gandoang itu tutup, bermotor terus hingga Cileungsi dan banyak orang yang ditanya di beberapa titik di jalan yang tidak tahu dimana dijual kapsul cacing penurun deman itu.

Perempatan Cileungsi masih memberi harapan, sebab ada apotik tua sejak awal dibuka nya perempatan Cileungsi sekitar tahun 1993 yang menjual kapsul cacing penurun demam itu, saat pulang bermotor di malam itu, badan terasa dingin sebab tadi rencananya tidak keluar rumah sejauh ini ( 8 km ) sehingga cukup mengenakan baju rumah tipis berwarna biru pudar berlengan panjang berusia tua ( dibeli tahun 1994 di matahari blok m sebelum terbakar ), setibanya dirumah langsung meminumkan ke Yasin untuk meredakan demamnya, saya sendiri terkena kram perut, saya masih ingat ada jus mengkudu didalam kulkas, cepat mencampurkan jus mengkudu sepertiga gelas dengan air dua kali banyaknya dan diminum, timbul kantuk dan istirahat.

Sabtu, 11Februari 2012

Jam 02.30 saat terbangun ingat Yasin dan masih demam, shalat tahajud, kerumah Kiriadi ternyata Kiriadi baru masuk rumah masih ngantuk, ke rumah pak Yapis setelah itu berjalan berdua menuju kerumah pak Syarif untuk minta tolong mengantar ke RSCM.

Yasin masuk emergency RSCM, sejak hari kamis kemaren panas tubuhnya Yasin ngak turun- turun juga.

Berangkat ke RSCM jam 04.00 diantar dengan pak Syarif tetangga belakang rumah.

Hampir kecelakaan lalu lintas pagi sebelum shubuh itu saat melintas di jalan tol, dimana mobil yang dikendarai pak Syarif hampir menobrok dari belakang truk tanah besar yang berjalan perlahan dengan penerangan belakang yang redup.

Satu hal bisa di hindari hal berikutnya menghadang, petingnya doa pada Allah dan shalawat pada Rosululloh sepanjang jalan.

Ada sesuatu yang sangat significant terhadap panas demam nya Yasin yaitu sebelum berangkat sempat meminumkan jus dua butir tomat bergula sedikit dan meminumkan kapsul cacing penurun demam, sehingga di emergency RSCM demamnya Yasin menurun dan disuruh pulang setelah dokter memutuskan tidak ada sesuatu yang di khawatirkan terhadap Thalasemianya, terhadap demamnya, hanya saja keterbatasan saja sehingga betul keluar dari RSCM sekitar jam 10.30, setelah menyelesaikan administrasi rumah sakit.

Mencari pintu keluar tanpa melalui pasien gawat darurat RSCM, kebetulan saat itu truk pengisi galon air lagi masuk dan pintu samping di buka, akhirnya keluar bertiga dari pintu samping ditemani satpam yang bertugas.

Jam 10.40 bubur ayam yang dicari- cari Yasin kerena laparnya, akhirnya didapat didepan masjid UI, Yasin makan dengan lahapnya, sementara ibunya makan nasi sayur lodeh ada petenya ditambah sayur sawi, dengan lauk tahu bacem.

Saya lapar juga akhirnya ikut makan dengan menu yang sama dimakan istri, entah bagaimana sewaktu malam hari akan tidur malam, kok mencret mungkin akibat sambal dari makanan siang ini.

11.15 Membawa Yasin yang belum sehat betul harus naik taksi menuju ke pangkalan angkot 56 dan tiba di Cileungsi jam 11.20

Turun di Gandoang jam 11.40

Masuk rumah jam 11.50

Minggu, 12 Februari 2012

Selama badan ini masih bisa diajak berdoa dan shalat secepatnya bangun 03.00, isi air, masak air panas, dan 03.20 sudah mulai memasuki ibadah shalat.

Jam 03.52 kopi susu hangat dengan kentang rebus panas dan bubuk kayu manis, badan bangkit semangatnya, langsung cuci baju.

Baju sebegitu banyak selesai dikerjakan setelah terdengar adzan Shubuh.

Shalat berjamaah

06.45 mulai mengerjakan shalat Dlhuha.

07.10 berangkat ke pasar bersama istri

Kentang, wortel, terong ungu, tomat, ketimun, buncis, sawi keylan, ubi ungu, nenas, jambu biji, belut, bumbu sambal goreng, kunyit, buncis, roti tawar, minyak goreng

Setibanya dirumah malahan badan lelah kepanasan dalam perjalanan, memperbaiki kondisi dengan kopi susu hangat dan roti tawar dan kayu manis bubuk.

Badan terasa fit, mulai mengerjakan jus sayur: wortel, terong ungu, buncis, tomat, mengkudu, nenas agak banyak dan jambu biji.

Semua minum jus sayur, ibunya terlihat mengerjakan belut, sebab Yasin senang memakannya.

11.35 shalat dua rakaat untuk bersyukur.

setelah itu ngaji Al-Quran surah An-Nisa

12.10 Dzuhur.


Senen, 13 Februari 2012

Hari masih pagi, shubuh masih jauh, sahur dengan mencukup kan dengan asupan roti beberapa potong dan kopi susu sesudah itu siap memasuki balatanra kesabaran, sabar, sabar, bagaikan lautan tak berbatas.

Jam 07.40 di bengkel sepeda motor Cikeas sebab motor terasa goyang, saya pikir bagian as belakang yang hancur ternyata dengan tukang bengkelnya hanya kendor baut as arm nya, di ganti ring nya sampai dua ring dan di perkuat kembali betul juga motor kokoh lagi, tidak seperti tadi motor seperti terlepas.

Jam 09.00 di Bank Muamalat Yayasan Sudirman Cijantung

Jam 09.30 di kantor Pasar Jumat.

Selasa, 14 Februari 2012

Jam 10.30 baru tiba di Bank Muamalat Cijantung Jakarta Timur.

Jam 11.30 Cipta Karya lantai 5.

Rabu, 15 Februari 2012

Jam 10.20 baru tiba di Bank Muamalat Cijantung Jakarta Timur, setelah melintasi kemacetan luar biasa di jalan yang sempit untuk mobil berpapasan saja sangat pas dimensinya, jalan Kelapa Dua Wetan di tikungan dan di depan Sekolah Dasar, ada truk barang tiga perempat yang lepas ban nya sehingga harus antri satu persatu kendaraan yang melintas, sempit nya median jalan yang ada.

Di bank Muamalat sempat agak lama istirahat, membuka Hp, nunggu aktif, mengirim SMS ke pak Wardi pelaksana lapangan Renovasi Mes Kement Perdag Jln Jambu, memberitahukan rencana kunjungan saat kegiatan renovasi sudah rampung.

Setelah bermotor ( 10.35 ) selewatnya perempatan Ranco, baru ingat akan membelikan ibunya pensil sket di Gramedia, setelah itu saat bermotor dijalan Simatupang balik arah di bawah Fly Over Antam, lurus dan belok kanan jalan kesehatan masuk kompleks pertokoan Cijantung Mall yang baru saja buka jam sepuluh tadi.

10.50 Gramedia yang tadinya luas sekarang terlihat mengecil, terpotong separuhnya, dan banyak perlengkapan melukis yang tidak lengkap, pensil sketch untuk istri tidak bisa didapat seperti yang terbayangkan sebelumnya, pensilnya tak berkulit, hitam pendek se panjang 8 cm dan tebal dan lunak, terpaksanya membeli produk Lyra.

Saat mendekati motor ( 11.10 ), berita SMS masuk dari pak Wardi, bahwa dia ada dilapangan, merasa masih punya tanggung jawab Renovasi Mess Perdagangan di jalan Jambu, motor di arahkan kesana, melintasi Pasar Induk Kramat Jati, Celilitan, Uki, baru beberapa meter melintas Uki terdengar adzan Dzuhur ( 12.07 ), dapat masjid sisi kiri 2.5 km setelah UKI, Masjid yang baru kali ini dimasukin, tempat shalatnya bersusun mengikuti ketinggian tanah.

Saat berjalan lagi lewat diatas jalan Casablanca, ujung kemacetan yang mengarah ke Prumpung Jatinegara sudah terlihat, belok kiri mengikuti jalan Casablanca melewati Kampung Melayu dan Stasiun Kereta Api Tebet, masuk jalan Rasuna Sahid Kuningan dibelokan ke kiri, Putar arah di depan Granadi langsung lurus hingga Menteng, Jalan Jambu siang itu sepi saja, kerena renovasi bangunan Mess Perdagangan sudah masuk taraf 95% maka penampilan luar sudah terlihat baik, dikeseluruhan lantai sedang di gosok dengan cairan khusus lantai, pekerjaan sekarang tertuju pada bersih-bersih.

Saat pulangnya, melewati kampung Melayu teringat disini ada toko busa yang harganya sangat murah dibandingkan dengan toko busa lainnya, cari matras tebal 4 cm yang tidak tenggelam kalau di duduki tapi empuk untuk tempat tidurnya Fifi, saat memasuki toko itu ingatan kembali mengenang tahun 2002 saat membeli karpet biru yang sekarang sudah robek dibuang, sekarang toko itu dimasukin lagi, terdengar adzan Ashar dan shalat di masjid Perkantoran Walikota Jakarta Timur, pulangnya bermotor sambil membawa kasur yang sudah tergulung rapi dan besar.

Masuk rumah jam 17.30, pengajian ibu- ibu Al-Affif masih berlangsung dirumah, akhirnya baring rebahan meluruskan punggung sebab selama membawa kasur tadi tempat duduk di motor ngak enak.

Kamis, 16 Februari 2012

Acara sahur berdua bersama istri ( 03.40 ) diawali dgn minum kopi susu sanchet torabika, dan buka kantong kopi kedua untuk dituangkan ke cangkirnya ibunya anak-anak malahan dapat hologram berhadiah seribu rupiah.

Makan sahur dengan nasi sedikit, kuah soup ikan dengan tomat, dan tempe bacem.

jam 04.10 shalat tahajud hingga dekat shubuh.

15.40 bermotor bersama istri menuju tempat 5 anak piatu yang ibunya meninggal bertempat di Cibarusa, dahulu keluarga itu sering bersilaturahmi ke rumah jika Idul Fitri, dan panorama sore menuju Jonggol terpampar luas dengan kegersangan yang tak teratur, bagian wilayah Jawa Barat yang berdampingan Ibu Kota Dki Jakarta sangat tak ter urus.

16.00 mulai bertanya, banyak orang yang tidak tahu peristiwa 4 bulan lalu, ternyata Istri salah alamat, keluar dari kompleks Bhumi Cibarusa indah masuk kompleks perumahan lagi, disini ada kecerahan, dua orang ibu yang lagi duduk berbicara itu setelah di tanya istri, mereka datang ke rumah duka sehingga bisa memberi tahu secara persis lokasi alamat 5 anak yatim, perumahan Persada Cibarusa, jam 17.00 rumah itu diketemukan, dengan rumah sangat sederhana.

Pulang, saat ada pertigaan lurus Cileungsi dan belok kiri Citeurup, pilih belok kiri, jalan cukup sepi dan baik, terhindar jumpa truck dan bus.

Masuk rumah jam 18.00

Jumat, 17 Februari 2012

Jam 09.20 sudah tiba di Bank Muamalat Cijantung

Jalanan yang cukup lenggang sehingga tiba dikantor jam 10.30

Shalat Jumat di masjid kompleks PU Pasar Jumat

Saat selesai kerjakan shalat Ashar di masjid Al-Azhar Cibubur, diserang hujan cukup deras, lalu lintas lancar dan cenderung sepi.

Setibanya di rumah 17.00 badan terasa demam, 17.30 ada sebanyak 30 siswa2 temannya Yasin datang menjenguk Yasin yang minggu lalu 11 Februari 2012 masuk rumah sakit emergency RSCM.

Setelah shalat Isya badan menggigil langsung aja minum Paracetamol dan langsung tidur.

Sabtu,18 Februari 2012

Hari belum beranjak pagi, masih tengah malam 00.30 perut tidak bisa ditahan lagi untuk minta di isi, roti lapis susu kental manis, bubuk kayu manis, madu roti berlapis tiga, nikmatnya luar biasa.

kemudian tertidur lagi.

Setelah shalat Isya jantung terasa ngak enak, makan bawang putih dan langsung istirahat.

Jam 22.00 langit2 rumah salah satu daunnya runtuh sebab ada kucing tetangga naik ke plafond dan berkelahi, muatan terlalu berat runtuh jadinya, kotor, debu, dan langsung bekerja membersihkan debu agar Fifi tidurnya ngak terganggu.

Minggu,19 Februari 2012

Hujan turun sejak semalam, jantung masih belum enak, tidak ada rasa sakit, shalat tahajud dilakukan, hujan masih turun, shubuh sudah dilampoi, hujan masih turun, ngaji surah al nissa.

Membuat jus sayur sekitar jam 07.00.

Senen, 20 Februari 2012

Rencana kepasar minggu kemaren kerena hujan, batal, dan sekarang baru sempat kepasar.

Selasa, 21 Februari 2012

Jam 11.00 di jalan Jambu Menteng, ceritra pak Wardi, kepala site pekerjaan jalan jambu bahwa pak Menteri Perdagangan hari Minggu jam 10.00 kemaren datang mengunjungi proyek, kesan pak Menteri puas terhadap pekerjaan di jalan jambu, mess perdagangan, setelah diantar keliling melihat bangunan mess yang sudah dikerjakan, kali ini memasuki tahap pemeliharaan.

Saat pulang sore hari mampir di sekolahannya Fifi yang sedang istirahat, terlihat Fifi berlarian dan sekelompok anak murid laki main sepak bola di halaman sekolah yang sempit.


mendekati 17.00 anak2 diijinkan pulang, dan saat itu mendung menggantung, setibanya di rumah Fifi secepatnya masuk sebab ada lihat kilat dengan cahayanya, setelah itu gledek dengan kerasnya, hujan deras turun

Rabu, 22 Februari 2012

Jam 09.30 sudah didepan kasir Bank Muamalat Cijantung Jakarta Timur, sekarang bank itu ada menyediakan permen manisan untuk di cicip pelanggannya, kemaren pagi sempat mengambil lima, dan sore harinya sewaktu menunggu Fifi permen itu dibagikan kepada teman2nya.

Jam 10.00 di Celilitan Mall lantai tiga bagian semua kelengkapan Hp dan modem.

Datang kesini sebab Modem Smart tidak bisa di isi ulang, ternyata setelah tiba di depan gerai Smart dilihat modemnya dan komputernya ternyata memasangnya pinnya terbalik, pantes aja ngak nyambung sewaktu minta diisi tambahan pulsa.

Langsung isi pulsa dan dihidupkan modemnya, dan dicoba internetan bisa komunikasi.

Jam 11.00 Al-Azhar peduli umat

Jam 11.10 di kantornya pak Iwan teman sewaktu Adum dahulu, sekarang sudah menjabat, dan ia baru pulang ibadah haji kemaren.

Kamis, 23 Februari 2012

Jumat, 24 Februari 2012

Jumat hari ini sangat enak, betul terjaga dan terlindungi, jam 09.20 di Bank Muamalat Cijantung Jakarta Timur, dan setelah itu menuju

09.38 PKPU Pos Keadilan Pemberdayaan Umat yang kantornya di Condet, kantor itu cukup kecil, dan setelah menunggu cukup, datang yang mengatas namakan institusi, saya disuruh membuat CV kalau berminat mengabdi di sini.

masjid Al Awun Buncit Pasarminggu untuk menyampaikan sodaqoh pada penjaga sandal yang menuntut gajih dari masjid tapi tidak ada dana untuk itu, dan dia tetap menjaga sandal, tiba disana jam 10.10, setelah itu langsung menuju kantor dan tiba jam 10.20

Sabtu, 25 Februari 2012

Pagi masih gelap, kerena akan donor Darah pagi ini maka badan harus disiapkan baik.

Setelah tahajudan dan dilanjutkan shubuhan dengan istri, langsung minum blenderan kacang hijau, kacang kedelai, jahe dan kayumanis satu batang panjang, badan terasa enak dan saat akan berangkat jam 06.30 Fifi nya protes menuntut ikut, tangisannya cukup merisaukan ibunya, sehingga batal donor darah pagi ini.

Minggu, 26 Februari 2012

Jam 14.00 hujan turun deras, disertai angin, angin ini meniup terpal karpusan di atap rumah, sambil kehujanan membuka jendela dan menjulurkan tangga untuk merangkak ke atap yang terbuka, halilintar menyambar liar, bekerja secepatnya, dan masuk lagi ke ruangan dengan berbasah- basah.

Hingga jam 16.00 saat warta berita RRI Pro 3 FM Siaran Daerah, Jogja juga sedang hujan sore ini.

Senen, 27 Februari 2012

Hari masih dini dari pagi, pagi saja belum datang, sekitar 03.20, udara cukup dingin, jam 03.30 sudah di sajadah shalat tahajud sementara di kompor masih dimasak air panas dan panci presto memasak kacang ijo, kacang kedelai, jahe dan kayu manis.

Berniat hari ini akan donor darah, jam 04.20 makan bersama istri blenderan kacang ijo, kedelai, jahe, kayumanis, susu, madu.

Jam 10.35 di pertigaan Ciracas dan jalan raya Bogor Jakarta, istri mulai bertanya di toko yang menjual onderdil, sambil memperlihatkan Playback televisi di rumah yang mati, ternyata toko itu hanya menyediakan onderdil kulkas dan mesin cuci.

Jam 10.40 di bank Muamalat Cijantung, istri ikut juga sebab arah perjalanan hari ini akan ke PMIKramat Jakarta.

Jam 10.58 saat di depan pasar Kramatjati, didepan toko elektronik bertanya ada menjual playback televisi, diberitahu untuk mampir di toko nasional masih maju bermotor beberapa kilometer lagi.

Akhirnya setelah bertanya beberapa kali ke toko elektronik, toko onderdil nasional di jumpa, dan playback itu dijualnya.

Jam 11.30 melintas di Celilitan

Jam 11.59 saat melintas di jalan Pemuda melihat iringan orang kantoran menuju ke masjid, lho sudah Dzhuhur toh, "mendekati" kata istri dari boncengan motor menimpali.

PMI Kramat jam 12.05 pantes aja udah dzuhur ma, kataku sambil menulis formulir pernyataan tidak sakit dan tidak sedang dalam perawatan sakit dan tidak mengkonsumsi segala macam obat agar bisa donor darah.

Saat di cheek Hb, Hb istri 10.6 tidak di ijinkan donor darah, sedangkan saya Hbnya 13.0 sehingga di ijinkan masuk keruang dokter untuk periksa tekanan darah, memasuki ruang kecil yang berpenerangan pudar PMI Kramat terasa miskinnya, dan tekanan darah menunjukan 120/80.

Saat itu didalam ruangan donor darah sudah berbaring 4 orang pendonor, dan saya masuk di belakang seseorang bapak juga yang akan mendonorkan darahnya, saya dilayani terakhir dari sekian banyak bapak yang ada di bed donor darah, dan saat proses donor dilakukan ternyata saya selesai dulu, saya tanyakan ke operator atau penata donor darah, seorang nona, katanya " itu tergantung olah raganya pak, kalau sering olah raga sudah bisa dipastikan cepat ", saat kalimat itu belum berakhir, masih diatas bed donor darah, saat penata darah itu menyelesaikan proses donor darah, dengan menjepit slang penghubung darah ke buli darah, kemudian menggutingnya hingga putus, kemudian menempelkan kapas ber antibakteri ke bekas jarum penembus pembuluh darah di lengan, saya masih di bed donor darah, sambil melihat ulang olah raga apa yang saya lakukan, ternyata olah raga naik turun ketinggian 50 cm hingga terasa lelah yang setiap hari di lakukan itu adalah sangat menolong, melakukan hingga hitungan 20 kali.

Memasuki kantin PMI Kramat, penataan sudah baik, cuma udara segar dan taman daun- daun hijau bunga bersinar-sinar yang belum ada, mie rebus, telor rebus, susu coklat secangkir, air minum bau DKI Jakarta satu gelas, semua habis dan enak, soal mie donor darah, saat di rumah, sudah pasti ngak dalam kondisi donor darah, makan mie yang sama persis dengan mie donor darah, rasanya ngak seenak kalau donor darah.

Naik masjid diketinggian 8 meter di samping PMI Kramat bersama istri untuk mengerjakan shalat Dzuhur ( 13.00 )

Keluar dari PMI Kramat 13.30

Melintas Salemba, Jalan Pemuda, Jalan ring road Celilitan Tanjung Priok, Jatinegara, Uki, Celilitan Besar, Kampung Makasar, Taman Mini Indonesia Indah, Binamarga, Arundina, disini berhenti dahulu berdua dengan istri makan soto Kudus mangkok kecil delapan ribuan, cukup enak, dan bermotor lagi masuk Cibubur Juction, masuk rumah jam 16.00

Selasa, 28 Februari 2012

Rabu, 29 Februari 2012

Hari yang patut di syukuri, sebab hari ini hanya datang empat tahun sekali, yang berulang tahun hari ini hanya datang empat tahun lagi, terkadang yang berulang tahun hari ini di bulatkan ke tanggal satu Maret.

Apapun alasannya jadilah orang yang bisa bersyukur.

Jam 06.28 hujan turun pagi- pagi, belum dluhaan ini.

Jam 10.00 Bengkel Motor Saudara di jalan Bogor Jakarta daerah Cibubur untuk memperbaiki lampu motor yang sejak berangkat tadi tidak menyala, sebelumnya sudah berapa kali bengkel di masukin keluhannya ngak tersedia atau tidak menyimpan sparepart lampu depan.

Saat masuk bengkel kok saat itu ada motor yang baru selesai dikerjakan sehingga motor saya langsung dikerja, sementara beberapa saat kemudian sudah masuk beberapa motor dengan segala keluhannya, kerena terbatasnya lahan maka motor tersebut antri menunggu.

Lampu motor tidak mati, diselusuri kabel dan agak lama baru ketahuan penyebab lampu tidak hidup adalah saklar pengatur lampu jauh dan dekat yang konslet, walau diganti tidak dijual sama persis sehingga saya minta di matiin saja.

Jam 11.00 di Bank Muamalat Cijantung, hujan turun deras, masuk ke bank basah- basah.

Jam 12.05 saat adzan Dhuhur dikumandangkan sudah berada di dalam masjid Kementerian PAN, masuk masjid sekitar jam 11.55

Jam 13.00 di Al- Azhar Peduli Umat, siang itu dibawah rintikan hujan dan selimut mendung kelabu terlihat banyak ibu- ibu yang membutuhkan bantuan.

13.15 memasuki halaman Kementerian Pekerjaan Umum dan naik kelantai tiga ternyata yang mengurus SK Pensiun sedang mengikuti latihan di Bekasi.

Saat pulang hujan deras mulai terasa di jalan Lapangan Tembak, untungnya sudah mengenakan plastik hujan sejak di Cijantung, genangan air banyak terjadi di jalan Cibubur.

Masuk rumah jam 15.40

Agak malam sekitar jam 20.00 SMS dari Tyas bahwa ia terkena sakit kepala yang sangat, saya sarankan untuk makan kentang mentah banyak2

Jumaat, Februari 10, 2012

awal tahun 2012 masuk RSCM














Terkadang bed untuk tranfusi penuh sehingga Yasin memilih transfusi duduk

Tyas dan Yasin lagi di transfusi

Minggu 1 Januari 2012

Kesalahan kecil tapi runyam, kemaren sore sepulang dari rumah sakit Daerah Cibinong mengantar Yasin, lupa matikan kunci kontak motor sehingga pagi ini motor di hidupkan ngak mau hidup, di bantuin mendorong dengan Astari, mendorongnya aja udah lemes, apalagi motor laki, bagaimana bisa hidup, ikut turun dari motor dorong, juga ngak mau hidup, setelah di tinggalkan dijalan motor itu seperti meninggalkan anak kecil yang lagi ngambek, agak lama, di dekati dengan ibunya, e e e motor hidup.








Senen 2 Januari 2012

Dengan semangat optimis, memasuki tahun 2012 dengan amanah, pagi ini berfikir sepenuhnya amanah yatim piatu NTT -TTS, amanah biaya pendidikan Aswan di Makassar dan Tyas, Denpasar, tapi anaknya ada dirumah, dan amanah kantor, amanah uang sekolahnya anak-anak Fifi, Yasin dan Astari yang semakin lama membutuhkan banyak saja.
Jam 08.25 di Bank Muamalat Cijantung
Jam 08.35 di Bank Mandiri untuk keperluan belanja ibunya di rumah, santunan yatim di kompleks tinggal, biaya sekolah transport dan buku tiga anak.
Pagi itu tidak ada antrian, begitu masuk barisan langsung masuk mengikuti jalur yang dibelokan hingga tiga kali, dan teller bank mandiri itu sudah tahu saya harus berputar tiga kali untuk dapat mendekati meja teller.
Jam 09.09 absen elektronik kantor.
Mulai mempersiapkan meja kerja dan instalasi komputer.
11.32 berjalan dibawah rintikan hujan menuju masjid untuk persiapan mengerjakan shalat Dzuhur Nurul HIDAYAH Kompleks PU Pasar Jumat.
15.00 ngantuk luar biasa dan lemas tertidur di samping penjual minyak harum yang mengenakan baju berjuba panjang merah tua hingga mata kakinya, di masjid jin Kelapa Dua Wetan, terbangun saat penjual minyak harum itu bertransaksi dengan pembeli seorang sopir angkot yang telah menaruh uangnya terlebih dahulu kerena memesan keharuman minyak dengan keharuman pesanannya, dan jam 15.32 shalat Ashar di masjid itu.
Jam 17.00 memasuki rumah, istirahat dimana tempat mendarat hingga adzan maghrib tiba dan setelah berbuka badan ada pulih kekuatannya untuk melanjutkan kehidupan.





Selasa 3 Januari 2012

Pagi sekali 02.40 Fifi nangis masalah teman tidur, ingin tidur disamping mbak Tyas nya ternyata ada ibunya, menangis lagi, terbangun sebab mendengar Fifinya nangis, dan setelah ditenangkan langsung tidur, kalau anak- anak ngambek habis sudah dayaku, berat juga mengkoordinasi ngambeknya anak- anak.
Habis shalat shubuh Yasin mencret lagi, cepat memarutkan kunyit dan kunyit putih, meminumkan ke mulutnya Yasin susah bener, Ya Allah yang maha Penyembuh, angkatlah sakitnya anak- anak hambah ya Allah.
jam 05.52 istri datang membawa kacang ijo panas yang sudah dibubur, sebab dari semalam Tyasnya minta kacang hijau.
Bersujud pada Allah sekitar jam 09.00 mohon Yasin untuk mau makan, sebab dari tadi Yasin ngak mau makan, ibunya sepulang dari pasar mau berjalan menyusuri Puri Cileungsi untuk mencari nasi Padang, sebab masakan yang dimasak ibunya tidak menimbulkan seleranya.
Tadi pagi saat akan membuat jus sayur ternyata kulkas kosong, sehingga saat Tyas dengan Fifi berangkat ke dokter gigi kementerian PU, mereka berdua ikut naik motor sampai Cileungsi, sementara ibunya sudah berangkat lebih dahulu ke pasar setengah jam yang lalu.
Sepulangnya dari pasar ibunya mikirkan makanan apa yang sekiranya Yasin mau makannya.




Rabu 4 Januari 2012


Kamis 5 Januari 2012
Tiba di BPPT lantai 20 sekitar jam 10.30, ternyata semua pasukan panas bumi sedang ke Kamojang semua, saya tidak ke Kamojang kerena tidak jelas siapa yang membiayai perjalanannya.
Tiba di Perdagangan Jalan Jambu Wisma Niaga Eka sari, pelaksana pekerjaan sakit, pengawas nya pindah kerja, ini lagi nunggu penggantinya.
Shalat Dzuhur di masjid Cut Mutia, menjadi imam shalat berjamaah, kalimat takbir mengiringi keputusan.






Jumat 6 Januari 2012

Suatu keputusan yang harus diambil, membawa anak- anak rekreasi sebelum masuk perawatan RSCM berkaitan dengan sakit Thalasemia nya Yasin dan Tyas.
Sejak sebelum shubuh sudah di ingatkan untuk bangun pagi sebab perjalanan ke Bandung akan di awali pagi ini, jadwal bus tidak bisa diundur, niatkan jalan ke Bandung untuk shalat Jumat, dan niatkan pula kerena perintah Allah Tuhanku maka aku melakukan perjalanan sambil memperhatikan siapa- siapa yang mengabdi pada Allah dan siapa- siapa yang ingkar.
05.00 keluar dari rumah
06.04 Bus MGI tujuan Bandung dari Cileungsi datang dan berhenti di bawah fly over jalan Cileungsi.
Fifi, Yasin dan Tyas dua tempat duduk paling depan kiri, Astari sendiri dengan tas pakaian yang di taruh menduduki kursi kosong sampingnya, saya dengan istri di belakang Astari duduk.
06.50 putaran Kampung Rambutan, belok kanan menuju tol Cikunir untuk lanjut ke Bekasi, dan memasuki tol Cikampek Bandung.
07.33 masuk Kerawang, matahari cerah, jikalau tidak di waspadai dengan perencanaan yang tepat sepanjang jalan tol Jakarta Cikampek akan ditumbuhi bangunan yang tidak berhubungan dengan jalan tol, perencanaan yang baik menghasilkan harmoni dengan alam.
07.40 masuk tempat istirahat di kilometer 57.500 untuk kencing dan mengisi bahan bakar bus nya, berlari kecil dan doa ke enakan setelah melepas hajat, pagi masih terasa sepi, dimana - mana pagi masih sama nadanya, yaitu baru mulai kegiatan.
08.00 masuk tol Purbaleunyi
08.09 di kilometer 78.00 macet sebab ada pemeliharaan jalan.
08.34 melewati perbukitan teh Walini kilometer 109.00
08.53 Leuwi Panjang Bandung
Saat bus MGI yang dinaiki dari Cileungsi tadi pagi keluar dari jalan tol, terlihat banyaknya manusia yang berjajar di pinggir jalan menanti angkutan.
Bus berhenti didalam terminal.
Berjalan menyusuri terminal Leuwipanjang untuk mencari bus kota yang melewati Pasteur, setelah keluar dari parkiran bus antar kota sekarang memasuki area bus dalam kota, udara pagi kota Bandung, tidak terlihat kesibukan yang amat sangat.
Naik bus kota, hari ini tidak terlihat si pencopet terminal, apa sudah baik kondisinya sehingga tidak mencopet lagi, Bandung ini terkenal dengan jaringan copetnya, saat bus kota mulai dipenuhi dengan penumpang, banyak sekali penjaja makanan dan barang, Fifi tertarik dengan kamus sederhana bahasa inggris bergambar seharga Rp 6 000,- dan ibunya tertarik dengan pengait benang pada jarum yang praktis seharga Rp 3 000,- ramai benar terasa sekali kebudayaan nya, ngak beli ngak apa2.
Saat mencoba berbicara dengan kakek di kanan duduk ternyata ia tidak bisa berbahasa Indonesia, bisanya cuma bahasa Sunda, saya seperti buta huruf di buatnya, tetapi enak sebab dia bisa tertawa terus, sebab kalau ada bahasa Sunda yang ketemu miripnya dengan bahasa Indonesia, saya langsung mengertikan bahasa Indonesianya, padahal salah, contohnya ia menjawab dengan bahasa Sunda embik, pengertian saya bapak ini memelihara kambing, sehingga saya bertanya berapa ekor jumlah kambing yang dipeliharanya, ia terlihat tertawa tergelak- gelak, saya ngerti pasti ia mengatakan bukan begitu maksudnya, tetapi kerena saya tidak mengerti juga maksudnya saya tidak memperhatikan.
10.15 tiba di lokasi Metrologi Kementerian Perdagangan
10.17 pemeriksaan bangunan
10.50 pemeriksaan berakhir dgn menjumpai rembesan air di belakang.
10.55 Menjumpai Direktur Metrologi Kemedag untuk melaporkan kedatangan.
10.57 mengawali perjalanan ke Lembang, mendapat angkot di bawah Flyover depan RSHasan Sadikin, berjalan terus, saat melewati UPI, Fifi sangat semangat sebab pernah menginap di hotel Cipaku Garden walau semalam beberapa bulan lalu, jalanan terus mendaki.
11.30 Shalat Jumat di masjid Jami Lembang.
sementara istri dan Tyas, Astari dan Fifi menunggu di luar masjid.
12.30 Perjalanan angkot menuju Ciater, melewati puncak bukit lereng Takuban Perahu sebelah timur, jalanan mendaki, memasuki desa Cibogo yang berkabut, kabut di jalanan, jalanan mendaki dan berbelok kanan, kiri.
Menikmati pemandangan alam, Ciater ini layaknya peristirahatan masyarakat Bandung, layaknya orang Jakarta dengan Puncaknya, terlihat banyaknya tempat peristirahatan sepanjang jalan.
Menelusuri perbukitan dan lembah menuju Ciater ini, kiri kanan lahan sudah beralih fungsi, hutan lebat nya sudah ngak ada, udara dingin kerena letaknya diatas padahal itu terjadi belum seratus tahun yang lalu,
Tetapi saat melintas masih di wilayah Kabupaten Bandung, hutannya masih terjaga, beda dengan memasuki wilayah Kab Subang.
Jam 13.30 tiba di perempatan Ciater, pusat titik singgah di Ciater, Yasinnya lapar, kebetulan disudut ada pedagang nasi masakan Padang, Yasin minta nasi rendang.
14.00 melanjutkan perjalanan menuju Riung Rangga yang sekarang berubah nama High land Rangga Ciater, dengan angkot.
14.15 di pintu gerbang HRC yang penuh patung kuda berbagai posisi.
14.16 Tyas jatuh sebab setelah turun dari angkot, bermain bergurau dengan Astari dan Yasin adiknya sebab salah lihat lobang, lobang di injak, lobang itu terbentuk setelah batu yang menutup pecah atau lepas dari perekat pengikatnya, dan sekarang ditutup genangan air.
14.18 berteduh di pos penjagaan Highland Riungrangga Ciater, sebab hujan turun deras, agak lama berteduh, satpam berbaik hati mau menghentikan salah satu mobil yang lewat untuk masuk ke villa beralamat di jalan Montana 2 nomer 34
14.30 hujan masih turun, berhenti di depan Villa, dalam kondisi basah kehujanan, villa tertutup, menghubungi Jakarta yang memiliki Villa, tidak lama kemudian si Pak Opik datang dengan berpayung kuning.
15.00 memasuki Villa di samping villa yang dituju sebab villa yang di tuju telah di pesan tamu, dan tamunya datang saat saya dengan anak2 ada di sana.
15.30 Shalat Ashar





Sabtu 7 Januari 2012
Terbangun jam 02.30 saat udara dingin menyerang, kaki yang terasa keram kerena di bawa jalan terus, sekarang protes, tetapi setelah minum air hingga sekitar enam ratus ml, betis kaki terasa enak, ternyata Fifi tidur dekat saya dengan Yasin, sementara ibunya dengan Astari dan Tyas.
03.00 masih asyik nonton film saluran HBO
dengan pemeran utama Shalma Hayek.
03.05 ibunya ikut bangun dan minta dibuatkan kopi, setelah menjerang air sedikit, membuat kopi campur susu kaleng bawaan rumah dengan
03.40 shalat tahajud
03.50 di ingatkan untuk masak nasi, saya ingat jikalau masih ada nasi yang di bawa dari rumah itu, maka methodenya adalah, ambil beras yang di beli semalam dan dimasak dengan banyak air, setelah agak lama dirasa sudah bisa di makan, kalau bisa sudah waktunya nasi dingin yang di kulkas dimasukan kedalam panci penanak nasi, tutup dan biarkan sampai agak lama, diperhitungkan api jangan terlalu besar.
Jam 04.25 adzan shalat Shubuh terdengar, shalat berjamaah dengan anak2.
06.00 Belanja, saya keluar sendirian yang lain masih tiduran, ada yang di kamar mandi, dan Yasinnya pindah tidur di sofa ruang depan cari dingin katanya, saat keluar suasana terang langit masih redup, jalanan kompleks Ciater Highland Resort Riung Rangga sangat sepi sekali.
Menuruni jalanan kampung Cisaat dan warung yang semalam di datangi masih tutup, berjalan terus dan terlihat di pertigaan perkampungan itu terdapat rumah dan warung yang sudah buka, yang dijual cukup ada, tetapi baru tahu jikalau gorengan yang tidak laku semalam pagi ini dijual lagi setelah digoreng ulang, melihat ini saya membatalkan membeli, dan akhirnya yang terbeli adalah satu butir telur asin yang asinnya ngak keras- keras amat, satu ikan kaleng, satu bungkus sayur buncis, buncis di beli biar anak- anak ada unsur sayuran di asupannya.
Balik lagi ke villa, ternyata keberadaan saya saat ini di kerendahan 100 m sejarak 700 m sehingga sudut kemiringannya hampir 30 an derajat dan 40 di titik tertentu, diketinggian 1496 m dpl, olah raga pikirku dan langsung lari mendaki dan ketemu jalan Villa berjalan kaki lagi, masuk villa.
Yang dikerjakan adalah membuat teh untuk Tyas dan Fifi, tidak mau di campur susu.
setelah itu membuka kaleng, ibunya masuk dapur bertanya " apa saja yang dibeli,mas?" saya menunjukan tiga benda yang menggeletak di meja kaca villa.
Ikan kaleng itu di tumpahkan ke sisa ikan dan ayam rebus semalam, dan dimasak
Selain itu buncis satu bungkus seberat 250 gram dimasak begitu saja, pokoknya semua rebus dan menghindari penggunaan bumbu, sebab ini bukan rumah kita. Astari masuk dapur dengan dua bungkus mie dan dua telor ayam, ia membuat mie rebus telor.

Nasi sudah tersaji, ikan tanpa minyak campur daging ayam di masak sarden juga sudah tersaji, demikian juga buncis rebusnya sebagai unsur sayurnya telah siap, maka saya umumkan rencana kepulangan pagi setelah sarapan dan shalat dlhuha, lewat Subang.
Semua memilih makan di luar beranda belakang Villa, sambil memandang kebesaran ciptaan Allah SWT dengan pegunungan Takuban Perahu nya di kejauhan, lembah di bawah villa, dan terang langit di pegunungan di pagi hari.
07.30 Keluar dari Penginaapan, saat itu lewat orang menuntun kuda, kuda sewa, dengan di dampingi pawang, tapi anak2 tidak tertarik.
Jalan kaki menyusuri lembah, ibunya ngomel melulu sebab diajak jalan mendaki dan menuruni lembah.
Ibunya sudah kepingin memberhentikan mobil yang lewat untuk di mintain tumpangan, tapi saya ingatkan belum tentu mau. Anak2 yang telah berjalan mendahului sempat bermain ayun - -uyunan Fifi dengan Yasinnya, kemaren sore masuk villa kehujanan dan sekarang keluar vila jalan kaki.
Diujung jalan belok kanan untuk mencari angkot Subang, perjalanan dari Ciater Highland Resort yang dahulu disebut Riung Rangga memang terasa jauh, pemandangan perkebunan teh terlihat di kanan kiri jalan hingga ketemu pertigaan Kecamatan Jalancagak, melihat ramainya kendaraan yang melintas dan banyaknya perkantoran saya pikir sudah sampai Subang, ternyata Subang masih jauh, dan benar jauh sampai Fifi tertidur lagi di angkot yang kendaraan ini tidak di design untuk angkutan jauh.
Memasuki kota Subang yang sempit dan memanjang, suatu karakteristik pertumbuhan kota yang gradualy, mengikuti garis jalan, umumnya kota- kota di Jawa, Subang pun karakteristik kotanya di bangkitkan dari adanya pusat perbelanjaan dari ukuran kecil dan besar, pusat pemerintahan, pasar, dan terminal.
Hanya ada yang membedakan, yaitu kota Subang masih mempertahankan pepohonan yang menghijau, hanya kurang tertata, masih menyisahkan ketidak seriusan menata kota, hubungan langsung kota Subang sedikit banyak merubah vision masyarakat Subang terhadap suatu pengharapan, kota Subang tidak memberi harapan, sederhana saja mereka putuskan, tinggalkan kota itu, satu pertanyaan, sampai kapan bertahan pepohonan di kota Subang?.

09.15 terminal Subang
09.16 bus Kramatjati yang dinaiki mulai bergerak keluar terminal, ngak langsung berangkat, bergerak perlahan memunguti penumpang yang akan ke arah Jakarta.
09.55 melewati SMUN2 Subang
10.07 bus Kramatjati Subang- Jakarta Kp Rambutan berjalan seperti nenek reyot yang memunguti ranting jatuh sekeluarnya dari kota Subang' didaerah yang di tumbuhi pohon perkebunan.
10.19 di jalan raya Kalijati disiram hujan yang cukup deras, Lanud Suryadharma Kalijati sudah dilewati.
10.57 memasuk kota kecamatan Cipeundui, kota yang menemukan ujung jalan arah Jakarta, Cirebon dan Subang, ramainya angkot yang parkir dan besarnya pasar, menandakan kota kecil ini mempunyai wilayah layanan yang cukup luas.
11.07 ujung awal kota Purwakarta kecamatan Cibatu dari arah Subang.
11.35 di Kota Purwakartanya, persiapan memasuki tol, saya turun untuk membeli panganan roti isi kelapa di manisin sebanyak 6 buah dan naik bus lagi untuk di bagikan ke anak2.
11.39 memasuki tol Sadang ruas Purwakarta - Cikampek.
Terlihat ujung jalan tol yang menuju Bandung dan melihat titik masuk tol dari Purwakarta, berarti perjalanan ini memutar ke Bandung dulu, Lembang, Ciater, Jalancagak, Subang, Kalijati, Purwakarta masuk tol ke Jakarta. Kesimpulannya, Bekerja sambil membawa istri dan anak untuk berjalan keluar dari rumah biar tidak merasa sempit di rumah yang sempit ini, sebelum masuk RSCM dengan segala penderitaannya.
Bus Kramatjati menunjukan staminanya mengarungi jalan tol.
Perlambatan laju kendaraan dan akhirnya berjalan perlahan dan macet tersendat saat mendekati pintu to Cikarang.
12.20 pintu tol Cikarang.
12.26 Memasuki Tambun macet parah
12.37 berjalan merayap dan badan terserang kantuk
13.03 memasuki tol Jati Asih.
Tidak bisa sebab pintu tol di tutup, entah apa alasannya, kasian yang antri dibelakang sejauh 5 km, mereka antri taat aturan dan tidak di beritahu kalau ruas Bekasi Kmp Rambutan ditutup, tapi saya ingat ini kan Indonesia, kontrol sosial ditunjang teknologi kurang sadar, coba lihat ke belakang deretan antrian yang jauhnya 5 km dan mereka sabar untuk antri, disiplin asli Indonesia, saya tahu begini kerena bus Kramat Jati yang saya naiki dengan anak2 dan istri menyerobot antrian, prilaku bangsa Indonesia kelompok pengemudi angkutan umum.
Semua turun di UKI dan nyambung 56 tujuan Cileungsi, dan dibagi dua gelombang, Yasin dan Tyas di gelombang berikutnya, sehingga setelah Fifi, Astari, Ibunya turun, harus menunggu kedatang 56 yang membawa Yasin Tyas.
Akhirnya 14.00 kumpul di bawah jembatan layang Cileungsi, sebab hujan masih turun.
Saat naik angkot Cileungsi - Gandoang berenam, macet depan pasar, ibunya mengingatkan dirumah ngak ada lauk, turun sebentar untuk meloncat kepasar yang beceknya dimana- mana untuk membeli ikan lele sekilo.
14.30 saya sendirian turun diujung gang sekolahan untuk berjalan kaki memotong jalan menuju rumah, sedang anak2 dan ibunya turun di pasar Gandoang untuk naik ojeg.
masuk rumah 14.56






Minggu 8 Januari 2012
Hujan tiada hentinya pagi ini, ibunya kondisinya menurun sehingga pagi ini kepasar sendirian saja, baju sudah dilapis plastik hujan, saat berangkat gerimis sudah turun, jalanan agak sepi dan lalu lintas lancar, sepagi tadi sempat membuat jus sayur, akibat minum jus sayur dua gelas tadi menyebabkan terjangan hujan dan angin pagi ini tidak terasa, enak saja rasanya badan ini, campuran jus sayur tadi : buncis, wortel, buah mengkudu, nenas, sawi banyak, daun srikaya beberapa lembar saja.
Setibanya di pasar hujan masih turun





Senen 9 Januari 2012
Pagi setelah shalat shubuh, melihat kakaknya, Tyas bersiap ke rumah sakit, Yasin langsung menyatakan ikut, kerena Yasin ke ikut ke RSCM maka rencana kekantor di tunda dahulu, Yasin dan Tyas naik angkot, nyambung busway tujuan RSCM, bermotor sendirian, di Cibubur akan mampir ke kantor pos malahan penuh orang antri, sebab tadi pagi ibu di Wonirejo nelpon menanyakan kondisi cucunya di Jakarta.
Tiba di Bank Muamalat jam 08.30 bank dalam keadaan offline, gangguan listrik rupanya, setelah titip berkas, lanjut bermotor ke RSCM lewat Kramajati, Celilitan, Jatinegara fly over, Jalan Pemuda,
RSCM, motor diletakan didepan santa corolus, berjalan kaki ke Loby RSCM, sudah lama ngak kesini, sehingga ada sedikit lupa, tapi syukur berkas Yasin masih utuh di map plastik.
Tyas dan Yasin datang ( 09.30 ) proses adminstrasi, jam 10.00 bertiga ke laboratorium anak untuk mengetahui posisi Hb Yasin dan Tyas.
Jam 11.00 berjalan mencari makan hingga kebelakang melewati jembatan kembar RSCM, masjid dan jalan Kimia, Tyas minta nasi soto daging dan Yasin nasi dengan sayur, telor dadar dan perkedel.
12.00 shalat Dzuhur di masjid
12.30 antri didepan dokter untuk melakukan pemeriksaan.
13.30 menunggu utusan di loby RSCM, orang dari MenPAN yang membutuhkan tanda tangan pelaksanaan pekerjaan renovasi bangunan.
14.00 bermotor ke PMI Kramat
sementara anak- anak pulang, saat itu mendung sudah menggantung.
Shalat Ashar di masjid PMI Kramat, hujan rintik sudah turun, tempat shalat itu diletakan di bangunan pagar halaman depan berdampingan dengan pos penjagaan.
Jam 17.00 tiba dirumah sementara Tyas dan Yasin belum datang, menunggu saat buka puasa.
jam 19.00 Yasin dan Tyas datang.





Selasa 10 Januari 2012


Transfusi hari pertama di RSCM, diwarnai dengan kemacetan dimana- mana, hujan turun sejak pagi, apa lagi Fifi sejak pagi sudah merengek minta diantar ke dokter gigi Kementerian Pekerjaan Umum, jam 07.00 sudah keluar dari rumah, dimana Fifi dan ibunya ikut sampai Fly over Cileungsi untuk naik angkot p56, di jam 08.02 di kantor pos Cibubur untuk ngirim uang ke ibu di Wonorejo Lumajang dan paklik Bambang Tempeh Lumajang, kerena antrian panjang akhirnya wesel di titipkan ke petugas.
Jam 08.40 di bank Muamalat Cijantung, setelah memasuki jalan raya Kramatjati, macetnya luar biasa hingga ke PMI Kramat, Hp berdering dari Tyas menanyakan posisi dimana, ya sedang antri darah.
Jam 10.20 darah transfusi masuk ke Tyas dan Yasin.


Jam 11.30 Tyas merasa lapar, minta makan seperti kemaren.
Berjalan ke belakang RSCM dan sampai di masjid RSCM shalat dzuhur berjamaah, membeli nasi dua bungkus dan langsung diantar ke ruang transfusi, setibanya disana ( 13.00 ) ibunya dan Fifi sudah datang.
Fifi lapar, kembali ke warung makan di belakang RSCM, jam 14.00 kembali ke ruang transfusi, Tyas dan Yasin sudah selesai transfusinya.
Keluar dari ruang transfusi berlima, Fifi, Yasin, Tyas, saya dan ibunya anak2, mendapat perhatian dari banyak orang, yang sangat menyolok adalah berjalan beriringan sambil membawa tentengan dari busa yang diberikan PMI untuk memindahkan darah dari PMI Kramat ke RSCM.
Fifi, Yasin dan Tyas naik busway, sementara ibunya bermotor berdua dengan saya, Shalat Ashar di masjid Al-Akbar di kompleks CPM Cegger, istri teringat sewaktu pagi2 sebelum shubuh kehujanan shalat shubuh di masjid ini, kemudian ke terminal Kampung Rambutan naik bus Damri ke Bandara kemudian naik pesawat ke Makassar dan jam 10 00 pagi di sana mengikuti pemakaman baak mertua yang meninggal.





Rabu 11 Januari 2012
Pagi masih gelap ( 03.30 ) langsung ke peturasan untuk mengeluarkan isi di kandung kencing yang terkumpul semalaman, kopi susu panas dan roti di soek- sobek cara makannya sebab besarnya, ingin menikmat ke tidak teraturan dari sobekan roti, mau besar mau kecil silahkan, mau di cubit kecil rotinya sekedar di cicipin juga silahkan, mau dicubit besar untuk di dekatkan ke mulut juga silahkan, atau ingin berkarakter seperti monyet besar melihat makanan, dimana makanan itu di rebutnya dan di sembunyikan.
Shalat tahajud memohon pertolongan pada Allah SWT.
Usai shubuhan langsung menyerbu cucian baju yang menggunung, semua virus rumah sakit yang nempel di baju di cuci sekarang.
Hujan masih sering turun saat menjemur pakaian di bawah redupnya matahari pagi hujan masih turun.




Kamis 12 Januari 2012
09.30 PMI Kramat, lancar ini disebabkan sejak Bank Muamalat Cijantung terus bermotor di jalur Busway, Celilitan, Cawang, jalan Pemuda, Salemba, PMI Kramat.
Darah golongan B untuk Yasin mengalami kesulitan sehingga hari ini Yasin dapat satu kantong, sedangkan Tyas tidak ada masalah.
10.00 darah sudah mengalir di tubuhnya Yasin dan Tyas, awalnya saat ruangan transfusi darah RSCM penuh, mereka berjauhan, tapi setelah pasien di sampingnya Yasin menyelesaikan transfusinya ada tempat kosong, sehingga Tyas minta pindah bed kedekat Yasin, saya membawakan buli darah yang sedang ditransfusikan ( 11.11 )
Jam 13.30 darah transfusi dihentikan tetesannya swbab susdah habus waktunya, walau masih tersisa sefikit.
Yasin dan Tyas memilih tidur dahulu sewaktu di tawari makan siang, sekitar jam 13.00 mereka sadar untuk makan
13.05 berjalan bertiga diantara kerumunan manusia sakit di loby RSCM, berjalan jauh dibelakang RSCM untuk sekedar mencari makan yang cocok seleranya, berjalan melewati jembatan kembar beratap, loudry RSCM, Masjid dan belok kanan sampai ke warung makan yang di tuju.
13.45 Shalat Dzuhur.
14.00 bertiga berjalan beriring untuk mengurus obatnya Tyas.
14.30 utusan dari jalan Jambu datang membawa berkas yang harus di tanda tangani.
14.40 Tyas dan Yasin naik busway ke UKI dan saya bermotor, shalat Ashar ( 15.30 ) di jalan Urip Sumodiharjo, Jatinegara, saat masuk Cawang hujan deras turun.
16.20 Dibawah langit mendung bergumpal dan rintikan hujan sore hari, tiba di Lotte Mart Pasar Rebo membelikan anak : buah salak, buah semangka, tomat, wortel besar, ikan teri basah, ikan bandeng, ikan beku daging ikan beku, ikan sebelah, daging cincang dan terakhir roti tawar bungkus besar.
Shalat maghrib di masjid kuning di Cibubur, menyebrang jalan sebab masjid terletak diarah berangkat.





Jumat 13 Januari 2012
Hari masih gelap dan Hp telah membangunkan, badan terasa segar pagi ini dan terpikirkan secepatnya kopi susu panas dengan roti tawar di celupkan kedalamnya, menambah semangat hidup, okey, bangkit secepatnya ( 03.02 ).
Hidupkan air dan mulai nyalakan kompor untuk air panas membuat kopi, dan ( 03.20 ) sudah ngopi bersama istri, yang juga telah ikut bangun, tersedia kopi dua cangkir tapi istri ngak mau, ia lebih menyukai teh panas, ngak apalah, yang penting ada yang di minum hangat- hangat, untuk sesaat semua masalah sulit dalam kehidupan ngak usah dipikir dulu, anak- anak tidur dengan nyenyak, hanya Astari yang mau di bangunkan untuk shalat tahajud.
03.45 mengerjakan shalat tahajud
04.00 menantikan saat shubuh sambil mengaji surah Al- Imran ayat 21 - 37 dibaca berulang-ulang sampai terdengar adzan shubuh di kejauhan.
04.28 waktu shalat Shubuh berjamaah dengan anak2.
04.50 menyusun jus sayur, wortel import yang dibeli kemaren sore memang kualitasnya baik, campuran jus sayur pagi ini adalah, buah mengkudu, wortel, tomat agak banyak, buncis, terong ungu.
06.00 Astari dan Fifi membutuhkan dana, Fifi untuk satuan bundel semester buku RKS, dan Astari transpot ke sekolah.
06.10 berangkat dimana Astari ikut sampai pertigaan pasar Gandoang.
Hujan sudah merintik jauh sebelum berangkat kekantor.
08.02 Bank Muamalat di Cijantung untuk tetap berkomitmen dengan anak yatim.
08.49 Absen di kantor Pasar Jumat.
09.00 naik busway ke RSCM
09.40 bus way yang dinaiki baru sampai Pondok Indah
10.21 Duri Keppa lama juga naik busway.
Saat menjelang shalat Jumat, saya berlari mencari masjid.
Jam 19.00 masuk kantor di Pasar Jumat, masih tersisa beberapa rekan kerja beda ruang dan peran, shalat maghrib, dan jam 19.30 shalat Isya berjamaah dengan pak Parmin dan bendahara kantor.
20.00 pulang, membelah hujan gerimis dan gelap malam, melintas Simatupang, Cijantung, disini berhenti sebentar sebab bapak tua yang berdiri di pertigaan jalan depan Cijantung Mall ( 21.00 ) menyodorkan tangannya untuk mengharap sesuatu, saya sodaqoh, jalan raya Jakarta-Bogor, turunan Pasar Cibubur Lama ,Lapangan Tembak, berhenti sebentar teringat anak-anak terutama Fifi, bagaimana kalau sampai nanti Fifi minta mana oleh- olehnya, sementara di jalan Lapangan Tembak ada penjual soto ayam, beli dua porsi tanpa nasi, berjalan lagi, Cibubur Junction, Kranggan, Cikeas, Cileungsi, Taman buah Mekarsari, Gandoang.
Jam 22.20 Badan ini terasa penat sekali,
saat memasuki rumah.
Fifi dan Istri terbangun saat mencium ada bau soto ayam hangat yang dimakan Yasin dan Tyas, akhirnya Fifi makan juga dan setelah itu gosok gigi dan tidur lagi.





Sabtu 14 Januari 2012
Setelah shalat shubuh, melintas pagi bersama istri mencari pertolongan puskesmas kecamatan Cileungsi, sebab istri merasa badan nya meriang selalu, tetapi lama berdiri didepan pintu masuk puskesmas tidak ada tanda2 pintu di buka,
datang pasangan ibu dan bapak bersama seorang anak lima tahunan yang dikenakan jiket ayahnya, sakit pastinya si anak, tetapi pintu puskesmas tetap tertutup, ambil alternatip lain yaitu puskesmas Jonggol, walau jauh jaraknya dari puskesmas Cileungsi.
06.00 tiba di puskesmas Jonggol, setelah bermotor melewati daerah bahaya Cipeuciang, bahaya sebab sering orang bermotor di situ berkecelakaan lalu lintas.

Pagi itu puskesmas sepi, seorang bapak tua dengan sapu bergagang bambu menyapu halaman yang basah tersiram air hujan, tetapi dokternya ada, dan proses pengobatan berjalan lancar, setelah beberapa lama menunggu, istri terlihat keluar bangunan puskesmas, bermotor pulang, berkali- kali istri menyarankan saya untuk berhenti untuk makan nasi udug, yang dijual pagi itu disepanjang jalan Jonggol - Gandoang, tetapi saya membayangkan suatu hidangan sarapan dengan kadar garam diatas ambang minimal yang biasa saya makan, akhirnya hilang selera makan, pulang saja secepatnya dan membuat sarapan sendiri saja yang tahu kadar garam yang dibutuhkan badan sendiri.
Lobang jalanan diarah sisi jalan menuju pulang dari Jonggol ke Gandoang sangat banyak di bandingkan di sisi menuju Jonggol dari Gandoang, hujan beberapa hari ini membuat tanah melunak dan jalanan rusak.
Dirumah ada Tyas dan Fifi, sewaktu ditinggal tadi pagi Fifinya sedang tidur, terlihat ia duduk, habis mengerjakan shalat kelihatannya, sewaktu saya memastikan ternyata Fifi membenarkan kalau ia telah mengerjakan shalat, sementara kedua kakaknya Astari dan Yasin sudah berangkat sekolah, dari catatan keuangan untuk anak sekolah terbaca Astari menggunakan uang dua belas ribu rupiah, dan Yasin sembilan ribu rupiah.
Lapar semakin menyayat, Fifi berlari kewarung membeli mie, sedangkan saya mempersiapkan bawang merah dan putih dan sayuran wortel dan buncis sebagai campuran mie nantinya.
Sarapan pagi ini, Fifi ikut sarapan.
Saat itu Tyas sedang menghubungi maskapai penerbangan Lion Air untuk mencari tiket promo penerbangan Jakarta - Denpasar, akhirnya di dapat untuk penerbangan hari Selasa besok.

Pembayaran tiket lewat ATM, bermotor dengan Tyas ke Giant Metland, pulangnya sempat membeli roti tawar dua buah.



Minggu 15 Januari 2012

Jam 06.01 tiba di pasar Cileungsi, berangkat tadi dengan cuaca cerah, sehabis shubuh saat melihat langit, masih terlihat bulan dan komposisi awan yang tidak padat, sehingga berani di perkirakan tidak akan hujan setengah hari ini.
Serbet dan alas kaki yang basah beberapa hari ini ngak terjemur sekarang kesempatan dijemur, saya tahu tidak semua permukaan di sinari matahari hari ini, harus di syukuri.
Saat mulai belanja yang mana istri berhalangan ikut ke pasar, harga wortel masih tinggi, tomat didapat dengan harga agak murah, langsung beli 2 kg, berjalan agak jauh diujung pasar didapat wortel yang 3 kg nya sepuluh ribu rupiah, di tempat yang sama dapat juga jagung dan sawi, cukup banyak memindahkan ke parkiran motor, belanja tahap ketiga, buncis, kacang ijo biji, tempe empat bungkus, ikan basah ikan mas sekilo seperempat, kunyit dan bumbu pepes ikan, masuk rumah jam 07.41 langsung shalat Dluha, setelah itu mengerjakan pepes ikan sebab perut lapar sangat.
09.30 ganti olie motor di bengkel si orang Belitung
10.00 cuci motor didepan rumah bawah pohon mengkudu.




Senen 16 Januari 2012
Pagi masih gelap, hujan tak lagi turun, jam 03.45 shalat tahajud dan jam 04.05 makan sahur puasa hari Senen.
07.00 memasuki keramaian jalan raya Gandoang Cileungsi, bagaimana menikmati kerutinan ini.
09.02 di Bank Muamalat Cijantung.
09.40 absen di kantor Pasar Jumat.
18.00 masuk rumah





Selasa 17 Januari 2012
Tyas hari ini akan berangkat k Denpasar, bangun hari ini kesiangan, belum shalat Tahajud sudah terdengar adzan Shubuh, tapi semenjak bangun tadi sudah merebus kacang kedelai dicampur kacang ijo masing2 tiga genggam, sehingga setelah shalat makanan itu sudah lunak langsung di blender halus di bagi empat mangkok, ibunya, Tyas, Yasin dan bapaknya.
Hanya Yasin saja yang minumnya di tunda, minuman kacang kedelai campur kacang ijo ini memperbaiki fungsi jantung.
Jam 07.00 beberapa saat akan menghidupkan motor ingat jikalau aki motor kurang airnya, bongkar dulu aki dengan pakaian lengkap akan kekantor sehingga kerjanya harus hati2.
Jam 08.30 sudah tiba di Bank Muamalat Cijantung
Jam 09.30 absen kantor Pasar
Jam 11.00 Politeknik Kesehatan II Jakarta Selatan, bangunan direktorat belum selesai, apalagi BPK sudah turun ke lapangan memeriksa bangunan yang dikerjakan tehabnya tahun 2011.
Jam 12.00 shalat Dzuhur di masjid RSPPertamina
Jam 12.30 memeriksa bangunan Gizi dan Kesehatan Lingkungan, pekerjaan banyak mengecewakan, dari l
Jam 15.25 Shalat Ashar di Masjid Kemang, dapat SMS dari Tyas jikalau ia sudah naik pesawat yang membawanya ke Denpasar.
Jam 17.00 ngantuk sore hari, tidur dulu di emperan masjid Nurul Huda Kompleks Perumahan Kodam Jaya Cibubur beberapa menit saja.
Jam 17.40 berburu roti tawar kismis enak di Giant Meetland.
Jam 18.00 masuk rumah, mencoba menghubungi Tyas tetapi Hp ngak di jawab, mungkin masih terbang.
Setelah shalat maghrib Tyas memberitahukan jikalau ia sudah di Denpasar, Alhamdulillah.





Rabu 18 Januari 2012
Jam 00.30 tersadar, seterusnya sulit tidur, timbul rasa lapar, 01.00 ke dapur membuat kopi susu panas dan makan roti beberapa iris, dan timbul kantuk lagi jam 01.45, datangnya kantuk sangat di syukuri dan tertidur lagi.
Jam 08.45 di Bank Muamalat Cijantung, bank masih sepi dan langsung di layani sehingga tidak beberapa lama formulir penyetoran di kembalikan, tidak terlihat seorang nasabah, walau urusan bank Muamalat selesai, saya masih bertahan disitu sebab tangan ini masuk kedalam tas mencari jus sayur yang tadi dimasukan ke dalam plastik dan di ditenggelamkan dalam tas, jus sayur yang dicampur mengkudu beberapa butir sangat menambah semangat dan bisa merobah visi kehidupan menjadi positip, didalam otak tidak pernah tersirat pikiran negatip, bersyukur,
09.10 menjumpai awal macet di simpangan Ranco Aldi Donat, macet panjang,
09.30 absen dikantor pasar jumat
10.28 lantai 20 gedung BPPT
11.05 masjid Cut Mutia di Jakarta Pusat.
12.15 Rehabillitasi mes Kementerian Perdagangan di jalan Jambu
Tangga dan rumah lift lagi dikerja cor betonnya.




Kamis 19 Januari 2012

03.15 Terbangun saat Hp berdering
03.50 makan sahur setelah memanaskan makanan semalam
04.10 mengerjakan tahajudan
04.25 shubuh datang
05.38 Innalillahi waina illaihi rojiun, Pak Mistrun meninggal dunia, berita ini dikumandangkan dari masjid, jenazah masih di rumah sakit Halim.
Jam 08.00 berangkat bersama istri takzia orang meninggal
Jam 08.33 ditempat orang meninggal, jenazah masih dijalan di bawa ambulance dari RSHalim ke Puri Cileungsi Gandoang dan informasi terakhir terhambat macet di jalan Gandoang sebab diarah Gandoang Jonggol terjadi kecelakaan lalu lintas yang kemacetannya panjang sampai taman buah Mekarsari.
Banyaknya para Angkatan Udara muda yang datang bersama mobil Jenazah baru saya tahu jikalau Almarhum adalah purnawirawan angkatan udara
Ternyata para angkatan udara ini adalah satu corps semasa aktipnya almarhum di tempat kerjanya, pembinaan corps dilingkungan militer sangat baik, entah di kementerian Pekerjaan Umum, yang saya tahu tidak sebaik di angkatan, padahal kerja di lingkungan pekerjaan umum resiko kematiannya juga tinggi, tergantung pimpinan untuk embina kepegawaian anggotanya, saya siap untuk tidak diperdulikan oleh kementerian sendiri walau telah bekerja lebih tiga puluh tahun.
11.01 jenazah dibawa ke masjid
11.30 mengantar jenazah ke kubur
12.02 saat adzan dzuhur terdengar sedang di pemakaman penguburan almarhum.

Malam harinya
23.00 Fifinya menangis saat akan tidur malam, terbangun, mencoba menenangkan Fifi yang lagi ngambek.
membuat teh panas sambil makan roti dimakan berdua dengan istri, yang penting jangan sampai lapar.





Jumat 20 Januari 2012

Setibanya dikantor dan absen, 09.36. Menjumpai pak Zaenal dalam keadaan tidak sehat dan tetap bekerja, pak Zaenal ini sudah dua tahun lalu pensiunnya tapi sering membantu dikantor perihal komputer, dan pagi ini terlihat pucat, sebagaimana biasanya kalau saya menjumpai dia, setelah salaman saya pegang tangannya, lho kok dingin, lho kok pucat, lho serius ini, ia hanya tersenyum, saya sudah tiga hari ngak makan, katanya, akh....., kataku, kenapa, soalnya baru kemaren saya mengantar ke pemakaman tetangga dengan keluhan tidak mau makan, mual.
Gawat di depanku ada masalah sahabat, okey nurut ya saya terapi, okey katanya.
Pak Zaenal mendekati mobilnya yang berwarna biru ke unguan, ngak tahu apa merk mobilnya, bermobil berdua menuju pasar dekat kantor Pasar Jumat, dan yang di beli adalah pepaya dua buah dan sebungkus kentang, akhirnya bermobil menuju rumah tinggal pak Zaenal, pak Zaenal tinggal di rumah flat Kementerian Pekerjaan Umum, dilantai tiga, saat naik tangga nafas pak Zaenal kurang tegar, masuk kerumah flat, semua serba sempit dan serba berdekatan, ada dua wanita di dalam tapi saya tidak pernah melihat yang mana istrinya pak Zaenal, yang saya tahu istrinya pak Zaenal seorang guru, pasti berpenghasilan, pastinya juga bukan yang lagi menyeterika ini, okeylah, secepatnya saya menghampiri meja dan pepaya saya kupas, cilakak, buah pepaya nya tak berbiji.
Akhirnya saya minta tolong ke seorang anak muda pak Zaenal yang lagi akan berangkat kekantor, untuk membelikan pepaya yang ada bijinya, sambil menunggu buah pepaya yang berbiji, pak Zaenal di optimasi mentalnya agar mau makan buah pepaya yang sudah saya buka, setelah itu putra pak Zaenal datang membawa buah pepaya, dan saya belah, dan betul juga ada bijinya, biji pepaya yang berbutir hitam itu saya suruh kunya hingga halus dan di telan, saya minta jangan di bohongi saya, kerjakan terus memakan biji pepaya walau saya sudah kembali ke kantor.
Tenggelam ke kerutinan kantor.





Sabtu 21 Januari 2012
Pagi belum beranjak tinggi, suasana shubuh masih terasa, ibunya bilang jikalau semalam Fifi demam dan diberi panadol, tapi pagi ini Fifi masih nyenyak tidurnya, berjalan sedikit lebih cepat dari jalan biasanya tapi rutenya tidak biasa ke jalan Mampir, tapi sekarang ke jalan yang tiap hari kekantor, kecewa, sebab kadar debu jalanan itu cukup tinggi menganggu pernafasan, sehingga masuk gang yang lain, menjauhi jalan raya, istri bilang jangan melewati rumah yang ada anjingnya, belok kiri menyusuri jalan kecil, teringat ada musholah tapi sejak dibangun hingga sekarang belum pernah memberi sodaqoh ke musholah itu, itu yang harus di ingat, beri waktu utama untuk diperhatikan.
Ketemu pasar Gandoang, istri membeli tempe, jalan lagi, masuk jalan kecil dibelakang salah satu perumahan dan ketemu dengan seorang ibu tua yang biasa di santuni sodaqoh sehingga pagi ini, saat berjalan pagi membawa tempe, ibunya memberi satu bungkus tempe kepadanya untuk sarapannya.





Minggu 22 Januari 2012
Ngantuknya, Hp sudah berdering membangunkan sejak jam 03.00, tapi tiga puluh menit kemudian betul2 bangun, herannya kok ngak langsung shalat, malahan buat kopi, shalat baru dikerjakan jam 03.49.
08.00 Fifi ngambek lihat sarapannya cuma ikan bandeng kering di goreng dengan terong, ngambeknya lama, ngamuk minta uang banyak mau naik pesawat telephone ke Bali nyusul mbak Tyas.
10.00 terlihat ibunya mengolah ayam di kulkas menjadi ayam goreng kesukaan Fifi, setelah itu Fifi terlihat diam dan makan.
Siang ini 12.36 angin barat bertiup cukup terasa, dedaunan yang ditiup angin menimbulkan suara berderu, sesayup mendengar suara musik tetangga, bunyi benturan ringan pintu berkali- kali ditiup angin, dilangit matahari tertutup awan.
22.28 tiba - tiba saja Fifinya sadar dari tidurnya dan membongkar kelambu dan alas tidurnya dengan tidak diketahui apa maunya, saat itu Fifinya tidur sendirian, saya khawatir apakah Hb darahnya turun terus?.





Senen 23 Januari 2012
Pagi masih gelap 03.31, dengkur nyenyak anak2 tidur masih terdengar panjang, tetapi bagi saya ini udah kesiangan, urus air penuhi semua tempat penampung air dan air sudah mendidih, seduh kopi, baru bisa shalat malam menjelang pagi jam 03.45.
Ada untung shubuh agak mundur dikit, sudah jam 04.20 adzan shubuh belum terdengar, padahal minuman kopi sudah habis, 04.31 terdengar adzan shubuh.
05.00 memanaskan motor untuk persiapan ke pasar.
05.45 pasar masih ramai, lampu menyala dimana- mana semuanya memakai lampu hemat energi, pemandangan yang tidak akan terlihat jikalau kepasar nya agak siang sedikit.
Sewaktu menawar wortel, sayur itu masih bertahan diharga tinggi, yang mahal ngak dibeli, terong ungu yang enak kalau di goreng dan disambal masih bertahan tinggi,
Kentang malahan dapat yang pas harganya
Hari beranjak siang, hanya hati ayam yang dapat beli cuma dua buah, kebutuhannya 10 terpenuhi dua, cukuplah.
kentang, sawi putih, sawi hijau, jagung, tempe, kacang panjang, jamur, soup2an, wortel, buncis, tomat, terong ungu, nenas, merica butir, terasi, hati ayam, petai, tauge, diikat dalam satu karung dan bermotor pulang dengan istri.
Setibanya dirumah yang dikerjakan pertama kali adalah jus sayur sementara ibunya memotong kentang untuk membuat sambal goreng.
Siang hari angin bertiup cukup kencang.




Selasa 24 Januari 2012
Warta berita pagi ini 42 rumah di pulau Pramuka dan pulau Harapan tersapu angin puting beliung minggu kemaren.
Dikantor jam 09.56






Rabu 25 Januari 2012
Kantor masih sekitar 2 Km lagi, kemacetan sejak Fly over Pasar Minggu masih berpengaruh, untuk menghindari macet sempat berputar ke Pasar Minggu Kecamatan, jarak tempuh lebih panjang, harus melintas rel Kereta Api Pasar Minggu - Depok.
Menyusun laporan yang tertunda beberapa hari.
Saat pulang juga macet

Kamis 26 Januari 2012





Jumat 27 Januari 2012
09.00 tiba di Bank Muamalat Cijantung, setelah melintas kemacetan di banyak titik sejak berangkat dari rumah 07.30, saat di rumah kaki sudah terkena dua kali judul, judul pertama kaki kanan tersakit- sakit sebab saat menstater motor, terpeleset pijakan dan kaki terkena ujung besi pijakan motor.
Judul ke dua saat kaki tertusuk jarum saat kesetan, cukup sakit.
Jam 09.30 sudah di kantor.
Jam 11.25 berangkat ke Masjid.
Saat pulang sore hari kemacetan panjang terjadi memasuki jalan lapangan tembak, entah bagaimana barisan kendaraan merambat panjang, memasuki pertigaan Arundina barisan kendaraan merayap perlahan, Arundina yang menjadi tujuan orang keluar rumah sore hari, saat itu tidak lagi terlihat indah, pertigaan jalan itu banyak ditempati para pedagang sepanjang jalan, terutama disisi kiri jalan tetapi begitu memasuki Cibubur Junction macet dan merayap perlahan kendaraan di depannya, masuk Cikeas pun demikian, Kecamatan Cileungsi, parahnya di perempatan Cileungsi, ke arah Bekasi macet, kearah mana- mana macet, masuk rumah tepat adzan maghrib.





Sabtu 28 Januari 2012
11.26 Hujan deras turun mendadak, diiringi angin cukup kencang, hanya lima menit hujan hilang.
Dari radio Al-Shinta, Briptu Sukarno, Brimob IA Jayapura 13.00 meninggal dunia di tembak oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak Jaya.
Saat shalat Ashar 15.33 lampu PLN mati, gelap ruang shalat, gelap bukan berarti berhenti segala- galanya, gelap adalah abadi, penerangan dari spotlight penempok raket nyamuk, cukup untuk menentukan sajadah di arah kiblat.
Angin kencang masih berembus.
Dari radio Al-Shinta ( 16.42 )di beritakan angin telah menumbangkan pohon menimpa angkot di ruas jalan Kampung Rambutan - Ciangsana.






Minggu 29 Januari 2012

Semalam tidur tidak nyenyak sebab harus bangun setiap beberapa jam saat nyamuk datang menyerang, sehingga pagi ini bangun agak kesiangan sekitar 03.59, wou, kapan lagi waktu shalatnya.
Secepatnya masuk kamar mandi berbersih dan wudhu, diatas sajadah sudah jam 04.20, shubuh masih sepuluh menit lagi, astaghfirulloh.
Jus sayur pagi ini: nenas, wortel, buncis agak banyak, terong, tomat, buah mengkudu, blender, minum, shalat dlhuha 06.30, berangkat ke pasar jam 06.50, hujan gerimis, jalanan banyak berlobang
Tomat lagi turun harganya, ini berarti panen tomat berlimpah,
Siang 13.30 gerimis hujan datang, mendung disepanjang waktu tengah hari.
Ibunya membuat kue dari tape yang beli tadi dipasar.
Malam lambat datangnya, shalat maghrib di 18.20, cukup malam kan.






Senen 30 Januari 2012
Sahur pagi ini cukup waktu yang tersedia, sebab terbangun sejak jam 03.05, mengerjakan ubi rambat yang kemaren dibeli di pasar untuk memasok serat pada tubuh, serat pada ubi mampu menurunkan semua penyakit yang akan timbul, dan jam 03.30 menjalankan shalat Tahajud, Astari ikut shalat juga bersama ibunya.
04.00 mulai makan sahur
04.31 shubuh datang
06.00 mengerjakan laporan dirumah, laporan pekerjaan Pengelolaan Teknis Penugasan dari Kementerian Pekerjaan Umum di tahun 2011.
07.00 telephone ke ibu di Wonorejo untuk meningkatkan makan tomat dan kebetulan tomat di Wonorejo Lumajang juga telah membanjir sehingga harganya turun.





Selasa 31 Januari 2012
Hujan turun sejak shubuh, merintik, dan terkadang menderas, udara cukup dingin, dan panas badan kerena telah minum jus sayur : mengkudu, wortel, buncis agak banyak, nenas satu bundar, terong, tomat 6 butir, cukup lama memprosesnya hingga bisa diminum,
07.30 Olie motor, sewaktu di lihat, kondisinya kurang, berarti sebentar ngurus olie, didepan kecamatan Cileungsi, berhenti untuk membeli olie di toko sparepath motor, dari rumah sudah membawa botol kosong olie sehingga setelah membeli langsung di tuang ke motor dan sisanya di masukan ke botol.
08.30 Motor meluncur lagi
09.35 di Bank Muamalat Cijantung
10.15 Politeknik Kesehatan Jurusan Anafarma untuk evaluasi pekerjaan rehabilitasi 2011. Canopy
penadah tampyas air hujan telah berfungsi baik, penyekat ruangan lantai tiga juga berfungsi baik, dan lapangan parkir berfungsi baik.
Jam 11.30 Kementerian Perdagangan, langsung ke lantai enam bangunan tengah yang lagi diperkuat strukturnya, pekerjaan sudah 100% dan sekarang tinggal bersih2nya, 12.05 shalat Dzuhur di masjid Kemendag.
13.22 di wisma perdagangan jalan jambu menteng yang lagi di rehab, pekerjaan
Tangga sedang di kerja.