Senin 9 agustus 2004. Dipelupuk mataku antara pedis dan sadarnya diriku, aku menyadari jikalau aku mulai memasuki kota Jogjakarta, jam masih 03.00 pagi, suatu tatanan kota yang dibiayai, ditandai dengan banyaknya sinar lampu yang gemerlap menerobos gelap malam. berbeda dengan wilayah yang tidak ada dananya, ia biarkan gelap malam menyelimut kental tanpa perlawanan. lebih terkejut lagi kendaraan yang kunaiki sejak dari Cileungsi berakhir di terminal baru Giwangan, yang baru kemaren resmi digunakan. sambil berjalan keliling di terminal, sampai juga ketempat yang ideal yaitu musholah terminal baru, e ada yang tidur, tapi tidak mengurangi niatku untuk shalat tahajud. tidak lama kemudian azan shubuhpun merebak.setelah itu semua selesai, aku mulai menuruni tangga untuk mencari bus no 7 untuk pergi kepenginapan di depan IAIN Sunan Kalijaga Jokjakarta.
Jumaat, Ogos 13, 2004
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Tiada ulasan:
Catat Ulasan