Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, November 22, 2011

Hujan Deras Mendorong Motor minggu akhir Oktober




Sabtu 1 Oktober 2011

Sehabis shalat shubuh saya bilang dengan istri untuk tidak tidur melulu, akhirnya tawaran saya untuk berjalan pagi di setujui, pagi masih meremang, sebab ibunya harus menyiapkan sarapan untuk Yasin yang akan masuk pagi- pagi, akhirnya bisa juga berjalan pagi ini dengan bawahan seragam training hitam garis putih yang dibeli di Makassar 1989.

Memang cuaca agak terang sehingga banyak tetangga yang sudah bangun, jalanan masih berdebu sebab sudah lama ngak turun hujan, saat truck pasir pagi itu lewat debu beterbangan, ada jalan kecil kekiri langsung saja belok kiri untuk menghindari debu, jalan terus dan sedikit dipercepat, memasuki jalan sempit tetapi rumah kiri kanannya sudah padat tumbuh, jalan kecil itu tembus di jalan masuk perumahan Ambar permai, tidak belok kiri kearah perumahan Ambar tapi belok kanan kearah jalan raya Mampir - Cileungsi, jalan ini menyajikan pemandangan kering gersang berdebu, jalanan rusak, akibat lintasan truk pengangkut pasir dan tanah urug dengan kapasitas besar, keluar dari lintasan jalan berdebu ini setelah tiba di dekat rumah penyosohan bulir padi lantas belok kanan memasuki lorong kecil dan kalau diikuti terus jalan kecil ini akan memasuki wilayah penyedotan pasir, jalan berdua dengan istri ini banyak memperhatikan keadaan rumah rumah baru yang bermunculan secara intensif, secara tata ruang mereka tinggal dan membangun tanpa ada pembatas peraturan baik adat maupun hukum lainnya, hanya semua yang dibangun di relung terpencil perdesaan tersebut mencerminkan kebebasan berekpresi dan kemerdekaan beridea, bisa juga jikalau disepakati satu ruas jalan itu mempunyai karakter arsitektur, tinggal siapa yang membiayai.

Jam 10.00 ada berita jikalau kompleks perumahan Cileungsi akan diserbu oleh pendemo yang dibayar oleh pengusaha galian pasir, yang dalam proses pengadilan lingkungan minggu lalu di Bandung kalah perkara.

Terlihat disetiap sudut perumahan dijaga warga yang mempersenjatai diri, suasana agak tegang sebab mereka insan yang tidak pernah dihadapkan pada suasana yang mencekam seperti siang ini.

Setelah shalat Dzhuhur Fifinya akan berangkat sekolah, tidak ada ojek yang biasa mangkal di tikungan jalan untuk mengantar Fifi, sebab khawatir ada issue penyerbuan tadi, bermotor bertiga sebab ibunya ingin ikut mengantar Fifi sambil melihat suasana diluar Puri bagaimana ketegangannya, yang menandakan ketegangan itu hanya banyaknya polisi yang bersembunyi di balik pepohonan dan tidak sedikit juga yang kumpul di warung, sampai disekolah pun sepi, sampai ibu guru itu bertanya ke istri yang mengantar masuk Fifi ke sekolah " mengapa 12 anak sekolah dari lingkungan Puri Cileungsi ngak sekolah" istri mengatakan kerena ada isue penyerbuan tersebut.

Malam diujung hari setelah shalat Isya keluar ke Giant Matland, bertiga dengan ibunya dan Fifi, setibanya di Giant Matland ramainya sangat dan berjejal orang berkunjung, tujuan keluar ini untuk mencari cake ulang tahunnya Yasin besok, sekarang cake habis.

Ulang tahunnya Yasin banyak yang nyama in akibatnya cake habis terbeli.


Minggu 2 Oktober 2011

Setelah shalat Dlhuha berangkat ke pasar Cileungsi, bermotor, kali ini tujuan kepasar sangat singkat, setelah target terbeli ( wortel, buncis, tomat, daun salada air cukup banyak ) pulang dan setibanya di rumah membuat jus sayur ( wortel, buncis, tomat, buah mengkudu masak, daun salada, daun poh- pohan, timun, terong, nenas ).

Badan terasa segar, 09.00 keluar rumah lagi untuk menyiapkan kue ulang tahunnya Yasin, sekarang sudah berbekal ide sederhana, cari roti tawar dan sesampainya dirumah nantinya, roti itu disusun dan dilapis selai setelah itu di lumuri coklat cair, sebab bahan coklat sudah di dapur sejak bulan Juli kemaren, coklat itu hanya menunggu kapan saatnya dimasak, hanya niatnya saja yang suka terbang, sehingga ngak ter masak2.

Roti tawar sudah terbeli kemudian dilanjutkan mencari beras satu karung di pasar Cileungsi, kalau ke pasar pagi hari toko beras ini belum buka.

Tepat setelah shalat dzuhur acara ulang tahun Yasin sangat sederhana itu dimulai, diawali dengan membaca doa, kemudian makan nasi kuning, mie goreng dengan potongan ayam cincang, ayam goreng bumbu pedas dilumuri kecap, dan diakhiri dengan makan kue ulang tahun seperti tugu batas kota berwarna coklat gelap, sebab setumpuk roti tawar itu dilumuri dengan coklat cair.

Jam 20.20 menunggu anak2 yang keluar rumah mencari bakso.

Jam 21.56 terbangun sebab gigi geraham kanan berdenyut sakit, bersihkan lagi dan berkumur dengan anti bakteri pepsodent cair.

Jam 22.05 hujan deras turun dengan suaranya yang bergemuruh




Senen 3 Oktober 2011

Saat Tyas harus kerumah sakit Cipto Mangunkusumo, pagi ini Tyas berangkat bersamaan berboncengan sepeda motor, di perempatan Cileungsi Tyas turun untuk naik angkot 56, bermotor terus dan 08.15 di bank muamalat Cijantung, 09.00 antri di bank Mandiri Simatupang di urutan ke lima, 09.40 tiba dikantor, jam 09.50 ada undangan rapat pembahasan kegiatan pembangunan fisik Kementerian Perdagangan hari ini jam 10.00, hayoi hayoi apa sepuluh menit sampai disana melintas Jakarta dipagi ini dengan kesibukannya.

Setelah keluar dari kantor di Pasar Jumat, langsung ambil arah Kebayoran Lama, ikuti kesibukan jalan pagi itu dengan banyaknya potongan lintasan sehingga menghambat lajunya perjalanan, Jam 10.05 sudah di stasiun kereta api Kebayoran Lama ditandai dengan sirene lintasan kereta api yang berbunyi nyaring, kereta akan lewat, bermotor terus masuk kesibukan didepan kampus Mustopo Beragama, masuk kompleks Senayan, Semangi, nah disini ada pencegatan semua sepeda motor oleh polisi, Thamrin, belok kiri didepan Bank Indonesia, untuk balik kanan di jalur kanan, dan lurus menyusuri Taman Nasional Monas, Gambir, belok kanan di depan Kelautan dan Perikanan langsung masuk Kementerian Perdagangan.

Saat membaca nama direktur esselon dua di lapangan parkir, terpikirkan nama- nama instansi teknis yang berkaitan dengan perdangan terutama untuk urusan iternasional, adakah terobosan pemikiran didalam kepala ini, ada.

Yaitu tetap semua berkaitan dengan teknis dikembalikan ke teknis masing- masing, terlihat pemborosan anggaran yang disebabkan urusan teknis itu diserahkan ke non teknis, sehingga kementerian perdagangan bisa di turunkan levelnya tidak setingkat menteri, cukup setingkat Direktur Jenderal, dibawah Sekretariat Negara.

Jam 10.30 pak Dalmono, ibu Sumiaty, sudah ada diruang lantai lima, rapat diundur jam dua katanya, ya ngak apa-apa.

Jam 12.00 Shalat Dzhuhur di masjid Kem Perdagangan, setelah itu meninjau pembangunan fisik Kerohanian KemDag,

yang sudah 10% pelaksanaan fisiknya,

Jam 14.00 acara paparan perkuatan struktur lantai lima dan enam dengan memanfaatkan efektip bahan tegangan tarik tinggi berupa lembar carbon produk China, dimulai.

Jam 16.00 Rapat selesai dan Tyas nya yang sementara ini ada di PMI Kramat sedang menunggu, bermotor dengan keramaian sangat padat di depan patung pak tani, masuk kawasan Senen dan di depan PMI Kramat masuk, miscall ke Tyas dan terlihat Tyasnya keluar dari PMI, bermotor di jalan Salemba, padat merayap, masuk ke jalan Pemuda demikian juga padat merayap, masuk ringroad juga padat merayap, Celilitan di serang hujan cukup deras dan puncak macet didepan pasar Kramatjati, Saat adzan maghrib tiba, secepatnya buka puasa dengan kue- kue rapat tadi, dan shalat maghrib di masjid kecil depan Mall Cijantung.

Malam sudah datang masih bermotor terus, jam 19.00 masuk rumah.




Selasa 4 Oktober 2011

Jam 0930 Tiba Politeknik Kesehatan Hang Jebat II Blok M Jakarta Selatan

Jam 17.00 acara di Poltekes berakhir, pulang menyongsong kemacetan Jakarta.

Jam 17.56 di serang hujan deras di ujung Jlan Cijantung.

Masuk rumah jam 19.00

Tyas dan Astari juga baru masuk rumah sambil jalan kaki.


Rabu 5 Oktober 2011

Jam 07.10 berangkat Istri ikut sampai Kecamatan Cileungsi akan ngurus perpanjangan KTP nya Tyas.

Jam 08.40 Di Bank Muamalat Cijantung

Jam 09.05 Tiba di kantor

Jam 10.00 tiba di BPPT Thamrin Jakarta Pusat, dan jam 10.08 sudah dilantai 20, saat ruangan itu saya masukin, kok ada rasa aneh yang susah di ungkap,

10.39 masih ramah tamah

13.30 Kementerian Perdagangan

14.00 Rapat lapangan dimulai

14.50 Adzan Ashar

17.56 maghrib masuk rumah.



Kamis 6 Oktober 2011

Kok terjadi pengurangan semangat hari ini, setelah shalat Dlhuha jam 06.30 ngantuknya sangat luar biasa, percuma juga kekantor, tidur dulu, memang tadi malam sejak 01.30 ngak bisa tidur.

Sahur sendiri dikerjakan 04.10

Akhirnya bisa berangkat juga, dengan menyatukan niat, sekitar jam 08.30 dan jam 09.30 sudah di bank Muamalat Cabang Cijantung, dan jam 10.08 sudah tiba di Kementerian Apparatur Negara.

ada sesuatu yang aneh berkaitan dengan arus lalu lintas disekitar patung api nan tak kunjung padam itu, banyaknya polisi diujung jalan berdiri, posisi seperti saya ini bermotor, akan dijerat dengan pelanggaran ringan melanggar lalu lintas, padahal dari posisi jalan Pattimura ini, kantor Kementerian Negara Apparatur Negara itu tinggal nyebrang jalan, akhirnya dapat akal juga, motor saya parkir di trotoar jalan Pattimura akhir, dan saya jalan kaki menuju kementerian apparatur negara, penjagaan di pekarangan sudah dilewati, dan dari jauh bangunan yang hendak di assisstensi sedang dalam tahap pelaksanaan.

Biro Umum itu yang menjadi tujuan kedatangan saya kesini, akhirnya ketemu pak Yanto juga, rapat lapangan diselenggarakan setiap Selasa jam 14.00, fisik bangunan sudah 32% selesai.

Shalat Dzhuhur berjamaah di masjid Kementerian App Neg, jam 12.08 meninggalkan kantor kementerian.

Jam 12.40 tiba di Kantor Pasar Jumat.

Saat tiba dirumah beberapa menit sebelum maghrib sekitar jam 17.40 ibunya dengan nada khawatir menanyakan Tyas sejak tadi pagi belum pulang dari RSCM untuk kunjungan laboratorium.

jam 20.18 Tyas sudah dirumah



Jumat 7 Oktober 2011

Minggu ini tidak ada istirahatnya sama sekali, sehingga untuk menjaga stamina pagi ini menyusun minuman jus sayur terdiri: buah mengkudu, sawi, tomat, wortel, nenas, segar badan.

Jam 08.20 berangkat

Jam 09.30 tiba di Cijatung

Jam 10.08 tiba di kantor Pasar Jumat

Jam 10.30 Mengikuti Rapat Poltekes Hang Jebat Blok M Kebayoran Baru.

Jam 11.15 memasuki halaman masjid Rumah Sakit Pertamina, suasana masih sepi, duduk melepas sepatu dengan seorang bapak tua yang tidak sehat lagi sedang menengok istrinya yang sakit stroke, duduk dibawah pohon mangga, pohon satu- satunya yang tumbuh besar dihalaman masjid, kerena tingginya sampai orang tidak tahu pohon apa ini yang tiap saat mendengar doa dan tartilan Al-Quran dikumandangkan.

Setelah wudhlu masuk masjid yang masih sepi.

Jam 12.30 Jumatan usai sudah, langkah langkah enak untuk mendekati penjual sate bakar di depan Rumah Sakit Pertamina, orang penjualnya banyak, sate yang dibakar banyak, dan yang membeli dimakan ditempat dengan bangku duduk dari semen beton diperhalus dengan keramik putih sederhana, jumlahnya lebih 15 orang

belum lagi yang berdiri yang membeli untuk dibawa pulang, enak juga.

Jam 13.00 undangan sudah berdatangan tapi konsultan perencana baru datang jam 16.00

di jam 13.01 ngontak Tyas dari Hp untuk datang ke Poltekes dari RSCM, kalau urusan transfusinya selesai.

Jam 15.45 Tyasnya datang diiringi salah jalan segala, berjalan sampai SMA 70 Bulungan.

Tyasnya sehat, dan ikut makan serta minum diruang rapat, shalat ashar, pulang,

Mampir ke pedagang sate didepan Rumah Sakit Pertamina yang pesan tadi siang sehabis jumatan untuk bungkusan sate dibawa pulang.

Langsung pulang lewat Barito, Panglima Polim, Wijaya tembus Antasari, Kemang, Republika, Simatupang, PasarRabu, Ciracas, saat ini Maghrib datang, shalat maghrib di masjid Ciracas sebelum pasar, mampir dahulu ke apotik untuk membeli keperluan Tyas untuk memasang obat kehalasi darah kebutuhannya hanya plester dan alkohol 70%.

Masuk rumah jam 19.15, mengetahui ada sate yang dibawa pulang, Fifinya gembira sekali.




Sabtu 8 Oktober 2011

Hujan turun sejak pagi, sehingga rencana mengajak ibunya untuk jalan olah raga malahan males.

Istirahat.

Siang hari pedagang ubi singkong dan pisang lewat langsung beli.

Kupas dan langsung dimasak.

Sore hari setelah shalat ashar mencari lauk untuk anak2 ke giant matland, ibunya ikut, Fifinya entah kemana main, tadi pulang sekolah nangis minta dihidupkan lampu kamar belakang untuk ganti pakaian, setelah itu menghilang pergi bermain,

Sore cerah, hujan yang turun sejak malam hingga tengah hari mencipta genangan air dan lumpur tanah merah lunak, giant superstore itu juga tidak terlalu ramai, hanya ingat jadwal Tyas malam ini memasang desferal empat botol yang akan diselesaikan selama delapan jam, oleh kerena itu saat ini membeli jeruk pokam manis madu enak segar, sebab obat desferal tersebut akan sangat efektip jikalau dibantu dengan makan jeruk pokam, peranan vitamin C dalam jeruk itu yang dominan menangkap butir darah merah yang mati untuk dibuang di air seni, siap- siap besok pagi kamar mandi akan bau amisnya darah.

Sore ini yang dibeli : kangkung 3 ikat kecil2, jeruk, mangga, ayam satu ekor dipotong menjadi 20, susu kaleng kental manis dari merk tokonya sendiri.

Setelah shalat Maghrib makan malamnya tumisan kangkung dengan ayam goreng.




Minggu 9 Oktober 2011

Bubur Menado ceritranya, menu istimewah hari ini kerena ada Tyas di rumah maka semangat ibunya memasak, dan lauknya adalah belut di goreng bumbu rendang, entah cocok atau tidak, rasanya sih bumbunya ngak pas.

Siang ini sekitar jam 12.59 dibawah jalan layang Cileungsi yang ramainya, tak terbantahkan, bersama Fifi dan ibunya menunggu datangnya Yasin, Astari dan Tyas dari rumah sebab mereka naik angkot, Tadi pagi sewaktu kepasar jam 06.15 pasar Cileungsi sudah resmi pindah ke seberang fly over Cileungsi sehingga lokasi Flyover terimbas kesibukan jual beli.

Jam 13.00 Tyas Astari dan Yasin sudah datang langsung naik angkot 56 dan 13.08 angkot telah penuh bergerak meninggalkan Cileungsi.

Meninggalkan Cileungsi siang ini di iringi mendung dan kemacetan jalan di berbagai titik simpul, hujan deras dan macet panjang sejak Nagrak hingga pintu tol, sampai di UKI jam 14.35, cukup lama perjalanan ini.

Saat naik bus lanjutan bus no 45 dari UKI-BLOK M menunggunya aja udah lama, dan di Santa bus mogok kepanasan mesin.

Shalat Ashar di blok M 15.56

Masuk Gramedia, dan mulai menyebar, semuanya naik ke lantai dua ke bagian buku dan saya tetap di ground untuk melihat alat- alat senam yang di korting, melihat organ sebab organ dirumah mati belum di service, tiba- tiba muncul Tyas bersama Fifi akan mencari makanan sebab lapar katanya.

Setelah mengantar Tyas dan Fifi, naik ke lantai dua dan disana Yasin bertanya dimana Tyas dan Fifi, bakso, ikut ah, Mengantar lagi Yasin mencari kakak dan adiknya.

Jam 17.00 keluar dari Gramedia dan ibunya dan Astari pada mencari dimana Tyas, Fifi dan Yasin.

Di hall loby sedang ada pertunjukan penyanyi baru dan anak2 remaja mengerumuni panggung, ternyata di selasar lantai dua terlihat Fifi Yasin dan Tyas nonton parade panggung dari lantai atas.

Setelah shalat maghrib pulang berlarian mendekati bus kota no 45 jurusan Blok M Uki, sebab hujan sudah turun.

Di Uki melanjutkan naik 56 Cileungsi, Yasin ngak mau dipangku lagi, sebab berangkatnya saya yang memangku, "masa sudah duduk di SMA masih dipangku" katanya.

Jam 18.20 tiba di Cileungsi, perjalanan lancar saja tidak seperti berangkat nya tadi yang macet cet cet pret.

Anak- anak naik angkot ( Tyas, Yasin, Astari ) dan saya ibunya dan Fifi bermotor bertiga dimana motor tadi diparkir di trotoar di fly over Cileungsi.

Jam 19.12 masuk rumah.



Senen 10 Oktober 2011

Pagi masih gelap, bangun jam 03.20 dan secepatnya tahajudan makan sahur jam 04.10

Jam 07.30 berangkat

Jam 08.30 Bank Muamalat Cijantung, halaman basah, habis hujan semalaman.

Jam 09.00 tiba di kantor

Jam 10.30 pembahasan design Asrama Politeknik Kesehatan Hang Jebat III.

Kelihatan disini konsultan keras kepala, sehingga untuk mengindahkan bunyi surat ijin rehab asrama saya perlu mengingatkan kepada semua pihak bahwa kita adalah rehab ringan, otomatis biaya pembuatan drainage didalam ruangan tidak tercantum.

Jam 11.50 terdengar adzan shalat Dzuhur.

Jam 13.20 peserta rapat, tidak ada tempat untuk istirahat, sehingga ya ya ngak istirahat, kan puasa bukan untuk bermalas malasan.

Jam 13.20 acara pembahasan Gedung Gizi dimulai.

Agak hangat sebab utusan ketua jurusan sangat mengkritik, berbagai kali rehab dilakukan tapi kerusakan yang itu- itu juga terjadi, bocor, genangan, kerusakan plafond

akibat tiupan angin, drain pipa yang parah.

Jam 14.45 acara KesLing, sempat terlontarkan kekecewaan terhadap judul rehab, sebab dia mengalami rehab berkali-kali tapi kerusakan tetap.

Tinggalkan untuk shalat Ashar.

Jam 15.51 acara pembahasan gedung direktorat.

Adzan maghrib saat buka puasa di jalan margasatwa, masjid di seberang jalan, seratus meter sesudah pertigaan ke Pasar Minggu dari arah Blok M, macet luar biasa,




Selasa 11 Oktober 2011

Jam 08.30 tiba di bank Muamalat Cijantung

setelah menembus kemacetan parah, pemberangkatan jemaah haji kloter 15 DKI Jakarta Ciracas Jakarta Timur.

Jam 13.30 di kementerian pemberdayaan apparatur negara, setelah memparkir motor di seberang dijalan Pattimura, dipintu penjagaan saya tanya ke satpam bagaimana ke kantor ini kalau naik motor dari jalan Pattimura, dia juga tidak bisa memberi penjelasan, memang disini penjagaannya ketat sekali, salah posisi langsung aja prittttt polisi mendatangi.




Rabu 12 Oktober 2011

Jam 10.30 di BPPT

Jam 11.12 di Kemendag

Rapat lapangan untuk mengevaluasi pekerjaan bangunan kerohanian kementerian perdagangan di mulai, ada unsur pengawas lapangan, ada unsur pemborong dan ada unsur pemilik bangunan, keterlambatan pekerjaan 2% dari target.

Jam 14.00 pekerjaan evaluasi perkuatan struktur kementerian perdagangan dimulai.

Keterlambatannya lebih besar sudah 8%, dan sipemborong selalu mengatakan bahwa bisa pak bisa dikejar nantinya, akhirnya saya yang mewakili pemerintah dalam penggunaan anggaran APBN ini menyarankan kepada pengawas untuk memberi laporan se sering mungkin, akan di tindak lanjuti oleh si pemegang mata anggaran dalam hal ini kementerian perdagangan ya terserah, sebab saya pihak luar yang ditugas kan sebagai pengelolah teknis untuk 7 pengadaan bangunan yang ada di kementerian perdagangan tahun 2011.

Acara ditutup dengan tidak mengharap terlalu banyak dari kemampuan pemborong

Suatu asumsi terjelek yang saya perhitungkan nantinya mengingat waktu berjalan terus dan pemborong banyak berkilah, pekerjaan penguatan struktur gedung satu ini akan mengalami keterlambatan dari waktu yang disediakan.

Jam 16.00 kementerian perdagangan saya tinggalkan.

Jakarta sore ini padat merayap situasi lalu lintasnya di depan patung tani Jakarta Pusat, memasuki Rasuna Sahid lancar saja, bangunan tinggi kiri dan kanannya sangat tidak harmoni dengan lingkungan dan jalan raya.

Terasa sekali Jakarta tidak mempunyai kesan yang enak untuk dijadikan kenangan memory.





Sabtu 15 Oktober 2011

Pagi masih gelap, nyenyak tidurnya anak- anak menguasai ruangan.

03.30 shalat, sebab memasuki waktu untuk memohon kebesaran Allah SWT.

04.05 kopi hangat campur susu kental manis.

04.19 Shubuh pun datang

ngantuk datang mendadak dan tak kuasa untuk menghindari

08.00 kupas singkong yang di beli dari penjual sayur yang lewat, setelah itu dimasak dengan panci bertekanan, sementara dimasak ditinggal untuk mengerjakan shalat dlhuha.

09.00 makan singkong hangat.

Jam 17.30 baru pulang dari Puskesmas Cileungsi mengantar Yasin yang kaki kanannya bagian telapak, terkena knalpot semalam.




Minggu 16 Oktober2011

Air itu mengalir sangat kecil, sejak sebelum jam 04.00 mesin air sudah hidup, tetapi ember biru didalam kamar mandi belum penuh juga, shubuh pun datang, pagi terasa enak untuk masuk ke pembahasan ayat Al-Quran surat Al-Nisa, awal ayat yang enak untuk didengar dan berkesesuaian dengan makna isinya, membuat tidak habis-habisnya rindu untuk mengulang- ulang.

Satu ayat saja, sehari, seminggu pun belum tentu hafal.

Jam 07.00 berangkat kepasar, di pasar statusnya sangat sepi sebab sejak minggu lalu pasar sudah mulai dikosongkan, sampah yang menumpuk sejak lebaran idul fitri kemaren sekarang sudah menjadi penyakit, belatungnya sudah berjalan jauh keluar dari pasar, tapi dipasar yang ditinggal oleh sebagian besar pedagang ini masih menyisahkan pedagang dan masih sempat membeli tomat 2 kg, ikan pindang tongkol sudah diiris kecil tapi seukuran pepesan kebutuhan satu orang, bumbu pepesan ikan, tempe ukuran besar dan ikan asin, diluar pasar dipinggir jalan malahan banyak penjual, nenas dapat tiga biji, terong 2 kg, jagung 1/2 kg, wortel 2 kg, kol sekilo, pindah pasar menuju pasar tumpahan dibawa jembatan layang Cileungsi, dan disini sempat mendapatkan buncis 2 kg, timun sekilo kurang dikit, sebab kekurangannya ditutup dengan harga lombok, kangkung, mangga 2,25 kg, labu sayur putih 1,5 kg, telur asin 10 butir,

Sampai dirumah 08.12 langsung mengolah belanjaan untuk membuat bubur menado, saya lebih senang menyebut bubur sayur,

pengalaman kemaren bubur ini selalu kelupaan dengan singkong dalam ramuan karbohidratnya, sehingga secepatnya membuka ubi singkong dan mencampurkannya dengan beras, pipilan jagung dimasak bersama-sama dengan banyak air.

sayurannya terdiri kangkung, dan kacang panjang.

Jam 16.00 air mengalir sangat sedikit, mencuci baju menggunakan air dari rumah sendiri dan membilasnya dengan meminta air yang terhubungkan dengan air kran umum, air ini bau, hanya untuk mencuci baju.

Untuk itu ember dan kursi plastik untuk meniriskan pakaian dikeluarkan diletakan dipinggir kran dan mulai membilas hingga empat ember.

Jam 17.00 berakhir urusan cucian

Jam 20.00 hujan turun



Senen 17 Oktober2011

Terbangun 00.08 sebab gigi kenyut- kenyut geraham kanan belakang.

ya tidur sebentar dan kenyut lagi dan tersadar, rendam dengan anti bakteri gigi tapi masih kenyut juga, tertidur juga kerena ngantuknya.

Jam 03.30 terbangun untuk shalat lail secepatnya.

Jam 04.19 terdengar adzan shubuh

Shalat berjamaah dengan anak- anak.

Tidak puasa dahulu hari ini

Minum jus sayur untuk mengurangi kenyutnya gigi geraham belakang, jus tediri dari: wortel, tomat, terong, buncis, timun, mengkudu masak, daun mengkudu 2 lbr, daun kumis kucing, daun srikaya.

Jam 09.00 sudah dikantor kecamatan dalam urusan surat keterangan keluarga sebagai syarat pengajuan pensiun, sibuk sekali keadaan di kecamatan, dan menunggu sangat lama jam 10.05 surat keterangan itu selesai.

Jam 10.30 di Bank Muamalat Yayasan Sudirman Cijantung

Jam 11.25 di kantor.





Selasa 18 Oktober2011

Jam 08.20 kantor Pasar Jumat

Jam 11.00 tiba di Kementerian Perdagangan Jakarta Pusat, ternyata jam pertemuannya ditunda jam 13.00 yang mengusulkan ternyata teman se team sendiri, dan dia tidak memberitahukan saya.

Jam 13.00 rapat lapangan pembangunan sarana rohani



Rabu 19 Oktober2011

Jam 08.20 dikantor pasar jumat, istirahat sejenak sambil minum air hangat dari jug air yang berdiri di sisi dinding pintu masuk, Jam 10.00 berangkat ke Kementerian Perdagangan, Jakarta cukup ramai pagi ini, Jam 11.00 tiba di Kementerian Perdagangan

Ternyata rapat jam 11.00 diundur ke jam 14.00, dan lebih ngak enak lagi sipemberi ide untuk mundurkan waktu adalah teman se pengelolah teknis sendiri, dan dianya tidak memberitahukan perubahan itu.

Akhirnya untuk membuat enak suasana saya datangi sipenanggung jawab kegiatan di bawa biro umum dilantai 10, dan dia mengatakan atas kesepakatan pengelolah teknis.

Adzan dzuhur terdengar, turun ke mushola di gedung belakang, shalat berjamaah dengan pegawai perdagangan, sementara demo di seberang jalan yang tidak menyetujui kebijakan perdagangan masih terdengar.

Naik ke lantai 5 dan berjumpa dengan sub kontrak carbon, tidak berapa lama perencana datang dan jam 13.30 acara rapat mingguan pembangunan sarana kerohanian kementerian perdagangan dimulai, dengan kesimpulan sementara pemborong terlambat 6% dari target minggu ini.

Jam 14.30 shalat ashar

Jam 14.50 acara rapat pembahasan permasalahan dilapangan berkaitan perkuatan struktur lantai 5 dan 6 bangunan satu dimulai. Disinipun pemborong telah ketinggalan 4 % dari target mingguannya.

Perjalanan pulang yang panjang, keluar

dari Kementerian Perdagangan belok kanan ke patung tani, Rasuna Sahid, ditengah jalan belok kiri mengikuti jalan Casablangka, tembus jalan Pemuda, Celilitan, Taman mini, Ceger, Kelapa dua wetan, kompleks Kodam Jaya, disini shalat maghrib, jumpa kembali dengan seorang yang selalu bertanya soal agama, setelah shalat maghrib saat saya membenahi diri akan berkendaraan motor orang muda itu datang lagi, sebelum dia bertanya saya tanya dulu, e e e saya kira sudah di surga, dia tersenyum sambil berusaha membuka matanya yang terkena luka sehingga sukar dibuka, beberapa pertanyaan dilemparkan, dari harga sapi, siapa saja yang nantinya berkurban sapi, kan didalam islam tidak ada hitungan kurang dan lebih, bagaimana kalau ada orang kaya berkurban satu jiwa dengan satu sapi, tidak boleh mubazir, hukumnya tuju jiwa satu ekor sapi, kecuali orang2 yang suka mencari2 lemahnya filosofi suatu hukum, tapi dia kaya pak, tidak perduli, kekayaannya bisa disodaqohkan ke anak yatim.

sebelum motor meninggalkan masjid itu, tangan ini sempat meraba dua lembar uang saya berikan kepadanya, ia terlihat gembira.


Kamis 20 Oktober2011

jam 16.45 didepan hotel Maharani Mampang Prapatan.

Berangkat tadi dari arah selatan Lebak Bulus, sehingga posisi saya terbalik, ternyata harus putar arah.

Jalan raya sangat padat sore ini.

Komplek perkantoran Multika, milik swasta, di gedung ini pak Jilan berkantor, memasuki kantor dikenai tarif parkir, cuaca semakin gelap, beberapa saat lagi akan masuk maghrib, kantor sudah mulai sepi, banyak karyawan yang pulang, di lantai dua, kantor itu berada, sang sekretaris memberi tahu jikalau pak Jilan di luar kantor, berarti acara buka puasa batal.

Shalat maghrib di ruang berukuran kecil, minum teh yang telah mendingin, dan turun ke loby dan keluar menuju lapangan parkir langsung berangkat pulang.





Jumat 21 Oktober2011

Jam 11.01 masuk kompleks perkantoran BPPT di THAMRIN Jakarta Pusat, dengan nyawa seujung rambut, sebab tali kopling motor tinggal satu lembar.

Masuk masjid Al-Iqro di lantai dua, masjid yang luas itu sepi, sebab masih jam 11.02

Jam 12.30 usai sudah shalat jumat, menghampiri lift dan naik ke lantai 20.

Jam 13.30 Pembahasan persiapan pelaksanaan konstruksi rencana pembangunan eksploitasi panas bumi geothermal Kamojang, di ruang rapat BPPT lantai 20

Permasalahan sosial yang timbul yang membebani kontraktor adalah banyaknya institusi yang menghambat yang harus dilalui kontraktor dan memerlukan biaya, termasuk juga masalah sosial yang ditimbulkan adanya kesenjangan pendapatan masyarakat sekitar kegiatan eksploitasi sumber daya alam, alamnya menghasilkan uang berlimpah tetapi masyarakat nya tetap miskin, dan ada gejala yang timbul dilapangan setelah ditentukan nama kontraktornya adalah masyarakat yang mendatangi kontraktor untuk minta dipekerjakan.

Jam 16.00 rapat selesai.

Sepeda motor ngak ada masalah walau tali kopling sudah tinggal serambut, memasuki kawasan Tanah Abang, diantara kemacetan lalu lintas akibat padatnya kendaraan yang melintas ada bengkel yang masih buka sore itu, tidak beberapa lama motor sudah siap untuk mengarungi kepadatan lalu kawasan Tanah Abang, mau merapat kekanan untuk memisahkan diri dari kepadatan lalu lintas, tapi tidak bisa, akhirnya ikutin aja arus ini dan munculnya di Stasiun Kereta Api Jatinegara, belok kanan putar dan lurus masuk Uki, Celilitan, Kampung Makasar, Taman Mini, Kelapadua Wetan, shalat Maghrib berjamaah di masjid pamuda Cibubur dan jadi imam shalat.




Sabtu 22 Oktober2011

Mengantar ibunya jam 10.00 untuk mengikuti rapat menentukan jurusan buat Yasin, di sekolahannya Yasin




Minggu23 Oktober 2011

Pagi sudah beranjak siang, berangkat kepasar bersama istri, sayuran yang dibeli cukup lumayan, ada mangga, ubi rambat, wortel, buncis, bayam dan kangkung, terong, pisang satu tandan, tempe,

Kunjungan kerumahnya Fahri 1.8 tahun anak adopt pak Beta di perumahan Patria Jaya di Pasar Kecapi.

Yasin dan Fifi di pijat dengan batu Jermanium



Senen24 Oktober 2011

Saat terbangun tidak menyadari jikalau terjadi perubahan lebih dini waktu shalat shubuh sehingga pagi ini saat makan sahur tiba- tiba aja terdengar adzan shubuh, dengan mohon ampun pada Allah tidak lah hari ini puasa sunnah hari senen.

Jam 07.00 di bengkel Cikeas mengganti akki motor, pergantian akki kali ini sedikit unik yaitu dari rumah membawa dua akki motor yang sudah mati dan sengaja disimpan untuk tidak dibuang sembarangan, dan kesempatan sekarang akki itu bisa dijadikan nilai uang untuk membeli akki baru, harga akki baru dikurangi tiga akki bekas dan yang dibayar langsung nilainya kecil, dan membayar juga ongkos pasang.

Jam 08.30 di bank Muamalat Cijantung

Jam 08.50 di bank Mandiri Plaza PP Simatupang, kirim uang ke Tyas.

Jam 09.12 kantor

Shalat Ashar di masjid kecil depan Cijantung mall.



Selasa25 Oktober 2011

Jam 03.00 sudah bangun mengingat beberapa hari ini shalat tahajudnya kehilangan waktu, sebab waktu shubuh menunjukan kepagiannya.

tetapi resiko yang tak bisa dielakkan jam 04.30 setelah shalat mendadak ngantuk yang sangat luar biasa.

Jam 07.00 saat akan berangkat kantor diberitahukan jikalau ada yang meninggal pagi ini, bermotor dengan istri menuju rumah duka diluar kompleks perumahan, melewati jalan setapak yang telah diperkeras dengan conblock, setelah melintasi banyak rumah, rumah duka itu terlihat, dengan tenda darurat, dan ada beberapa orang yang duduk, ternyata yang meninggal kakak orang tua donadoni, dan belum berkeluarga, dan ada ayahnya yang sudah tua, sewaktu bersalaman dengan saya, bahwa almarhum meninggal mendadak tanpa keluhan.

Jam 08.08 di bank Muamalat Cijantung

Jam 08.50 absen kantor.

Jam 13.05 di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, motor sengaja diparkir luar jauh, untuk memudahkan putaran balik, menyebrangi barisan mobil yang berhenti kerena lampu merah patung "api nan tak kunjung padam " berjalan terus memasuki halaman kantor Menpan.

Diskusi soal menteri baru yang akan merombak ruang, asumsi tidak ada biaya

tambahan.

jam 16.25 acara selesai ditutup dengan peninjauan lokasi sambil mengotrol pekerjaan pemborong dan pengawas, yang terlihat lemah disini adalah pengawasnya.

Jam 17.08 di Al-Azhar peduli umat untuk menyampaikan sodaqoh, sementara mendung menggantung dilangit, gelap mulai menyapa. Berlari memasuki halaman masjid sebab khawatir pintu surga ditutup, sebab sore merayap terus pastinya para pasuka penerima zakat infaq dan sodaqoh, akan segera pulang juga.

Saat memasuki ujung jalan Antasari mendung gelap menggulung- nggulung bergerak dan hujan rintik- rintik, hujan deras setibanya di Kemang, saat memasuki Buncit Republika dengan kemacetan yang besar hari semakin gelap, apakah sudah maghrib pikirku, bagaikan diangkat oleh malaikat saja dari Buncit Republika ke Masjid dekat pertigaan Pasar Minggu hanya dua menit, padahal kemacetan sangat parah, yaitu dengan melintas jalur bus way yang saat itu penjaga lintasan lagi bersiap shalat maghrib, demikian pula penjaga lainnya, shalat maghrib di masjid Al- Awuw, dikawasan pertigaan Pasar Minggu menunggu pak Rudipoltekes, kemudian mengaji Al-Quran surah Al- Nisa.

Shalat Isya, di masjid yang sama, Hp masuk ternyata dari pak Rudipoltekes.

Makan sate

Masuk rumah jam 22.00




Rabu26 Oktober 2011

Jam 03.50 bangun langsung tahajudan dan jam 04.15 shubuh, mengerjakan jus sayur, jam 06.20 shalat Dlhuha.

Jam 07.00 meluncur di jalan raya, ibunya ikut sampai pasar di tikungan untuk membeli bahan isian sembako yang akan dibagikan nanti sore.

jam 08.12 bank muamalat Cijantung

Jam 09.19 absen sidik jari di kantor

Jam 09.22 pindahan kantor

jam 10.50 kantor BPPT

Jam 11.45 kantor inspektorat perdagangan,

Jam 13.30 kantor perdagangan Gambir.

Rupanya tempat biasa rapat di lantai 4 dan 5 tidak digunakan dan sekarang di lantai 6.

Ruang rapat masih kosong setelah di konfirmasi ternyata dari pihak ibu Farida selaku ahli bidang struktur sedang terhambat macet, lokasi pergerakannya di Cikini, sedangkan pihak pelaksana terhambat macet di Kuningan Rasuna Sahid.




Kamis27 Oktober 2011

Jam 03.30 bangun diujung hari, jam 03.45 shalat dan jam 04.05 minum kopi susu sebagai tanda sahur pagi ini.

Jam 08.00 di depan Bank Muamalat Cijantung yang masih tutup, parkir motor, saya berfikir bahwa ada perbedaan waktu, mungkin waktu saya terlalu cepat dari pihak bank, dari kejauhan terlihat pintu besi itu terbuka, dan berarti bank telah di buka.

Jam 08.40 di kantor.

Jam 10.00 rapat di Politeknik Kesehatan

Masuk rumah jam 2200

Makan sate dengan anak2 dan tebar kasur lipatnya Fifi, baca doa, tidur.




Jumat28 Oktober 2011

Jam 08.20 turun dari motor dan memasuki bank berwarna ungu dikawasan pusat pendidikan sudirman Cijantung, halaman yang basah menandakan habis turun hujan sedikit banyak mengurangi halaman parkir, bapak tua yang di beri seragam satpam membukakan pintu, ruangan sudah rapi dan jajaran pegawai bank sudah siap bekerja.

Urusan bank selesai, melintas dikeramaian anak sekolah yang berolah raga.

Kemacetan di Simatupang sudah menunggu sehingga motor dibelokan kekiri untuk menghindari kemacetan dan emosi yang meletup.

Jam 09.10 sudah dikantor

Jam 10.20 melintas didepan hotel Mulia yang pagi ini cukup macet sebab ada beberapa demo pagi ini, ada demo pemuda dan ada demo buruh pekerja.

Jam 10.40 melintas di jalan Thamrin

Shalat Jumat di masjid Iqro BPPT, sejak jam 11.02 sudah berada di dalam masjid, sebab sebelumnya jam 10.45 saat memasuki lantai 20 untuk menaruh tas sebab sudah beberapa kali ini kalau ke masjid selalu membawa tas besar, kali ini inginnya tidak,

Setelah shalat, naik ke lantai 20 dan makan siang sudah di siapkan.

Rapat dimulai jam 13.30 yang datang ada dari pihak pelaksana bangunan instalasi Pembangkit Listrik Panas Bumi Kamojang 3 MW, yang kontraknya dipegang oleh PT Yin.

dan pihak pengawas pekerjaan, dari pihak BPPT sendiri dan pihak Kementerian Pekerjaan Umum yang saya wakili.

Dalam rapat yang alot ini diketahui jikalau masalah ijin belum tuntas, ijin dari pihak Pemda Jawa Barat, masalah sosial lapis bawah yang ingin diperkerjakan antar penduduk yang masuk wilayah Kabupaten Garut, dan penduduk yang termasuk wilayah Kabupaten Bandung.

Rapat berakhir jam 16.00 saat diloby lift dilantai 20 dari jendela kaca yang terpasang terlihat hujan membasahi kota Jakarta sore ini.

Betul juga setelah dihalaman parkir motor, terlihat pemandangan basah rintikan hujan

diseluruh halaman BPPT dan sekelilingnya.

Dan yang membuat nyawa melayang seperempatnya adalah saat melihat roda depan sepeda motor yang kempes, pantes aja tadi waktu berangkatnya goyang sepeda motor, hujan masih menderas, pintu belakang BPPT dibuka sehingga bisa keluar lewat pintu belakang yang mengarah ke Tanah Abang.

Mendorong motor yang cukup berat ini dan lebih berat sebab ban depan kempes, dibawah rintikan hujan dorong motor, berhenti saat nafas sudah tersenggal-senggal, pulih lagi dorong, banyak mata yang melihat dari keteduhan dipinggir jalan depan hotel Milineum Tanah Abang,

Tempat berteduh itu hanya selembar kios diujung jembatan dengan atap seng dibuat darurat, didalamnya ada 14 lelaki pengojek sambil menunggu siapa yang akan memakai jasanya, sementara sepeda motor ojekan itu diletakan disisi hotel Milenium, dari pandang mata yang tersorot nanar menatap saat saya mendorong motor di hujan yang tak kunjung berhenti itu, saya juga orang susah pak, menanti sejak pagi tidak ada yang memakai jasa antar ojekan saya, maafkan saya pak ngak bisa membantu, kita dalam posisi yang sama, sama- sama terpenjara di pulau Jakarta, sama terbelenggu ketidak mampanan, jangan terlalu berharap banyak dengan para pengojek sebab ia berusaha mengakulasi jasa dengan hitungan, mengantar jarak sekian, sekian pula bayarannya, mau minta tolong, sekian pula bayarannya, sebab jikalau ini di Aeliu, kota kecil berudara bagus di selatan Dilli Timor Leste, dilihatnya ada orang berjalan kaki orang itu akan ditolongnya sebab disana tidak dikenal ojek, suatu sistim balas jasa berdasarkan antaran dengan menggunakan kendaraan.

Tiba tiba saja jalan didepan itu mendaki sedikit, terasa sekali kalau mendorong motor kempes ban nya, derong selangka istirahat 2 menit sambil menatap langit di balik Helm menyebut nama Allah untuk memohon kekuatan mendorong motor kempes ban.

Sore itu dikawasan Tanah Abang dari balik kaca helm dibawa siraman air hujan, banyak sekali para pembeli pasar Tanah Abang, atau para pekerja perdagangan pasar, atau penjual makanan kecil yang berteduh menunggu angkutan umum yang datang, sementara saya ditengah jalan berdiri istirahat mengatur nafas kelelahan dengan baju basah kuyup dibalik plastik tipis bening pelindung hujan, sayapun tidak berniat untuk berteduh sebab badan sudah basah begini, emperan toko yang sempit, dan bau asap hio dari sela sela barisan badan orang berteduh, merayap halus diudara Tanah Abang yang basah itu, menyadarkan bahwa begitu kompleksnya kehidupn sosial di Tanah Abang ini.

Motor di dorong terus, setelah bertemu dengan pengojek yang mangkal diujung jalan yang jikalau ditarik mundur ujung jalan ini bertemu dengan perempatan Sarinah Thamrin, pengojek muda usia itu, ia menolong dengan memberi informasi keberadaan tukang tambal ban yang saya cari dari tadi tidak ketemu.

Apapun yang terjadi, kalau tidak begini saya tidak akan bersilaturahmi ke bapak, salam pembukaan ini saya ucapkan sewaktu tukang tambal ban bapak yang hampir seumur dengan saya, berdiri menerima stang motor yang saya dorong, cukup berat motor ini katanya, ia sangat gembira mengomentari ucapan saya tadi, kalau ngak kempes bapak tidak memperhatikan saya,

Ia bekerja cepat dan praktis, tidak sesuai benar dengan lelahnya saya mendorong motor.

Saya mencoba memancing dengan ucapan, gembira pak, kan minggu depan datang hari raya Qurban, ia menjawab saya biasa saja, seperti daerah lain, yang sibuk sekitar masjid dengan amalan memotong binatang kurban, lho ramai dan tidaknya kan tergantung bapak bapak juga jawabku singkat, ia tidak menjawab, hanya bekerja dengan tekun menambal ban, seperti di daerah lain kan sama, idhul adha gak terlalu ramai, takut biddah katanya sambil menyalakan api spritus pembakaran ban.

Hujan berhenti, jiket yang saya kenakan sudah basah, udara sore yang gelap meremang masih belum magrib, melintas di depan Sarinah Thamrin setelah selesai tambal ban, dengan menyisahkan sepenggal kalimat, takut biddah, kata situkang tambal ban tadi.

Kemacetan semakin parah sewaktu tiba di jembatan semangi, rayapan kendaran berdampingan dengan proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan dengan membongkar separuh lebar jalan untuk menanam gorong- gorong drainage kota Jakarta, mengantisipasi hujan deras yang selalu memicu banjir.

Dengan baju basah kuyup saya masuk ruang rapat Politeknik Kesehatan III Hang Jebat yang sudah sejak jam 15.30 menunggu kehadiran saya, sewaktu saya rapat di BPPT, telah me SMS berkali- kali untuk hadir diruang rapat Poltekkes, ada kepentingan yng harus di selesaikan, dan sayapun menyanggupi untuk hadir.

Semua mata memandang penampilan saya yang basah, saya hanya tersenyum, sambil meletakan tas diatas kursi, kemudian saya mendekati susunan gelas dan alat penghangat air, saya akan minum teh hangat terlebih dahulu tentunya sebelum acara dimulai, setelah Dody salah seorang panitia pengadaan Poltekes berlari ke dapur dan sekarang masuk dengan membawa sendok kecil pengaduk gula, tadinya akan minum teh panas tawar aja, tapi minum teh tawar panas yang sedikit demi sedikit itu kurang nikmat tanpa di manisi dahulu tehnya dengan sesendok kecil gula.

Teh hangat masuk kekerongkongan, Alhamdulillah lezat, teh belum habis secepatnya shalat maghrib berjamaah juga dengan salah seorang panitia pengadaan yang ikut rapat sore menjelang petang.

Makan nasi yang sudah disiapkan sejak siang tadi, setelah itu adzan Isya terdengar, dan shalat berjamaah.

Jam 20.00 acara pembahasan kesiapan konsultan pelaksana untuk bangunan asrama dimulai, Konsultan pelaksana dibawa bendera Kolam Intan itu datang bertiga, di koordinasi dengan seorang kuasa direkturnya dengan dua orang administrasi.

Malam semakin larut 21.00 saat Poltekkes III Hang Jebat itu saya tinggalkan, kemacetan di jalan Simatupang itu masih terjadi, tiba- tiba saja terbayang wajah bapak tua yang harus berdiri dipinggir jalan, terkadang dengan cucu perempuannya, dikedinginan malam menanti belas kasih para pengendara di lampu merah ujung kiri Mall Cijantung.

Saya sendiri sudah lama ngak lewat jalan itu kalau malam, okeylah sekarang lewat sana, dan dari kejauhan sudah terlihat bapak tua dengan baju hitamnya berdiri di sisi pembagi arus jalan, malam ini saya sisipkan uang ditelapak tangannya dengan jumlah cukup besar, tidak seperti malam biasanya, saya anjurkan untuk pulang sebab dingin malam akan menggerogoti usianya.

Bermotor terus membela gelap malam, di pasar Ciracas mampir sebentar untuk membeli soto ayam Surabaya kesukaan Fifi,

Malam semakin merangkak perlahan meninggalkan gelap yang lama hilangnya, suasana sunyi dijalan Kelapa Dua Wetan yang sejajar jalan tol Jagorawi, kesibukan lalu lintas pekerja ibu kota Jakarta ramai dipintu keluar setelah tol Cibubur, dipintu ini sopan santun berkendara hilang, wajah Indonesia yang kurang beretika menggunakan lintasan umum, terlihat.

Terasa disini orang lain tidak dipikirkan, yang ada hanya dirinya sendiri dengan kesibukannya sendiri, dan negara tidak makmur makmur juga dengan kesibukannya yang di ada adakannya.

Prilaku ini apakah berpengaruh hingga urusan yang lebih besar, sebab jalan ini tempat si pengambil keputusan lewat

dan sunyi berselimut gelap semakin berkuasa saat memasuki gang untuk memotong jalan lintas biar cepat saja masuk rumah, jalanan tanah yang tidak rata dilewati saja.

Masuk rumah jam 22.30 Yasin belum tidur, lansung Yasin makan soto ayamnya.

Sabtu29 Oktober 2011




Minggu30 Oktober2011

Jam 11.30 sudah di titik perjanjian di sisi kiri penyebrangan jalan kaki terminal kp rambutan, ternyata setelah di hubungi mobil yang akan ke Bandung si orang BPPT, belum berangkat, padahal lokasinya di Pamulang.

Menyebrang lagi jembatan penyebrangan yang tinggi ini untuk menuju kantor militer bidang hukum di terminal kp rambutan untuk mengerjakan shalat dzhuhur, saat melapor untuk menuju masjid, diwajibkan melepaskan semua apa yang digandol dan di jinjing, berarti menuju masjid ngak boleh membawa tas, setelah itu mengimami shalat.

Pedagang buah dibawah penyebrangan jalan kaki itu menjadi sasaran untuk membeli potongan melon untuk menahan perut yang sudah lapar.

Jam 12.00 dapat SMS mobil BPPT baru berangkat dari Pamulang.

hingga jam 12.54 mobil jemputan belum datang juga.

Saya sendiri tidak tahu mobil yang akan menjemput itu warna apa dan nomer berapa sehingga setiap ada mobil setype xenia selalu saya perhatikan apakah ini mobil jemputan itu.

Jam 13.01 mobil itu datang, awalnya tidak menjadi perhatian sebab mobil itu kecil berwarna cenderung kopi susu kecoklatan, tapi saat jendela kaca depan dibuka terlihat terlihat wajah pak Samdi dari BPPT, dan mobil dikemudikan oleh pak Yanto dan duduk dibelakang pak Agusadi, masuk dan mobil beranjak cepat.

Masuk tol dan keluar di rest area di Cibitung

untuk makan siang, menu yang saya pilih adalah yang hangat sebab sudah hampir satu jam lebih sewaktu menunggu mobil jemputan tadi sejak 11.30 tadi.

Masuk lagi jalan tol ( 14.30 )

Saat terdengar adzan Shalat Ashar dikawasan Purwakarta dan

masuk rest area Km 72, yang ada masjidnya, setelah selesai, masuk tol lagi dan diserang hujan deras berkabut dan tekanan angin yang cukup membuat mobil sedikit bergoyang,

Jam 16.30 kota Bandung diguyur hujan, dan jam 17.00 memasuki kawasan Cileunyi

Jam 17.23 memasuki kawasan Garut

Jam 17.28 Hotel Tirtagangga Kecamatan Tarogong Garut, lapangan parkir penuh ternyata orang datang untuk mandi di sudut halaman depan hotel yang menyemburkan air panas, air panas itu juga di tampung di kolam renang untuk berenangnya pengunjung.

Jam 17.29 menikmati minuman selamat datang dari hotel berupa bandrek.

Jam 17.30 sudah dapat kamar di nomer 109

Satu kamar dengan pak Iksan pihak BPPT, Assissten Kuangan.

Adzan Maghrib berkumandang dari masjid depan hotel, teman se kamar si orang BPPT, tidak menolak sewaktu saya ajak ke masjid, sehingga keluar hotel berdua.




Senen 31 Oktober 2011

Jam 03.19 alarm Hp berbunyi membangunkan dari nyenyaknya tidur panjang.

Jam 03.30 keluar dari hotel Tirtagangga menuju ke masjid didepan untuk shalat Tahajud dan shalat Shubuh.

Bapak tua bungkuk itu membukakan pintu masjid, rupanya ia tidur di dalam masjid.

Jam 05.30 sarapan nasi goreng, buah, minum kopi, ini hotel bintang 3 tapi tidak menyiapkan buffet breakfast.

Jam 06.00 mandi berendam air panas.

Jam 06.30 Shalat Dlhuha dan ngaji di musholah hotel.

Jam 07.10 sarapan roti dan jus tomat di tambah buah.

Jam 08.01 berangkat dari hotel menuju Kamojang.

Perjalanan pagi memasuki kota Garut, dengan barisan penginapan dan hotel yang beragam gayanya, Kota Garut dengan spesifik pagar tembok dilubangi vertikal,

Hamparan sayur tanaman rakyat, panen tomat di tumpuk di pinggir jalan.

Jalan yang meliuk melintas lembah dan tidak terlalu terjal pendakiannya sebab di capai dari wilayah Garut.

Jam 08.56 masuk Wilayah Kamojang Geothermal.

Jam 09.10 masuk ruang pertemuan PGE Kamojang, pihak konsultan pengawas dan kontraktor dan orang PGE sudah ada diruangan.

Rombongan BPPT dan PU sebanyak 10 orang.

Jam 09.12 Sambutan dari PGE, menerangkan keselamatan terhadap bekerja dilingkungan beresiko berbahaya terhadap adanya ledakan gas dan paparan uap panas bertekanan.

Jam 09.30 Sambutan dari BPPT

Jam 09.35 Sambutan PGE mengucapkan selamat khusus terhadap Kementerian Pekerjaan Umum, yang baru kali ini dilibatkan dalam pembangunan diingkungan wilayah Pertamina.

Kemudian di ingatkan terhadap keterlibatan koordinator semua elemen pekerjaan.

Tanya jawab, saya sebagai orang Pekerjaan Umum menyampaikan suatu sistem kerja di lingkungan kawasan tertutup sehingga perlu diperkuat dengan SK BPPT terhadap pola kooordinasi pekerjaan.

Ada masukan bahwa Keberadaan lokasi pekerjaan ada di lokasi Hutan lindung yang di awasi oleh banyak pihak.

Masalah sosial dengan melibatkan tenaga kerja lokal sebaiknya dipenuhi.

Koordinasi angkutan berat mendapatkan perhatian khusus dan canderung sangat mendapat tantangan.

Koordinasi masalah Kartu Idetintas

Pertanyaan tentang repport safety operatioanal days, ada orang safety officeoner.

Working permit dan Assesment Working resiko siapa yang bertanggung jawab.

Dari ruang rapat Pertamina PGE Kamojang terdengar adzhan dzhuhur, turun tangga, keluar dan berjalan cepat dijalan utama melewati masjid berjalan seemakin cepat dan mndapatkan warung dimana anak dan istri pernah makan siang disini, unjuk salam, masuk, terlihat ibu tua dan bapak yang membeban sakit interna itu duduk menanti pembeli, sewaktu saya masuk ibu itu ingat saya sewaktu membawa keluarga kesini, beberapa bulan yang lalu, " orang Bogor " katanya, saya tersenyum sambil menyalami mereka dan langsung pamit, " lho kok cepat2 ", " mau shalat dzhuhur " jawabku menerangkan, dan kembali berjalan cepat ke masjid tadi, sebab sudah terlihat rombongan orang yang ikut rapat yang akan shalat sudah tiba di masjid, bergabung dengan mereka, dan shalat.

Acara makan siang, tanya jawab sedikit untuk mendiskusikan notulen rapat sebagai kesimpulan yang di tindak lanjuti oleh kontraktor, unit PGE, unit pengawas pekerjaan, unit BPPT.

Jam 13.00 rapat ditutup dan pulang.

16.42 masuk tol Cileunyi.

Mendung, diujung cakrawala gelap, kecepatan cepat, 16.54 tol Pasir Koja,

Kuning keemasan sinar matahari yang semakin pendek, Bandung semakin gersang hanya hamparan atap rumah saja sepanjang mata melihat.

Masuk turunan 17.05 panjang.

17.23 rest area kilometer 97.

Gelap semakin terasa mungkin maghrib telah tiba, lokasi Cikampek.

Masuk rest area untuk shalat maghrib, dua masjid semuanya penuh saat melaksanakan shalat maghrib.

Setelah itu masuk ke mobil lagi dan berjalan kencang hingga Jakarta.

Jam 19.00 turun di jalan baru untuk berpisah dengan rombongan BPPT, naik ngkot Cileungsi.

Masuk rumah jam 21.00, sebab memilih jalan kaki dari pinggir jalan, masuk gang dan berteman gelap.



Tiada ulasan: