Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Rabu, September 26, 2012

Iedul Fitri dan Rumah Sakit Ciptomangunkusumo









Rabu, 1 Agustus 2012

02.00 Sahut menyahut para pembangun waktu sahur terdengar jelas, dari televisi masih menyiarkan acara shalat teraweh di masjidil Haram Makka Arabsaudia, bangun dan masuklah dibulan Agustus Mahasuci Allah dengan segala kekuasannya.
03.00 shalat tahajud
11.00 Matahari pun cukup terik saat berada di BTPN Cabang Cileungsi, jumpa kembali dengan pensiunan dari Tanjung Sari, bapak H karim, yang bulan lalu sempat ketemu, kemudian masuk bapak H Uum dari Cariu, pembicaraan hangat, sebab saya teringat ucap pak H Karim bulan lalu bahwa dia berkepentingan dengan BTPN, ternyata untuk nikahan putrinya.



















12.05 saat diperkirakan waktu shalat Dzhuhur tiba bertiga keluar dari BTPN  untuk mencari tempat shalat, berjalan bertiga dengan para pensiunan mencari masjid, orang- orang pensiunan ini bukan sedang main sinetron, tapi memang mencari hidayah Allah SWT, ternyata istri ikut keluar dari BTPN, istri bilang ngapain aku di bank sendirian, ya ikut shalat dong.
Tempat shalat nya masjid Al Ithiad kompleks Kenari, agak jauh masuk kedalam, melewati tempat pembuangan sampah yang meninggalkan bau yang menyengat.
Saat shalat pak H Karim dipersilahkan menjadi imam shalat.
12.23 kembali berjalan  menuju ruang tunggu BTPN, kali pak H Karim tinggal dahulu di masjid sebab hendak menjumpai putranya.
Di bank tidak perlu menunggu terlalu lama 

12.30 saat nomer 64 giliran saya dipanggil, ternyata ditolak disuruh datang tanggal 4, sebab uang belum masuk.
Sejak hari ini BTPN memberlakukan peraturan baru, siapa yang betul- betul nasabah KCPCileungsi diijinkan untuk berurusan dengan uang pensiun sejak awal bulan hingga hari keempat, untuk hari berikutnya disediakan untuk nomer BTPN nya yang tedaftar di tempat lain, saya kena, sebab nama saya terdaftar di BTPN Bogor.
12.35 Kemacetan parah masih terjadi di jalan raya Cileungsi, ternyata kemacetan berlanjut hingga di Cikeas.

13.30 ATM bank Mandiri untuk kirim ke rekeningnya Aswan Makassar dan Tyas Denpasar.

13.35 masuk antrian kasir.

13.41 antrian di bank mandiri Citragrand Cibubur Kranggan lokasi di jalan naik Cikeas, antrian ke 7.

13.45 antrian ke 3.

13.48 sudah didepan kasir. Setelah itu mulai berangkat ke kantor pos Cileungsi

14.15 tiba di Kantor pos Cileungsi, Kantor pos sudah tutup, memag hari sudah siang, saya hanya mencoba kemungkinan, mungkin belum tutup

14.30 tiba di Bank Muamalat Cileungsi, e e ikutan tutup juga.

14.45 pasar Cileungsi, belanja tomat, bw merah, bw putih, kol, kangkung.
Sementara istri juga belanja: ubi merah, waluh kuning seiris, tomat, bw merah, lombok.
Saat melintasi masjid Al-Hidayah Kampung Sawah depan Terminal Cileungsi, mampir sebentar untuk meletakan takjilan sepiring kurma, Takjilan ini adalah porsi terakhir yang di stok di rumah untuk diambil satu- persatu setiap hari dan diberikan ke masjid yang dijumpa setelah itu melanjutkan perjalanan pulang.

17.56 saat buka puasa, ramai- ramai kecuali Yasin, enak tenan kolak buatan sendiri.

23.37 masuk rumah dari musholah setelah berhenti tilawah diujung juz 14 Al-Quran, merenungi sejenak, sebab sudah menjumpai sujud tilawah yang terdepan dalam Al-Quran, sempat dihaturkan permohonan sehatnya anak-anak, istri dan ibu & ibu mertua
Hari ini Tyas tidak berpuasa sebab lagi haid. 












Kamis, 2 Agustus 2012

08.30 antri di kantor pos Cileungsi bagian wesel, untuk mengirimkan sedikit rezeki ke ibunda di Wonorejo- Lumajang, dan paklik Bambang di Tempeh- Lumajang.

08.40 Tiba- tiba ada pengumuman gangguan di hubungan internetnya, sebab sistim pengiriman uang di kantor pos menggunakan jasa online dengan internet.

08.45 Pagi baru saja beranjak siang, jalanan di perempatan Cileungsi penuh sesak dengan angkutan truk besar, truk pasir, truk industri, truk distribusi, dan kendaraan penumpang umum.

08.50 bank Muamalat kantor cabang Cileungsi untuk mengirim anak yatim NTT -TTS, administrasi sudah padat dipagi ini, tidak disadari kecamatan Cileungsi tumbuh sebagai pusat keuangan disisi timur kota Jakarta, hal serupa terjadi di wilayah pinggir kota Jakarta seperti Depok, Bekasi, Tangerang.
Kalau sistim ini bisa berkembang baik, maka bisa jadi daerah pinggiran Jakarta melingkar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional dan pusat kata Jakarta nya mulai mengurangi pertumbuhannya dan menghususkan untuk kebutuhan residential dan goverment saja.
Sudah tentu harus ada infrastruktur baru yang menghubungkan Cikarang Utara, bisa jadi Bekasi Utara sisi Timurnya, Cibarusa, Cileungsi, Cibubur, Depok, Gunung Sindur, Tanggerang, Cengkareng.

Dan diujung infrasrtuktur diatas adalah pelabuhan export, sehingga dibutuhkan pelabuhan eksport di dua tempat, di Bekasi Utara sisi Timur dan di Cengkareng, pelabuhan efisien space saja, jangan memanjang mengikuti daratan, tapi memanjang menjorok ke laut, tanpa menghalangi laut arus bawah horizontal bergerak bebas.

Satu hal yang menjadikan optimisnya pemikiran ini adalah saat merealisasikan infrastruktur melingkar dari Bekasi Utara paling sebelah timur, masuk Cileungsi, Cibubur, Depok, Gunung Sindur, Cengkareng, pantai utaranya, dibuatkan juga sabuk hijau selebar 1000 m yang memisahkan dua jalan bebas hambatan.
didalam sabuk hijau tersebut terdapat sungai buatan besar yang membelok kan semua aliran sungai yang masuk 

Jakarta ke arah kanan menuju Bekasi Utara Timur, dan masuk kiri menuju Cengkareng Pantai.
Saat inilah nantinya akan muncul suatu design aliran sungai dibawahnya ada aliran sungai.
Dinamisasi planning sudah harus disiapkan, apakah tetap Jakarta tumbuh dengan basis industri pengolaan atau industri manufactoring, dan orientasi pasar apakah masih tetap nusantara atau mancanegara atau keduanya.
Efek berikutnya adalah memindahkan semua pabrik industri, gudang, terminal, industri pengolaan, keluar dari kawasan Jakarta.      
Tapi kita perlu melihat, posisi eksport kita hari ini bagaimana,

09.10 kasir bank Muamalat memanggil, lumayan antrian pagi ini.
Tapi masih harus menunggu sebab urusan per bank an istri belum selesai.

09.30 keluar dari Bank Muamalat, motor setia itu menunggu dengan wajah terkoyaknya, tenang dan sabar.
10.00 masuk antrian di kantor pos Cileungsi untuk melanjutkan pengiriman wesel yang tadi terhalang online nya dan ditinggal ke bank Maumalat.
Syukur saat itu juga nama dipanggil dan langsung di proses dua weselpost untuk ibunda Wonorejo-Lumajang dan paklik di Tempeh-Lumajang.

 Dekat kantor pos ternyata ada penjual grosir dan dalam kesempatan ini membeli kue lebaran buat yatim dan dhuafa sebanyak 10 dos dan setiap dosnya berisi 6 toples.
Disebabkan barang 10 dos ini mengambil tempat sepenuhnya di goncengan motor maka istri mengusulkan program untuk mencari beras juga buat yatim dan dhuafa
sehingga saya bermotor sendirian dengan segunung kue di belakang, persis pedagang keliling.



















Kemana sasaran pemberian takjilan hari ini, dipilih musholah dekat rumah sebab anak- anak tetangga sering melaporkan jikalau saat takjilan tidak ada makanan yang di santap, betul juga saat menuju kesana sore itu sambil ditemani Fifi melihat beberapa anak- anak yang semangat datang ke musholah sebab ada takjilan maghrib ini.
Apa arti takjilan buat mereka, tetapi takjilan yang sederhana hari ini akan mengangkat semangat mereka untuk berbagi saat sudah berpenghasilan.





  






Jumat, 3 Agustus 2012

Lauk sahur hari sangat sederhana sehingga badan terasa tidak bersemangat, ada penurunan persepsi pada semua permasalahan.
Konsumsi kalsium kurang.
10.00 meng upload blogger ko lambat banget sih, menggunakan modem smartfren rajanya lelet.
11.00 menuju masjid kompleks perumahan untuk mengerjakan sholat Jumat.
17.30 membawa takjilan ke mushola
23.59 masuk rumah bersama istri dari musholah setelah berhenti tilawah di jus 15















Sabtu, 4 Agustus 2012

Hari ini yang tidak berpuasa Ramadhan 3 anak, yaitu Tyas, Yasin dan Fifi, alasannya sewaktu makan sahur lauknya tidak enak.

11.00 motor berjalan sarat dengan muatan besar,
yang di bawa, 1 karung gula dan 5 minyak kemas  0.9 kg
11.30 istri datang membawa plastik gula, gula dibuka dan diukur  kemudian dimasukan plastik, 1 karung dapatnya 57 gula literan. 
Takjilan hari ini berupa kopi kapal api panas, termosnya dibawa dengan sanchetan kopi 


















23.44 di saat malam semakin larut, keluar dari musholah setelah membaca Al-Quran dan berhenti setelah masuk beberapa halaman di jus 16.
Terasa benar Rosullulloh Nabi Muhammad SAW tidaklah meninggal, kalaupun meninggal rasanya baru kemaren meninggalkan kita, ayat- ayat Al-Quran yang diwahyukan kepada Rosululloh, masih terbaca dengan tartil nya, Subhanalloh.















Minggu, 5 Agustus 2012

17.35 membawa thermos air panas dan kopi sanchetan air untuk buka puasa di musholah di bantu dengan Fifi, tidak beberapa kemudian ank- anak RT datang dan semua berkemas membersihkan musholah.
17.58 Adzan Maghrib pun terdengar dan buka puasa minum kopi dan gorengan.

23.56 Menyelesaikan bacaan Al-Quran diujung Juz 18.

















Senen, 6 Agustus 2012

00.01 mulai jaga malam bersama 6 orang se RT yang sudah menunggu, keliling bersama mengelilingi wilayah RT 05 - RW 08, disudut yang gelap dibatas terakhir halaman kompleks perumahan dan rumah penduduk berhenti cukup lama, sambil membicarakan tentang di cabutnya penerangan jalan beberapa minggu lalu, oleh petugas PLN.
alasannya pemasangan lampu liar.
Pembicaraan yang jadi gurau di tengah malam adalah peristiwa di Tanzania- Africa, dimana seorang suami meninggal akibat empat orang istrinya minta bersamaan pada suaminya.
Malam ini bulan tak nampak lagi wujudnya, entah kemana, udara dingin tidak terasa.

08.00 bermotor sendirian menuju perempatan Cileungsi, pagi ini belum terlalu parah keadaan jalan raya entah sebentar siang.
Saat motor mau ditinggal di bawah jalan layang Cileungsi, mencari berkali- kali yang namanya gembok kuningan kok ngak ada biasanya nempel dengan kuncinya, apakah hilang, berarti harus membeli lagi.
akhirnya motor di tinggal tidak dengan kunci

09.58 tiba di kantornya pak Jaja Widyaiswara, Pusdiklat PU Pasar Jumat, pak Jaja yang minta datang untuk menerima bungkusan Ramadhan, saat sudah tiba dirumah sekitar jam 12.13 bungkusan itu dibuka oleh istri dan isinya, ada sarung buat Yasin, Sajadah dan Mukenah untuk Tyas, balado telor, makanan kecil lainnya.
Saat pulang tadi sekitar pukul 11.45 perempatan Cileungsi terjadi kemacetan lalu lintas mengunci lingkar arus kendaraanya sehingga macet total, sejak dahulu, kemacetan di Cileungsi ini parah adanya, dibuatkan jalan fly over tidak terlalu menolong keluar dari kemacetan,     

17.30 membawa thermos air panas, gelas, gula, kopi, sendok, kurma kualitas baik menuju musholah untuk buka puasa dengan warga.

23.44 melangkah keluar dari musholah bersama istri setelah berhenti bacaan Al-Quran di juz 19, dilangit bulan bersinar redup setelah melewati masa terangnya, posisi bulan saat ini jam sembilan pagi.
Bulan yang bersaksi, bulan yang pernah dikejar oleh Nabi Ibrahim yang hendak dijadikan Tuhannya seandainya bulan itu tidak tenggelam di ufuk barat, bulan yang bersaksi terhadap teriakan - teriakan mesum ditempat tak terhormat, bulan yang bersaksi terhadap rumah mewah yang isinya si koruptor, bulan yang bersaksi pada rumah gubuk yang dihuni manusia bertakwa yang miskin dan papa yang hanya ampunan Allah semata yang diharap, bulan yang bersaksi sebegitu banyaknya manusia yang mengingkari untuk percaya pada Allah yang esa, Allah yang tidak beranak dan di peranakan, Allah tempat bermuaranya semua panjatan.














Selasa, 7 Agustus 2012

08.00 bersama istri bermotor menuju bank para pensiunan BTPN Kantor Cabang Cileungsi setelah ditunda transaksinya tanggal satu kemaren.
09.00 kemacetan di perempatan Cileungsi 09.30 di BTPN dapat nomer urut 26, dari informasi satpan si Ipan puncak kunjungan terjadi tadi pagi jam 08.00

10.15 toko reperasi mixer kue, beberapa kali ini mixer jalannya tidak normal, setelah dibuka ada bagian yang pecah, akan diganti tapi tidak bisa membuka.
10.30 di Bank Muamalat Kantor Cabang Cileungsi, Yatim NTT-TTS

11.00 di toko grosir untuk membeli barang sesuatu yang cocok untuk diberikan ke anak yatim dan dhuafa, tapi pilihan dari sekian banyak barang tidak ada yang berkenan.
11.30 Giant Metland, disini dapat barang yang sekiranya cukup cantik untuk disandingkan ke barang- barang isian Yatim dan Dhuafa, yaitu syrop, beli lima karton dan menutupi kekurangan gula tiga kilo lagi.

11.50 mendorong troly supermarket dengan sarat muatan syrop hingga kepinggir jalan dimana ada angkot lewat, istri mengawal syrop dan barang lain di dalam angkot dan rencananya disambung ojek hingga rumah.
11.58 bermotor sendirian sebab istri naik angkot, di tengah jalan terlihat penjual ember, terlihat payah siang terik itu, beli ember dan sekalian sodaqoh untuk kelelahan dan kesabarannya mengingat ember yang dijual sangat susah lakunya.   

12.16 masuk rumah, ternyata istri sudah ada di rumah.
12.30 mulai bekerja mempersiapkan bingkisan buat Dhuafa dan Yatim Piatu,  istri bagian gula, Tyas bagian makanan kue lebaran dan jam 17. 00 semua selesai.

17.30 berjalan ke musholah membawa perlengkapan buka puasa berupa kopi dan thermos air panas.
23.30 keluar dari musholah setelah berhenti membaca Al-Quran di awal juz 20.














Rabu, 8 Agustus 2012
Dilanda mengantuk yang bersangatan, diantara sisa waktu, masih sempat membuat jus sayur dengan campuran : tomat 12 butir sedang, mengkudu banyak juga lebih dari 8 buah matang, nenas separuh, lha setelah minum dua gelas perasan jus ini badan mengantuknya luar biasa, jam empat pagi belum sahur juga malahan memilih tidur dulu akh, tidur sepuluh menit setelah itu badan segar lagi baru bisa sahur di sisa waktu yang tersedia, imsak 04.34.

!4.00 siang cukup terik, terdengar ibu tua penjual tape itu berteriak- teriak menjajakan tape uli nya, tetapi siapa yang beli,  akhirnya Fifi memanggilnya dan mengingat besok saat bingkisan zakat maal keluarga akan di bagikan ibu penjual tape uli tidak bisa di harap kehadiannya, maka hari ini juga diputuskan untuk memeberikan zakat mal untuk dirinya.
Terlihat istri mengiringi dengan membaca doa.

 












Ya Allah Tuhanku, semua ini rezeki dari Mu ya Allah














Nenek pedagang tape uli itu terlihat terharu


17.33 bergerak menuju musholah membawa thermos tekan air panas dan kopi susu  sanchetan dan gelas, di musholah masih kotor, Fifi menyapunya.
19.00 shalat teraweh
20.30 memasuki waktu jedah shalat Witir
23.00 masuk masjid lagi dengam niat ittikaf 














Kamis, 9 Agustus 2012

02.00 berempat keluar dari masjid nurul Huda, pulang dari itikaf di masjid yang digunakan Jumatan, saya, istri, anak nomer dua Tyas, dan nomer empat Yasin.
Berjalan menyusuri malam, redup sinar bulan menerangi buram kelamnya langit.
setibanya di rumah, rasa lapar menggerogoti.
Jangankan manusia, langit yang diatas sana mengetahui jikalau yang beritikaf malam ini pasti yang awal puasanya hari Jumat.

07.00 membangunkan anak2 yang masih tiduran sebab ruangan akan di benahi untuk menerima ibu-ibu yang akan pengajian di rumah.

08.00 ruangan siap
09.00 ibu- ibu mulai berdatangan.































Seorang dhuafa nasharoh, ikut merasahkan nikmatnya zakat.

















































Salah seorang anak tetangga yang ditinggal cerai 
ayanya






























































13.00 mengantar bingkisan
Peristiwa tak disangka, dari rumah sudah membawa tiga bingkisan yang dikemas dalam tas kresek belanjaan warna hitam, cukup berat, bingkisan pertama diberikan kepada bapat tua yang dua hari lalu tersesat di kuburan.
Siang itu sedang duduk2 didepan rumahnya, ya rezeki ngak mencari susah - susah.
Bingkisan kedua untuk istri Almarhum pak Oing, rumahnya depan kelurahan desa Gandoang ,sekarang di usianya yang ke 80 ia terlihat sehat, sudah memiliki 10 cucu.
Bingkisan ke tiga untuk ibu Panadol, disebut Panadol sebab peristiwa 15 tahun lalu ibu itu demam beberapa lama, kebetulan istri lewat depan rumahnya baru pulang dari RSCM bersama Tyas dan diberikan panadolnya Tyas, dan sembuh.
Lha siang ini dicari- cari rumahnya kok lupa, malahan motor berhenti didepan rumah orang miskin yang bersangatan, bingkisan itu akhirnya diberikan kepadanya.  

Siang itu Astari minta di foto bersama kakaknya Tyas














































19.00 kelelahan, setelah berhari- hari mempersiapkan 60 bingkisan buat Yatim dan Dhuafa, saat shalat Teraweh istri kelelahan sehingga minta shalat sambil  duduk saja.
23.30 saat tersadar dari tidur sebab ada nyamuk serentak menghujamkan sungutnya menghisap darah, dan terdengar di kejauhan seseorang mentadaruskan Al-Quran.   
Ingin berusaha tidur lagi tidak bisa, jam 23.58 mendengar warta berita malam MetroTV bahwa kota Manila hampir 60% tenggelam, analisa urban mulai berfikir, dugaan 1, curah hujan yang berlebihan memang pemicu banjir, tapi letak yang rendah dari permukaan laut merupakan faktor tambahan, sudah terjadi 60% wilayah perkotaan Manila terendam banjir, penanggulangannya, buat dinding aliran sungai penyebab banjir setinggi 150 cm, sebab wilayah kota terendam rata2 100 cm- 150 cm.
Atau alternatip berikutnya, buat bendung pencegahan di arah datangnya air, dipinggir kota yang terletak di ketinggian, kemudian dibuatkan saluran pembuangan kearah kira dan kanan kota hingga ke laut,
Program ini saja akan membebani anggaran belanja pemeritah Philipina cukup besar, sambil pemerintahnya memerangi kemiskinannya.











  
Jumat, 10 Agustus 2012
01.00 mengikuti acara shalat teraweh dari Mekkah yang di siarkan Kompas TV.
02.00 shalat tahajud.
02.30  makan sahur enak sekali sebab sambal buatan sendiri, disebut sambal menghindar penyakit strooke dan jantung, bahan membuat sambal itu sangat sederhana, yaitu: bawang merah bw putih kupas cuci goreng kasi lombok, masukan juga tomatnya, setelah terlihat setengah matang angkat, digerus di cobekan dikasi terasi goreng an garam, sudah halus dimakan deh dengan lalapan apa adanya, penyakit kencing seperti prostat bisa hilang dengan sambal ini. 
 
06.20 berangkat ke pasar sebab bahan habis, saat yang sama Astari hendak berangkat sekolah sehingga Astari yang di antar terlebih dahulu setelah motor balik menjemput ibunya dan langsung berangkat ke pasar.
08.00 saat pulang dari pasar ngantuknya bukan main, tidur sebisanya tanpa sempat ganti pakaian, lumayan lah terbangun sekitar jam 09.50
11.00 berjalan menuju masjid didalam perumahan Puri Cileungsi untuk shalat Jumat

 12.30 Saat memasuki rumah siang itu di udara yang cukup terik, istri memberitahukan jikalau ada seseorang yang mempercayakan Zakat Mal di percayakan kita untuk membaginya, hemmm jawabku, kerja lagi mempersiapkan dari nol bingkisan Lebaran untuk Dhuafa dan yatim yang berbeda tentunya dengan penerima periode sebelumnya.
Ternyata dari perbendaharaan yang ada zakat Mal keluarga masih terpakai dua per tiganya, sehingga dengan tambahan kepercayaan ini maka cukup diperikrakan 40 muzaki terdiri dari Yatim dan Dhuafa yang menerima.

17.45 berjalan menuju musholah membawa thermos air panas untuk seduh kopi sanshetan, Yasin agak terlambat mengirim gelas















Sabtu, 11 Agustus 2012

01.20 keluar dari masjid bersama istri.
Malam sedemikian jujurnya, dingin, gelap dan keremangan pandang mata menahan kantuk, peristiwa malam yang sema sejak jaman Nabi dan Rosul diutus mengingatkan manusia bahwa masih ada Allah SWT yang luput dari perhatiannya.
09.00 bermotor bersama istri untuk mencari bahan isian bingkisan lebaran tahap kedua, tahap pertama sebanyak 60 mustahik sudah habis sejak hari Kamis 9 Agustus 2012.
Dan tahap kedua sekarang di target 36 mustahik, dengan memperhitungkan modul lusinan, kalau mau ya satu lusin atau dua lusin atau tiga lusin seperti sekarang, sebab tergantung dengan barang yang dibeli selalu dihitung lusinan.

10.00 beras dua karung besar sudah terbeli, malahan sempat kehilangan tukang ojek yang membawa beras, sebab tukang ojek melewati jalur jalan yang berbeda dengan saya dan istri lewat.

10.10 berangkat menuju Cibubur Plaza sebab ada syrup yang dijual harga miring, tetapi setelah kesana berpayah- payah, jauh dan panas terik ditambah macet segala,  sesampai di IndoMart  syrop itu tidak ada.

11.58 saat keluar dari Cibubur Plaza terdengar adzan shalat dzhuhur berkumandang.
Ambil motor dan kendarai lagi berdua bersama istri, dan shalat dzhuhurnya di musholah kecil depan Citra grand
Bermotor terus diudara yang terik menuju penjualan grosir makanan dan bahan- bahan makanan didepan kantor pos Cileungsi.
Siang cukup terik, istri cepat duduk di keteduhan bersama dengan pengontrol keluarnya barang dari gudang duduk ditoko grosir itu, saat didepan toko grosir, syrop untuk isian bingkisan lebaran untuk dhuafa ditoko ini dijual mahal, coret, terpilih minyak goreng dikemasan 900 gr sebanyak 3 dos, dan kue astor panjang coklat, pengganti kue lebaran yang sudah habis ketersediaan dari gudang toko, sebanyak 3 dos.

12.50 setibanya di rumah setelah menurunkan barang, berangkat lagi menuju  Indomart Gandoang depan pasar, betul juga disana syrop masih yang paling murah.
membeli 3 dos, dan menyusun dibelakang duduk sepeda motor.

13.30 setibanya di rumah istri juga sudah di rumah .
15.30 setelah cukup istirahat dan shalat ashar mulai dihitung apa kekurangan bingkisan lebaran tahap ke dua ini, gula, kataku, istri bilang tidak boleh dibeli sedikit harus limapuluh kilogram, setelah itu habis, tinggal kenangan, akhirnya disarankan bagaimana kalau sarung dan kopi, harganya juga segitu juga.

16.00 berangkat ke Giant Metland supermarket untuk membeli sarung 36 pice dan kopi 36 ikatan
16.30 mulai melakukan pembagian, pembagian pertama membagi dua karung beras dalam kantong plastik sebanyak 36 kantong.

17.55 pengisian dan pengemasan sebanyak 36 paket sembako tuntas, maghrib pun datang.
20.00 setelah shalat taraweh istri minta istirahat kerena lelahnya bersangatan.
Akhirnya bermotor dengan Tyas menuju Carefure Lebakbulus untuk belanja sesuatu buat istri yang bekerja sedemikian keras untuk mempersiapkan 96 paket yatim piatu dan dhuafa.
Jalan an menjelang pintu tol Cibubur macet berkepanjangan sejauh 5 km kiranya, taburan lampu dimalam hari tidak terlihat keindahannya.

21.30 Kemacetan berikutnya di jalan kesehatan Cijantung, manusia menyemut malam itu tak habis- habisnya, yang dibeli juga ngak ada, padat sekali suasana di jalanan.

22.00 tiba di Carefure Lebakbulus, suasananya sangat ramai, saat saya masuk ternyata orang sudah keluar, mungkin belanjanya sejak dua jam an yang lalu.
Carefure ditengah malam, walau manusia banyak yang belanja tapi suasana malam yang mencekam juga masih dirasakan.
yang terbeli, sepatunya istri, Fifi, Tyas dan Astari, dan baju istri dan saya sendiri  baju kokok untuk shalat.
23.00 mengakhiri kunjungan di Carefure Lebakbulus, rumah masih 53 Km lagi, motor yang jelek berdiri gagah di arah pintu keluar kendaraan kompleks Carefure.
Tadi, saat mengambil keputusan mengapa sampai parkir di arah keluarnya kendaraan adalah sangat banyaknya pengunjung yang datang sehingga kesulitan untuk mencari tempat parkir. 
Mangarungi udara tengah malam kota Jakarta, melintas di alan Simatupang, ramainya tetap saja baik itu siang maupun malam, Jalan Kesehatan yang tadi saat berangkat macetnya luar biasa sekarang sepi.   














Minggu, 12 Agustus 2012

00.40 masuk rumah ditengah malam dengan membuka portal, setelah bermotor jauh dari Carefure Lebak Bulus dengan kondisi motor yang seal nya mulai bocor olie.
 Melihat kondisinya Tyas yang ikut ke Carefure Lebakbulus setibanya dirumah adalah bagaimana meningkatkan stamina, jus sayur, akhirnya membuat jus sayur terdiri dari : tomat, buah mengkudu, wortel, daun sirsak, daun kumis kucing, terong ungu, blender dan minum, setelah minum dua gelas badan ngantuknya luar biasa langsung tertidur.

03.30 makan sahur dengan tumisan kangkung
03.50 tahajudan.
04.50 shubuh
09.00 Dlhuha an
09.30 mulai keliling bermotor menuju 36 mustahik untuk datang kerumah setelah shalat dzhuhur.












 Perdesaan yang dituju demikian sunyinya













Suasana permukiman













Terlihat ibunya anak-anak sedang mendata penerima zakat















Anak- anak yang bermain yangtak ber ayah lagi
12.20 mulai berdatangan rombongan mustahik yang diundang tadi pagi.


















































 Datang dengan kesederhanaan
diterima dengan kesederhanaan juga


















Menyerahkan semua perbuatan ini untuk meningkatkan takwa pada Allah SWT
































 







Berbahagia bersama mereka yang miskin dan yatim

14.00 acara selesai. 

17.00 menghadiri acara buka puasa warga RT 05 RW 08, acara buka puasa di gelar di atas jalan depan rumah dengan menggelar tikar, tajamnya batu dasar jalan yang terkikis air masih terasa, saat jam menunjukan 17.40 saya diminta memberi tausiah, tausia yang saya bawakan adalah sepotong hamparan taman surga yang diletakan di masjidil Nabawi Madina Al - Munawaroh, sebab diantara warga yang datang ada dua orang yang akan berangkat ibadah haji tahun ini, dan kebimbangan seseorang didepan Al-Hisab yaitu timbangan yang menentukan berat dan ringannya amalan tangan kanan dan amalan tangan kiri, disaat itu si individu masih berhak memohon pada Allah untuk memberatkan timbangan tangan kanan, sebab ia melihat banyak sekali dosa- dosa kecil yang ikut memainkan penunjuk timbangan, berat yang kanan atau yang kiri.



















17.58 buka puasa
19.00 shalat taraweh
23.00 masuk masjid lagi untuk itikaf yang di awali shalat dua rakaat untuk memasang niat itikaf.
Lahir dari ketidak berdayaan, hari inipun ketidak berdayaan itu membelit erat













Senen, 13 Agustus 2012

02.00 melangkah keluar masjid Nurul Hidayah perlahan bersama istri dan anak nomer dua, Tyas.
Setelah beritikaf didalamnya sejak jam 23.00
dan mengakhiri bacaan Al-Quran di pintu dalam juz 27 ( beberapa lembar setelah masuk juz 27 ).
 Yang penting walau mengantuknya bersangatan, jangan tidur saja, di dapur masih ada potongan pisang yang rebus dan diberi gula merah dan santan encer 

09.00 mencari mustahik untuk menuntaskan tersisa 7 paket lebaran yang numpuk di rumah, pencaharian kelayakan dan kemiskinan serta kebaikan dari rumah- rumah di pedesaan di selusuri satu persatu, untuk menghindari salah pilih.
Alhamdulillah semua lancar.

10.00 duduk di pinggiran musholah dibawa kerindangan pohon bambu, bersama seorang pengurusnya, sejak awal pembangunan musholah ini terniat ingin ikut menyumbang, tetapi mencari pengurusnya susah amat, dan pagi ini pengurusnya sedang di depan rumah.
Kemudian memberikan sumbangan untuk memelihara keperluan musholah kecil dibelakang SD Gandoang Cileungsi Bogor Jawabarat.

13.00 para mustahik datang
Tujuh orang mustahik yang datang ini merupakan kriteria terakhir.
Saat mustahik terakhir meninggalkan rumah  saat itu pula kelegaan menyelimuti, sebab berhari- hari menyiapkan bahan isian bingkisan lebaran akhirnya terwujud sebanyak 60 gelombang pertama dan 36 gelombang kedua, dengan masing- masing bingkisan terasa berat ditangan.
Lha bagaimana beratnya saat menghitung kekayaan di minggu ketiga Ramadhan saat puasa ke duasatu, nilainya saja setelah dihitung  2.5% dari batas minimal dihitung zakatnya sebanyak 93 gram emas, umpama harga emas hari ini Rp 500 000,- berarti ia harus memiliki harta senilai Rp 46 500 000,- dikali 2.5 % nya, Rp 1 162 500 ,-
itu sebagai besaran zakat mal nya.
lha kalau ia memiliki kekayaan sepuluh kalinya, yaitu sebesar Rp 465 000 000,- maka zakat mal yang dikeluarkan sebesar Rp 11 625 000,-
Lha kalau orang itu pedagang antar pulau sukses dengan berbagai usaha dan terkumpul harta nya sebanyak sepuluh lipatnya lagi sernilai Rp 4 650 000 000,- taruk kata apakah bapak Presiden SBY tidak punya harta senilai empat milyard enam ratus lima puluh juta rupiah, saya yakin punya, berarti bapak Presiden Indonesia mengeluarkan zakatnya sebesar  Rp 116 250 000,-
Nilai itu besar dan memerlukan banyak orang jujur untuk mencari siapa orang patut dilimpahi zakat nya, berapa dos plastik hitam yang disediakan, berapa karung beras di beli, berapa botol syrop di sediakan, berapa kilogram gula pasir, berapa lembar sarung atau baju koko atau kain panjang wanita di siapkan, berapa kilogram minyak goreng di kemaskan, berapa toples kue lebaran di sempurnakan bingkisan itu.
Setelah itu ditentukan siapa- siapa yang patut menerima zakat itu, dengan mengikuti difinisi Al-Quran, Yatim dan Yatim Piatu diutamakan, Fakir pasti dapat, kemudian miskin, mualaf, musafir, kriteria terakhir adalah pembangunan Masjid dan kelengkapannya. 
Jikalau ada titipan konsep untuk mensejahterakan bangsa dari uang zakat yang terkumpul itu tergolong bobotnya sama dengan kriteria pembangunan masjid, kriteria terakhir, sehingga disini jangan di balik.   

15.30 mencari kue yang bisa dijadikan takjilan ke kedua masjid, masjid Al-Hidayah kampung Sawah depan terminal Cileungsi dan masjid depan Kecamatan Cileungsi.
saat di Supermarket Giant Metland, menjumpai kek ( bolu kukus pandan besar )
langsung minta tolong dipotong menjadi dua, setelah itu dipotong melintang menjadi 12 irisan, satu irisannya terlihat besar, cukup cantik untuk hidangan takjilan di kedua masjid itu.
Ikut terbeli di sore hari itu adalah lima bungkus daging sapi untuk persiapan lebaran beberapa hari lagi.

16.50 saat mentari tak lagi nampak, tertutup di balik awan di ufuk barat, yang hanya menyisahkan cahaya jingga kemerahan di kaki langit, memasuki masjid Al-Hidayah kampung Sawah depan terminal Cileungsi, terlihat seseorang yang biasa menerima kiriman takjil sedang menata barang jualannya di samping masjid.
Saat dijumpai sambil berseru salam, ia terlihat gembira menjawab seruan salam itu dan langsung mendekat, saya minta piring untuk meletakan separuh bolu kukus ukuran besar ini, saat diletakan diatas piring, piring terlihat sesak menampung paksa irisan kue takjilan itu, akhirnya di buat dua piring.

17.20 di masjid depan Kecamatan Cileungsi,
cukup ramai, di meja yang disediakan untuk meletakan hidangan takjil sudah terlihat kue dan gorengan takjil yang datang terlebih dahulu, sehingga bolu kukus pandan yang saya bawa, ikut meramaikan warna - warna aneka hidangan takjil yang ada.

17.30 saat memasuki kemacetan lalu lintas didepan masjid Al-Hidayah kampung Sawah, mencoba merenungi sepotong nyawa yang sudah ajal semenjak H min 10 lebaran Idul Fitri yang jatuh 8 Agustus 2012 kemaren sebanyak 88 jiwa ( TV ONE catatan Kaki ).
Lalu lintas yang padat seperti sore ini malahan sedikit menjadi alamat kecelakaan, tetapi umumnya emosi para pengemudi di munculkan setelah melewati kemacetan, dimana motor dan mobil dipacu mengarungi waktu untuk tiba secepatnya diusahakan sebelum maghrib saat buka puasa tiba.
Jumlah kematian di jalan raya yang mengiringi pergantian waktu menuju lebaran yang Fitri besok hari Minggu, yang tak berhenti di angka 88 saja, angka itu baru sore ini, lha sebentar malam bagaimana, besok dan lusa juga bagaimana.

17.55 masuk rumah untuk gabung persiapan buka puasa dengan anak- anak.
19.00 TV one membahas penyaluran zakat yang membawa sengsara, dalam kesempatan itu dihadirkan dua orang tokoh BAZIS yang mempertanyakan mengapa zakat tidak di serahkan ke Badan Amil Zakat.
Sehingga kepengurusannya mudah, komentar saya terhadap himbauan ini, orang yang di angkat Badan Amil Zakat tidak mumpuni.
Seharusnya Badan Amil Zakat mendatangi orang yang diperkirakan akan mengeluarkan Zakat, tapi dengan hadirnya dua orang tokoh BAZIS ini di televisi, saya terketuk untuk mendatangi mereka.





 







Selasa, 14 Agustus 2012

01.23 terbangun saat penjaga malam RT memukul tiang listrik diujung jalan, denting halus tiang itu menelusup telinga dan tersadar besok malam adalah giliran jaga malam.
01.30 Bioritmik tubuh, jam biologis tubuh yang membuat tidak bisa lagi tidur di jam begini.
instink pertama terbangun tidur adalah minum, haus sangat terasa, penguapan saat tidur tidak bisa dihindarkan.
01.50 kolak pisang panas yang tersisa sewaktu buka puasa sangat enak di tengah malam ini.












Rabu, 15 Agustus 2012
02.00 saat melangkah keluar dari itikaf dimasjid ternyata yang ikut dibelakang langkah ini, ada istri, ada Tyas, ada Astari dan ada Yasin, lho Fifinya mana, Tyas bilang, tadi dibangunin untuk itikaf di masjid, Fifi nya ngak mau bangun, ya ditinggal aja dirumah tidur sedirian, langsung saja kaki ini melangkah cepat menuju rumah dan betul juga, dari pintu sudah terdengar tangisnya hingga suara nya parau.
Jam berapa sadar dan mulai nangis, jam satu  katanya, semua yang mendengar tertawa sebab kok ada orang nangis bisa menghitung.
08.23 saat membaca berita mudik, sudah 177 jiwa meninggal dunia sejak sepuluh hari sebelum lebaran ( Kompas 15-08-2012 hal 20 ).

Terlempar ke sudut dunia

14.45 saat membaca Al-Quran di sudut sisi kanan Musholah Lottemart Ciputat yang jauhnya dari rumah Gandoang Cileungsi,  70 km, baru menyadari jikalau lho kok sampai disini, okeylah apapun yang terjadi selalu bertasbih dan bertahmid pada Allah SWT.
Tadi setelah shalat Dzuhur sempat berniat mau berburu Hati Sapi, sebab anak2 minta makanan yang di siapkan dirumah menyambut lebaran adalah Sagoti, atau disebut orang sambal goreng hati.
Sesudah shubuhan tadi sempat ke pasar bersama istri untuk membeli keperluan lebaran, sebab belanjanya tidak bisa sekali gus, tergantung keinginan anak-anak mau makan apa.
Kerena anak2 mau sagoti dan kentangnya udah terbeli sekarang tinggal hati sapi nya, sewaktu membaca iklan supermarket mana yang menjual hati agak miring harganya, ternyata Lottemart, berangkat ke Lottemart Ciputat, motor diletakan di bawah jembatan layang Cileungsi, naik angkot 121, tiba di terminal Kampung Rambutan sekitar jam 13.45
Lanjut siang itu dengan bus kecil kuning 510 tujun Ciputat, Kopaja Kuning melaju kencang melintas jalan tol dan betul juga perjalanan itu lancar dan tiba di sana jam 14.20
 Tapi apa yang terjadi saat di konter daging, harga hati sapi diatas empat puluh ribu, lho katanya dua puluh enaman, informasi dari Harian Kompas hari ini, kemudian bagian pelanggan mengantar saya untuk memperhatikan penjelasan di bawah iklan, tertulis untuk Lottemart tertentu, buka Lottemart Ciputat.
Okeylah sambil menunggu Ashar, ngaji membaca Al-Quran di Musholah Lottemart, hingga adzan Ashar terdengar, setelah itu pulang, tanpa membeli sedikitpun.
 




        








Kamis, 16 Agustus 2012

02.00 masuk rumah setelah terkena giliran jaga malam RT.
Pulang dalam keadaan menahan mengantuk sebab kalau ketiduran bisa ngak makan sahur.
Tadi sempat ketemu dengan pak Suparman yang akan berangkat ibadah haji dalam kesempatan tahun ini, saya sudah jelaskan bahwa saya kerumah ini sudah kali ke tiga, tapi ngak pernah ketemu, kerena ketemu sekarang ditengah malam ini maka saya menyarankan, ayo tentukan waktu pak Parman dalam posisi sudah mengambil air wudlhu, sebab akan membuka Al-Quran.
Tapi seruan saya tidak ditangkap nya, sampai- sampai saya membaca Istighfar di depan nya kok ngak nangkep- nangkep orang ini sih, akhirnya perlahan-lahan saya tinggalkan sebab sudah di tingkah dengan asap rokok.
Malam masih sedemikian gelapnya dan langit cerah, tidak ada angin yang mendesir sedikit pun.
Akhirnya jam 03.00 makan sahur, ibunya anak-anak cuma menyiapkan makannya agak asin.
08.00 berangkat menuju Lotte Hypermart Fatmawati, ditengah jalan mampir ke bengkel sebab lepas kembali pijakan kaki sepeda motor
Semenjak berangkat dari rumah sudah menjumpai banyaknya pemudik bermotor melintas di ruas jalan Cileungsi - Jonggol, tanda- tanda mereka melakukan perjalanan mudik dikenali dengan barang bawaannya, dan cara menempatkan barang itu, diletakan dibelakang dengan tambahan kayu penyangga beban,
Ada sebersit semangat bergelora yang tertangkap sebagai identaiti manusia Indonesia, yaitu perjuangannya, mudik juga berjuang.
Melihat diri sendiri yang tidak mudik- mudik
sebab di rumah ada tanggungan yang lebih mencekam yaitu kesehatannya Tyas, Tyas harus transfusi darah terlebih dahulu setelah bulan Ramadhan lewat, seiring dengan keterbatasan sediaan darah di PMI Kramat, pemikiran ini yang menghilangkan keinginan untuk mudik.
11.05 waktu yang tercantum saat memasuki kompleks Lottehypermarket di jalan Fatmawati Jakarta Selatan.
Parkirnya di basement, Lottemart disini dikelolah seperti supermarket besar, barang mahal disediakan disini, kebutuhan orang asing juga ada, tujuan kesini untuk mencari hati sapi dan ayam akhirnya tercapai, tetapi ada belanja lain yang menyebabkan membengkak nya anggaran belanja, termotivasi ingin menggembirakan anak - anak di rumah sebab mereka beribadah puasa dan itikaf juga, perlu di enakan sedikit makanannya, akhinya terbeli juga sesuatu yang tidak biasa di beli, yaitu : buah anggur, korma dalam jumlah banyak sebab terbagi dua untuk takjilan di masjid selama tiga hari dan yang di konsumsi dirumah, udang vaname hampir sekilo, nata de coco untuk minuman buka puasa,       
17.05 saat keluar dari rumah untuk mengantar takjilan tiga piring kurma untuk buka puasa hari ini, besok dan lusa, di masjid Al-Hidayah Kampung Sawah Cileungsi, matahari terlihat sudah memudar dan menyinarkan warna kejinggaan, langit yang berdebu kemarau tanpa hujan, debu- debu yang melayang diudara membiaskan sinar redup kemerahan matahari menjelang senjah.













Jumat, 17 Agustus 2012

00.05 saat bacaan Al Quran yang dilakukan mengiringi Itikaf memasuki juz 29.
01.05 dan saat bacaan Al-Quran memasuki juz terakhir juz 30.
02.10 saat kaki melangkah ditengah malam, berempat, Astari, Tyas, ibunya dan saya, keluar dari masjid Nurul- Hidayah Puri Cileungsi, setelah itikaf dan menghatamkan Al-Quran
Bulan tak tampak lagi, mengingatkan akhir Ramadhan sudah dekat sekali, puasa tinggal hari ini dan besok.
Khatam Al-Quran ilmunya di gunakan untuk Regional Planning, melihat kelestarian pertumbuhan wilayah dengan maksud kehendak Allah SWT menciptakan kehidupan.
Sehingga tidak ada dominasi permukiman atas kuburan, dominasi pertambangan dengan hutan koservasi, dominasi industrial  dengan lingkungan, dominasi infrastruktur terhadap naturalilism alam, dominasi jalan tol terhadap sawah subur berpenghasilan padi yang enak.   
03.00 saat sahur Fifi minta dibuatkan dadar telor dengan udang, dalam kesempatan ini irisan bawang putihnya di banyakin untuk mengangkat stamina nya melawan bakteri batuk.

09.00 mengantar zakat fitra keluarga berupa beras sebanyak 25 liter beras, masing- masing jiwa dirumah mengeluarkan zakat 3.5 liter beras, ada 5 anak, Aswan, Tyas, Astari, Yasin, Fifi, ibunya dan saya.
Sipenerima adalah satu keluarga yang tidak mempunyai ayah lagi dengan beberapa anak, dan ibunya memulung.
Memang sedikit kesulitan sewaktu menentukan siapa yang berhak sebab ada satu keluarga miskin ada ayah dan ada ibu dan beberapa anak kecil, statusnya miskin, pilihan jatuh kepada yang miskin, yatim, tetangga rumah nya juga.

10.00 mengikuti detik- detik proklamasi dari Istana Negara dari siaran Televisi di rumah.

11.15 Sholat Jumat di masjid Nurul Hidayah Puri Cileungsi Gandoang Cileungsi Bogor.

14.23 saat ban motor yang dikendarai dengan mama, terasa kempes.
Saat itu baru pulang dari pasar untuk membeli kelengkapan masakan hari raya Iedul Fitri, yang dibeli berperan sebagai tambahan saja : kulit ketupat 40 biji, kacang tolo sekilo, tulang sapi 2 kg, garam, rayco, daun bawang, daun sereh, daun salam,

Pasar siang itu terlihat ramai dengan banyak orang membeli daging sapi, daging se kilo nya mencapai harga Rp 95 000,-
saya hanya merasa cukup dengan 2 kg tulangan yang dibalut sedikit daging seharga Rp 5 000,- se kilo nya.

Beberapa bengkel menolak untuk tambal ban, dia menghususkan untuk perbaikan mesin, terpaksa mendorong lagi motor maju beberapa meter lagi, panas cukup terik, terlihat ada kompresor angin pertanda bahwa disitu ada tambal ban.
Ban dibuka dan di tambal, panas terik masih mewarnai, memperhatikan pola pergerakan semua yang di jalan, seharusnya tidak boleh dalam kecepatan sedemikian ini, didengar oleh istri, ya ngak bisa lho mas membatasi kecepatan orang, lha kalau orang itu dituntut waktu.
Saya tetap berfikir tidak boleh berlalu lintas dalam kecepatan sedemikian, saya mencoba menanyakan ke penambal ban tentang ke seringan kecelakaan lalu lintas, ia menjawab, wah sering sekali, segala peristiwa, dari yang luka hingga yang mati, dari anak2 hingga oeang tua, dari mobil kecil hingga angkutan roda 12.
Terlebih lagi di pertemuan jalan dekat Giant Metland, yang korban kecelakaan lalu lintas nya termasuk sering, dan ini berarti Giant Metland dalam penentuan ijinnya tidak melampirkan analisa lintasan lalu lintas antara lintasan pengunjung Giant Metland dan lintasan industri, lintasan pertambangan, lintasan satuan tugas militer, lintasan pemakaman, lintasan rekreasi warga, Pemda Kabupaten Bogor yang harus bertanggung jawab terhadap sekian banyak kecelakaan lalu lintas di ruas Cileungsi - Gandoang.    
Ada yang aneh rasanya pola ber lalu lintas masyarakat, keterkaitan dengan hak seseorang untuk melintas sesuai tuntutannya, seharusnya berlalu lintas di penggal jalan Cileungsi - Gandoang tidak boleh berkecepatan diatas 40 km.
   
15.00 Setibanya di rumah, langsung mencuci tulang sapi 2000 gram, hingga 2 kali pembilasan masih berwarnah merah darah, dicuci sekali lagi,
Panci besar yang jarang turun sekarang mendapat kehormatan untuk di gunakan, cuci dahulu pancinya, tulangan sebanyak itu di masukan ke panci dan di tambahkan air hingga 8 gayung air, cukup berat pancinya, kalau istri pasti ngak sanggup mengangkat panci sedemikian berat ini.
setelah itu dimasukan daun salam, sereh dan laos.
Detik berikutnya mencuci kacang tolo seberat 2 kg, bersih, masukan kedalam panci besar yang berisi tulangan tadi, biarkan hingga mendidih.
21.00 saat mengelilingi kompleks perumahan ternyata yang mudik sudah banyak, beberapa orang bersiap jaga malam sebab warga yang didaftar untuk jaga malam ini sudah mudik.













Sabtu, 18 Agustus 2012
Hari puasa Ramadhan yang terakhir, masih ada orang yang tidak menyakini jikalau besok Lebaran Iedul Fitri.
09.00 Tetangga, Usman, datang minta diantarkan membayarkan zakat, diantar ke mustahik yang memiliki anak yatim dan miskin dibelakang rumah, agak jauh dikit dan kesananya naik motor.
Sepanjang jalan melihat orang memotong ayam, ayam bukan ras, sangat mahal harganya.
Kepingin bergerak di bisnis ini sebab permintaan sangat tinggi, tapi ujung benang belum diketemukan.

Ada sebersit rasa gembira, hari raya iedul fitri esok hari di rayakan serentak, sebab posisi hilal di 6 derajat saat maghrib nanti,
Baik yang berpuasa sejak jumat dan sabtu di awal ramadhan ini semuanya mengimami hilal di posisi 6 der berarti iedul fitri sudah masuk.

12.30 ucap selamat iedul fitri sudah berdatangan melalui Hp
Saat yang sama ketupat baru naik keatas kompor.

13.56 ketupat periode pertama sudah matang
14.30 ketupat periode kedua usai
15.30 ketupat pemasakan terakhir selesai
masaknya dikit- dikit untuk hemat gas.
17.53 beberapa saat lagi tanda buka puasa berupa adzan maghrib di kumandangkan, berarti telah berakhir Puasa selama bulan Ramadhan dilaksanakan
Maha Suci engkau Ya Allah
Maha Besar kerajaan dan kekuasaan Mu Ya Allah
Limpahkan taufik dan hidayah Mu ya Allah
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar
Takbir berkumandang memenuhi langit













Minggu, 19  Agustus 2012

Sholat ied dilakukan jam 07.00, tetapi semenjak jam 06.10 sudah melangkah kaki ke masjid.
Suasana kesederhanaan keluarga dalam menyambut lebaran iedul fitri.
Beberapa saat setelah Maghrib, langit dipenuhi dengan percikan kembang api, letusan dan gemerecik letupan kecil- kecil sebrurat menerangi langit untuk beberapa saat.



















 







Senen, 20 Agustus 2012

Hari raya Iedulfitri 1433 H hari ke dua

Tahu- tahu, terdengar teriakan itu diantara sejuta rumah sunyi yang di tinggal mudik

02.00 saat keluar rumah untuk mulai jaga malam, inisiatip sendiri, warga banyak yang pulang, tetapi di jalan jumpa juga dengan beberapa orang dari RT tetangga yang ikut jaga malam, rumah- rumah banyak yang sunyi ditinggal mudik dengan penghuninya.

05.00 setelah mengerjakan shalat shubuh, mengenakan baju olah raga, dan istri yang melihat langsung ikut olah raga jogging, ternyata Astari tertarik juga, bertiga berlari lari keluar kompleks perumahan.
Berlari dan berjalan, berlari dan berjalan membakar lemak yang selama ini sembunyi dibalik kulit.

Kompleks perumahan Grand Nusa indah 
sangat sunyi dan terlihat ketatnya pengawasan oleh satpam,
mengingat banyak nya penghuni perumahan yang pulang mudik.

Matahari belum terbit, redup keremangan pagi mulai terkuak pantulan sinar langit pagi, berlari terus dan berkeringat, pemandangan suatu kawasan hunian yang tak terlihat manusia yang menghuninya,

Di pos penjagaan terlihat satpam muda usia mengakhiri shalat shubuhnya, memang dirasakan bahwa kompleks perumahan ini tidak memiliki sarana masjid, untuk kompleks seluas ini bukan musholah standardnya, tapi masjid Jamie.
Berlari terus melintas kekosongan hanya hamparan tanah yang telah dibuka.  

07.00 masuk rumah, menyalakan kompor untuk menyeduh teh hangat, dua gelas, saya dan istri.

Tiba2 terdengar suara tahu- tahu, lho bapak pedagang tahu ini semenjak Ramadhan kemaren tidak kelihatan sekarang kok muncul lagi berteriak menawarkan tahu jualannya.

Dan sudah bertahun- tahun terjadi apabila dia berjualan hari pertama setelah Iedulfitri selalu silaturahmi kerumah, kali ini pun demikian pagi masih menunjukam jam 07.00 tamu pun datang dengan membawa tahu jualannya, bersepeda tapi di dorong sebab dua ember penampung tahunya dibelakang muatannya sangat banyak dan dia tidak kuat mengkayuh  beban berat.

Kopi khusus buat dia saya buatkan, memanaskan air setengah gelas hingga mendidih kemudian dituang di gelas yang berisi kopi dengan gula, setelah itu ditambah air thermos seperempat gelas, gelas tidak terlihat penuh, dihidangkan dibawah pohon mengkudu, bersama kue lebarannya, alas kopi dan hidangan lain menggunakan kursi penahan kelambu tidurnya Yasin yang di lepas, Yasin yang masih tidur saja sesiang ini masih tetap bermalas- malasan.

Syahdu berlebaran dibawah pohon mengkudu, bapak penjual tahu itu ceritra jikalau empat puluh hari ia tidak jualan, sebab tinggal di rumah anaknya yang di Bekasi, anaknya ikut jualan kecil- kecilan, harga kontrakan di naikan tuju jutaan dari lima jutaan, tapi dia menawar, akhirnya di ijinkan dengan harga enam jutaan setahunnya.

Kue demi kue dimakannya satu persatu, jam empat pagi sebelum shubuh ia udah keluar rumah mendorong tahu jualannya dengan sepeda tua nya, ceritra nya lebih lanjut, tiba - tiba perutnya merasa mual, katanya, sekitar jam lima pagi, dua kali mencari wc, ditempat penjual nasi udug dekat perempatan perumahan itu ia bisa menumpang.

07.30 ia melanjutkan jualannya, berteriak tahu- tahu, diantara sejuta rumah yang sunyi di tinggal mudik 

07.35 mengerjakan shalat dhluha
setelah itu umumkan untuk bepergian hari ini silaturahmi iedul fitri ke pak Iskandar Kamil di Kebun Jeruk Jakarta Barat.

07.55 mencuci motor yang lama juga ngak di cuci, ada sebulan lebih.
08.30 mulai menangani hidangan Brongkos yang dimasak sejak dua hari lalu.
pertama memilih tulangan yang terlepas, dibuang, berkali - kali mencari tulangan yang lepas dan dibuang, bersih, buang juga daun-daun bumbu yang lama, seperti daun salam, daun kunyit, daun sereh, lengkuas dan ganti yang baru, tambah air panas untuk menurunkan kekentalannya dan masak lagi hingga mendidih.
08.50 makan brongkos dengan ketupat dan siraman sambal goreng, enak sekali, yang lain ikut makan.
09.30 berangkat ke pak Iskandar,
Lagu hymne nya begini : 
Ada sepeda motor satu
sudah tua tapi masih jalan
hadiah dari juara satu sayembara design ruang terbuka hijau kampung sawah Jakarta
sekarang sepeda motor itu mau dipakai berlebaran
yang mau naik enam orang
berlebaran harus membawa anak dan istri
ada ibunya, ada Tyas, ada Astari, ada Yasin dan ada Fifi
Astari diantar terlebih dahulu
turun di separuh jarak yang di tempuh, kemudian melanjutkan jalan kaki
motor berbalik menjemput Tyas dan Yasin diantar ke separuh jarak yang ditempuh
Motor berbalik lagi
menjemput ibunya dan Fifi, mengarungi jarak sejauh 80 km menuju Jakarta Barat.
Di Cikeas semua kendaraan di hentikan sebab tamu Presiden RI, para menterinya akan lewat, tapi motor yang saya naiki di ijinkan jalan, dan Fifi yang digonceng dibelakang melambaikan tangan pada iringan mobil yang keluar dari kediaman bapak Presiden RI.  
Astari, Tyas dan Yasin naik angkot disambung angkot 56 dan di sambung busway  turun Slipi, naik angkot M11
Akhirnya jam duabelas semuanya tiba di rumah pak Iskandar Kamil
untuk melanjutkan budaya silaturahmi
yang terjalin sejak tahun 1977.



















Di kediaman bapak Iskandar Kamil SH mantan Hakim Agung

 

















 Jarak yang jauh menempuhnya sehingga saat dihidangkan minuman
kesukaan anak- anak, langsung diteguk.

















Berfoto bersama pak Iskandar Kamil SH


Saat pulang
sekitar hampir Ashar empat puluh menit lagi
lokasi di Cibubur tempat latihan Paskibra ada masjid
disana tertidur menanti Ashar
sambil melepas lelah dan kantuk
menikmati panas teriknya siang dibawah hembusan dedaun pepohonan yang masuk ke masjid
akhirnya tertidur nyenyak













Selasa, 21 Agustus 2012

 Puasa Syawal hari pertama, menemani istri berpuasa membayar hutang.
14.00 datang berkunjung Pak Suparman dan istri dan dua anak gadisnya yang menginjak remaja
Selama bersilaturahmi yang dibicarakan adalah mengenai ibadah haji, sebab mereka akan berangkat haji akhir bulan oktober besok ini.
Ada SMS dari bapak Sarwono Kusuma Atmaja jam 10.00 besok pagi diterima di rumahnya.














Rabu, 22 Agustus 2012

08.05 melintas di jalan Pasar Minggu yang sepi, biasanya macetnya luarbiasa mendekati lampu merah Kalibata.

08.30 tiba di titik perjanjian, yaitu di Perdatam Pasar Minggu depan kantor Askes, titik itu berupa pertigaan jalan  untuk  menunggu kedatangan anak- anak yang naik angkot dan metromini.

08.40 Masjid Al- Munawar yang ada diseberang menjadi perhatian, setelah menerima SMS dari Tyas, Tyas dan adik2nya sudah di Cawang - UKI.


















Memasuki masjid Al- Munawar, loby masjid sangat kotor, langsung terpanggil untuk ngepel masjid, berjalan menuju samping masjid dimana ada tempat berwudlhu, yang dicari adalah alat pel bertangkai.
08.45 mulai ngepel, berat juga alat itu dalam keadaan basah
saat melihat sedemikian luas loby masjid Al-Munawar, mulai berfikir, dari titik mana dilakukan pe ngepelan.
Istri terlihat sedang melaksanakan shalat dua rakaat.
Setelah sekian lama ngepel, keringat pun mengalir, pengepelan hanya bisa diselesaikan separuh lebih sedikit dari luas loby masjid yang ada.
Shalat dua rakaat di ruang tengah masjid.
Setelah itu mulai ngepel untuk anak tangga tempat mendaratnya sandal para jemaah, kotorannya sangat lekat, kemungkinan ini kotoran kuah siomay, berarti ramai benar tadi malam ditempat ini sampai menghasilkan kotoran yang banyak.
 
Tiba- tiba terlihat anak- anak datang memasuki halaman luas masjid, Tyas, Astari, Yasin dan Fifi.
Yasin terlihat gembira dan langsung ketempat wudlhu e e ternyata menuju ruang kecil untuk buang air.
Menunggu Yasin shalat dua rakaat.




















Anak-anak minta berfoto di loby masjid Al-Munawar


















Yasin melakukan shalat dua rakaat.


09.30 mulai bergerak menuju rumah kediaman bapak Sarwono Kusumaatmaja
yang di gonceng  motor pertama adalah Astari dan Fifi,

Setelah itu ibunya, dan terakhir Tyas bersama Yasin. 


   
















09.50 duduk di teras samping, di rumah yang sunyi, berpagar tinggi, rumah mana dahulu sewaktu ibu Nini Kusumaatmaja meninggal memilih rumah ini sebagai rumah dukanya.
Menanti bapak Sarwono Kusumaatmaja keluar, disini sibuk mengatur posisi duduk Fifi minta duduk sendirian, akhirnya terlihat di balik kaca wajah yang sangat dikenal muncul, bapak Sarwono Kusumaatmaja dengan baju batiknya, langsung salaman, sambil bertanya satu persatu, yang mana Tyas, yang mana Astari, yang mana Yasin, dan yang mana Fifi, lho ibunya kok sama tingginya, semua tertawa saat bapak Sarwono mencoba memancing tawa dengan  gurauannya.




Disini bapak Sarwono Kusumaatmaja berceritra kembali tentang perjalanan sakit nya ibu Nini Kusumaatmja Alm, dan saat di sebut nama ibu Sutikni, mantan kepala pendidikan dan pelatihan kement PU setelah ibu Nini yang paling rajin menengokin sakitnya ibu.
Dalam kesempatan ini bapak Sarwono banyak memberikan nasehat kepada anak-anak untuk meraih masa depan walau sakit thalasemia masih mengikuti.


















10.30 mohon diri
sementara itu motor yang saya naiki sedikit ngambek, susah staternya, tapi akhirnya hidup juga.
Kembali merely anak- anak, tahap pertama Fifi dan Astari di gonceng motor terlebih dahulu ke jalan raya Pasarminggu, setelah itu balik lagi menjemput Tyas dengan Yasin, setelah itu menjemput ibunya.
Anak- anak naik Kopaja 616 tujuan Blok M dan melanjutkan naik metromini 69 tujuan Ciledug.

11.30 tiba terlebih dahulu di Ciledug di rumah ibu Nur Jannah sebab bermotor bersama istri, jalanan lancar, sementara anak- anak masih naik metromini 69.

11.56 Tyas Astari Yasin dan Fifi muncul dipintu, langsung salaman dengan ibu Nur





















12.10 Shalat Dzhuhur berjamaah.
12.30 mie ayam pesanan ibu Nur datang, habis shalat langsung makan siang, hubungan antara shalat berjamaah yang diikuti istri dan anak2 serta pemilik rumah dan datangnya makanan yang di pesan ini semua sepengetahuan Allah SWT, oleh sebab itu saya ingatkan ke anak- anak untuk selalu bersyukur.
13.00 pindah kunjungan ke ibu Sigit, bertetanggaan dengan ibu Nur, di rumah ini suasana berlainan, sebab ada tiga anak- anak kecil dua diantaranya tergolong bayi.
Dua anak diantara tiga anak itu ber ibu seorang Jepang, dalam kesempatan ini Tyas sempat berbicara bahasa jepang dengan ibu si anak itu, status ibu di rumah ini adalah menantu dari bapak Sigit pensiunan PU.






















Suasana sangat meriah, sebab kunjungan bertahun tahun sejak Yasin masih berumur 3 bulan dan dimandiin oleh ibu Sigit beberapa tahun yang lalu dan sekarang Yasin sudah kelas dua SMK melahirkan banyak kenangan, kunjungan akrab ini terjalin setiap Iedulfitri, sebab jarak sejauh 85 km antara Ciledug dan Gandoang yang memisahkan.

14.00 pulang, melintasi Ciledug, Petukangan, pinggiran Pondok Betung, Pinggiran Bintaro, jalan Simatupang, Cibubur, Cileungsi Gandoang.
 
15.24 saat adzan Ashar terdengar posisi sudah berada di Cibubur, shalat Ashar di musholah depan seberang jalan pintu masuk Grand Cibubur.

17.58 adzan maghrib sudah berkumandang, anak- anak belum datang.
19.30 anak- anak berdatangan.
setelah anak- anak datang ibunya mulai mau makan malam.













Kamis,  23 Agustus 2012

Puasa syahwal hari ke dua, sahur tadi pagi sempat membuat jus sayur : mengkudu yang sudah terkumpul banyak, wortel cukup banyak, buncis secukupnya, terong ungu, dan tomat, lama sekali prosesnya sehingga khawatir waktu sahur hilang, jus sayur hanya diproses separuh bahan dahulu, dan akan dilanjutkan setelah shubuhan nanti,    jam tiga empat puluh lima mulai shalat tahajud.

Makan sahur jam empat sepuluh menit 
berpengaruh positip setelah minum jus sayur dua gelas dan shalat tahajud, selera
makan nya baik, sehingga lahap jadinya, brongkos yang kemaren sore sempat di tambah potongan labu siam, sekarang semakin enak.

Fifi yang beberapa hari bepergian terus terjadi penurunan stamina tubuhnya, dengan jus sayur ini cukup setengah gelas sudah menyehatkan kembali.

17.00 diatas angkot 56 Cilwungsi - Cawang ber enam dengan anak2 memenuhi makna berhari raya yaitu silaturahmi, kali ini ber silaturahmi ke rumah bapak Marzuki Usman, anak2 semua ikut, diperkirakan pulangnya malam maka naik angkot bersamaan, tidak ada saling tunggu nantinya, sementara motor di titip di bawa flyover Cileungsi. 
Perjalanan relatip lancar tidak ada hambatan, kosentrasi berlalu lintas masih disekitar mudik, yang sudah makan jiwa 574 jiwa, dan asumsi frekfensi laju kematian diperkirakan penghitungan plus 10 hari setelah lebaran, kematian akan memcapai 900 orang,  Indonesia tidak ada perang tapi meninggal kecelakaan lalu lintas 900 jiwa, ini berarti pemerintah yang harus di salahkan, sebab tidak memperdulikan kematian nyata sedemikian besarnya,
Pemerintah tidak mau disalahkan berarti pemerintahan adalah keras kepala, isi pemerintahan adalah azab melulu, dan waktunya di ganti.
Kesalahan pertama, pemerintah tidak menyiapkan sarana dan prasarana mudik yang memadai, bisa dari penyediaaan jalan yang tidak standarisasi, dan kendaraan untuk mudik yang tidak memenuhi syarat.
Masalah mudik ber motor, itu adalah bentuk pemberontakan yang manja, seperti kita pada anak kita yang bandel dan manja, pemerintah tidak boleh membiarkan kematian didepan mata seperti pemerintah tidak memegang keuangan negara, penggunaan keuangan negara sepenuhnya untuk menghindari naik jumlah kematian bangsa dari berbagai alasan, tidak ada artinya kemakmuran di satu sisi sementara kematian merengkuh anak bangsa semuda memutuskan daun.
Apa arti berbangsa jikalau situasi begini.

Matahari sore semakin merendah
Saat turun dari angkot 56 ( 17.30 ) kendaraan lanjutan sangat susah datangnya, akhirnya ada bus kosong yang mau mengantar hingga Pancoran.
Bus di naiki, saat diatas bus sudah memberitahukan kepada awak bus untuk di turun kan di BNSP ( Badan Nasional Sertifikasi Profesional ), bus melaju cukup kencang yang dikhawatirkan adalah berfikir ringan dari sipengemudi bus dalam mengambil keputusan, saya sudah lama ngak naik bus.

Semua tulisan judul kantor sepanjang jalan dari Cawang menuju Pancoran di baca, bukan ini, maju lagi, tiba- tiba bus mengambil jalur busway, penumpang tidak mempunyai hak melarang pengemudi bus memasuki jalur busway, apa yang diperbuat, sudah gembira kalau ada pengemudi bus yang tahu aturan, tapi ini lain konsepnya, diantar ke tujuan dengan cepat dan aman itupun patut di syukuri, kelemahan ini tidak dianggap aib di negara ini.
Tragisnya saat bus berada di jalur busway, terbaca Badan Nasional Sertifikasi Profesi, dan bus mendadak berhenti diturunkan di tengah jalan, saya, istri, Tyas, Astari, Yasin dan Fifi.

Ya untungnya tidak ada busway, sehingga menyebrang dengan kemurahan hati pengemudi di jalur kiri untuk mengijinkan saya dan anak2 menyebrang jalan.

Rumah kediaman bapak Marzuki Usman jauh di dalam, harus berjalan lurus memasuki jalan yang tidak ada angkutan umumnya, masuk ke dalam sejauh 1000 m, setelah itu jumpa masjid, masjid ini hendak dijadikan tempat untuk berbuka puasa, tapi di ingatkan dengan penjual es kelapa, masih ada masjid lagi sebelum menjumpai kompeks Sarina Estate, perumahan khusus dimana bapak Marzuki tinggal.

Akhirnya berjalan lagi dan musholah itu di jumpa, persiapan buka puasa, yang saya pegang adalah jus sayur, dan akhirnya adzan maghrib datang, minum jus sayur.

Shalat dan jalan lagi berenam memasuki kompleks Sarina Estate.
Suatu kompleks perumahan yang harga jualannya mahal, yang isinya tidak secara spesifik membawa budaya tertentu, kecuali mahalnya saja, rumah - rumah begini kebutuhan satu harinya paling murah lima juta rupiah hilang, hingga sepuluh juta rupiah, sehingga penghasilan orang yang tinggal disini adalah lima ratus juta rupiah keatas sebulannya.
Timbul pertanyaan untuk apa bergelimang harta yang akan menuh- menuhi bak sampah apabila stunami menerjang.     
Rumah begini akan musnah apabila tidak menyantuni anak yatim, tidak berbakti pada kedua orang tua, tidak menjalankan perintah agama.
   
Bapak Satpam itu hanya menjaga di pintu gerbang saja, sehingga sewaktu melihat nomer rumah L 20, padahal rumah yang dicari tidak sebesar ini nomernya, kalau menurut zonasi, putar kekanan akan menjadi besar nomernya, sehingga memutar kekiri, apa jadinya setelah memutar kekiri, malahan menjadi blok D, balik lagi memutar kekanan dan nomernya langsung L 19; dan seterusnya L 18, betapa sunyinya dunia, tidak ada yang ditanya, berjalan terus dan akhirnya jumpa yang dicari, unjuk salam dan menunggu, pembantunya muncul dan dipersilahkan masuk.

Cukup lama menunggu, akhirnya bapak Marzuki Usman keluar.
Bergurau dan bernasehat biar di dengar anak- anak bagaimana beratnya menjaga silaturahmy.   

















19.00 mohon diri dan kembali berteman sunyi, tiba- tiba Tyas bertanya, pak berjalan lagi sejauh itu,  lho kita kan punya Allah SWT, kewajiban sudah kita jalankan sekarang ayo angkat tangan memohon pada Allah SWT untuk mohon pertolongan,
Astaghfirullah sedetik itu ada perubahan,
ada taxi mengantar penumpang masuk dan berhenti dan penumpang nya turun, anak- anak naik dan saya bersama Fifi di depan, dibelakang duduk berempat, ibunya, Yasin, Tyas dan Astari.
Jakarta terlihat ramai dari balik jendela taxi yang meluncur dengan cepat, ada sesuatu yang menjadi perhatian, sebab sebelumnya tidak pernah di perhatikan, adalah, curb pemisah antara jalur busway dengan tidak, itu tidak terlihat dari kaca depan taxi, pengemudi taxi yang saya tanya dia bisa melintas lancar disini sebab sudah biasa dan mengetahui ada curb atau saparator busway disini, tapi kan ada pengemudi yang tidak tahu jikalau disini ada curb memanjang memisahkan jalan dan menobrok curb tersebut.
19.14 turun dari taxi di pangkalan angkot 56 berada yaitu di UKI dekat Kalimalang.
19.25 diatas angkot 56 menuju Cileungsi
Melihat lurus dan cakrawala yang menghujam di pandangan mata kearah depan, terpikirkan, jauh juga jarak yang ditempuh ini, tetapi tidak terasa jauh jikalau naik motor.

19.45 tiba di Cileungsi
bagi posisi, ibunya dan Fifi bermotor dengan saya dan Tyas, Yasin, Astari naik angkot turun di Giant Metland untuk mencari makanan.

20.00 Anak- anak telah tiba terlebih dahulu dan terlihat sudah mengerjakan shalat Isya di musholah  Giant- Metland.

20.15 hanya ibunya seorang yang dapat bagian nasi dan berbagai lauk dan es teh, lainnya habis.
Di ajarin Fifi, papa kan lapar, bagaimana kalau makan es cream, akhirnya berdua makan es cream

20.45 keluar dari Giant-Metland, bermotor lagi bertiga Fifi dan ibunya.

21.15 masuk rumah.
21.30 Tyas membuat nasi goreng, enak sekali, tapi bapaknya ngak boleh makan, khawatir emosinya terganggu.






          






Jumat, 24 Agustus 2012

burble setelah Iedulfitri

Terpikirkan sewaktu melepas bendera Merah Putih yang telah seminggu di kibarkan untuk memeriahkan Kemerdekaan N K R Indonesia 17 Agustus 2012, umpak bendera yang lumayan berat mau untuk apa, akhirnya ada bambu sepotong digergaji untuk dirapikan dan pinjam umpak  bendera dari tetangga, dua umpak bendera yang lobang tengahnya untuk memasukan tiang bendera, sekarang dimasukan batang bambu sepanjang 1,50 m  dan umpak itu menjadi beban kiri kanan, jadilah burble, sewaktu diangkat snacht cukup berat tapi bisa, tapi ngak bisa dua kali, dari satu angkat ke pengangkatan berikut badan minta waktu istirahat, tidak beberapa lama keringat mengucur deras.


  










Sabtu, 25 Agustus 2012
02.00 udah ngak bisa tidur, masuk dapur mulai mencari sesuatu yang bisa dimakan dan diminum.
03.00 Tahajudan dan membaca Al-Quran
03.45 Mengangkat beton - beton landasan bendera Merah Putih yang sudah usai masa pemasangannya, sejak kemaren pagi punya mainan baru yaitu megangkat berat, sampai berkeringat, beban pemberatnya bukan besi tapi beton landasan bendera merah putih memperingati tujuhbelas agustusan.
04.35 Shubuh masuk
07.00 mengerjakan brongkos yang akan dibawa ke rumahnya pak Jaja.
09.00 bermotor bersama Fifi dan Astari menuju kawasan Bintaro, kediaman pak Jaja.
10.15 tiba di Giant Poin Lebak Bulus, istirahat dahulu disini, sambil menunggu Tyas dan Yasin yang naik angkutan umum lewat, saat ini ia berada di Cilandak.
Berjalan memasuki Giant supermarket, lama ngak kesini, kesunyian masih mewarnai supermarket yang luas ini, harga daging masih mahal, stock nya masih sedikit.
Melihat ada tiruan alat masak yang sering iklannya tayang di televisi, secara tiruan, harganya cukup mahal.
tiba- tiba SMS dari Tyas jikalau ia sudah naik angkot ke Bintaro.
11.00 bermotor kembali bersama anak- anak menuju Bintaro sektor 5. Terjadi salah jalan, seharusnya belok saya lurus, akhirnya di ujung jalan berjumpa dengan jalan yang menuju Pondok Betung, belok kiri jauh untuk mencari ujung Bintaro lagi.
11.30 tiba didepan STAN Bintaro, titik ini untuk berkumpul menunggu datangnya Tyas dengan Yasin.
11.33 tidak lama menunggu mereka datang.
berjalan bersama ke Perciki Raya 25 kediaman pak Jaja.

































Add caption

















Keramahan keluarga ini sangat sukar dilukiskan, bagaimana mempertahankan tali silaturahmi saja yang berat.
14.00 mulai meninggalkan kediaman pak Jaja.
15.00 terserang mengantuk saat bermotor dan secepatnya beristirahat memasuki masjid Jamik di Ciracas jalan raya Bogor - Jakarta.
Kelelahan itu sangat luar biasa tetapi setelah diistirahatkan sepuluh menit, kesegaran bangkit, langsung persiapan shalat Ashar, setelah itu pulang dan
16.00 didera kemacetan di Taman Buah Mekarsari.
16.30 masuk rumah.











Minggu, 26 Agustus 2012

03.00 masuk rumah setelah jaga malam ronda keliling wilayah RT 05 RW 08
Malam masih meninggalkan kesunyian dan kesenyapan
Pepohon yang tak bergerak sedikitpun, angin yang tak berhembus
Remangnya lampu neon yang menerangi jalanan, sunyi, tidak ada yang bergerak
tinggalkan alam untuk memasuki waktu tahajudan.
03.50 setelah tahajudan, olah raga angkat berat.
09.30 berangkat bertiga istri dan Fifi  bersilaturahmi ke rumah bapak Bambang Wid, Jabfung Jalan dan Jembatan, bertempat tinggal di kompleks Bina Marga Ciracas Jakarta Timur.
10.50 tiba di Ciracas, tidak langsung masuk, bersilaturahmi dengan bapak tua penjaga kompleks perumahan
11.20 dirasa cukup lama, langsung berjalan sambil mendorong motor, males menghidupkan, dan saat pagar di dorong, Pak Bambang keluar.
Silaturahmi dengan cermin kesederhanaan terpancar keluar, Pak Bambang terlihat sibuk berdua dengan istrinya.
Minggu depan 1 September 2012 beberapa hari lagi pak Bambang memasuki masa Pensiun dari Pegawai negeri Kement Pekerjaan Umum.
11.30 keluar bersama pak Bambang Wied untuk mencari nasi padang buat makan siang, sementara Tyas, Astari dan Yasin sudah sampai di Cikeas, masih sejauh 17 km dari rumah P Bambang.
11.40 menjumpai banyak rumah makan padang yang sudah buka, pilihannya adalah rumah makan padang yang dahulu pernah di beli ikan mas nya dengan Fifi,
tidak dijumpa, akhirnya memasuki rumah makan sederhana malahan dapat yang lebih murah dan enak.
Yang dipesan 4 nasi padang lauk kepala ikan mas, 2 nasi padang lauk rendang, 1 nasi padang ayam sayur, dan beberapa lauk ayam yang akan di konsumsi oleh pak Bambang nanti maghrib saat buka puasa Syawalannya hari ke tiga. 
11.56 Tyas, Astari dan Yasin datang dan langsung ikut makan























12.15 Shalat Dzhuhur
13.00 saatnya mengakhiri silaturahmi
13.15 saat berkendara motor bersama istri tiba- tiba terasa goyang ban belakang dan sepatu kaki kanan licin dan asap keluar dari mesin motor, berhenti, matikan motor, setelah istri turun saya perhatikan ada semprotan olie di sisi kanan, mesin pecah pikirku, olie membasahi knalpot panas menimbulkan uap, uap putih meramaikan suasana macet didepan pertokoan Arundina ujung jalan Lapangan Tembak.
Saya pesan ke istri, tunggu di titik ini nanti angkotnya yang dinaiki anak- anak Fifi; Yasin, Astari dan Tyas akan lewat, sementara saya mendorong ke bengkel, teringat sewaktu motor rusak, dalam suasana ber hari raya, rantainya putus dan gir depannya hilang terlempar, di depan Mahkamah Agung saat bersilaturahmi dengan SBY awal menjabat Presiden dahulu, saat itu bermotor bertiga dengan Fifi dan ibunya, kerena suasana iedul fitri, motor dititipkan semalam di sekretariat Negara, dan esoknya disaat bengkel masih tutup sudah mendorong motor mencari bengkel, bengkel didapat di Slipi.
13.30 memasuki bengkel di jalan lapangan tembak.
14.50 motor sudah selesai diperbaiki kebocoran olie dan dilanjutkan pindah bengkel untuk menambal ban dan mengangkat kekendoran rantai motor.
Sedang menunggu motor diperbaiki, terdengar adzan Ashar, rupanya dekat dengan musholah Sirajul hak, jalan Lapangan Tembak.
15.30 Shalat Ashar
15.40 Udara panas sehingga haus dan beli air minum di Alfamart, tertulis harga Rp 2100  tetapi saat membayar diminta Rp2400    
saya heran, tertulis Rp 2100, lho yang memberi harga situ sendiri kok ngak tahu, akhirnya harga tidak dinaikan.
Air minum di minum didepan musholah, saat air mau diminum terlihat ada seseorang yang duduk depan musholah untuk berbagi air, di udara panas, dia hanya tersenyum dan menolak.
16.00 melintas di Kranggan, kemacetan sedikit terjadi.
16.30 masuk rumah, rumah kok sepi, ternyata anak- anak dan ibunya singgah terlebih dahulu di Hypermart untuk membeli buku. 
18.00 saat maghrib tiba anak2 dan ibunya datang. 
Tetangga datang untuk silaturahmi, ternyata ia memberitahu peristiwa kesibukan jam tiga tadi pagi sewaktu saya jaga malam, seorang ibu usia lanjut, ibu salah seorang tetangga, meninggal dunia semalam di pesawat yang dinaiki sebelum pesawat mendarat di Cengkareng, ia terbang bersama kakak laki dari si tetangga, sehingga jam tiga pagi itu si tetangga beramai- ramai dengan tetangga lainnya ber mobil sampai tiga mobil berangkat ke Bekasi untuk mensholati jenazah ibunya si tetangga, dan kembali lagi ke Cengkareng bandar udara, dan terbang mengantar jenazah ibunya, pemakaman di desa nya, maksud si anak hendak dirawat di Jakarta, yang menjadi pemikiran saya adalah, bahwa membawa terbang seorang bermasalah kesehatan dalam usia senjah harus seijin dokter, berarti disini pihak penerbangan tidak melakukan ijin terbang usia senjah, dianggapnya sehat- sehat saja, sudah sepatutnya jikalau maskapai penerbangan mendapat nilai minus dengan dijumpainya salah seorang penumpangnya meninggal dalam pesawat yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan tersebut.
 











Senen, 27 Agustus 2012

Puasa  syahwal hari ketiga.
Tyas mulai mengurus administrasi untuk masuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
Rencana bersilaturahmi ke pak Supadio dan ibu di Kalimalang gagal sebab tidak mendapat clerence dari orang yang hendak dikunjungi.
Masalah Sampang yang meminta korban satu orang meninggal dan beberapa rumah dibakar, kepolisian harus jeli memisahkan fitnah dan agama, semoga keadilan ditegakan dan sipefitnah tertangkap.
Sekarang musimnya berbaju agama tetapi berhati iblis, iblis akan datang memberi wiswas - wiswas kepada manusia, baik itu mengaku dirinya pemuka masyarakat, pemuka agama, pemuka pejabat, pemuka daerah, hasil awal konflik adalah benci dan hasil akhir konflik adalah pembunuhan.
Sudah waktunya diangkat kasus KRIMINALISASI DEMOKRASI  sebab dengan atas nama demokrasi dengan voting suara terbanyak maka pendukung dan dukungan mayoritas akan menekan minoritas, minimal me abaikan.  












Selasa, 28 Agustus 2012
Pagi- pagi sekali Fifi sudah angkat telephone ke Sulawesi Selatan untuk menanyakan paman nya udah berangkat ke Jakarta belum, Aswan yang menjawab disana bilang sudah berangkat.
Shubuh pagi ini membawa semangat baru, ada optimise untuk mengangkat burble dari beton berat itu, angkat- turun- angkat, sedikit berkeringat langsung bersama istri nengokin/menjenguk tetangga sakit yang kemaren dijumpa di puskesmas sewaktu ibunya mengantar Tyas proses administrasi Askes untuk masuk RSCM.
Tetangga itu terlihat sedang mempersiapkan jualannya, dan istri sambil menengok kemajuan kesehatannya juga memberi saran untuk memasak pepaya mentah, sekiranya sudah masak, dibelah, dan disendokin bagian dalamnya untuk mengurangi asam lambungnya.
09.00 ilham, adik istri, sudah tiba di Cengkareng penerbangan dari Makassar, belum tahu menginap dimana di Jakarta, dalam rangka tes di DIKTI untuk mengikuti program pendidikan S2 nya. 

Management baru.
Mudik tahun ini sangat mengambil korban jiwa besar, 904 jiwa pralaya, tanpa bendera setengah tiang berkibar secara nasional untuk mau agar negara ini melihat diri bahwa saya mengelolah negara ini tidak dengan cerdas, tidak dengan arif, berdiam diri saya selama ini mencerminkan keterlambatan saya berfikir cepat,
padahal dana publik yang saya kelolah sangat besar, tapi dana itu bukan untuk kesejahteraan rakyatku, seharusnya aku dihukum  akibat kelalaian mengelolah negara maka jatuh korban, supaya penggantiku tidak sama seperti aku, kasihan negara ini, yang kutipu, seharusnya delapan tahun yang lalu jikalau saya menggunakan strategi pertumbuhan cepat dengan menghukum siapapun warga negara yang tidur siang, kereta api cepat yang menghubungkan  kota Medan Sumatera Utara hingga Surabaya Jawa Timur selama 12 jam sudah terwujud, terobsesi kereta api cepat yang menghubungkan Qinghai hingga Beijing, kereta api hijau tua yang modern dan berkecepatan tinggi saat melintas di persawahan di batas timur wilayah Qinghai, saya sempat meneteskan air mata, sebab negaraku bisa membangun dan mempersiapkan pembangunan manusia untuk bekerja keras mewujudkan dua belas jam menghubungkan kota Medan hingga Surabaya.
Berkaitan dengan methode management baru mudik tahun depan, arahkan pemudik motor naik ke kapal laut, turunkan di Semarang dan Surabaya.
Kemudian bangkitkan semangat Pemda Kabupaten yang di lintasi pemudik untuk membuat undang2 yang melarang melintas pemudik di wilayahnya, kerahkan penduduk untuk mengamankan.
Buat suatu hadiah dan hukuman, barangsiapa ada pemudik yang meninggal di wilayah kecamatan yang di lintasi pemudik maka biaya pembangunan kecamatan itu dikurangi satu juta rupiah untuk satu jiwa yang meninggal, dan seterusnya, dan semakin besar jiwa yang meninggal semakin banyak pengurangan biaya pembangunan di wilayah itu.     
Jadikan bangsa Indonesia cerdas untuk berfikir kritis terhadap permasalahan kebangsaan yang timbul, jangan ditekan kemudian dipancing dengan anggaran sedikit lebih banyak, kemudian kewaspadaan nya turun dan melakukan korupsi, dan ditangkap habis itu gembar gembor sangat aktif memerangi korupsi.

Kasus kebakaran di Jakarta

Jadikan saksi itu siapa yang berdiri dibelakang peredaran alat- alat listrik non standard  yang dijual bebas untuk penduduk, tanyain sampai titik, mengapa kualitas dikurangi, sebab kalau harganya tinggi mempertahankan kualitas yang berakibat penduduk tidak membeli, penduduk malahan selamat tidak beresiko kebakaran akibat memakai alat- alat elektronik tidak standard.
Semua wilayah perumahan harus dilayani dengan Hidrant tanam terhubungkan pipa induk air minum, sehingga cepat dilakukan pemadaman api sebelum api membara menghanguskan rintangan yang ada.
Dan yang paling sederhana kontrol dari aparat desa kelurahan setempat untuk membangun rumah sistim putus, tak terhubungkan satu sama lain, terpisahkan gewel tembok tinggi pemisah antar bangunan.
Gubernur Jakarta harus cepat mengambil pemikiran ini, percuma dipilih kalau tong kosong nyaring bunyinya.









   



Rabu, 29 Agustus 2012

17.00 mulai meninggalkan RSCM 
17.30 PMI Kramat untuk menyerahkan blangko permohonan darah cuci penggunaan besok pagi
18.10 Shalat Maghrib di Masjid Sundah Kelapa.
18.30 melintas di ujung jalan Thamrin dengan kepadatan lintasan kendaraan yang sangat masif, mulai longgar setelah dijalan Sudirman, di patung api nan tak kunjung padam, putaran balik belok kanan memasuki jalan Sudirman lagi untuk menuju ke Senayan.
19.30 di jalan Asia Afrika, dan parkir motor, masuk hotel Atlit Century.
Suatu kawasan yang dahulu ditahun 1983 pernah tinggal disana di jalan pacuan kuda undangan Kongres Nasional I, FK-PPI mewakili prop Bali.
19.35 prosedure masuk hotel besar dengan pemeriksa detektor logam, setelah itu titip helm, naik ke lantai 7 dan mencari kamar 714 untuk menjumpai adik istri, Ilham, yang mengikuti test S2 nya.  
Setelah pintu terbuka, terlihat Ilham yang menyambutnya, dan didalam ada Fery sahabat Ilham dan Hen Sapto peserta S2 dari Semarang











Kamis, 30 Agustus 2012
Puasa syawal hari ke empat.
07.00 saat menghidupkan motor Fifi yang kepingin ikut berangkat sekolah bersamaan, ternyata ban belakang kempes lagi, saya pesankan ke Tyas untuk tetap di rumah sementara saya mecari tukang tambal ban, motor masih bisa dinaiki, udara dalam ban masih ada, dapat tukang tambal ban di Mampir.
07.35 motor ban belakang nya sudah di tambal, menjemput Tyas dan
07.45 berangkat ke RSCM.
08.00 melintas di depan Taman Buah Mekarsari dan tiba- tiba semua kendaraan di depan berhenti, rupanya diujung depan angkot biru berhenti untuk menunggu penumpang.
Berhentinya yang mendadak membuat harus mengerem mendadak pula, berusaha menerima keadaan.
09.00 Melintas di Celilitan, lampu merah sedikit lama, biasanya kalau ngak lagi puasa sempat minum hingga 600 cc aqua satu kali tegak, panasnya cukup.
09.30 PMI Kramat, keadaan pagi ini agak sedikit ramai, mobil donor bergerak meninggalkan markas PMI, Tyas nya mendapatkan darah merah golongan O sebanyak 3 kantong, kantong pertama  163 cc, kantong kedua  130 cc dan kantong ketiga 157cc.

10.00 bermotor menuju ke RSCM, keadaan lancar, lalu lintas ramai.
10.10 persiapan pemasangan jarum transfusi.






































10.20 darah merah mulai masuk.
12.00 Shalat Dzhuhur di musholah RSCM.
13.00 sisa 50 cc lagi darah merah yang harus ditransfusikan.
13.30 transfusi berakhir
14.00 mulai antri didepan bank darah RSCM untuk proses administrasi
14.30 saat jenuh menunggu membuka komunikasi dengan petugas verifikasi RSCM yang sudah mulai menganggur untuk mesdikusikan bagaimana memberikan pelayanan terbaik bagi pasien di RSCM.
Ya itu pekerjaan rumah bersama yang harus di selesaikan.
Pernah tercetus pemikiran bagaimana menjadikan RSCM sebagai pusat pergerakan manusia di Jakarta, baik manusia sehat dan manusia sakit, teringat sewaktu di bandara Schipool Belanda 1987 dimana penumpang yang menuju bandara menggunakan prasarana kereta api, stasiunnya berada tepat di bawa bandara, berarti di bawah RSCM disediakan stasiun lintasan kereta api, kemudian naik lift sehat dan lift sakit untuk pasien dan muncul di depan lobby RSCM, sebab dimungkinkan banyak pegawai rumah sakit yang ikut naik kereta dalam status tidak sakit, sewaktu berada di lobby RSCM tidak perlu masuk rumah sakit.
18.02 saat adzan maghrib berkumandang saat itu sedang berada di atas flyover Cileungsi, motor dihentikan dan mulai buka puasa dengan minum air.
18.10 shalat maghrib di masjid Nurul Hidayah Kampung Sawah Cileungsi
18.15 saat melintas di ruas jalan Cileungsi Gandoang di ujung malam ini, banyak di jumpai type pengendara motor penduduk setempat yang sangat mengganggu pelintas motor jarak jauh, yaitu bermotor dengan santai berkecepatan rendah, bermotor dengan beriringan berdua, bermotor dengan membuka Hp.
18.30 masuk rumah dengan kondisi lelah yang luar biasa, istri menghidangkan teh hangat, dan mulai merasakan nikmatnya kehangatan.





 

 





Jumat, 31 Agustus 2012
Mendengar dari telephone rumah ibu mertua sakit kakinya, dan ibu sengaja belum dihubungi kerena pikiran di siapkan untuk ke RSCM pagi ini.
Pada nyatanya badan ini lelah sejak beberapa hari ke RSCM, oh ya masih menyimpan perasan mengkudu.
tapi semua tak berpengaruh besar kecuali ber istirahat cukup.
09.00 bermotor bersama istri menuju BTPN Kantor Cab Cileungsi
10.05 Bank Muamalat Kantor Cab Cileungsi
11.15 berjalan untuk shalat Jumat di masjid perumahan.
21.30 masuk rumah setelah menghadiri selamatan meninggalnya ibunya tetangga, yang meninggalnya diatas pesawat penerbangan Solo - Cengkareng.



Tiada ulasan: