Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Ahad, September 28, 2014

Mengejar BPJS Kesehatan dan langsung masuk RSCM



Rabu, 1 Januari 2014

Assalammualaikum Wr Wb
Selamat Pagi Tahun 2014.

Shubhanallah Walhamdulillah Walailah Hailalloh Wallohuakbar

03.30 Mengawali kehidupan di tahun 2014 dengan shalat Tahajud dan dilanjutkan dengan Shubuhan, sementara diluar hujan masih merintik.

05.15 Tidak bisa lari pagi sebab hujan turun merintik secara intens, olah raga rider hingga 500 tarikan, dan badan pun bermandikan keringat. 
06.00 Teriakan pedagang tahu keliling memecah kesunyian pagi di awal tahun 2014, hujan masih turun, warga masih memilih untuk memperpanjang waktu tidurnya, mendung gelap masih menyiratkan bencana dari langit, 

16.00 Melintas Simatupang yang macetnya luar biasa, harap di maklumi, sore ini adalah  jadwal pulang para pengunjung Kebun Binatang Rangunan, setelah sedari pagi tadi melakukan rekreasi.
Kerena terlalu banyaknya pengunjung dan sangat sedikitnya angkutan


Kamis, 2 Januari 2014

08.00 Berangkat bersama Tyas untuk menyampaikan lamaran kerja Tyas menuju jalan Pangeran Jayakarta.
08.34 Bank Muamalat Cikeas, untuk anak yatim piatu NTT-TTS Oekam 
08.40 Kranggan, belok kanan menuju Pondok Gde.
09.10 Pondok Gde, kemacetan belum terjadi mungkin anak sekolah masih libur dan saat ini masih tergolong pagi.
10.20 Salah belok kiri di perempatan jalan besar Jembatan Merah, jalan Pangeran Jayakarta masih di lampu merah berikutnya.
10.30 Kompleks pertokoan hotel Orchad, jalan Pangeran Jayakarta dalam rangka mengantarkan Tyas berkaitan dengan pemasukan lamaran kerja  di balai latihan kerja, khusus pengiriman tenaga kerja  negara Jepang.

10.40 Menunggu Tyas sambil mendinginkan badan di loby hotel Orchad Jalan Pangeran Jayakarta.
10.45 Tyas sudah keluar dari ruang
10.48 Bermotor perlahan saja mecari putaran arah balik untuk menuju jalan Ashari, kendaraan lancar saja.
11.00 Cawang untuk mencari jalan ke Kalimalang.
11.30 Pondok Gde dengan situasi kendaraan rapat dan berjalan perlahan.   
12.05 Masjid Jamie Jati Ranggon Pondok Gde, Bekasi, untuk mengerjakan shalat Dzuhur.
12.10 Jatiwarna
12.14 Kranggan dan jumpa lagi  jalan Cibubur- Cileungsi
12.30 Di rumahnya Topo dikecamatan  Cileungsi, untuk mengantarkan blenderan kacang ijo, kemajuan penyakit strooke nya Topo, kalau makan bisa makan sendiri.
13.15 Masuk rumah, sudah pulang kembali.


Jumat, 3 Januari 2013

10.45 BPJS Kesehatan Bogor yang dahulu disebut PT ASKES, mengambil antrian dapat nomer 200, sementara nomer yang sedang didepan petugas bernomer 145, diperkirakan sesudah shalat jumat pun nomer dua ratus belum dipanggil.
Mencari masjid.
11.00 Dapat menjumpai masjid di kompleks Den Ang Angkatan Darat di ujung jalan Ahmad Yani Bogor, disebabkan masih sepi sempat meluncur di depan rumahnya almarhum pak Alfin, rumah itu terlihat sudah ditinggali oleh jabatan militer, sebab rumah adalah rumah dinas militer.
Di tanya dengan orang orang yang berada di dekat rumah itu, mencari siapa, saya malahan bertanya yang dicari sudah meninggal, sambil menunjuk kerumah almarhum pak Alfin.
Saya bertetangga dengan pak Alfin sewaktu di Denpasar
Sebagai informasi pak Alfin tinggal di rumah ini dalam keadaan terkena strooke dan saya bersama istri sering berkunjung, dan setelah peristiwa istri tercintanya meninggal dunia kerena diabet, dan tak lama kemudian pak Alfin juga meninggal.
Setelah cukup lama berdiri di depan rumah itu, akhirnya kembali lagi ke masjid untuk mengerjakan shalat Jumat.
12.40 Kembali lagi ke BPJS Kesehatan, dan antrian sudah penuh lagi.
14.50 Giliran nomer 200 yang saya pegang dipanggil, proses berikutnya menunggu kartu nya Tyas.
16.40 Diumumkan jikalau komputer mengalami gangguan sehingga di sarankan untuk datang lagi hari Rabu tanggal 8 beberapa hari lagi.
16.45 Membayar iuran BPJS Kesehatan secara manual sebab hanya untuk Tyas saja aturan ini diberlakukan.
17.00 Kemacetan di Jambudua Bogor.
18.10 Shalat Maghrib di masjid      
Sabtu, 4 Januari 2014

10.00 Bertanya pada seorang pemuda berjenggot tipis, dimana letak kantor Dompet Dhuafa bagian tanggap bencana yang sering orang sebut DMC, ia menunjukan untuk mengikuti dirinya dan nanti saat di depan kantor Dhuafa ia akan berhenti, hanya kerena ia seorang pemuda dengan motor berkecepatan tinggi maka tidak lama kemudian pemuda itu telah jauh menghilang di tikungan.
Dengan sabar terlihat dikajauhan pemuda itu  berhenti di bangunan warna hijau dan setelah dekat pemuda itu menunjukan ini lho Dompet Dhuafa seksi tanggap Bencana.
    
10.10 Tiba di markas Disaster Management Centre milik Dompet Dhuafa, banyaknya barang iventarisasi yang  diletakan di depan kantor, menyiratkan memang benar kantor ini sibuk dengan urusan penanggulangan bencana.
Seorang bapak menyodorkan ke saya buku tamu untuk di tulis, kemudian seorang anak muda memperkenalkan dirinya sebagai salah satu pasukan tanggap bencana Dompet Dhuafa, ia bernama Eko, dan termasuk terlatih terhadap situasi kedaruratan bencana, tergambar dari penuturannya terhadap semua tugas- tugasnya.
Semua penuturan untuk membuat semangat dirinya untuk sabar dan jujur didalam menjalankan amanah masyarakat dalam bentuk sodaqoh yang disampaikan.
11.40 Mohon diri.
12.05 Shalat Dzuhur di masjid  Ar-Rahim Rempoa.
13.00 Hujan di Giant Supermarket Kranggan
13.45 Masuk rumah

 
Minggu, 5 Januari 2014
Aki Jangkung meninggal dunia

05.20 Saat akan berangkat kepasar pagi hari ini, melintas didepan rumahnya Aki Jangkung yang sudah setahun ini mengindap Kaki Gajah, kok banyak orang berkumpul didepan rumahnya, dikeremangan cuaca shubuh.
Setelah salah seorang di tanya, Aki Jangkung meninggal dunia semalam jam 23.00
Kembali lagi kerumah sementara istri turun dari motor untuk takziah, saya pulang untuk memberitahukan ke pak Yapis tetangga jikalau Aki Jangkung belakang rumah meninggal dunia.     
Setelah membaca pada jasad yang membujur di ruang tamu  rumahnya aki, langsung berangkat ke pasar.
07.45 Saat pulang dari pasar dalam kelelahannya nyempatkan untuk memasak air panas dua gelas saja untuk membuat kopi sanchetan yang di beli tadi dari pasar, dalam jumlah terbatas.
Langsung menyeduh kopi dua gelas dan kue nya adalah kue biskuit enak Selai olai

08.20 Shalat dlhuha dua puluh rakaat.

08.45 Ternyata jenazah Aki Jangkung akan lewat depan rumah, secepatnya mengambil Hp yang ada kameranya dan mengejar rombongan pengantar jenazah, tapi niat tadi di batalkan saja dan mengambil jalan potong menuju ke pekuburan.
08.56 Tiba terlebih dahulu di pemakaman sementara rombongan pengantar jenazah belum datang.
Saat rombongan datang, kinerja kamera tak berfungsi baik sehingga terlambat shoot saat jenazah memasuki pemakaman.
Kamera Hp baru berfungsi saat jenazah Aki Jangkung sudah dibaringkan diliang lahat.
09.15 Bambu- bambu pelindung jenazah di turunkan
09.30 Ayunan cangkul pertama yang saya pegang mulai di ayunkan untuk memakamkan Aki Jangkung Almarhum.

11.00 Menerima SMS DMC Dompet Dhuafa yang sedang melakukan tanggap darurat di Kabanjahe sebelah barat kota Medan, dalam rangka tanggap darurat pengungsi letusan gunung Sinabung.

19.30 Hujan mulai merntik setelah Isya, tidak memperdulikan hujan turun tetap berjalan menuju rumah Almarhum untuk tahlilan di rumah almarhum, yang datang terbanyak adalah penduduk kampung diluar perumahan, ada kebiasaan penduduk tetangga adalah tidak langsung berdiri saat acara tahlilan usai, saya sudah kepingin pulang, tetapi tidak ada yang berdiri, situsi ini cukup lama.
Aki Jangkung telah tiada, dengan menderita kaki gajah.
20.30 Baru bisa minta diri untuk pulang sebab ada yang berdiri untuk pulang.


Senen, 6 Januari 2014
03.20 Terbangun untuk sahur puasa Senen, pompa air masih berfungsi walau jelek suaranya dan serat aliran /putaran kipasnya.
03.50 Setelah tahajudan makan sahur, ada untungnya jadwal kedatangan shubuh melambat, sebab sesudah sahur masih sempat menyeduh kopi sanschetan sambil menikmati enaknya hangatnya menjelang shubuh.
04.15 Adzan Shubuh terdengar.  
05.00 Agak strees sedikit saat istri memberitahukan gas masak di dapur habis, dirumah menggunakan tabung 12 kg biru.
Dimana hari ini harganya seratus empat puluh ribu rupiah.
Ya ngak bisa berbuat apa- apa, kecuali harus beli dan barangnya ngak ada.
07.00 Yasin minta di antar ke depan, saat bermotor itulah mulai memperhatikan kepada setiap warung yang di lewati adakah menjual gas tabung biru, sepanjang perjalanan ngak ada yang jual.
Luar biasa, barang tidak ada.
Sejak tahun 1963 hingga sekarang saat ingatan ini masih mampu bekerja, kesukaran kebutuhan dasar penduduk selalu mengancam negara Republik Indonesia.
Saat itu ( 1963 ) Presiden Soekarno memerintahkan mengganti beras dengan jagung, saya masih ingat sampai sekarang dan ternyata enak makan nasi jagung.
Tetapi banyak mendapat tantangan sehingga kampanye itu di hentikan.  
23.41 Terbangun ada rasa berdenyut di geraham kanan bawah, sekalian saja bangun dan mengambil air wudhlu dan shalat dua rakaat dan dilanjutkan mengulang bacaan hafalan Al-Quran surah Al-Abiyah ayat 1 - 40

Selasa, 7 Januari 2014
00.00 Belum bisa tidur juga.

09.44 Sesaat menyelesaikan shalat Dlhuha dua puluh rakaat, tiba- tiba saja disekeliling saya banyak sekali orang shalat, berpakaian muslim dengan baju panjang dan ada yang berbaju koko seperti saya, saat in sedang berada di masjid Pemuda Cibubur Junction.
Memang shalat Dlhuha dua puluh rakaat saat ini sampai berpindah tempat sejarak 18 km dari awal shalat, shalat dlhuha ini sekitar jam enam lewat lima puluh menit tadi pagi di kerjakan di rumah, sebanyak empat rakaat, Yasin dan Fifi mendesak minta diantar ke sekolah, shalat dlhuha di jedah dahulu, sekitar jam tuju lima belas menit setelah pulang dan tiba dirumah langsung shalat dlhuha melanjutkan empat rakaat yang telah di laksanakan.
Disebabkan Tyas harus tiba di Cibubur jam setengah delapan maka hanya bisa mengerjakan hanya dua rakaat.    
Sekitar jam 07.25 langsung berangkat bersama Tyas untuk test lamaran kerjanya ke Cibubur Juction.
Perjalanan lancar saja ke Cileungsi lewat desa Mampir, dan tembus perempatan Cileungsi, langsung Cibubur dan sekitar jam  delapan empat belas menit tiba di Cibubur Junction, langsung mencari gedung pemuda, berjumpa dengan para pelamar lainnya, dan ternyata lamaran kerja yang dilamar kerja kali ini adalah Matahari Departement Store, sebab ada rencana MDS akan membuka store baru diwilayah Bogor.
Sekitar jam delapan tiga puluh menit Tyas saya tinggalkan di gedung pemuda dan saya bermotor sendiri menuju masjid Pemuda kompleks latihan paskibra bila ada acara tujuh belas agustusan.
Agak terkejut sewaktu memasuki kompleks masjid, kok banyak orang berjualan, ada pengajian rupanya, tetapi dari kelompok mana, sebab pagi ini yang terlihat datang lebih banyak adalah para wanita nya.
Mengambil air wudlhu dan shalat tasyahud masjid dan setelah itu menyambung lagi shalat Dlhuha yang tertunda dua kali tadi.
Memang terdengar kedatangan satu persatu para peserta pengajian pagi ini tetapi ngak nyangka saja peserta nya kok banyak sekali, hingga akhir rakaat ke dua puluh shalat Dlhuha dan salam dan terkejut manusia- manusia muslim sesama Bangsa Indonesia dari berbagai etnis, kok sudah duduk mengelilingi dimana saya sedang shalat.
Kalau sudah begini anggap saja sedang berada di padang Masyhar di Akhirat kelak, banyak orang yang dilihat tetapi seorangpun tidak dikenal.
Dan itu yang sangat berkesan dari terjadinya manusia kumpul di masjid yang tergolong besar ini, adalah suara dibawah pendengaran, bagaikan lebah madu sedang membuat sarang. 

09.50 Masih di dalam masjid kompleks pemuda Cibubur Junction, dengan para bapak bapak yang tertib menanti pembicara yang diundang datang.
10.00 Acara dimulai
Seorang pemuda sederhana berbicara membuka dengan mengingatkan untuk selalu mengikuti sunnah Rosullulloh Nabi Muhammad SAW.
Pembahasan surah Al - Hadid ayat 25, 26, 27, 28, 29.
Tentang kehendak Allah SWT dengan meneguhkan keturunan Nabi Ibrahim keturunannya untuk menjadi Rosul. 
Cahaya dan ampunan yang sepenuhnya dari Allah, Allah SWT pemilik karuniah yang Maha Besar.
Seluruh Rosul dan Nabi hampir semua keturunan Nabi Ibrahim.
Anak yang sholeh adalah keturunan orang tua yang sholeh.
Sholehkan dirimu sebelum mensholeh anak2mu dan orang lain.
Memiliki anak yang sholeh adalah kerena rahmat Allah SWT, Hidayah dari Allah yang menentukan.         
Bagaimana mendapat rahmat Allah SWT, adalah ke ihklasan diri kita, semakin besar keihklasan semakin besar rahmat Allah SWT.
Rasul pertama adalah Nabi Nuh, dan setiap nabi bukan Rosululloh.  
Rosululloh mendapat permusuhan yang paling besar dari kaumnya, tidak sedemikian dengan para nabi.
Hidayah itu tidak ada tanpa ilmu, orang bodoh tidak akan mendapatkan hidayah.
Hidayah adalah sarana mempermuda menuju Surga.
Hidayah memiliki tuntutan yaitu belajar, lakukan belajar, lakukan belajar, lakukan belajar.
Kerjakan Sunnah.
Sebab Sunnah itu bukan seremonial, sunah bukan hiburan.
Hidayah Dlilalah, menerangkan dan menjelaskan, siapa yang paling sempurna keterangannya perihal Allah SWT adalah Rosululloh.
Ketertipuan kita terhadap penyembahan kepada Allah SWT, kerena tidak menyelaraskan amalan sunah pada langkah kita.
Masalah umur dan hisab, siapa yang kepingin ketemu Allah, adalah dengan melaksanakan agama yang penuh tanpa tambahan dan pengurangan, yaitu Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW.
Jalan yang mengantarkan kita kepada Allah SWT adalah memurnikan Islam tanpa tambah dan pengurangan.
Hidayah Ilham adalah milik Allah, orang yang jauh dari hidayah adalah kerena ada sikap sombong, walau sedikit.
Ya Musa, sesungguhnya Firaun telah melampaui batas, Musa dan Harun berangkat ke Firaun.
Orang tidak mendapat hidayah adalah kerena orang itu menolak.
Rosululloh Nabi Muhammad SAW yang tiap hari mendapat wahyu masih saja membutuhkan perlindungan pamannya Abu Thalib.
Ilmu wajib di sambung dengan amal, kalau tidak disambung dengan amal ilmu itu akan lenyap.
Fasik, membangkang, dan tidak taat, dosa sangat besar sekali tetap disebut orang fasik, termasuk fasik adalah orang melakukan dosa kecil terus menerus.
Isa bin Mariam, sebab Isa anak ibunya Mariam, Injil itulah yang mengakui adanya Rosululloh Nabi Muhammad SAW.
Injil yang sekarang di jumpai adalah injil yang telah dirobek bab menerangkan setelah nabi Isa akan datang nabi Al-Masih yaitu Nabi Muhammad SAW.
Ahli sunnah adalah orang yang suka menolong, suka menjenguk orang sakit, hanya tahu tapi tidak di amalkan, dimana bil hal nya dakwa.
Orang yang lemah lembut adalah puncak- puncak amalan pengamalan sunnah, tidak lembut, sebab tidak menjalankan sunnah.               
Takwa di hati adalah takut pada Allah SWT.
Takwa di hati selalu ingat mati.
Takwa di hati adalah malu pada Allah SWT.
Takwa adalah orang yang mengikuti Rasullulloh.
Allah akan mengangkat seseorang lebih tinggi dari yang lain sebab orang itu berpegang teguh pada sunnah.
Syetan takut pada seseorang yang menjalankan sunnah, sebab sunnah itu tidak mati- mati sama seperti syetan tidak mati-mati.
Tidak ada anugrah yang lebih besar kepada hambanya yaitu sunnah.
11.15 Acara berakhir
Lha disini masalahnya, saya melihat ada kejanggalan, begitu khusyunya mendengar uraian yang santun perihal empat ayat terakhir surah Al-Hadid, lho setelah acara di tutup kok pada berdiri, ini kan masjid, jemaah kan banyak, lho kok pergi dan tak lama kemudian sepi lagi masjid besar ini.
Mengapa pembahasan dan kajian tafsir dari surah Al- Hadid kok tidak memberatkan kakinya untuk tidak pergi secepatnya dari masjid, sebab sebentar lagi Dzuhur datang.
Ya biarlah
12.05 Adzan Dzhuhur
12.34 Setelah shalat berjamaah langsung bermotor dengan Tyas untuk pulang.
13.15 Berhenti di depan Giant Kranggan Cibubur, untuk melihat apakah ada kortingan harga ikan, untuk lauk anak2 di rumah, ternyata setibanya di lantai tiga Giant Kranggan tidak ada kortingan harga ikan, meninggalkan Giant Kranggan tanpa membeli sesuatu pun, sebab uang memang sangat terbatas.
13.45 Cileungsi depan kantor pos untuk mencetak foto hasil jepretan kemaren guna persyaratan formulir Jaminan Kesehatan Nasional.
14.20 Masuk rumah.
19.30 Memenuhi Tahlil doa buat Aki Jangkung yang meninggal dua hari lalu.
Perihal Jaminan Kesehatan Nasional, iseng2 saya tanyakan kepada penduduk sample, JKN telah diketahui melalui Televisi, dan tanggal berlakunya tanggal satu Januari 2014 pun telah diketahui, hanya mau mendaftar ke mana, ini yang tidak di ketahui, saya jawab ke Bogor, aduh jauhnya katanya.
    
Rabu, 8 Januari 2014
11.40 Anak mudah yang lagi kebingungan itu terlihat menjauh dari saya, ia tidak mempercayai penjelasan saya tentang BPJS, ia berusaha minta penjelasan prihal BPJS kepada orang- orang yang berkerumun di loby kantor BPJS Bogor, tetapi akhirnya anak muda yang kebingungan sebab anaknya akan di operasi itu terlihat bekerja sendiri mengisi formulir, dan akibat nervousnya sudah terlihat dua formulir yang dibuangnya kerena ada kesalahan. 
11.50 Hujan masih turun dengan lebatnya, loby kantor BPJS Bogor yang sempit itu penuh orang yang menunggu nomernya dipanggil.
Akhirnya anak muda itu saya datangi, Dibilangin dari tadi ngak mau nurut kan salah melulu, melihat saya yang mendekati langsung ia minta tolong di pandu untuk mengisi formulir. 
Sepuluh menit saya pandu anak muda itu yang bernama Asep Sujana kelahiran 1984, beranak dua, anak terkecil dua bulan mengindap kelainan jantung, untuk   mengisi formulir BPJS.
12.15 Shalat Dzhuhur di musholahnya BPJS Bogor.

Kamis, 9 Janari 2014

11.00 Sambutan bapak Menteri Pekerjaan Umum yang di bacakan oleh bapak Sekretaris Jenderal PU.
Menit pertama aplouse bagi para pensiunan yang sudah mengabdikan kesetiaan nya bagi negara RI, khususnya PU.
Pelepasan 414 seluruh Indonesia.
Kementerian Pekerjaan Umum ikut berpartisipasi Grand design Reformasi Birokrasi.
Sumbang saran diharapkan.
Selamat, Mohon Maaf, sengaja tidak sengaja, terima kasih kerja sama, karya jasa, terimakasih sekali lagi, ass wr wb.    
16.30 Memasang tulisan BPJS didepan rumah, upayah minimal untuk menolong warga agar tidak berlelah- lelahan ke Bogor seharian ngurus BPJS. 




Jumat, 10 Januari 2014
07.01 Saat anak-anak minta diantar kesekolah saat itu pula salam terakhir shalat dua puluh rakaat shalat Dlhuha, langsung menyalakan motor dan bermotor mengantar Fifi dan Yasin. 
07.14 Ditengah perjalanan pulang melihat toko fotocopy sudah buka, berhenti sebentar, saat di tanya mau apa dengan penjaga toko, mau fotocopy, tapi saya tidak membawa berkas, lantas apa yang di fotocopy, saya menunjukan kepala saya, setelah itu saya minta selembar kertas A4 dan pinjam pulpen, lantas menulis, KESEHATAN HAK SETIAP WARGA
MEMBANTU URUS BPJS
PURI CILEUNGSI E7 No 10 GANDOANG CILEUNGSI BOGOR.
di foto copy rangkap sepuluh.
08.20 Disaat berada di rumahnya pak Bandung yang beristrikan orang Mampir Cileungsi, menerangkan panjang lebar prihal BPJS Kesehatan.
08.45 Dirumah pak Waluyo pensiunan angkatan laut, ternyata pak Waluyo baru saja satu minggu lalu sakit keras akibat minum serbuk jahe yang diberikan tetangganya ternyata barang kedaluwarsa, sehingga perutnya pak Waluyo seperti di pelintir rasa nya.
Dua kali masuk emergency RSUD Cileungsi di Citra Indah.
Melihat kondisinya yang masih lemah itu saya menuliskan resep jus sayur terdiri dari tomat, wortel, buncis, bunga kol dan daun sawi, potong kecil, cuci, dan di blender halus dan diperas langsung minum.
09.00 Pulang ke rumah merasa lapar sejak pagi belum sarapan.
09.25 Bermotor menuju ke desa Malimping, sebab disana pernah sahabat sedang terkena strooke, namanya pak Juned, dulu pernah kerja di Yamaha.
09.30 Setibanya di kios bensin nya pak Juned, pak Juned terlihat sedang duduk di temani tiga orang lelaki berusia diatas 70 tahunan.
Kondisi strookenya pak Juned sudah baikan.
Kalimat pembuka sesudah salam adalah menerangkan BPJS Kesehatan yang selama ini hanya dilihat di televisi.
Awalnya pak Juned bertahan di poin PBI, penerima bantuan BPJS, yaitu orang miskin.        
Mengingat panjangnya urusan, dan sakit yang diderita maka ia mau juga membayar premi dua puluh lima ribu lima ratus rupiah
09.40 Bermotor bersama pak Juned untuk pulang kerumahnya mengambil kartu penduduk dan kartu keluarga.
09.45 Sudah lama tidak kerumah ini, sehingga agak lupa dimana rumahnya.
Kondisi pensiun dimana- mana yang terlihat adalah rumah bocor, cat tembok pudar, dan penyakit yang menyerang akibat berubahnya sistim tubuh akibat umur operasional telah terlampaui, cucu yang berlarian tanpa mengenakan baju.
Pak Juned ini pernah makmur dan sekarang dalam posisi sebaliknya, dan inipun ketentuan Allah SWT.
  Tidak ada sesuatu yang terjadi di muka bumi ini Allah SWT tidak tahu. 
09.50 Membantu pak Juned untuk mem fotocopy kan kartu penduduk dan kartu keluarga, setelah itu yang asli dikembalikan.
10.00 Setibanya di rumah istri ingin melihat hasil jepretan wajahnya pak Juned terakhir, lho sudah lama di cari- cari di Hp kok ngak ada, berarti sewaktu Hp sedang memproses menyimpan Hp mati kehabisan baterynya.
10.05 Kembali lagi ke desa Malimping, mengingat hari ini adalah hari Jumat untuk segera shalat Jumat, sehingga motor dipacu sedikit cepat.
Untungnya lagi pak Juned masih terlihat diwarung dan sedang berkemas untuk ditutup mengingat pak Juned akan pergi ke masjid.
Setelah shoot lagi lanjut bermotor pulang.

15.30 Ashar datang
15.38 Saat berniat hendak ke RSUD Cileungsi menjenguk putri seorang ibu pengajian yang dipimpin istri, tiba- tiba saja hujan lebat turun, hujan ini lama sekali, dan saat ditengah waktu hujan, terdengar suara
nyaring berjatuhan di atap, berarti hujan es di Cileungsi sore ini, dan aliran listrik PLN padam.
17.00 Hujan mereda dan sekarang gerimis hingga malam. 
19.30 Mengerjakan shalat Isya hujan masih turun dan PLN mati.



Sabtu, 11 Januari 2014

03.30 Gelap, berarti PLN masih memutus aliran listriknya ke Gandoang Cileungsi Bogor.
Hendak shalat tahajud berwudhlu menggunakan air hujan, diluar rumah, dan terlihat langit sangat cerah dan bintang-bintang berserakan, jumlah bintang lebih banyak dari pada jumlah manusia di bumi.
Pagi dengan gelap yang masih tersisa, membuat ingatan meloncat dari satu sisi ke sisi lainnya, gelap pagi yang menyeluruh, baik di Belanda, Amerika dan Jakarta, pagi adalah sama, sama- sama menanti rahmat Allah SWT. Tinggal manusia yang ingkar.

06.00 Aliran listrik PLN menyala, kebutuhan air untuk kamar mandi dan bak kosong dipenuhi terlebih dahulu.

06.30 Shalat Dlhuha dua puluh rakaat
07.00 Fifi sudah duduk di samping sajadah dalam kondisi siap berangkat sekolah.
07.10 Saat di tikungan Gandoang, sepulang dari mengantar Fifi kesekolah,  yang kendaraan saling berjubel, dari kendaraan yang keluar tikungan dan yang akan masuk serba tak teratur, tiba-tiba dari mobil yang hendak keluar itu ada tangan mengisyaratkan, bahwa pak Rudy jatuh dari atap rumah bagian dapur saat membetulkan kebocoran dihujan kemaren sore, pak Rudy adalah tetangga satu RT.
Langsung menuju kerumahnya pak Rudy, dan terlihat para tetangganya berdiri di jalanan depan rumahnya.
Diruang dapur kediaman pak Rudy terlihat atap rumah dan langit2 yang ambrol
07.50 Mencoba menelusuri jejaknya pak Rudy kok sampai jatuh, sebab itu saya naik dari tangga yang masih terpasang, terlihat bidang yang diijak kaki kanannya pak Rudy adalah asbes yang tidak ada balok di bawahnya.
Bisa di bayangkan jatuhnya pak Rudy dengan kaki kanan terlebih dahulu bagaikan  terperosok lobang dalam dan punggungnya membentur kulkas dan langsung ke lantai, dari tetangga yaitu pak Yapis, suara jatuhnya pak Rudy cukup keras, terpikirkan oleh pak Yapis seseorang menjatuhkan atap genteng dari ketinggian.  
08.00 Perbaikan genteng pak rudy
08.30 Yasin minta diantar sekolah
10.00 Ada berita dari RS Mitra Keluarga Cibubur, pak Rudy ada di ICU, dan sedang minta persetujuan operasi bagian tulang punggungnya.      
12.30 Rumaah Sakit Daerah Cileungsi yang termasuk baru tapi hasil perencanaannya tidak memberikan hasil yang ideal.
Kerumah sakit ini sebab ada salah seorang anak RW tetangga yang dirawat akibat ada fleks di paru paru nya, lagi pula sejak kemaren sore setelah shalat Ashar mau menjenguk terhalang hujan lebat.
Dirawat tiga minggu dan tidak ada perbaikan.
Rumah Sakit Daerah ini menempati lahan yang bagus, dengan view gunung di wilayah  Bogor dan Sentul, hanya kerena tidak ada biaya perawatan taman maka taman di rumah sakit ini terlihat sangat brutal.
Yang saya sangat sayangkan sebagai rumah sakit baru mengapa hasil perencanaannya tidak memberikan hal yang memberi nilai tambah terhadap kesehatan, malahan cenderung pesimis untuk sehat kalau masuk rumah sakit ini.
Yang pertama adalah sirkulasi udara di ruang perawatan penyakit dalam dimana tidak dipisahkan perawatan untuk penyakit dalam anak- anak dengan penyakit dalam orang dewasa.
Saya khawatir pasien anak-anak yang masuk ke rumah sakit ini malahan semakin parah kondisinya.  
Yang kedua adalah perencanaan rumah sakit berorientasi ke dalam, tetapi kurang menempatkan selasar untuk pencapaian.
Kesimpulan umum yang dirasakan adalah , tidak sesuai antara besar nya uang yang di anggarkan dengan hasil akhir yang di berikan.

13.30 Sewaktu sudah kembali lagi ke rumah orang tua anak yang sakit itu, dirumah ada ayahnya saja.
Dan saya meminta kepadanya agar mau mengikuti program BPJS yang sekarang sedang di luncurkan dan minta rujukan untuk pindah rumah sakit Mary.
Orang tua si anak kelihatan ragu-ragu dan saya ingatkan jikalau ragu nyawa anak tidak tertolong.
14.00 Masuk rumah dengan cuaca agak mendung yang teringat derasnya hujan kemaren sore dan pakaian yang masih dijemur, untungnya sudah sampai dirumah, dan tidak terkendala hujan.
16.30 Bermotor kerumahnya amang yang membawakan singkong dan ubi jalar tadi siang saat saya dan istri menengok anak sakit, sambil membawakan sembako.
Cuaca sangat mendung tetapi hujan enggan turun.
17.08 Hujan turun perlahan- lahan, turun dengan acara permisi segala.
17.53 Hujan mereda
19.50 Tahlil tuju hari meninggalnya Aki Jangkung belakang rumah, yang datang adalah para tetangga sekitar.
Dalam kesempatan ini saat acara tahlil belum dimulai, saya meminta waktu untuk me informasikan tentang BPJS Kesehatan yang menjadi hak warga, tanggapan masyarakat dingin- dingin saja.
Usulan pun tidak ada, akhirnya ya silahkan anda tidak berkepentingan dengan kesehatannya anda sendiri.
      
Minggu, 12 Januari 2014
06.00 Kunci motor
Sejak jam lima tadi pagi, akan berangkat ke pasar, membeli bahan jus sayur, akan berangkat terhalang kunci motor, kunci motor lenyap.
Lenyap, di ingatan lenyap, di kantong celana tidak di jumpai, payah mencari.
Merasakan sebagai mahluk Allah SWT yang merangkak menjadi tua, dan ingatan terbatas.
Apa harus di bongkar ?
Sering kejadian sudah di bongkar, kuncinya ketemu.
Ya Allah SWT hamba memohon bantuanMu.
Mencoba memasuki ingatan mundur, hari Rabu sewaktu ke Bogor ngurus BPJS Kesehatan miliknya Tyas, pulang nya hujan lebat, tas basah.
Hari Kamis ke Kementerian PU dan dan tidak membawa tas sebab tas basah, dan sepulang dari PU, kunci terpakai untuk membuka tanki motor untuk mengisi bensin, itu isi bensin terakhir.
06.30 Jangan terlalu terlena dalam hilangnya kunci motor, sudah masuk waktu Dlhuha dan kerjakan shalat, kerjakan shalat, kerjakan shalat.
06.32 Shalat Dlhuha dua puluh rakaat
07.00 Berangkat ke pasar, mendung hujan sudah menggantung.
08.16 Di jalanan kompleks perumahan menjumpai ibu imelda, anak yang sakit paru kemaren yang dirawat di RSUDCileungsi, menanyakan tentang formulir pendaftaran BPJS ia mengatakan sudah siap untuk di sampaikan kerumah.
08.20 Masuk rumah langsung mengerjakan
Kacang ijo dan kedelai di presto.
08.30 Mulai membuat jus sayur mengangkat auto immun si Imelda yang sakit paru.
09.00 Mengirim ke rumah orang tuanya Imelda yang hendak berangkat ke RSUD Cileungsi, tetapi setibanya dirumahnya, ibunya Imelda sudah berangkat ke RSUD.
Motor diarahkan kerumahnya pak Waluyo yang pensiunan Angkatan Laut dan telah dua puluh enam tahun ditinggal wafat istrinya.
Setibanya di rumahnya, pak Waluyo terlihat gembira, sudah dua kali minum jus sayur untuk meningkatkan autoimune badannya, dan sekarang saya kirimi dua jenis jus, jus untuk jantung dan paru nya dan jus untuk autoimune nya, hasilnya sangat baik dibandingkan sewaktu di datangi hari Jumat kemaren.
Tiba- tiba saja hujan deras mulai turun, secepatnya pulang, dan hujan semakin deras saja.
Di rumah mulai mempersiapkan plastik hujan sebab terbayang wajahnya si kecil imelda yang sakit.
Bermotor bersama istri berlindung hujan dengan plastik, menuju RSUD Cileungsi.
Hujan semakin deras, melalui jalan Bojong ke pertigaan Gandoang Jonggol.
Setiap menembus genangan air selalu berdoa agar motor tidak macet, Alhamdulillah sejauh ini lancar saja.
11.30 RSUD Cileungsi, mencapainya dengan susah payah menembus hujan sejauh 6 Km, setelah menerima karcis parkir masuk motor dipacu mendaki menuju entrance lobby rumah sakit, tiba- tiba saja motor ngambek ngak mau hidup mesinnya, dorong saja.
Motor di parkir di lobby rumah sakit, lepas semua baju plastik dan berjalan sambil membawa selembar plastik menembus lebatnya hujan menuju bangsal rawat inap.
Banyak para orang tua pasien menunggu diluar tirisan air hujan halus tak dihiraukan, dan jumpa ibunya Imelda, menjelaskan kegunaan jus sayur untuk mengangkat daya tahan tubuh Imelda dan jus yang satu untuk memperkuat jantung dan paru nya.       
12.15 Terjebak hujan deras di lobby Rumah Sakit Daerah Cileungsi, berada di dalam lobby memandang keluar dan dari balik kaca tebal itu terlihat hujan sedemikian lebatnya turun, untuk beberapa saat terhindar dari terpaan angin dingin angin hujan di luar bangunan.
Sambil menanti hujan meredah, mulai menyusuri poliklinik- poliklinik yang ada di RSUD Cileungsi.    
Rahasianya sih hati ini mau mencari tempat shalat dzuhur, sebab sudah masuk waktu shalat, tetapi diluar hujan lebat, barangkali aja ada mushola, tapi tidak di jumpa.
Saat melihat keluar kearah belakan, terlihat  dikejauhan puncak menara masjid, hujan yang memisahkan sehingga belum mengerjakan shalat.
12.40 Hujan mereda, langsung melintas ruang emergency dan berada di pintu luar RSUD Cileungsi.
Motor yang tadinya mogok setelah istirahat sekarang udah baik, pasang plastik hujan dan pulang.
12.45 Menjumpai genangan air cukup dalam di arah ruas jalan Bojong - pertigaan Gandoang Jonggol.
Masuk ke kanan ke rumah penduduk yang beratap lebar, berteduh, dan saya mulai berjalan ke pinggir genangan, mempelajari dalamnya genangan dan sisi mana, sisi kiri atau sisi kanan yang dalam.
Terlihat lebih dangkal sisi kanan, lantas bagaimana kalau sedang melintas ada kendaraan dari depan, ya ini kan darurat, akhirnya secepatnya balik ke motor di parkir, hidupkan dan mulai menyebrangi genangan air.
13.00 Genangan berikutnya sampai motor ngambek ngak mau hidup adalah di pertigaan bekas pemeliharaan burung onta miliknya Mamik anak bungsu almarhum pak Suharto mantan persiden RI.
Lolos dari genangan tetapi ada tetesan air masuk ke karburator dan itu menyebabkan mogok motor.
Jalan pun mendaki dan motor di dorong, di saat puncak pendakian motor di kendarai tanpa hidup mesin dan istri sudah di boncengan, motor meluncur di iringi hujan merintik, hujan deras bagaimanapun tidak diperdulikan.
Setelah tiba di jalan datar, motor tidak mau lagi laju, hidupkan motor dan bisa hidup dengan garang nya, langsung motor melesat membelah hujan.
13.30 Masuk rumah, dan shalat Dzhuhur.              
Sementara hujan deras masih turun.
17.00 Listrik PLN kembali hidup.
19.30 Saat Isya datang, hujan yang sudah reda sejak jam lima tadi sore sekarang datang lagi dan bocor rumah di banyak titik,  Kepada Allah SWT berharap ada biaya memperbaiki rumah, Allah SWT dengan segala kekuasaannya pasti bisa menolong.

Senen, 13 Januari 2014
03.02 Bangun sebab akan shalat tahajud  dan makan sahur untuk melaksanakan puasa sunnah hari ini.
Syukurnya lagi waktu shubuh mundur, shubuh hari ini 04.25, masih ingat beberapa bulan lalu waktu shubuh jam 03.56 sehingga makan sahurnya hanya minum air putih saja.
  
05.00 Memfoto anak kecil
Hujan masih turun, dengan semangat tinggi  keluar rumah bersama istri sambil meraih lembar plastik untuk perisai air hujan yang masih saja turun sejak kemaren.
Genangan air merata di jalanan.
Sewaktu berjalan kerumah pak Waluyo menjumpai para tukang ojeg yang siap mengantar siapa yang menggunakan jasanya, sewaktu mendengar BPJS yang dipikirkan adalah besarnya dua puluh lima ribu lima ratus setiap bulan, sehingga dia memilih untuk kelompok PBI ( Penerima Bantuan Iuran, tertuang di Leaflet Panduan Layanan bagi Peserta BPJS Kesehatan ).
Hanya prosedure yang belum di tahu.
Kerumah pak Waluyo dengan niat mau mengambil formulir BPJS yang sudah dilengkapi, hanya satu syarat yang kurang adalah fotonya sikecil, usaha pak Waluyo kemaren sudah dilakukan dengan berjalan kaki di bawah hujan dan tiba di kios foto, kios itu tutup, sehingga pagi ini saya datang sambil membawa Hp yang ada program fotonya, diterima dengan senang hati.
Si kecil cucunya pak Waluyo yang  pensiunan perwira Angkatan Laut Republik Indonesia di bangunkan, sambil manangis di pangku ibunya dan di foto beberapa kali shoot, untungnya hasilnya baik walau hanya penerangan lampu rumah biasa saja, setiap detik kemudahan itu kerena ada kehendak Allah SWT, sehingga secepatnya membaca Subhanalloh.   
Dilihat saya dan istri datang kerumah ini dengan berbekal selembar plastik, sehingga sewaktu pulang dari rumah pak Waluyo sambil membawa formulir BPJS yang sudah diisi malahan  di beri payung besar ukuran dua orang untuk dipakai tidak usah dikembalikan. Alhamdulillah.

07.01 Yasin minta di antar kesekolah, saat shalat Dlhuha baru dikerjakan separuhnya dari dua puluh rakaat yang akan dikerjakan.
Di pending dahulu shalat Dlhuha nya.
07.10 Mampir ke bengkel setelah mengantar Yasin, dan permasalahan yang di ajukan adalah bagaimana membuka  tangki bensin motor disaat kuncinya kelupaan, lupa simpan, lupa meletakan.
Si tukang bengkel sendiri tidak bisa berbuat apa- apa, akhirnya pulang ke rumah tetangga satu RT, yang biasa meng utak- atik mobil, motor dilihat, di pinjam kan kunci mobil yang bisa membuka tangki motor, dan secepatnya ke tukang kunci.
08.00 Melanjutkan shalat dlhuha
09.00 Hujan masih turun merintik, bermotor bersama istri menuju Kota Kecamatan Cileungsi, cuaca hujan tetapi kendaraan yang melintas cukup banyak.
09.10 Mengisi BBM motor, cukup banyak rupiah yang diminta sebab tiga hari tidak isi bensin.
09.20 Service kunci di perempatan Cileungsi, cukup lama menunggu, cuaca gerimis, kerena sudah berpelindung plastik hujan maka tidak terlalu menderita, menunggu kunci tangki motor dikerjakan.
10.00 Kunci selasai, dilanjutkan menelusuri
pasar Cileungsi untuk mencari plastik pelindung hujan buat istri, cukup susah mencarinya, ada penjual sudah memotong- motong plastiknya seukuran dua puluh lima sentimeter.
10.30 Plastik di dapat, sekarang menuju ke cetak foto, lokasinya di depan Kantorpos Cileungsi, macet lagi kendaraan di saat hujan turun.
Foto yang di cetak dua buah, fotonya pak Juned yang strooke dan foto cucunya pak Waluyo, foto- foto diperlukan untuk syarat formulir BPJSKesehatan.
11.20 Berangkat menuju kota Bogor untuk mengurus BPJSKes bagi beberapa nama, Yasin anak sendiri, keluarganya pak Waluyo, pak Tunut, pak Juned.
12.15 Shalat Dzhuhur di madjid Al-Makmur di Leuwinanggung, berdekatan dengan pintu masuk perumahan elite Addresvila.
Masjid yang cukup besar, rasanya shalat di masjid ini sudah yang ke dua kalinya, semuanya berkaitan dengan mengurus BPJSKes di Bogor.
12.30 Bermotor melintas di Cibinong, udara lembab habis hujan, kendaraan yang mengerem berkali- kali kerena ramai nya lalu lintas di Cibinong.
13.00 Memasuki kota Bogor yang menyempit di pertigaan Parung, yang antri kendaraan kerena macetnya panjang sekali, 
13.22 BPJSKes Bogor, ambil nomer dan dapat nomer 310, sedang nomer yang dipanggil 208, tinggal seratus nomer lagi.
Luar biasa yang sabar mengantri, hanya saja kelemahannya BPJSKes Bogor tidak menganggap hal ini sesuatu yang luar biasa, sehingga petugas verifikasi BPJSKes Bogor hanya satu orang yang aktif, satu orang lagi yang khusus melayani rujukan Askes atau Rumah Sakit, kalau ada rujukan, kalau ngak ada rujukan yang di klaim, ya menolong petugas pertama yang sibuk, dan petugas yang ke tiga adalah membantu petugas pertama.
Kekuranganya adalah di pintu depan BPJSKes Bogor tidak ada petugas yang memeriksa semua persyaratan, dari formulir yang sudah dilengkapi belum, foto yang tertempel, dan foto copy KTP dan KK yang nomer NIK di KTP harus sama degan di KK, foto copy Karip bagi pensiunan, Foto Copy Kartu Askes Lama.   
Setelah petugas itu memeriksa kelengkapan persyaratan maka petugas itu memberikan nomer untuk antri panggilan, sehingga tidak ada calon peserta BPJSKes tertolak kerena tidak sama nomer NIK di KTP dan di KK, ngulang lagi beberapa hari lagi kalau rumahnya jauh lebih dua puluh kilo meter.
Jeleknya lagi untuk wilayah kecamatan yang jauh dari Bogor seperti Tanjung Sari, Cariu, Jonggol dan Cileungsi, penyebaran informasi BPJSKes ke penduduk belum dilakukan, sehingga penduduk tidak merasa berkepentingan dengan BPJSKes. 
14.35 Anak muda yang hendak mengurus BPJSKes perseorangan mendekati saya, lho kok sudah di tutup, maksudnya kotak pencetak nomer antrian sudah ditutup sejak jam setengah tiga tadi, dan dia mengatakan melakukan mengisi formulir disertai bertanya dan diterangkan dan melengkapi kekurangan sehingga tidak sadar jikalau kotak nomer antrian sudah di tutup, sekarang ia belum punya nomer antrian, saya tanya mau di bantu ngak, mau katanya, akhirnya kotak nomer itu saya buka segelnya dan keluar nomer giliran 356.
Dia giliran di nomer 356 dan saya di giliran nomer 310, mau ngak nomer ini saya berikan ke kamu, tetapi nomer saya bagaimana ?.
Tiba- tiba di belakang saya ada anak muda yang juga akan mengurus BPJSKes perseorangan, pakai nomer saya pak, 267, sebab KK saya bermasalah tidak sama nomer di KTP dan nomer di KK.
Akhirnya saya sekarang di nomer 267 sementara nomer yang dipanggil di posisi 250.
Saya harus siap- siap, tetapi perlu ruang yang agak longgar untuk membuka tas untuk menyusun berkas, terbayang jikalau di belakang ada musholah.
Dimusholah BPJS Bogor itu, berkas dari keluarga pak Juned, pak Waluyo A dan Waluyo B, pak Tunut semua disusun rapi dengan kelengkapannya.
15.00 Kembali ke ruang depan, dan antrian sudah di nomer 260.
15.20 Giliran nomer 267 dipanggil dengan petugas bagian verivikasi berkas rujukan pasien.
Satu persatu berkas diperiksa, pertama kali berkasnya Yasin, anak sendiri, kekurangannya, ganti formulir isian, foto copy ayahnya dan kartu pensiun ayahnya, kerena ada sudah membawa fotocopynya sehingga tinggal meyerahkan saja.                   
16.00 Shalat Ashar di musholah BPJSKes Bogor.
16.15 Saat meninggalkan BPJSKes Bogor, yang antri untuk pendaftaran mendapatkan kartu BPJS tinggal sedikit.
Hujan masih saja turun.
Kemacetan terjadi di saat meninggalkan kota Bogor,  
Selasa, 14 Januari 2014

05.30 Hari masih pagi, tetapi dalam urusan BPJS Kesehatan tidak mengenal pagi, sebab kemaren sewaktu dokumen kepersertaaan BPJS Kesehataan perorangan untuk anak nya pak Waluyo, ditolak oleh BPJSKes Bogor, kurang melengkapi syarat administrasi, ketuk pintu rumahnya pak Waluyo, kok masih tertutup rapat, kemaren pagi, rumah ini di datangi jam begini juga sudah buka, sekarang kok tertutup, sudah diketuk tiga kali, berarti pergi yang punya rumah.
Mengetuk pintu tetangga rumah pak Waluyo, ia keluar, ia mengatakan tidak dalam keadaan bepergian maksudnya pak Waluyo ngak pergi-pergi.
Tetapi dia juga membantu mengetok pintu juga ngak terbuka, akhirnya hanya titip pesan untuk di sampaikan saja.
05.35 Ke rumahnya bapak Tunut, keluarga bapak ini juga turut di urusin kepersertaannya BPJSKes mengingat ada anaknya yang sakit keras, dokumen BPJSKes nya ditolak sebab keluarga ini melengkapi dokumennya dengan KK yang kedaluwarsa, sehingga dokumen tidak bisa di lanjutkan prosesnya.
05.50 Di rumah pak Kosim yang tidak punya sepasang kaki, saya ingatkan saja untuk segera mengurus surat keterangan tidak mampu dari RT/RW dan Kelurahan di syahkan di Kecamatan dan didaftarkan di Dinas Kesehatan Bogor.
Masalahnya jatah dari pemerintah sangat terbatas, sesama orang miskin akan berebut, siapa yang miskin dan memang miskin baru tergolong PBI ( penerima bantuan iuran ) BPJS Kes.   
08.20 Matahari menujukan sinarnya, secepatnya menjemur semua pakaian yang basah dan serbet alas kaki yang basah, tiga hari tidak lihat matahari sekarang muncul, dan gratis patut sekiranya untuk di syukuri, Alhamdulillah Hirobbil Alamin

16.00 Bermotor bersama istri ke rumah pak Juned yang sakit strooke di desa Malimping Kelurahan Mampir, berkaitan dengan di tolaknya kepesertaan pak Juned di program BPJSKes kerena yang ikut hanya pak Juned sendiri sementara di KK nya pak Juned ada anak dan istri, pak Juned mau ikut sendiri sebab dia tergolong orang ngak mampu, tapi dari pihak BPJS Kes Bogor, pak Juned harus mengikut sertakan istri dan anaknya.  
Dan kalau ngak sanggup ya harus masuk golongan PBI dimana ada surat miskin dari RT/RW, Kelurahan, Kecamatan dan Dinas Kesehatan.
16.10 Memasuki rumah pak Juned diiringi hujan gerimis, rumah nya jauh dari jalan raya dan tanahnya pak Juned sudah banyak di jual untuk biaya pengobatan sakit strooke nya.
Saya hanya meninggalkan nomer telepon rumah sewaktu pak Juned ada perubahan berfikir.
19.30 Datang pak Budi tetangga satu RT, unjuk salam dari luar, suara itu tidak terdeteksi sebab suara itu tidak biasa berunjuk salam jam begini, untung saja di dalam rumah sudah selesai makan semua, hanya cobekan kosong kerena ibunya tadi membuat sambal terasi goreng, lombok goreng dan tomat goreng sehingga enak rasanya dan sekejap habis oleh anak-anak.
Sambil membuka ikatan pintu yang membelit, sebab sudah lama pintu tak berkunci, hanya di ikat dengan tali rafia melilit kuat sehingga susah di buka dari luar, saya bertanya, siapa gerangan diluar.
Terdengar jawaban " pak Budi pak tetangga satu RT"
" RT nya siapa "
" SBY pak"
" Lho kok SBY" tanyaku menyakinkan setelah pintu dibuka
" Sama-sama Bukan Yang dimaksud pak"
Sambil tertawa lepas, langsung saya memanggil istri yang dibelakang dan pasti ngak mau datang
" Kalau begitu sama- sama NU"
" Lho kok NU sih pak "
" Numpang Urip"
Akhirnya tertawa lagi.
" Ma, pak Budi datang ma, ngak pakai Sarung "
" Kok pakai sarung toh pak, saya ngak datang dari musholah" kata pak Budi
" Ada maksudnya saya datang kemari pak"
" Tyas, tyas lihat di buku catatan hutang bapak, adakah bapak berhutang dengan pak Budi "
" Hutang apa sih pak" tanya pak Budi.
" Barangkali yang dimaksud kedatangan malam ini ada kaitan dengan hutang"
" mau Khitan pak"
Sambil saya melebarkan mata dan mendekatkan muka saya kepadanya
" Memangnya dari dulu belum di khitan"
Jadi malam ini pak Budi datang berkaitan akan di khitan anak laki satu- satunya yang sudah berumur 8 tahun di hari Minggu empat hari lagi, dan saya diminta untuk menjadi among tamu.
Selamatan di malam minggunya dan among tamu di hari minggu nya, sebab menyentuh hari minggu adalah jadwal ke pasar maka harus diperhitungkan menuju ke pasar di hari sabtu nya.
      
Rabu, 15 Januari 2014
Hujan sudah turun sejak pagi.
12.30 Setelah membaca Al-Quran setelah shalat Dzhuhur, teringat akan paklik Bambang di Tempeh, Jawa Timur yang belum dikirimi uang, tidak memperdulikan hujan turun menghadang jalan, melintas saja dengan plastik hujan berlapis-lapis, menuju kantor pos Cileungsi.
Macetnya perempatan Cileungsi kali ini cukup panjang, pembangunan Flyover yang makan biaya besar itu betul- betul ngak ada artinya, sekali lagi memperkokoh negara ini sangat tidak mengerti urgency.
13.30 Tiba di kantor pos Cileungsi, untuk paklik Bambang biar antri ngak usah dipermasalahkan, setelah ditunggu cukup lama tinggal 7 orang yang lebih dahulu datang sebelum saya.     
13.50 Lumayan lama menunggu giliran nama saya dipanggil untuk pembayaran weselpos nya paklik Bambang, akhirnya nama itu dipanggil juga.
14.00 Bermotor menuju BNI 46 Cileungsi untuk pembayaran BPJS Kes putranya pak Waluyo, dapat giliran nomer 279 sementara nomer yang dipanggil kasir 262.
Menunggu lagi, berceritra dengan Satpam Bank, BNI 46 tutup kantornya jam 16.00 tidak seperti bank yang lain, batas waktu akhir nya jam 15.00 
14.40 Nomer 279 yang saya pegang di panggil, langsung bayar BPJSKes keluarganya pak Waluyo.
14.52 Keluar dari BNI 46 langsung berlarian menuju Bank Muamalat yang tinggal beberapa menit tutup, hujan gerimis yang merintik tak dihiraukan lagi, tanah berlumpur, yang di khawatirkan terjadinya beda jam, jam Bank Muamalat dan Bank BNI46.
14.55 Bank Muamalat Cileungsi syukurlah masih ada waktu lima menit lagi untuk transaksi perbankan buat anak yatim piatu di NTT-TTS
14.57 Keluar dari bank Muamalat dengan perasaan lega, semua target krusial terpenuhi semua, motor diletakan jauh diujung di depan bank BPPN, jalanan terasa licin.
15.00 Bermotor di kawasan Cileungsi Pasar, macet kendaraan besar- besar hingga perempatan.
15.10 Diperempatan Cileungsi ngurus pengisian pulsa Hp yang tidak berfungsi     
15.20 Hujan lebat di pasar Cileungsi untuk membelikan anak- anak di rumah kue Selai O lai, beli kopi 30 sancheet, dan tahu untuk lauk di rumah sebanyak 15 biji.
16.00 Masuk rumah, istri sudah jalan, untuk memimpin pengajian ibu-ibu Al-Afif.
17.30 Saat istri pulang, membawa ceritra jikalau sebagian besar peserta pengajian ibu- ibu Al-Afif adalah tergolong tidak mampu, terbukti tidak mampu membayar BPJS Kes sebesar dua puluh lima ribu lima ratus rupiah.
Masalah sakit berharap Allah SWT yang menolong, dari data ini saja terbukti jikalau uang dua puluh lima ribu lima ratus rupiah adalah sangat besar.
Bisa jadi program ini akan susah jalannya, sebab beban dua puluh lima ribu lima ratus tergolong memberatkan. Percuma saja program BPJS Kes, ada tapi tidak terjangkau, sama seperti tidak ada.
Kasihan bangsa ku ini.
Kalau ada orang yang menyangkal, kan ada PBI ( penerima bantuan iuran ),tapi ngurusnya, RT/RW lancar lanjut ke Kelurahan dan di syahkan Kecamatan, di Dinas Kesehatan Kabupaten apakah masih ada jatah.
Ngak dapat jatah dan ngak dapat kartu, jadinya ngak dapat jaminan kesehatan,
Percuma saja program ini jadinya.
           
Kamis, 16 Januari 2014
Hujan sudah turun sejak pagi sebelum shubuh, makan sahur kali ini tidak ada yang hangat, sebab baru diketahui jikalau gas tabung kecil hijau mudah kekuningan, habis.  
Untungnya, masih ada nasi semalam dan tahu goreng, air thermos untuk membuat teh hangat, ada biskuit selei o lai, sudah cukup lah.
Setelah shubuh juga hujan masih turun, memilih mengulang hafalan ayat- ayat Al-Quran surah An-Abiyah
Utusan, mengutus seseorang, adalah sesuatu pekerjaan yang tidak menarik, sehingga Allah SWT juga melakukan pilih- pilih orang, bisa dijadikan pembawa pesan tidak.
Pesan tidak boleh di robah.
 Kitab Injil itu menerangkan nanti ada Al-Masih Nabi Terakhir, di Jazira Arab jauh dari Palestina, berarti nanti akan lahir nabi dari keturunan Ismail di Jazira Arab, pemuka agama pembaca kitab itu ngak mau ada keturunan nabi diluar keturunan- keturunan nabi- nabi sebelum nabi Isa.
Maka di robek nya lah kitab Injil yang ada menerangkan akan datangnya nabi terakhir di tanah Arab itu, yaitu Rasululloh Nabi Muhammad Sallallohu Alaihi Wasalam.
Merobek kitab sama seperti menahan informasi, sebab itu Allah SWT menurunkan  kitab yang terjaga hingga kini nama nya ya Al-Quran Nur Karim.  
Mau bukti in, jikalau ayat yang diturunkan sejak tahun umur Rosululloh empat puluh tahun hingga hari ini tidak berubah, bacalah Al-Quran.

06.45 Mengawali shalat Dlhuha dua puluh rakaat.
07.00 Shalat Dlhuha dipending saat sampai rakaat ke dua belas, Yasin minta di antar ke sekolah, hujan masih menderas juga, 
Yasin ngak mau menggunakan plastik hujan, ia memilih payung, akhirnya bermotor dengan berpayung.
07.21 Saat memasuki ruang shalat di rumah, langsung ganti pakaian dan berwudlhu dan melanjutkan shalat Dlhuha di delapan rakaat terakhir dari dua puluh rakaat.
  
Jumat, 17 Januari 2014
05.00 Hujan yang merintik dari semalam tidak berhenti jua barang sedetik pun, bagaimana Jakarta tidak kebanjiran.
Buat sungai baru dari persimpangan puncak dan Bogor  langsung ke laut ke arah Utara.
Kalau tidak air hujan sedemikian banyak yang mengarah ke satu titik kota Jakarta dibuatkan kanal bertingkat, air hujan itu digunakan untuk sarana lalu lintas alternatip Jakarta Bogor, kalau airnya masih berlebih, kanal - kanal trasportasinya digunakan untuk menghubungkan Jakarta Bekasi dan Jakarta Tangerang, dan Jakarta Serpong.

06.30 Shalat Dlhuha, di luar hujan gerimis 
07.00 Setelah berakhir rakaat ke dua puluh, Yasin minta di antar ke sekolah, hujan menjadi serius.
Sambil berplastik pelindung bermotor mengantar Yasin, saat melewati tikungan jalan, ada bendera kertas kuning, berarti ada yang meninggal.
Yang jelas ada yang meninggal sementara dibiarkan dulu dan mengantar Yasin di bawan siraman air hujan dilakukan dulu.
07.20 Memasuki rumah sambil memberitahukan istri jikalau ada yang meninggal dunia dan berjalan bertazia duka.
Hujan masih turun, genangan air pun dilewati, dan tiba di rumah duka, yang meninggal adalah ayah dari seorang warga RW 7, dengan keluhan muntah darah, perkiraan umur 65 tahun.
Yang bertazia cukup ramai.
  
08.00 Persiapaan memandikan jenazah
Hujan masih turun deras dan saya pegang seorang bapak muda yang sering di jumpa kalau olah raga lari- lari pagi, saya meminta di datangkan keranda dan tempat memandikan jenazah.
" Sedang di ambilkan pak haji"
Dan memang saya melihat ada rombongan pembawa keranda datang, disusul pembawa tempat mandi jenazah.
" Sekarang batang pisang dan tirai penghalang mata untuk memandikan jenazah"
Semua serentak menggeser kursi untuk memberi tempat pemandian jenazah.
08.20 Tirai sudah dipasang, tempat mandi jenazah sudah di bersihkan, ember- ember sudah penuh air, kapas, bud pembersih telinga, sabun, shampo dan kapur barus sudah siap. 
08.25 La illah hailalloh jenazah di angkat ketempat mandi, dan penyiraman dibawah kain sudah dilakukan.
08.35 Mengkafani jenazah
09.05 Membawa jenazah ke masjid
09.26 Me ngimami, menjadi Imam shalat jenazah
09.35 Jenazah diberangkatkan ke pemakaman, terlihat jenazah ber payung dan pengangkat keranda juga berpayung, dan saya juga berpayung sebab hujan deras mengguyur, melintas banyak genangan air.
Tidak ada foto kali ini sebab Hp tidak di bawa kerena hujan.
10.05 Rombongan pengantar jenazah memasuki pemakaman.
10.40 Acara pemakaman sudah selesai
Sekarang berjalan pulang secepatnya sambil berpayung kerena hujan dan membawa juga akar alang- alang untuk dibuat minuman, akar alang- alang di dapat saat pengurugan lobang pemakaman, tanah dibersihkan dari akar alang2, saat penggalian makam tergali juga alang2 yang tumbuh di permukaan tanah makam,  hasil buangan itu yang saya kumpulkan untuk di bawa pulang. 
10.50 Tiba di rumah langsung mandi dan sarapan sebab perut lapar sekali.
11.00 Berangkat ke masjid untuk Jumatan.    

Sabtu, 18 Januari 2014

04.30 Shubuh akan dilaksanakan berjamaah bersama anak istri, hujan deras turun, dari semalam hujan turun tetapi tidak sederas pagi ini.
Jakarta dan Bekasi bisa di pastikan banjir lagi, air yang mengalir ke Jakarta cukup deras, mengingatkan pada mereka, Allah SWT masih ada, baik engkau laksanakan perintahnya atau tidak,
05.30 Hujan masih turun, mengingat besok akan diminta tenaganya untuk among tamu khitanan nya anak nya pak Budi se RT, seharusnya pagi ini ke pasar, lebatnya hujan saja yang menghalangi.
06.00 Hujan udah berhenti, mendung masih menggantung, dan bercelana lapis plastik, bermotor bersama istri menuju pasar,
Pasar yang banjir dengan aliran air deras juga, akibat gorong- gorong air tertutup sampah sayur dari pasar.
Harga- harga naik, dan tempe pada gagal fermentasi akibat cuaca dingin, tidak beli,  ikan menghilang, tidak beli,   dan semua ikan asin naik, tidak beli, yang terbeli, wortel, tauge, kacang panjang, tomat, jagung, jagung putren, tahu, teh bubuk, terigu, kacang ijo, gula, Allah SWT pengatur rezeki.
08.20 Masuk rumah turut serta hujan deras mengiringi
08.30 Shalat Dlhuha.

Minggu, 19 Januari 2014

Among Tamu Khitanan putranya pak Budi tetangga se RT.

03.20 Gelap ternyata PLN melakukan pemadaman tanpa pemberitahuan, sebab diluar hujan di iringi angin cukup deras bertiup. 
Shalat tahajud dalam gelapnya malam
05.00 Keluar rumah bersama istri di gelap dinihari, udara sejuk menyergap dengan segarnya, kaki melangkah menuju kerumahnya pak Budi yang pagi ini akan mengkhitankan putra nya.
Tenda sudah terpasang rapi, tinggal kursinya belum dipasang.   
06.00 Listrik PLN mengalir lagi, urusan air bak mandi yang terpenting.
06.30 Mengawali shalat dlhuha
06.45 Saat shalat di rakaat ke delapan, pintu di ketok orang ternyata tetangganya almarhum yang meninggal dua hari lalu, memang sempat saat itu saya menjelaskan prihal BPJS Kes dan pagi ini ia datang minta formulir untuk diisi.
07.05 Melanjutkan shalat dlhuha
08.00 Menyiram dapur dengan dua panci air mendidih untuk membunuh bakteri liptoporisa, setelah itu di pel.
08.30 Naik ke genteng untuk memeriksa bocoran air hujan  
08.50 Mulai persiapan untuk memenuhi permintaan pak Budi menjadi among tamu pada acara khitanan putranya.
09.05 Tiba di tempat perhelatan dengan sunyinya, langit masih mendung.
10.05 Matahari yang sudah lima hari tidak menampakan sinarnya sekarang terlihat disela- sela awan yang menggumpal.
15.17 Beberapa menit akan memasuki waktu Ashar, waktu terbaik untuk mohon diri.
Istri yang menemani among tamu cukup lelah juga melewati waktu dari detik ke detik dan sekarang waktunya pulang.

Senen, 20 Januari 2014



Selasa, 21 Januari 2014

Tidak bisa kekiri ke kanan, hujan mengurung sejak pagi, sekitar jam tuju saja bermotor mengantar Yasin hingga jumpa dengan angkot arah Jonggol.
Hujan sedemikian lebatnya dan membuang air bocoran atap hingga dua tiga kali, bagaimana ngak banjir Jakarta, hujan memang intensive, dan air pasti mengalir ke arah Jakarta, dan Jakarta nya sendiri yang ngak siap menerima air berlebih, air di biarkan mengalir begitu saja, tanpa ada rekayasa.
Banjir datang ya di nikmati dan banjir tertahan datang juga ngak di rasa kan apa-apa, seharusnya hujan yang datang di tempatkan yang layak, kerena ngak ada penempatan itulah maka air dengan liar menggapai pemukiman penduduk dari yang miskin hingga yang kaya.    
Hujan berhenti sama sekali sekitar jam 16.00


Rabu, 22 Januari 2014
05.00 Saat pagi telah beranjak fajar, terlihat cahaya bulan menghiasi lagit.
07.00 Matahari menampakan kehangatannya setelah hampir seminggu ini langit kelabu melulu.
07.15 Setelah mengantarkan Yasin, sewaktu pulang menyempatkan diri singgah di suatu rumah yang memiliki seorang ibu yang strooke, tidak dirawat, dan KTP nya sudah mati. 
Saya ingin menolong ibu itu untuk mau mengikuti program BPJS Kesehatan, sebab program ini merupakan program dari pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Seorang bapak setengah umur kurang dikit lah, menghampiri saya sebab dia adalah putra dari si ibu itu, saya menyemangati dirinya untuk mengurus kan KTP ibunya yang kedaluwarsa dan memasukan ke program BPJS Kesehatan.
07.25 Masuk rumah dan melanjutkan shalat Dlhuha yang tersisa dua belas rakaat.
08.30 Bermotor ke pasar bersama istri untuk membeli beras kebutuhan di rumah yang tepat hari ini habis- habis an.
17.00 Ada suara mendesis dan cenderung berteriak tetapi suaranya seperti angin disamping tempat tidur, ternyata saya perhatikan dari balik kelambu ada sesuatu bergerak dan menegakan kepalanya sambil melebarkan kepalanya, ular.
Langsung panggil anak- anak untuk minta bantuan ke tetangga
17.15 Pak Yapis dan pak Kayun datang dan mulai melacak keberadaan ular, minta bantuan lampu senter yang bersorot kuat, lampu senter di dapat, dan ada benda bergerak di balik tumpukan koran, saya meraih batang kayu panjang yang dipegang Yasin dan saya tekan ujungnya ke badan ular itu dan Yasin datang dengan bambu besar memukul kepalanya berkali- kali hingga hancur. 
17.45 Mulai membuang semua koran yang ada di ruangan, kerena terlalu banyaknya koran itu, untuk malam ini dipakai landasan bawa kasurnya Yasin.
21.00 Memindahkan koran baru selesai.
     
Kamis, 23 Januari 2014
03.20 Terbangun untuk segera melaksanakan shalat tahajudan dan makan sahur dan di sambung dengan shalat shubuh.
05.00 Berjalan kerumahnya Sugiono RW 8 untuk menanyakan kesiapan nya mengisi formulir BPJS Kesehatan.
Rumah- rumah yang tertidur penghuninya sebab dinginnya udara pagi.
05.10 Terlihat Sugiono sedang sibuk mengerjakan sket gambar pesanan bufet nya.    
Setelah didesak ia mengatakan belum siap untuk ikut BPJS Kesehatan sekarang.
06.30 Mengawali shalat Dlhuha, diluar hujan masih turun.
07.00 Badan terbungkus plastik menghindari gerimis hujan yang turun, berangkat bermotor bersama istri menuju kota Bogor sejauh 50 km lewat Cileungsi suasana hujan gerimis sedikit lebat, Kranggan suasana gerimis, Leuwinanggung gerimis halus dan mendung tebal sebentar akan turun hujan , Tapos mendung, Cimpeun suasana mendung, Kinansih masih suasana mendung, Cibinong juga masih mendung, Bogor tidak hujan tapi mendung.
09.00 Tiba di BPJS Kesehatan jalan Ahmad Yani Bogor. 
Suasana agak sepi, dapat nomer urut ke tuju dari nomer yang dipanggil terakhir.
Pengurusan BPJS Kesehatan hari ini tertujukan untuk keluarga pak Tunut RW 07 dan pak Waluyo RW 07 sejumlah sembilan jiwa.
09.40 Proses lancar dan sekarang proses pembayaran ke Bank, ada anak muda yang bersedia membantu.

Tiada ulasan: