Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Isnin, Februari 07, 2011

Jus Daun Jambu Klutuk

Senen, 3 Januari 2011.


Sengaja tidak kentor hari ini sebab badan masih terasa demamnya, sekitar jam 11.00 siang Pak Purwandi sesama pengelolah teknis di kementerian kelautan dan perikanan menghabarkan untuk segera masuk kekantor, tetapi ia menyarankan untuk minum tumbukan daun jambu mengantisipasi demam yang tidak turun- turun, setelah saya ceritrakan mengenai sakit saya di awal tahun ini, Saya khawatir demam berdarah pak sis katanya dari seberang telepon Hp.

Setelah shalat dzhuhur mulai membuat blenderean daun jambu klutuk dan saya sisipkan sirih di dalamnya dan di blender dan di minum, lumayan pahitnya, sampai hampir muntah meminumnya.

Tetapi hebatnya tidak sampai lima menit setelah minum perasan daun jambu bersama kuyit itu, demamnya hilang, malahan lupa kalau habis sakit lama, malahan akan mandi, sampai ibunya di rumah marah- marah.



Selasa, 4 Januari 2011.

Kekantor ramai- ramai, Fifi, Yasin Astari dan ibunya langsung ke Poliklinik Departemen sedangkan saya berangkat pagi dahulu untuk mengurus pengiriman uangnya Tyas dan Aswan di Bank Mandiri wisma PP Jalan Simatupang setelah itu berkantor di Pasar Jumat dan sekitar jam 10.00 berangkat ke Departement, setelah parkir motor langsung ke Al Azhar untuk sodaqoh ke Al Azhar peduli. Naik ke lantai lima untuk mulai mengurus Pengelolah Teknis dan saat adzan Dzhuhur terdengar saya minta diri dahulu untuk shalat dzhuhur di musholah di lantai 5.

Akan ke Bank ternyata yang antri banyak sekali sehingga putuskan untuk menunda dahulu urusan ke Bank.

Di Poliklinik PU ternyata Fifi sedang di hadapkan ke Dokter mengingat kurusnya sehingga ia dapat vitamin yang banyak, kemudian untuk saya dapat obat antibiotik dan pereda nafas dan obat anti sakit.

Setelah Ibunya juga di periksa kesehatannya dan Astari juga di janjikan besok di periksa giginya, hanya Yasin sendiri yang tidak di apa – apakan, setelah itu ramai- ramai menuju ke warung makan nasi padang untuk makan siang disana, Fifi dan saya memesan nasi Rendang sadangkan Yasin, Astari dan ibunya memesan Berkedel kentang.

Pulangnya di bagi, Fifi dan Astari ikut saya goncengan motor dan ibunya bersama Yasin naik bus, setibanya di Graha Kramat jati Kopassus mampir sebentar untuk shalat Ashar kemudian berjalan menuju ke Gramedia Kramatjati untuk membeli Acrilic Warna, kuas, bukunya Yasin dan Fifi, warna- warna cat minyak, dan palet warna.

Diterpa Hujan saat akan pulang, disebabkan plastik hujan terbatas, maka menunggu sampai hujan mereda, hujan agak mereda langsung mulai atur posisi, Fifinya di bungkus dengan plastik yang sisa, sementara Astari ngak mau pakai plastik sedangkan saya tetap memakai plastik yang sehari- hari di bawa ke kantor.

Pulang hujan turun merintik, dan saat maghrib datang shalat maghrib di musholah kecil depan Citragrand Cibubur.







Rabu, 5 Januari 2011.

Masih memimpin rapat terakhir di Mahad Aly sekitar jam 12.30, saat akan shalat dzhuhur di masjid terdekat dari Mahad Aly UIN Ciputat, jatuh terduduk saat terpeleset hujan gerimis, saya heran mengapa di masjid ada tempat yang miringnya ngak jelas sehingga membuat orang terpeleset segala, shalat jalan terus.

Setelah itu di lanjutkan meninjau ke Laboratorium Psikolgi sebab ada laporan jikalau pekerjaannya belum selesai sekarang sedang memasang pintu otomatis.

Rapat di Rehabilitasi Paskah tidak banyak komentar Cuma saya minta teruskan saja.

Shalat ashar di musholah di Lotte Mart Ciputat dan setelah itu kembali lagi masuk ke lottemart untuk membeli : Daging cincang, ikan selar yang masih segar, beras 20 kg, dan biskuit orio satu karton.

Sewaktu pulang macetnya luas biasa dan saya memilih pulang lewat jalan baru dan penganten ali, dan muatan beras di goncengan sepeda motor berkali- kali berobah posisi kerena licinnya.





Kamis, 6 Januari 2011.






Jumat, 7 Januari 2011.

Shalat Jumat di masjid yang pengelolaannya sekarang dibawah Kementerian Perumahan Rakyat, dahulu masih di pegang Ciptakarya, di jalan Raden Patah no1. Jakarta Selatan ini.

Wajah- wajah pengurus masjid yang lama masih jelas terlihat sehingga silaturahmi berjalan lancar.

Rupanya sejak hari Siang tadi saat shalat Jumat Tyasnya menghubungi saya, tetapi kerena Hp baterynya lemah maka malam ini saya bisa menghubunginya kembali setelah Hp saya hidupkan baterynya, ternyata Tyasnya bermasalah dengan kartu Askesnya, pihak administrasi Rumah Sakit di Denpasar minta kartu Askes yang baru. Saat ini jam menunjukan 22.30, sudahlah besok saja di pikirkan.





Sabtu, 8 Januari 2011.

Ada sesuatu yang dikerjakan oleh istri pagi ini yaitu membuat perasan buah mengkudu di bejek dengan tangan ( buah mengkudu yang masak ) kemudian di pisahkan mana biji dan yang tidak dimakan, dibuang, kemudian di minumkan ke saya, saat itu ia marah- marah kenapa hal ini kok ngak di lakukan lagi, saat jam menunjukan jam 05.00 pagi, dimana shalat shubuh sudah di lakukan dari tadi, akan tidur lagi dengan alasan badan masih belum sehat sekali, setelah minum maka tidur nyenyak luar biasa dan ngak batuk lagi.

Terbangun saat Fifi berteriak di samping saya mengingatkan kok ngan membuat jus sayur lagi, saat mana jam menunjukan 09.00 pagi, saya bangun sebab teringat akan mengirimkan secepatnya ASKES nya Tyas ke Denpasar.

Jus sayur saya buat terdiri dari : buang mengkudu, tomat, ketimun, sawi, buncis, wortel, kol, blender dan peras dan minum.

Fifi semangat sekali meminumnya.

Siapa yang ikut ke Kantor pos, saya katanya Fifi, Yasinnya terlihat agak malas.
Saat shalat dlhuha di siang hari itu yang sangat di mohon adalah, di permudah untuk mencari di arsip kumpulan nya Askesnya Tyas, dan betul juga siapa yang tidak bersyukur, Askes itu mengumpil di pinggir tumpukan arsip, siapa yang ngak bersyukur.

Bermotor berdua dengan Fifi, suasana mendung di langit, dan ternyata di kantor pos kecamatan Cileungsi yang antri luar biasa banyaknya.
Sebagian besar yang mengantri adalah dari counter pengiriman uang, saya sampai terkagum, kantor pos kecil ini tetapi mengirimkan uang banyak sekali.

Kilat khusus untuk Tyas di Denpasar tidak sampai 10 menit telah selesai urusannya dengan membayar Rp 6 500,- kemudian Fifinya minta ke Giant supermarket, di Giant supermarket yang di beli : jeruk lokam 1 kg, udang seperempat dan ikan kembung banjar satu kilo dan susunya Fifi 1000 gram.

Saat pulang macetnya minta ampun, ngak bisa jalan, saat itu terdengar adzan Dzhuhur, tinggalkan jalan raya dengan kemacetannya, masuk ke masjid depan terminal Cileungsi, dan mengerjakan shalat, setelah selesai shalat kemacetan cair kembali.

Setibanya di rumah ternyata ibunya pergi ke walimah khitanan, sehingga sedikit Fifinya kecewa sebab ibunya ngak ada. Buat ikan bakar Fi, kataku, yaitu membakar ikar kembung como yang dibeli tadi.

Ternyata enaknya luar biasa.
Di cumil sedikit sedikit, kerena baru sembuh dari sakit maka di hindari dahulu makan sambal, makan ikan bakar ngak pakai sambal, ngak apa yang penting rasa segarnya ikan masih enak di lidah.

Ambil istirahat tidur setelahnya untuk memulihkan tenaga, senen harus ngantor lagi.



Minggu, 9 Januari 2011.

Tiada ulasan: