Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Jumaat, Februari 12, 2010

Selasa 1 Desember 2009 - Kamis 31 Desember 2009





Selasa, 1 Desember 2009.

Memenuhi undangan Persiapan Materi Pelatihan Methode Kuantitatif, ternyata dari hasil pembicaraan selama ini ada suatu kesepakatan yang mana saya tidak tahu kesepakatan itu, dan baru tahu sekarang, yaitu tulisan yang di bahas dalam membuka metode apa yang di gunakan dalam penyusunan tulisan itu adalah tulisan yang telah jadi laporan akhirnya.

Jam 12.30 keluar dari kantor menuju undangan yang di kirim dengan SMS Handphone, Hotel PP di Cawang, suatu hotel baru, yang saya tahu sewaktu masa konstruksi, bangunan itu sangat menarik perhatian sebab menggunakan systim preprabikasi, yaitu mengerjakan pekerjaan di pabrik kemudian di bawa ke site dan dipasang di sana, etrmasuk plat lantainya.

Jam 13.30 sudah sampai di depan hotel dan bertanya betulkah ini hotel PP, betul jawab penjaga tersebut, tetapi sewaktu akan memasuki halaman malahan memasuki halaman flat, terpaksa balik lagi.

Motor diparkir di basement hotel, kemudian naik tangga menuju lobby dan melaporkan jikalau akan memenuhi undangan rapat jam dua siang, dan saya di antar naik ke lantai dua dan di sana ada rapat dua ruangan dan kedua- duanya tidak ada yang berkaitan dengan pembangunan renovasi interior BUMN.

Sempat menelpon balik ke Departemen di mana teman sejawat yang menyampaikan undangan ini melalui Hp apakah betul ada pertemuan.

Dilacak ke Appartement juga ngak ada.

Akhirnya duduk sambil melepaskan penat di lobby hotel dan pak Imam dari departemen datang dan memberitahukan jikalau pertemuan benar disini.



Akhirnya di suruh istirahat di ruangan 211 atas nama pak Suroso orang PP.

Pertemuan berlangsung jam 16.30 di hadiri banyak dari para kontraktor

Saat jam 15.00 terjadi hujan lebat di wilayah Cawang dan menjadi banjir di jalan raya depan hotel, banyak kendaraan yang terjebak macet.


Magrib datang, saya tinggal untuk shalat maghrib di samping ruang pertemuan, dan selanjutnya semua menuju ke bawah untuk makan malam.
Saya berusaha untuk menjaga diri agar beban makanan ke jantung tidak terlalu kuat, makan malam saya hanya mengambik nasi dan capcay udang besar, makanan yang lain saya hindari.

Dari SMS di ketahui jikalau anak- anak dirumah sangat senang kalau bapaknya masuk hotel sebab anak- anak bisa numpang masuk, sekarang posisi anak- anak yang akan datang ke hotel Tyas Yasin dan Fifi sedang masuk jalan tol.

Saya bilang kepada pak Suroso yang mengatur akomodasi di hotel ini, jikalau anak- anak sebentar akan datang dan sudah pasti ia lapar, pak suroso mengatakan jikalau tidak apa- apa pak.

Jam 19.15 setelah shalat Isya, saya turun ke bawah ternyata anak- anak Tyas, Yasin dan Fifi sudah duduk di Lobby hotel.

Fifi berlarian menuju lift dan Yasin malahan kelihatan lucunya pura- pura ngak tahu mana kamarnya, sehingga ia jalan terus hingga ujung coridor dan balik lagi, sebab kamar hotel untuk di tinggali semalam ada di nomer 211 ada di tengah- tengah.

Setelah masuk ruangan dan mengetahui perlengkapan utama dalam ruangan kemudian anak-anak saya ajak ke ruang makan untuk mulai makan malam.

Fifi saya ambilkan soup daging dengan kekentalan seperti soup asparagus hangat agar bangkit selera makannya, malahan Yasin dan Tyas ikut juga makan soup hangat.
Sementara anak- anak makan saya tinggal rapat kembali ke ruangan.

Pembahasan utama adalah terjadinya banyak pekerjaan tambah kurang yang sangat susah untuk menutup kekurangan biayanya.

Terutama pekerjaan Water Chiller yang akan di pasang kapasitas 250 liter sebanyak 4 unit, tetapi pekerjaan nya di luar biaya yang di hendel untuk pekerjaan renovasi bangunan gedung.

Rapat mulai terlihat lancar setelah si pemilik Gedung BUMN datang, pak Irlan, dan banyak informasi yang terpecahkan yang dari tadi buntu selama rapat.

Rapat berakhir jam 23.00 malam.

Masuk keruangan ternyata anak- anak sudah diatas tempat tidur, dan Fifi terlihat agak demam, tempat tidur sudah di rapatkan sehingga terlihat lebar.







Rabu, 2 Desember 2009.




Jam 00.30 Fifi merintih sakit kakinya, fifi ngak bisa tidur, saya angkat tidurnya ke sisi saya dan saya gosok dengan minyak gosok yang selalu saya bawa di dalam tas, tetapi lama ke lamaan saya berfikir mengapa tidak saya gunakan air panas untik menyekah kakinya yang sakit, setelah di seka air hangat Fifi terlihat tenang dan mulai tidur.

Cover bed putih bersih yang di gunakan anak- anak untuk selimut tidur, saya ambil satu dan saya gunakan tidur dikarpet bawah di mana cover bed itu sebagai alas tidurnya, enak juga dan tertidur, hanya saja kok sempit sekali, terasa dingin sewaktu lengan kanan ini berdampingan dengan dinding.

Jam 03.30 bangun saat Hp berdering membangunkan, kemudian ke kamar mandi untuk berwudhu, bersih dan sempit kamar mandi ini, buang air besar kemudian shalat.

Jam 04.06 terdengar adzan shubuh sayup- sayup masuk ruangan, setelah shalat mulai membangunkan anak- anak untuk shalat.

Jam 05.00 jalan- jalan keluar hotel sambil memperhatikan detil hotel, sebab kalau sudah keluar dari halaman hotel berarti akan masuk harus membayar lagi.

Beberapa tempat yang dianggap baik untuk di jadikan shoot foto adalah di depan pintu masuk, disisi air terjun turun dan pada halaman depan.





Jam masih menunjukan pukul 05.40, anak- anak minta naik untuk buang air, naik lagi dengan lift, lift di biarkan sampai lantai 12 mau lihat monas pak kata Fifi, tetapi hanya pemandangan Jakarta di waktu pagi saja terlihat.

Jam 06.06 mulai turun ke bawah untuk makan pagi, setelah menyodorkan nomer kunci anak- anak mulai mencari makana kesukaannya, untuk Fifi yang paling di senangi terlebih dahulu adalah sereal dengan siraman susu di mangkok.










Makan sarapan tidak dilakukan serentak, di buat sesantai mungkin, habis makan roti makan buah yang lain. Dan terakhir makan nasi lengkap dengan lauknya, fifi malahan begitu melihat ada salada minta salada dengan irisan daging tipis, seperti di hotel mulia katanya.

Jam 08.00 keluar dari hotel, Tyas, Yasin dan Fifi saya antar keluar hotel, mereka bertiga akan berjalan mencari jalan penyebrangan sebab angkot nomer 56 ada di seberang jalan, kemudian saya turun ke lobby untuk mengambil motor dan keluar juga, sewaktu motor berputar arah dan anak- anaki sudah di seberang jalan terlihat mereka bertiga berjalan di trotoar Cawang.

Saya mengangkat tangan berdoa pada Allah, agar tiga anak itu di lindungi.

Motor berjalan menuju ke Celilitan, tetapi di ujung jalan ada halangan dimana semua kendaraan harus belok kanan, saya belok kanan dan setelah disisi yang paling kiri kendaraan saya matikan, dan saya dorong berlawanan arah menuju arah Celilitan, saya perkirakan jalan untuk mencari putaran ke arah sisi kiri menuju Celilitan ada di depan sekitar 500 meter.

Di Celilitan motor belok kanan menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata, kemudian menyusuri jalan Buncit dan tembus di Bengkel Buncit, disana sempat berhenti sebentar untuk membeli olie dan mengisi sebagiannya ke olie mesin, mesin motor terasa enak.

Masuk kantor tepat jam 09.30. Rapat hari ini adalah membahas Jafung untuk kegiatan penelitian tahun 2010.

Sampai jam 12.00 rapat belum selesai, jam 13.00 saya tinggalkan menuju ke Project renovasi gedung BUMN.

Hasil rapat adalah sebagai beikut:

Laporan penyerapan fisik hingga hari ini adalah 24,66 %
Target penyerapan adalah 41,66 %
Berarti terlambat 16,6 %

Suasana rapat lapangan


Sesaat sebelum rapat mingguan di mulai


Mengejar batas waktu kerja



Dinding yang tidak rapi


Penambahan lobang saat lantai sudah di waterprofing sangat membahayakan




Dengan Direksi Pengawas


Pekerjaan Rehabilitasi interior Gedung Kementerian BUMN





Pertemuan karpet dan dinding yang belum selesai



Menaikan lantai untuk di isi rumah kabel komunikasi




Suasana rehab di lantai 17


Keterlambatan sedemikian besar harus ada jalan keluarnya, apakah berupa peringatan.

Keterlambatan yang lain adalah ruangan yang akan di kerjakan dalam keadaan aktif, sehingga memerlukan hari khusus untuk melaksanakan pekerjaan, memindahkan dan memeprsiapkan ruangan pindah.

Pulang kendaraan sangat padat sehingga shalat maghrib di musholah kecil di jalan Kelapa dua Wetan.

Masuk rumah jam 19.00






Kamis, 3 Desember 2009.

Keluar rumah sekitar jam 05.00 pagi, memang hari ini matahari lebih cepat keluar dari sarang sehingga cuaca pagi yang terang sudah bisa di nikmati dalam perjalanan ke kantor.

Hari ini Departemen ulang tahun ke 64, sudah sepantasnya semua pegawainya datang utnuk mengikuti upacara bendera.

Tiba di lapangan upacara bendera masih cukup pagi, terlihat dari masih sedikitnya orang- orang Balitbang yang kumpul di kelompok barisan Balitbang.

Tepat jam 08.00 acara di mulai, saya sendiri merasa sedikit ngak enak badan, batuk yang masih mendera sejak pulang dari hotel tersebut.

Acara pun akhirnya selesai setelah pak Menteri memberi kata sambutan banyak hal tugas dan fungsi Departemen menghadapi goal mileneum.

Sewaktu jumpa dengan Rony dan telah tanda tangani saya menanyakan kepada rony mengapa transport hari senen kok belum di bagikan, bukan saya pak yang membagikan. Tetapi bidang, mengapa setiap orang yang di tanya kok menghindar sebab tidak jelas, akhirnya ibu appun datang dan saya tanyakan dan ibu appun menunjuk ibu dewi dan dengan muka yang kusut ia menjawab nanti akan dibagi juga.

Sesampainya di kantor ia tetap marah- marah soal tagihan itu, besarnya seberapa, dan lain sebagainya.

Hari ini Tyas berangkat ke Denpasar, setelah telepon ke rumah sekitar jam 15.00, ternyata Tyasnya sudah berangkat, kemudian sewaktu menelpon ke Hp nya Tyas, Tyas sudah sampai di Kampung Rambutan Terminal Bus.


Jumat, 4 Desember 2009.




Jam 00.30 Fifinya terbangun berteriak memanggil mamanya, saya turun untuk menenangkannya, sementara ibunya saya biarkan istirahat dahulu.


Jam 10.00 pagi.Saya pikir marahnya sudah reda, ternyata pagi ini masih ngomel berkepanjangan, saya tidak ambil pusing, Cuma saya pikir kantor ini tidak efektip.

The mountains of Afghanistan's people just seat against the cold, he would run fast if there is a division of weapons today

not by lowering many of the troops then fired all the people, for the Taliban is very difficult to differentiate with other indigenous

Berangkat ke Departemen, untuk memenuhi kewajiban menandatangani surat tagihan pengelolah teknis, setibanya di Kantor Menteri Negara Perumahan Rakyat untuk memarkir motor siang itu sekitar jam 14.00, udara cukup sejuk, tidak terlalu panas, kemudian melangkah ke masjid Al- Azhar untuk memasukan sumbangan atas nama Yasin, setelah itu berjalan keluar masjid menuju kantor Departemen Pekerjaan Umum, di bungkus amplop yang di dalamnya terdapat surat keterangan bahwa telah menyumbang infak atas nama Yasin, saya menuju ke departemen.

Setelah tanda tangan tagihan selesai kemudian berjalan ke ruangannya pak Utui, sahabat lama.



Minggu, 6 Desember 2009.

Ke pasar ber samaan dengan Yasin, Yasin bersemangat ke Pasar. Harga- harga sayuran terlihat mulai naik, yang paling murah Terong ungu Rp 5 000,- per 2 Kg.
Rezeki kali ini adalah dapat memborong brokoli sebanyak 2 kg lebih seharga Rp 5000,-

Setibanya di rumah secepatnya membuat jus sayur dan banyak sayuran yang baru di beli sehingga lengkap jus nya.

Cucian baju segitu banyaknya langsung di tangani dengan baik.


Senen. 7 Desember 2009.


Bersama istri pergi ke Poliklinik gigi Departemen dan sementara istri ke poliklinik saya parkir ke Bank Mandiri untuk mencari suasana baru, ternyata banyak perubahan setelah sekian lama bank ini saya tinggalkan semenjak saya berkantor di Pasar Jumat.

Ke Pasar jumat untuk Laporan kepegawaian, kemudian mengantar istri pulang kerumah.

Sisa waktu di rumah di gunakan untuk istirahat, sebab hari ini masih puasa hari senen.




Selasa, 8 Desember 2009.

Dari rumah sudah di niatkan akan membeli kacang hijau untuk konsumsi di rumah, sebab kacang hijau yang di masak menjadi bubur di rumah sudah habis sejak buka puasa kemaren sore.

Banyak toko bahan makanan yang di datangi hingga pulangnya tetap jawahbannya sama yaitu kacang hijau tidak ada.

Jalan Simatupang yang biasanya macet hari ini lancar, tiba di kantor sekitar jam 08.40.

Hanya saja kerena di kantor suasananya kurang mendukung kantor saya tinggalkan jam 14.00 siang.





Rabu, 9 Desember 2009.

Dengan semangat baru akan menghidupkan persatuan Alumni IHS-NL sebagai kegiatan tambahan. Sesampainya di kantor malahan mandeg. Untuk bagaimana menyusun surat kepada siapa.



Kamis, 10 Desember 2009.


Acara seminar Infrastruktur di ruang Saptataruna Patimura Jakarta.

Sebelum memasuki kompleks perkantoran Departemen Pekerjaan Umum, ke Al Azhar terlebih dahulu untuk membayar sodaqoh dan infaq, jumlahnya ngak banyak hanya istiqomah untuk tetap bersodaqoh dalam kondisi bagaimanapun itu yang di cari.

Saat pak Menteri memberi pengarahan ada point- point yang penting yaitu :

• Irigasi rusak akibat bencana dan peralihan fungsi lahan
• Pendangkalan waduk dimana waduk lebih cepat habis masa pakainya di bandingkan umur rencana
• Kekumuhan di wilayah perkotaan akibat kemiskinan
• Penataan ruang yang lemah pengendaliannya
• Perubahan iklim di jadikan landasan konsep semua kebijakan pembangunan
• Ekonomi di targetkan tumbuh merata
• Litbang harus mendapatkan methoda terapan dengan pelaksanaan massal, murah dan lebih baik.

Acara yang di kemas untuk tingkat sektor ternyata jatuh kepada rutinitas pembahasan aspek pengkaryaan hasil seminar, padahal tujuan seminar adalah memperkenalkan ini loh salah satu karya Litbang dan silahkan sektor mengantisipasinya dalam bentuk program berkelanjutan.

Hal ini tidak muncul, yang hanya muncul adalah lemparan- lemparan kalimat yang sepatutnya keluar sewaktu dalam rapat pembahasan.

Jam 14.00 masuk kembali ke ruang kerja kantor di pasar Jumat, suasananya sepi, sebab banyak yang masih tertinggal di Pattimura.


Jumat, 11 Desember 2009.

Pagi hari setelah mengerjakan shalat Shubuh langsung mencuci pakaian, kemudian mengambil sedikit istirahat, dan selanjutnya membuat jus sayur, tetapi saat akan berangkat kekantor jam 06.30 pagi, tiba- tiba badan terasa ngak enak, saya pikir saya harus istirahat.

Perut terasa akan muntah.

Jam 11.20 saat sadar ini kalau hari Jumat dan akan mengerjakan shalat Jumat, bangun dari tidur, tetapi terasa mual dan muntah.

Cukup sakit.

Jam 11.25 istirahat lagi.

Jam 11.45 berangkat ke Masjid untuk mengerjakan shalat.

Jam 12.30 istirahat kembali di tempat tidur.

Jam 13.00 Fifi dan Ibunya baru datang dari Poliklinik gigi departemen.

Jam 20.00 ada sms, tetapi sewaktu akan di baca Hpnya mati kehabisan betery, dan colokan batery yang lama sudah ngak bisa di pakai lagi, sehingga ibunya malam hari mencari di rumah tetangga yang menjual peralatan Hp untuk mencari colokan beterynya.

Terbaca di dalam pesan SMS ini, dikirim oleh pak Ahyat, isinya memberitahukan jikalau tiket pesawat ke Jogjakarata dan pulangnya sudah ada di Satpam kantor, berangkat jam 7 pagi, dan harus di kantor jam 05.00 pagi.

Saya berfikir harus ikut, padahal badan masih belum bisa diajak kompromi sebab sakit tadi.

Yasin membantu mempersiapkan pakaian yang akan di bawa ke Jogjakarta, dan ibunya mencari makanan kecil untuk dibawa selama perjalanan.




Sabtu, 12 Desember 2009.


Jam 02.30 terbangun Hp, secepatnya bangun dan shalat tahajud, kemudian berkemas dan sekitar jam 03.00 keluar dari rumah untuk berangkat kekantor.

Suasana gelap dan dingin, tetapi bulan yang ber sabit menandakan jikalau beberapa hari lagi akan memasuki bulan baru., tetap bersinar, saya bersyukur kepada si Pencipta.

Perjalanan semakin kencang dan jalanan masih terasa sepi, beberapa kendaraan motor yang terlihat misterius mengawasi perjalanananku malam ini, ia menaksir apa yang dibawa, dan kemungkinan besar mereka adalah penjahat.

Memasuki kantor jam 04.04 masih pagi, dan membangunkan satpam.
Dari Satpam diterima tiket dan uang jalan, hanya saja setelah diperhatikan sewaktu naik ke lantai atas ternyata uang jalannya hanya tiga hari dan padahal berangkatnya hari ini pulangnya hari kamis berarti lima hari, akhirnya saya batalkan perjalanan.

Setelah shalat shubuh di kantor semangat membatalkan perjalanan itu semakin tinggi, setelah menelpon ke rumah memberi alasan mengapa di batalkan, istri mengerti.

Pulang menuju rumah, jam 05.20.
Masuk rumah masih pagi sekitar jam 06.45.

Ternyata sewaktu saya berangkat dari rumah menuju kantor, tetangga agak jauh sedikit habis di rampok dengan kerugian 2 sepeda motornya hilang, dan sepeda motornya yang lagi satu belum terbawa.
Istirahat di lanjutkan.



Minggu, 13 Desember 2009.

Kepasar dengan Yasin, harga- harga terlihat mahal, kacang ijo Rp 13 500 dan ada yang menjual Rp 14 000 malahan ibunya di rumah kalau membeli ¼ kg di hargai Rp 4000,- berarrti harga sekilonya sampai Rp 16 000,-



Senen. 14 Desember 2009.

Jam 00.30 terbangun sebab Hp nya Tyas nyaring berbunyi, padahal ngak biasanya Hp itu berbunyi.

Ya susah tidur lagi, untungnya di samping tidur ada makanan dan minuman, dan itu yang pertama di makan.

Jam 03.00 Hp berikutnya bunyi untuk membangunkan shalat Tahajud dan sahur untuk puasa hari Sesen, yang disenangi dalam berpuasa adalah pengawasan dari Allah yang seakan dekat.

Jam 06.30 sudah berangkat ke kantor, dan ban belakang agak sedikit kempes sewaktu Astari menaikinya, tetapi motor berjalan terus hingga Astari turun di Sekolah an nya.

Sesampai di pengisian bahan bakar Shell di dekat masjid kuning Cibubur mengisi angin tambahan gratis.

Masuk kantor jam 08.21.

Kantor dalam ke adaan sepi sebab banyak yang pergi ke Jogjakarta.



Bagaimana Pandangan Dunia terhadap Yahudi.


JEDDAH--Sikap permusuhan yang ditunjukkan sebagian warga Eropa terhadap Islam terus mereda tahun-tahun belakangan ini. Sebaliknya, saat ini lebih banyak warga Eropa yang memaklumi ketidaksukaan orang terhadap kaum Yahudi akibat kebijakan yang diambil pemerintah Israel. Meredanya tingkat kebencian warga Eropa terhadap Islam, merupakan kegagalan dari target global kaum Zionis untuk memojokkan dan menguncilkan Islam.

Kesimpulan itu diungkapkan dalam hasil studi yang dilakukan terhadap kelompok tertentu yang berbeda (group focussed enmity) oleh Universitas Bielefeld, Jerman baru-baru ini yang dilaporkan harian Saudi Post, Sabtu. Hasil riset itu mengungkapkan, 45,7 persen warga Eropa yang menjadi responden mengamini bahwa Israel melancarkan aksi pembasmian (extemination) terhadap bangsa Palestina.

Sementara 31 persen responden sepakat bahwa Yahudi pada umumnya tidak peduli dengan apapun atau siapapun selain (kepentingan-red) bangsa mereka dan 37,4 persen menyatakan bisa mengerti kenapa orang tidak menyukai Yahudi. Mengutip hasil studi tersebut, Saudi Post menyebutkan, kebencian terhadap
kelompok muslim turun, sebaliknya kebencian terhadap Yahudi meningkat.

Harian itu juga mengutip koran terkemuka negara Yahudi Ynet yang mengakui bahwa tingkat kebencian terhadap kelompok paling minoritas menurun, begitu pula terhadap perbedaan gender yang turun secara signifikan serta meredanya sikap Islamophobia, kecuali terhadap homophobia dan anti-semitism (Yahudi). Menurut laporan Ynet, persentase orang yang menganggap seolah-olah terlalu banyak pemeluk agama Islam tinggal di negaranya cukup tinggi justru di negara-negara yang warganya yang beragama Islam sedikit jumlahnya.

Menurut riset Universitas Bielefeld itu, sangat banyak warga Eropa yang prihatin terhadap dominasi dan kekuasaan kaum Yahudi. Namun riset itu juga melaporkan berita menggembirakan bagi kaum Yahudi dengan menyebutkan bahwa 61,9 persen budaya Yahudi juga ikut memperkaya budaya Eropa khususnya Belanda, Inggeris dan Jerman.

Harian Ynet juga menulis bahwa semangat Zionisme yang pada awalnya bertujuan untuk menciptakan masyarakat yahudi yang beradab dan dicintai, telah menemui kegagalan. Hal itu mencerminkan kegagalan Israel dan lobi-lobinya untuk menginternalisasikan makna universal sesungguhnya mengenai holocaus. Tim ilmuwan dari Universitas Amsterdam, Bielefeld, Budapest, Grenoble, Lisbon, Marburg, Oxford, Paris, dan Warsawa menemukan bahwa 41,2 persen warga Eropa meyakini bahwa Yahudi telah mencoba mengambil mafaat untuk memposisikan diri sebagai korban pada era Nazi dulu. ant/irf




Rabu, 16 Desember 2009.

Saat melintas siang itu di depan Sarina Jaya di jalan Thamrin Jakarta, dalam rangka menghadiri rapat mingguan di BUMN dalam pengawasan pembnagunan interior nya, saat itu baru di ketahui secara kasat mata, bahwa jalan Thamrin itu sudah melesak kedalam, bisa di lihat dengan mata, terjadi cekungan di arah melintangnya.

Jalan itu sudah ngak enak lagi di lintasi.

Mengharapkan dari kesadaran penduduk untuk tidak menghisap air tanah untuk keperluan rumah tangga dan industri, hampir bisa di katakan pasti gagal, kegiatan belum di jalankan tetapi penurunan permukaan tanah berjalan terus.

Secara teknis perlu dilakukan perkuatan dinding penahan jalan raya Thamrin.

Bisa dengan menggunakan prinsip pondasi layer terhubungkan dengan ring balok.

Yaitu harganya jangan di tanya lagi, pasti mahal.

Setibanya di gedung BUMN, teronggok bangkai Water Chiler, sewaktu rapat di tanyakan memang betul itu bangkai water chiler yang lama.

Hasil progress mingguan hari ini 55 %.

Pekerjaan sekarang sepenuhnya di lantai 7 sementara yang di lantai 7 telah di pindahkan ke latai 17.

Sedangkan lantai 17 baru selesai dua hari yang lalu.

Ac baru lagi di kerjakan kondisi masih 40 %

Pintu emergency sedang di fabrikasi, di simpulkan di setujui menutup lobang di atas pintu emergency setinggi 35 cm dengan satuan plat baja dengan pintu emergency, sehingga perlu di set up ulang pintu yang seharusnya sudah di pasang.

Sementara penyusunan pekerjaan tambah kurang, terjadi sedikit diskusi siapa yang menandatangani pekerjaan tambah kurang tersebut.

Untuk lantai lainnya : a) lantai 16 sedang dipasang karpet, vertical blind, target desember selesai, lantai parkit sudah di pasang, b) di lantai 19 pembersihan di targetkan tanggal 19 besok. C) lantai 20 di targetkan 22 Desember selesai pembersihan. D) pekerjaan toilet serentak di kerjakan termasuk memasang pipa vertikal air kotor dan air bersih yang tembus di lantai 6.

Pulang jam 16.30 terhalang macet di jalan thamrin di sekitar RS Jakarta. Belok kiri menuju jalan S Parman dan melewati jalur bus way dan tiba di Cawang, cukup jauh juga sebab mengendarai motor sejauh dan lama baru masuk Cawang, putaran cawang dan memasuki Celilitan, melewati jalan Celilitan kecil dan tembus di Kampung Makasar.Shalat maghrib di laksanakan di masjid di pertengan jalan Cibubur Cileungsi.

Lumayan banyak makmumnya sampai di lantai terujung padahal musholah itu di buat sangat darurat, tetapi juga di perhatikan jikalau maghrib itu cepat hilang, sehingga kasihan hilang begitu saja kalau ngak segera di ambil.

Masuk rumah jam 19.00 malam.






Kamis, 17 Desember 2009.

Kantor masih sepi sebab masih banyak yang di Jogjakarta, belum masuk semua.

Mendung semakin memadat. Dan sewaktu perjalanan pulang jam 14.00 dari kantor, di tengah jalan sekitar 7 km sebelum masuk rumah, Kecamatan Cileungsi, sudah di serang hujan.

Shalat Ashar tadi di masjid Baiturrahman di jalan Puskesmas Ciracas, wilayah Cibubur lama.

Sewaktu di rumah di tanya dengan istri ada membeli sesuatu untuk persiapan tanggal 1 muharam besok, saya bilang ngak sempat ke pasar, mungkin besok.

Setelah maghrib berkunjung ke tetangga, suasana habis hujan membuat basah di mana- mana, sewaktu ke rumahnya pak Parman, ternyata ia masih tidur saat maghrib itu, berarti ia belum mengerjakan shalat maghrib.

Demikian pula tetangganya pak Kahar ia baru datang dari kantor dan saat ini ia mencuci sepatunya yang berlumpur kerena hujan sore tadi.

Akhirnya rencana melek hingga malam menyambut 1 muharam hilang sebab saya sendiri yang belum buka puasa langsung pulang dan berbuka puasa dan setelah makan dan shalat Isya, mengantuk dan tidur.



Jumat, 18 Desember 2009.


Jam 07.55 keluar dari rumah bersama Yasin dan Fifi, untuk belanja keperluan tahun baru satu muharam hari ini, sewaktu tiba di warung langganan beli beras di depan masjid cileungsi sempat berhenti dan membeli kacang kupas 1 kg, kopi susu gula cap kapal api satu renteng isi 10, biskuit roma rasa kelapa yang ternyata buatan malaysia tetapi di kemas di Indonesia satu pak isi 5, biskuit salut coklat roma superman 1 dos, kemudian di masukan dalam satu tas hitam dan dibawa oleh yasin ang duduk di belakang untuk melanjutkan perjalanan lagi ke Hypermart di pintu Tol Cibubur.

Bermotor bertiga, keadaan masih sepi pagi ini, dan jalanan terasa jikalau hari libur, dan setibanya di depan Hypermart motor di parkir di luar kompleks di loading dock barang- barang hypermart.


Memasuki Hypermart di pagi hari ini terasa aneh, sebab di mana- mana para pekerja sedang bekerja keras mengejar waktu buka jam 09.00 untuk merapikan penampilannya, saat ini masih jam 08.45, membuang waktu limabelas menit atau dua puluh menit sambil berjalan melihat toko tutup di lantai dasar dan di basement.

Sewaktu melihat pekerja membersihkan escalator berjalan anak- anak melihat sampah yang terkumpul di tempat penampungan sampah di bawah mesih penggerak langkah kaki ini.

Kemudian berjalan di lorong yang diding kirinya adalah dinding supermarket tetapi masih tutup pagi ini, dan keliahatan di dalamnya ada kesibukan yang juga luar biasa sebab mengejar waktu buka.

Istirahat di tempat penjualan pemancingan, dimana pekerjanya seorang gadis muda sedang membersihkan alat- alat pancing, dan ia menawarkan joran lipat seharga Rp 300 000,- setelah korting 50 %. Saya tidak berminat bagi saya cukup mahal.

Kemudian duduk duduk di tempat penjualan kendaraan bermotor, motor yang di pajang tanpa seorang penjaga seorang pun ada enam kendaraan dari berbagai type, type CC kecil sampai besar, dan di laci meja berserakan lembar- lembar kridit yang masih kosong.

Saat ini banyak sudah orang yang menunggu kapan pasar swalayan ini buka, dan terlihat semuanya membawa anak- anak untuk mengisi waktu liburannya.

Tiba- tiba terdengar suara gaduh ternyata pintu pasara swalayan sebanyak 7 pintu itu di buka berurutan, dan Fifi Yasin sudah bersiap untuk memasuki area, di tawari minum teh hangat, ternyata acara minum teh hangat merupakan acara akhir minggu setiap pagi. Hanya di bagikan sebanyak 10 cangkir teh hangat.

Fifi dan saya mengambil, Yasin tidak mau, terlihat agak lelah menunggu.

Yang di beli pertama adalah minyak goreng 2 bungkus @ 2 kiloan, kemudian ayam sebanyak 4 ekor ayam, dua ekor di potong menjadi 16 setiap ekornya, kemudia dua ekornya di biarkan utuh, biasanya di rumah untuk di buatkan ayam betutu.

Kemudian berpindah tempat ke konter penjualan 50 % ayam bumbu kuning, di sini membeli 5 bungkus.

Kemudain melihat kaor kaki, ternyata kaos kaki Fifi di hargai Rp 20 000,- cukup baik, tetapi tidak sebegitunya kalau membeli di Cileungsi, di Cileungsi Rp 3000 sudah baik.

Kemudian membeli mie dari berbagai macam judul, setiap judul dibeli dua buah sebab untuk sekali masak, dengan jumlah yang makan sedemikian di rumah maka memasak mie 2 bungkus adalah cukup.

Kemudian membeli minuman Coca Cola dan Sprite, setelah itu mulai menghitung dan bayar.

Pulang, ternyata bungkusnya banyak juga sehingga perlu di atur tempat duduknya, Fifi di belakang bersama Yasin tetapi Yasin membawa dua ikatan bungkus belanjaan, sedangkan yang lain di ikat di depan tempat duduk di atas tangki bensin.

Pulang secepatnya sebab ini hari Jumat.

Jam 10.00 masuk rumah







Sabtu, 19 Desember 2009.


Bangun agak kesiangan, yaitu jam 03.40 sehingga shalat tahajudnya terpotong saat masuknya shalat shubuh, di tandai dengan terdengarnya adzan shalat shubuh.

Sebab tidur terganggu, Fifi semalam sejak jam 23.00 mulai rewel, dan minta berkali- kali ibunya untuk menemani tidurnya.

Methode penyehatan jus sayur pagi ini agak lain :

Terong ungu di banyakin, nenas ¼ potong dan tomat 6 butir, kemudian mengkudunya 6 butir, daun pewarna kuku agak banyak, daun mengkudu sedikit dan daun kumis kucing sedikit.










Senen. 21 Desember 2009.

Sewaktu berangkat kekantor pagi ini keadaan jalanan terlihat agak sepi. Saya tahu, sepi ini disebabkan mereka meninggalkan jakarta untuk ke suatu tempat tujuan berlibur, dan di jakarta hanya tersisa orang- orang yang tidak berlibur dengan berbagai alasannya.

Berlibur merupakan suatu hal yang sangat di dambakan, tetapi siapa yang bisa mengatur liburan, jikalau ia sendiri tidak mengetahui apa sebenarnya aspek liburan itu sendiri.

Selasa, 22 Desember 2009.

Merasakan kenaikan global harga pangan, sebab kacang ijo sekarang yang saya beli sejak dua minggu sudah seharga Rp 13 500,- dan harga ini akan naik terus, ketan putih Rp 7 500,- dan ketan hitam Rp 10 000,- ini sudah termasuk mahal, sebab untuk masyarakat yang berpenghasilan dibawah Rp 1 000 000 sebulan pasti ngak bisa membeli lagi.


Saat melintas Cileungsi dengan kesibukan orang yang berbelanja dan penyebrangan jalan di pagi hari saat mengejar waktu Astari akan berangkat study tour yang di selenggarakan oleh sekolahannya, merasakan bahwa hari ini teman- teman di eropa dan amerika mendapat hantaman badai salju yang sedemikian parahnya, saya yang pernah tinggal di Belanda sangat tersiksanya dengan udara dingin, kepala ini kalau sudah dingin ngak bisa tidur.

Kalau di rumah tidur dengan udara sampai 40 derajat celcius enak juga.





Badai Salju di Eropa, 80 Tewas, Ratusan Penerbangan dan KA Dibatalkan


SELASA, 22 DESEMBER 2009 | 07:57 WIB




PARIS, KOMPAS.com - Jumlah korban tewas akibat badai musim dingin yang melanda daratan Eropa mencapai 80 orang, sampai hari Senin. Badai ini menyebabkan kekacauan dalam sistem transportasi menyusul rusaknya kereta api cepat Eurostar lebih tiga hari ini.

Lebih dari 10.000 penumpang kereta cepat dari London hingga Paris tak bisa berangkat, dan ratusan penerbangan melintasi daratan Eropa terganggu. Sejumlah kecelakaan dan padamnya listrik menambah dampak badai ini.
Sebuah mobil tergelincir di jalan licin dan masuk ke rel kereta, menyebabkan kereta komuter Paris terguling sehingga melukai 36 orang, kata polisi. Tiga orang penumpang terpaksa dievakuasi dari kereta itu.
Sementara kereta lainnya menabrak penyangga di Zagreb, ibu kota Kroasia, melukai 52 orang. Penyelidik Kroasia menyalahkan suhu udara minus 17 derajat Celcius, yang menyebabkan rem tidak berfungsi, demikian laporan stasiun TV nasional. Temperatur udara minus 33,6 derajat Celcius dilaporkan dirasakan di Bavaria.

Di Polandia, penguasa setempat menyebutkan 42 orang, sebagian besar tunawisma, meninggal dunia karena kedinginan akibat suhu udara di bawah 20 derajat Celcius lebih dari tiga hari terakhir ini.

Ukraina melaporkan pula, 27 orang tewas, sementara enam orang tewas akibat kecelakaan di Jerman dan tiga di Austria. Perancis melaporkan pula, sedikitnya dua orang tunawisma meninggal dunia, dan perusahaan listrik nasional padam sehingga menyebabkan 2 juta orang tak bisa menikmati listrik.

Banyak penerbangan dibatalkan di Perancis, Jerman, Belanda, Portugal, dan Spanyol. Sejumlah jalan bebas hambatan yang melintasi daratan Eropa tak bisa dilalui akibat ketebalan salju lebih dari 50 cm.

Tidak berfungsinya kereta api cepat Eurostar yang menghubungkan London dengan Paris dan Brussels, merupakan simbol penderitaan masyarakat Eropa. Setelah "neraka" itu terjadi, lebih dari 2.000 penumpang terjebak di terowongan ketika lima kereta mogok hari Jumat, dan lebih dari 10.000 penumpang tak bisa berangkat karena semua pemberangkatan kereta dibatalkan, dan Eurostar diumumkan dalam perbaikan hari Selasa.

Kementerian Transportasi Perancis menurunkan tim untuk menyelidiki insiden yang menyebabkan Eurostar tak bisa mengatasi perubahan suhu udara dari temperatur beku di luar ke suhu udara hangat di dalam terowongan. Pihak Eurostar menyebutkan telah membentuk tim independen.
Badai musim dingin juga telah menyebabkan kekacauan di daratan Eropa lainnya. Lalu lintas udara terpengaruh dampak buruk suhu udara dingin, minus 20 derajat Celcius di Sibiu, Rumania, di mana ketebalan salju mencapai lebih dari 50 cm, dan minus 7 derajat Celcius di Venesia, Italia.

Tujuh ratus orang terpaksa menginap di Bandara Schipol, Amsterdam, dan banyak penerbangan dibatalkan setelah lusinan pesawat terpaksa mendarat, tak bisa terbang hari Minggu.

Jaringan rel KA Belanda juga mengalami dampak buruk dan mengimbau komuter untuk tetap tinggal di rumah. Salju tebal telah menyebabkan lebih dari 500 penerbangan dibatalkan di Bandara Frankfurt dan Duesseldorf di Jerman, hari Minggu.

Dua puluh persen penerbangan dari Bandara Charles de Gaulle-Paris dibatalkan hari Senin. Jaringan kereta komuter dari wilayah timur ke barat yang melintasi wilayah Paris tak beroperasi dalam 12 hari terakhir ini akibat pemogokan.

Otoritas penerbangan sipil Spanyol menyebutkan 174 penerbangan dari Madrid-Barajas dibatalkan. Penerbangan dari Lisbon ke Madrid terganggu, sementara sejumlah jalan utama di Portugal utara tertutup salju.

Bandara Brussels di Belgia juga dilaporkan terganggu, dan banyak penerbangan dibatalkan.

Di Moskwa, Rusia, setelah salju turun, pemerintah setempat mengerahkan 13.000 dump truck untuk membersihkan jalan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

Di Inggris, pembatalan banyak penerbangan di bandara mempengaruhi pertandingan Liga Premier Inggris antara Wigan dan Bolton Wanderers





Senen. 28 Desember 2009.

Hari ini hari liburnya anak- anak, semuanya di rumah, hanya Fifi saja yang berteriak, masasih liburan di ruamh saja, ke nenek kek ke kakek kek gitulho, saya tertawa mendengarkannya, tetapi kalimat sepotong itu langsung saya mantapkan jikalau sebentar bapak akan mencari tiket kereta api ekonomi ke Surabaya.

Setibanya di Kantor, rapat pagi pembahasan Rencana Srtrategis tahun 2010, rapat banyak membahas rencana kerja tahun 2010, saat tiba waktu shalta dhzuhur, keluar dari rapat dan mengerjakan shakat , setelah itu keluar dari kantor menuju ke terminal bus way untuk naik bus way menuju Pasar Senen. Guna memesan kereta api ekonomi.

Bus sudah ada di tempat pemberangkatan sehingga setelah mengambil karcis yang di beli berlari menuju bus dan tidak seberapa lama bus berangkat, cukup cepat, setelah pindah bus dua kali, yang pertama di halte grogol depan Universita Trisakti dan setelah itu berjalan pindah arah untuk menunggu bus yang akan membawa ke Harmoni, turun di harmoni dan naik mpbil yang tujuan Senen, setibanya di setasiun senen turun dan mulai berkjalan di trotoar yang tidak rapi, lumpur di trotoar, jangan di tanya, memang kita ini selalu jorok saja penampilannya, dan taman yang di buat mahal- mahal oleh Pemda DKI di ujung Senen Stasiun itu sekarang di pakai untuk tempat kencing.

Memasuki areal stasiun KA Senen, terlihat banyak sekali penumpangh yang memanfaatkan liburan minggu ini untuk berpergian, kereta ekonomi tidak pernah mati, peminatnya sangat luar biasa, setelah mencari tempat entri tiket langsung mengambil formulir di p[opjokan meja dan menulis setelah itu masuk antrian, baru di beritahu jikalau antrian hanya untuk KKA Kelas Bisnis dan Eksekutif seedangkan KA Ek0nomi di ruang lainnya katanya, saya keluar dari antrian dan bertanya dengan petugas penjaga peron , ia menjelaskan jikalau selama liburan ini tiket KA Ekonomi tidak dijual dengan nomer tempat duduk, dijual tiket berdiri, tidak ada pemesanan.

Mendengar ini langsung lemas badan sebab membanyangka Fifi yang enam tahun anak nomer lima yag akan di ajak ke Wonorejo Lumajang menengok mbahnya bisa batal, sambil bertanya- tanay mencoba berdialog dengan penjaga tiket masuk pintu utama, ia menjelaskan lebih terinci jikalau tiket ekonomi akan dijual non site sampai tanggal 5 Januari.

Jikalau ingin berangkat dengan anak- anak sebaiknya beli pagi- pgi saat loket baru di buka jam 08.00 dan naik kereta api yang baru datang dan mencari tempat duduk.

Informasi ini sangat positip sebab hal yang sama pernah di lakukan saat pulang menjelang lebaran tahun 2000 dahulu.

Keluar dari stasiun dengan sedikit kecewa sebab tidak membawa tiket. Tetapi masih membawa formulir pemesanan tiket sebagai bukti nanti kalau di tanya anak- anak.

Naik Bus way dari Stasiun Senen menuju ke Harmnoni, berpengalaman tadi berdiri dari halet grogol himngga turun di stasuiun Senen berdiri, sekarang begitu bus datang masuk, memang terlihat penuh saya masuk terus ke depan dan duduk di pintu depan yang tidak pernah di buka, tetapi di sana ada ruang cukup untuk duduk, sedangkan sepatu di lepas satu untuk dijadikan alas duduk.santai banget.

Tetapi saat di Grogol menunggu cukup lama untuk tujuan ke Lebak Bulus, Hujan pun datang sementara penumpang yang menumpuk menunggu semakin banyak dan ruangan tunggu yang ditutup kerena pintu otomatis dan didalamnya sangat penas udaranya,

Terlihat di luar banyaknya kendaraan yang berlalu lalang, yang saya khawatirkan kalau ada kecelakaan di depan mata, tetapi kerena dalam posisi menunggu di dalam ruang halte bus way, yang tidak bisa menolong, untungnya peristiwa ini tidak terjadi.

Pintu bus berkali- kali terbuka saat bus kota besar memasuki area sensor pendekatan bus pintu otomatis akan terbuka perlahan dan setelah bus melintas pintu tertutup kembali.

Saat pintu terbuka udara segar masuk.

Ada beberapa penumpang yang mencoba menahahn lajunya pintu menutup otomatis, agar udara yang di hirup agak lama segarnya, tetapi kerena mesin, ya sia- sia juga.

Akhirnya bus datang dan naik, berdiri, untungnya bus baru berjalan 20 menit penumpang depan saya bertiga turun saya langsung duduk.

Masuk terminal lebak bulus jam 16.20.

Hujan masih turun, sambil hujan merintik brerjalan kaki ke kantor dan masuk ruangan masih basah- basahan, langsung mengerjakan shalat Ashar.

Hari sudah cuku sore dan waktunya pulang kantor.

Malam hari setibanya di rumah anak- anak betul juga bertanya apakah dapat tiket, saya jelaskan , bapak sudah berusaha mencari tiket tetapi tiket dijual tanpa tempat duduk, siapa yang dapat duduk duluan ya ia yang dapat.

Ngak jadi pulamg dong, ntar bapak pikirin lagi.

Selasa, 29 Desember 2009.

Masih masuk kantor, hari nii tidak ada rapat tetapi tiba- tiba ada undangan rapat yang membahas kelompok jabatan fungsional untuk duduk dalam pembahasan persiapan kegiatan tahun 2010.
Sementara di pikiran masih berencana kapan sebaiknya meninggalkan kantor tanpa harus meminta ijin sebab situasi liburan.

Undangan satu lembar masuk untuk besok hari Rabu membahasn kelompok jabatan fungsional.

Tiba- tiba ada SMS masuk untuk secepatnya ke BUMN untuk menerima uang SPPD yang tertunda, dan secepatnya saya berangkat lewat Thamrin segala, dan setibanya di BUMN lansung menerima bekal untuk pulang kampung.
Shalat maghrin di Masjid tinggi Muhamadiyah di jalan dewi sartika.



Rabu, 30 Desember 2009.

Rapat pagi ini membahas masalah jabatan fungsional dan peranannya untuk menyelesaikan tugas di kantor tahun 2010.

Jam 12.30 rapat berakhir dan orang- orang kantor berangkat menuju ke tempat undangan khitanan anaknya teman sekantor, Si Kirin. Kerena mobil terbatas maka yang berangkat juga terbatas.

Kantor mendadak sepi, suasana akhir tahun yang semakin sepi, tetapi moment ini menginsipirasi pikiran mengapa tidak pulang besok ke Wonorejo, habis menunggu apa lagi, di kantor suasananya liburan.

Belanja ke Giant Pondok Indah untuk keperluan makana di kereta api utnuk makanan ringan, yang di belanja terutama susunya Fifi dan Yasin, berupa susu UHT dua bungkus isi satu literan, kemudian kue kue masing dua buah hanya kue segi empat rasa abon crakes sebanyak 4 buah. Dan tidak lupa minuman soda 7 Up. Tidak lupa belanja minyak urut panas buat pinggang istri, barangkali pinggang istri bermasalah di perjalanan. Dan tetas anti hama dalam perjalanan maklum tidak bisa cuci tangan.


Sore itu masuk rumah sebelum shalat maghrib, langsung mengumunkan besok pulang, makanan yang di beli sekarang untuk bekal makan di kereta.

Kamis, 31 Desember 2009.

02.00 sudah bangun dan persiapan berangkat, minum dahulu air putih dan membuat teh panas, kemudian mencuci baju kotor, jangan sampai tersimpan berhari- hari dalam keadaan kotor. Kemudain makan sayur kacang merah yang telah dimasak banyak oleh istri, jangan sampai di simpan. Setelah itu mandi dan mengerjakan shalat Tahajud

Setelah itu mengerjakan jus sayur sambil menyekleksi mana sayuran yang di berikan tetangga.

Setelah minum jus sayur istirahat sebentar untuk menunggu masuknya saat shalat shubuh.

Sementara anak- anak sudah mempersiapkan dirinya masing- masing.

Jam 04.10 Adzan sghubuh terdengar, dan langsung berkumpul mengerjakan shalat, setelah itu mengambilk Al Quarn, tetapi baru bebera[pa aayt di baca kok terdecium bau kotoran kucing, dan ternyata kotoran kucing itu ada di atas tempat tidur.

Mencuci lagi, kali ini kelambu dan jiketnya Yasin yang terpapar kotoran kucing.

Tiba- tiba rasa kantuk datang ini sebaiknya di tidurkan, sampai jam 05.00 mulai melipat pakaian yang akan di bawa.

05.35 sarapan pagi, dan jam 06.00 mengantar anak- anak ke depan. Pertigaan jalan, sambil membawa dua tas berisi makanan , nantinya mereka akan menunggu di sana. Sewaktu berangkta diantar dengan naik motor dan pulangnya juga bermotor sendirian, memasukan motor, dan mulai mematikan lampu, hanya saat mencari kunci tas lho, kok tercecer dimana, setelah itu memindahkan lampu depan ke luar ruangan agar lampu itu menyala malam hari depan rumah.

Kemudian ber pamitan dengan tetangga belakang rumah, pak Syarif untuk sedik8it memperhatikan rumah di belakang yaitu rumah saya sendiri selama di tinggal pergi. Kemudian terakhir membaca doa.

Jam 07.00 keluar dari rumah dan beberapa lama kemudian bertemu pak Dede memberi tahukan jikalau berangkat sama- sama dengan pak Setu.

Kemudian di dalam mobil saya istri dan pak Dede dan Pak Setu memegang kemudi, semuanya menyudutkan saya mengapa tidak berpartisipasi dalam demo penolakan penggalian pasir di lahan sebelah Puri.

Kemudian singkat kata saya mengakuhi untuk ber demo memang saya bukan typenya, tetapi perjuangan ada di konsep, sedangkan option berikutnya adalah mengantisipasi kalau gagal demo besar tanggal 5 januari di Cibinong.

Dipertigaan Gandoang Fifi, Astari dan Yasin naik mobil, kemudian mabil bergerak sambiol masih berbicara perihal demo pasir, sewaktu ditanya sudah punya tiket atau belum, saya jawab belum, saat itulah meledak tertawa mereka, bagaimana mau pulang jarak jauh kok ngan memegang tiket kataya, saya hanya mengatakan sepenuhnya saya harapkan pertolongan Allah.
dan setibanya di perempatan Cileungsi turun.

Mobil 56 yang baru akan berangkat segera di stop berhenti dan naik mengambil posisi empat tempat duduk, dan berjalan perlahan sambil menunggu penunpang yang lain naik, tidak seberapa lama penuh juga mobil angkutan itu.

Duduk sejarak dekat dengan anak- anak baru diketahui jikalau di tangannya Astari ada titik putih bakal menjadi panu. Fifi cepat sekali langsungh tidur di pangkuan ibunya.

Lancar sampai di UKI dan turun untuk pindah bus, bus tujuan Senen sudah berhenti di samping dan secepatnya naik, sehingga terpencar anak dan istri mengambil pintu belakang, dan saya dengan tas makanan dan tas sendiri naik ke pintu depan.

Didsalam bus ternyata semua kursi penuh, berdiri pun tidak mengapa. Tetapi ada baik, ternyata bus tujuan senen ini mengambil lintasan jalan tol sehingga cepat tibanya, saat menuruni jalan tol di Cempaka Putih banyak penumpang yang turun, di sini baru dapat tempat duduk, bus bergerak terus dan berhenti di pelintasan kereta api stasiun Senen, yang memang saat itu semua kendaraan di haruskan berhenti sebab ada rangkaian kereta lewat,

Masuk Stasiun Senen jam 08.04 langsung ke loket 12, dimana tempat penjualan KA Gaya Baru Malam Selatan tujuan Surabaya.

Didepan saya sudah antri dua orang dan saya yang ke tiga, saat menyodorkan uang Rp 150 000,- ternyata kurang mintanya Rp 160 000,- untuk tiga tiket dewasa dan dua tiket anak- anak.

Memasuki stasiun dan di tanya oleh penjaga peron sewaktu menyodorkan tiket, naik KA GBM betul pak kalau membawa anak kecil sebaik pagi- pagi.

Didalam emplasemen stasiun Senen anak- anak terlihat gembira, saya langsung menebar plastik untuk duduk, duduk pertama di usir halus sebab duduknya di depan kios orang jualan sehingga jualannya takut ngak terlihat orang- orang yang hendak beli.

Akhirnya mengambik posisi duduk di tengah- tengah, sempat di perhatikan ebberapa orang tingka laku satu keluarga kecil ini untuk bepergian, sebab ramainya Fifi dan Yasin berebut air minum.

Sewaktu melepas sepatu dan mulai duduk saat itu baru teringat jikalau peristiwa ini mirip di King Abdul Aziz airport international sewaktu berangkat ibadah haji tahun 1992 dahulu.

Jam 08.55, KA ekonomi GBM Selatan datang, dan setelah menurunkan penumpang, saya naik mengambil posisi gerbong nomer dua dari belakang.

Didalam gerbong Kereta Api Ekonomi Gaya Baru Malam Selatan yang baru masuk Jakarta dari Surabaya kemarennya, ini bukan main kotornya, bnau kencing di mana- mana.

Inilah budaya bangsa.

KA berangkat menuju ke stasiun Kota, dan berhenti di stasiun Kampung Bandan, kemudian jalan lagi, setelah melewati kawasan Mangga dua, dan terlihat di kejauhan hotel Grandeur Mangga Dua, dimana Yasin pernah ikut Pertemuan ke Hotel itu habis transfusi darah dan muntah- muntah di sana.
09.24 Rangkaian kereta api gaya baru malam selatan memasuki emplasemen stasiun kota, sepuluh menit berhenti, kemudiankereta di tarik mundur untuk pindah rel, kemudian di dorong maju memasuki emplasemnt kempabali, setelah lepas kepala kereta meudian rangkaian kereta di tarik lagi menuju wilayah pemeliharaan.

Disinilah kereta api di bersihkan, tetapi kalau hari biasa kereta api di bersihkan tidak ada sama sekali penumpang yang naik tetapi ini kerena masa liburan di maklumi juga adanya penumpang yang naik, Cuma itu, pembersihannya tidak efektip.


Untuk lebih bersih saya minta pinjam alat pelnya untuk menggosok bekas muntaha yang ada di bawa kursi saya.

Panas bukan main dan memang meletihkan menunggu kereta di bersihkan, tiba saat tes rem roda, rangkaian kereta di majukan dan di rem, anak- anak berfikir kereta berangkat, tetapi baru jam 10.00. masih lama.

Hanya saja saya tunggu sejak lama kapan peristiwa pengisian air ke setiap gerbong itu di lakukan, ternyata gerbong berangkat dari stasiun kota jakarat tidak di isi air.
11.00 rangkaian kereta di tarik keemplasement pemberangkatan di stasiun Kota, dan disini sudah mulai penumpang naik berdesakan.

Jam 12.00 KA GBMSelatan berangkat dari stasiun kota.Saat mana terdengar adzan shalat dzuhur, saya dan anak- anak secepatnya mengerjakan shalat dhzuhur dan asar sekalian.

12.30 di stasiun Senen, luar biasa orang berebut tempat duduk, saya ngak membayangkan jikalau membawa anak- anak dan berebut tempat duduk seperti ini, kasih anak- anak terjepit, dan jendela samping tiba- tiba di buka masuklah tubuh laki- laki gemuk di dorong dengan orang bayarannya dari luar jendela, dan masuk kedalam tetapi ia tidak dapat tempat duduk sebab tempat duduk satu sisa dari Fifinya di duduki seseorang dari Jogjakarta sewaktu ia bertanya bisa saya duduk di sini pak, saya langsung rangkul dia dan saya dudukanuntuk tenang saja.

Kereta berjalan dengan penumpang yang berjubel, dan sewaktu memasuki stasiun Jatinegara, demikian juga banyak sekali penumpang yang naik.

Saat maghrib tiba kereta memasuki emplasemen stasiun Cirebon. Saat ini mengerjakan shalat maghrib dan isya, akan makan malam tetapi mengingat penuhnya kereta dan tidak ada wc yang kosong, sebab wc kamar kecil sudah di isi denga penumpang yang berjubel juga, sudah tentu ia telah memeprsiapkan karbol pencuci untuk mengusir bau sebelum wc itu di duduki.


Jam 23.30 KA Berhenti di stasiun Tugu Jogjakarta, dan istri turun untuk minta di antar kencing, tetapi kerena ini adalah pemberhentian sementara maka di ingatkan untuk secepatnya naik kereta lagi sebab KA akan berangkat.

Jam 23.40 memasuki stasiun Lempuyangan, berhenti cukup lama sehingga istri bisa turun untuk ke kamar kecil.


Jam 24.00 KA Melintas di Prambanan Jawa Tengah.

Tiada ulasan: