Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, Oktober 06, 2009

Upacara 17 Agustus 2009

Senen, 17 Agustus 2009.


Berangkat dari rumah jam 04.00, dan shalat shubuh di masjid dua ratus meter setelah puskesmas Ciracas, mobil parkir di puskesmas itu sudah banyak, apakah ada kegiatan di puskesmas sebelum shubuh, ternyata ada peraturan semua mobil dinas tidak boleh di bawa pulang. Setelah itu langsung ke kantor Departemen, dan tiba di departemen sekitar jam 06.00.

Sewaktu memasuki orinoar di gedung pak Menteri, jumpa dengan pak Sadanul, sang calon profesor dari penelitian Bandung, ia berangkat dari rumah di Bandung jam 04.00. Sama dengan saya hanya saja beda kecepatan saja, ia naik mobil dan saya naik motor.

Makan dahulu, berjalan ke arah belakang halaman, melintasi lapangan upacara yang masih sepi, mobil- mobil para pegawai departemen pekerjaan umum sudah mulai membanyak, parkir dimana- mana penuh, pintu kecil itu terlihat terbuka, padahal sebelumnya saya khawatir jikalau pintu kecil itu belum di buka sebab saat ini masih pagi.

Betul juga, deretan kios makanan di belakang kantor pertanahan itu masih tutup, hanya satu yang terbuka tetapi sewaktu saya masuk ternyata hanya makanan ayam goreng ulang, dan sambal dan hijau daun singkong, saya bertanya apakah ada berkedel, dijawab ngak ada, jam begini belum datang makanan, kerena hari masih pagi terpaksa memesan nasi dengan sayur dan kuah rendang seharga Rp 5 000,-
Setelah itu mengikuti proses acara tujuh belasan sangat bersemangat.

Banyak pimpinan yang baru naik dan sudah lama saya kenal.

Sambil menuju jalan keluar menyempatkan diri menuju ke Masjid Al Azhar untuk meletakan sumbangan sodaqohnya Yasin di Baitul Mall Masjid.
Kerena hari ini hari libur, uang itu saya lipat denga secari nama Yasin Ilmarahimy dan besarnya uang kemudian saya sisispkan di bawah pintu.

Saat keluar dari perkantoran, ketemu lagi dengan pak Sadanul yang akan pulang ke Bandung.


Sore hari setelah shalat ashar naik sepeda berdua dengan Fifi, sedangkan ibunya naik sepeda sendiri, tujuannya mencari es krim untuk memperingati acara tujuhbelasan agustus di rumah, sebab sudah kebiasaan sejak lama, setelah upacara tujubelasan ada makanan yang di bawa pulang.

Akhirnya tadi sepulang dari apel membawa pulang Rp 57.000,- uang ini digunakan untuk biaya untuk acara tujubelasan di rumah.

Bersepada hingga istri bilang jikalau sepeda yang saya naiki kempes ban belakangnya, sewaktu mengisi angin membayar Rp 1000,- uang sisa Rp 56 000,-

Bersepeda lagi di sore hari, kesibukan di jalan kecil itu terlihat sangat padat, tetapi sangat menghormati kepada orang yang bersepeda.

Daratan yang dahulu sawah yang subur dan sering dijadikan pemandangan yang baik untuk anak- anak, ternyata sekarang sudah berubah menjadi hamparan tanah siap bangun seluas mata memandang, sangat luas lebih 500 hektar barangkali, perkiraan saya akan di gunakan sebagai kompleks perumahan, memang sekarang masalah lahan untuk memenuhi kebutuhan perumahan sangat tinggi, tetapi pemerintah tidak memberi penuntunan.

Makanan yang didapat adalah es krim empat buah untuk Fifi, Yasin, Astari dan Tyas, kecap bango, syrop, togo biskuit, dan biskuat, kacang atom.

Tiada ulasan: