Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Isnin, Februari 07, 2011

Hujan terusss




Senen, 17 Januari 2011.

Hujan pagi pagi sangat merepotkan, sejak tadi shubuh rintik hujan sudah turun lho sekarang kok semakin menderas untungnya saat berangkat kekantor setelah shalat dlhuha jam 07.00 hujannya berhenti. Badan terasa sedikit mengantuk sebab minum teh kemaren sore setelah shalat ashar, sehingga semalam terganggu tidurnya, dan sahur tadi pagi di kerjakan saat mepet dengan shalat shubuh sehingga sahur bisa di laksanakan tetapi shalat tahajudnya tak keburu sebab adzan sudah terdengar.

Hari Senen ini masih mengerjakan puasa Sunah, ke kantor dengan konsep pekerjaan Laporan pengelola Teknis di 3 kementerian, Pak Edi siang hari datang ke kantor, rumah makan Padang, jalan kaki dari kantor melepas lelah, Buka puasa di kantor, pulang malam, sepatu pak kuat hilang satu.


Selasa, 18 Januari 2011.

Di UIN, jam 10.00, rapat jam 11.00, pembahasan permasalahan pembangunan UIN tahun 2010, tetapi ada informasi dimana UIN telah mengembangkan RTCU yaitu Research Teaching Clinic Unit, dimana UIN mempunyai empat alasan mengapa ia melaksanakan hal tersebut:

Alasan pertama:

Puskesmas yang ada hanya sampai jam 14.00 siang sehingga mahasiswa terhalang masuk ke permasalahan kesehatan dan ilmu penyakit.

Alasan ke dua :

Puskesmas tidak cocok di jadikan tempat praktek Mahasiswa Kedokteran

Alasan ke tiga :

Mahasiswa kedokteran UIN me fokuskan pada kesehatan perdesaan, Rural Concept Medical.

Alasan ke empat :

Saat ini UIN mempunyai alat HPCL alat untuk menghitung halan dan haramnya produk makanan.

Permasalahan teknis sendiri tidak terlalu berbelit- belit, sebab smuanya sudah ada peraturannya.


Rabu, 19 Januari 2011.

Semalam terganggu tidurnya, sebab kemaren sewaktu di UIN kerena banyak di hidangkan kopi Nescafe, pengaruhnya sangat hebat, baru bisa tidur sekitar jam 02.30. itu telah mencuci baju biar lelah badan ini dan ngantuk, ternyata ngak ngantuk juga dan mencuci bajunya sekitar jam 23.30 malam, setelah itu mencuci piring biar bersih paginya, dan itu biar ngantuk juga ngak ngantuk, shalat dua rakaat sekitar jam 00.03 kemudian mengaji Al-Quran sampai ngantuk juga ngak tidur- tidur, pagi ini Jus sayur di banyakin tomatnya, kemudian ada wortel, ada buncis, ada mengkudu, ada leuncanya.

Jam 08.30 sudah tiba di kantor.

Jam 12.00 di Mahad Aly UIN Ciputat, untuk melihat bangunan yang sedang di kerjakan oleh PT Uno Tano dan sewaktu pengawas saya Tanya ia melaporkan bahwa penyelesaian sudah 94 %, saya bilang kenapa ngak bila 100 % sekalian.

Sebab menurut saya bangunan progresnya 83 %.


Jam 14.20 sudah di kantor lagi untuk melanjutkan pengerjaan Laporan.

Shalat Ashar berjamaah dengan teman kantor, yang mengimani pak Imam, sementara hari semakin sore saya tetap bekerja sendirian malahan ingin cepat selesai, tetapi ada suatu kodrat yang harus di inget bahwa kecepatan bekerja saya sudah mulai menurun.

Saat jam menunjukan 17.45 saya mulai mencari magic com untuk makan malam, sebab saya memiliki lauknya berupa bebek di bakar dan bakso, tetapi sewaktu saya ke dapur kantor, di dalam magic com masih terdapat nasi yang sudah tiga hari yang lalu masih ada di situ, baunya jangan di Tanya.

Saya mengambil magic com yang lain dan saya masak nasi tiga gengam, saat shalat maghrib menjelang jam 18.16 nasi sudah matang, sehingga setelah shalat berjamaah dengan Andy dan Pak Helmy langsung makan malam sambil melanjutkan pekerjaan sedikit.

Makan sedemikian enaknya baru ingat jikalau rumah masih 52 Km lagi, dari kantor. Betul juga sehabis shalat Isya jam 19.30 langsung pulang, untungnya ada mobil yang keluar lewat pintu belakang yang tembusannya langsung jalan arteri yang berdampingan dengan jalan tol.

Sekitar di Pasar Rebo setelah memberi uang sedikit pada orang tua yang se
Lalu menggendong cucu perempuannya di tengah malam mencari rezeki itu, cucunya di ajak mengais rezeki sodaqoh, say sendiri terserang ngantuk yang amat luar biasa, rumah masih berjarak 37 Km lagi.

Motor berjalan perlahan, datangnya ngantuk sedemikian hebatnya, sampai jalannya motor terganggu sedikit, apalagi sewaktu memasuki keremangan malam di Cibubur, aduh tersiksanya.

Sampai juga di dekat rumah tetapi melewati jalan potong jalan tanah dari sekolahnya Fifi dan Sekolahnya Yasin, kerena masih ngantuknya berat melewati jalan itu enak saja, Cuma ngak tahunya sudah di depan rumah.

Masuk rumah langsung baring, sebab Yasin sudah meletakan kasurnya, sedang berbaring ibunya anak-anak memasukan kue dan langsung saya makan dan semangat lagi, makan sedikit sayur mayur.






Kamis, 20 Januari 2011



Jam 03.30 bangun untuk mengerjakan shalat dan sahur, ternyata makan sahur sederhana itu sampai menghabiskan waktu 20 menit dan sisa sedikit hanya di pakai shalat malam di ujung hari yang tersisa.

Jam 09.11 sudah masuk kantor.

Menerima Undangan untuk Acara Besok
Dear Mr. Siswoyo Seputro,

First of all we wish you a Happy New Year 2011!

As the New Year has just commenced, Nuffic Neso Indonesia in co – operation with the IKANED (Ikatan Keluarga & Alumni Nederland) cordially invites you to come and join us on “Holland Alumni Meet & Greet”, which will be held on:

Date: Friday, January 21, 2011
Time: 18.00 – 21.00
Venue: The Financial Club – Graha Niaga 28th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190
Notes: Side Entrance from SCBD Area during the 3 in 1 available
T – Shirt, jeans & canvas shoes not allowed

This evening is a good opportunity to meet your fellow Holland Alumni and also prospective students who will pursue their study in the Netherlands, to whom you can share your own experience. Feel welcome to forward this E – invitation to your fellow Holland Alumni or friends or colleagues, who are interested in/ considering to study in Holland.

To join the event, you are kindly requested to confirm by e – mail to: stephen.widjaja@nesoindonesia.or.id before January 17, 2011. Please mention your contact number, university name, graduation year and subject studied in your confirmation e – mail. For more information you can contact Nuffic Neso Indonesia at 021 5290 2172 ext. 226.

We also invite you to visit the IKANED website (www.ikaned.org) and the international Holland Alumni Website (www.hollandalumni.nl) for latest news from the Netherlands and your Alma Mater.

Looking forward to meeting you on January 21!

Best regards,


Stephen Widjaja

Alumni Officer – Nuffic Neso Indonesia
Menara Jamsostek, 20th floor
Jalan Gatot Subroto 38
Jakarta 12710
Indonesia

T : +62 (0)21 5290 2172 ext. 226
F : +62 (0)21 5290 2173
E : stephen.widjaja@nesoindonesia.or.id
W : www.nesoindonesia.or.id
W : www.studyinholland.nl

Nuffic - Netherlands Education Support Office ( Neso ) is a non-profit organization funded by the Dutch Ministry of Education. Nuffic Neso Indonesia is the representative office of Nuffic, the Netherlands Organization for International Cooperation in Higher Education. Nuffic Neso is the official representative in Indonesia for all matters concerning Dutch higher education and promotes and provides info rmation on more than 1400 study programs taught in English in the Netherlands . Neso also initiates and facilitates institutional cooperation between Indonesian and Dutch universities and offers on behalf of the Dutch Government scholarships to about 200 Indonesians every year.


Dari pagi mengerjakan laporan yang belum selesai juga.



Jumat, 21 Januari 2011

Baru tiba di kantor jam 09.01, awan mendung yang terlihat dari kejauhan itu sekarang telah memuntahkan airnya, hujan turun dengan lebatnya, mengusir pemikiran negatip untuk selalu bersyukur kepada Allah, diaturnya jarak itu dan di tahannya hujan itu dan sekarang sudah masuk ruang hujan turun, siapa yang tak bersyukur.


Pagi hari sekitar jam 10.00, angkat telepon ke Lembaga Pendidikan Maarif Institut yang memprakasi rumah Pengaduan, untuk berencana membuat rumah Pengaduan di wilayah Cileungsi, dengan alamat rumah yang dijadikan rumahnya, untuk memberdayakan kemampuan istri, mengingat beberapa hari ini masalah kebohongan yang di lakukan pemerintah sudah menjadi pembahasan oleh para tokoh agama.

Ada suatu ide dasar yang menggerakan pendaftaran rumah pengaduan ini yaitu, seperti jikalau ada bencana, stunami Aceh dan terahir banjir di Wasior Irian, Letusan Gunung Merapi Jawa Tengah dan Stunami di Kepulauan Pagai Utara dan Selatan Kab Mentawai, dimana istri mengumpulkan dana di lingkungan dan dana itu dibawa ke Al – Azhar untuk di sumbangkan, sampai dua kali kemaren itu sebab banyak orang yang baru sadar jikalau dana itu memang betul di salurkan sehingga istri membuka penerimaan yang kedua dan semuanya di lanjutkan ke Al Azhar Jakarta.

Nah ini juga, kami terutama Istri, akan menerima pengaduan masyarakat dan nanti akan di salurkan ke Maarif Institute. Dan dari pihak Maarif Institut malahan menanggapi sangat luar biasa sebab belum ada sebuah rumah pun yang mendaftarkan dirinya sebagai rumah pengaduan.

Inilah 9 Kebohongan SBY Versi Tokoh Agama
Tribunnews.com - Senin, 17 Januari 2011 15:26 WIB



Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Istana yang tak mau terima dianggap tukang bohong akhirnya berupaya mempertemukan SBY dengan para tokoh pemimpin agama Senin (17/1/2011) malam.

Tak hanya berang mengenai tudingan soal tukang bohong, pihak istana juga mencoba mengalihkan inti persoalan yang ingin diungkapkan para tokoh agama dengan menyebut draft kebohongan tersebut tidak menjadi kesepakatan para tokoh lantaran tidak dibubuhi tanda tangan dan masih adanya perselisihan diantara tokoh agama sendiri.

Namun, Sekjen Muhammadiyah, Abdul Mu'ti maupun Romo Antonius Benny Susetyo, dari KWI dengan tegas menolak tudingan istana tersebut.

Secara keseluruhan, para tokoh pemimpin agama tersebut membagi kedalam dua kelompok kebohongan Presiden, yakni kebohongan lama dan kebohongan baru. Berikut 9 jenis kebohongan lama rezim SBY menurut para tokoh lintas agama:

1. Angka Kemiskinan. Janji/pernyataan: Pemerintah berkali kali mengatakan telah mengurangi angka kemiskinan hingga menjadi 31,02 juta. Faktanya, data penerima raskin 2010 saja sudah mencapai 70 juta. Sementara data Jamkesmas malah mencapai 76,4 juta jiwa.

2 Kebutuhan Rakyat. Janji/pernyataan: Pemerintah berkali-kali menyatakan akan melakukan pengamanan sektor pangan. Bahkan, program 100 hari bukan hanya swasembada pangan, melainkan juga harus bisa surplus. SBY mengatakan, "ini tidak hanya beras, tapi juga daging sapi, kedelai, gula, dan komoditas yang lain. Faktanya, pemerintah hanya menyerahkan harga kebutuhan rakyat pada mekanisme pasar. Pilihan rakyat pun tinggal utang, kurangi makan, bunuh diri, lantaran kesulitan ekonomi secara massif di rasakan rakyat.

3 Ketahanan Pangan dan Energi. Janji/pernyataan: SBY pernah ikut mendorong dan mempromosikan terobosan dalam ketahanan pangan dan energiberupa Verietas Supertoy HL-2 dan Program blue energi. Faktanya, sampai saat ini tidak pernah di umumkan secara resmi apakah hasilnya sukses ataukan malah gagal total.

4 Pemberantasan Teroris. Janji/pernyataan: Tanggal 17-07-2009, SBY dalam konferensi pers menyatakan bahwa dirinya merupakan sasaran aksi terorisme dengan memperlihatkan foto teroris sedang latihan membidik wajahnya. SBY juga menyatakan sinyalemen ada operasi intelijen yang bertujuan menggagalkan pelantikannya sebagai Presiden, oleh pihak-pihak yang tidak bisa menerima kekalahan. Faktanya, fotonya tersebut pernah di tunjukan tahun 2004 dalam rapat DPR, atau lima tahun sebelumnya. Sementara untuk persoalan tuduhan operasi menggagalkan pelantikan SBY tidak pernah terbukti.

5 Penegakan HAM Janji/pernyataan: Sejak tahun 2004, SBY berjanji akan menuntaskan kasus pembunuhan Munir dengan menyebut sebagai "a test of our history." Faktanya, hingga kini tidak ada perkembangan signifikan dalam penuntasan kasus Munir. Bahkan beragam aksi yang dilakukan di depan Istana untuk mengingatkan SBY seolah menjadi angin lalu.

6 Anggaran Pendidikan. Janji/pernyataan: Sesuai UU Sisdiknas dimana anggaran pendidikan 20% berdasarkan APBN di luar Gaji guru & Dosen. Faktanya, hingga saat ini anggaran 20% APBN masih termasuk gaji Guru, Dosen dan Pendidikan Kedinasan.

7 Kasus Lapindo. Janji/pernyataan SBY dalam debap capres 2009 menjanjikan sebuah Review untuk kasus Lapindo. Bahkan, dalam sidang kabinet (1/11/10) SBY menyatakan ingin ada solusi permanen dalam kasus lumpur Lapindo. Faktanya, hingga saat ini penyelesaian kasus Lapindo masih tidak jelas dan tidak tuntas.

8 Kasus Newmont. Janji/pernyataan: Dalam pidato WOC/CTI (14/5/2009) di Manado, SBY minta semua negara di dunia melindungi dan menyelamatkan laut. Faktanya, SBY tak bisa berbuat apapun saat setiap hari Newmont membuang limbah tailing ke laut Teluk Senunu NTB sebanyak 120.000 ton tailing per hari.

9 Kasus Freeport Janji/pernyataan: Tahun 2006 pemerintah membentuk tim audit yang melibatkan semua departemen terkait. Agustus 2007, tim merekomendasikan adanya renegosiasi kontrak. Faktanya, hingga awal 2011 belum ada upaya signifikan untuk renegosiasi kontrak.


Penulis: Alie Usman | Editor: Prawira Maulana





sehabis shalat Jumat, makan siang berombongan di traktir pak Kuat yang mendapat kedudukan baru di ORTALA dan Kepegawaian Badan Penelitian Kementerian Pekerjaan Umum, beralamat di Pattimura 20, sehingga kesempatan makan siang bersama ini di manfaatkan untuk member ucapan selamat.

Sore hari saat selesai shalat berjamaah dengan Pak Budodoel yang akan di tempatkan di Proker yang baru di Badan Lit Bang PU, saat sekarang di musholah sempat mengucapkan selamat menempati pos nya yang baru.

Saat pulang teringat jikalau akan menghadiri acara makan malam di Graha Niaga lantai 28, nati sore jam 18.00. berarti kalau maghrib jam 18.06 ya shalat maghrib disana tentunya dong.

Berkendara dari kantor, dengan mengganti sepatu, sepatu kanvas yang tua yang biasa dipakai berkendara motor baik diwaktu hujan kebasahan dan di waktu kering kekeringan, sementara ini di tinggal dahulu di kantor. Ganti dengan sepatu kantor yang selalu di taruh di kantor untuk acara rapat mendadak.

Bermotor sendirian, dalam kesempatan ini sejak kemaren sudah janjian dengan Pak Rudy FKPPI dari Depok untuk ikut acara Reuni ini walau ia sendiri bukan alumni Belanda tetapi saya yang mengajaknya.

Ia setuju dan akan ketemu langsung di Graha Niaga.

Saat motor sampai di Moestopo Beragama mulai bertanya bagaimana memasuki Graha Niaga yang terletak disisi kanan jalan Sudirman itu, ia tidak bisa memberi penjelasan, ber motor lagi dan bertanya lagi, baru ada jawaban, di anjurkan untuk mulai belok kanan di depan Mulia Hotel dan menaiki jalan utama dan turun menuju arah ke Komdak Senayan, saya bermotor terus di sore hari itu dan mulai bertanya pada Polisi, kelihatan Polisi juga sangat bingung, saat itu saya ada diatas Jembatan Semangi menghadap ke arah Celilitan, sedangkan Graha Niaga itu ada di bawah dan kanan menuju Blok M.
Berjalan lagi, tiba- tiba saya di salip pengendara motor yang memotong jalannnya motor, motong langsung kiri dan masuk gang, persis di depan hidung saya, saya dalam posisi perlahan, ini berarti jalannya, saya ikuti dia dan tembusnya di depan Giant dan masuk terowongan di bawah Semangi dan masuk jalan menuju Blok M, dan gedung Graha Niaga itu terlihat sebelah kiri.
Saat masuk ada kesalahan informasi mencari Basement tempat parker motor sampai keluar lagi dan masuk lagi dua kali, akhirnya basement itu di jumpai dan parkir motor.

Mencari identitas terpaksanya identitas SIM sebagai pengganti kartu pengenal Tamu

Naik kelantai 27 dan disana di lanjkan naik tangga menuju lantai 28, ternyata Stepen sudah berada di sana.

Mulai berkenalan dengan yang hadir, yang hadir saat itu ada tiga orang alumni belanda tahun 1980 seorang nenek dan tinggal di Bandung.

Tiba- tiba SMS dari pak Rudy masuk jikalau pak Rudy sudah berada di musholah lantai 2, saya turun ke lantai loby dan naik ke lantai dua untuk mencari musholah yang di letakan di sudut halaman dalam bentuk pyramid. Pengaturan tamannya cukup baik dan asri.

Naik lagi ke lantai 28 sambil memperkenalkan pak Rudy kepada tamu yang hadir, kemudian saat itu maghrib sudah dating, saya berdua ngak masuk ruangan tetapi mencari musholah di lantai 28, shalat maghrib berjamaah.

Setelah itu kembali gabung dengan tamu yang sudah mulai berdatangan sambil melihat para alumni yang rata- rata masih belia berdatangan, tetapi rata- rata gemuk gemuk.

Pulang jam 22.00 dan tiba di rumah jam 23.30.




Sabtu, 22 Januari 2011



Memonitor Tyas yang siang ini akan berangkat ke Jakarta dari Denpasar sebab Hbnya 7. Normalnya 12.

Jam 13.00 sudah di atas bus menuju Gilimanuk Banyuwangi dan dilanjutkan naik kereta api.

Jam 20.00 sudah naik kereta api di Banyuwangi.





Minggu, 23 Januari 2011

04.00 Tyasnya sudah di Probolinggo
05.30 Tyas sudah turun di stasiun Gubeng, dan selanjutnya melepas lelah dan makan di rumahnya Almarhum mbah Ni, di Sidotopo Lor Sekolah.

Naik angkot letter F dari depan stasiun Gubeng.


Jam 12.00 Tyas sudah naik angkot lagi menuju ke stasiun Gubeng.

Jam 15,00 Tyas sudah ada di Nganjuk Jawa Timur.

Jam 20.00 Tyas sudah berada di Jogjakarta.


Indikasi Kebohongan SBY Soal Anggaran juga Dibongkar!
Minggu, 16 Januari 2011 , 14:18:00 WIB
Laporan: Widya Victoria
RMOL. Dugaan adanya kebohongan-kebohongan yang dilakukan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sepertinya bakal bertambah.

Setelah tokoh agama mengindikasikan adanya 18 kebohongan, kini giliran Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran atau Fitra yang juga membeberkan data-data indikasi bahwa Presiden SBY berbohong.

Sekjen Fitra, Yuna Farhan, mengungkapkan, pada Sidang Kabinet 7 Oktober lalu, Presiden SBY menyatakan akan mengeluarkan Instruktsi Presiden dan Peraturan Presiden tentang penghematan anggaran, khususnya belanja perjalanan pada APBN dan APBD mulai tahun 2011.

Tapi faktanya, tegas Yuna Farhan, Presiden SBY "berbohong". Pasalnya, belanja perjalanan justru membengkak, yang pada rancangannya (RAPBN 2011) Rp 20,9 triliun, menjadi Rp 24,5 triliun atau hampir 5 kali lipat anggaran Jaminan Kesehartan Masyarakat 2011 sebesar Rp. 5,6 triliun.

Ironisnya, belanja fungsi kesehatan justru menurun, dari Rp 19,8 triliun pada APBNP 2010 menjadi Rp 13,6 trilun pada APBN 2011.

"Pantas saja, belanja perjalanan yang biasanya diuraikan pada nomenklatur belanja barang, pada dokumen Data Pokok APBN 2011, tidak lagi diuraikan," tegas Yuna kepada wartawan di Jakarta hari ini (Minggu, 16/1). [zul]

Tiada ulasan: