Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Isnin, September 29, 2014

Polemik di bulan Mei 2014


Kamis, 1 Mei 2014
Libur hari Buruh, hari buruh kok diliburkan, buruh cermin kerja, orang kerja ya ngak libur, liburnya ya hari minggu, panteskan.
19.30 Acara aqiqa an anak besar nya pak Dahlan satu RT.
Saat menanti acara dimulai, banyak yang berbicara peristiwa tobrokan beruntun di Cibubur Kranggan, dipicu dari meluncur tak terkendali mobil angkut tanah 8 ton menobrok 15 mobil dan 2 motor didepannya.
Saya ingat di blog ini juga, beberapa bulan yang lalu,  saya menulis bahwa mengingat situasi kendaraan seperti di Cibubur saat ini, tidak menutup kemungkinan akan terjadi tobrokan beruntun, dan akhirnya terjadi juga kan. 



Jumat, 2 Mei p2014
05.30 Tyas minta diantar ke Kampung Rambutan untuk wawancara atas lamaran kerjanya
06.40 Tiba di Kampung Rambutan Terminal
Saat akan naik busway, mesin tiket elektronik busway tidak berfungsi, dirubah sistim manual.
06.45 Keluar dari terminal
07.00 Saat melintas di depan kampus IPRIJA,  Jakarta Timur, langsung masuk ke Masjid Kampus di pagi hari itu untuk mengerjakan shalat Dlhuha, keadaan sunyi dan masjid ini sering di datangi untuk shalat, naik ke lantai atas dimana masjid berada, saat mengerjakan shalat enaknya luar biasa sebab bangunan masjid yang besar itu memberi efek psikologis yang sangat mengagungkan ke Esaan Allah SWT.
08.10 Tiba di rumah, istri ingin mengendarai  motor ini dengan memaksa akhirnya patah kunci kontak motor.     
09.00 Mendorong motor kerumahnya pak Waluyo kerena anaknya bisa mengutak atik motor
09.20 Motor bisa hidup tanpa kunci kontak, tetapi sesampainya di rumah motor tidak mau off.
Keluar lagi ke bengkel untuk bertanya bagaimana mematikan mesin.
11.00 Shalat Jumat di masjid Gaok depan pasar Gandoang.



Sabtu, 3 Mei 2014

Hari Khitanannya anaknya pak Dahlan Puri Cileungsi Rt 5 Rw 8 Gandoang, mau ikut sibuk tetapi rupanya situasinya tertutup, akhirnya saat jam menunjukan.
10.25 Melangkakan kaki bersama istri dan Fifi menuju tempat perhelatan khitanannya anaknya pak Dahlan diselenggarakan.
Diselenggaran di depan rumahnya saja.  
11.30 Berangkat bermotor bersama istri ke PMI untuk donor darah ke 55 kali nya
11.59 Saat adzan Dzuhur terdengar, posisi sudah di Cikeas, akhirnya masuk ke masjid Cikeas untuk melaksanakan shalat Dzuhur.
14.20 Tiba di PMI Kramat

Minggu, 4 Mei 2014


Senen, 5 Mei 2014

02.00 Terbangun untuk persiapan shalat malam dan makan sahur.
03.28 Setiap mau berangkat harus menjahit baju dahulu, kali ini yang robek adalah bagian leher bawah belakang, bajunya udah tua sehingga kainnya gampang robek, robek sepanjang 5 cm.
03.30 Datang pula ngantuknya, seharusnya udah berangkat,  jikalau Tyas di ingatkan waktu berangkatnya, terjadi kegugupan,  ia cenderung banyak yang tertinggal, jadi saya memilih diam dan baring- baring saja dengan pakaian lengkap, yang penting sudah siap berangkat.
04.00 Terdengar pemberitahuan dari Tyas jikalau ia sudah siap.
04.05 Berangkat mengantar Tyas di pagi yang masih gelap, di jalan raya sudah banyak orang- orang yang bermotor mengejar waktu menghindari kemacetan Cileungsi dan Cibubur.
04.33 Kranggan
04.34 Masjid Kuning untuk shalat Shubuh
we we we yang mau shalat shubuh banyak sekali, deretan mobil panjang.
04.50 Keluar dari masjid
05.00 Arundina
05.05 Penganten Ali
05.10 Terminal Kampung Rambutan.
05.11 Ada 509 melintas dan Tyas naik
05.20 Keluar dari Terminal
05.40 Sudah terjadi kemacetan hebat di Cibubur Gate, ekor kemacetan hingga masjid kuning
06.30 Masuk rumah.
07.00 Shalat Dluha dua puluh rakaat
08.00 Ibunya minta diantar ke Puskesmas Gandoang untuk mengurus rujukan Thalasemianya Tyas.
08.15 Puskesmas Gandoang

Selasa, 6 Mei 2014
Hari ini dua tabung gas tiga kilogram habis, bermotor bersama istri hingga jauh baru dapat gas, di perumahan Grand Nusa Indah, penjual gas dekat rumah sudah habis jualannya, belum ada pasokan, penggunaan gas tiga kilogram sangat banyak sebab
berpindah dari tabung dua belas kilogram ke tabung tiga kiligram, tidak hanya sepuluh ribu orang yang pindah tabung tapi tercatat di seluruh Indonesia empat juta pengguna.
  
Rabu, 7 Mei 2014

03.30 Terbangun untuk segerah tahajudan
04.20 Setelah tahajudan dapat hidangan teh panas kental tawar dan sebundar dunkin donut klas istimewah, makanan ini datang kerena Tyasnya datang semalam dari indekosannya Radio Dalam Jakarta Selatan, dapat satu bagian, rasa kurangnya di susul dengan kudapan hangat kacang ijo hangat dengan roti cane- canean.
04.50 Shalat Shubuh
05.00 Cuci baju, sarung, sprei, sepatu dan segala pakaian kotor kapasitas tiga ember besar, membilasnya sampai dua belas kali
06.33 Shalat Dlhuha dua puluh rakaat ditambah langi membaca Al-Quran surah Al-Hasyr
07.15 Jemur pakaian yang banyak itu meliputi seluas dua atap rumah.
07.25 Membaca doa diatas genteng sebab pekerjaan sedemikian banyaknya sudah finish terjemur, hanya karuniah Allah SWT yang melancarkan semua ini, bersyukurlah, nanti akan ditambahkan lagi rahmatNya.

20.00 Shalat Isya berjamaah sebab menunggu Fifi pulang mengji dan dilanjutkan makan malam.
20.21 Tiba di bengkel yang tadi siang didatangi sedang tutup
20.24 Dalam menentukan harga olie ternyata si penjaga bengkel tidak tahu.
Bengkel ini dikelolah oleh banyak anak muda yang masih misanan atau keluarga dekat.
20.26 Penjaga bengkel minta ijin sebab akan mencari si penentu harga biar jelas harga olienya.  
20.36 Saudara yang menjagga bengkel datang dan olie di hargai tiga puluh enam ribu tupiah.
20.56 Selesai mengisi olie motor
21.05 Saat pulang melewati depan rumah pak Agus, sulaturahmi cukup di halaman jalan depan rumah pak Agus yang lagi sakit
21.22 Masuk rumah
    
Kamis, 8 Mei 2014
04.11 Mengawali makan sahur.
05.30 Berangkat menuju kota Bogor untuk menguruskan BPJS Kesehatannya tetangga pak Jafhis dan pak Sattu tetangga seberang RW
07.12 Tiba di BPJS Kesehatan Bogor langsung mengambil nomer giliran dan dapat angka 190.
Luar biasa.
07.20 Shalat Dlhuha dua puluh rakaat di musholah BPJS Kesehatan Bogor.
08.00 Para pegawai kontrak lepas BPJS Kesehatan Bogor berkumpul di samping musholah membicarakan hilangnya motor salah satu pegawai.
11.20 Jenuh dengan menunggu, yang kini memasuki giliran nomer 75, mengajak istri untuk jalan- jalan mencari internet.
11.54 Bermotor hingga ke Kecamatan Kebon Pedes kota Bogor.
11.59 Terdengar adzan Dzhuhur
12.05 Shalat di musholah di salah satu perkampungan kota Bogor di Kebon Pedes.
12.20 Duduk di internet untuk melakukan pendaftaran online BPJSKesehatan, berkali kali mendaftar tetapi tidak di kirimi konfirmasi diterima atau tidak di email yang telah di kirimkan.
13.00 Keluar dari internet dan kembali ke jalan A Yani dimana BPJS Kesehatan Bogor berada, antrian sudah di nomer 106 dan istri dapat hiba nomer dari salah seorang ibu yang sedang menunggu di panggil nomer urutnya di nomer 148, ibu itu sedang meninggalkan anaknya di RSUD Bogor kerena sudah dua hari sakit, ibu ini anaknya sakit, sementara yang lain, para pengantri yang lain tidak ada anaknya yang sakit, apa harus mengantri, sementara nomer yang dipegangnya 148, istri langsung berbicara pada petugas rujukan, dan himbauan oleh istri agar ibu muda itu di dahulukan mau di dengar sehingga ia di panggil langsung, sementara nomer urutnya di nomer 148 di berikan ke istri.
15.05 Nomer 148 dipanggil, BPJS Kesehatannya pak Jafhis berhasil sementara  BPJS Kesehatannya pak Sattu gagal sebab nomer NIK pak Sattu ternyata milik orang lain yang tinggal di Cilacap, ini berarti pak Sattu harus mengurus ulang ke dinas kependudukan bagaimana masalahnya.
 
Jumat, 9 Mei 2014



Sabtu, 10 Mei 2014
07.48 Melintas di Kranggan
08.25 Pondok Gde, melintas di Pondok Gde teringat jaman pak Harto menjadi Presiden, saat itu ( 1986 ) seluruh jalan di Pondok Gde rusak parah, setelah diselusuri permasalahannya disebabkan tidak ada kucuran dana perbaikan dan perawatan jalan.
Sebab mayoritas masyarakat disini pendukung partai politik nomer satu, jaman itu kan partai politiknya hanya tiga.
09.30 Tiba di PMI Kramat
09.35 Pengisian formulir donor di loby PMI Kramat
09.40 Pemeriksaan dokter sebelum di donor, tensi darah istri 110/80
09.45 Masih menunggu antrian donor sebab istri minta pengambilan darah di lengan kanan, sementara meja donor lengan kanan dipakai semua.
09.55 Akhirnya ada meja donor yang kosong, nama istri dipanggil dan langsung di proses.
10.25 Menemani istri makan mie setelah donor.
10.30 Meluncur di jalan Pramuka dan terhalang kereta api lewat.
11.00 Pusat Grosir Celilitan.
11.20 Lotte mart Pasar Rabo untuk mencari lauk anak- anak.
12.01 Shalat Ddzhuhur di Musholah terusan jalan Indomilk ke Kelapa Dua Wetan, serasa seperti donor darah berhadiah ibadah umroh, ya Allah SWT Yang Maha Kaya kalau berkehendak memberi hadiah umroh kerena habis donor darah, siapa yang bisa menghalangi.    
Kerena ijin Allah SWT maka donor darah istri bisa berlangsung, seminggu lalu istri juga datang kesini tetapi tertolak untuk donor sebab Hb darahnya 11.8 dan hari ini spektrum pengukur Hb darah 12.6.
Lulus syarat untuk donor.
14.00 Masuk rumah


Minggu, 11 Mei 2014

05.30 Di Pasar Cileungsi, suatu kejujuran yang nyata adalah harga pasar, terlihat dari banyaknya sayur mayur yang di sampahkan kerena tidak laku, harga jual tetap tinggi, dan tidak ada yang beli, akhirnya di buang.
Sampah itu pun merupakan bahan terbaik untuk membuat gas methane, tetapi tidak ada yang melakukan.  
Harga- harga tetap tinggi dan terasa sejak memasuki Januari 2014, harga tetap tinggi, ada usaha dari pemerintah maupun tidak ada harga- harga masih tinggi.
Harga - harga tinggi ini akan menjadi semakin tinggi saat menjelang bulan puasa beberapa bulan mendatang.
Kemiskinan reality ini tidak pernah masuk dalam pertimbangan, yang menjadi pertimbangan adalah bisakah di beli jikalau dijual dengan harga sekian ini, dari mana sumber tambahan pendapatan penduduk, yang paling nyata adalah sikap pasrah, harga naik maupun tidak, tidak menjadi permasalahan, ada uang ya di beli dan tidak ada uang ya tidak dibeli.
Sekarang akan menghadapi Ramadhan yang akan datang, akan menjadi lebih bersemangat sebab jelas tidak ada milik pada diri kita untuk di banggakan sehingga mengabaikan ibadah kepada Allah SWT.

Para pembeli yang membeli barang banyak- banyak untuk dijual lagi, barang yang di minati pembeli adalah rokok, rokok lah yang di belanjain banyak-banyak.  
Minggu pagi yang mendung, membuat semakin suram suana, tak lagi merupakan kebanggan.
07.00 Shalat Dlhuha dua puluh rakaat, dengan catatan, syukur Allah SWT masih menerima.

Senen, 12 Mei 2014
03.00 Terbangun untuk tahajudan dan sahur.
04.00 Makan sahur dengan kesederhanaan saja, tempe dan tahu di bumbu pedas dengan wortel di tumis
04.32 Shubuh.
05.30 Tyas berangkat ke RSCM tidak mau di antar
07.07 Shalat Dhluha
09.00 Berangkat ke Mangga Dua untuk mengambil komputer yang seminggu lalu di service.
09.20 Hendak mencapai Mangga Dua tetapi ingin melewati Bekasi, sebab merasa sudah lama tidak lewat di sana.
Tetapi apa yang didapat, tiba- tiba di ujung Metland yang kearah Bekasi, jalanan di tutup, ada demo masyarakat minta jalan di perbaiki, wilayah jalan itu masuk ke pemerintahan Bogor, jalan yang mengubungkan Cileungsi dengan Tambun, atas saran penduduk di arahkan memasuki gang kecil untuk menghindari demo warga.
09.40 Kemacetan parah di Batargebang, akibat volume kendaraan yang banyak dan jalanan yang parah.
Semua adalah truck bertonase besar dengan muatan hasil industri sepanjang jalan Cileungsi - Narogong Bekasi. 
Wilayah Bekasi yang semakin parah.
09.55 Setelah lampu merah perumahan Kemang Pratama Bekasi, jalanan lenggang.
10.00 Memasuki kawasan Rawa Lumbu Bekasi, perempatan yang menghubungkan jalan Bekasi - Cileungsi itu dahulunya sangat ramah, sewaktu masih berjaya nya bus tigaperempat Jonggol- Bekasi, sekarang perempatan itu terlihat garang, pragmatis, dan tidak ada eloknya sama sekali, dingin dan membosankan.
Hanya mobil bertonase besar yang memenuhi jalanan berbelok melingkar meng arah Cileungsi.
Orang yang sepuluh tahun lalu memenuhi perempatan Rawa Lumbu untuk menunggu bus Mayasari tujuan Kampung Rambutan, sekarang sudah sepi, sebab mereka telah beralih moda kendaraan, ada yang bermobil pribadi dan banyak lagi yang bermotor.
Secara nasional akan menekan kepada cadangan ketersediaan BBM dan harus dipikirkan secara strategik, salah pikir, salah persepsi untuk mengantisipasi kebutuhan BBM  masyarakat, riot ( kekacauan masyarakat ) lah ancamannya.
Semakin kedepan Indonesia dengan membeban sumber daya manusia sedemikian besarnya kalau ngak ati- ati akan riot jadinya, suatu estimasi kalau terjadi kegagalan dalam RI I, atau RI I yang tak berfungsi, ramai sudah kekacauan tahun 2016-2017.
       
10.05 Awal jalan Kalimalang, sebagian kota Bekasi, dengan kendaraan motor seperti ini melintas di kalimalang tak ada artinya kerena lambat dan jelek.
Tidak ada motor yang jalannya pelan seperti motor saya, motor yang lewat berkelakuan serba cepat, padahal kemaren tanggal sebelas bulan mei ini juga, jam tujuh pagi,  dua orang polisi mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan ini juga, di kampung Pekopen RT 4 RW 5, salah seorangnya tewas di tempat ditabrak sepeda motor yang berkecepatan tinggi juga.
Jalan raya Kalimalang ini, sejak lama, terkenal dengan tabrakan sepeda motor yang luar biasa, kerena didorong kecepatan tinggi sehingga kekuatan hancur nya tinggi.  
10.50 Akhir jalan Kalimalang di Uki Celilitan.
11.00 Kawasan Jatinegara
11.15 Kawasan Pasar Burung Pramuka
11.30 Kawasan Pasar Senen
11.45 Kawasan Jembatan Merah.
11.50 Memasuki kawasan Mangga Dua  
Parkir motor di jalan samping rel kereta api masuk jauh hingg pintu belakang Harco Mangga Dua.
12.00 Di service san komputer milik pak andi, komputer tenteng kecil ada dua yang diservice dengan keluhan kerja yang lambat kemakan virus. 
Diservice sejak dua minggu lalu, dan sekarang sudah selesai, setelah kedua- duanya di test hidup kemudian di tutup, bayar jasa service dan penggantian sparepart.
12.20 Shalat Dzhuhur di basement Harco Mangga Dua.
12.30 Bermotor menyusuri belakang Harco Mangga Dua melintasi banyaknya warung makan dan ramainya pembelinya.
12.45 Tembus di jalan Pangeran Jayakarta.
12.56 Pertigaan Pasar Baru dengan jalan Senen.
13.15 Pasar Senen.
13.25 Parkir motor depan pasar Kenari, berseberangan jalan dengan masjid Rahmat Hakim.
13.27 Memasuki kawasan UI
13.29 Kamar Jenazah RSCM
13.30 Lab Pathologi Klinik UI
13.36 Thalasemia RSCM, Tyas sedang duduk diatas bed pasien, menunggu dokter.
13.40 Pemeriksaan dokter dan saya mengambil darah di bank darah RSCM.
14.00 Transfusi darah labu pertama di awali.
15.45 Transfusi darah labu kedua di mulai
17.00 Transfusi darah labu ke tiga 
17.40 Hari sudah hampir maghrib, akan berbuka puasa sunah hari ini, tidak mau belanja makanan, kekayaan saat ini adalah satu setengah liter air minum yang di isi dari rumah dan di bawa tadi pagi.
Hanya saja motor yang di gantungi air di botol aqua itu di parkir agak jauh, keluar dari RSCM, ketemu lampu merah Salemba, nyebrang di zebracross dan jalan lagi depan kebudayaan Perancis, dan lewat depan 7 eleven, sampai pasar Kenari.
Belum sampai motor di parkir Adzhan Maghrib terdengar menggelegar dari masjid Rahmat Hakim UI.
Doa mohon pertolongan pada Allah SWT yang dilafalkan saat akan berbuka puasa sebab rumah masih 80 km lagi.
Berbuka dengan air minum yang dibawa dari rumah, untuk mengatasi rasa lapar yang timbul baca terus surah Yasin sebisa- bisa nya.
Menyebrangi jembatan penyebrangan Salemba, dan masuk di masjid UI untuk shalat Maghrib yang sudah tertinggal dua rakaat.
18.05 Menyusuri halaman parkir kedokteran UI, yang penuh dengan mobil.
18.15 Masuk ke ruang transfusi darah Thalasemia dan Tyas sedang tidur sementara darah tinggal 50% nya.
Diruang transfusi Thalasemia masih terdapat pasien 11 anak lagi dengan pengantarnya sebanyak 14 orang, sempat berbicara banyak dengan orang tua anak penderita kanker darah Leukimia, saya sarankan untuk mengangkat imun pada diri si anak yang menderita Leukimia dengan jus sayur, Lobak, Wortel, Kentang, Tomat.
Jikalau imunnya anak naik, akan semakin efektif obat leukimia yang diminumkan pada si anak.
19.05 Slang darah dicabut sebab darah dalam buli sudah habis.
19.20 Meninggalkan RSCM, berjalan perlahan, dan terlihat di ujung selasar seorang anak dengan kursi rodanya sedang menanti siapa yang menjemputnya.
Saat melewati anak itu, bukan pasien Thalasemia rupanya.
Langit sudah gelap, dan kemacetan di depan RSCM sudah terjadi berkali- kali di saat lampu merah Salemba menyala.
Melewati penjual gorengan, Tyas membelanjakan dua ribu rupiah untuk membeli tiga gorengan kecil-kecil untuk buka puasa agar tidak masuk angin sebab akan bermotor jarak jauh menuju rumah di Cileungsi.
19.28 Menyebrang zebracross di lampu merah Salemba.
19.32 Tiba di parkiran motor, minum lagi, mendorong sisa rasa yang mengganjal di tenggorokan habis makan tiga gorengan yang tercemar logam berat.
19.35 Motor melaju cepat melintasi keramaian kendaraan yang tertahan lampu merah Salemba.
Sewaktu melintas di Santa Corolus teringat tetangga almarhum pak Lukman Marahrusli yang meninggal beberapa tahun lalu.
            
Selasa, 13 Mei 2014

05.00 Mengejar waktu akhirnya terlepas juga, saat yang kritis, Tyas hendak ke RSCM pagi ini melanjutkan tranfusi darahnya kemaren, sementara setelah shalat shubuh tadi saya mengalami kelelahan, saya tahu kelelahan ini, secepat nya mempersiapkan jus sayur, tetapi jus sayur sedang di proses Tyas nya udah berangkat mencari ojek, ya sudahlah.
Jus sayur tetap di proses dan Tyasnya udah berangkat ke RSCM.
Dari beberapa keterangan yang didapat kemaren sewaktu menunggu Tyas di transfusi, para pasien Thalasemia yang tiba di RSCM jam lima pagi sudah mendapat nomer antrian tiga ratusan, dan Tyas nya sendiri mendapat nomer antrian diatas seribu tigaratusan, sebab saat mendaftar sekitar jam sepuluh pagi hari.    
Nomer ini untuk mendapat jaminan pembiayaan selama dirawat di RSCM satu hari ini.
Luar biasa sekali yang nama nya waktu, apalagi RSCM itu terkenal jarak capai dari satu fungsi ke fungsi lainnya dengan selasar penghubung yang panjang-panjang selayaknya suatu rumah sakit, jarak itu akan meminta energi untuk berjalan kaki, banyak sekali orang tua yang tergeletak melepas kelelahan setelah berjalan dan antri yang lama.
Bangku duduk banyak tetapi yang akan duduk lebih banyak lagi, akhirnya kembali membicarakan kapasitas.


Rabu, 14 Mei 2012

Pagi- pagi sekali sudah mati listrik PLN,
hanya satu menit sebelum adzan shubuh, menikmati gelap.
Pemadaman listrik tak bisa di hindari, sebab itu merupakan suatu sistem yang saling berhubungan, jumlah pelanggan, besar Kwh, generator pembagkit, pola konsumsi energi generator pembangkit, cadangan sumber daya alam.
Dijumpai salah satunya tidak berfungsi berhenti pula supply energy yang dibutuhkan. 

07.00 Shalat Dlhuha dalam suasana mati lampu

08.00 Masih padam PLN
09.00 PLN kembali menyala

Kamis, 15 Mei 2014

08.00 Setelah shalat dlhuha, langsung mengaduk semen untuk menambal rembesarn air kamar mandi ke area dapur
11.30 Pekerjaan penyemenan menambal sudah selesai, kebetulan tukang tape lewat, beli sekilo dan setengahnya di campurkan ke kacang ijo, sebagai hadiah pengerjaan penyemenan selesai.  
14.00 PLN mematikan aliran listrik, rumah menjadi gelap.
15.10 Shalat Ashar gelap- gelapan
18.01 Shalat Maghrib gelap- gelapan juga
19.20 Shalat Isya juga gelap- gelapan.
20.00 Aliran listrik PLN hidup kembali.

Jumat, 16 Mei 2014

17.00 PLN hidup lagi setelah memadamkan listriknya sejak jam satu siang tadi.
21.15 Ada SMS dari Tyas jikalau ia minta di jemput, sekarang posisinya selewat Giant Cileungsi
21.20 Keluar rumah bermotor dan Fifi yang belum tidur ikut serta  menjemput Tyas di pasar Gandoang, hujan merintik sangat mengganggu, suasana gelap dan jalan berlobang, genangan air pun diterjang pula.
21.30 Masuk rumah, 

Sabtu, 17 Mei 2014
Minggu, 18 Mei 2014


Senen, 19 Mei 2014
02.30 Terbangun sebab ibunya anak- anak sudah sibuk di dapur ditemani Tyas yang akan berangkat pagi- pagi sekali.
Langsung menangani jus sayur terdiri dari : buah mengkudu, wortel, buncis, tomat, beberapa lembar daun sawi, potong2, cuci, blender, peras dan minum, setengah jam hilang waktunya untuk mempersiapkan ini.
04.00 Sudah keluar dari rumah, bermotor mengantar Tyas.
04.15 Peristiwa pagi yang cukup tragis, disaat akan melewati fly over Cileungsi, memang jalanannya banyak yang berlobang, di fly over itu, ada tentara, bermotor kencang mengejar waktu menyalip saya, dan setelah 200 m di depan, dia masuk lobang jalanan fly over Cileungsi, dan jatuh, saya secara instink menghentikan kendaraan yang melaju cepat, untung mau berhenti sebab rem nya baik, kalau tidak saya ditobroknya.
04.30 Saat adzan Shubuh berkumandang sudah sampai wilayah Iprija Kosim Nurseha.
04.40 Shalat Shubuh di masjid Ibadur Rahman Kelapa Dua Wetan, yang sering saya sebut masjid jin sebab pernah shalat Isya jam dua belas malam di masid itu di tampakan dua jin yang duduk di emperan depan masjid.
05.07 Terminal Kampung Rambutan
05.12 Meninggalkan terminal, pulang.
05.30 Kemacetan parah di Cibubur Junction
06.00 Cileungsi
06.10 Didepan sekolah SD Gandoang, tukang bubur yang baru saja membuka lapak jualannya, ditobrok sepeda motor yang melaju kencang dari arah Jonggol menuju Cileungsi.
Gerobak bubur nya pecah kerena terlalu kencang nya motor yang menabraknya, bubur hangat berwarna putih berbau sedap dan gurih itu tumpah di pinggir jalan, pecahan gelas, mangkok bubur dan sendok2 berhamburan di jalanan.
06.15 Masuk rumah.
13.00 Pak Budi satu RW beda RT di umumkan meninggal dunia.
13.09 Menuju rumah duka bersama istri
13.15 Sibuk mempersiapkan tenda, untuk tempat naungan yang menyampaikan duka.
13.45 Inna Lillahi Waina Ilaihi Rojiun, dapat informasi bahwasannya, pak Budi ( yang memang saya tidak mengenal nama dan lupa wajahnya ) kemaren hari Minggu sehabis mengganti ban motornya, ia terjatuh dan tadi pagi sudah berbaring sakit dan jam dua belas siang tadi meninggal dunia.   
14.30 Matahari mendadak redup, secepatnya saya bertanya ke istri almarhum, apakah siap untuk dimandikan, siap katanya.
Langsung mengkoordinasi orang2 untuk mendekatkan meja permandian ke sisi jalan depan rumahnya, kemudian memasang tirai, dan mempersiapkan batang pisang untuk landasan badan jenazah sewaktu di mandikan di bak, dan bak air.
15.15 Adzan Ashar
langsung menuju musholah didekat rumah almarhum pak Mulyono
15.20 Adzan Ashar di musholah
15.23 Shalat Ashar berjamaah dengan anak2 yang berdatangan.
15.30 Kembali ke ke tempat duka
15.32 Pemberangkatan jenazah menuju musholah untuk di shalatin.
15.40 Menjadi imam shalat jenazah
15.45 Berangkat ke pemakaman.
16.30 Masuk rumah setelah dari pemakaman
17.00 Sudah bersih badan habis mandi dan duduk manis menanti datangnya adzan maghrib untuk buka puasa sunah hari ini.
17.50 Adzan Maghrib
Hausnya terasa sekali, berkali - kali minum kok ngak hilang- hilang hausnya, agaknya cairan tubuh sejak tadi pagi ke Terminal Kampung Rambutan dan sorenya ke pemakaman, sangat berkurang.
Terasa nikmat benar buka puasa berselimut kesederhanaan.   
Kelulusan SMA yang sangat sederhana, Yasin yang menamatkan SMK nya telah lulus, Alhamdulillahirobil Alamin.
Hanya seorang yang tidak lulus satu ruangan dengan Yasin.
     
Selasa, 20 Mei 2014
06.00 Mengikuti arus kendaraan yang cukup masif dari arah Jonggol menuju ke Cileungsi, kendaraan motor para pekerja sedemikian banyaknya, dan tertib.
Pagi ini dalam perjalanan ke pasar Cileungsi, mengingat kebutuhan akan nenas dan terong ungu yang habis di rumah, tadi pagi istri berkata jikalau kakinya di telapaknya sangat sakit kalau dipakai berjalan.
07.00 Sewaktu tiba di rumah secepatnya membuat jus sayur; nenas satu buah di pakai semua, terong ungu, buncis, wortel, buah mengkudu matang, potong kecil, cuci, blender, saring, dan semua minum, untuk istri dua gelas mug.
Terasa nikmat melewati kehidupan tanpa ada anggauta badan sakit, secepatnya berwudlhu untuk  melaksanakan
07.30 Shalat Dlhuha dua puluh rakaat.

Rabu, 21 Mei 2014



Kamis, 22 Mei 2014

09.00 Ada dhuafa yang sering disantuni setiap bulan sedang sakit, setelah didatangi di rumahnya yang sederhana ia sakit akibat pengaruh pengobatan mata.
Dan saat diurus BPJS Kesehatannya ternyata  ia belum punya KTP, berarti sekarang ngurus KTP terlebih dahulu.
10.30 Disanggupi oleh anaknya untuk ke kecamatan Cileungsi menanyakan KTP ibunya dia yang sudah diurus sejak Januari kemaren.
16.00 Hujan cukup deras mengguyur Gandoang dan merata hingga Cileungsi.


Jumat, 23 Mei 2014

06.40 Shalat Dlhuha
07.00 Persiapan menuju pusat Disaster Management di Ciputat.
07.30 Berangkat
08.15 Kawasan Kranggan Cibubur
08.30 Pertigaan Cibubur Lama
09.10 Pasar Jumat, ada yang baru saat ini melihat Kawasan Pasar Jumat, yaitu lebih terang, memang tidak ada lagi pepohonan yang tumbuh. 
09.39 Tiba di markas Disaster Management Ciputat, arah jalan ke Rempoa.
Pak Asep Beny yang hendak dijumpai sedang pertemuan mendadak di Dompet Dhuafa Pusat.
Ngak mungkin saya balik kanan sejauh ini jarak yang harus ditempuh mencapai tempat ini. 
10.00 Masih berada di markas Disaster Management.
10.13 Mendengar Radio Al Shinta sambil menunggu, ternyata Surya Dharma Ali sudah di tetapkan sebagai tertuduh pelaku korupsi dana haji 2014.
Ada suatu perlawanan mengapa Surya Dharma Ali di tetapkan sebagai tersangka pada saat menjelang Pilpres 2014, sebab PPP mendukung Prabowo- Hatta Rajasa.
Calon jemaah haji itu 25 juta orang sudah masuk daftar tunggu, sudah membayar 25 juta, tanggung jawab Riba nya bagaimana, dana bunga ternyata bukan untuk jemaah, tetapi untuk orang-orang Departemen Agama.
Dan dalam pemeriksa sering dijumpai adanya dua pertanggungan jawab yang satu bersumber dari APBN dan yang satu dari bunga dana haji yang di bayarkan jemaah menunggu.    
Tahun 1992 saat saya berangkat ibadah haji bersama istri, hal yang terindikasi korupsi sudah terasa, pertama saat menukarkan uang rupiah ke real, nilai rupiah di hargai murah sehingga harus banyak uang untuk membeli real, dan sebaliknya saat pulang real dihargai murah kalau ditukarkan ke rupiah, untuk itu sejak di Arab Saudi semua uang rupiah yang sisa di tukarkan ke dolar USA, dan setelah tiba di Indonesia, Dolar itu di tukarkan ke rupiah dan harganya stabil.
Seharusnya tidak ada APBN untuk biaya haji, seperti di India, orang hindu di India dengan ketus bilang ngapain negara membiayai umat islam berangkat ibadah haji, dan orang islam india lebih keras, ngak apa- apa, kalau harga ibadah haji itu menjadi mahal kerena tidak ada RAPBN India menyokongnya saya tidak berangkat, biar Allah SWT saja yang meperkaya diriku dan nanti aku berangkat.
Hebat kan India, bandingkan dengan Indonesia, kebohongannya saja yang gede, dan ujung- ujung nya korupsi.  
10.30 Mulai berjalan menuju masjid Al-Jihad berjarak 200 m dari markas Disaster Management Dompet Dhuafa untuk mengerjakan sholat Jumat.
Saat kaki melangkah, sepotong suasana ini kok mirip benar dengan lingkungan di Condet, hanya saja tidak ada minyak harum yang merubah kawasan Condet saat ini.
Masjid Al - Jihad tempat melaksanakan shalat Jumat sebentar lagi sudah didapat, masjid cukup besar dan tidak besar- besar amat, berlantai dua di sebagian atapnya, ada unsur perencanaan saat mendesignnya,
Di masjid ini tidak ada jemaah wanita shalat Jumat, sehingga saat ini saya membawa istri terpaksa mencarikan tempat menunggu selama saya shalat di warung makan sekitar masjid.
11.00 Memasuki Masjid Al-Jihad, lepas sepatu ket, dan berjalan menuju sisi kiri tempat berwudlu, bersih dan air berlimpah.
Setelah itu ganti pakaian, mengenakan sarung dan baju koko, masuk masjid dan shalat tahyatul masjid dan membaca Al-Quran
Masjid yang enak, pembaca Al-Quran nya banyak, ramai dan hidup, dan menjadikan masjid ini nomer satu nilainya di bandingkan masjid- masjid yang lain, dan nomer duanya adalah masjid tua desa Tarikolot Citeureup.
13.00 Sewaktu kembali ke Dompet Dhuafa Disaster Management, pimpinan DMCDD sudah datang, ternyata sewaktu jumpa ketemu dengan pumuda 35 tahun, padahal saya menduganya 36 tahun.
15.14 Shalat Ashar di masjid yang digunakan shalat Jumat tadi.
16.00 Saat akan permisi pulang kerena hari sudah jauh sore, beberapa hal yang saya dapat simpulkan adalah, ( 1 ) orang membantu bencana lebih banyak menyumbang bahan pangan tetapi tidak memikirkan keluarannya atau tinja nya, untuk itu masalah tinja ini saya jadikan pekerjaan rumah untuk dipikirkan dan secepatnya di simpulkan.
( 2 ) Hubungan istansional dengan Badan Penanggulangan Bencana Alam sudah terbangun baik, yang kurang di bangun adalah hubungan dengan perguruan tinggi untuk membantu laboratorium seperti uji kadar air minum layak bagi pengungsi banjir dan gunung meletus.
Uji gas layak nafas terhadap ancaman gas SO2 di Dieng misalnya
( 3 ) Bantuan tidak berbasiskan agama, basis utamanya adalah kemanusiaan semata.
( 4 ) Walau ada BNPB ternyata kiprah DD masih dibutuhkan sangat tinggi
( 5a ) Saran pertama, menjadikan masjid atau musholah di daerah strategis untuk di bangun bertingkat dan di bagian bawahnya untuk tempat berbaring dan beristirahat beberapa jam saja menanti shubuh untuk bekerja kembali, dengan pembayaran seharga sodaqoh, terutama untuk pemuda dan pemudi yang baru bekerja belum berpenghasilan tetap, dan berfungsi rumah singgah bagi pasien yang dirawat di RSCM umpanya sebab rumahnya jauh di Subang atau Sukabumi.
 ( 5b ) Saran kedua, tetap mengupayakan adanya bus gratis untuk para pekerja di jam sibuk ber AC, walau pernah di coba menyediakan bus gratis untuk jalur Rawamangun Grogol, tetapi ujung akhirnya dengan ditodongkannya golok kepada pengemudi bus DD sehingga pelayanan itu tidak berlanjut.
                 
Sabtu, 24 Mei 2014
10.00 Berada di Worshop pembuatan cetakan modul bangunan dan ornamen vertikal berbahan fibre glas cement, yang lokasinya di depan pasar Gandoang.
Hasilnya, tidak di rekomendasikan jikalau bahan fibre glass cement ini dijadikan komponen toilet portable, sebab bersifat getas gampang pecah.  

Minggu, 25 Mei 2014


Senen,26 Mei 2014
09.00 Desa Mampir, pagi belum terlalu lama beranjak siang, berjalan bersama istri menuju tukang besi dan las yang mengerjakan pagar, dua hari yang lalu pernah di cari, tetapi ia sedang memasang pagar pesanannya di perumahan Citra Grand.
Pagi ini ia sedang memotong- motong besi untuk pekerjaan pagar, kedatangan saya cukup mendapat perhatian sehingga ia menghentikan pekerjaannya, saya gambarkan di secarik kertas kusam kertas buku tulis bergaris.
Ia mengerti untuk membuat satu unit toilet portable, setelah dihitung agak lama ia minta 3 Juta untuk toilet porable sederhana memenuhi syarat, berdinding, beratap, berpintu dan ada penampung tinjanya kapasitas 40 liter.
Saat berjalan pulang sempat mampir di rumahnya pak Ali atas saran pak Kosim sebab pak Ali sedang membangun workshop fibre cement, tetapi setelah lama dihitung maka ketemu harga Rp 7 480 000,-
satu unit toilet portable.
Sewaktu mampir dirumahnya pak Waluyo, pak Waluyoh telah dikaruniahi dua bayi kembar perempuan, dan sore ini pulang dari RS Bersalin. 
22.00 Terdengar Tyas datang dari Radio Dalam Jakarta Selatan.


Selasa, 27 Mei 2014

05.00 Lari pagi bersama istri, semua lari, Yasin yang biasanya tidur sekarang minta lari, terpaksa saya merelakan sepatu putih di pakai Yasin untuk lari, dan saya menggunakan sepatu kantor yang lama dan harus menjahit terlebih dahulu di sebagian titik robeknya.
Fifi dan Tyas berlari juga, tapi setibanya di jalur lari tidak ketemu anak-anak, jalur larinya berbeda.
Banyak sekali orang yang berlari pagi ini, kesadaran orang untuk hidup sehat sudah terlihat mendapat perhatian yang baik.
07.00 Saat memasuki rumah terlihat Fifi dan Tyas sudah masuk rumah terlebih dahulu dan sedang makan nasi udug lengkap.  

16.00 Menghadiri undangan dari pak Budi untuk aqiqah an anak ke duanya yang baru lahir sepuluh hari yang lalu, shalawat rosululloh mengiringi sepenuh waktu penyelenggaraan aqiqahan itu.
17.12 Masuk rumah sambil membawa berkat aqiqqah an.
23.00 Hujan cukup deras turun dan banjirlah Bekasi.

Rabu, 28 Mei 2014
Yasin kepingin bekerja
Yasin semenjak kelulusannya dari SMK Administrasi tiga minggu yang lalu, sudah kepingin bekerja.
Hari ini mengantar Yasin ke Jakarta untuk test wawancara berkaitan dengan lamarannya disuatu perusahaan di Jakarta.
07.15 Berangkat dari rumah, semalam sudah di ingatkan berangkat dari rumah jam lima pagi, tetapi Yasin memilih jam tujuan begitu.
Kemacetan menghadang sejak di Taman Buah Mekarsari, cukup panjang macetnya, Di Al-Azhar dekat Cikeas demikian juga.
08.17 Melintas di Kranggan
09.00 Kawasan Buncit Pasar Minggu
09.10 Memasuki jalan Antasari yang kini telah beratap jalan
09.20 Tiba di lokasi bertetangga dengan Melawai Plaza dimana Yasin di undang untuk interview, motor yang diparkir di depan gedung alamat undangan itu ramai dengan orang berkumpul, tiba- tiba datang seorang anak muda melintas, saya dekati untuk minta penjelasan terhadap perusahaan yang mengundang Yasin, aduh jangan pak anak nya di daftarkan di situ, perusahaan itu sering di demo, dan meminta bayaran untuk penempatan, perusahaan ini seperti penyalur begitu pak, lho di caloin pikirku, pulang aja sin.
09.30 Lansung pulang  
11.20 Cileungsi
11.35 Bank Tabungan Pensiunan Negara Cabang Cileungsi.
12.05 Bank Muamalat Cileungsi untuk NTT TTS
12.10 Antri di kantor pos untuk kirim uang ke paklik Bambang di Tempeh Lumajang
13.00 Masih menuggu antrian nama belum di pangil
13.06 Giliran antrian untuk pembayaran kiriman
13.30 Masuk rumah, terlihat istri sedang memasukan nasi kuning kedalam tempat plastik untuk lansung di steppler, nasi kuning syukuran atas lulusnya Yasin dari SMK dan Fifi masuk usia 12 tahun.
14.00 Mempersiapkan ruangan untuk pengajian ibu- ibu Al-Affif sebentar sore
18.00 Setelah shalat Maghrib, menuju rumahnya pak Waluyo untuk melihat cucu nya pak Waluyo yang lahir kembar perempuan.
Ayahnya si bayi sangat senang sebab ia sangat di bantu dengan adanya BPJS Kesehatan  yang pernah saya uruskan bulan Januari 2014, dua puluh lima juta rupiah diperkirakan biaya kelahiran cercar kembar yang di tanggung BPJS Kesehatan, saya yang mendengar pun ikut bersyukur, sebaliknya kalau ingat almarhum imelda yang BPJS Kesehatannya yang saya juga mengurusnya tetapi anak itu tidak dibawa ke rumah sakit yang memadai oleh orang tuanya sampai ajal datang, sedih juga jadinya.
 
Kamis, 29 Mei 2014
Tidak berpuasa sebab hari ini hari besarnya umat kristiani
06.45 Mengawali shalat Dlhuha dua puluh rakaat
07.30 Berangkat berburu baso enak dan murah di rumahnya pak Kiki di pertigaan Jonggol-Bojong-Gandoang, diperlukan pagi hari kesana sebelum jatuh waktu pak Kiki berangkat dengan motor nya mengiderkan baksonya.  
Pak Kiki kalau jualan kelilingnya di Citra Indah dan mangkal nya di banyak titik, terkadang didepan RSU Daerah Cileungsi di depan Citra Indah.
Tapi sebelumnya ke pak Sanih orang tua yang sakit2an semua badannya, rumahnya 200 m sebelum sekolah SMK Fatahila.
Di tempat di mana pak Sanih tinggal gubugnya kosong, setelah di cari juga ngak ketemu akhirnya istri menitipkan bagian sembako pak Sanih kepada warung dimana pak Sanih sering makan disitu.
08.15 Tiba di rumah indekosannya pak Kiki si penjual bakso keliling asal Wonogiri, ia sedang memersiapkan bakso jualannya.  
langsung memesan 5 bungkus sebab Tyas ada di rumah.
08.30 Pulang melintasi jalan menuju Bojong dan Grand Muiara Cileungsi di dekat Bojong.
09.00 Tiba di rumah dan langsung merayakan ulang tahunnya Fifi dengan makan bakso. 



Jumat, 30 Mei 2014
02.15 Terbangun
02.30 Shalat Tahajud
04.15 Keluar dari rumah menggantar Tyas menuju Teminal Kampung Rambutan.
04.43 Melintas dengan cepat di Kranggan untuk mengejar shalat Shubuh berjamaah di masjid Al-Ijtihad di Kranggan Cibubur
Masjid yang pagi itu sangat ramai, mobil jemputan parkir di luar memenuhi pinggiran jalan, banyak sekali yang shalat Shubuh pagi ini.
04.52 Motor dihidupkan kembali, Tyas sudah naik di goncengan motor, motor kembali melaju dan angin dingin tidak terasa sebab satu lembar sarung menutup bagian leher di bawah helm.
04.56 Melintas Cibubur Junction
05.05 Pertigaan Arundina
05.10 Masuk ujung jalan Pengnten Ali.
05.15 Terminal Kampung Rambutan.
Setelah Tyas turun dijarak terdekat dari bagian terminal yang bisa dicapai motor, beberapa puluh meter setelah masjid Terminal Kampung Rambutan, balik arah menuju pulang.
05.17 Meninggalkan Terminal Kampung Rambutan di pintu belakang yang mengarah ke Penganten Ali.
 05.30 Diatas jembatan tol Cibubur terlihat di bawah kerapatan kendaraan yang akan memasuki Jakarta
05.40 Mengisi bensin di SPBU Perkemahan Bumi Pramuka Cibubur.
05.48 Kranggan
05.59 Kota Wisata
06.07 Cileungsi
06.12 Masuk rumah
aduh capeknyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
11.00 Berangkat shalat Jumat di masjid Gaok
17.30 Hujan cukup deras mengguyur,    
Hingga malam hujan rintik masih turun.

Sabtu, 31 Mei 2014
00.01 Tersadar dari tidur, ternyata Tyas sudah pulang dari tadi.
00.30 Tertidur lagi
03.40 Terbangun sebab akan tahajudan
waktu yang cepat sekali berlalu
05.00 Shalat Shubuh sudah selesai dikerjakan, kacang ijo ditemani dengan kopi susu sanchetan sangat enak benar, sewaktu merebus kacang ijo nya tidak diberi apa2.
Setelah itu Tyas datang mendekat dan menyodorkan uang lima puluh ribu rupiah seraya berkata kepingin daging pa, dimasak teriyaki.
Daging, memang sudah berbulan- bulan tidak pernah beli secara penuh satu kilogram, hari ini Tyas menyumbang separuh harga daging.
06.45 Shalat Dlhuha
08.00 Bermotor bersama istri untuk mencari daging, hari ini Indomart di Kranggan Cibubur ada promo harga daging. 
Kemacetan sudah menghadang sejak didepan Taman Buah Mekarsari, pelan2 saja bermotor megambil posisi paling kiri, banyak lubang jalanan.
08.50 Tiba di Plaza Cibubur, suasana masih sepi, sebab jam sembilan baru resmi dibuka Plaza ini, merasa sudah lama tidak kesini, sehingga istri mau memperhatikan apa yang ada di plaza, e e ternyata penjual dalam arcade- arcade di plaza Cibubur sedang tutup, belum buka.
Langsung memasuki swalayan Superindo Plaza Cibubur di lantai satu sebagai pelanggan pertama pagi itu di bagian daging sapi dan daging sengkel yang di promo kan di harian kompas itu memang ada dan harganya enam puluh sembilan ribu sembilan ratus rupiah, hanya saja jumlahnya, hanya dua kilogram, saya membeli satu kilogram tinggal satu kilogram itupun tersisa daging ber urat dan berlemak, kasian kan yang beli berikutnya.
Supermarket tidak bersalah, apa yang dipromokan di koran memang ada barangnya, harga sesuai dengan yang tertulis di koran, hanya jumlahnya saja, dua kilogram.
Ditambah istri kepingin telor satu kilogram, bumbu kecap teriyaki, dan sekalian pasta gigi, langsung ke kasir dan pulang.
10.00 Masuk rumah.
Yang dikerjakan terlebih dahulu adalah memetik daun pepaya agak banyak, daun di letakan di wadah, kemudian daging di hamparkan, tutup lagi daun pepaya, hmparan daging, tutup lagi daun pepaya dan terakhir di tindis dengan beras seberat dua kilogram, berasnya sudah dimasukan dalam plastik, didiamkan diatas sembilan puluh menit, agar daging melunak.
12.30 Setelah shalat Dzhuhur, teriyaki mulai diolah.
13.00 Makan siang dengan teriyaki pedas sebab potongan lomboknya sengaja di perbanyak.       

Tiada ulasan: