Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Ahad, Disember 04, 2011

Mengantar hewan kurban







Selasa 1 November 2011

Jam 08.12 bank Muamalat di Cijantung
Jam 09.20 bank Mandiri Simatupang kirim uang ke Aswan, Tyas minta jangan dulu dikirim sebab ATM nya tertelan mesin, mengambil uang kurban.
Jam 09.11 kantor
Jam 10.40 Poltekes.
Jam 11.36 adzan dzhuhur
Shalat ke Masjid Rumah Sakit Pertamina
Jam 14.00 Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara
Permasalahan yang timbul adalah pekerjaan
tambah kurang.
Jam 16.00 shalat ashar di masjid kementerian PAN
Berangkat ketempat rapat berikutnya di iringi awan hutan bergumpal terbang rendah.
Di Tendean sudah memakai celana plastik, tapi hujan tak turun juga, jam 17.00 tiba di Inspektorat Kementerian Perdagangan di Jalan Kramat Raya.
Ternyata kontraktor bisa datang jam 20.00 tunggu aja sudah lelah kesana sementara dibawah dijalanan terlihat macetnya parah.
Setelah shalat Isya dilantai dua dan menunggu sebentar Pak Winda datang sebagai pemegang kontrak pekerjaan di Perdagangan Inspektorat.
Setelah rapat jam 21.00 pulang, jalanan lancar, lewat Salemba, Jatinegara, Kp Melayu, Uki, Celilitan, Pasar Rabu, di masjid kecil depan Mall Cijantung berhenti untuk istirahat, sebab pak Rudy berjanji ketemu disini.
Malam semakin larut, jalan terus, tiba di Cibubur setelah jalan tol ada kecelakaan lalu lintas di mana yang terlihat adalah mobil diatasnya motor snopy yang tergeletak di tindisnya, pengendara motor selamat, macet, berhentikan motor, ikut menolong mengangkat rame2 mobil dan saya dengan beberapa orang menarik mobil keluar dari kolong.
Setelah itu berjalan lagi dan masuk rumah jam 22.30



Rabu 2 November 2011

Sejak jam 03.10 terbangun untuk shalat tahajud tapi air yang keluar dari sumur kecil sekali dan berhenti mengalir sama sekali sekitar jam 05.00
Jam 10.00 keluar dari rumah, saya, yasin dan Astari mmilih jalan kedepan, sedangkan Fifi dan ibunya naik ojek.
Jam 12.30 bus Mayasari Bhakti 17A Kampung Rambutan - Senen yang dinaiki mulai mendekati Stasiun Kereta Api Senen
Fifi begitu turun dari Bus langsung merasakan tidak enak badannya, ada terasa mual dan mau muntah, saat yang sama terdengar sirene pintu lintasan kereta api berbunyi, dan pintu diatas rel terbuka cepat- cepat masuk kawasan stasiun Senen
Langsung menuju ujung peron dimana musholah stasiun terletak.
Jam 13.30 naik kereta Matarmaja gerbong 4 dengan nomer duduk 19 A, B, C, 20 A, B,
Tepat jam 14.00 kereta Matarmaja diberangkatkan.
Jam 15.00 saat kereta melintas Kerawang, Fifinya sudah ingin makan, makan bersama diatas kereta pun di mulai, lauk Rendang pembelian semalam dengan 5 pare di kukus, sambal hijau, jangan ditanya lagi enaknya.
Jam 16.34 sudah keluar jauh dari stasiun Pegaden Baru.



Fifi mencoba berfoto dengan latar kereta api Matarmaja yang dinaiki


dan anak- anak mulai ngantuk.
17.23 masuk stasiun Cirebon Prajekan, udara mulai senja, kesibukan pedagang asongan menjajakan jualannya, teh manis duaribuan, kopi- kopi pop mie, es teh duaribuan, nasi goreng telor bungkus sedang tiga ribuan, mizone- mizone, pom mie pop mie dengan suara serak, sale gurih, telor asin, teh panas, tahu, ya makan ya nasi, batik kaos batik kaos, naik kereta kalau tidak mendengar suara ini terasa tidak menyentuh bangsa.

Jam 18.16 stasiun Tanjung.
Jam 22.05 Stasiun Semarang Poncol.





Memang sudah malam, tetapi Yasin bersemangat untuk keluar dari kereta yang berhenti lama, bernoltagia dahulu pernah tidur di stasiun saat menunggu pagi akan ke Jogjakarta ( peristiwa tahun 1997 )dan saat akan pergi ke Jepara untuk ikut bapaknya meneliti kesiapan masyarakat Jepara untuk membangun talud pemecah ombak yang selalu mengambil tanah penduduk akibat abrasi pantainya.
Turun ke peron sambil menyapa para pedagang makanan, di Semarang ada dijual Baphia Pathok King merknya, dari penampilannya yang berlemak sangat beda dengan baphia pathok Jogjakarta.

Jam 22.25 Stasiun Semarang Tawang di susul dengan kereta bisnis Kediri.





Kamis 3 November 2011

Jam 02.18 masuk kota Madiun
Gelap diluar, masyarakat kota tidak terlihat, lelap dengan tidurnya.
Pecel madiun naik, hangat dan porsi kecil, seukuran untuk menjaga lambung agar tidak sakit maag.
Peluit panjang tanda aman untuk masinis menjalankan keretanya pun berbunyi, tidak berapa lama Madiun ditinggalkan, membelah gelap malam dan dinginnya akhir malam.






Jam 06.30 meelintasi dua terowongan kereta api kawasan Karangkates
Jam 07.40 Kereta berhenti menurunkan penumpang di stasiun Malang Kota Lama.
Jam 07.45 masuk kota Malang di stasiun kota baru.
Naningnya belum datang untuk menjemput sehingga terpaksa di Hp in lagi, setelah ada jawabab bahwa benar Naning sendiri bahkan belum datang.
Jam 08.15 loket pemesanan tiket untuk pulang ke Jakarta baru di buka, Fifinya minta kereta Bisnis untuk pulang.
Sedang membayar tiket ibunya datang memberitahu jikalau Tante Naning, sang adik yang tinggal di Malang sudah datang.
Bermobil dengan mobilnya adik ipar, dan melewati kampus Brawijaya.
Kota Malang terlihat sarat dengan dunia pendidikan, kota nya tidak mempunyai kesan khusus, hanya sebagai kota yang harus dilewati saja.
Sarapan, Mandi, dan Shalat dlhuha langsung minta diri untuk melanjutkan perjalanan ke terminal bus Arjasari.
Bus Ladjoe yang dinaiki dengan cepat dipenuhi penumpang tujuan Probolinggo.
Sepanjang jalan bus dipenuhi para pengamen, yang tanpa malu untuk minta uang untuk membeli sebungkus nasi, di dunia pengamen jalan terdapat mengamen untuk makan dan mengamen untuk narkoba.
jam 12.30 saat ngantuknya, telah tiba di Probolinggo.
Saat itu penumpang bus di pindah dan tertinggal bungkusan satu dus berisi makanan untuk oleh2 yang disiapkan istri.
Sudah sampai di pertigaan Probolinggo yang berdampingan dengan rel kereta api, saya balik lagi ke terminal Probolinggo untuk menenangkan hati istri, sementara
Fifi, Yasin, Astari dan mamanya berhenti di titik itu juga.
Di terminal percuma saja melapor, tetapi lebih baik melapor dari pada tidak.
Shalat Dzhuhur di musholah terminal
Naik bus lagi menjumpai anak2 dan ibunya dan ber bus bersama lagi hingga turun di Terminal Wonorejo 16.00
Masuk kerumah ibu berombongan jalan kaki dari terminal berbaris memotong jalan melewati pematang sawah dengan membawa tas lengkap sehingga menjadi perhatian orang.
Ingat- ingat iri iringan penganten betawi jaman Benyamien Sueb.





Jumat 4 November 2011

Jam 03.00 terbangun untuk shalat tahajud,
Jam 03.45 terdengar adzhan Shubuh, Fifi dan Yasin bangun dengan malas- malasan, tetapi begitu saya iqoma langsung mereka siap untuk shalat berjamaah.
Jam 06.00 ibu memberi nomer Hp Suryono untuk diajak bicara soal kurban sapi, dimana carinya, sebab Suryono banyak kenalannya perihal jual beli sapi.
Jam 06.30 ada jawaban Hp dari Suryono
bahwa, mencari sapi setelah shalat Jumat.
Suryono akan datang ke Wonorejo.
Jam 07.30 anak-anak disuruh eyang Putri untuk mencari kembang yang ada disekitar halaman dan seperempat jam nya kemudian ber lima menuju ke Makam Pahlawan Lumajang, dimana Ayahnda di makamkan disana













Sabtu 5 November 2011

Jam 00.30 terjaga sebab sudah hilang lelah dan pemikiran segar pun timbul, yang jadi pemikiran adalah Tyas, sebab Tyas ternyata tidak datang ke Wonorejo, sebab sejak awal bulan Tyasnya belum dikirimi uang, sebab kartu ATM nya tertelan akibat keteledorannya sendiri, janjinya akan berjumpa di Wonorejo, ternyata Tyas ngak datang juga.
Sejak jam 02.00 terjadi diskusi dengan istri sebab saya ingin sendiri mengantar uangnya Tyas ke Denpasar, tetapi istri protes ingin ikut demikian juga anak2.
Sementara persiapan berangkat ke Denpasar dimulai, makan sahur sebab hari ini adalah para jemaah haji Wukuw di Arafah.
Jam 04.15 setelah shalat shubuh dapat SMS jikalau Tyas akan berangkat ke Wonorejo, dan diputuskan di sini ngak jadi berangkat.
Jam 04.20 Yasin dan Fifi kecewa sebab ngak jadi ke Denpasar.
Jam 04.30 semua tenang kembali kerena kantuk akibat bangun tengah malam tadi.
Jam 07.00 dibangunkan istri untuk shalat Dlhuha.
Jam 08.30 saya dan Fifi juga Astari bertiga ke pasar Lumajang untuk mencari oleh- oleh, dan didapat berbagai makan : Kacang Tolo siap makan, kacang koro, jagung di tekan gepeng tipis, daging sapi bahan membuat rawon sebab Fifi minta, besok hari raya kok ngak ada makanannya yang enak dikit.
Jam 10.45 sudah dirumah sebab dirumah ada tamu si Dugel yang kemaren seharian membantu mencari sapi.
Jam 10.55

Jam 11.00 mencuci baju sebab celana panjang yang sedang dipakai ini sudah dianggap kotor, sejak kemaren dipakai mengurusin binatang korban.

Jam 12.00 putuskan untuk berangkat ke Denpasar Bali mengantar KTP nya Tyas, sebab Tyas ngak di ke Wonorejo, berangkat sendirian, masih berpuasa hari Wukuf Arafah, hari ini jemaah haji sedang wukuf.

Jam 12.14 kota Jatiroto, gereja jawa wetan, masjid kubah kuning, sungai besar dengan jembatan kereta api, pintu air irigrasi, hamparan sawah, jalan raya sejajar sungai besar.Subur dan kandungan ekonominya tinggi.

12.28 kota Tanggul.
Dominan gerejanya, Gereja Bethel dipinggir jalan besar, bus dipenuhi anak sekolah yang baru pulang.
13.02 Rambipuji
kota tua, polsek rambipuji ada kesenian mebelernya tempat tidur kayu.
13.10 terminal bus Tawangalun,Jember.
Menunggu bus ke Denpasar sangat lama,
13.20 berdialog dengan penarik becak seorang bapak dengan gurat ketuaan yang jelas duduk didalam becaannya yang baik untuk lukisan tapi tidak sempat ambil gambarnya.
13.29 dapat bus ke Denpasar.
Saat bus meninggalkan terminal dengan iringan keramaian kota terbaca warung sate pak Toha, seingat saya warung sate ini telah berusia lama, sewaktu kecil pernah di ajak eyang putri yang kuburannya baru sempat ditengok kemaren sore, terbaca juga warung sate pak toha itu.
Ada suatu suara yang hampir dua puluhan tahun tidak terdengar yaitu Bali, Bali, Bali teriak kenek bus yang menawarkan jasa angkutannya.
Kota Jember masih dilintasi, mendung tebal di timur kota mengancam dengan hujan derasnya, desa Gladak Pakem Jember di sisi timur pun dilewati, beberapa penumpang baru naik. Diluar kota Jember lahan lahan subur persawahan hamparan hijau di alih fungsikan dengan pabrik- pabrik industri, ada industri obat2 an.
Tak ada perlindungan lahan sawah yang di ubah menjadi industrial, ketahanan pangan tidak menjadi masalah globlal, atau ditempat lain tidak jadi masalah dan di sini tidak peduli juga.
Tembok tembok pudar, dataran miring menghujam dipinggir jalan, basah, hujan telah lama reda, pepohonan hijau segar, gudang tembakau Bremen Jerman yang terkonstruksi dinding bilah bambu untuk menjaga suhu ruang.
Desa Pakusari, jalanan menanjak, kebun sengon dikiri jalan, Masjid Raya kecamatan Mayang Kab Jember yang sejuk,
Desa Kejayan, hujan merintik membasahi.
air selokan yang membanjir ke jalanan, bus berhenti cukup lama tanpa alasan yang diketahui.
14.37 Desa Sempolan masih di Jember, lambat sekali bus ini.
15.02 memasuki wilayah hutan Mrawan, hutan masih terukur kehijauan dan vegetative diatas 80%, mungkin juga ini hutan yang dilindungi.
Tetapi dikejauhan tingkat tegakan pohon hanya 20%, hanya tumbuhan semak dibawah tegakan pohon yang masih melebat.
Saya sama sekali tidak tahu kemana keka
yaan alam hutan ini, rest area Gumintir 15.08 di jalanan menurun hanya dilewati saja.
15.15 Kalibaru Hotel Cottage. suasana hotel asri di kehijauan dedaunan, cocoknya hotel rest traveler.
Hujan yang merintik menemani sepanjang jalan, tetapi dinginnya udara di dalam bus ini adalah artificial semata.
Jalanan yang telah terkupas lapis atasnya sehingga bus bergetar.
Polsek Glenmore 15.36 redup sore hari menyelimut hijau pepohonan, rumah penduduk yang memadat menggeser perlahan pematang sawah dan hijauan pepohonan.
Kuba masjid yang mencuat diantara tegakan pohon yang berlarian mengikuti ladjunya kendaraan.
15.48 kecamatan Genteng.
Wilayah hujan udara basah dan lembab, perumahan penduduk yang memadat, Masjid Al Sidiq disamping sungai yang mengalir deras.
Kota Genteng, 16.00, kota yang terlihat sempit dengan bangunan bertingkat kiri kanannya, orang- orang yang tak berpuasa, yang tak merasa terhubungkan dengan suasanah jemaah haji yang sedang wukuf di Arafah, Rumah sewa toko alat olah aga fitness center menandakan kesadaran untuk membakar lemak tubuh yang menggelayut di perut dagu dan paha.
Di kota ini terlihat dua orang asing entah berkebangsaan mana bercelana pendek mencari sesuatu di depan pertokoan.
Orang yang makan itu kini berdiri, bewajah pasukan Majapahit yang tertinggal, dengan gerak tangannya yang cukup energik, dengan celana jeans, sepatu boat, merokok dan rambut di kepang panjang.
16.10 pindah bus saat bus Akas lewat, pindah disebabkan bus Damri yang dinaiki akan masuk kota Denpasar jam dua belas malam.
Setelah pindah memang terasa kecepatan yang berbeda.
16.38 kota kecamatan Jajag
Bus melaju kencang, dan 16.48 tiba di pertigaan Benculuk. 17.13 masuk kota Srono, dan suasana redup semakin terasa tetapi maghrib belum juga tiba.
17.40 Buka puasa setelah melihat ada orang shalat maghrib, bus berjalan terus dan memasuki kawasan Kabat.
17.51 terminal Banyuwangi dan turun cari angkot Ketapang, ternyata angkot di estapet tiga kali, terminal selatan ke kota Banyuwangi, dari kota ke Ketapang pelabuhan, dan dari pelabuhan ke terminal Ketapang, mahal dong jadinya.
Saat di terminal sempat shalat maghrib dan isya di masjid depan terminal, dahulu ( 1980 ) masjid itu sederhana saja sekarang sudah cantik.
Setelah shalat dan memohon pertolongan agar keluar dari konflik ini, yaitu bagaimana KTP nya Tyas sampai ke Tyas untuk dijadikan dokumen pengurusan kartu ATM nya yang hilang, masih sempat takbiran dan mulai mencari jalan keluar, memasuki wilayah pelabuhan, dengan latar belakang gelap hitam pekat, desir air laut terasa diujung pendengaran, setelah bicara dengan polisi yang berjaga, diputuskan, mengirimkan KTPnya Tyas lewat Lorena yang membuka cabang pelayanan depan pelabuhan.
Saat petugas penitipan itu menulis dokumen pengiriman saya meminjam cutter untuk memotong pepaya yang dibawa dari rumah ibu di Wonorejo, seharian tadi puasa sehari sebelum Idhul Adha dan buka puasanya makan pepaya sepotong dahulu.
Mencari angkot tujuan terminal Ketapang, terlihat bus- bus eksekutif yang baru keluar dari pelabuhan sedang diparkir memberi kesempatan penumpang untuk shalat.
Sudah diatas angkot, penumpang saya sendiri, dan setelah berjalan kencang sampai juga di terminal Ketapang.
Terlihat ada bus Akas sedang bersiap untuk berangkat, menunggu cukup lama bus ini berangkat.
Makan buah pepaya yang dibawa dari rumah Wonorejo, sebagai makan malam.
Naik angkot ke terminal bus Ketapang, Terminal dalam keadaan sepi, hanya ada satu bus Akas yang parkir untuk berangkat,
Saat menunggu di terminal Ketapang yang terhitung sepi itu, membuka pepaya untuk melanjutkan makan malam, pepaya yang manis dan enak, dimakan dengan bijinya.
Pepaya habis, berjalan mendatangi penumpang yang juga baru turun dari Pelabuhan ternyata ia bekerja di sektor pembangunan.
Jam 20.00 bus berangkat dari ketapang.
Jam 22.30 terminal bus Situbondo.
Jam 23.57 di kawasan Paiton, pembangkit tenaga listrik batu bara itu menjulang tinggi dengan lima cerobong asapnya



Minggu 6 November 2011

Suara takbir betrsahutan dari masjid yang satu ke masjid yang lain, jam 01.10 memasuki terminal Probolinggo, dan di terminal banyak sekali penumpang yang menuggu bus yang akan mengangkut tujuan yang beda- beda.
Jam 02.00 teriakan akan datangnya bus tujuan Lumajang lanjut ke Jember
terdengar dari para penumpang, bus datang dikerubuti banyak orang, saya hanya terbawa arus, dan naik, berdiri, berjejalan, dan akhirnya berdiri ditengah agak ke belakang.
Bus berjalan melintas gelapnya malam.
Takbir berkumandang, tak terasa tiba di Wonorejo terminal jam 02.45
Makan buka puasa jam 02.46
Tidur sebentar.
Adzan shubuh jam 03.33, hilang kesempatan tahajud.
Berangkat shalat ied di masjid kompleks perumahan Wonorejo Indah jam 05.00
Masjid yang dituju masih menyisahkan tempat untuk shalat ied di dalam masjid.
Duduk di shaft kedua bersama Yasin disamping.
Jam 06.00 shalat ied di mulai
Jam 06.25 Khotba shalat ied berakhir, masjid dipenuhi makmum yang berdiri meninggalkan halaman masjid, setibanya di rumah langsung sungkeman dengan Yang Tri nya, makan lontong dan rawon?
Jam 07.00 berangkat ke Tempeh
Jam 08.00 Dijemput dengan sepeda motor dengan Suryono, langsung kerumah Pak De Bari, dimana telah menunggu banyak saudara dari pihak ayah dan ibu.
Jam 08.25 acara pemotongan kurban di mulai, sebelumnya sapi telah di kalungi bunga dan kain putih, untuk hal ini saya tidak ikut campur hanya saja adat yang sudah melekat saat pengorbanan sapi ini talah bertahun tahun peristiwanya.
Silaturahmi sambil menceritrakan masing-masing keadaan suami dan istri dan anak dan keluarga yang sakit.
Jam 08.40 mohon diri untuk pindah kunjungan ke Paklik Kemat.
Ia ( pak lik kemat ) dalam kondisi terkena stroke, hanya bisa terduduk saja.
09.45 menunggu datangnya bus menuju Wonorejo Lumajang, sambil menunggu bermain dengan becaknya Karsim, teman kecil ditahun 1962 sewaktu saya tinggal di Tempeh bersama Mbah Sahut dan istrinya Mbah Suratmi, dan paman-paman lik Bambang, lik Doko, Slamet.
10.00 keluar kota Tempeh
Jam 11.00 di Wonorejo
Shalat Dzhuhur dan makan siang nasi lontong dan sayuran lodeh Tempeh.
Jam 11.15 Shalat Dzhuhur.
Jam 14.25 Shalat Ashar dan memasuk kan lipatan sarung dan handuk terus salaman dengan Yang Tri, sementara di luar hujan turun dengan deras.
Keluar dari rumah seperti berbaris dengan Fifi yang paling kecil,
Yang Tri yang berpayung sendirian sementara yang lain berteduh di pinggiran atap bangunan agar tidak terlalu basah terkena hujan turun, me stop bus akas Madura Jember.
Naik bus jam 15.00
Bus berjalan cepat, jam 16.00 tiba di terminal Probolinggo, semua penumpang tujuan Malang berpindah bus, bus tujuan Malang sudah berdiam dilajur pemberangkatan, sehingga belum lama naik dan mengatur tempat duduk, bus berangkat.
Bus sangat padat penumpangnya, dan penumpang dari bawah tidak berhenti.
Jam 19.00 Kota Malang, berjalan menuju ujung lorong dimana mobil angkot menanti penumpang.
Jam 19.15 memasuki rumahnya Naning.



Senen 7 Nopember 2011

Jam 03.00 terbangun sebab di kota Malang ada kebiasaan adzan pertama adalah membangunkan penduduk untuk shalat tahajud, dan adzan berikutnya adalah adzan shubuh sebenarnya.
Jam 09.30 keluar dari rumahnya Naning.
Naik angkot berlima menuju Stasiun KA Malang.
Jam 10.15 diambil kesepakatan siapa yang menjaga barang, sebab kalau di titip di penitipan barang setiap tas akan dinilai lima ribu rupiah.
Masih banyak waktu menyusuri kota Malang sekitar Stasiun KA kotabaru Malang.
Saat berjalan menyusuri trotoar yang tak teratur disisi kanan Stasiun, ada jalan menurun memotong rel kereta api, dan dari dataran yang tidak seberapa luas itu terlihat rangkaian kereta dari berbagai kelas, Yasin mencoba me foto nya.
Setelah itu berjalan beberapa ratus langkah, anak- anak berdiri diatas jembatan dimana di bawahnya ada kereta yang berjalan.
Sejenak berhenti, setelah tiba di ujung jalan, belok kanan, tidak ada yang menarik kecuali mencatat geliat ekonomi swadaya masyarakat dengan usaha perdagangan sektor komputer, cafe dan komunikasi remaja.
Kemudian semangat wanita yang menghimpun diri dalam wadah Koperasi Wanita, hal ini seharusnya di lihat ibunya, tapi semangat ini yang dicatat sebagai hal yang patut di tidak lanjuti untuk kelompok pengajian ibu- ibu Al - Afif.
Kemudian lagi warung makanan khas Madura, kalau sampai suatu kelompok etnis tertentu membuat rumah makan ber ciri ke daerahan, berarti posisi etnis Madura di Malang boleh dikatakan kuat.
Setelah saya perhatikan makanan yang dijual tidaklah terlalu berlainan dengan makanan lainnya,
Anak2 minta es cream ber stik, ambilkan juga mama yang menunggu di ruang tunggu executive di Stasiun Malang, anak anak berlarian menghampiri ibunya sambil menyerahkan es cream.
Setelah itu berjalan lagi kearah depan lurus stasiun kota Malang, melewati pemerintahan kota Malang, Hotel Tugu, Jembatan, Sarinah, Khusus Sarinah Malang ini pernah saya masuk kedalamnya di tahun 1973 untuk membeli seterika listrik,
Setelah melihat puncak menara masjid Jamie kota Malang, baru sadar di kawasan ini saya mempunyai langganan untuk membeli rujak cingur dan lauk pauk.
Jam 15.16 KA bisnis Senja Kediri berangkat dari kota Malang.
Hujan merintik masih menyelimuti kota Malang.
Barisan rumah kumuh sepanjang jalan kereta seakan mengucapkan selamat jalan
Hamparan sawah subur hijau seluas mata memandang tak habis2nya.
16.38 stasiun Kesamben.
17.20 memasuki kota Blitar, langit semakin meredup, suasana senja meliput pemandangan, udara basah hujan gerimis,
19.30 memasuki kota Kertosono,gelap menyelimut, lintasan kereta yang cukup padat.
Jam 22.28 memasuki kota Solo disaat penduduk kota nyenyak dengan tidurnya.




Selasa 8 Nopember 2011

Suara sirene lintasan kereta api ditengah malam, dengan nada yang khusus bermusik tempo dulu, menandakan jikalau kereta memasuki kota Semarang jam 01.04 bersamaan kereta Kertajaya masuk dari Surabaya.
Saat terdengar tanda keberangkatan kereta dikumandangkan jam 01.10, Fifi minta popmie panas, kemudian secepatnya meraih tas belanjaan yang tersisa pop mie, membukanya cukup pelik, mendekati pintu dan ada seorang ibu penjual minuman menghaturkan air panasnya dan langsung bayar saat itu kereta bergerak meninggalkan Semarang Tawang.
01.20 masuk kota Semarang Poncol dan kereta cukup lama berhenti, banyak para penjual yang tidur di emplasement stasiun, kereta mulai beranjak pergi jam 01.30.
Setelah itu berhenti cukup lama di stasiun kecil tidak terbaca nama stasiunnya saat menunggu kereta lewat dari arah keberangkatan, gelap masih menutup pemandangan.
03.55 Pekalongan.
Masih ada sisa waktu untuk shalat tahajud sambil duduk, bangku kosong di samping di isi penumpang lainnya, 03.59 terdengar adzhan shubuh, saat untuk mengerjakan shalat.
Kereta berangkat dari Pekalongan jam 04.05, setelah masuk kereta dari Bandung.
Pagi sudah menjelang tetapi gelap malam masih menyelimut, lampu huruf signlamp tertulis RSUD BANDAN diujung stasiun Pekalongan masih jelas berwarna hijau kekuningan.
Tempat duduk di depan istri sejak berangkat dari Malang sepi aja sehingga bangkunya dibalik dan terlihat space menjadi lebar, sejak di stasiun Kediri, pasangan tua itu masuk dan bangku duduknya di kursi depan istri, setibanya di Pekalongan pasangan tua itu turun, dan bangku tadi akan rencananya di gunakan istri untuk baring, belum badan ini tidur, si penumpang baru yang naik dari stasiun Pekalongan telah berdiri di samping dan ingin segera menduduki tempat duduknya, disini yang jadi pemikiran adalah pola pergerakan masyarakat umumnya terjadi pada hubungan kota jasa dan bisnis dengan asal tempat tinggal, akan tetapi dengan pudarnya Jakarta sebagai pusat pertumbuhan investor terlihat bermunculan para industriawan baru di daerah, fenomena ini diujung ahir nya ikut mempengaruhi pergerakan/ perpindahan tempat manusia di Tanah Jawa.
Kereta masih melaju dengan kecepatan tinggi, tiba- tiba penumpang di samping merokok, gawat ini, langsung aja jendela kereta di samping di buka, udara pagi dingin sejuk dengan oksigen yang terbarukan memasuki kereta membuyarkan asap rokok.
Jam 04.43 Fifinya setelah shalat shubuh minta diantar ke belakang.
Kereta masih berjalan kencang mencapai stasiun pemberhentian berikutnya.
04.58 memasuki stasiun Tegal.
Terang langit sudah merubah suasana pagi
Para pedagang asongan memasuki gerbang kereta.
Jam 05.11 Tegal kota di tinggalkan.
Dibalik perumahan penduduk yang terkena pemotongan akibat perluasan jalan Kereta Api dua jalur, terlihat gunung Slamet aktif mengeluarkan asapnya.
Diwilayah ini lajur lintasan kereta dua jalur telah digunakan, gemuruh suara kereta saat berpapasan dalam posisi kedua kereta berjalan.
05.20 stasiun Brebes, berhenti menunggu kereta rangkaian panjang peti kemas yang kosong, tidak ada peti kemasnya, hanya kereta deck dengan lobang lobang efisiensi luas permukaan baja.
05.29 sinar matahari pagi mulai melempar senyum ramahnya menyapa kesehatan insan Illahi, kok gitu ngak bersyukur.
Jam 06.29 masuk kota Jatibarang
Jam 08.00 masuk kota Cikampek, kereta ini berlari seperti orang yang terlambat, tidak ada yang memperhatikan.
08.23 Kerawang
08.37 Cikarang
08.45 Tambun
Hari semakin siang, Tambun sepi sebab telah ditinggalkan warganya untuk bekerja di Jakarta.
08.52 Bekasi
Memasuki kota ini kereta berjalan perlahan, tidak tahu jikalau kereta akan berhenti, hanya saja saat keluar dari kamar kecil, lintasan orang lewat didalam gerbong telah penuh orang yang akan turun, stasiun kereta kota Bekasi ini semakin baik saja penampilannya, terlihat di emplasement dua ada kereta komuter Jakarta Bekasi sedang membuka semua pintunya menunggu penumpang masuk.
09.09 Jatinegara
Kereta belum berhenti Fifinya gelisa, sehingga saat kereta berhenti diujung signal Jatinegara, persiapan orang turun semakin banyak saja.
Turun dari kereta, keluar, angkot 01A, turun di Uki, naik angkot 56 yang pagi ini sepi sampai harus menunggu 5 menit.
Jam 11.00 masuk rumah, sebelumnya sempat belanja di pasar bahan sayur soup untuk makan setibanya dari perjalanan, air mati, saya mandi di musholah.
Menjenguk tetangga depan rumah yang sakit stroke ringan
Jam 13.30 berangkat ke Kementerian PAN dengan shalat Ashar di masjid pertigaan Pasar Minggu.
Jam 20.00 rapat pengelola teknis dengan peninjauan langsung kemajuan pekerjaan di Inspektorat Jenderal Kem Perdagangan, pekerjaan termasuk ringan tetapi lambat pengerjaannya.
Jam 21.00 menyusuri jalan raden saleh malam dengan hiasan trotoar jalan yang berlubang, terpikiran betapa tidak mampunya sang gubernur DKI Jakarta dimana jalan raden Saleh ini selayaknya tampil mega ternyata suasana kumuh masih saja menghiasi, hotel yang bersinar hilang dengan fasilitas kota yang tidak mendukung.
Masuk rumah jam 23.00 ngantuk




Rabu 9 Nopember 2011


Innalillahi Waina Illaihi Roziun, ayah mertuanya pak Beta meninggal dunia, akan dimakamkan di Tanah Kusir setelah shalat Dzuhur, SMS dari pak Beta sendiri.
Jam 09.50 saat melintas di bawah jalan layang Jatiwarna, terlihat iring2an jenazah hendak ke pemakaman, saya tidak menyangka jikalau iringan pengantar jenazah itu adalah kekuarga dari pak Beta, hal ini diketahui sewaktu tiba di rumah duka diceritrakan jikalau ada perubahan waktu yang ngak sempat di beritahukan, setelah itu kembali bermotor menuju ke Kementerian Perdagangan, setibanya disana jam 11.30 sempat ke bangunan dua di lantai lima tetapi pelaksana bangunan belum terlihat, setelah di hubungi berkali-kali lewat Hp ternyata Wanda si pelaksana berada di Biro Umum.
Saat adzan dzuhur tiba 11.36 shalat di masjid perdagangan, ternyata Pelaksana pekerjaan ikut shalat, peninjauan lapangan dari lantai 10, hingga ke loby, analisa dan kesimpulan perlu dipercepat pengerjaannya.
Jam 14.00 rapat penguatan konstruksi lantai lima dan enam dimulai, baru sebentar rapat dilaksanakan ternyata Adzan Ashar terdengar.
Shalat Ashar
Kesimpulan rapat kontraktor harus di panggil sebab keterlambatan telah 50%

Jam 16.00 rapat lanjutan pembahasan bangunan rohani
Jam 17.00 terkena macet luar biasa selepas kalimalang memasuki pondok gede.
betul- betul macet.
Jam 17.45 shalat maghrib di masjid pondok gede.
Jam 18.45 Tiba di rumah duka yang tadi pagi telah di datangi, dalam suasana duka, banyak tamu yang datang baik dari keluarga almarhum maupun tetangga, karangan bunga duka juga malam ini belum di bersihkan.
Isya datang, menuju masjid yang tak jauh dari rumah duka bersama pak Beta, jam 20.00 acara tahlil dimulai, jam 21.00 mohon diri sebab rumah masi jauh.
Jam 22.00 masuk rumah dimana anak2 belum tidur.




Kamis 10 Nopember 2011

Se harian di poltekes hang jebat III Jalarta Selatan






Jumat 11 Nopember 2011

Sejak jam 10.00 sudah di Bank Muamalat Cijantung, setelah itu berputar balik menuju kantor Perdagangan di Ciracas, sebab bagian umum tidak ada di tempat maka Pengelolaan Teknis disini tidak bisa dilakukan.
Menyusuri jalan Kramatjati sambil mengukur sudah waktunya shalat Jumat belum, di jalanan sudah terlihat orang yang berangkat ke masjid, 11.15 masuk masjid ASABRI Cawang, jam 13.00 di Jalan Jambu untuk evaluasi renovasi mess perdagangan, dengan permasalahan utama adalah pemindahan orang, orang itu tinggal di sana saat mess perdagangan masih seonggok bangunan tua yang belum di rehabilitasi, proses rehabilitasi berjalan ternyata orang yang tinggal di situ belum pindah, jangan sampai masalah ini menghambat persentasi penyerapan pekerjaan konstruksi.






Sabtu 12 Nopember 2011
Jam 11.00 walima khitan tetangga
11.50 dzuhur.
15.15 Memasuki kawasan senayan dimana untuk meyemarakan IHS Rotterdam bergabung european higher education fair melakukan pameran pendidikan di Jakarta.
Ternyata ramai juga, sejak lapangan parkir sudah ramai dengan peserta Asean Game.
15.35 Shalat Ashar beramai- ramai dengan banyak anak muda yang kepingin belajar ke luar negeri.
16.00 membaca di board yang terpasang dimana lokasi IHS, IHS bernomer 81 dan terletak di bagian dalam.
Sewaktu tiba di stand IHS, ternyata Sarah Steendam didudukan ditengah sedang memberi penjelasan soal pendidikan, steendam di apit oleh alumni IHS yang baru tahun kemaren pulang ke Indonesia.
Fifi berfoto bersama dengan Sarah Steendam.
Jam 17.00 pulang.
Jam 17.22 sudah berada di Simatupang
Jam 17.45 saat adzan maghrib sudah berada di ujung jalan Penganten Ali, sementara Fifi makan bakso sebesar bola tennes bersama ibunya, saya berjalan memasuki pusat perawatan Panti Usia Lanjut Werdah untuk shalat maghrib.
Saat salat semua yang ada adalah orang tua dengan wajah yang sayu dan pasrah hidupnya di makan usia.
Bermotor lagi bertiga membelah malam, masuk rumah jam 20.00






Minggu 13 Nopember 2011

Jam 09.00 berangkat ke Bandung, di jemput di perempatan Rawa Panjang Bekasi.
Mobil dinas kementerian perdagangan.
Yasin duduk sendiri di tempat duduk belakang, di depan saya dengan pak Kusnadi yang pegang kemudi.
09.15 Menelpon ke rumah untuk menceritrakan awal perjalanan ke Bandung
ternyata berita dari rumah, di rumah ada demo masyarakat
09.27 Kerawang, cuaca cerah.
09.31 Cikampek, memasuki tol Purbalenyi.
09.43 Rest area Km Sadang Cikampek.
Teh taruik kayu manis dan kue lupis satu piring isi tiga.
10.10 keluar dari rest area Cikampek Sadang
Rupanya rest area ini juga yang di singgahi sewaktu bersamaan dengan oran BPPT untuk shalat Ashar minggu lalu.
10.36 di Km 102.600 menyalip rombongan ibadah haji baru pulang dari tanah suci, kloter Bandung. Di kilometer 109 mendung mulai menutup, pemandangan menjadi redup.
jam 11.00 Pintu Tol Pasteur Bandung, macet.
Jam 11.08 Masuk kota Bandung.
14.15 Keluar dari Restorant, jalan Pasteur didepan sudah padat merayap, saya seperti memasuki suasana laporan pandangan mata radio Al Shinta yang melaporkan kemacetan di arah pintu gerbang tol Pasteur.
Ya baru kali ini berada di kota Bandung dengan kemacetan parah, saya menjelaskan kepada Yasin, masalah struktur ruang kota Bandung sejak kota Bandung Tempoe Doloe, jalan kecil, berbelok, berputar, dan menikung semua asli kota Bandung saat Bandung mempunyai kendaraan Andong berkuda di tahun 1926.
Perubahan angkutan mobil sederhana menjadi mabil pribadi bertenaga besar tidak di iringi perbaikan infrastruktur kota, sampai sekarang, perbaikan sebagai hasil rekayasa mengikuti kebutuhan dan desakan jaman baru menyentuh sedikit, hanya sebatas jalan tol.
Khusus kota Bandung sebaiknya tidak dilakukan perlebaran jalan, penggunaan angkutan masal berkecepayan rendah dan tipis ( lebar 1.40 m ), ber rel, sebaiknya dikembangkan disini, seperti tram kota kalau di Rotterdam, pembatasan penggunaan kendaraan bernomer plat luar kota Bandung, semua kendaraan dari luar kota Bandung hanya boleh parkir di luar kota Bandung, sudah tentu di carikan lahan dan sistim keamanannya, dari tempat itu naik angkutan yang merambat memanjang memasuki Kota Bandung, methode pembayarannya adalah satu tiket berlaku satu hari untuk satu jiwa guna segala jenis transportasi darat kota Bandung, setara tiga kali harga beras termurah.
Bersamaan itu dilakukan kegiatan peremajaan semua angkutan yang terkoneksi dengan tram, dilakukan peremajaan kota dan penanaman kembali pepohohan kota Bandung, terutama penanaman pohon kenarinya.
Untuk mengantisipasi pertumbuhan urban growth nya, Pemda Bandung harus mempersiapkan wilayah Selatan yang sering dilanda banjir dengan methode terpadu, menghilang kan banjir dengan membangun kanal - kanal dan tembok pertahanan air disaat air bah mengancam menggenangi kota, sambil membangun kota ber basis anti banjir, suatu kota di bangun di wilayah banjir tapi sudah mengantisipasi terjadinya banjir, sehingga tidak kebanjiran.
14.50 Jalan Sangkuriang Barat Cimahi Selatan.
15.20 Kementerian perdagangan balai metrologi Cihanjuang,Parongpong, Cimahi, Bandung Barat.
Keberadaan saya saat ini hanya sebatas orang yang diperbantukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum untuk Kementerian Perdagangan, dan disebabkan anggaran yang digunakan untuk membangun Kantor Balai Metreologi Kementerian Perdagangan ini bukan APBN yang dikelolah Biro Umum kementerian Perdagangan Pusat, tapi dikelolah Balai sendiri, dan PPK nya terpisah demikian maka saya tidak diperkenankan mengontrol pembangunan Balai Metreologi secara ke PU an, hanya sebatas pengamat terhadap fisik bangunan yang lagi dikerjakan diburu waktu.
Tapi PPK Balai Metreologi ini merasa terkejut sewaktu saya jelaskan methode monitoring APBN yang di Pengelola Teknis Kementerian Pekerjaan Umum, di bandingkan di Pengelola Teknis Dinas PU Propinsi Jawa Barat.
PPK Balai Metreologi merasa sangat jelas kalau di PT oleh Kementerian Pekerjaan Umum, pekerjaan tidak hanya pekerjaan, tetapi pekerjaan akan berpengaruh terhadap methode pengerjaan, pengerahan tenaga tukang menurut waktu dan judul pengerjaannya, kecelakaan tukang sewaktu bekerja sehingga syarat ansuransi pekerja diselidik ada dan tidaknya.
Yang namanya rapat lapangan ini di udara terbuka dengan gerimis hujan dan posisi berdiri, sehingga seperti teater besar dengan panggung tak bertepi, pohon berdaun lembut pohon Flamboyan membantu bahasa tubuh untuk menjelaskan segala methode penyelesaian pekerjaan, sementara Yasin yang ikut disitu hanya berdiri mengamati bangunan yang sedang dikerjakan, rintikan hujan tidak di rasakan.
16.00 Shalat Ashar masjid balai metrologi Cihanjuang Parongpong Cimahi, berjamaah dengan orang2 perdagangan.
Jam 17.00 pulang, sore datang dengan cepatnya, mendung ,masih menutup langit, kembali menyusuri jalan Jihanjuang yang berlobang, ciri khas masyarakat Cimahi dan Bandung adalah usaha berjualan di sepanjang jalan, ruang sedikit longgar sudah di sulap menjadi sarana berjualan, tanda bahwa geliat urban dengan penekanan jual beli barang konsumsi sangat tinggi, kelihatannya apapun yang di jual pasti lakunya, setelah berjalan jauh dengan banyak menjumpai manusia Cimahi, ada pemandangan yang asing saat ini, kalau melihat fly over di depan terlihat ada sepeda motor yang lewat berarti bukan jalan tol, tapi rasanya saya pernah melintas di atas fly over itu beberapakali sewaktu ke Bandung bermotor, ya ini perempatan Cimindi, sebab saat ini saya berada di bawahnya. Akhirnya memasuki kota Cimahinya sendiri, mencoba membayangkan keindahan yang lebih baik lagi kalau kota Cimahi ini di tata yang cantik masalah arsitektur urban buildingnya, masalah landscape nya, masalah perlintasan jalan orang dan penataan yang rapi rumah jualan pedagang kecil.
Jam 17.22 Pintu tol Padalarang, suasana sore dengan cuaca mendung sehingga warna menjadi temeremam, tidak ada disudut langit warna jingga akibat matahari terbenam, mendung merata dan rintikan hujan mengguyur sepanjang jalan tol.
Masuk kilometer 50 terjadi kemacetan akibat bus bermasalah dengan mesinnya sehingga terlihat banyak penumpang yang turun dari bus, ada tiga bus yang berposisi sedemikian sore ini.
Jam 17.45 masuk rest area kilometer 97, suasananya ramai menjelang shalat Maghrib, di masjid yang termasuk besar itu sekarang terlihat kecil sebab masih banyak orang yang menunggu shalat maghrib belum dapat giliran.
Jam 16.08 mengimami shalat Maghrib periode kedua, banyak juga makmum, setelah selesai menggunakan pintu pintas disamping tempat imam shalat sehingga menghindari arus tumbukan.
Hujan masih turun, berpisah dengan bapak dari Kementerian Perdagangan, suasana hujan, jumlah pemakai jalan tol yang memanfaatkan sarana rest area ini sangat banyak sehingga susah mencari lahan parkir. Hp masuk ternyata pak Kusnadi yang orang perdagangan itu menunggu di shelter penghubung masjid dengan loby utama, dari masjid terlihat sosok pak Kusnadi dengan kaos merah ke coklatan bergaris lebar berada diantara kerumunan orang yang berteduh.
Berlari kecil bersama Yasin dan bertiga menuju ke loby utama untuk mencari tempat yang cocok, Yasin masih menyenangi Solaria, sehingga bertiga kesana menuju.
Jam 19.01 meninggalkan Rest Area kilometer 97, memasuki jalan tol yang gelap, jalan berbayar ini sepanjang jalan tidak ada lampu penerangannya, sehingga kalau dilihat dari pesawat keberadaan jalan ini hilang dimakan gelap, lain hal kalau terbang malam diatas Turki ke utara, terutama Perancis, dari pemandangan gelap yang menyibak adalah untaian lampu kuning sepanjang jalan kota, sehingga bentuk kota- kota itu kelihatan diwaktu malam dalam penerbangan.
Luar biasa macetnya yang namanya jalan Tol ini, tidak usah menunggu hari raya, bukan hari raya saja sudah macet.
Jam 20.00 masuk Cikampek.
Jam 21.00 masuk Bekasi
Jam 21.30 Rawapanjang Bekasi, turun dari mobil, setelah mengucapkan salam dan salaman menghampiri motor yang diparkir sejak tadi pagi, jiket basah, berarti hujan turun tadi, tidak beberapa lama sudah bermotor dengan Yasin menyusuri jalan Batargebang
menuju Cileungsi.
Jam 22.30 masuk kompleks perumahan, dan suasana tegang masih terasa, gerombolan orang duduk- duduk membicarakan sesuatu masih terlihat, dari informasi Hp dimana ibunya anak- anak berceritra jikalau dilakukan demo tadi pagi oleh warga perumahan yang memprotes penggalian pasir dan berujung pada penangkapan.
Jam 22.31 sambil bermotor menghampiri gerombolan warga dan terlihat wajah beringas, kehadiran saya ke mereka untuk memberitahukan ini lho saya baru datang dan ada apa, ngeak ada apa- apa jawab salah seorang warga.
Jam 22.40 masuk rumah.
Jam 23.00 masih belum tidur membicarakan peristiwa demo dan penagkapan tuju warga oleh kepolisian.
Sampai jam 23.50 mata ini belum terpejam




Senen 14 November 2011

Pagi jam 03.15 saat alrm Hp berbunyi, terbangun, secepatnya shalat tahajud, dan jam 03.56 mulai makan sahur dengan hanya beberapa suap nasi dan satu sendok kuah sayur, setelah minum satu gelas di kejauhan terdengar adzan berkumandang.
Jam 04.10 Shalat berjamaah dengan anak- anak dan istri.
Kantuk masih kuat sehingga tertidur dan sekitar jam 08.00 terbangun saat membangunkan jiakalu air ngak ada.
Jam 08.15 mulai mengangkat air
Menjenguk pak Dahlan yang tensinya lagi naik sambil mengajari membuat ramuan mengkudu dan methoda pengerjannya, yang ngajari istri ke ibu pak dahlan sampai terminum.
Sore harinya diserang hujan setelah gagal mengirim uang ke Tyas ATM Bank Mandiri hendak kirim uang ke rekening BRI atas nama temannya




Selasa 15 November 2011

Di kantor pagi ini ada duka, ibu Ristien meninggal dunia, jam 01.00.
di loby kantor Pasar Jumat ikut nimbrung dalam pembicaraan duka, ada pak Cipta, ada pak Jaenal, ada ibu Appun dan saya, disebabkan jenazah di bawa ke Solo maka penerbangan tadi pagi jam 09.00 Garuda.
Dikantor hanya terlihat wajah duka atas meninggalnya, tidak beberapa lama sudah berkendaraan ke Kementerian Pekerjaan Umum.
Poliklinik Gigi menjadi tujuan sebab gigi masih sakit, di Poli Gigi Kementerian disarankan untuk minum obat antibiotik agar mati bakteri di bawah akar, sebab baru di sentuh sudah berdarah.
Berjalan ke Al Azhar untuk sodaqoh.
Masuk Kementerian langsung ke lantai lima untuk jumpa administrator Pengelolah Teknis, ke Balitabang, shalat Dzhuhur di lantai empat Binamarga.
Makan siang bersama pak Kuat, KTU Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum.
Jam 13.00 hujan lebat diKementerian Pekerjaan Umum, di Bank Mandiri KCP PU untuk kirim uang ke Tyas dan Aswan.
Minta plastik dengan pegawai bank untuk melindungi kepala dari guyuran air hujan saat menyebrang ke komplek bangunan Perumahan Rakyat.
Basah badan tak terhindarkan.
Tiba di MENPAN RI jam 13.30
Hujan masih lebat tapi cenderung reda, badan sudah basah, basah - basah masuk kementerian PAN.
Secangkir teh hangat dari Biro Umum KemenPan sanggup mengusir dinginnya badan.
14.00 rapat laporan kemajuan pekerjaan mingguan dimulai,
Ruang rapat kosong, lapor ke PPK untuk menggerebak mereka.
Jam 14.15 sudah berdatangan satu persatu,
Jam 14.20 rapat dimulai.
Pekerjaan terlambat 14 % dari target 92%, sedang dipikirkan pekerjaan tambah waktu berkaitan penundaan pekerjaan kerena rapat.
Hujan semakin reda, pekerjaan pemasangan kaca ditunda sebab licin pengaruh rintikan hujan.
Pelaksana berkira akan minta penambahan waktu.
Pada saat melihat BQ terlihat banyak bagian pekerjaan sudah 100%, 90% dan ada juga yang 15%.
Rapat serupa di perkirakan di lakukan dua kali
Saya minta jadwal finishing dua mingguan sebab menurut jadwal 15 hari kerja, pekerjaan ini harus selasai, satu lembar kertas laporan itu dengan sunguh2 dikerjakan, sebab rapat di tutup kertas laporan itu akan saya laporkan ke Owner.
Sehingga owner punya pegangan untuk antisipasi pekerjaan.




Rabu 16 November 2011

Jam 14.00 rapat perkuatan struktur lantai 5
dan 6 Kementerian Perdagangan di buka.
Target pekerjaan 63.73 %
Realisasi fisik 21 %
Tertinggal 42.32 %
Hari ini perkiraan baja masuk malam hari.





Kamis 17 November 2011
Jam 02.30 bangun cari air.
Jam 03.50 Sahur
Jam 04.09 Adzan Shubuh
Jam 07.10 berangkat bersama istri sebab akan mampir kerumah sakit Mulia sebab tetangga pak Joko masuk lagi ke rumah sakit, jatuh pusing dengan berputar.






Jumat 18 November 2011
Bangun jam 02.30 cari air dibantu anak2, berkali2 angkat air, jam 03.30 shalat tahjud 04.06 terdengar adzan shubuh, setelah mengerjakan shalat tidur lagi, 06.10 shalat dlhuha.
07.00 berangkat kantor
08.20 di Bank Muamalat Sudirman Cijantung
08.32 di Bank Mandiri Plaza PP Simatupang sebab Tyas minta membayar indekosannya
09.10 absen sidik jari di kantor Pasar Jumat, ada SMS dari pak Jilan minta ketemu untuk membahas pekerjaan tambah kurang, saya minta di realisirkan saja sebab minggu depan ada kemungkinan tobrokan dengan BPPT.
10.00 di Slipi Grogol dalam rangka mencari gedung PPEI di S Parman 112, tetapi gagal, banyak orang tidak tahu keberadaan kantor PPEI.
akhirnya putuskan pulang, sedang berjalan tiba- tiba didepan terlihat ujung kemacetan, belok kiri dimana jalan ini akan melewati atasnya stasiun Tanah Abang, lurus terus ketemu Patung Tani, putar dan ketemu Masjid Mutia, Masjid tua dan banyak orang yang menyukainya sehingga ramainya bukan kepalang.
Motor diparkir di Trotoar arah jalan Teuku Umar, jalan kaki memasuki wilayah masjid, manusia dengan bungkusannya.
Makan roti seribu rupiah, setelah itu ambil air wudhlu dan masuk Masjid Mutia.
Ruang Masjid dengan arsitektur bangunan lama, bentuk arsitektur luar yang tidak mencerminkan tempat ibadah.
Bagian dalam masjid memang seperti bangunan lama, terbagi dalam ruang- ruang berukuran kecil dan ruang utama sedikit besar dan mimbar dan imam di ruang sudut agak kecil, monitor sirkuit TV dipasang dimana- mana sebab ruangan makmum terbagi di banyak ruangan kecil- kecil.
Masih banyak waktu untuk mengaji Al-Quran sebelum adzan berkumandang.
Setelah acara Jumatan selesai lautan manusia sedemikian banyaknya memenuhi halaman masjid Jam 13.00
Aktifitas jualan yang mencerminkan bazar dalam arti sebenarnya, tidak ada yang mensponsori, semuanya swadaya, dan harga jauh dari harga toko, timbul pertanyaan apakah Allah yang Maha Malihat dan Tahu, membiarkan orang yang berjualan di halaman masjid itu memalsu barang jualannya sehingga harganya miring, atau penjual menjual barangnya mencari barang yang di keluarkan oleh pabrik industri kerena tidak layak standard kualitas pabrik, barang itu yang di cari oleh penjual dan di jual di Masjid Ba'da Jumat, sehingga harganya turun, sesuatu yang nyata adalah semua
19.21 rumah makan ibu ibu Hanna Mampang Prapatan, ada ber lima.
Dua piring nasi kebuli datang, tapi kerena tidak merasa pesan, saya lewatkan saja, khusus pesanan disini saya seperti tidak tahu, saya lebih baik ikut kepada teman team yang pesan makanan terdiri gule kambing gemuk muda usia.
Jam



Sabtu 19 November 2011

Jam 03.10 terbangun saat Hp berdering
Terlihat ruang kamar hotel standard itu penuh sebab Yasin menurunkan bed dan di tiduri sendiri sedangkan Fifi satu bed dengan Astari.
Jam 03.20 berangkat ke Masjid, keluar dari lift hotel, hotel sepi tak ada bayang kehidupan, menyebrang jalan raya Mampang Prapatan yang pagi ini sepi sekali.
Berjalan berdua dengan istri, sejak dari kamar hotel, mukenah shalat telah dikenakan oleh istri sehingga suasananya seperti di Makkah menjelang shubuh keluar dari hotel dengan taburan lampu kota berjajar rapi.
Masjid depan hotel bergeser kiri 200 meter sedang dalam taraf renovasi, sehingga penampilannya amburadul dengan karpet berdebu.
Terlihat jam dinding besar angka
03.40 berarti punya ruang sedikit untuk shalat tahajud.
Jam 04.03 saat semua masjid di kota Jakarta mengumandangkan adzhan shubuh, masjid yang saya datangi ini diam saja, akhirnya saya adzan shubuh dengan suara parau dan sangat tak enak, habis males banget petugas adzan di masjid sini.
Jam 04.15 keluar dari Masjid dengan
perut melilit hendak kebelakang, berjalan cepat memasuki hotel Maharani yang pintu masuknya di letakan di samping, masuk ke lift, dan setibanya dikamar hotel langsung masuk kamar mandi.
Jam 05.02 Astari minta diantar ke Kampung Rambutan untuk sekolah ke Jonggol.
Jam 05.10 bermotor berdua dengan Astari setibanya di Ranco terjadi kecelakaan sepeda motor dua kejadian ditempat yang sama dalam waktu bersamaan, sebab mengejar waktu sekolahnya Astari saya tidak bisa membantu, mohon maaf dengan sangat.
Jam 05.25 Astari naik angkot 121 tujuan Cileungsi dan saya kembali ke hotel Maharani, tiba dimana jalanan belum padat sekitar jam 06.00
Jam 07.00 turun untuk sarapan dengan Yasin dan Fifi dan ibunya.






Ruang restorasi hotel Maharani ini sangat ramai, mengingat kemaren saja sangat susah cari kamar, secara strategis pemasaran hotel Maharani ini termasuk berhasil, kelemahannya di manusia yang melayani restorasi wajahnya sangar dan sedikit tidak simpatik dengan penampilan bodoh saat dikomplin oleh istri sebab lagi enak makan kok kejatuhan air, ternyata air condensasi AC yang menetes, cuma kan ngak lumrah, lagi asyik sarapan diperciki air,
Siapun orangnya.
Jam 08.00 shalat dlhuha semua ikut shalat
Jam 09.00 chek out dari hotel Maharani, ibunya, Yasin dan Fifi langsung ke Kampung Rambutan dan saya menunggu pengawas Anafarma dan Farmasi Politeknik Kesehatan III Jakarta.
Jam 10.45 baru mereka datang sementara saya menunggunya dikamar 704 sebab mau menunggu di loby hotel kok penuh asap rokok.
Tujuan pertama meninjau kegiatan proyek Anafarma di Pasar Minggu, saya bermotor sendiri sejak dari hotel dan si pengawas pekerjaan Dian Sastrowardoyo yang berbadan kekar dan bermuka bulat dengan bulu cambang di dagu dan pipi berserawut kasar persis penampilan temannya si popeye si pelaut, si Brutus, dengan celana lebar yang tidak bisa dicantolkan di badan sebab perut terlalu besar, juga bermotor sendiri.
Setibanya dilapangan 11.01 langsung menuju ruang guru untuk minta ijin duduk dengan beberapa orang terdiri dari, pemborong, pengawas, wakil dari owner dan pengelolah teknis untuk melakukan rapat progress pekerjaan, rapat tanpa meja.
Pekerjaan termasuk sedikit lambat
Melanjutkan jalan ke Farmasi di jalan percetakan Negara.
Saat menuju ke Farmasi, berpisah jalan dengan sang pengawas, belok kanan di mana tembusnya hingga Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Saat Adzan Dzuhur berkumandang 11.40 sedang berada di Celilitan, Shalat Dzuhur di masjid Yayasan Asabri.
Berangkat lagi ke ujung jalan Pemuda, dan belok kiri jalan Percetakan Negara, didepan penjara Percetakan Negara terdapat kompleks Kesehatan, dan disini Jurusan Farmasi Poltekes III Jakarta berada.
Menjumpai kesalahan prinsip struktur sehingga langsung membuat memo kepada
Pemimpin Kegiatan ini di Poltekes III Jakarta.
Saat pulang dari jalan Percetakan Negara terjadi kemacetan dimana- mana, sehingga mengambil jalan Pemuda sampai dekat Pulo Gadung belak kanan masuk Klender, di Klender menjumpai kemacetan parah, lurus menyisiri rel kereta api sampai Duren Sawit dan belok kanan ketemu Cakung, lurus dan ketemu Bintara, lurus ketemu Kalimalang, kiri, hujan panas, masuk Bekasi macet, Rawapanjang
Jam 22.00 terjaga dari tidur, teringat jikalau rumah tidak ada air, keluar rumah mendekati kran air sambil membaca
Al-Fatiha dan saat diputar air mengalir, sering kran ini dimatikan, sehingga saat orang sudah tidur tidak ada lagi orang yang bisa ditanya dimana kran penghidup air.
Masuk lagi kerumah mengambil slang air 20 m yang dibeli tadi sore, dengan bantuan slang air dari musholah sepanjang 20 m juga, kedua slang di sambung baru mencapai pintu depan, sehingga dibutuhkan slang air tambahan, ada di rumah, dan air dihidupkan dari kran, diikat dahulu ujung slang sebab tekanan air yang besar menyebabkan slang terlepas.
Kondisi ini harus dijaga, peristiwa jaga air ini mengingatkan sewaktu di Tempeh, Lumajang, Jawa Timur, tahun 1964, dimana saat itu Indonesia sangat tidak jelas hukumnya, apalagi dominasi Partai Komunis Indonesia di wilayah perdesaan,
membuat rakyat tidak punya banyak pilihan
Dimana sudah sering terjadi petani satu berbunuhan dengan petani yang satu lagi sebab petani itu memutus jalan air yang diarahkan ke sawahnya.
Jam 23.58 naik lagi ketempat tidur setelah memutus air kran, menggulung dan mengembalikan slang air ke Musholah, menutup pintu, baca doa, tidurlah.




Minggu 20 November 2011

Jam 14.30 badan terasa ngak enak, sedikit pusing, dan cenderung masuk angin, mengingat kelelahan selama ini, setelah Shalat Ashar memblender jus sayur terdiri dari : buah mengkudu, daun sirsak, buncis, tomat, terong ungu, leunca dan wortel, hanya wortel yang di banyakin hingga hampir sekilo habis, sedikit daun kumis kecing sebab tidak tumbuh daun pohonnya, setelah minum dua gelas bawa tidur badan, istirahat baring sambil menulis blog, sehingga efektip bekerjanya jus sayur dan pemulihan stamina.





Senen 21 November 2011
Jam 00.05 terbangun menggigil kedinginan, ngak ada selimut, dikasi air panas dengan istri dan diminum menggigilnya hilang.
03.09 terbangun sebab Hp berdering membangunkannya.
Teringat jikalau dirumah ada kunyit putih satu tas plastik, kunyit putih berkhasiat untuk perut kembung dan masuk angin, cuci bersih satu genggam kuyit putih kemudian dikunyah agak hancur dorong dengan air minum hingga tertelan,
sampai satu genggam kunyit putih ditangan habis, rasa pahit luar biasa dan hangat sehingga tidak berapa lama badan sudah sehat lagi, tapi jangan aktif dahulu, banyak istirahat.

04.10 berjalan ke musholah setelah mengerjakan shalat tahajud dirumah, mengimami shalat shubuh dengan makmumnya pak Yapis, pak Rudy, pak Dahlan, pak Parman.
Memberi Tausiah perihal ketakwaan dan penyantunan anak yatim.
Tetapi dari mereka yang mendengar tausia minta masalah pasir, masalah penambangan ilegal, masalah demo anti kerusakan lingkungan, masalah tahanan warga di Polda Jabar Bandung yang diangkat.
Istirahat dengan makan kunyit putih diperbanyak.
18.30 sambil berbaring menghafal Al-Qur'an surah Al- Nisa ayat 1-7 terasa lancar dan malu, di ijinkan menghafal Al - Qur'an yang suci disebagian ayatnya, Maha Besar Allah yang memiliki kekuasaan tak terhingga.
Keluar rumah ke warung kecil untuk membeli sayur, saya berfikir ada hubungannya beberapa hari ini ngak makan sayur sampai badan tidak jelas sakitnya dan pengatur suhu tubuh, saat sayuran bayam dan kangkung dan daun pepaya di presto mendadak api kompor padam, kehabisan gas, ada baik kehabisan gas diujung malam, pernah terjadi kehabisan gas di akhir malam, akhirnya tidak berbuat apa2 sampai warung tetangga buka setelah shubuh.
Menyambung slang air dari kran hingga bak mandi, makan malam dengan sayuran hijau yang banyak, pengelolaannya hanya di kukus begitu saja, tanpa bumbu, dengan nasi sedikit, timbul kantuk, istirahat, sementara pertandingan bola Indonesia melawan Malaysia sedang berlangsung.



Selasa 22 November 2011
Badan masih terasa tidak enak, jam 03.30 terbangun untuk mengerjakan shalat tahajud dan jam 04.06 keluar rumah setelah membangunkan anak2 untuk shalat shubuh, tapi Yasin dan Astari lambat bangunnya.
Menuju ke Musholah, musholah ini ada cacat design dan sangat prinsip yaitu arah kiblat, arah kiblatnya kelewatan lima derajat dari seharusnya, dan ini sudah diberi tahu sejak penggalian pondasi, tapi mereka sambil menunjukan muka bermusuhan tetap saja tidak mau memperdulikan, sehingga jikalau saya shalat atau mengimami shalat seperti pagi ini, selalu sajadah saya miringkan kearah kiri sebesar lima derajat. Saat muholah itu didekati, diata pintu terlihat warna merah sedikit yang berarti kunci musholah ada disitu, membuka kunci pintu dan menyalahkan lampu dan adzan Shubuh.
Suara adzan sangat tidak ideal, terbukti sewaktu pak Rudy datang ia menanyakan sudah adzan belum, atau adzannya ngak pakai mike.
Makmumnya yang datang pak Rudy seorangan.
Shalat Shubuh dan setelah itu pembacaan hadist Rosullulloh SWT, membahas pemerintahan yang tidak adil, 5 katagori mati sahid, mempersiapan ketahanan negara bangsa dan keluarga lebih baik dari pada sebulan penuh puasa.
Sewaktu memasuki rumah, badan kembali sakit, ada rasa dingin menggigil merayap dari punggung, kepala sedikit berat.
08.00 kaki ketusuk jarum yang jatuh ke keset kaki, kaki merasa basah sehingga kesetan dan jarum itu masuk ketelapak dan sakit lumayan, sampai badan berkeringat.
08.30 membuat jus sayur : buah mengkudu, tomat, wortel, buncis, terong ungu, leunca, setelah diminum dua gelas badan minta istirahat.
10.53 baru terasa lapar dan enak di beri makan, makannya sangat sederhana.
Jam 18.30 setelah shalat Maghrib badan terasa segar dan bisa untuk naik motor mengantar Astari membeli bakso.
Hanya sedikit tersisa adalah di otak belakang sisi kiri ada titik sakit dan terkadang hilang.
Sakit ini semakin menyiksa saat jam 22.00 saya minta Yasin untuk keluar membeli kentang Rp 2 000,- dapat dua dan di cuci, di blender bersama wortel dan di minum tanpa harus di saring lagi sebab sudah menjadi bubur, kemampuan kentang untuk menyerap racun sangat efektip, termasuk menyerap garam yang termakan sewaktu makan bakso tadi, sakit kepala satu titik itu berkurang, dan jam 22.30 sudah masuk alam tidur.





Rabu 23 November 2011

Hari masih gelap 03.20, badan terasa enak, walau masih tersisa rasa sakit satu titik di belahan kiri belakang kepala, sebagai rasa syukur langsung shalat tahajud, apalagi jam 05.00 pagi ini adik ipar, adiknya istri di Pangkep Makkasar, akan menjalani operasi sekitar kandungannya, mungkin miom nya telah membesar.
Jam 04.05 keluar rumah menuju ke Musholah, segarnya udara pagi membuat semangat untuk beribadah, membuka pintu dan menyalakan lampu kemudian adzan Shubuh, setelah shalat memberi tausia perihal Kemukzizatan Al-Qur'an, pembahasannya perlahan sebab tidak dikejar waktu, sampai bisa mendudukan peran Al-Qur'an sebagai penyempurna kita- kitab yang telah di turunkan ALLAH sebelumnya, sebab ada indikasi masyarakat akan menumpulkan ketajaman fungsi penyempurna kitab- kitab sebelumnya, dengan kalimat bantahan, kitab ini juga bukan buatan kami Tuhan juga yang menurunkan, apakah saya harus mengutamakan kitab anda dan menyalahkan kitab saya.
Jam 05.00 ke pasar dibawah jalan layang Cileungsi bersama istri, ikan lele, ketimun, daun kenikir, bw merah putih, kentang, wortel, buncis, lobak dan tomat.
Jam 07.15 berangkat kekantor setelah minum jus sayur terdiri dari : mengkudu, daun sirsak, tomat, wortel, leunca, lobak.
Jam 09.00 Bank Muamalat Cijantung
Jam 09.31 absen sidik jari di kantor.
Jam 10.30 menuju Kementerian Perdagangan di kawasan Gambir Monas.
Jam 10.55 rem belakang motor bermasalah langsung masuk bengkel di depan lintasan kereta api stasiun Kebayoran Lama, asli honda sparepartnya, jadi agak mahal, saya minta dengan ongkos pasang sebab sudah ngak ada uang lagi.
Setelah urusan rem selesai langsung mengendarai motor memasuki Thamrin dari Senayan, di sini motor mati, berhenti di depan hotel atlit, setelah dicoba saklarnya, lampu depan hidup dan berani masuk jalan Thamrin.
Cukup sepi menjelang siang ini
Jam 11.41 saat adzan Dzhuhur dikumandangkan memasuki halaman parkir motor di basement bangunan dua perdagangan.
Shalat Dzhuhur berjamaah dengan pegawai Perdagangan, setelah jam 12.30 peninjauan kelantai 10 di mulai.
Jam 14.00 Rapat Perkuatan Struktur Bangunan Tengah dimulai.
Saat jam 14.38 diingatkan jikalau pemborong perkuatan struktur masih belum memasukan H beam yang siap dipasang.






Kamis 24 Nivember 2011
03.10 bangun sebab sadar dirumah ngak ada air
03.20 membangunkan pak Yapis untuk minta tolong sebab kran air mati, saya sendiri belum tahu dimana kran penghidup nya
03.50 baru bisa shalat tahajud padahal sisa waktunya tinggal sedikit.
05.30 jus sayur
05.55 ke pak Dahlan kirim satu gelas jus sayur
08.32 bank muamalat
09.08 kantor pasar jumat Faks tidak ada nama.
10.04 BPPT Thamrin
acara penandatanganan telah dimulai dengan sambutan, direktur Konversi Konservasi dengan PGE. dimana BPPT yang memiliki teknologi, dan PGE yang meexplorasi dan operasi sumur uap panas dan Balai Kehutanan yang menguasai sacara hukum Hutan Lindung Kamojang.
BPPT dalam hal ini melakukan penelitian berkonsep dengan design pembangkit
3 MW bisa secara efisien mensuply energi listrik buat Jawa Bali, sementara pembangkit yang sudah beroperasi memiliki kapasitas 60 MW. Investor memandang bahwa kapasitas besar bisa lebih efisien sedangkan kita menjawab 3 MW bisa lebih efisien sebagai pembangkit listrik Hydrothermal.
10.53 acara diskusi pemaparan PT YIN, pihak flor banyak mempermasalahkan keselamatan pekerja dalam membangun instalasi.
Ketat nya persyaratan Pertamina untuk mensyaratkan layak alat dan layak secara sertifikasi menjadi permasalahan kontraktor.



Jumat 25 November 2011

Jam 10.00 PPEI Grogol, baru di dapat, minggu lalu gagal.
Jam 10.45 hujan di Kebon Sirih
Jam 11.14 masuk masjid Mutiah
Jam 16.00 shalat Ashar di masjid Mutiah
Jam 17.59 shalat Maghrib di masjid Cibubur
sehabis shalat langsung kembali ke kantornya pak Yus.






Sabtu 26 November 2011

Jam 10.00 berangkat ke kantornya pak Sujilan, istri ikut untuk jalan- jalan katanya, bermotor berdua, ke Mampang Prapatan
Jam 10.30 melintas di Kranggan, macet, kepadatan lalu lintas yang masuk ke jalan raya.
Jam 11.00 melintas di jalan kesehatan kompleks Cijantung.
Jam 11.30 macet di jalan Mampang Prapatan sebelum tujuan sebab ada perkawinan gereja dan yang di undang meparkir mobilnya di badan jalan sampai dua lapis.

Ban motor belakang kempes saat dinaiki bergoncengan dengan istri setelah belanja di Giant Maatland untuk kebutuhan silaturahmi di musholah nanti malam menjelang pergantian tahun Muharam 1432 H- 1433 H.
Istri sesaat kebingungan saat motor akan di naiki kok ada gerakan ban terpuntir yang menandakan ban kempes, motor di dorong keluar dari kompleks, dan si tukang tambal ban lagi asyik dengan Hp nya, motor dibongkar ban nya sementara jalan raya disampingnya ramainya luar biasa.
Ban sudah dipasang ulang, bayar, minta diperkeras bautnya, motor dikendarai mengikuti arus lintasan penduduk sabtu sore
Saat memasuki rumah terdengar adzan maghrib, shalat dahulu dirumah dan menyusul ke musholah untuk selamatan sederhana menyambut tahun baru.
Isya datang, shalat, dan pulang dahulu untuk tidur malam, dan jam 22.00 ke Musholah lagi, dan yang datang pertama kali pak Parman, disusul pak Rudy, pak Jaelani, pak Syarif, pak Syarif hanya sebentar dan pergi lagi, berbicara sambil minum kopi yang telah disiapkan mama sejak tadi.





Minggu 27 November 2011
Jam 00.04 shalat Tasbih di tengah malam untuk menyambut tahun baru Islam, makmum pak Parman, pak Rudy, pak Jaelani.
mendekati jam satu acara di musholah bubar.
Jam 03.10 terbangun ingat ngak ada air dirumah
03.30 mengurut slang air dan menyambung tiba- tiba sakit perut ingin kebelakang.
03.40 air sudah mengalir
03.50 memasuki musholah lihat jam kok waktu tahajudannya tinggal sedikit.
kerjakan tahajudan di musholah.
04.06 adzan Shubuh.
04.10 pak Rudy datang terkantuk2
04.12 shalat shubuh berjamaah
04.16 Tausiah shubuh membahas mahar dalam perkawinan menurut Al-Imran 4.
11.40 ke musholah sambil membawa perlengkapan shalat dan mandi, setelah mandi lansung shalat dzuhur berjamaah.
12.30 ke walimaan khitan
14.30 tidak masuk rumah untuk ganti baju tapi langsung ke musholah untuk menunggu shalat Ashar, istri dan Fifi ikut terus.
Ashar sudah selesai masuk rumah tidur nyenyak hingga maghrib, setelah Isya tidur malam, Fifinya dan Yasin memberanikan diri keluar rumah untuk membeli dua bungkus susu minumnya Yasin dan Fifi, dan sebatang raket penangkap nyamuk, sebab kemaren sewaktu lihat di giant maatland harganya kok lebih mahal di bandingkan di minimarket kecil samping kompleks rumah





Senen 28 November 2011

11.49 terdengar adzan Dzhuhur dari masjid Nurul Hidayah, persiapan untuk rapat lapangan di Farmasi Jln Percetakan Negara
12.30 berangkat bersama istri, kasihan istri sendirian di rumah, Fifi dan Yasin sudah berangkat sekolah.
Bermotor, berdua bersama istri, melewati Cibubur, Ceger, Taman mini, Kampung Makasar, Celilitan Besar, UKI, Jatinegara, Perecetakan Negara.
Langit yang dari tadi mendung, bermotor dengan istri sejuk saja udaranya, setelah tiba di Percetakan Negara hujan lebat, genangan air muncul.





Selasa 29 November 2011
03.20 terbangun
03.30 Shalat Tahajudan
03.57 Kopi sanchet an dan onde- onde
04.06 Berjalan ke musholah, pak Rudy sudah disana.
04.20 Memberi paparan Hadist setelah shalat Shubuh berjamaah, tiga hadist, 1) Dilarang duduk di pinggir jalan, 2) Malaikat tidak bisa masuk ke rumah mukminin sebab terhalang anjing di rumah itu atau meskipun gambarnya, 3) Dilarang mencukur rambut dan menyisahkan sebagiannya.
Jam 08.00 berangkat tujuan kantor LKPP memenuhi undangan teman yang sudah menjadi Direktur disana, Pak Rifaldi.
Bermotor terus menembus macet, masuk Bank Muamalat jam 09.15 lampu PLN mati sehingga transaksi gagal, tapi sodaqoh untuk anak Yatim Piatu NTT itu saya titipkan pada petugasnya.
Bermotor melanjutkan perjalanan mencari kantor teman yang posisinya udah tinggi,
Flyover Pasar Rebo dilewati, Pasar Kramat Jati, Celilitan, UKI, Menara Saidah, Flyover Pancoran, gedung SME didapat, parkir motor di basement, udara basement yang kotor membuat saya batuk - batuk, dan naik
ke lobby dan dari sana masuk lift ke lantai 8.
Pak Rifaldi terlihat gemuk bunder pendek datang mendekat sewaktu saya duduk menunggu kapan dipersilahkan masuk.
Suasana kantor yang penataannya diluar aturan kantor pegawai negeri umumnya, di LKPP ini pak Rifaldi menduduki jabatan sebagai direktur.

Jam 17.40 sudah di ruang besar masjid Arief Rahman Hakim Universitas Indonesia.
Lama sekali tidak pernah shalat disini, masjid sudah baik, dulu aja sewaktu awal dibangunnya sewaktu sering nganter Yasin transfusi,Yasin kelas empat SDN.
Saat shalat maghrib dilaksanakan cukup lumayan banyak makmum shalat.
Jam 18.23 shalat maghrib berakhir, saat akan meninggalkan masjid ada SMS masuk dari Pelaksana pekerjaan Rehab di Inspektorat Jendral Perdagangan jikalau ia baru saja masuk Cawang.
20.00 acara pengawasan pelaksanaan
renovasi interior Inspektorat Jenderal minggu ini berakhir.
Masuk rumah jam 22.46, Yasin langsung menerima oleh- oleh bapaknya pulang kerja yang oleh2nya lauk rendang, gulai telur ikan, dadar telor kesukaan Yasin dan gorengan Tuna, serta sambal, dan daun singkong.
Sebelum masuk tidur saya menyehatkan diri dengan makan satu genggam campuran kunyit dengan bawang putih dengan temu putih yang pahitnya sangat- sangat.
Jam 23.30 masuk tidur



Rabu 30 November 2011
06.30 keluar rumah
06.45 fly over Cileungsi
07.00 Naik angkot 121 tujuan Kp Rambutan setelah meparkir motor di bawah Flyover Cileungsi
07.40 tiba di Kp Rambutan, janjian untuk jumpa ada selisih waktu
07.48 menunggu di depan halaman masjid Terminal Kp Rambutan, mencari tempat duduk susahnya bukan main, ada tempat duduk miliknya penjual nasi uduk, malahan akan tutupan, betul juga bangku panjangnya diangkat, berdiri deh.
Jam 08.20 jemputan datang, pak Yus sendiri yang membawa mobilnya, untuk sama2 ke Grogol, tapi setibanya di Cawang di hadang ekor kemacetan yang luar biasa yang menuju ke Semangi, belok kanan masuk jalan tol Tanjung Priok dan lancar, di dekat Priok mulai macet lagi.
10.18 di perpisahan kanan masuk bandara dan kiri grogol, ternyata salah antisipasi keluar tol sehingga keluarnya melebihi titik sasaran, yaitu di Tomang, ketemu lagi kemacetan dan jam 11.00 baru masuk halaman PPEI.
Sebarisan tukang sedang bekerja, pemborong mengeluhkan tidak ada ketersediaan di pasar keramik ukuran 20 x 20 merk Roman, sebab pihak pabrik tidak memproduk lagi.
Jalan keluarnya ajukan design baru kalaupun ukuran 20 x 20 itu sudah mati pabriknya.
11.56 shalat Dzhuhur di Musholah PPEI Grogol
13.17 di Kementerian Perdagangan Gambir
lantai 10 bangunan utama.
13.50 persiapan rapat dengan pelaksana lapangan penguatan struktur lantai 5 dan 6 bangunan tengah.
15.02 shalat Ashar di masjid belakang bangunan dua.
16.00 bermobil dengan pak Yus menuju Kp Rambutan.
16.35 macet di tol Jatinegara
17.15 Terminal Kp Rambutan
17.35 Angkot 121 Cileungsi.
17.40 Cileungsi ambil motor
17.42 Mampir ke pasar beli wortel, buncis, kol, terong ungu.
17.56 Tiba- tiba saja ban belakang kempes sehingga ke bengkel untuk tambal ban di pertigaan Giant.
18.10 masuk rumah saat maghrib menjelang.


Tiada ulasan: