Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Mei 12, 2011

Tyas Transfusi Darah di RSCM





Senen, 18 April 2011

Kekantor berdua dengan Tyas yang akan ke RSCM Tranfusi darah, dengan sepeda motor yang sudah dua minggu ini tidak pernah di naiki sebab selama itu tanki motornya bocor, terasa aneh juga sudah lama ngak naik motor, dan ada sedikit bahaya mengancam yaitu gas di tangan kanan terkadang- kadang tidak mau di redakan. Bahaya.

Di Cileungsi Tyasnya turun untuk ganti angkot sedangkan saya melaju ke kantor.

Di kompleks pendidikan Yayasan Ahmad Yani dekat mall Cijantung sempat mampir ke Bank Muamalat untuk ingat kepada Anak Yatim Piatu NTT.

Tiba di kantor cukup pagi



Selasa, 19April 2011


Hari ini Tyas berangkat ke RSCM di antar dengan adiknya Astari, saya mempersiapkan uang untuk pembayaran tindakan dan transport serta makan siangnya mereka di Rumah Sakit.

Berangkat dari rumah sekitar jam 06.00 sebab hari ini ada rapat pengelolah teknis 2011 di kementerian Pekerjaan Umum. Dalam perjalan pagi ini tiba waktu shalat dlhuha, shalat di kerjakan di Masjid Kuning Cibubur atau masjid Muhajirin, saat selesai melakukan shalat terbentik mengapa tidak memberikan sarapan kepada si anak muda penyapu masjid pagi ini, akhirnya anak itu saya hampiri dan saya sodorkan tangan ini untuk membagi rezeki, saya bisikan ambil untuk sarapan, ia menerimanya dan teriring ucap terima kasih.

Kemacetan pagi ini terasa di sekitar Blok M, dari segala arah, kebetulan saya dari arah Antasari, macetnya memang jangan di Tanya sebab di ruas ini sedang dibangun jalan raya laying dan non tol.

Pemikiran saya saat melintas, jalan yang sekelas Antasari ini banyak, yang merupakan jalan utama untuk memasuki Blok M, Cuma mengapa jalan ini saja yang di alternatip layangkan, saya melihat ada ketidak jujuran penggunaan anggaran untuk meng alokasi anggaran pembangunan jalan.

Sebelum memasuki Kementerian Pekerjaan Umum, masuk dahulu ke halaman Masjid Al – Azhar untuk menjumpai Al Azhar Peduli Umat, setelah tiu melangkah menuju kantor dan tempat undangan pagi ini di alamatkan.

Sesampainya di sana memang ada pertemuan tetapi pertemuan lain dan penyelenggaranya lain, akhirnya saat saya keluar ruangan ada tulisan kertas yang tadi ngak sempat di baca sebab perhatiannya khawatir terlambat saja.

Acara pagi ini di tunda Selasa minggu depan, tempat dan jam yang sama, sedikit jengkel saya naik ke lantai 5 tempat pengundang berkantor, dan sesampai disana kedaannya sepi saja, sebab memang masih pagi, jam kantor baru beberapa menit di mulai secara resmi, saya mengambil duduk di bangku dalam, Ibu Lies yang mengundang melalui Hp belum datang juga, akhirnya pak Hidayat masuk, dan sambil bergurau ia tertawa melihat saya datang saat acara di tunda.

Setelah cukup lama istirahat, pindah ruangan, ternyata par Utuy sudah pensiun dan ke Tata Ruang pak Harjono belum datang, dan langsung ke Bank Mandiri untuk mengirim uang buat Aswan yang akan membeli computer jinjing kelengkapan kuliahnya.

Akan langsung pulang tetapi ada isyarat jikalau pak Harjono sudah di ruangan saya bergegas ke alntai tiga gedung Tata Ruang dan betul juga dugaan saya, ia ada di ruangan, dari pembicaraan yang singkat itu saya di anjurkan untuk segera turun ke Masyarakat untuk membantu anak- anak penderita Thalasemia.

Sebelum berangkat ke Kantor Pasar Jumat sempat membeli nasi Padang di kedai Family, langganan, nasi rendang Rp 10 000,- rasanya enak dan sekelas dengan rumah makan Padang yang mahal yang nasi rendang nya saja sepiring di patok Rp 45 000,- dan untuk membawa pulang anak- anak lauk berupa 2 potong rendang dan 2 potong berkedel kentang.


Siang ini sudah sampai di kantor Pasar Jumat dan sempat shalat Dzhuhur berjamaah dengan rekan kantor, setelah itu masuk kerutinan kantor.



Rabu, 20 April 2011

Pagi- pagi sudah kepasar Cileungsi dengan tujuan pokok mengantar istri untuk membeli kue- kue yang akan dipakai untuk pengajian sore hari ini, dimana istri kebetulan mendapat giliran untuk penyelenggaraan pengajian ibu- ibu Al- Afif.

Kaca mata sudah patah ke dua- dua gagangnya dan pagi ini ke pasar bermotor bertiga dengan istri dan Fifi tidak dengan mengenakan kacamata, sehingga berjalannya sedikit lambat.


Pagi yang masih menyelimuti sehingga banyak toko kaca mata yang tutup, setelah mencari ke kiri dan kenan dan berjumpa dengan toko kaca mata yang sudah buka, dan di sana kaca mata lama saya berikan untuk di carikan tangkai pegangannya yang cocok, akhirnya setelah menunggu hampir 40 menit kaca mata siap di pakai kembali, sebab gagang yang satu beda dengan gagang yang lain yang penting kaca mata bisa di gunakan.

Mempersiapkan ruangan di rumah, dan setelah shalat Ashar sudah banyak ibu- ibu yang datang.


Kamis, 21 April 2011

Buka puasa hari ini jam 17.59, dan saat buka puasa istri menghidangkan pallubutung.

Sekitar jam 20.20, hujan sangat deras di iringi sambaran petir berkali- kali saat mana saya lagi sakit perut, Yasin telah membelikan norit obat sakit perut hitam warnanya.


Jumat, 22 April 2011

jam 01.30 terbangun sebab perut terasa sakit dan ingin kebelakang, rumah sunyi hanya dengkur tidur anak2 terdengar halus,

setelah selesai langsung minum norit 6 tablet, makan palubutung yang sudah dipanasi setelah perut ada isinya kembali melilit, kebelakang lagiii.

Istri terbangun dan membuatkan teh panas kental pahit sewaktu diminum terasa sedikit manis dan asin, istirahat baring sebentar dan jam 02.15 naik tidur lagi walau ngak langsung bisa tidur.

Jalan raya memang menakutkan, sehingga saat melintas bertiga pagi ini, saya, istri dan fifi, ke Hypermart Cibubur, disebabkan lauk habis, tak putus - putusnya bibir ini bershalawat rosul, saat jalan rusak dan tertutup air sisa hujan semalam.

Apalagi ini hari Jumat waktunya sempit sekali, di Hypermart yang baru buka itu, masih banyak terlihat gerai yang belum dibuka penjaganya, penerangan belum semua dipasang, saat menuruni tangga berjalan khawatir juga kalau super market ini belum buka, jauh-jauh kesini malahan tutup, untungnya dugaan itu tak terjadi, sudah ada orang keluar dengan kereta dorongnya berarti supermarket telah buka.

Di beli ayam 2 bungkul, daging brisket, kaki ayam, pasta gigi, sabun mandi cair, dan Fifi membeli kue kue kesenangannya, kembali keparkiran, dan langsung pulang.

Shalat Jumat di masjid kompleks yang arah kiblatnya kurang lima derajat, padahal gambar dan garis kiblat sudah saya berikan, tetapi sama seperti orang tak bertelinga, ya tetap saja.

Sore hari setelah shalat Ashar hujan turun deras juga


Sabtu, 23 April 2011



sejak semalam tyasnya minta ke Manggadua

sebab panasaran komputernya yang saya beli saat ada pameran komputer di JHCC ( komputer rakitan ) dua tahun lalu sewaktu di reperasi di Denpasar di vonis, barang rongsokan, semua komponen barang bekas memang betul sih, hayo kita buktikan, sambil memperbaiki komputer yang dirumah untuk di isntal ulang.

Tapi akan berangkat pagi ini kok berat amat, okeylah berangkat setelah shalat dluha, tapi sambil berkemas dan menunggu mandi Tyas akhirnya bisa berangkat dari rumah sekitar jam 08.10.

Sebelum berangkat mempertimbangkan akan naik apa sejak dari rumah, sebab bawaannya lumayan gede yaitu dua CPU.

Naik motor sampai Cileungsi, tapi setelah Tyasnya naik keatas motor, dengan dua cpu yang di susun keatas dijepit dengan badan, jalan baru 200 meter tiba2 ban belakang habis anginnya, bukan bocor lagi, tapi pecah pikirku.

Pulang kerumah meninggalkan Tyas dengan dua tumpuk computer dan sepeda motor kempes total ban belakangnya.

Ma, motor pecah ban nya, kataku singkat sambil mengambil pompa tekan, tapi percuma saja setelah di pompa juga tidak berpengaruh, parah ini, akhirnya putuskan untuk mendorong motor ke depan, sementara ibunya yang datang menemani Tyas ngurus tumpukan computer yang tergeletak dijalan, tiba2 terdengar dari belakang istri saya dan ada beberapa ibu2 lainnya berteriak menberitahukan jikalau di gang yang baru saya lewatin 2 meteran ada tetangga yang membuka tambalan ban, pak Satriyadi, katanya.

Motor saya dorong selangkah demi selangkah, belum tarlihat ada tanda- tanda di depan ada bengkel, setelah melewati perempatan antar gang jalan yang melintang, yang terlihat banjir tipis 2 cm, akibat saluran air ngak tertampung, baru terlihat ban bekas di gantung yang menyatakan di rumah itu ada kegiatan bongkar sepeda motor.

Pak Satriyadi ini adalah pensiunan BKN dan anaknya dua orang telah menikah, yang membuka bengkel adalah anak menantunya yang nomer dua.

Ban belakang setelah di buka ternyata sobek lebar, peristiwa ini telah terjadi dua kali, saya musti berfikir kenapa hala ini terjadi, bisa jadi kerena terlalu kencang pak ban nya.

Setelah ban cadangan di ambil dan di pasang motor sudah bisa di kendarai lagi, Cuma hari ini tidak ada ban cadangannya, motor di kendarai perlahan- lahan saja ke rumah untuk mengambil sepeda yang sudah lama di gantung untuk di bawa lagi ke bengkel tadi sebab sewaktu saya tanyakan dia juga bisa mengerjakan onedrdil sepedah kayuh juga.

Dua kali ke bengkel dan balik lagi ke rumah untuk mulai berangkat ke Mangga Dua memperbaiki computer.

Tyas membawa dua CPU di belakang duduk, dan CPU itu di susunnya di belakang saya, yang di bawa di jepit dengan badannya sedangkan yang atas di pegang dengan tangannya.

Setibanya di Cileungsi sepeda motor saya parkir di bawah pohon dan saya berpindah kendaraan dengan menaiki angkot 121 tujuan Kampung Rambutan.

Dari Kampung Rambutan naik Busway Tujuan Kampung Melayu, bus melaju cepat sebab melintas di jalan tool, tiba di Kampung Melayu turun untuk ganti trayek tujuan Ancol, menunggu cukup lama dan perkiraan saya sudah mendekati jam 12 siang, akhirnya bus panjang gandeng itu dating dan banyak penumpang yang naik, saya memilih pemberangkatan berikutnya agar dapat tempat duduk.

Betul juga dapat Tempat duduk di Busway paling belakang, cukup tinggi, dan dipojok sebelah kanan, dengan banyak penumpang anak- anak, sebab bus ini akan berakhir di Ancol, bisa jadi ada hubungannya dengan rekreasi.

Turunnya juga di Halte Pademangan dan berjalan kaki menuju Harco Mangga Dua bagian reperasi komputer, siang cukup panas sehingga memerlukan perlindungan bayangan toko yang menggelapkan cahaya matahari yang terik, sambil mengendong CPU.

Meletakan komputer di reperasi kompurernya si Andi, anak muda yang gede yang sangat kalem dengan usaha komputernya, sangat sederhana, dan merasa bahagia dengan kesederhanaannya, dan seorang kristen sejati. Setelah itu ijin untuk shalat Dzhuhur yang sudah tertinggal satu jam, sebab saat ini jam 13.02.

Saat sedang memperhatikan semua kesalahan pengoperasian komputer tiba- tiba Tyas nya berbisik akan ke ITC Mangga dua untuk membeli wig rambut palsu tugas sekolahannya di Sastra Jepang.

Tyas berangkat ke ITS mangga dua, dan saya tetap mengikuti proses peningkatan kinerja dua CPU kompter yang saya bawa dari rumah.

Tyas sudah kembali, dan shalat Ashar, setelah itu mulai menginstal ulang.

Keluar dari Mangga dua sekitar jam 17.40, sudah sore langit sudah agak gelap, sambil berjalan keluar mencari makanan, tetapi makanan yang di harapkan adalah nasi berkedel kentang ngak di dapat.

Shalat Maghrib di WTC Mangga Dua dan jadi imam shalat, setelah itu menggendong CPU lagi untuk mencari busway.

Bus way penuh sehingga harus berdiri, memilih berdiri di sambungan bus gandeng.

Tiba lihat kebelakang menyusul bus way kosong, sehingga putuskan untuk turun di halte berikutnya, halte Balai Pustaka, setelah turun menungu sebentar sebab bus way yang kosong itu sudah di depan hidung untuk berhenti, akhirnya duduk juga.

Di Halte Senen banyak penumpang yang berebut naik, saya melihat berdesakan anak- anak yang ikut orang tuanya belanja ke Mall.

Bus berjalan dan berhenti di UKI, Cawang. pindah angkot 56 tujuan Cileungsi, menyadari jikalau ini malam minggu, dan ada pertujukan di Sentul City yang di khawatirkan efek macetnya malam ini, ternyata tidak terjadi, hanya saja sesampainya di Cileungsi hujan ngak ada hentinya.

Masih untung sebab dua CPU ini sudah dibungkus dengan plastik sejak dari tokonya.

Kembali bermotor berdua di bawah hujan membawa CPU dan masuk rumah sekitar jam 20.00.

Malam hari mencoba memasang ulang komputer dan berusaha di hidupkan tetapi gagal saja, akhirnya di putuskan besok pagi saja.


Minggu, 24 April 2011

sejak jam 03.30 bel Hp sudah berdering dan bangun untuk mengingatkan pada anak- anak shalat tahajud, dan ada sedikit penting hari ini adalah ulang tahunnya Aswan anak pertama yang lahir 24 April 1997.

Jam 05.00 Komputer bisa di hidupkan.

Jam 05.30 melakukan pembicaraan bersama dengan satu keluarga ke Aswan dengan menggunakan bantuan speaker luar yang kemaren di beli di mangga dua khusus untuk Hp.

Cucian sejak pagi sudah beres siap di jemur tetapi hujan tidak berhenti sehingga di jemur di dalam saja, hujan ini sampai malam hari gerimis saja.

Saat memutuskan kepasar pagi ini berangkat sekitar jam 08.00 memang hujan agak reda, tetapi di pasar gerimis datang juga, tomat masih menempati harga mahal, dan yang lain terbeli, malahan untuk acara ulang tahunnya Aswan di rumah akan di buat nasi kuning yang rencananya di makan sendiri dan hanya satu piring yang di berikan tetangga dan tetangga mana yang akan di beri nanti saja menurut pertimbangan lainnya.

Yang paling menonjol pengeluaran saat ini adalah kacang ijo sekilo, telor ayam asin 5 butir dan satu renteng kopi STMJ.

Siang setelah shalat Dzhuhur membaca doa buat Aswan yang ada di Makassar, dan mulai makan nasi kuning, dan tetangga yang di pilih sepiring itu jatuh ke pak Taufik tetangga depan rumah.

Sore hari setelah shalat Ashar Tyasnya tidak memberikan nomer tiket Lionair yang di usahakan sendiri mencarinya di penerbangan lion, akhirnya setelah di diamkan sebentar sekitar jam lima saya putuskan lagi mau diambil ngak tiketnya, batas akhir tiket sekitar jam 19.00.

Akhirnya di berikan juga, ke ATM bank Mandiri, masih memakai sarung dan kopiah, bermotor dengan Istri, udara cepat sekali berubah menjadi malam, setibanya di Central park udara semakin gelap saja, sampai mengoperasikan mesin ATM tiga kali gagal sebab ngak terbaca yang namanya itu pembayaran tiket pesawat.

Yang terakhir terpaksanya minta tolong ke orang yang akan memakai ATM juga tetapi membatalkan sebab saya masih ada di depan ATM, saya minta tolong kepadanya, akhirnya di tunjuk itu pak tiket…, terima kasih, ngak kebaca bener.

Akhirnya tiket Lion Air untuk pemberangkatan Tyas ke Denpasar hari Rabu tanggal 27 Besok sudah di dapat, setibanya di rumah shalat maghrib dan bersyukur terhadap kemudahan dari Allah SWT.


Tiada ulasan: