Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Isnin, Januari 10, 2011

Sakit di awal Tahun 2011



Minggu, 26 Desember 2010.

Hujan angin datang menyerang dalam waktu sangat singkat membuat plastik pelapis atap genteng terbiaskan, sehingga saat hujan datang menderas bocor semua yang di bawah.

Setelah hujan selesai, saya dengan Yasin berdua naik keatas atap membetulkan kembali susunan terpal penutup atap yang di letakan di bawah genteng.

Bantuan satu ember adukan semen dan pasir, dari tetangga yang membangun rumahnya setelah shalat ashar langsung mengerjakan penambalan dinding dekat kamar mandi yang lobang nya sering di jadikan entri keluar masuk tikus, tikus.

Saat akan mengambil ember untuk tempat adukan ternyata alat kerja sudah lama menganggur dan terjadi kerusakan yang tak di ketahui, alat kerja saat di gunakan malahan patah.

Pekerjaan menambal lobang tikus berjalan baik

Malam hari saat anak- anak menonton televisi melihat tayangan pertandingan Sepak Bola Indonesia melawan Malaysia dan akhirnya Indonesia di kalahkan Malaysia 3 - 0

Senen, 27 Desember 2010.

Saat akan berangkat ke kantor . mampir dahulu ke penjual kayu untuk mencari kayu membuat span lukisan, sudah beberapa hari ini istri mendesak untuk di ajari melukis, kayu sudah di beli dan saya bayarkan terdiri dari 9 batang kayu tipis ukuran 1.5 cm dan lebar 4 cm panjang 200 cm.

Masuk kantor jam 09.15 sebab jalanan lancar, penduduk banyak yang berlibur dan jalanan sepi.
Beberapa pekerjaan sudah di selesaikan sehingga saat jam menunjukan jam 13.00 teringat kalau di rumah baru tadi pagi di beliin bilah- bilah kayu untuk span lukisan, untuk itu pulang secepatnya.
Jam 14.45 masuk rumah dan mulai mempersiapkan keperluan kerja, tempat kerja, terpaksa motor di letakan di luar dahulu sebab parkiran motor akan di gunakan sebagai tempat kerja, gergaji jadi tanda tanya, apakah gergaji itu bisa di gunakan mengingat sudah sekian lama di nganggurkan.
Fifi mencari Yasin yang tahu dimana gergaji tangan di letakan, dan betul juga setelah Yasin datang ia dengan mudah mendapatkan gergaji tersebut, kemudian mulai mengatur kain yang hendak di potong, saat memebeli kain blaco itu di beli satu meter tetapi lebarnya satu setengah meter sehingga di bagi tiga di arah lebarnya dan terdapatlah potongan kain 3 lembar, dari kain ini lah di ketahui berapa dimensi span lukisan yang akan dibuat.

Adzan Ashar terdengar tinggalkan kerjaan kemudian, setelah selesai shalat berjamaah dengan anak- anak kembali ke tempat kerja melihat kayu yang berserakan, kemudian ke tetangga yang lagi membangun rumahnya untuk meminjam siku- siku besi untuk menggambar garis 45 ⁰ untuk membentuk dua bilah kayu menjadi siku.

Setelah itu di gergaji, gergaji ternyata ngak bisa bergerak, gergaji di jepit dengan kayu yang masih basah, sahingga susah, dan memang gergaji sudah lama ngak di pakai.

Coba melihat apa yang ada di rumah, ambil gergaji mesin, ternyata setelah di siapkan kabelnya dan mulai operasi, mata gergajinya halus, mesin hidup tetapi gergaji ngak maju- maju, kapan selesainya kalau begini, akhirnya ke tetangga juga untuk memotong di sana sebab di sana ada gergaji, dan betul juga gergajinga gasir, crek crek terpotong delapan sudut yang di potong 45 ⁰ itu, kemudian balik lagi ke rumah dan mulai mencoba di paku, saat itulah di sadari jikalau ngak ada paku ukuran 4 cm, akhir ke tetangga lagi untuk meminta 8 biji paku 4 cm, setelah itu mulai di paku dan satu paku bengkok dan ada sudut yang memakai satu paku dan ada sudut yang memakai dua paku, tetapi setelah di berdirikan span lukisan masih goyang, kemudian di paku dari belakangnya denga bilah kayu kecil yang menghubungkan sisi berdiri dan sisi tegaknya, akhirnya span lukisan itu kuat dan selesai.

Tiba saatnya meletakan kain diatas bingkai span, dan mulai memaku, paku yang tersedia di rumah paku 2 cm dan bekarat lagi dan jumlahnya 6 biji, sangat kurang, saat itu tangan berdarah kerena saat memegang palu ada serpihan kayu palu yang terkuak tapi tajamnya seperti jarum, untung bukan paku tetapi sempat perdarahan segala.

Yasinnya dengan berat hati pergi jua mencari paku 2 cm dengan 3 cm dengan mengendarai sepedanya, sejurus kemudian ia datang dengan membawa paku, akhirnya span itu sudah terbentang kainnya, langkah berikutnya adalah melapisi kain span itu dengan larutan topioka yang belum jadi, ibunya sempat membuat dua kali sebab larutan topioka yang pertama terlalu masak sehingga terjadi pembeningan, ini batal, sebab lukisan kalau sudah berumur dua tahun akan mengelopek warnanya, akhirnya membuat larutan lagi dan di angkat setelah terasa sewaktu mengaduknya mulai mengental sedikit, sebab dalam proses pberikutnya banas yang di hantarkan dari dinding panci akan memanskan larutan itu.

Secepatnya di tuangkan ke span lukisan dan di ratakan di kainnya dengan sendok, setelah itu di angin –angin kan hingga kering sendiri.

Maghrib pun tiba, dan buka puasa dengan teh panas dan kuenya donat bundar bolong tengahnya dibuat oleh istri.

Setelah Shalat Maghrib, dibantu Yasin menarik kembali span kain lukisan yang terlihat kendor, sampai mendapatkan span yang lurus dan tegang, siap untuk di lukis.



Selasa, 28 Desember 2010.






Rabu, 29 Desember 2010.


Hujan turun sejak pagi, semalam hujan turun dan bocor masih mengalir di dinding dekat Televisi, sewaktu akan menjemur handuk di atas melihat langit, awan hitam sedemikian dekat menggantung, sementara terpal berserakan setelah di terpa angin semalaman, kalau kondisi ini di biarakan dan di tinggalkan kekantor berarti di bawah akan ke jatuhan air yang cukup deras, sehingga putuskan untuk naik atap walau badan sudah siap akan berangkat kekantor dan sudah mandi, sementara Yasinnya kurang semangat pagi ini membantu.

Mencoba membentulkan air yang bercucuran jatuh kebawah, untuk sementara mengharap kekakuan terpal untuk menjepit ke tembok, tetapi kalai di bebani juga berarti ambrol, sebab penahan di bawahnya ngak ada.

Tiba- tiba hujan turun masih di atas genteng.

Mandi dan berangkat langsung kekantor.

Di tengah jalan sekitar jalan Pendidikan dekat Yayasan Akhmad Yani di dera hujan deras lagi pagi ini, mencari tempat untuk mulai memasang plastik hujan, cukup lama memasangnya, plastik terpasang dan mulai robek- robek.

Melintas jalan Simatupang dengan kawalan hujan cukup deras pagi ini.

Saat mendekati kantor, perkiraan jam sudah menunjukan jam 09.30, kalau masuk kekantor, dan hujan tetap deras seperti ini, berarti akan diserang banjir, dan tidak bisa jam 10.00 keluar dari kantor, sehingga putuskan untuk melewati saja kantor.

Jam 10.00 sudah memasuki ruang Rehabilitasi Paskah Sarjana, dan disana pengawas lapangannya heran kan rapatnya nanti sore pak, ya tetapi ini kehujanan, ngak usah khawatir, rapat tetap siang hari.

Sewaktu melihat ke arah FISIP UIN yang dikerjakan oleh PP, dimana minggu lalu pernyataan PP bahwa pekerjaan telah 100%, tetapi hari ini, kok masih ada kerjaan.

Pulangnya sore hari sempat mampir ke Lotte Supermarket di Ciputat, untuk membeli, ikan sebelah satu ekor, ikan salem segar dipotong- potong, ikan salem produk beku, hati ayam dan rempelo,




Kamis, 30 Desember 2010.






Jumat, 31 Desember 2010.


Masuk kantor sekitar jam 09.00 pagi ini, suasana sepi saja. Sewaktu di ujung tangga di ingatkan oleh ibu Sulastri, siang ini jangan makan di luar sebab ruangan akan mengadakan makan bersama, padahal saya sudah membawa makanan juga dari rumah.

Siang hari shalat Jumat di masjid yang mengantarkan bahasa Arab dan sewaktu masuk kembali ke ruangan belum ada acara dimulai, tetapi jajaran makanan suda di hidangkan di meja panjang.

Tidak beberapa lama kemudian teman dikantor mulai berdatangan pulang dari Masjid yang berbeda, di kantor ini terdapat 3 tempat shalat Jumat sehingga teman se kantor tidak ada mempunyai satu pilihan untuk menentukan masjid mana yang akan dipakai Jumatan.


Setelah makan mengapa badan terjadi perubahan, ada rasa demam mulai menjalar, secepatnya setelah makan pergi ke Carefure untuk membeli sesuatu yang bisa di makan ramai- ramai dengan anak- anak di rumah untuk melepaskan tahun baru.
Ternyata harga ikan di Carefure sangat mahal sehingga di putuskanyang di beli di carefure hanya jeruk kecil manis seharga Rp 8 000,- dan sayuran seharga Rp 2 000,-
Kemudian ke Giant untuk membeli 2 ekor ayam.

Dalam perjalanan pulang badan sudah naik demamnya, berfikir kalau sewaktu – waktu akan memasuki emergency di rumah sakit, maka yang harus di siapkan adalah foto copy ASKES, dapat foto copy di Ciracas, uang Rp 2 000,- dapat 18 lembar foto copy kartu Askes. Sementara badan semakin panas saja rasanya ingin segera berbaring saja, Sempat membeli bahan bakar dan ternyata samapi banjir sebab bahan bakar di tanki masih banyak, sementara hujan gerimis datang menyerang, sesampai di rumah langsung rebahkan badan sebab deman sudah cukup panas, minuman hangat tawar di sajikan dan sambil istirahat menanti shalat Maghrib.

Ibunya terlihat mulai memanggang Ayam yang baru di beli.

Maghrib datang setelah itu acara makan menjelang tahun baru di mulai, Fifi bisik- bisik jikalau RT minta sumbangan acara tahun baru, saya sisihkan uang Rp 10 000,- dimana Astari sendiri yang mengantarkannya.

Batuk datang menyerang dan demam juga datang, secepatnya makan ayam bakar yang masih panas sebab pikiran hanya ingin segera tidur. Sempat juga sebelum makan ayam bakar, makan dahulu beberapa lembar daun sirih untuk membunuh bakteri tenggorokan dan menguyah kunyit juga untuk membunuh bakteri di tenggorokan, dan makannya juga enak deh.

Isyak datang menjemput segera shalat dan langsung masuk tidur.






Sabtu, 1 Januari 2011.

Jam 03.00 terbangun sebab badan terasa haus, begitu nyenyaknya tidur sampai ngak tahu perubahan tahun telah memasuki tahun 2011.

Malam masih sunyi saat terbaik untuk shalat.

Demam masih mewarnai, saya jaga jangan sampai lari ke perut, demam kalau lari ke perut bahaya sekali.

Sekitar jam 09.00 saat manusia masih terlihat sepi, tetapi tukang kayu disamping rumah sudah mulai bekerja, saya dengan istri dan Fifi berangkat menuju ke Puskesmas Cileungsi, jalanan sangat ramai pagi ini menjelang Taman Buah Mekarsari, banyaknya kendaraan yang berdatangan, sementara mendung masih menggantung.

Setibanya disana hanya seorang perawat dan anaknya yang lagi rewel akan minta di antar buang air kecil.

Saya dapat obat demikian juga Fifi dapat obat, dan pulang langsung ke rumah untuk minum obat dan istirahat. Tetapi perjalanan pulang macetnya ngak ketulungan sebab banyaknya kendaraan yang menuju ke Taman Buah Mekar Sari.

Batuk masih mengganggu.


Minggu, 2 Januari 2011.

Masih sakit istirahat di rumah, terkena angin dingin sedikit saja batuknya sudah mendengkar riuh.

1 ulasan:

arieflmj berkata...

Semoga lekas sembuh....

Salam dari wong Tempeh Kidul...^^