Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Isnin, Jun 07, 2010

2 Mei - 31 Mei



Minggu, 2 Mei 2010.

Ke pasar hari minggu, jam masih menunjukan 05.47 kendaraan sudah hidup tetapi ibunya belum juga muncul sehingga fifi naik kebelakang motor dan minta di antar jalan- jalan keliling RT, saat itu terlihat pak Rudy sedang menyapu halaman.


Senen. 3 Mei 2010.

Jam 03.10 sudah bangun sebab tidak ingin kesiangan makan sahur.

Makan sahurnya sendiri dimulai jam 04.04 sebab mengerjakan shalat tahajud dahulu.

Pagi setelah shalat shubuh langsung membuka lembar isian data kepegawaian yang datanya banyak ada dirumah berupa SK dan surat keterangan dan lain sebagainya. Pencaharian data ini samapi menelpon ke pak Gunawan sebab SK penempatan di BUMN saya ngak pegang, nomernya yang di perlukan.

Mencoba ke Bank mandiri di Cileungsi sebab ibunya dan fifi ikut akan mengambil mikrophone yang di reperasi, baru sampai di depan bank mandiri, yang antri sudah banyak ngak jadi lah.

Berangkat ke bank mandiri cibubur kranggan dan ikut antrian nomer 5.

Gajian di Bank Mandiri sambil membayar uang bulanannya Aswan Rp 800 000,- dan Tyas Rp 600 000,-

Ternyata gajih belum masuk, setiba nya di kantor tanya dengan pak Parmin gajih baru di masukan jam 10 barusan saja.

Pulang manghrib, buka puasa dahulu di kantor, pintu gerbang timur di kantor masih belum ditutup, syukurlah, suasana jalan sangat ramai dan kencang, akhirnya ngak bisa di hiondari menobrok dari belakang motor yang berhenti mendadak kerena di depannya di potong mobil yang akan masuk jalan tol. Tidak menimbulkan masalah, berangkat lagi dan shalat isya di masjid baru Pasar Rabu.

Setibanya di rumah istri memberitahukan jikalau Parno meninggal dunia di Ngawi, siapa yang tidak akan meninggal dunia dalamn kondisi sedemikian, secepatnya ke tempat duka, dan sangat kontras, suasana duka hanya ada doa yang di bawa para bapak di RT tetapi tuan rumahnya sendiri tidak merasa berduka.


Selasa, 4 Mei 2010.

Habis shalat shubuh langsung membaca hafalan Al Quran Surah Al Imran ayat 84 – 91, di ulang- ulang biarlah Al Quran ini mendengar segala jerit hati, sebab otomatis Allah yang maha mendengar akan menolong dan memperhatikan, dan diberi jalan keluar.

Setibanya di kantor

Dapat e-mail dari Avivi- mind yang isinya sbb:

Halo Pak Sis,

Mudah2an surat ini menemui Anda dalam keadaan sehat demikian juga dengan keluarga

Pak, sampai saat ini, kami belum mendapatkan tempat yang sesuai dengan keinginan kami untuk membuka sekolah kejuruan seni tari dan gambar, untuk itu, sampai kami mendapatkan tempat yg kami butuhkan, maka project sekolah kejuruan ini mohon dianggap batal, apabila ada perkembangan beda, kami akan menghubungi Anda kembali.

Terima kasih atas interest Anda untuk bergabung.

Salam,

Bu Anita

Saya menggaris bawahi masalah batalnya, saya kan bukan penyelenggara sekolah, tetapi guru, dan sekolahnya gagal mendapat gedung berarti kegiatan ini di anggap batal, kok aneh ya, bisa saja aneh, orang- orang agama beda ini sangat sukar di pegang ucapannya. Kemudian ucapan terima kasih atas interes anda untuk bergabung, berarti ini adalah terakhir, hapus sudah keinginan pentas dengan anak- anak dengan membawa drama dan teater yang membangkitkan jiwa kebangsaan.

Jangan di tanggapi, itu yang merasuk di pikiran saya, sebab sewaktu wawancara kemaren sudah terlihat gelagat jikalau ia terlalu mengatur.

Dengan datangnya e mail ini secepat ini berarti meringankan saya untuk tidak berfikir masalah drama dan teatre lagi.


Rabu, 5 Mei 2010.

Design Rumah Modular


Kamis, 6 Mei 2010.

Design rumah modular, sudah sampai di tampak menjelang maghrib buka puasa di kantor, bawa sate, masuk rumah jam 22.00

Jumat, 7 Mei 2010

Sewaktu berangkat, macet di jalan mampir, e malahan ada orang mejeng di pinggir jalan, sedekatnya, kasih suara keras untuk jalan jangan berhenti, terkejut dia.

Melanjutkan design rumah madular tetapi perkembangannya sedikit, mengalami kelelahan.

Ke supermarket carefure beli susunya Fifi 3 boks, satu boksnya seberat 1000 gram.

Beli ikan juga di giant supermarket.

Menjawab tantangan kerja di konsultan jogjakarta, samavi.nl.

Tyas rencana berangkat sore ini dari Denpasar naik keretaapi.

Sabtu, 8 Mei 2010.

Perkawinan anaknya pak Yapis tetangga


Sejak kemaren sore sudah mengetahui jikalau sabtu pagi ini akad nikah akan dilakukan di rumah kediaman kemanten wanita.

Sesampainya di sana di daulat menjadi saksi nikah sehingga harus berani menyatakan syah dan tidaknya nikahan ini kemudian menanda tangani surat nikah, acara makan siang dan pulang.

Jam 11.00 sudah di rumah

Minggu, 9 Mei 2010.

Tyas datang, sampai jam 07.00 saat Tyas ada di perempatan Cileungsi, saya dengan istri malahan masih di pasar, pulang saja dulu tyas.

Senen. 10 Mei 2010.

Buka puasa di kantor, shalat isya, jam 22.00 malam, perut dingin dan masak nasi dua genggam dan makan lagi dengan lauk yang tersisa tadi buka puasa.


Selasa, 11 Mei 2010.

Jam 03.00 alrm Hp berbunyi, dan betul- betul bangun jam 03.12 langsung shalat tahajud, ruang kantor yang saya tidur di dalamnya pagi ini sangat sepi, takut sih tidak walau yang diterangi hanya meja saya saja, tetapi tidur termasuk sukses.

Ngaji setelah shalat Tahajud.

Jam 04.12 turun untuk pergi ke Masjid kompleks perumahan PU, berjalan menuju pintu depan dan Satpam yang tidur di depan pintu saya bangunkan untuk meminta kunci sebab akan ke masjid.

Berjalan dibawa lebatnya dedaunan di gelap di awal hari, diterangi lampu jalanan yang meremang.

Dan masjid yang tampak dari kejauhan ternyata masih sepi.

Di tempat shalat sunah, kemudian datang seorang jemaah shalat dan ternyata ia adalah pak Nawawi yang pensiunan Binamarga. Ia bertanya kok pagi- pagi shalat di sini, nglembur, saya bilang saya lagi mengejar waktu menyelesaikan sayembara di Afrika Barat.

Jam 05.10 saat memasuki kantor, langsung naik ke atas untuk mengambil panci yang pernah di bawa ibadah haji dan beras untuk masak nasi lunak pagi- pagi.

Jam 05.30 sudah makan nasi hangat dengan lauk yang disisihkan makan buka puasa kemaren sore.

Enak bener hidup dalam kesederhanaan ini.

Yang penting takwanya

Jam 13.00 rumah modular telah selesai di kerjakan, tahap berikutnya adalah pengiriman, ternyata komputernya sangat lambat, sampai jam 15.11 saat adzan ashar di kumandangkan , pengiriman gagal

Pulang, tinggalkan kantor yang semalam di tiduri untuk mengerjakan sayembara rumah modular bagi masyarakat Ghana Afrika Barat.

Tas penuh pakaian ganti sehingga terlihat gemuk

Hujan turun

Pasang plastik hujan di perempatan Fatmawati.

Sewaktu melewati Plaza Kramatjati, teringat pesan istri untuk membelikan buku buat Astari.

Motor di parkir di gang kecil ternyata banyak gerobak dorong yang di parkir disitu.

Berjalan menyebrang jalan menuju Plaza Kramatjati.

Di Plaza ini Gramedia di letakan di atas sekali, akhirnya dapat bukunya Astari.

Perjalanan macet total dihadang di depan Taman Buah Mekar sari

Kalau macet begini bisa hilang maghribnya, dan terang langit semakin menghilang, setelah lancar sedikit, masuk masjid di ujung jalan Gandoang untuk mengerjakan shalat maghrib.

Setelah itu berangkat lagi menuju rumah yang tinggal 990 meter

Setibanya di rumah, suasana gelap mati PLN.

Shalat isya berjamaah dengan anak- anak dan istri di bawah gelap.

Makan malam

Tidur lagi.


Rabu, 12 Mei 2010.

Sengaja berangkat pagi sekali dari rumah untuk mengejar speed koputer kantor, sebab kalau siang sedikit saat orang sudah banyak masuk , komputer jalannya lambat, setibanya di kantor langsung buka komputer dan kirim berkas sayembara ke belanda dan langsung di terima, bukti penerimaan ada di bawa ini.

Hi,

Thank you for uploading your design. The winning designs will be announced in June. You will receive more information about the awarding ceremony later. After the awarding ceremony, your design will be published and shared on the Open Source House platform.

Thank you for participating in the Open Source House Design Competition!

Kind regards,
The Open Source House Team

BBC Indonesia 11 Mei 2010

Paus tegaskan dosa dalam gereja

Paus Benediktus dianggap paling pro-aktif dalam menghadapi skandal

Paus Benediktus XVI mengatakan skandal pelecehan seksual atas anak-anak oleh pendeta menunjukkan bahwa ancaman terbesar gereja berasal dari "dosa di dalam" gereja itu sendiri.

Hal itu disampaikan Paus ketika berada dalam perjalanan ke Portugal.

Para pengkritik sebelumnya menuduh Vatikan berupaya untuk menuding media dan para penentang gereja yang menyebabkan eskalasi dari skandal tersebut.

Namun Paus membuat tegas bahwa asalnya dari dalam gereja itu sendiri dan mengatakan pengampunan tidak bisa menggantikan keadilan.

"Hari ini kita lihat dengan cara yang benar-benar menakutkan bahwa ancaman terbesar terhadap gereja tidak berasal dari musuh di luar namun adalah lahirnya dosa di dalam gereja," kata Paus kepada para wartawan di dalam pesawat yang menuju Portugal.

Paling pro-aktif

Paus menambahkan bahwa gereja amat perlu untuk menyadari bahwa harus ditempuh penebusan dosa dan menerima penyucian diri.

Komentar ini merupakan tanggapan yang paling langsung terhadap pertanyaan yang diajukan wartawan selama ini dan juga merupakan pernyataan yang paling keras sehubungan dengan skandal pelecehan seksual anak yang melibatkan sejumlah pendeta Katolik.

Dalam beberapa bulan belakangan, muncul sejumlah tuduhan bahwa pihak berwenang di Eropa dan Amerika Selatan serta Utara gagal menangani skandal ini dengan tepat dan kadang hanya memindahkan pendeta yang bersangkutan ke paroki baru, yang justru membuat anak-anak lain menghadapi risiko.

Paus Benediktus sendiri dituduh menjadi bagian dari budaya merahasiakannya dan tidak mengambil tindakan tegas atas paedofilia ketika dia masih bertugas sebagai kardinal di Roma.

Bagaimanapun para pendukunyanya mengatakan bahwa Paus Benediktus XVI merupakan paus yang bersikap paling pro-aktif dalam menghadapi kasus-kasus pelecehan di kalangan gereja, seperti dilaporkan wartawan BBC David Willey yang meliput kunjungan Paus ke Portugal.

Kunjungan ke Fatima

Penerbangan Paus ke Portugal ini dibayang-bayangi abu gunung berapi dari Islandia namun pesawat yang membawa Paus mendarat tanpa masalah di ibukota Lisabon.

Dalam kunjungan selama empat hari ke Portugal, Paus antara lain akan melakukan misa umum di Lisabon dan berkunjung ke tempat ziarah Fatima.

Walau sekitar 90% warga Portugal beragama Katolik, hanya sekitar 20% saja yang menghadiri misa secara rutin.

Dan Paus ingin mengatakan kepada warga Portugal agar mencari penghiburan dalam keyakinan mereka saat menghadapi kesuaraman kesulitan keuangan.

Portugal merupakan salah satu negara yang terpukul berat oleh masalah ekonomi yang juga dirasakan oleh sejumlah negara Eropa.

Puluhan ribu orang akan hadir dalam misa umum di Lisabon pada hari Selasa, namun puncaknya adalah kunjungan ke Fatima yang diperkirakan akan dihadiri sampai 500.000 jemaat.

Fatima merupakan salah satu tempat ziarah yang penting bagi umat Katolik di seluruh dunia. Di tempat ini pada tahun 1917, tiga gembala Portugal melihat penampakan Bunda Maria.


Kamis, 13 Mei 2010.

Libur Hari Kristen, bangun sekitar jam 04.00 sehingga agak terlambat untuk shalat Tahajud sebab hanya shalat 6 rakaat tiba- tiba shubuh langsung masuk, hari hujan gerimis dan agak lebat sedikit, pagi mendung masih menggantung.

14.23 Hujan agak deras, bocor, dan ngepel di lantai atas, tiba- tiba ember yang saya pegang terlepas dan airnya merata di lantai, ngepel lagi.


Jumat, 14 Mei 2010

Siang hari dapat SMS dari Tyas ( di rumah ) jikalau ia di terima kerja praktek lapangan di PT EMI, Cileungsi.

Saya menjawab SMS itu harus bergembira dan makan enak

Malahan di balas SMS tersebut dengan tulisan jangan lupa kalau pulang membeli bijinya bakso langganan.

Sehingga sebelum pulang sempat ke supermarket Giant untuk membeli lauk ( daging 800 gr Rp 33 000,- 0,6 Kg Ikan Bandeng Rp 16 000,- 1,5 kg Ikan selar Rp 20 000,- Ayam satu bunder Rp 17 000,- Buah Apel 1 kg Rp 10 500,- total habis Rp 100 000,- dan keperluan sikat gigi dan baksonya di beli di jalan Kesehatan sewaktu perjalanan pulang, satu kantong plastik 1 Kg seharga Rp 25 000,- rasanya enak.


Sabtu, 15 Mei 2010.

Ngaji atau membaca Al – Quran sejak pagi, kemudian dilanjutkan hingga shalat Dlhuha dan membaca lagi, bacaan hafalan, sehingga harus sering di ulang- ulang agar tetap ingat.

Kemudian ada waktu sedikit ngaji lagi, dan siang harinya mendung sangat gelap dan hujan yang turun sangat deras, sampai bocor atap dibuatnya.


Minggu, 16 Mei 2010.

Pagi hari masih sempat ke pasar dan sepulangnya dari pasar sempat mencuci pakaian hingga tuntas, itupun di bantu setelah minum jus sayur.

Terasa hangat yang berarti metabolisme bekerja setelah minum jus sayur pagi ini, yang bahannya banyak buncisnya, nenas, mengkudu sedikit, terong ungu, lobak

Sang hari hujan turun lagi.


Senen. 17 Mei 2010.

Berangkat langsung ke kantor Departemen Pekerjaan Umum, untuk merealisir faks dari BPJT yang diterima hari Jumat, jikalau data yang dicari sudah di siapkan agar di ambil, Tyas ikut, sebab Tyas akan ke rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mengawali proses tranfusi darah. Disebabkan sedang terjadi perbaikan jalan di ruas Cileungsi Gandoang, maka sudah di pastikan jikalau Tyasnya ikut naik Angkot akan terlambat tiba di RSCM.

Berangkat dari rumah jam 06.00, dan Fifinya ikut juga sebab ia akan masuk pagi, yang penting ber doa sepanjang jalan, dan betul juga setelah tiba di sekolahannya Fifi, sekolahannya masih kosong, tetapi sudah ada satu anak perempuan kelas satu temannya Fifi yang duduk di pinggir ruang kelas, sehingga Fifi begitu tiba sudah ada temannya.

Maju lagi 3 km ternyata macet yang diperkirakan sudah mengular. Banyaknya karyawan pabrik yang mengejar masuk pagi dan berbaur dengan pegawai lainnya yang hendak ke jakarta, jangan tanya yang namanya mobil, berhenti total.

Sepeda motor maju selangkah demi selangkah, akhirnya di 10 meter depan terlihat ramai- ramai pengendara motor belok kiri, saya ikut belok kiri, dan memasuki jalan tikus dan becek, dan belok belok entah tembusnya ke mana, tetapi entah bagaimana saya belok kanan berarti akan menjumpai jalan yang baru saja diu tinggalkan.

Betul juga setelah melewati beberapa kali tanah licin setelah hujan semalaman, walau motor di cuci bersih sekarang bergudalan lagi wajahnya, penuh lumpur di sana sini.

Saya samapi di pinggir jalan raya yang tadi di tinggalkan, diperkirakan dari titik saya belok ke kiri tadi dengan yang sekarang sekitar jarak 300 m saja majunya.

Tapi ada untungnya, posisi di jalur yang bergerak, sehingga tidak perlu menunggu lama motor sudah maju dengan perlahan lahan, mengikuti laju kendaraan di depannya, kubangan air tidak bisa di hindari, ya, di terjang saja.

Setibanya di perempatan Cileungsi Tyasnya turun naik angkot 56 tujuan Celilitan Cawang dan saya melaju terus ke departemen.

Sewaktu memasuki lapangan parkir Departemen ( parkir di perumahan Rakyat ) berjalan kaki melewati barisan penjual makanan dimana saat pagi ini banyak orang sarapan, dan saya berjalan kaki menuju ke Masjid Al Ashar untuk menyerahkan sodaqoh, ada hal baru yang saya lihat di depan sekolah UAI Universitas Al Azhar Indonesia adalah halam depan yang di jalan raya di kapling untuk parkir sepeda motor para mahasiswa. Kekurangan lahan parkir ini pastinya.

Doa sudah di ucapkan dan sodaqoh telah di catatkan di komputer atas nama Yasin anak nomer empat. Kemudian berjalan menuju ke Departemen melewati pintu belakang untuk naik ke lantai tiga menjumpai pak Hendar.

Disana pak Hendar memberi tahukan jikalau BPJT telkah pindah ruang kerjanya di Trunojoyo.

Parkir di kantor BPJT dan naik ke lantai dua, disana naik lagi ke lantai tiga dan turun lagi kelantai dua sebab yang bersangkutan lagi ke luar Negeri sehingga banyak orang yang tidak tahu apa yang dimaksudkan dalam surat, tetapi akhirnya anak- muda di lantai dua mau membantu dan mengetahui jikalau saya dari Balitbang maka buku- buku sebanyak empat buku tebal itu di berikan ke pada saya dalam status pinjam.

Balik lagi kekantor di pasar jumat dan tiba di sana jam 12.00

Dana Haji Rp4,25 Triliun Ditaruh Pemerintah di SBSN

Senin, 17 Mei 2010 11:53 WIB

JAKARTA--MI: Pemerintah menempatkan Dana Haji sebesar Rp4,25 triliun yang dikelola Kementerian Agama ke Surat Berharga Syariah Negara seri SDHI 2013 A.

Kepala Biro Humas Kemenkeu Harry Z. Soeratin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/5), menyebutkan, penempatan dana haji pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) itu melalui metode private placement. "Pada hari ini, 17 Mei 2010, Pemerintah menerbitkan SBSN seri SDHI 2013 A dengan metode private placement," kata Harry.

Menurut dia, penempatan dana haji ke SBSN itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menkeu dengan Menag pada 22 April 2009 mengenai Mekanisme Penempatan Dana Haji dan Dana Abadi Umat pada SBSN. Harry menyebutkan, imbalan yang diberikan dana penempatan dana itu berupa fixed coupon sebesar 7,55 persen per tahun, akan jatuh tempo 17 Mei 2013, pembayaran imbalan tiap tanggal 17 setiap bulannya mulai 17 Juni 2010, tanggal pembayaran imbalan terakhir 17 Mei 2013.

SBSN jenis Ijarah Al-Khadamat yang diterbitkan pemerintah melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia itu bersifat nontradable. (Ant/OL-04)

Hubungan internet hari ini di kantor sangat jelek, entah apa sebabnya, yang jelas harus bersyukur sebab pengiriman dokumen sayembara telah di kirim tanggal 12 Mei kemaren.


Selasa, 18 Mei 2010.

Berkali kali memompa ban tapi kempes saja bawaannya, pagi tadi sebelum berangkat ban depan motor diperhatikan kurang angin pompa, dan saat berangkat setelah Tyas dan Fifi nya naik malahan ban belakang kempes, mapir di rumahnya Sarjono, pinjam pompa dan pompa lagi ban belakang dan ban depan, kemudian berangkat, setelah Fifi turun di depan sekolahnya, motor berangkat lagi memasuki wilayah mekacetan lalu lintas kerena perbaikan jalan.

Aman, tetapi setelah melewati PLN terasa ada ngak beres di ban belakang, kemudian minta angin dengan membayar Rp 500,- setelah itu berjalan secepatnya ke perempatan agar Tyasnya cepat pindah angkutan dan terbawa menurut jadwal pengambilan darah cuci di PMI Kramat, Senen.

Setelah Tyas naik angkot 56, saya ke tambal ban, saat itu ban depan terlihat lemah lagi dan di pompa, tetapi ban belakang terlihat kuat sehingga ngak jadi di tambal, berangkat lagi, melewati Masjid Jamie Cileungsi dan mampir, shalat dluha di sana, kemudian berangkat lagi. Sampai kantor 08.30.


Rabu, 19 Mei 2010.

Kamis, 20 Mei 2010.

Berburu tiket promo lion air, pagi sudah berangkat jam 05.30, terjebak macet sebab jalan sedang di perbaiki di Gandoang, sekitar 30 menit tidak bergerak, akhirnya memberanikan diri belok ke kanan, semalaman hujan sehingga pagi ini jalan tanah ini becek dan licin, berkali- kali hampir jatuh, akhirnya juga keluar dengan beberapakali tergelincir.

Ban belakang tidak bisa melewati akar pohon sampai ada seseorang yang menolong mendorong motor.

Setelah itu memasuki jalan yang sama dan titik kemacetan sudah di lewati sekarang lancar.

Di masjid Al Mujtahid ( dahulu disebut masjid kuning Cibubur ) shalat dlhuha dan mencuci motor yang terlalu berlumpur, sebab akan memasuki jakarta biar ngak berlumpur banget.

Sampai kantor jam 08.30

Telepon ke Lion Air ngak nyambung- nyambung

Garuda harga promonya Rp 857 000,- ngak di ambil Jakarta Denpasar

Sriwijaya Jakarta Denpasar harga promonya Rp 475 000,- juga ngak di ambil

Kembali tanya 108 mana nomer lain dari lion air

Di berikan nomer lain dan bisa nyambung, dapat harga promo penerbangan jakarta denpasar jam 16.45 seharga Rp 360 000,- hari Sabtu besok 22 Mei, tapi tiket harus sudah di bayar sebelum jam 13.00 ini hari.

Sekitar jam 10.30 keluar dari kantor menuju perwakilan Lion Air di jalan terusannya Pondok Indah ( Jln Syah Iskandar ) ternyata sampai di sana tiket yang di pesan di call center lion air ngak bisa di ambil disini harus di ATM, sehingga ia mau membantu mintai nomer atm pembayarannya, setelah itu saya di anjurkan ke Bank Mandiri 100 meter di utara bangunan ini.

Di ATM Bank Mandiri, sebab baru pertama kali ini melakukan transaksi pembayaran tiket di ATM

Akhirnya sukses dan keluar cetakan/print out nya dan kembali lagi ke Lion Air Jakarta Selatan dan disana di ajari bagaimana kalau nanti membeli tiket di Call Center lagi dan membayarnya di ATM terdekat.

Kembali lagi ke kantor, langit ter iring mendung, sangat ngak enak kalau kehujanan siang ini.

Saat pulang setelah Shalat Ashar di kantor berjamaah, langit mendung dan tetap saja pulang, ternyata setibanya di halaman parkir motor hujan juga turun, proses memasang plastik pelindung badan dari kehujanan, agar badan awet sehatnya.

Betul juga sepanjang jalan sejauh 45 km dari kantor sampai ke rumah hujan melulu.

Dan setibanya di rumah, ini hari kan puasa hari Kamis, sudah di persiapkan bukaan puasa berupa teh panas hangat, enaknya luar biasa.

Gesang Meninggal.

Jumat, 21 Mei 2010

BERITA

Gesang Titip Wasiat Lestarikan Keroncong




Jumat, 21 Mei 2010 10:35

Kapanlagi.com - Maestro keroncong Gesang Martohartono (92) sebelum berpulang berwasiat (berpesan) kepada masyarakat untuk melestarikan keroncong sebagai bagian dari seni dan budaya Indonesia.

"Pesan terakhir, beliau menyuruh melestarikan keroncong," kata Yani Effendi, anak keponakan Gesang, di Solo, Kamis (20/05) malam.



[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]

Gesang meninggal dunia pada Kamis sekitar pukul 18.10 WIB di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Solo, setelah mendapat perawatan sejak Minggu (16/5) karena sakit.

Jenazah Gesang rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pracimalaya, Makam Haji Surakarta, Jumat (21/5).

Yani yang menunggui Gesang selama dirawat di rumah sakit itu, mengatakan, sejak Kamis siang Gesang minta pulang ke rumahnya di Kemlayan, Solo. Tetapi, katanya, dokter tidak mengizinkan karena kondisinya kesehatannya belum membaik.


Jenazah almarhum rencana berangkat dari rumah duka di Jalan Bedoyo Nomor 5 Kemlayan, Serengan, Solo, Jumat (21/5) pagi. Jenazah kemudian disemayamkan terlebih dahulu di Pendapi Gede untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin mewujudkan penghormatan mereka kepada Gesang. Jenazah kemudian diberangkatkan ke pemakaman. (ant/dar)

Hujan masih mengucur, motor mengalami gangguan, perlu istirahat setelah berpayah- payah kemaren sore mangarungi hujan.


Sabtu, 22 Mei 2010.


Jam sudah menunjukan 10.00 saya ingatkan Tyas untuk secepatnya berangkat ke Bandara Cengkareng, tetapi Tyasnya menjawab nanti pa kalau sudah shalat Dzhuhur.
Saya khawatir saja sebab tiket keberangkatannya Tyas adalah tiket promo yang termurah ke Denpasar, sehingga tidak bisa dikembalikan lagi kalau terlambat.
Akhirnya saya bijaksanai dengan sebelum masuk shalat Dzhuhur , saya sudah mandi dahulu dan mulai melakukan shalat sunah terlebih dahulu, dan tepat juga Tyasnya sudah ribut akan mandi dan persiapan berangkat, saat adzan Dzuhur terdengar semua mengerjakan shalat, setelah shalat selesai persiapan final berangkat, turunkan motor, panaskan mesin, sebab kemarennnya kehujanan dan mogok ini motor di rumah, akhirnya motor hidup, Fifinya sudah siap ingin ikut mengantar mbaknya ke perempatan, berangkat dengan lambaian tangan dari ibunya.Memasuki gang penghubung ke jalan raya, ada anjing kampung tidur di jalan, dan setelah lepas di gang sudah terlihat ekor kemacetan sebab jalanan sedang di perbaiki.Maju perlahan lahan sambil terus membaca doa dan shalawat Rasullulloh, akhirnya lancar, recananya akan menurunkan Tyas di ujung kemacetan, sering di tempat itu banyak angkot yang menjemput pejalan kaki yang keluar dari kemacetan lalu lintas.
E ...malahan siang hari ini tidak ada angkot sebiji pun yang parkir, semua terhambat jalannya di kemacetan di belakang.
Sehingga motor maju terus menuju ke perempatan Cileungsi, untuk menstranfer Tyasnya ke angkot 121 menuju Kampung Rambutan.
Tyas sudah turun dan motor kembali pulang bersama Fifi, dan kembali berjumpa kemacetan yang sangat parah, maju perlahan- lahan dan berhenti dan maju danm berhenti sampai tembus kemacetan dan masuk rumah jam menunjukan 13.00

Wah payah bener, baru terpikirkan sampai dimana Tyas, tetapi niat akan menghubungi Tyasnya untuk sekedar bertanya sudah sampai dimana sebab waktu lapor ke Bandara jam 14.00 siang, tetap gagal, sebaiknya tidur saja
Dan saat adzan ashar di kumandangkan baru berani telepon Tyas ernyata ia sudah sampai dimana ia sedang lapor di meja pemberangkatan Lion Air sore hari ini.
Akan menghubungi Tyas nya kembali saat jam menunjukan 16.45 tetapi semua keluarga lupa sebab asyik menonton cinema jepang yang meceritrakan bagaimana seorang lelaki pemalu yang berjumpa dengan wanita Jepang.Saat di hubungi Tyasnya melalui Hp, Hp nya mengisyaratkan bunyi tertentu yang berarti Tyasnya telah memasuki badan pesawat atau pesawat telah terbang.
Saat adzan Isya di kumandangkan ternyata Tyasnya sedang dalam perjalanan naik motor di jemput dengan teman wanitanya se indekostan dari terminal Udara Ngurah Rai Bali ke Denpasar.
Membayangkan naik motor malam- malam di denpasar.
Ibunya sangat bersyukur pada Allah SWT sebab berhari- hari Tyas di Jakarta di rawat di RSCM dan sekarang sudah di Denpasar


Minggu, 23 Mei 2010.

Ke Pasar dan lumayan hasilnya, yang di sayangkan adalah lamanya, sebab sampai tiga kali bolak balik dari pasar ke parkiran motor, sebab di balik yang ke dua di parkir motor, ibunya dan Fifi yang ikut juga ke pasar pagi itu sudah menanti di parkir tetapi uang yang tersisa di tangan hanya Rp 10 000,- sedangka uang yang tersisa di tangan saya Rp 17.000,- akhirnya di gabung menjadi Rp 27 000,- artinya kembali lagi masuk pasar membeli yang belum terbeli sambil mencukupkan uang tersisa Rp 27 000,-

Jalan masuk sendirian sebab Fifi dan Ibunya memilih menunggu di motor, dan saya terpikirkan untuk membeli tempeh yang terpotong terkecil untuk di buat korek tempeh, dan betul juga untuk memasuki pasar menjumpai si pedagang tempeh terpotong kecil ini sangat lama sebab jalanan beceknya setengah mati.

Akhirnya tiba juga di depan pedagang tempeh ter iris kecil kecil itu, saya membeli Rp 4000,- tempeh dengan mendapatkan 4 batang tempeh terbungkus daun pisang dan saya minta sekalian di iris tipis untuk dibuatkan korek tempeh di rumah dan ia menyanggupi, sambil menunggu ia memotong tempe saya menghitung uang, uang tersisa Rp 23 000,- kemudian di tempat yang sama saya minta tauge 1 kg seharga Rp 5 000,- berarti uang tersisa Rp 18.000,- kemudian sambil berjalan pulang menuju parkir motor menjumpai pedagang sayur asem lengkap saya minta Rp 3000,- sudah banyak isinya, keputusan untuk membeli sayur asem Rp 3000,- datang setelah saya melihat ada seorang pedagang membeli sayur asem Rp 3000,- kok banyak sekali dapetnya, di bandingkan saat itu saya sedang memilih 3 bungkus sayur asem yang di hargai Rp 1000 se bungkusnya, dan bungkusannya kecil- kecil.

Uang tersisa Rp 15 000,- capek juga menghabisi uang ini, akhirnya membeli tahu Rp 6000,- dapet 20 butir, tinggal Rp 9 000,-

Ada pedagang ikan asin dan mencari ikan asin yang ada dagingnya dan dapt seharga Rp 9000 untuk ukuran ¼ kg

Pulang ketempat parkir sambil membawa banyak barang.

Saat berkemas memasukan ke karung semua belanjaan itu, ternyata istri saya saat ini membawa karung beras yang kecil sehingga banyak barang yang ngak masuk ke karung.

Setibanya di rumah cepat di masak dan sebelum berpesta makan di hari minggu, secepatnya mengikuti kerja bakti RT untuk membangun Musholah dan setelah itu balik kerumah untuk ramai- ramai dengan anak makan berupa nasi dengan sayur asem lengkap sampai ada kacang nya segala, dan ikan asin serta sambel terasi dimana sebelumnya lombok bawang merah bawang putih dan tomatnya di goreng terlebih dahulu. Enaknya sangat sukar di lukiskan.


Senen. 24 Mei 2010.

Mengumumkan kepada tetangga kalau mau serius ke Bali harap siapkan uang paling sedikti Rp 1000 000 satu orangnya dan di pegang sendiri, kalimat ini keluar sebab melihat keberangkatan Tyasnya hari sabtu kemaren ke Denpasar para tetangga yang melihat ingin ke denpasar juga kalau ada yang mengajak, sehingga setelah di hitung tarif hemat dan memuaskan ya Rp 1000 000,- naik kereta api ekonomi dan bisnis untuk penggal surabaya denpasar.


Selasa, 25 Mei 2010.

Menemukan data lama tahun 2003.

Laporan Kegiatan

:

Mewakili Undangan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Sekolah Pimpinan Nasional

Hari / Tanggal

:

Selasa, 7 Januari 2003

Jam

:

19 00 - 23.15 WIB

Tempat

:

Sarina Jaya, Lantai 14,

Jl MH Thamrin Jakarta Pusat

Acara

:

Pembahasan Persiapan Pelaksanaan Program Kerja

I Pembukaan ( Sekretaris Bpk Riptono Sri Mahodo )

II Paparan Pendahuluan ( Ketua Umum Bpk Muhanto AQ )

Menyepakati untuk menjadikan malam Rebo sebagai malamnya kegiatan alumni. Sebab malam-malam sebelumnya selalu diisi kegiatan keluarga dan tugas tambahan, dan setiap selasa malam rebo biasanya kegiatannya berkurang,

Tugas alumni sudah dirumuskan dalam kegiatan Pokja,

Pokja I : Menyiapkan pertemuan silaturahmi seluruh alumni dari angkatan I hingga terakhir ( alumni SESPA LAN, SESPANAS, SPATI, dan DIKLATPIM ), rencana kegiatan jangan melewati bulan Januari 2003, tempat diusahakan yang tidak berbau lembaga pemerintahan, contohnya jikalau acara pertemuan alumni digelar di aula departemen dalam negeri, kemungkinan issue yang berkembang adalah Menteri Dalam Negeri sedang ada apa – apanya dengan para alumni, oleh kerena itu diusahakan lokasi yang bersifat netral, dari masukan yang sudah di tampung terpilih RRI di Kuningan, Jakarta Pusat.

Pokja II : Mempersiapkan Position Peper yang akan disampaikan ke Presiden, diperkirakan pada bulan Maret dan April 2003. Kandungan position peper tersebut menyentuh Reformasi Birokrasi dan action Plan Organisasi.

Ada pesan dari sebagian besar anggota, organisasi ini bersifat terbuka, jangan dikritik, sebab sewaktu saya (Bpk Muhanto AQ ) mau ditunjuk sebagai ketua banyak yang mensyukuri untung kok mau- mau nya, kita ini sudah menjadi para pemimpin sehingga permasalahan sesulit apapun kita bisa men set untuk bisa mengatasinya, saya sedang mencari buku memimpin para pemimpin tapi tidak ada, contohnya malam ini diundang 50 yang hadir 18 orang masih mending ada yang mau mewakili, hormat dan salam saya buat bapak Joko Kirmanto.

Sampai hari ini ada tiga pelamar yang ingin bergabung dengan kita :

1. dari KNPI, yang memang merasa perlu ada kasus- kasus dimana mental kepemimpinan itu perlu dimunculkan tanpa melalu jalan panjang yang menekan.

2. dari LSM dan

3. dari Departemen Dalam Negeri untuk menjadikan organisasi ini sebagai organisasi pembaharu pemerintah.

III Penjelasan sekretaris tentang nama-nama yang di dudukan dalam pokja I dan pokja II sesuai hasil rapat 22 Desember 2003. Bapak Joko Kirmanto masuk dalam Kelompok Pokja II.

IV Diskusi – Diskusi.

1. Masukan dari Bapak Lalu Sudarmadi, menyarankan bahwa kita belum melakukan reformasi sektor publik.

2. Masukan dari Ketua Pokja I, memanfaatkan media TV, Surat kabar dan radio untuk mengkapanyekan pertemuan, diperkirakan yang hadir keseluruhan dalam pertemuan silaturahmi halal bil halal akhir bulan ini sekitar 200 orang.

3. Masukan dari sekretaris ( Bapak Riptono Sri Mahodo ), kerja aklan dilakukan mulai esok hari, rencana tatap mukla mungkin minggu depan.

4. Masukan dari Bapak Nyoman Sumaryadi, issue yang menarik sebagai key note sewaktu penyampaian position peper buat Pokja II adalah issue pemilihan presiden langsung, gubernur langsung dan bupati langsung. Kemudian issue jabatan politis, setiap menteri boleh mengangkat 1 atau 2 orang dari partai politik untuk duduk di koordinasi kerja menteri bersangkutan, hal ini yang perlu di bicarakan di organisasi sehingga bisa memberikan jalan keluar buat Presiden.

V Penutup, yang hadir malam hari ini wajib datang minggu depan, undangan menyusul.

Saat pulang sore hari, hujan menderas sejak awal kantor, setiap hari di guyur hujan, hujan memang menjadi perhatian, saya yakin walau sudah di bungkus serapi mungkin yang namanya air pasti merembes.

Hujan terus turun.

Banyak tempat sudah di tinggalkan untuk menuju pulang tetapi hujan rintik masih menghias. Sepanjang jalan membaca shalawat rasullulloh.

Setibanya di Cileungsi kemacetan akibat perbaikan jalan terjadi semakin parah, sore sudah menjelang dan langit sudah abu- abu redup.

Memberanikan belok kanan, jalan angkutan truk tanah, kerikil, jalan agak licin sehingga pelan, pemandangan sunyi disisi Taman Buah Mekarsari, mencekam jiwa, sendirian, ada seseorang yang menyalip dan sambil berteriak Pak Haji jalan terus, saat saya ragu akan belok kiri.

Terus jalan di kesunyian senjah, pepohonan membentuk siluet abu- abu dan hijau, suasananya sedikit mencekam, sebab tidak ada orang di depan dan di belakang.

Jumpa dengan truk besar pengangkut tanah, saya angkat tangan untuk minta jalan, truk itu terlihat berhenti, sehingga saya bisa perlahan melintasi sisi truk.

Akhirnya tekanan perasaan akibat berjalan di jalan pintas kemacetan di sisi Taman Buah Mekar Sari, berakhir, dengan melihat di kejauhan ada cahaya neon, ini menandakan pertemuan jalan kompleks perumahan lewat belakang. Tetapi kesan saya sewaktu melihat kebelakang sambil memberi salam kepada penjaga jalan, jalan ini jauh.

Memasuki jalan menuju kompleks perumahan puri cileungsi, langit sudah sangat redup dan maghrib sudah lewat beberapa menit, jalanan bergelombang, sebab jalanan ini merupana jalanan alternatip apabila kemacetan di jalan utama Jonggol Cileungsi sangat parah.

Naik turun naik turun seperti naik kuda cukup terasa di pinggang jikalau kecepatan di naikan sedikit.

Akhirnya rumah di capai juga dengan basah badan akibat terobosan air hujan yang menyelinap halus di robekan plastik hujan.

Ada oleh- oleh pak, ada kataku, sebab acara tadi pagi sewaktu pertemuan antara Bapak Menteri Pekerjaan Umum dengan para Pejabat Fungsional kelompok Pekerjaan Umum, saya sengaja tidak memakan kue itu, sebab sangat membahayakan, kerena enaknya, takut tidak bisa memberi sesuatu buat anak- anak.

Dan empal daging yang saya sisihkan sewaktu makan siang tadi masih kering dan Fifinya sangat suka, Sholat maghrib dulu kataku mengngatkan anak- anak, sementara hujan masih turun.


Rabu, 26 Mei 2010.

00.28 tengah malam, perut terasa lapar dan badan sedikit menggigil, saya tahu ini akibat kehujanan beberapa hari ini.

Turun untuk minum air dan naik lagi, tetapi juga ngak bisa tidur sebab kaki gatal terkena kutu air, turun lagi memasak air sedikit, setelah panas ambil serbet dan ujungnya di celupkan kedalam air panas dan secepatnya di pindahkan ke kaki yang gatal terkena kutu air, enak rasanya dan mendamaikan, kutunya pasti mati terkena air panas. Kemudian air panas itu di bawa keatas untuk istri sebab saya yakin musim hujan begini pasti kutu air meraja lela, istri sadar sewaktu air panas di tempelkan di jari- jari kakinya dan terasa gatal sebab kutunya bergerak memberontak.

01.00 turun lagi untuk memasak air untuk membuat teh sebab perut kok terasa lapar, dan istri menemani membuka singkong langsung di rebus sambil saya menemani duduk di dapur.

02.00 setelah makan singkong berkali- kali, sebab ngak bisa satu kali jam suad waktunya memasuki saat shalat Tahajud, kesanalah saya berdiri bersama istri.

Setelah itu tidur lagi sampai adzan shubuh membangunkan.

Saat berangkat ke kantor

06.30 Kemacetan pagi ini terjadi di ujung jalan yang sedang di cor beton hanya beberapa ratus meter dari mulut gang dimana saya keluar masuk menuju rumah dari gang itu.

Tetapi sebelum keluar gang kemacetan sudah terlihat, di buktikan dengan berhentinya truk- truk.

Terpikirkan pagi ini kepingin untuk menengaok Pak Kosim yang dirawat di Cariu, tetapi kerena ada hari jumat besok libur sebaiknya hari Jumat saja.

Sewaktu sore hari dalam perjalanan pulang dari kantor, badan terasa demam

Sudah terbayang penyakit yang mendera, enak rasanya kalau bisa baring, terasa penat berkendaraan motor, dan setibanya di rumah sementara ibunya pergi pengajian hari rabu, saya langsung membaringkan badan di depan televisi.

Sementara itu Yasin yang akan men stepler harian kompas yang di bacanya ia berkata Kaclip kaclip, mana kaclip, dicari menghilang, ngak dicari datang, kaclip kaclip.

Kemudian ibunya datang sembari memberikan kue yang ada untuk saya agar bertahan, kemudian saya minta di kupasi kunyit untuk mereda demam, setelah menguyah kuyit dan langsung di telan langsung di susul dengan minum air hangat dan secepatnya persiapan shalat Maghrib yang sudah beberapa saat lama datangnya.

Kemudian makan malam dan dilanjutkan shalat isya dan langsung ambil istirahat tidur.


Kamis, 27 Mei 2010.

Jam 00.18 terbangun sebab perut terasa lapar dan dingin, turun untuk menuangkan air hangat, terasa hangat di perut dan bisa tidur lagi.

Tia, tiba perut melilit dan secepatnya istri terbangun untuk mengupaskan kunyit, saya kunyah dan langsung tertidur lagi.

Jam 01.30 terbangun lagi perut sudah agak enak dan minum teh hangat.

Istri melarang pergi ke kantor, sebab baru sembuh dari sakit.

Jam 13.00 siang demam sedikit naik, istirahat, jam 16.00 di buatkan susu jahe, dan makan malam di lalapkan daun pepaya.


Jumat, 28 Mei 2010

Sabtu, 29 Mei 2010.

Minggu, 30 Mei 2010.


Senen. 31 Mei 2010.

Jam Berangkat ke kantor dengan datangnya rasa sehat sekitar jam 06.20 mencuci motor yang beberapa hari di biarkan ngak ada yang membersihkan, kemudian mandi, shalat dlhuha dan persiapan berangkat, turun ke bawah dan makan sarapan sedikit berangkat bersama Fifi.

Setelah Fifi turun di depan sekolahannya, motor mulai antri kemacetan akibat perbaikan jalan di Gandoang, ternyata rantai motor salah duduknya, memang sewaktu tadi mencuci motor, rantai saya lihat kendor, tetapi ngak sampai kepikiran akan membenarkan, mencari bengkel yang kosong dan dapat di sekitar pintu air Mekarsari.

Menemani ngobrol si bapak muda usia dengan bengkel nya saya tanyakan akibat kemacetan seperti ini apa ada efek terhadap bengkelnya, ia menjawab kendaraan saja yang ramai tetapi tidak ada yang mampir.

Motor sudah dibongkar dan kedudukan rantai dibetulkan, mengapa motor selalu slip rantainya, sebab peristiwa ini sering kejadiannya.

Membayar Oke Vision TV berlangganan untuk melihat peluang pengetahuan alam di belahan bumi selain Indonesia.

Kantor masih sunyi.

Tiada ulasan: