Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Isnin, September 29, 2014

Nasi Goreng Kambing

Minggu, 1 Juni 2014

05.00 Acara ke pasar bersama istri, suasana gelap masih menyelimuti pagi, lampu jalanan di samping tanah garapannya pak Ido, mati, sehingga jalanan cukup diterangi dari sinar lampu motor. 
Tiba di ujung gang bertemu jalan utama Cileungsi-Jonggol, keramaiannya tidak seperti hari masuk kerja, cukup lenggang.
05.20 Tiba di pasar Cileungsi.
Harga- harga yang naik adalah daging ayam, telor, dan yang lain cukup stabil.
Mengingat ini sudah memasuki bulan Syaban, dan sangat singkat sebelum terkena keriuhan menyambut ramadhan, maka dalam kesempatan ini istri membeli gula 40 bungkus dalam kemasan kecil, dan saat pulang, beban bawaan di motor sangat berat.
07.05 Pulang
07.30 Shalat Dlhuha.
09.00 Ada rencana sedikit nekad, ingin mendorong motor ke Cibubur tempat motor  laki di bengkelkan terakhir.
Tetapi ada yang luar biasa yaitu Ada rasa sayang dari Allah SWT, sehingga motor laki mau hidup walau menggunakan olie bekas.   
Motor ini sudah tiga minggu tidak digunakan.
10.00 Motor laki sekarang dijalankan menuju stasiun penjualan BBM di Taman Buah Mekasari, istri ikut, motor masih enak di kendarai, ada rasa rindu terhadap kebersamaan yang pernah di lalui bersama motor ini, setibanya di SPBU isi premium sebanyak empat liter. 

Senen, 2 Juni 2014
03.30 Makan sahur puasa sunnah hari Senen
04.00 Menurunkan motor, Tyas nya masih mempersiapkan diri
04.15 Betul- betul berangkat itupun masih di iringi kelupaan Tyas nya membawa Hp, untung saja Hp ada di dalam tas nya, dan ibu nya percuma saja bergegas masuk kerumah hendak menolong mengambilkan Hp nya Tyas yang katanya tertinggal.
Shubuh belum nampak dan gelap itu masih menyelimut, meluncur dengan cepat di jalanan berbatu tanpa berpenerangan jalan, tiba juga di ujung gang dan melaju kencang bersama pemotor lainnya yang bergegas mendekati Jakarta dari segala sudut.
04.31 Fly over Cileungsi, kendaraan jemputan militer yang berlari kencang.
04.37 Masjid dekat pertigaan Cikeas untuk shalat Shubuh.
04.50 Kembali mengendarai motor berteman keramaian pagi para penunggu angkutan umum di Cikeas.
05.05 Kawasan Kranggan
05.15 Arundina
05.28 Kawasan Terminal Kampung Rambutan      
05.30 Masuk Terminal
05.32 Tyas turun dari motor bergegas menuju angkutan Kopaja kuning 509 tujuan Pasar Jumat.
05.35 Meninggalkan terminal.
Angkutan 12 warna merah yang berjalan perlahan di jalan kecil sekarang menjadi masalah kemacetan di belakang Terminal Kampung Rambutan.
05.58 Diatas jembatan tol Cibubur, melihat ke bawah kemacetan total di ruas tol Cawang - Cibubur yang berdampak hingga di Leuwinanggung
Terbayangkan jikalau ada tube yang menghubungkan Cawang Cibubur yang siap menyedot semua kendaran yang macet, tapi kemacetannya akan pindah di Cawang dong?    
06.00 SPBU Bumi Perkemahan Cibubur mengisi premium
06.10 Cikeas, pagi yang sangat ramai, tiba- tiba saja ada pemuda tiga puluh tahun, badan agak gemuk kulit bersih terawat tak berbaju, bercelana pendek putih, berdiri sikap sempurna sambil memberi hormat berdiri diatas tembok menghadap jalan raya, itulah kehidupan. 
06.20 Cileungsi
06.32 Gandoang
06.37 Masuk Rumah
06.45 Mengawali Shalat Dlhuha dua puluh rakaat, dan dilanjutkan membaca Al-Quran.
17.56 Saat buka puasa, cukup dengan kolak tanpa santan kelapa dan tanpa gula.

Selasa, 3 Juni 2014
05.30 Sedang membaca berulang- ulang dalam rangka menghafal Al-Quran surah Al-Maidah 12, tiba-tiba saja kok kepingin keluar rumah, diluar memang sepi- sepi saja.
Shubuh yang belum terlalu lama meninggalkan pagi, keremangan masih bisa dirasakan, instink itu tepat ternyata pak Yafish didepan rumahnya lagi berharap, sehingga sewaktu saya datangi dengan gembira ia menerima, katanya, ia mau operasi gigi geraham bawah balakang, BPJS Kesehatannya belum bayar, ia ingin minta tolong kapan saya membayar BPJSKesehatannya Tyas ia mau titip, ya hari ini jawabku, sambil membayar listrik untuk tiga rumah, rumahnya mbah almarhum Sahud Tempeh Lumajang Jawa Timur, rumahnya ibu, Wonorejo Lumajang dan yang ditinggali di Gandoang Cileungsi.     
06.45 Mulai mengawali pengelanaan panjang yaitu shalat Dlhuha dua puluh rakaat.
08.00 Bermotor bersama istri, tujuan pertama adalah membayar listrik di pojok jalan pertigaan Puri Cileungsi, tetapi hanya sayangnya bayar listrik berhadiah kartu perdana kok ngak ada, kata penjaga kios, kartu perdana kartu three nya habis pak, warung sebelah yang di usaha kan oleh pemuda Pontianak Kalimantan Barat juga  masih tutup.
Langsung menuju BNI cabang Cileungsi untuk membayar BPJSKesehatannya Tyas dan pak Yafish sambil menikmati jalan Mampir yang berlobang besar- besar, kan lagi ngak hujan, genangan tidak terbentuk, akhirnya diketahui kedalaman lobang jalanannya yang kalau ditimbun dengan batu pecah diperlukan 13 truk batu.
09.10 Bank BNI Cileungsi urusan dua BPJSKesehatan.
09.40 Bank Muamalat Cileungsi untuk anak yatim Oekam NTT TTS.
10.30 Bank Mandiri untuk membayar uang bulanannya Astari
11.00 Masuk rumah, langsung menjenguk tetangga sakit yang baru pulang dari perawatan di Rumah Sakit Daerah.
11.30 Menikmati kopi panas dengan roti sponge coklat berbercak chip coklat kesenangan Fifi, Fifi sudah masuk rumah.
panasnya itu nikmat, kelelahannya terbayar dengan minum kopi panas, ibunya ikut menyeruput kopi panas, Fifi ngak mau.
11.55 Waktu Shalat Dhzuhur datang.
       
Rabu, 4 Juni 2014
05.00 Waktunya lari pagi bersama istri, udara cerah dan terang tanah sudah datang, berjalan melewati belakang rumah, jumpa tetangga belakang yang baru datang pagi tadi dari Cirebon.
07.00 Fifi minta diantar kesekolah
07.25 Shalat Dlhuha sepulangnya mengantar Fifi
08.30 Datang ke tetangga sebelah bersama istri untuk meramaikan tetangga sebelah rumah yang mengkhitan kan anaknya, bernama Dirham, sambil bersilaturahmi, dokter klinik bedah ringan yang datang kerumah tetangga.
08.56 Terdengar tangis tertahan saat jarum suntik bius disuntikan.
09.20 Mulai dilakukan penjempitan
09.24 Pemotongan dengan laser
10.00 Selesai sudah acara pengkhitanan si Dirham anak tetangga.
Ramai- ramainya akan di meriahkan di hari Sabtu besok.


Kamis, 5 Juni 2014
03.40 Terbangun saat suara kambing tetangga yang akan dijadikan hidangan kemeriahan khitanannya Dirham anak tetangga, mengembik sangat kuat, ada maling kambing pikirku, akh tidak, ini kawasan aman.
04.00 Makan sahur
04.32 Shubuh datang
05.00 Ke bengkel pagi untuk mengisi olie baru motor laki, yang beberapa hari lalu tepatnya tanggal satu hari minggu kemaren  diisi olie bekas untuk menghidupkan mesinnya, konsepnya motor harus ada olie untuk hidupnya moto.
Udara cukup sejuk dan situkang bengkel sudah terlihat duduk- duduk ngopi. 
06.47 Mengantar Fifi sekolah
06.20 Dlhuhaan
12.05 Bermotor bersama istri ke pasar Cileungsi, lauk kok udah habis.
Udara siang itu tertutup mendung, motor laki yang tadi pagi diganti olie nya sekarang ada alasan untuk keluar rumah, sekitar
13.05 tiba di bank mandiri untuk urusan Anak Yatim Kompleks Puri Cileungsi, antrian di dalam tidak terlalu panjang.
13.45 Cukup lama menunggu saat belanja di pusat grosir Cileungsi lima kilogram kacang ijo, yang harganya akan naik menjelang bulan puasa dua puluh sembilan hari lagi, yang belanja grosiran cukup banyak, mobil bagus- bagus di gunakan belanja tepung terigu, memang kehidupan kalau diserahkan begitu saja kepada mereka, ya benar- benar saja, itu mobil aku, aku pakai bawa karung terigu itu urusan ku.
Untungnya Allah SWT tidak begitu, kehidupan itu dirumuskan, dituntun, di ajarkan, dipercontohkan, dan di azab.
14.30 Mendatangi beberapa toko kacamata berkaitan dengan kacamata baca nya istri, yang selalu bermasalah, akhinya diujung pencarian diketemukan juga, yang berkesesuaian antara harga beli dan kualitas barang, lima belas ribu rupiah untuk sebuah kacamata baca istri, yang di baca adalah ayat-ayat Allah SWT di dalam Al-Quran.
15.00 Masuk rumah
     
Jumat, 6 Juni 2014
02.30 Terbangun yang diinginkan adalah kacang ijo panas berkuah kental tepung terigu, mulai mempersiapkan panci presto, bahannya dan cuci bersih, masak diatas kompor dan tinggalkan untuk  
03.00 Shalat Tahajud dan di sambung membaca Al-Quran surah Al-Maidah
04.00 Kacang ijo berkuah kental terigu panas- panas mulai dikudap.
Sesendok demi sesendok sambil merenungi kandungan ayat- ayat surah Al-Maidah yang intinya bagaimana dua belas hawariyin itu
memohon dengan sedikit memaksa untuk Allah SWT mau menurunkan makanan buat mereka.
05.11 Membantu memotong kambing tetangga yang mengkhitankan putra nya. 
Berjalan menuju lokasi dimana akan ditempatkan darah pemotongan kambing, terlihat sudah dua warga mempersiapkan penggantung karkas kambing, sayangnya terlalu pendek sehingga di batalkan, saya mulai mencari siapa yang punya bambu panjang, ketemu di pak Dahlan.
Bertiga mengangkat bambu.
Pemasangan penggantung karkas kambing dimulai.
05.25 Mulai melepaskan tali temali pengikat kambing
05.30 Mengiringi kambing menuju tempat pemotongan
05.32 Dilakukan ijab kabul.
05.33 Berjalan menuju pemotongan
05.40 Kambing mulai diikat
05.45 Takbir dikumandangkan untuk mengiringi pemotongan kambing
05.50 Mulai menguliti kambing pertama
06.45 Mulai menguliti kambing kedua
08.00 Selesai sudah pemisahan daging dengan tulang dengan kulit, untuk dilanjutkan dengan pekerjaan pencincangan  daging untuk di sate dan di gulai, setelah itu pulang sambil membawa hadiah berupah delapan tapak kaki kambing.
08.20 Shalat Dlhuha
09.00 Gas habis.
09.15 Menguliti kaki kambing, cukup sulit juga ya.
11.00 Berangkat shalat Jumat
19.30 Memenuhi undangan selamatan atas aqiqah dan khitanan sang putra tetangga, Dirham.
20.30 Pembacaan doa di mulai
21.30 Acara selesai.

Sabtu, 7 Juni 2014
05.00 Lari pagi bersama istri, membakar energi yang tertimbun akibat makanan yang si asup.
06.00 Putuskan untuk mengakhiri olah raga lari sebab tetangga masih ada hajatan cukup besar dan harus diperhatikan dari yang kecil dan sepele.
06.30 Tiba dirumah tetapi tidak langsung masuk rumah, hanya istri saja yang akan mempersiapkan pakaian yang masuk rumah.
Keadaan tempat hajatan sedang menurunkan kursi- kursi plastik, mulai ikut mengatur kursi, tetapi sewaktu mulai bertanya dimana meja untuk tempat minum aqua dan tempat bakso, dan tempat terima ramu, itulah permasalahan sekarang, tetangga ada yang memiliki dua meja yang dibutuhkan, dan satu meja tempat air minum aqua di ambil dari meja yang ada di rumah itu dengan menurunkan buku- buku yangg masih menumpuk.
06.35 Mengangkat meja dan mulai merapikan meja dengan kain penutup.
Fifi yang melihat ayahnya sibuk membantu ikut berlari dari rumah dan ikut sibuk menarik lipatan kain untuk ditebarkan sebagai penutup meja.
06.55 Mulai mempersiapkan perapian untuk membakar api.
Tetangga yang menjual arang ikut membantu mempersiapkan arang dan harus dibayar.
Panasnya api mulai membakar.
07.25 Sate- sate mulai dibakar ulang.
07.45 Finish pembakaran sate.
07.47 Sound system mulai disiapkan
08.25 Dianggap selesai urusan resepsi sebentar siang.
08.27 Masuk rumah, bersih badan.
08.35 Shalat Dlhuha
09.30 Dengan bersarung dan berbaju jas putih peningggalan almarhum ayahnda, mulai menuju ketempat perhelatan.
Pihak keluarga dari si empunya hajatan mulai berdatangan dan ada yang datang dari Jepara Jawa Tengah.          
12.30 Setelah shalat Dzhuhur langsung ganti baju dan kembali bertugas sebagai penerima tamu acara resepsi khitanan anak tetangga, terima tamu bersama istri.
14.59 Hari semakin siang, tamu sudah sepi, anak- anak teman yang dikhitan semakin banyak menguasai loudspeaker dan sound system mengumandangkan lagu oplosan, lagu itu sangat fasih di lafalkan anak-anak.   

15.15 Adzan Ashar, shalat
15.35 Ganti baju batik sebab sinar matahari sudah surut, sehingga kalau mengenakan batik tangan panjang, akan memberikan kesan tambahan.
15.45 Kembali ke posisi sebagai among tamu acara resepsi khitanan anak tetangga.
Tamu yang memilih datang sore hari banyak juga sehingga acara cukup ramai.
17.30 Tiba saat nya resepsi berakhir, pernyataan ini tidak tertulis, dengan gerakan badan berdiri dari tempat duduk sambil membawa tempat duduk yang diduduki tadi kemudian ditumpuk ke tempat duduk yang kosong dan dilanjutkan dengan tempat duduk- tempat duduk yang lain. 
Demikian pula bagian sound system begitu dilihat saya menumpuk kursi tanda akhir acara resepsi khitanan, secepat nya mereka memutuskan hubungan listrik ke saluran PLN, dan dilanjutkan dengan pekerjaan menggulung kabel, menurunkan pengeras suara, melipat tripod salon tegak.
17.40 Masuk rumah dan langsung terdengar adzan Maghrib.




Minggu, 8 Juni 2014

Nasi Goreng Kambing

05.10 Setelah shalat Shubuh, terpikirkan jikalau dari kemaren pak Mulyo itu minta nasi goreng kambing.
Pagi ini berniat membuatkan untuk dia, langkah pertama adalah memberi contoh ke Fifi bagaimana menggunting kecil- kecil lemak kambing yang sudah empat hari ada dirumah, setelah itu ibunya membantu membuka bawang merah dan putih dan bawang bombai.
Awalnya pecahkan tiga telor ayam di wajan panas aduk sehingga pecah dan hancur, angkat sisihkan.
Berikutnya adalah irisan bawang merah dan bawang putih dan bawang bombai ditumis agak lama dan di susulkan potongan halus lombok rawit pedas agak banyak, masukan lemak kambingnya cukup banyak setelah itu masukan telor yang tadi di goreng, setelah itu masukan nasinya cukup banyak dan mulai di aduk rata dan matang.
Masukan saus campuran kecap 5 sendok dan saus teriyaki 1 sendok beri air lima sendok aduk rata dan masukan, lanjutkan lagi adukan nasi itu, setelah itu di cicipin, hambar, sebab memang saya tidak suka garam tetapi ini kan akan diberikan ke pak Mulyo, beri garam dan merica sampai ketemu rasanya.
Satu wajan panci agak besar dituang nasi goreng dari penggorengg kerumah pak Mulyo, ibunya yang berjalan lebih dahulu langsung mengetuk pintu rumah kakaknya pak Mulyo dimana beberapa hari ini pak Mulyo tidur di sana.              
06.00 Pak Mulyo terkejut pagi- pagi di anterin nasi goreng kambing satu panci besar cukup untuk 5 orang porsi besar.
06.15 Berlari, mengingat hari sudah agak siang dan istri pun ikut berlari setelah kemaren di tempat perhelatan khitanan banyak makan banyak jenis makanan.  
07.00 Masih berlari di area kompleks perumahan Grand Nusa Indah, dan banyak nya orang yang berlari pagi ini.
Berlari terkadang cepat dan terkadang perlahan, mengikuti irama jantung.
07.30 Masuk rumah.
07.41 Urusan air bersih untuk mandi bersih badan.
08.00 Menjahit sarung yang tadi sewaktu shalat shubuh ada robek, gagal menjahit sebab tali tidak berputar, tinggalkan saja dan kerjakan.
08.30 Shalat Dhuha.
09.00 Diserang ngantuk.
10.00 Mulai memasuki Al-Quran surah Al- Maida.
 Perenungan yang panjang, kemiskinan yang halus.
 
Senen, 9 Juni 2014

Selasa, 10 Juni 2014
05.00 Saat istri mengingatkan jikalau bahan makanan di kulkas sudah habis, tetapi berangkat ke pasar terhalang oleh tidak diketemukannya kunci motor, cukup lama mencari dan membongkar.
06.00 Berangkat menuju pasar yang seharusnya hari minggu kemaren dulakukan, pertama kerena kelelahan habis among tamu di hari Sabtunya dan masih ada lauk.
Harga di pasar belum terlalu bergejolak
07.30 Masuk rumah
08.00 Ketimun, Terong ungu, Wortel, Tempe  dan dua butir telor, setelah dicuci bersih, dimasukan kedalam panci wajan bertutup, tanpa diberi air, api kecil biasa saja, dari panas api ini akan memasak semua sayuran yang dimasukan, dan sekarang dibiarkan saja dan sebaiknya mengerjakan shalat Dlhuha
08.15 Shalar Dlhuha dua puluh rakaat, shalat yang menenangkan jiwa sambil berdoa untuk anak-anak di ujung akhirnya
09.00 Makan dengan sambal tomat semua apa yang dimasak didalam panci wajan tertutup, terongnya menjadi lunak dan sejuk  ke hati, demikian pula yang lain, tidak ada tambahan garam dan gula.
Badan harus di pelihara sebab empat puluh hari lagi akan donor darah sukarela yang ke lima puluh enam kalinya.
13.00 Istri mengingatkan besok hari Rabu 11 Juni 2014 adalah pembagian sembako untuk anak yatim sehingga memasuki nifsu Syahban yang jatuh tanggal 12 Juni 2014 esok harinya mereka sudah memiliki sesuatu untuk dimakan.
Siang hari bermotor dengan istri ke pasar Gandoang, beras yang di cari dari kriteria harga ada berasnya, tetapi persentase butir beras pecahnya tinggi, sehingga di batalkan pembelian di pasar Gandoang.
Pulang dahulu ke rumah sebab akan mengambil jicket dan helm menuju pasar Cileungsi.
14.00 Di Pasar Cileungsi, siang itu cukup panasnya, beras yang dicari sebanyak satu setengah karung, ada.     
14.25 Pulang dengan membawa satu setengah karung beras, bermotor perlahan saja sebab bisa jatuh berasnya, kemungkinan licin pelapis jok dudukan motor akibat lobang jalanan.
18.20 PLN memadamkan aliran listriknya dan gelap pun terjadi
22.00 Listrik hidup.


        
Rabu, 11 Juni 2014



Kamis, 12 Juni 2014

20.45 Bus terakhir datang, dari sepuluh bus yang berankat, suasana gelap, dan hujan turun cukup deras, sudah basah kuyup sarung yang dikenakan, jeleknya lagi, bus itu parkir menurunkan penumpang  anak- anak agak jauh dari titik sekolah, suasana gelap masih mencekam dan lalu lintas macet, bagaimana dalam suasana mati lampu melihat satu persatu wajah- wajah yang turun.
Jalanan penuh dengan orang tua murid yang mencari masing- masing anaknya, di siram hujan yang merintik dan matinya listrik PLN. 
.Mulai mendatangi bus dan salah seorang guru yang menyertai anak murid mengatakan jikalau Fifi masih ada di atas bus, belum turun.
Fifi sudah menyebrang jalan kata salah seorang orang tua murid yang ikut menjemput anaknya di suasana gelapnya malam, dibawah siraman air hujan yang turun.      
Macet pun tak bisa dihindari, menyusuri jalanan menuju motor di parkir.
Rupanya Fifi sudah berdiri di samping motor yang diparkir bersama teman nya, Fifi mengenali keberadaan motor ini di dalam gelap malam dimana listrik PLN padam.  
21.05 Bermotor bertiga, temannya Fifi ikut.
Tidak memilih jalan umum sudah dipastikan terjadi kemacetan, dan melintas di gangnya pak Geboy almarhum.
21.07 Motor berjalan perlahan sebab sinar lampu motor digunakan untuk menerangi tiga orang anak perempuan murid kelas enam yang berjalan pulang didalam gelap malam.
21.10 Untungnya rumah mereka bertiga tidak terlalu jauh, sehingga sewaktu mereka memasuki gang, maka sudah putus kewajiban moral menerangi jalanan dengan lampu motor sebab sudah terhitung dekat rumahnya, motor berjalan lurus dan kecepatannya ditambah, menembus ketebalan semak dan pepohonan dan tiba di langit gelap yang diyakini sebagai ladang yang baru tadi sore di panen, sedang bermotor bertiga di bawah langit yang gelap serta diiringi matinya listrik dan hujan masih turun, terasa tangan- tangan Allah SWT turut melindungi.
21.15 Memasuki lorong gelap memotong perumahan tanpa penerangan  dengan hujan merintik, mengantar temannya Fifi dahulu kerumahnya dan seteah itu
21.20 Masuk rumah.
21.25 Basah semua sarung, baju dan jicket sebab sewaktu berangkat menjemput Fifi tadi kan belum shalat Isya, dan sekarang berwudlhu dan mengerjakan shalat Isya berjamaah.
21.40 Makan ketan susu tempe goreng jilid dua untuk membakar tubuh yang kedinginan
21.45 Mulai mengerjakan tapungan air bocoran yang telah meluap.
22.00 Tertidur
 
Jumat, 13 Juni 2014

00.01 Tersadar, jikalau listrik sudah hidup kembali
Dan tertidur lagi.
05.00 Setelah shalat shubuh teringat jikalau lima belas hari lagi akan memasuki bulan Ramadhan, membaca ulang sebagian surah Al-Maidah, masih disekitar sajadah shalat secepatnya melapis kertas untuk letak semua unsur sarapan,  kemudian sarapannya adalah ketan susu tempe goreng tepung  berteman kopi susu kental manis, Astgfirulloh, Alhamdulillah enak bener.
07.00 Shalat Dlhuha
08.00 Minum jus sayur dari campuran tiga jenis yaitu Tomat, Terong ungu, dan Wortel, blender peras minum.
08.30 Badan sudah fit langsung cuci baju.  
08.57 Diatas genteng, disaat menjemur pakaian, menikmati keceriaan pagi yang tak sebanding dengan ke ganasan malam, tadi malam.
Angin dan hujan di iringi petir memenuhi langit.
11.00 Masjid Gaok depan pasar Gandoang, hujan lebat semalaman membuat bocor sebagian atap masjid, banyak waktu untuk dzikir dan membaca Al-Quran.
21.00 Menemani Fifi yang ngak bisa tidur, menanti kakaknya, Tyas yang belum pulang juga, minggu lalu Tyas ngak pulang.

21.10 Ada ojeg berhenti depan rumah Ternyata Tyas datang dan oleh2nya membawa sate padang, tak lama kemudian semuanya makan sate padang kecuali ibunya yang ngak mau gosok gigi untuk kedua kalinya.

Sabtu, 14 Juni 2014
03.00 Terdengar piring dan sendok berdenting ternyata ibunya makan sate padang sendirian, langsung aja menemani.
03.45 Tahajudan
05.00 Lari pagi bersama istri, teringat akan donor darah bulan depan sehingga badan harus sehat betul.
13.00 Memenuhi undangan pernikahan putri nya teman di RT 7 RW 8.

Minggu, 15 Juni 2014
08.00 Membakar ikan 900 gram yang dibeli tadi di pasar Cileungsi.
Rencananya sih mau makan ikan bakar menjelang datangnya tamu bulan Ramadhan, diperkirakan minggu depan, dan ikan itu secara tidak sengaja di beli tadi pagi sewaktu melihat ada orang membeli ikan kok cukup besar.
09.00 Makan ikan bakar berdaging tebal dan durinya jarang2, ibunya membuat bumbu sambal kecap irisan cabe dan bawang merah.
09.30 Shalat Dlhuha.

Senen, 16 Juni 2014
05.05 Memasuki  Terminal Kampung Rambutan dari arah jalan Penganten Alie. 

Selasa, 17 Juni 2014
14.00 Lelah luar biasa pulang dari mengantarkan Yasin memasukan lamaran kerjaannya menjadi administrasi, di Galur Senen Jakarta pusat.
Setibanya di rumah tidak ada yang sedap- sedap di makan, kehidupan harus berlangsung, kesedihan dan rasa bimbang dihati harus segera di usir, makanan pengusir sedih dan menumbuhkan semangat, tomat 4 buah cuci dan di iris tipis, jahe satu jari besar cuci dan diiris tipis, tepung terigu 100 gram, aduk rata, kurang air tambahin dikit aja, letakan di wajan panas tutup biarkan beberapa menit dan balik.
15.00 Minum teh panas tanpa gula saat makan piza tomat tanpa irisan sosis, ternyata cukup lezat dan enak sekali di liver, Fifi yang ikut makan malahan usul untuk dicampuri sosis.   
15.20 Adzan Ashar terdengar, segera shalat berjamaah dan membaca Al-Quran.
Takut benarrr, melintasi kehidupan ini tanpa Al-Quran, orang lain silahkan saja memberi komentar jelek tentang Islam dan Al-Quran, dan saya tetap membaca Al-Quran.


Rabu, 18 Juni 2014

Kamis, 19 Juni 2014

06.00 Fifi minta dibuatkan piza tanpa syarat,
kali ini campuran tepung terigunya diberi mentega cair dan dipecahin telor ayam sebutir saja setelah itu tepung terigu 200 grm dimasukan dan diaduk rata tuangin air dan aduk lagi sampai cukup encer dan kentalnya.
Topingnya irisan bawang, sosis dan bakso, ada tomat, membuat tiga, dan jadilah pagi-pagi sarapan piza tanpa syarat, tanpa syarat itu maksudnya tidak perlu ini dan itu. 
06.25 Mencari bengkel buka sebab sejak kemaren sore pulang dari Bogor lampu motor mati.


Jumat, 20 Juni 2014
Waktu Jumat untuk shalat Jumat  yang dinanti akhirnya tiba juga, banyak hal yang harus diselesaikan, dan dibutuhkan stamina yang berkualitas, sejak jam di angka 03.30 membuat kacang ijo jahe hambar
10.30 Persiapan ke masjid untuk shalat Jumat
11.00 Masjid depan pasar Gandoang itu masih sepi, memasuki nya dengan ketenangan dan khusyu, shalat dan membaca Al-Quran untuk mendekat lebih dekat kepada si pemilik kehidupan, Allah SWT.
13.00 Fifi sudah gelisah saja, jam berapa mbak Astari terbang dari Makassar, pertanyaan itu selalu di ucapkan.
Jam berapa pa jemput Astari di terminal Kampung Rambutan.
15.45 Setelah shalat Ashar mulai berkemas untuk bermotor menjemput Astari.
17.04 Masuk terminal kampung rambutan

Sabtu, 21 Juni 2014




Minggu, 22 Juni 2014

19.30 Anaknya Erick menangis sebab dicakar bontek kucing dirumah, dari tadi sejak masuk rumah ini, anak ini tertarik dengan kucing, e malahan kucing si bontek tidur di depan anak- anak yang sedang disuapin makannya dengan ibunya.
Tangisan anak ini sangat kuat, dan dirumah sudah bertahun- tahun tidak ada anak kecil menangis, sehingga tangisan itu dengan senang di nikmati tekanan dan selingan tarikan nafasnya.
20.00 Saat Erick minta diri sempat membawakan ikan mas panggang berbumbu merah dan ketan susu buatan sendiri.


Senen, 23 Juni 2014

Merah dan putih, dua warna yang tegas, biarlah merah dan biarlah putih, akhirnya kita memaklumi, hujan yang datang mendadak di tengah hari ini adalah merah, sebab basah semua pakaian yang baru tadi pagi dan cuci, dan putih adalah peristiwa keihlasan untuk mencuci sekian banyak baju, ngak usah di sesali berkepanjangan, tapi semua sarung tidak ada yang kering, shalat dengan sarung sedikit lembab, dan parahnya handuk basah kuyup kehujanan.
Yang merah biarlah merah dan yang putih biarlah putih, kalau merah mau putih ya silahkan.

Selasa, 24 Juni 2014
05.00 Berlari bersama istri, udara pagi masih sunyi, terlihat dijalanan beberapa pegawai instansi militer, yang berdiri menunggu bus jemputan, kedai- kedai yang belum buka dengan sampah berserakan dan tempat duduk yang diletakan terbalik diatas meja jualan.

Pagi masih sepi tapi lari dengan kecepatan agak lebih cepat sehingga pembakaran kalori cepat terjadi, kemudian diiringi dengan jalan kaki untuk meredahkan jantung yang berdetak keras.  
17.00 Mendorong motor laki
19.30 Ke Pak Juned
21.00 Masuk rumah setelah mengurus motor di bengkel.

Rabu, 25 Juni 2014

05.19 Persiapan berangkat ke Bogor ngurusin BPJS Kesehatannya Pak Juned orang desa Mampir yang terkena stroke dan miskin dan tidak mampu membayar BPJS Kesehatan, dan tidak mau lewat PBI BPJS Kesehatan sebab prosedure nya rumit dan memakan jarak jauh.
Sehingga saya mengatasi nya apabila ada kerabat yang menguruskan BPJSKesehatannya  melalui saya saya mintakan kesediannya untuk bisa membantu satu orang miskin, baik sebagian kecil dari iuran bulanannya yang harus di bayar ke bank sebesar dua puluh lima ribu lima ratus rupiah atau dibayar semuanya. 

06.00 Berangkat menuju kota Bogor, Fifi, Yasin dan Astari di tinggalkan dirumah.
Motor sudah enak di kendarai setelah dibengkelkan tadi malam.
06.12 Isi premium di SBPU Mekar Sari.
06.30 Sudah berada di pedalaman Cikeas menuju River Side, pagi udara cukup sejuk.
07.00 Daerah Cilangkap setelah Kinansih.
07.30 Sukaraja akan memasuki kota Bogor
08.00 Tiba di kantor BPJS Kesehatan Bogor, terpampang pengumuman jikalau kantor BPJSKesehatan Cabang Bogor, operasional hariannya pindah di gedung baru jalan Kedung Halang.
Langsung saja menuju internet di seberang jalan kereta api, Tanah Sereal Bogor.
08.30 Toko internet dekat jalan kereta api itu masih tertutup, dan parkir motor dan berniat hendak mengerjakan shalat dlhuha   
08.32 Menuju musholah diseberang jalan masuk gang, saat itu kendaraan dari arah kanan masih berhenti kerena terhalang pintu kereta yang diturunkan ada kereta melintas.
Didepan musholah yang terbuka tetapi tempat untuk membersihkan diri dengan berwudlu kok terkunci.
Rumah- rumah yang tertutup di sepanjang jalan itu sehingga harus berjalan jauh untuk bertanya siapa pemegang kunci kamar berwudlu nya musholah.
Situkang bubur di ujung gang memberitahu kan jikalau sipemegang kunci rumahnya berhadapan dengan musholah.
Berjalan lagi ke musholah, dan menuju rumah diseberang mushola, rumah itu tertutup, tetapi ada kran air di dinding depan sisi rumahnya.
09.00 Selesai shalat Dlhuha, kembali menuju warnet yang tadi tutup, warnet sudah terlihat terbuka.
Si Ade pengurus internet sudah aktif, proses pendaftaran BPJS Kesehatan online langsung dikerjakan, rezeki nya pak Juned, lancar pendaftaran online nya hingga keluar virtual account.
09.50 Pendaftaran BPJS Kesehatan keluarga nya pak Erick istri dan kedua anak nya akhirnya selesai.
10.00 Bermotor di kota Bogor Pasar Anyar  menuju ke BANK BNI untuk membayar BPJS Kesehatan lima jiwa.
10.30 Di kantor BPJS Kesehatan Cabang Bogor di Jalan Baru Kedung Halang menunggu diterbitkannya kartu BPJS Kesehatan pak Juned dan keluarganya pak Erick.
12.00 Merasa sudah masuk waktu shalat, seperti biasanya kalau berada di BPJS Kesehatan Jalan Ahmad Yani secepatnya mencari musholah, tapi di bangunan kontrakan yang baru ini, BPJSKesehatan Bogor tidak mempunyai musholah.
12.10 Mulai mencari- cari musholah untuk mengerjakan shalat Dzhuhur.
Pemikiran agak tenang sewaktu melihat dari ketinggian jalanan di mana BPJS Kesehatan Bogor berada, terlihat ada menara masjid, menyusuri jalanan berundak menurun enam meter dari permukaan jalan raya, setibanya di bawa, menara masjid yang terlihat dari jalan raya setelah dituruni ternyata bukan masjid, tetapi TK Aisyiah, lho mengapa memasang menara masjid kalau bukan masjid, dimana akalnya orang- orang Aisyiah Bogor ini, kan menipu namanya.
12.25 Sudah naik lagi keatas dimana jalan raya berada, di depan ada pendorong bakso rakyat yang beraroma bukan bumbu asli, mencoba bertanya " pak, musholah terdekat dari sini dimana pak ? ", si tukang bakso itu menunjukan ada musholah tetapi berada dibawah jalan raya, saya menangkapnya musholah itu terletak berada di jalanan menurun dan berada di ujung mata, ngak apa2 kataku, bukan begitu kata tukang bakso itu menjelaskan, musholah itu terletak dibawah jalan persis, kalau kita shalat terasa suara getaran mobil yang melintas di atasnya.
12.30 Kembali ke halaman depan BPJS Kesehatan Bogor yang disulap menjadi ruang tunggu dengan memasang tenda cantik, dimana istri duduk, ayo ma ada tempat shalat di bawah jalan.
Istri setuju saja dan berjalan mengikuti sambil berkata " kok bisa- bisanya tempat shalat di bawah jalan"
Semakin yakin sebab ujung anak tangga sederhana selebar tiga puluh sentimeter itu mengarah ke bahu jalan dan menuruni dinding sungai dan tiba di tanah datar terdapat musholah berdinding sederhana dan terletak tepat di bawah jalan.               
12.45 Shalat Dzhuhur di bawah jembatan di Jalan Baru Kedung Halang Bogor, aroma anyir dari sungai yang membawa kotoran perkotaan Bogor tidak bisa dihindari, baru terasa jikalau rana ini adalah bumi korupsi, dari Bupati nya yang tak jerah- jerah berkorupsi, entahlah, belum dinas pendapatan nya, belum kantor bersamanya, belum polisinya, juga pedagang makanannya dengan melakukan manipulasi bahan dan kimia.
Bogor seperti suatu kota yang menantang amarah Nya Allah SWT.
13.30 Hujan deras saat nama Erick yang kartu BPJS Kesehatannya saya urusin penduduk Jelambar Grogol Petamburan Jakarta Barat tetapi cetak kartu BPJS Kesehatannya di Bogor.
13.41 Bermotor meninggalkan kota Bogor dengan jiket basah kehujanan, hujan masih merintik dan pemandangan mendung kelabu menutupi seluruh kota Bogor.
13.55 Makan siang di Cibinong, melihat ada warung makan menjual ikan di pesmol, timbul rasa lapar, yang dibeli cuma lauknya saja dan nasinya sudah disiapkan sejak berangkat dari rumah tadi pagi.
Makanan cukup enak.
14.20 Sudah di jalanan Leuwinanggung
14.30 Giant di Kranggan untuk memenuhi pesanan Fifi yang minta sosis dan keju untuk dibuat pizza.
15.20 Shalat Ashar di masjid depan terminal Cileungsi.
15.30 Masuk rumah langsung disiapkan teh panas untuk menikmati makan roti berbumbu pedas.
Hujan turun dengan derasnya.
19.00 Shalat Isya berjamaah, timbul keinginan untuk makan,
20.00 Pak Maman belakang rumah datang tergopoh- gopoh menghabarkan ayahnya kritis
20.03 Merapikan diri, keluar bergegas, mampir di rumah pak Yapis, beritahu jikalau ayah kandungnya pak Maman kritis.
20.05 Masuk kerumah pak Maman, dan langsung ke tempat tidur, terlihat ayahnya sedang berbaring, secepatnya saya raba nadi nya dan sudah tidak ada gerakan, inalillahi waina ilaihi rojiun, mendadak meledak ruang dengan tangisan, saya sedikit terkejut kok pada menangis semua,
oh ya saya maklum ini duka cita, Astagfirulloh, berarti pernyataan saya setelah meraba denyut nadi ayahnya pak Maman Uki ini ditunggu-tunggu oleh 11 jiwa dari anak hingga cucu yang duduk mengitari tempat tidur dimana sang ayah pak Maman Uki berbaring.
Tak lama kemudian tangisan itu hilang tetapi pingsan, awalnya istrinya pak Maman Uki dan di susul pak Maman Uki nya sendiri.
Untungnya ada istri yang ikut disitu secapatnya menolong dengan memberikan harum-haruman di hidung istri nya pak Maman Uki.
  
Kamis, 26 Juni 2014
03.00 Membuat bubur kacang ijo sebab diperkirakan banyak kesibukan sebentar siang, sebab dibelakang rumah ada Jenazah yang belum dimakamkan..
05.00 Membaca Tahlil dan Tahmid di depan Jenazah orang tua laki nya pak Maman Uki.
06.00 Mulai berdatangan orang-orang untuk bertakziah.
Banyak yang membicarakan bahwa di syukuri almarhum tidak membuat susah yang ditinggalkan. 
11.00 Berjalan pulang dari pemakaman yang terbayang adalah Fifi minta pizza tetapi sejak tadi pagi belum dibuatkan.
12.15 Setelah shalat dzhuhur baru sempat membuat adonan pizza, potongan sosis sudah disiapkan dengan ibunya dan sekarang  12.30 angkat, wui pizza bantat jadi juga akhirnya 

Jumat, 27 Juni 2014

03.20 Hari memang masih pagi tetapi hari ini kan terakhir bulan Syaban, kasian waktu akan hilang percuma kalau ngak di pakai shalawatan rosululloh Nabi Muhammad SAW.
08.00 Matahari bersinar redup tertutup mendung tipis, tidak berpotensi hujan, selesai shalat dlhuha mejemur pakaian dan merasa beruntung dengan sistim penggunaan waktu, kemaren sore menjelang maghrib, mencuci pakaian, pakaian yang dikenakan merawat orang akan meninggal, pakaian memandikan jenazah, pakaian shalat jenazah dan menggotong jenazah ke makam, banyak bener pakaian yang di cuci.
Lha pagi ini dijemur sehingga tenaga tidak terlalu menderita.
09.50 Fifi minta dibuatkan nasi goreng kambing, daging kambingnya di ganti sosis.
10.00 Anaknya pak Waluyo minta blanko BPJS Kesehatan, ada tetangganya yang ingin mendaftar BPJS Kesehatan.
11.00 Berangkat ke masjid depan pasar Gandoang
16.00 Ke bengkel untuk melihat seberapa jauh memperbaiki motor laki, Fifi ikut juga, jalanan berdebu dan sedikit basah.
17.00 Saat dikendarai untuk di bawa pulang,
22.45 Masuk rumah

Sabtu, 28 Juni 2014
12.05 Shalat Dzhuhur di sarana pendidikan pesantren di Cipadu-Kreo-Tangerang, pergi ke Cipadu pasar tekstil disebabkan Tyas nya berinisiatip sendiri telah membeli bahan baju untuk dirinya dan adiknya, sehingga kemaren pagi sewaktu membicarakan model bagaimana yang di inginkan, keinginan model yang dikehendaki melahirkan 



Minggu, 29 Juni 2014
02.00 Terbangun sebab Hp berdering cukup kuat, kemaren tidak berdering lupa menset dering alrm jam dua malam.
Banyak waktu untuk membuat enaknya makan sahur.
06.00 Pasar Cileungsi, pasar terlihat sepi, alasannya banyak yang merayakan puasa hari pertama sehingga tidak berjualan.


Senen, 30 Juni 2014
17.00 Sore hari di saat akan mengantarkan takjilan buka puasa ke Masjid, jalan raya sangat ramai, kendaraan bermotor para pekerja yang pulang di sore hari saling berpacu kecepatan untuk mencapai tempat tinggalnya dan berbuka puasa dengan keluarganya.
Disetiap kedai penjual makanan berbuka puasa selalu di kelilingi pembeli untuk membeli kue- kue jualannya.
Masjid yang dituju untuk mengantar   

Tiada ulasan: