Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Isnin, Februari 07, 2011

Tyas tiba di RSCM Jakarta



Senen, 24 Januari 2011

Jam 05.00 Tyas masih di Kerawang dalam perjalanan Denpasar Jakarta naik kereta api Gaya Baru Malam Selatan, memberitahukan jikalau ia akan langsung ke RSCM, sehingga saya minta Ibunya untuk menemani Tyas ke RSCM berangkat secepatnya dari rumah.

Menurut cerita ibunya setelah tiba di rumah sore hari ini, ia ketemu Tyas di tempat Laboratorium Cross Darah RSCM Jakarta sekitar jam 10.00.

Ini ada pengalaman baik dari seorang Amerika

Christopher Gardner

Ada pemilik dan CEO dari ChristopherGardner International Holdings yangkantornya ada di New York, Chicago danSan Francisco. Mengatasi tantangantantangan yang maha berat dalam perjalanannya menuju sukses, Gardneradalah pembicara motivasi yang memberikan inspirasi, berbicara tentang kunci pemberdayaan diri, mengalahkan ketidak mungkinan dan memecahkan rutinitas. Gardner adalah juga seorang dermawan yang murah hati dan berdedikasi ke banyak organisasi organisasi amal.

Cerita menakjuban dari kehidupan Gardner di publikasikan sebagai biografi PengejaranHappyness, (Amistad / Harper Collins) pada tanggal 23 Mei 2006, dan menjadi buku denganpenjualan terbaik di New York Times dan Washington Post. Gardner juga menjadi inspirasiuntuk film Pengejaran Happyness diterbitkan oleh Columbia Pictures pada tanggal 15 Desember 2006. Film itu #1 pada minggu pertama tempat penjualan karcis. Will Smithmemerankan sebagai Gardner dan menerima Golden Globe, Screen Actors Guild dannominasi Academy Award untuk peran itu. Gardner adalah mitra produser di film tersebut.

Selalu bekerja keras dan tidak mau menyerah, rangkaian peristiwa di awal tahun dekade1980 membuat Gardner tanpa rumah di San Francisco dan menjadi orang tua tunggal dari anaknya yang masih kecil yang masih belajar berjalan. Tidak ingin menyerahkan anaknya dan mimpinya tentang bebas dari masalah keuangan, Gardner mulai dari dasar. Tanpakoneksi dan tanpa gelar universitas, ia mendapatkan tempat sebagai peserta pelatihan diDean Witter Reynolds program pelatihan. Sering tinggal di gereja atau kamar mandi di PosBay Area Rapid Transit di Oakland. Gardner adalah satu satunya peserta pelatihan yangditawari pekerjaan di Dean Witter Reynolds pada tahun 1981. Dia bekerja dari tahun 1983-1987 di Bear Steams & Co., dimana dia menjadi pekerja dengan penghasilan tertinggi, dan kemudian di tahun 1987, dia mendirikan perusahaan makelar dengan nama Gardner Rich & Co di Chicago.

Lahir pada tanggal 9 Februari 1954 di Milwaukee, Wiskonsin, Gardner tidak pernah mengenal ayahnya. Dia tinggal dengan ibunya, Bettye Jean Gardner, yang dia kagumi, dan jika diharuskan tinggal di rumah penampungan. Walaupun dihadang dengan kesulitan hidupdan peristiwa yang menakutkan secara emosi, ibunya menurunkan secara genetik semangatjiwa yang kuat dan memberikan pelajaran kepadanya beberapa pelajaran terhebat dikehidupannya, yang sampai sekarang masih diikutinya. Bettye Jean meyakinkannya bahwa apapun latar belakangnya dan darimana asalnya, ia dapat mencapai apapun tujuan yang ia tetapkan untuk dirinya dengan mengatakan “Jika kamu menginginkan, suatu hari kamu bisamendapatkan satu juta dolar.” Gardner percaya ini sebagai kenyataan, dan ia perlumenemukan karir yang paling ia minati dengan hasrat menggebu, dan dimana karir itu bisamembuatnya “menjadi kelas dunia dalam sesuatu yang dikerjakannya.”

Langsung dari SMA, Gardner mendaftar di angkatan laut, sama seperti pamannya, sebagaimodel yang diikutinya, pernah lakukan. Setelah tugas militer, Gardner pergi ke San Franciscodan mengambil pekerjaan sebagai wiraniaga keliling barang untuk peralatan kedokteran.Kemudian ia sampai pada titik kehidupan yang akan merubah nasibnya. Di tempat parkir, iabertemu dengan seseorang mengendarai mobil Ferrari berwarna merah. “Ia sedang mencaritempat parkir. Saya berkata 'Kamu boleh mendapatkan tempat saya, tetapi saya harusbertanya dua pertanyaan.' Dua pertanyaan itu adalah: Apa pekerjaan kamu? Danbagaimana kamu melakukannya? Orang Ternyata itu adalah seseorang penjual saham danpenghasilannya adalah sebanyak $80.000 sebulan.”

Kejadian yang sangat mempengaruhi hidupnya itu membuat Gardner mempunyai tujuankarir yang jelas dan dia mulai mengetuk pintu pintu, mendaftar sebagai peserta pelatihan diperusahaan penjual saham walaupun untuk itu ia harus hidup hampir tanpa apapun ketika ia belajar. Ketika ia akhirnya diterima di program pelatihan itu, ia meninggalkanpekerjaannya sebagai wiraniaga penjual peralatan kedokteran. Tetapi rencananya hancur berantakan ketika orang yang menawarkan program pelatihan tersebut dipecat, danGardner tidak mempunyai pekerjaan dimana ia bisa kembali bekerja. Kemudian ia dimasukan ke penjara karena tidak bisa membayar denda parkir sebanyak $1,200. Isterinyameninggalkannya dan Gardner, walaupun dengan situasi yang sangat sulit, berjuang untukterus mempertahankan anaknya karena seperti katanya, “Saya membuat keputusan dalampikiran saya sebagai anak yang masih muda bahwa jika saya mempunyai anak, maka anakanak harus tahu ayahnya, dan anaknya tidak boleh pergi kemanapun.”

Akhirnya setelah berjuang untuk masuk sebagai peserta pelatihan di Dean Witter Reynolds,upahnya yang kecil sebagai peserta pelatihan berarti ia, seperti banyak pekerja yang miskindi Amerika, mempunyai pekerjaan tetapi tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Temanteman kerjanya tidak pernah tahu bahwa ia melewatkan waktu sorenya untuk mencariperawatan pagi hari (tempat perlindungan sosial untuk anak atau orang tua), mencarimakanan dan tempat yang aman untuk ia dan anaknya tidur. Setelah tinggal di WC terkunciberhari hari di stasiun kereta api di Oakland, Gardner membujuk pendeta Cecil Williams,pendiri program baru untuk perlindungan wanita yang tidak mempunyai rumah di gerejaMetodis Glide Memorial United, agar-agar ia dan anaknya bisa tinggal di tempat itu.

Gardner lulus ujian untuk mendapatkan sertifikat pada tahun 1981 dengan sekali coba. Dia datang awal, pulang lambat dan bekerja dengan telepon hari demi hari untuk mendapatkanpelanggan baru. Dia dan anaknya mendapatkan apartemen dan pada tahun 1983bergabung dengan Bear, Stearns & Perusahaan. Setelah menjadi seorang penjual denganpenjualan tertinggi di San Francisco dan kemudian di New York, Gardner keluar dan membuat perusahaan Gardner Rich & Perusahaan, Inc., sebuah institusi perusahaanmakelar yang spesialisasinya pada penagihan hutang, modal dan produk produk turunantransaksi untuk beberapa institusi terbesar, perencanaan pensiun umum dan serikat serikat pekerja. Perusahaannya telah diperluas dengan Christopher Gardner International Holdings dan sekarang mempunyai proyek usaha bisnis yang sedang dilakukan di Afrika Selatan.

Gardner mengulurkan tangannya ke banyak program untuk melayani orang tanpa rumah,memberikan waktunya, pertolongan, dan dana. Terbanyak diantaranya adalah gerejaMetodis Glide United di San Francisco dan The Cara Program di Chicago. Di Glide, Gardnermenolong pengumpulan dana, menyumbangkan pakaian pakaian dan sepatu sepatu, danberbicara pada pelayanan pelayanan dan acara acara khusus. Juga Dia terlibat di sebuah rencana untuk saya revitalisasi dan menyediakan perumahan di sekitar Glide. Di Cara,tempat untuk membantu wisma ikan tongkol dan di tempat dengan populasi beresiko tinggiseperti Chicago dengan memprogram program pelatihan bekerja dan penempatan, Gardnerberbicara di sesi konseling, membantu dengan penempatan pekerjaan, dan jugamenyumbangkan pakaian dan sepatu sepatu.

Gardner melayani sebagai anggota dewan dari National Fatherfood, dimana misinya adalah untuk memajukan kesejahteraan anak anak dengan meningkatkan proporsi anak anak yang sedang tumbuh dengan ayah yang terlibat, bertanggung jawab dan ayah yangberkomitmen. Gardner adalah salah satu dari grup yang menerima penghargaan sebagai Father Year Award pada tahun 2002.

Gardner terutama sekali berkomitment kepada organisasi pendidikan. Dia melayani sebagaianggota dewan dari National Education Foundation dan memberikan membiayai duapenghargaan tahunan: National Educational Support Personnel Award National Education Association dan Paraprofessionals Federation of Teachers Amerika dan Sekolah MenghubungkanPersonnel (PSRP) Anugerah. Juga Dia ikut terlibat dengan serikat guru di Chicago,memberikan membiayai untuk aktivitas aktivitas dan piknik atau wisata studi untuk sekolah publik bagi anak anak di Chicago.

Selain dari penghargaan tahunan sebagai ayah teladan, Gardner juga diberikanpenghargaan oleh komisi penyerangan terhadap wanita di Los Angeles(LACAAW) denganpenghargaan Annual Humanitarian Award ke-25, dan oleh Kamar dagang Afrika Kontinental dengan 2006 Teman itu Anugerah Afrika.

Cerita yang mengagumkan dari perjuangan Chris Gardner, kepercayaan, jiwakewirausahaan dan devosi seorang ayah telah melontarkan ia jauh dari kemasyuran yang iatemukan di Wall Street (tempat bursa efek seperti BEJ). Dia telah di wawancarai di acara“Berita Malam dengan Dan Rather,” “20/20,” “Oprah,” “Hari Ini Menunjukkan,” “Pandangan,” “Hiburan Malam Ini,” CNN, CNBC, Fox News Channel dan juga menjadi subjek berita sebagaiprofil di banyak surat kabar dan majalah termasuk Orang-orang, USA Hari Ini, Associated Press, New York Times, Untung, Jet, Reader ' Digest, Pedagang Tiap-tiap Bulan, Chicago Tribune,San Francisco Chronicle, New York Post dan Milwaukee Journal Sentinel. Juga Dia menjadipembicara yang sering dicari.

Gardner tinggal dengan dua anaknya dan menetap di Chicago dan New York.

(Diterjemahkan oleh : Hermawih Hasan. Terjemahan ini dengan ijin melalui korespondensiemail. Kami berterima kasih dengan respon yang cepat dimana pemberian ijin diberikandalam waktu kurang dari 24 kemacetan melalui email dari Michael Dolan. Semoga kisah inidapat membangkitkan motivasi dan semangat pembaca sekalian dimana dalam kesusahanselalu ada secercah harapan- semoga.)

Komentar

Komentar dari siswa edi sutrisno
Time: 31 Mei, 2007, 9:00 am

Tidak ada kata-kata saya dapat berkata tetapi terima kasih sangat banyak untuk kontribusi dalampendidikan.

Komentar dari irvanto kurniawan
Time: 6 Desember, 2007, 4:31 am

i berpikir dia adalah seorang sangat ayah yang baik dan dia terbaik sebagai seorang ayah.
putranya untung dan bangga. mantan istrinya harus sangat maaf sekali dengan keputusannya.
salut untuk chris gardner, i harapan ada seseorang spesial dan kuat seperti anda.
irvan@jakarta

Komentar dari Peter Wijaya
Time: Januari 8, 2008, 11:44 pm

Hidupnya telah menginspirasi banyak orang, terima kasih atas dedikasinya.

Komentar dari daniel
Time: 11 April, 2008, 5:25 am

berterima kasih banyak mr.gardner anda adalah saya inpiration. ~ karena kita sama.
sekarang saya sangat lemah tetapi hari One saya WILL SUCCESSFULL AND RICH AND VERY2 HAPPYNESS. TERIMA KASIH BANYAK BAPAK. GARDNER TUHAN MEMBERKATI SELALU ~

Selasa, 25 Januari 2011

Masuk kantor jam 09.11 pagi, suasana sepi sebab semua pegawai kantor di kumpulkan di ruang rapat untuk mendengar pengantar dari Pimpinan yang baru yaitu ibu Loly. Acara sampai siang sehingga di berikan satu orangnya nasi boks, padahal saya tadi pagi berbekal nasi ikan asin dan sayur asam dari rumah, sehingga nasi book di makan nanti maghrib dan siang ini makan nasi dari rumah.

Rabu, 26 Januari 2011

Tyas masih transfusi hari terakhir, sempat tadi pagi sewaktu berangkat minta uang cukup banyak untuk pembayaran ruangan tindakan transfusi.

Kamis, 27 Januari 2011

Saat pulang malam dari kantor, awal kemacetan di Cileungsi di depan taman buah mekar sari saat itu jam 22.30, kendaraan berlapis, lapis dari kendaraan besar- besar dan kecil dan motor, tumpah ruah di legelapan malam dan ngantuknya badan.

Ternyata sewaktu motor maju perlahan- lahan menyibak kemacetan ee, taunya truk besar patah as rodanya di biarkan di tengah jalan sehingga mempersempit lintasan kendaraan yang akan masuk Gandoang dan keluar Gandoang, suatu cermin mengurus Negara tanpa sungguh- sungguh.

Kemacetan yang membahyakan sesame pengemudi tidak menjadi perhatian sasaran kerja pemerintah daerah Bogor.

Saat melewati jalur yang sepi yang menghubungkan rumah dengan sekolahnya Yasin gelapnya malam dan lobang jalan tanah membuat mengantuk mata ini menjadi- jadi.

Di Rumah, di beri tahukan oleh istri jikalau berkas kiriman dari Maarif Institut berupa rumah Pengaduan sudah sampai saya lihat banyak formulir yang harus di siapkan sendiri secara swadaya, termasuk papan nama Rumah Pengaduan yang nantinya di pasang di depan rumah, terbayang harganya dan letak pemasangannya, sehingga saluran got depan rumah harus di perbaiki dahulu.

Jumat, 28 Januari 2011

Pagi hari saat berangkat dari rumah menuju kantor, langsung menuju departemen / kementerian Pekerjaan Umum, kemacetan di jalan Antasari dekat Blok M sedang dibangun jalan laying, timbul pemikiran:

Siapa yang di untungkan dengan pembangunan Fly Over Blok M ke Simatupang,

Saya mencoba mencari efek ganda dari pembangunan infrastruktur yang nyangkut di kalangan para pelaksana pembanguna seperti pemborong yang memnjalankan uangnya untuk ternak sapi, jual beli saham dan bingunglah dia sebab segitu banyaknya mendapatkan keuntungan dari pembangunan infrastruktur, rakyat kecil tetap hanya sekedar melihat dan tidak bisa menikmati, di beri uang langsung juga ngak mendidik, begitu dapat uang langsung tunai, langsung juga di belikan video dan ngak lama lagi mangkrak di sudut ruangan ngak di pakai lagi, dengan video di rumah di kontrakan yang sempit yang dibeli dari uang langsung tunai tersebut, menyetel vcd bajakan seharga Rp 5 000,- bintang porno Pinter Porno Uril, kerena bajakan hasil gambarnya pecah dan di biarkan barang itu menggelatak di sudut rumah kontrakan yang sempit, kemiskinan tetap terjadi tanpa bergeming dari nasibnya, tidak bisa di katakana gampang merubah kemiskinan.

Hujan turun di ujung jalan Antasari, jauh sebelum Blok M, depan Prapanca Appartemen, tetapi saat berteduh ternyata hujan yang lebatnya segitu besarnya tidak jatuh di badan, padahal saya berteduh seadanya di pinggir jalan sebab saya melihat kebawa kok ada aspal kering berarti dedaunan di atasnya cukup lebat untuk di lindungi di bawahnya dari hujan yang menyerang cepat.

Betul juga belum sempat mengenakan plastic hujan hujannya berhenti, saya menebarkan senyum kepada sesame pengendara motor yang ikut berhenti, hujan berhenti lho.

Di Depan Blok M sudah ada perubahan, jalur bus way di hapus sebab di tengah jalan sedang dibangun pondasi Fly Over rupanya, tanda panah Blok M banyak sekali, kekanan Blok M dan Kekiri Blok M, semua blok m.

Parkir motor di parker Inspektorat Jenderal, dan berjalan kaki menuju ke Al- Azhar dan mampir dahulu ke bank Muamalat di lantai dasar perguruan tinggi Al Azhar Indonesia, untuk menyerahkan sodaqoh ke anak Yatim Piatu Muslim NTT, Belu, Kab Timor Tengah Selatan, yang mayoritas Kristen.

Setelah itu berjalan lagi melewati lorong panjang di UAI, dan masuk ke Al Azhar Peduli untuk menyerahkan sodaqoh atas nama Yasin anak ke 4, dan setelah itu langsung menuju ke Departement / Kementerian Pekerjaan Umum dan di loby menunggu lift lama sekali sehingga pilih jalan kaki menuju ke lantai 5, biar jantung ini sedikti bekerja.

Tata Bangunan di tempat ini laporang pengelolah teknis tahun 2010 yang di kerjakan berhari hari hingga pulang malam, di serahkan, terlihat oibu lis memanggi seseorang untuk mengcopy USB saya.

Disana sebentar saja, sempat berbicara sebentar dengan ibu haji baru ibu Lies, saya Tanya sudah mendapat ujian, sudah jawabnya, kemaren anaknya sakit semua.

Saat menuju lapangan parker inspektorat kementerian pekerjaan umum, melewati warung makan Famiy yang berjajar dengan warung makan yang lain, pagi itu terlihat sibuk sebab pesanan kantor bertumpuk- tumpuk di kerjain, saya masuk memesan 1 berkedel, ditemani sayur, kuah, sambal hijau dan harganya Rp 4 000,- sangat surprise, lauk aja, ngak pakai nasi sebab nasinya rencana masak aja dikantor.

Saat akan menuju ke tempat parker teringat jikalau Tyas belum memutuskan penerbangan pulangnya padahal saya sudah membooking semalam di kantor penerbangan pulangnya Tyas tanggal 5 Februari dengan pesawat Lion Air jam 20.40., tapi pagi ini Tyas saya hubungi sementara ia ada di RSCM, ia mengatakan setuju pulang hari Sabtu itu.

Saya belok kiri menuju bank Mandiri untuk ke ATM nya membeli tiket Lion Air dalam bentuk bukti pembayaran.

Setelah itu, pulang ke kantor Pasar Jumat.

Perjalan lewat Pondok Indah lancer saja, dan masuk kantor suasananya sepi saja dan langsung persiapan ke Masjid untuk mengerjakan shalat Jumat.

Shalat Jumat sudah di kerjakan dan kembali ke kantor, sewaktu memikirkan akan memasak nasi, beranikan saja masak nasi siang- siang, biasanya sore saat menjelang buka puasa.

Makan Nasi liwet di kantor dengan lauk berkedel yang cukup besar dan sambal hijau dan sayur daun singkong berkuah santan, enaknya, sementara orang kantor berbisik mau makan di mana.

Sabtu, 29 Januari 2011

Minggu, 30 Januari 2011

Tiada ulasan: