Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, Oktober 06, 2009

Persiapan Sepeda Santai

Sabtu, 15 Agustus 2009.

Pagi ini mengantar Astari ke Sekolah, tetapi istri bilang akan juga ke pasar sebab besok hari minggu ngak bisa ke pasar, sebab akan ke Departemen Pekerjaan Umum, untuk mengikuti sepeda santai bersama jajaran Dept PU juga dengan menteri PU, tapi hingga pagi ini sepeda belum juga didapat, sementara yang ada di dalam benak adalah bagaimana memanfaatkan dua sepeda yang diatas, yang selama ini di telantarkan, yang satu sepeda hadiah dari pembeliah Komputer, saat mana pentium belum ada, AT388.
Kemudian sepeda yang satu sepeda perempuan merah yang dibeli sewaktu berumah di Ciledug, dan membelinya di Pasar Rumput, Manggarai seharga Rp 125 000,- kemudain setelah itu di kendarai dari Manggarai hingga Ciledug.

Kedua sepeda itu sekarang sudah karatan.

Sementara Astari nya sudah turun dari motor, dan saya sudah memutar balik motor menuju arah berangkat, tetapi memikirnya jikalau istri yang akan ke pasar pagi ini juga berjanji akan ketemu di tempat parkir toko fotografi Cemerlang, saya pikir pasti belum datang, sehingga saya sempatkan terlebih dahulu slahat dlhuha di masjid di belakang deretan toko sekitar Cileungsi.

Masjid itu cukup kecil tetapi sering di gunakan untuk shalat Jumat, dengan menutup halaman jalanan di depannya.

Shalat dlhuha telah di laksanakan di dalam masjid kecil itu, dengan seorang tua yang juga ikut shalat, ia datang terlebih dahulu dari pada saya, sedemikian banyaknya orang yang meraih rezeki Allah dengan menyempurnakan dengan shalat dlhuha.

Setibanya di parkir depan toko fotografi Cemerlang Cileungsi, saya belum melihat ada tanda- tanda istri sudah tiba di tempat itu, tanpa memperhatikan hal ini saya langsung berbelanja sayuran yang selalu dugunakan untuk campuran membuat jus sayur setiap pagi, terutama wortel, buncis terong ungu dan tomat, empat sayur yang tidak boleh ketinggalan, walau harganya naik.

Tiba – tiba ada suara memanggil, saat mana saya baru selesai membeli buncis 1,5 kg dan akan berjalan menyebrang jalan. Ternyata istri dengan belanja an berat sudah ada di seberang jalan, dari tadi ia melihat tidak ada motor parkir di depan Cemerlang, saya jelaskan jikalau saya mengerjakan shalat dlhuha terlebih dahulu.

Setibanya di rumah secepatnya makan dan langsung ke bengkel, saat menurunkan sepeda dari tempat parkir diatas, kaki lupa menuruni anakn tangga satu trap sehingga pergelangan kaki terasa sakit sewaktu menapaki lantai.

Ada- ada saja padahal luka kena knalpot belum sembuh benar, sekarang di pergelangan kakinya ada sakit.

Sepeda tua yang berkarat itu di ikat di motor dan motor dikendarai sementara Fifi ikut duduk di depannya.

Sesampai di Gandoang, di tukang sepeda yang tua itu, sepeda saya di taksir dengan banyak kerusakan, rantai diganti, letter s di ganti, gigi as depan dan belakang di ganti, ban luar dalam muka belakang di ganti, tali- tali di ganti diperhitungkan terkena Rp 150 000,-

Kemudian saat ia mengeluarka sepeda lama yang siap pakai konsidi baik bentuk sangat sederhana dan modelnya lama sewaktu ia membuka harga penawaran Rp 200 000,- saya tawar Rp 150 000,- dan akhirnya sepakat Rp 160 000,-

Sepeda sudah dinaikan lagi ke motor untuk di bawa pulang, hal ini menghindarkan waktu tungga reperasi sepeda mengingat Fifi ikut ke bengkel sehingga harus diperhitungkan kesehatannya.

Bisa sakit kalau lama di bengkel dan terkena hamparan debu jalanan.

Sesampainya di rumah sepeda di coba dengan Yasin.

1 ulasan:

bismijaya berkata...

ckup menarik, saya jadi terbawa suasana keadaan di narasi. salut...





---peluang usaha di bismijaya.com---