Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Mei 19, 2011



Senen, 9 Mei 2011

Jam 03.30 bangun sebab sejak sore kemaren sudah berniat hari ini akan puasa sunah hari senen, demikian pula anak nomer tiga Astari dan ibunya ikut melakukan makan sahur hingga adzan shubuh jelas terdengar yang menandakan waktu berpuasa sudah berjalan.

jam 0700 berangkat dari rumah

jam 0800 di bank syariah Muamalah kompleks yayasan panglima sudirman Cijantung.

jam 0840 sudah dikantor Lebak Bulus Pasar Jumat.

jam 0906 sudah di halaman parkir Kementerian Perumahan Rakyat, untuk memarkir motor, berjalan menuju Kementerian Pekerjaan Umum.

Naik ke lantai 5 dan disana mbak Indreswari rekan penugasan ke BPPT belum datang pagi ini, setelah di Hp ia sedang memimpin rapat di Kementerian Kesehatan untuk kegiatan di Tanjung Priok.

Tiba-tiba datang pak Rudy menyampaikan surat penugasan pengelolah teknis untuk kementerian Aparatur Negara.

Melangkah ke Al-Azhar untuk mengantar sodaqoh, saat itu masuk pula utusan dari Turky yang akan menyampaikan bantuan sodaqoh yang dikelolah oleh masjid Al-Azhar.

Bermotor ke BPPT, mengambil motor dahulu di parkiran Kementerian Negara Perumahan Rakyat yang dahulunya adalah kantor Cipta Karya, sehingga hubungan batin dengan para penjaga motor tidak bisa di abaikan begitu saja walau dalam usia menjelang tua ini.

Kendaraan cukup ramai menuju ke Thamrin, yang saya tahu bahwa jalanan ini telah di pasang pesawat foto untuk melihat kesalahan motor yang melanggar rambu lalu lintas.

Setelah agak lama melintas kepikiran juga kok ngak nyampe- nyampe, apakah sudah lewat sampai berhenti di depan salah satu kantor dan tanya ke Satpam ia menjelaskan masih di depan lagi pak.

Masuk BPPT tertulis besar- besar di atas papan berlatar hijau, dan masuklah perlahan- lahan dan di tengahnya ternyata cukup besar juga ruang terbukanya, memang tidak terlihat dari pinggir jalan.

Kalau saya perhatikan secara sepintas terlihat bangunan yang di rencanakan ini dan sekarang telah dijadikan perkantoran BPPT, tidak muncul dari satu site plan yang terpadu, ada kemungkinan proses bangunan ini terjadi bersamaan pula proses pembelian lahan. kemudian datang dana lagi disambung atau di hubungan kedua tower perkantoran itu, datang dana lagi di buat apa lagi, unit kerja- unit kerja yang lain, dari sini saya berfikir ngak habis2nya, pantes aja birokrasi menjadi gemuk.

Fenomena ini terjadi juga di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum, belum daerah propinsi dan Kabupaten dan belum lagi yang berlindung di RI satu dan RI dua.

Seharusnya BPPT cukup di dipercayakan kepada satu orang pimpinan setingkat Menteri, tidak dibutuhkan ruang sedemikian banyak, jikalau BPPT akan melakukan koordinasi kegiatan maka BPPT harus berkoordinasi dengan Sekretariat Negara, baru disini terlihat adanya ke engganan koordinasi antara menteri, ngapain saya ber koordinasi dengan mereka, mana penting, saya atau dia, disini baru terlihat aslinya sifat bangsa Indonesia, ngak bisa bersatu, bohong saja orang mengatakan bersatu.

Apabila satu unit kerja bisa kokoh dan stabil, maka unit kerja yang lain akan meniru hingga yang di tiru juga adalah bagaimana mengatur kegiatan yang mengandung uang sehingga sewaktu mempergunakannya tidak tertuduh sebagai korupsi.

Setelah memarkir motor, saya berjalan kaki menuju dua tower kantor itu, tower satu atau dua, dari hasil penelusuran hari Kamis kemaren urusan bangunan ada di tower satu lantai sepuluh.

Di lobby lift, saya menunggu lama tidak ada pemandangan yang menarik, hanya satu pemandangan yang menyadarkan saya jikalau ada pekerjaan rutin yang berlaku disini adalah saat itu lewat teknisi bangunan dengan pakaian kerja dan tak lupa membawa kunci inggris besar, otomatis ada permasalahan pipa air pikirku.

Ternyata lift yang saya naiki berhenti di lantai 10 bangunan satu, dan urusan konservasi dan konversi energi tidak disini, yang ada di bangunan dua lantai 20, kata seorang bapak yang santun memberitahukan.

Pindah ke bangunan dua dan naik lift, ternyata lift ini hanya sampai ke lantai 14 keluar dari lift dan naik tangga setingkat lagi dan pindah lift dan langsung ke lantai 20.

Satu ruang kerja besar dan terbuka di kelilingi ruang kaca ruang para esselon dan akhirnya saya melihat punggung seseorang yang jikalau di analisa cepat orang ini cukup cerdas untuk menganalisa perubahan, pendadakan, dan pemikiran.

Tanpa tanya nama, langsung saya menjelaskan bahwa maksud kedatangan dan dia membawa saya ke ruangan seberang dihadapannya dan ruangan itu kosong, saya di persilahkan duduk, dan akhirnya ia terlihat memasuki ruangan sekretaris nona Rika, kemudian si sekretaris itu keluar menjelaskan orang yang berkepentingan dengan permasalahan bangunan instalasi panas bumi Kamojang Garut aalah bapak... dan ia ada di Bandung.

Tetapi saat saya menerima ketiadaan orang yang saya cari ini dan akan keluar, ternyata ada seorang anak muda gemilang datang mendekat dan memberitahukan jikalau dia yang mengurus surat permintaan dari ruangan ini ke kantor Kementerian PU dan dia juga yang ikut acara pertemuan hari Selasa dua minggu yang lalu yang menjelaskan permasalahan Penata Teknis Bangunan, Pemuda itu bernama Budi...



Turun ke lantai dua yang khusus di gunakan untuk masjid besar, dan disana jemaah shalat dzhuhur baru saja selesai salam.

naik taksi ke Menpan, untuk mempersingkat waktu dan motor di biarkan saja di parkiran BPPT

Setibanya di Menpan langsung ke Biro Umum dan ternyata diterima oleh anak muda juga yang khusus menangani pengadaan.

Juga disini orang yang bersangkutan perihal Rehabilitasi lantai lima dan enam tidak ada di tempat. Akhirnya kembali lagi ke BPPT dengan Kopaja.

Jam 14.00 masuk ke BPPT dan tiba- tiba badan terserang perasaan lemas saya langsung naik ke lantai dua dan tidur tiduran di masjid yang luas, siang terasa terik badan lemas dan rasa lelah datang, efek melaksanakan puasa siang ini hari terasa panas udara kota Jakarta.

Shalat Ashar berjamaah di masjid BPPT, berpisah dengan pak Sodiq, bermotor pulang, cari putaran balik, melewati Bank Indonesia, Lapangan Monas, Pasar raya Sarina, Bunderan HI, Komdak, Cawang, Celilitan Besar, Beli mangga 3 Kg harga cukup mahal kerena permintaan anak- anak, Taman mini, Masjid jin Ciracas, Arundina, Hypermart Cibubur sudah sore, Cikeas semakin sore, fly over Cileungsi kemacetan di depan Citra, beli air aqua gelas mengantisipasi datangnya maghrib saat buka puasa tapi belum sampai rumah,

masuk desa Gandoang dari masjid kiri jalan terdengar adzan, parkir motor depan orang jual gorengan, buka tas, baca doa buka puasa dan minum air yang tadi dibeli makan goreng pisang, mengingat harganya murah dan dirumah Astari dan ibunya juga puasa, beli semua goreng pisang yang tersisa 5 potong dibawa pulang.

Ternyata anak- anak menunggu datang bapaknya sehingga begitu motor mendekat Fifinya sudah berdiri menyodorkan tangannya untuk meraih oleh- oleh mangga dan pisang goreng, cukup berat mangga itu di tangannya Fifi sehingga dilepaskan begitu saja.


Selasa, 10 Mei 2011

Jam 02.00 sudah ngak bisa tidur, bangun untuk makan kue yang masih tersisa sewaktu membeli hari minggu kemaren di Blok M.

Jus sayur pagi ini terdiri dari campuran : Tomat, Mengkudu, Nenas, buncis, daun mengkudu, daun sirsak, daun kumis kucing.

Jam 07.00 keluar dari rumah

jam 08.10 tiba di bank Muamalat Cijantung

jam 09.00 tiba di kantor.

Menjelang sore baru ingat jikalau kabel Hp tiphone putus sambungannya sehingga sore ini harus di cari penggantinya, sekalian membelikan Fifi susu Indomilk coklatnya, sedangkan yang lain cukup dengan lauk Daging Cincang dan Ayam.



Rabu, 11 Mei 2011

Jam 02.30 terbangun dan langsung mengHp pak Sodik di Tanjung Priok untuk bangun sama2 melaksanakan shalat tahajud, kemudian Fifinya juga ikut bangun dan pindah tidur dengan kakaknya.

Jam 07.00 sudah bermasalah ban yang kedua di sekitar Nagrak, 06.30 di Cikeas ban motor belakang mantul mantul jalannya, memang tadi 06.10 sewaktu akan berangkat kok kempes ban belakang saya pompa rupanya terjadi pergeseran pinggiran ban sehingga jalannya mantul seperti sekarang ini.

Cukup lama di bengkel ban pinggir jalan ini sebab sebelum saya masuk bengkel sudah ada pemotor yang masuk duluan sehingga cukup lama saya menunggu, pemotor yang masuk duluan tadi ban depan habis angin sebab ia menobrok knalpot motor di depannya yang berhenti mendadak, saat ban depan nya nobrok motor didepannya itu ban depannya pemotor yang menobrok tertusuk logam di motor depannya.

Ban depan berlobang besar sehingga diganti, hal ini yang membuat saya hilang waktu menunggu.

Udara cukup panas didepan ada bank muamalat yang buka, motor saya parkir diarah tambal ban tadi dan saya hati2 menyebrang jalan ke bank muamalat untuk sodaqoh anak yatim NTT.

Perjalanan kekantor lancar, masuk kantor sebentar ijin untuk mengikuti rapat di poltekkes, masuk kantor poltekkes jam 10.00

Ruangan masih sepi, jam 10.45 ruangan saya tinggal untuk membelikan saudara ipar kaos kaki, dan baju kaos bergaris horizontal kualitas bagus.

Panas yang menggerahkan sehingga habis air satu botol 600 ml service dari toko baju yang dibeli bajunya.

Kembali keruang rapat masih sepi aja.

sempat ke Raden Patah untuk membelikan anak2 lauk berupa rendang, hati rempelo ayam di gule, dan bergedel kentang, tambah sambal.

Setibanya dirumah ibunya sampai berkeringat mengkonsumsi sambal hijau



Kamis, 12 Mei 2011

Jam 02.40 terbangun untuk persiapan puasa hari ini.

Dikantor pasar jumat dalam keadaan hening, Dzuhur shalat di masjid besar.

Janji hari ini pertemuan jam 16.00 sampai saat ini 12.46 belum keluar kesepakatannya.

Mendekati jam 15.00 ada informasi jikalau rapatnya ditunda saja.

Jam 16.00 pulang dengan perhitungan

shalat maghrib dan buka puasa di jalan.


Jumat, 13 Mei 2011

Pagi sangat sunyi, hanya mesin kulkas saja yang berdesir, matikan kulkas dan mulai hidupkan mesin air untuk mandi dan bersuci sebelum shalat tahajud pagi ini, jam masih menunjukan 03.00.

07.00 bahan membuat jus sayur baru datang, bahan terdiri dari : tomat, kool, buncis, wortel, kentang, leunca, mengkudu, daun mengkudu, daun sirsak, cuci, blender dan minum.

Nyuci motor dahulu agar ngak terlalu berdekil, setelah itu berangkat dan 09.00 masuk kantor, di perjalanan tadi sempat mampir ke Bank Muamalat untuk Yatim Piatu Nusa Tenggara Timur Tengah Selatan.

Di Aceh wilayah Negara Kesatuan republik Indonesia sudah muncul apa yang namanya Organisasi santri dayah (ponpes), Rabithah Thaliban Aceh (RTA), bisa di bilang inti dari Thalibannya Indonesia, berarti awal membawa Indonesia dalam pengamatan Amerika yang sangat berpandang negatip terhadap gerakan Thaliban.

Dari sini bisa di kaji bagaimana perkembangan Thaliban di Indonesia, dengan geografi Indonesia yang tidak terkumpul dalam satu daratan kemungkinan besar Thaliban nya Indonesia yang muncul di Aceh tidak akan bersifat nasional.

Sebab seperti yang di akuhi masyarakat Muslim Indonesia kebanyakan, mereka muslim tetapi tidak menjadikan mereka bagian dari Negara Islam Indonesia.

Seseorang tidak minum kerena dilarang oleh Islam maka otomatis orang tersebut adalah fanatik agama islam, orang tersebut tidak melakukan perzinahan, kerena mendekatinya saja sudah berdosa, ikut juga tergolong sebagai orang fanatik islamnya, orang itu tidak mencuri, orang itu tidak ber narkoba, orang itu tidak penodong, orang itu bukan pengebom diri tetapi ia orang islam biasa dan melaksanakan perintah Allah dan Rosulnya, hanya saja pada saat di depan mata ada polisi penerima sogokan, ada camat dan bupati penerima uang lokalisasi pelacuran baru orang islam itu tidak berdiam diri.

Masalah NII

Hari Ini, MUI Serahkan Dokumen Makar NII ke Mabes Polri

Jumat, 13 Mei 2011 10:44 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyerahkan beberapa dokumen terkait aktivitas dan struktur kabinet dalam Negara Islam Indonesia (NII) Komandemen Wilayah (KW) 9. Gerakan NII KW9 diduga telah melakukan kegiatan makar dengan Panji Gumilang, pimpinan Pondok Pesantren Al Zaitun, sebagai amir atau presiden NII KW9.

"Nanti siang saya ke Mabes Polri untuk menemui Kabareskrim Polri, Komjen Ito Sumardi," kata anggota Komisi Pengkajian MUI Pusat, Amin Djamaludin, yang dihubungiRepublika pada Jumat (13/5).

Dalam pertemuan tersebut, Amin akan menyerahkan beberapa dokumen mengenai aktivitas NII yang sudah mengarah kepada tindakan makar. Bahkan, ia telah mempersiapkan salinan fotokopi dokumen tersebut jika memang dibutuhkan para wartawan.

Penyerahan dokumen itu sedianya diserahkan pada Selasa (10/5) lalu. Namun Kabareskim Polri, Komjen Ito Sumardi, tengah berada di luar negeri hingga Kamis (12/4). Wakil Kabareskrim Polri, Irjen Mathius Salempang, pun juga tidak berada di kantornya.

Maka itu, Amin akan ke Mabes Polri pada Jumat ini untuk menyerahkan dokumen tersebut. Selain itu, Amin juga akan mengimbau kepada penyidik Polri untuk memeriksa Menteri Agama atau Menteri Hukum dan Syariah NII KW9, Mumtahiz Azwar. Menurutnya, tokoh tersebut merupakan tokoh kunci untuk memperkarakan Panji Gumilang dengan kasus makar.

Beberapa hal yang harus di waspadai dan hal ini berlaku umum terhadap setiap kehidupan, yaitu Zaitun yang di dirikan sejak pemerintahan Habibi mempunyai missi yang sangat kuat untuk menjadikan bangsa indonesia ini tidak hanya sadar terhadap nilai ke takwaan tetapi sadar juga terhadap nilai ke ilmuan, untuk itu dibuatkan suatu ke khususan, yang khusus tempat belajarnya, yang khusus gurunya, yang khusus dogmanya, dan khusus pula anggarannya.

Lahirlah sesuatu yang kita lihat kini, sebab kontrol sosial dari luar masyarakat kebanyakan tidak berpengaruh besar maka ada sesuatu yang menggoda yaitu mengapa bukan negara yang di pikirkan, lupa kalau Negara Republik Indonesia ini bukan negara Islam.

Tidak hanya terjadi di wilayah yang tertutup, ABRI yang tertutup juga akan mendapat serangan yang sama, Kepolisian yang tertutup juga demikian, tak terhindar pula staf di lingkungan presiden dan wakil presiden, melakukan hal yang bersifat khusus akan terkena lupa, bahwa negara kita ini ada yang memiliki.

sore hari menyempatkan diri ke Lotte Mart untuk mencari lauk di rumah, setelah mendapat kepastian rapat poltekkes ditunda hari sabtu sore.

ikan gurame kesenangannya Fifi, ikan bandeng, ikan kerapu dan ikan patin, serta sebungkus besar roti tawar. Jikalau di supermarket lain dijual agak mahal, beda harga Rp 5 000,-

Saat masuk waktu shalat maghrib lokasi sudah di Kranggan, maju kedepan lagi dan depan lagenda wisata, terdapat masjid sekaligus pesantren, disana motor di istirahatkan dan saya shalat, masuk rumah jam 19.00




Sabtu, 14 Mei 2011

Jam 01.45 terbangun hendak buang air kecil, setelah itu masak air satu cangkir sebab tekonya pecah, ber teh panas sedikit manis dengan rendaman roti tawar, disrurup makannya sambil berdesis menahan panas, Alhamdulillah enak bener.

Sore menjelang malam saat maghrib tiba, hujan turun cukup deras, saat yang sama di niatkan untuk nyelawat kematian tetangga jauh, seorang ABRI, belum terlalu tua umurnya, meninggal, informasi dari ibu Parno yang kerumah yang menyampaikan salam dari salah satu rumah tangga kenalan bu Parno untuk menyelenggarakan pengajian atas syukur anaknya lulus SMA, hari selasa besok, sambil memberitahukan jikalau ada kematian dirumah pak Waluyo tentara, akan dimakamkan besok di Cibinong.

18.21 hujan di iringi suara guntur membuat Fifi takut.

Akhirnya setelah shalat Isya, hujan terlihat redah, turunkan motor dan dipanasin, agak lama manasi motor, bunyi motor belum stabil, tenaga belum terwujud, setelah bunyi mesin motor stabil istri naik ke goncengan, motor bisa dikendarai perlahan, hujan menyisahkan genangan air, sarung yang dipakai sudah terpeciki air jalanan, sudah ngak layak pakai shalat, sebab ada gantinya yang lebih bersih.

Terlihat ditempat duka, tenda sudah terpasang, dan dua orang militer berdiri di pintu masuk, jenazah itu dibaringkan dengan kain batik panjang, jumpa dengan pak Slamet angkatan laut yang dahulu sering di tumpangi jeep angkatan lautnya untuk ikut sampai Cibubur sebelum saya melanjutkan ke Kp Rambutan, dan naik metromini 76 ke blok M sewaktu masih berkantor di Rd Patah.

Dengan Almarhum saya sendiri tidak kenal, almarhum meninggalkan 3 anak yang beranjak remaja.

Jenazah yang berbaring itu sedang dalam perjalanan menghadap si pencipta, tak terasa tangan ini terangkat untuk memohon doa kepada Allah, Innalillahi Waina Illaihi Roziun, Ya Allah tolonglah jenazah ini

tolonglah Ya Allah, tolonglah.

Ditengah perjalanan pulang saat bermotor dengan istri, baru ingat jikalau amplop belum dimasukan ke baskom duka, balik lagi kerumah duka untuk memasukan uang duka, sementara hujan semakin menderas. Jam 19.58 masuk rumah setelah berhujan- hujan nyelawat tentara meninggal.



Minggu, 15 Mei 2011

Jam 01.38 terbangun ingin kebelakang, pengaruh dari makan ubi kemaren.

pagi masih jauh, kesunyian malam masih menyelimuti

jam 02.00 mulai mengerjakan shalat tahajud dan dilanjutkan membaca hafalan Al Quran surah Al Imran ayat 171 - 180, status hafalan masih sering membuka Al-Quran saat ada huruf lupa, jadi tidak hafal bener, membacanya hafalan dan lupa, buka lagi, setelah itu tutup lagi.

jam 06.45 shalat dlhuha untuk mengawali perjalanan ke Tanjung Priok dalam kunjungan kekeluargaan, jam 10.00 sudah tiba di kelurahan Papango, kawasan Tanjung Priok sekarang sudah termasuk lebih rapi.

Setelah shalat dzhuhur pulang lagi ke Cileungsi, gagal naik bus sebab ban belakang bus kempes. Panas terik menyengat, tempat berteduh sangat tidak ada, seonggok bangunan stasiun Kereta Api Tanjung Priok di seberang Terminal hanya sepi saja terlihat.

Putuskan naik kendaraan reguler bus china kuno dan jelek sebab tidak ada perawatan,

Bus model begini kalau rusak di ambil onderdil mesinnya dan di kanibalkan dan rangkanya akan di ceburkan ke laut menjadi rumpon ikan.

Setibanya di UKI turun untuk melanjutkan naik 56 tujuan Cileungsi.

Jam16.00 tiba di Cileungsi

Menjelang maghrib Yasin masuk rumah menghabarkan jikalau pak Syarif patah tulang, habis tobrokan.

Sementara itu diluar hujan bukan main derasnya.

Hujan tetap menderas, saya secepatnya membungkuskan diri dengan plastik untuk menuju ke rumah pak Yapis, saya hanya minta penjelasan di mana pak Syarif di rawat.

Setelah di beritahu sekitar Klender saya sudah tenang.

Setibanya di rumah dan membuka internet Hp Samsung ternyata penjelasan Guru Singa pengobatan patah Tulang di Pondok Kelapa semakin banyak.



Tiada ulasan: