Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, Jun 28, 2011

16 mei - 22 mei 2011

Senen, 16 Mei 2011

Mengejar waktu, sebab adzan shubuh akan datang, secepatnya shalat tahajud, selama adzan belum terdengar berarti waktu tahajud masih ada.

Setelah shubuhan istri menghidangkan singkong hangat dengan teh pahit, panduan yang sangat exotis, rasa pahit teh ditutup rasa gurih khas singkong kukus.

Jam 06.30 mengerjakan shalat dluha setelah itu langsung berangkat, istri ikut serta, akan menjenguk pak Syarif tetangga belakang rumah yang patah tulang belikatnya setelah jatuh dari motor saat menghindar menobrok penyebrang jalan di kawasan bawah jalan layang Jatinegara.

Saya sendiri kalau melintas di wilayah itu berani jalan pelan, memang penyebrang jalan banyak.

Jam 07.00 melintas di Narogong Bekasi, lalu lintas ramai oleh karyawan pabrik, dari memasuki kota Bekasi dan sekarang sudah meninggalkan kota Bekasi menyusuri kali malang yang airnya meninggi, sedikit saja air akan meluap ke jalan raya.

Setelah melewati beberapa lampu merah antara lupa dan ingat, belok kanan sampai melewati kuburan pondok kopi sambil mencocokan informasi dari pak Yapis semalam, Guru Singa disini cukup terkenal sebagai orang ahli patah tulang.

Dari berbagai informasi yang ditanya sepanjang jalan akhirnya tempak pak Syarif dirawat sudah didapat, tempatnya termasuk kumuh.

Banyak sekali orang patah tulang dan ada yang mencari sinar matahari pagi di lahan parkir yang termasuk sempit.

melewati gang sempit akhirnya didapat kamarnya pak Syarif.

Penyakit patah tulangnya sendiri sudah tertanggulangi tetapi efek samping selama pengobatan itu yang muncul.

Wajahnya menguning dan terlihat ada pembengkaan.

jam 08.30 keluar dari rumah perawatan patah tulang dengan perasaan terharu, sebab yang namanya perawatan orang sakit kok jeleknya bersangatan.

jam 08.32 sudah di kuburannya Pak lik Darmo di Kober Pondok kelapa.

Makamnya adik kandung almarhum ayah, makam yang tak terawat, sedang asyik baca doa tiba2 diserbu anak2 yang berpegang sapu untuk membersihkan makam.

jam 08.45 dirumahnya pak Supadio, rumah yang sepi, sudah lebih 3 kali tombol penanda ada tamu itu sudah saya tekan tapi tidak ada tanda jikalau rumah yang sunyi ini akan di bukakan pintunya, pak Supadio ini mantan kepala dinas PU prop Irian jaya

sewaktu saya masih Papua tahun 1992, tiba- tiba terdengar pintu membuka, langsung saya mengangkat tangan dan pak Supadio hanya memakai kaos saja, lagi kebelakang sampai lama ngak dibuka katanya seraya memperlebar bukaan pintunya.

Setelah itu pak Supadio menghilang, ditinggalkan saya berdua dengan istri diruang tamu yang cukup asri dengan pernak pernik hiasan, pak Supadio muncul dengan pakaian yang lebih rapi.

Saya ceritrakan mengapa berkunjung pagi hari ini, dari ujung jalan tempat pak Syarif dirawat kemudian ke makam adiknya almarhum ayah dan sekarang gilirannya menengok orang pensiun pak Supadio.

Jam 0955 dirumahnya ibu Tati kali malang teman istri saat kuliah di Al Azhar dahulu.

Dari rumah ini dapat informasi jikalau Guru Singa dimana pak Syarif dirawat bukan seorang dokter, tetapi Doktor, dahulu ada keponakannya yang dirawat disana tetapi tidak tuntas, terpaksa dirawat ulang lagi di Dharmais bagian syaraf dan tulang.

Jam 10.56 sudah bermotor lagi dengan istri melintas Gatot Subroto dan belok kiri Tendean, Mayestik langsung pasar Cipulir

untuk membeli kaos baju untuk gantian setiap harinya ke kantor.

Shalat dzhuhur di Cipulir.

langsung ke kantor Pasar Jumat.

Kantor sepi tapi kewajiban dan janjian dengan dengan konsultan rehab hari ini di kantor.

Habis shalat ashar baru terasa perut lapar, makan nasi padang dengan istri.

pulang kantor jam 18.00

ditikungan depan SPBU SMACileungsi, motor tertusuk paku setelah mendokol terhadap orang tua yang mengemudikan motor dalam posisi berhenti akan memotong jalan, saya sedikit terkejut sampai ngomel segala, tapi resikonya adalah motor kempes, anginnya habis sebab tertusuk paku 4 cm.

Motor di dorong, jalanan mendaki, luar biasa lelahnya, tiba-tiba ada anak muda yang membantu mendorong dengan kaki kirinya sementara saya berlari mengiringi,

berhenti di depan polres Cileungsi.

Nyebrang jalan dan mendadak lampu PLN padam, ada tukang tambal ban di jalan ini tapi mengapa malam ini mendadak libur.

dorong lagi dan setelah maju 200 m dapat bengkel yang kosong, dikeremangan malam saya mencoba melihat kedalam, juga kosong, bengkel di tinggaljan kosong.

Sebab saya sudah lelah mendorong motor, saya tetap saja duduk di gelapnya malam di depan bengkel, sementara istri bertanya kemana gerangan pemilik bengkel.

Dari pantulan sinar kendaraan bermotor yang lewat depan bengkel, terlihat istri berjalan bergegas dengan pemilik bengkel, roda sudah di buka, dan ban cadangan yang selalu saya bawa sudah dililitkan di peleg, saat akan memasang ulang, berkali- kali gagal sebab tidak cukup sinar penerangan untuk melihat mengapa as roda belakang tidak masuk.

Istri berani menghentikan pengendara motor untuk meminta berdiam sementara motornya di hidupkan dan diarahkan ke roda yang sedang dikerjakan tukang bengkel, pengendara motor itu mau berdiam dan mengarahkan sorot lampu motornya.

Motor sudah baik, setelah pekerjaan selesai dan siap akan pulang baru dirasa betapa dinginnya malam ini dan betapa laparnya perut ini.

Pulang masuk rumah jam 21.30

tidak ada makanan sebab anak- anak tidak melakukan apa – apa di dapur sehingga harus masak dahulu, yang paling praktis ambil bawang putih di pukul di kasi garam di piring di beri air dan di masukan potongan tempeh yang di iris agak tipis dan di goreng.

Malahan ibunya sempat membuatkan ikan bakar segala, sehingga makannya cukup enak.

Selasa, 17 Mei 2011

Hari masih jauh dari pagi tapi tengah malam ini jam 01.45 sudah ngak bisa tidur, ambil air wudhlu dan ngaji surah hafalan Al- Imran 170

jam 02.00 shalat tahajud dan jam 03.00 baru datang ngantuknya.

Shubuh bangun dan persiapan kepasar.

jam 06.00 berangkat ke pasar, motor sedikit gangguan, pasar beceknya tak terbilang sebab hujan semalam, mau pulang bengkel sudah ada yang buka tetapi kerena dia ragu maka saya batalkan, kemacetan sudah terjadi di pintu masuk taman buah mekar sari.

Hari libur waicak ini menimbulkan kemacetan dimana-mana.

Sore hari setelah shalat mengambil sepeda yang sudah 14 hari dirumah Satriyadi.

Dengan pembayaran ini saya menganggap terakhir untuk merawatkan sepeda di sini, kerena mahalnya.

Rabu, 18 Mei 2011

Kekantor hari ini naik sepeda hingga masjid depan terminal Cileungsi, jam 06.38 shalat dluha di masjid itu, sepeda juga di ikatkan di situ, jalan kaki ke perempatan sejarak 500 meter, pinggiran aspal yang ditapak pagi ini sangat banyak benda logam disepanjang jalan, tak di sangkal jikalau terlalu sering terlihat sepeda motor yang di bongkar ban nya sebab tertusuk benda tajam.

Saat naik 121 melintas di jalan tol debu sangat mengganggu, untungnya sudah membawa penutup hidung.

Setiap lewat saya memperhatikan tipisnya jarak aman antara sisi terpinggir jalan tol dan pagar rumah tinggal, tidak sepanjang jalan, tertentu di titik terdekat.

Saya ingat 35 tahun lalu saat konsep jalan tol mau di lounced oleh DPR, selalu di idealkan wawasan lingkungan sebagai paradigma, bahwa jalan tol tidak merusak lingkungan, nyatanya sekarang yang memegang konsep itu tidak ada.

Dilain pihak permasalahan lahan yang telah dikuasai malahan dijadikan alasan untuk memacu pembangunan jalan baru sebab tidak ada perlawanan dari pihak menantang perluasan.

e e e ternyata metromini 509 yang saya naiki di awaki oleh sekelompok anak remaja terminal, saya yakin mereka tidak ada ijin untuk membawa penumpang umum, tapi apa hak kita, negara ini tidak memberi perlindungan yang pantas buat warganya, negara yang dibuat banci, dengan peran pelaku atas nama negara yang serba canggung.

Jam 08.55 kantor sudah dicapai, cari kamar mandi dan ganti baju yang memang ada di laci kantor, baju ini riwayatnya merupakan pemberian Kepala pusat yang baru di jabat pak Supardi menghadapi tahun baru, cuma baju itu ngak pernah di bawa pulang, stand by dikantor, sekarang waktunya dipakai.

Kamis, 19 Mei 2011

Jahit Ban Dalam

Jam 02.45 terbangun sebab ibunya minta di hidupkan kompor gas, memang semalam sewaktu akan tidur katup kompor gas sengaja di buka sebab ada bau gas.

Makan sahur sekitar jam 04.10 setelah dilaksanakan shalat tahajud malam ini, jam 06.30 shalat dluha untuk persiapan berangkat kekantor.

Baru sekarang sempat memikirkan, ban dalam yang sewaktu pulang malam di hari Senen malam Selasa kemaren pecah, kerena pecahnya rapi saya sampai membungkusnya untuk akan di serahkan kepada ahli menjahit ban dalam sepeda motor, kemaren ke kantor naik sepeda yang di sambung dengan angkot, sekarang naik motor, dan sejak berangkat kendaraan aman saja, dan setelah fly over Cileungsi berhenti untuk menjahitkan ban dalam, ternyata dari lobang yang lebar yang dengan kasat mata di ketahui dan kini sedang di jahit, sebab robekan ban itu memanjang 5 cm setelah terkena paku 4 cm.

Itu pun posisinya tidak dalam satu garis tetapi ada tiga lubang yang berjajar, cukup pelik kalau nambal, orang lain pastilah di buang ban dalam demikian, saya hanya mencari kemungkinan saja, tetapi nada optimis diberikan si anak muda penambal ban, bisa ini pak, yang di jahit panjang, kemudian yang di jahit pendek, kemudian lobang satu titik, di satu lokasi sudah ada tiga masalah, setelah itu di lakukan pembakaran, dan di tes dengan mengisi angin, ternyata masih ada dua lagi, kemudian di lakukan pembersihan dan di tambal, setelah itu di tes dengan air, ternyata masih ada gelembung udara yang keluar yang menyatakan bocor, tambal lagi.

Waktu yang diambil untuk urusan menambal ban ini cukup lama, dan panas matahari pagi sangat membakar, saya sampai mencari agak jauh berteduh di bawah pohon petai besar hijau tapi belum berbuah.

Total lobang ada enam, bayar dan berangkat, sekarang di coba berhitung, kerena ini ahlinya ban dalam, perkara itu di anggap kecil sehingga mengurangi nilai penting, dan kalau di andaikan membeli ban baru maka ban tambalan ini cukup membayar separuhnya, Alhamdulillah.

Berangkat lagi dan sekarang melihat di kejauhan ada anak muda dengan rantai yang lepas dari girnya kerena di biarkan rantai kendor, dan kerena berhentinya agak ke tengah jalan di jalan lurus perumahan Kodam Cibubur, sehingga menimbulkan macet panjang, saya menolong hanya dengan membesarkan hatinya saja, saya berhenti di belakangnya dan mulai mengatur lalu lintas dan saya serahkan tang yang selalu saya bawa untuk membantu dirinya mengeluarkan rantai dari belitan gir belakang.

Setelah itu lewat pedagang kerupuk dengan kecepatan cukup tinggi tetapi di setiap kerupuk yang di jualnya ada tulisan Doa Ibu, oh iya ibu ku, lantas mampir di kantor pos Cibubur untuk mengeposkan uang buat ibunda di Wonoreja Lumajang dan pak Lik Bambang di Tempeh Lumajang.

Jalan lagi dan situasi semakin terik kerena panas cukup menyengat, dan mampir di Bank Muamalat Cijantung utnuk sodaqoh Yatim Piatu NTT.

Jalan lagi dan masuk kantor cukup siang jam 10.00.

Sekitar jam 13.00 ada Hp masuk dari BPPT

pak Yanto yang ingin melakukan rapat permulaan pelaksanaan pembangunan di panas bumi Kamojang Garut.

Saya menyetujui rapat besok hari jumat, saya akan shalat jumat di BPPT dan setelah shalat naik kelantai 20, itu jawaban saya melalui Hp.

Jumat, 20 Mei 2011

jam 05.00 berangkat menuju kantor, jalanan masih gelap, tetapi kesibukan dijalan raya sangat ramai, sekitar jam 07.00 sudah sampai di kantor pasar jumat, setelah mengisi absen langsung menuju Kementerian Pekerjaan Umum dimana di sana di pusatkan penyelenggaraan upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 103 tahunnya, sedikit terhambat kecepatan laju motor sebab macet akibat banyaknya orang mengantar anaknya ke sekolah di jalan raya.

jam 07.20 sudah tiba di lapangan parkir Kementerian Negara Perumaan Rakyat dimana lahan parkir untuk Inspektorat Jenderal masih di perkenankan di pakai untuk pegawai PU Pasar Jumat.

Tepat jam 08.00 acara bendera peringatan Hari Kebangkitan Nasional di mulai.

jam 09.35 saat memasuki kedai makan Family dipojokan jalan Raden Patah itu, nasi dengan lauk perkedel kentang berkuah rendang, makan perlahan-lahan sebab nikmat dari rasa lapar yang tertahan,

jam 09.55 sudah mulai berfikir akan ke BPPT, naik motor atau kopaja 19, naik kopaja 19 jadi pilihan.

jam 10.29 sudah didalam masjid IQRO BPPT untuk mengerjakan shalat sunnah tahayatul masjid kemudian dilanjutkan shalat sunnah Dlhuha yang tadi belum sepat dikerjakan.

Masjid terasa sunyi sebab tak terlihat seorang karyawan BPPT yang shalat, hanya pembersih ruangan yang ada.

Saat jam 10 .49 mesin pendingin dalam ruangan di hidupkan, awalnya mesin pendingin itu mengeluarkan suara yang mendecit, dan setelah itu kebisingan saja yang ada, masjid tapi bersuara pabrik, terlalu bising gemuruhnya, sekitar 45 Db.

jam 11.00 tiba2 angin dalam perut ini minta keluar, masjid Iqro masih sepi, lebih berhadast saja, toh masih sepi, setelah itu berwudlu lagi dan mengambil posisi strategi, shaf paling depan dekat meja, untuk meletakan tas kantor yang selalu saya bawa agak tersembunyi dari pandangan umum, sebelumnya Hp dalam tas dimatikan dahulu agar tidak mengganggu saat shalat dikerjakan.

jam 11.51 masuk waktu shalat, khotib jumat dimasjid Iqro ini membahas impuls pikiran si mahluk Allah saat mengerjakan shalat tidak terasa syaitan ikut berbisik mengganggu.

Shalat di masjid Iqro BPPT pun telah dilaksanakan, berjalan mendekati lift untuk naik kelantai 20 sesuai perjanjian kemaren.

Memasuki ruang kantor pada direktorat konservasi dan konversi energi BPPT memang agak aneh, waktu kedatangan pertama minggu lalu tidak memperhatikan tanda- tanda ruangan.

Yakin kalau ruangan ini betul2 yang mengundang saya melalui Hp saya langsung masuk dan pak Taufan yang menjadi pimpinan itu sedang keluar dari pintu ruang kacanya.

setelah saya memperkenalkan diri, sewaktu saya masuk ruangan sudah di persiapkan nasi dos rumah makan padang, sebelum acar di mulai di persilahkan makan dahulu.

jam 13.30 acara dimulai, Pembahasan pertama adalah letak lokasi dengan kondisi lereng yang menyebabkan pergerakan tanah, sebab dalam perhitungan mesin, pergeseran sedikit saja akan mempengaruhi tuas mesin dan mesin akan berhenti bekerja.

Pembahasan berikutnya adalah masalah kebutuhan utama persyaratan ruang yang akan di tutupi oleh bangunan konstruksi, sebab disini ada banyak point bangunan mesin pembangkit panas bumi, cuma yang mana di tutupi dengan bangunan dan yang mana tidak.

Point ke tiga adalah jadwal yang tersdeia dengan waktu yang ada sekarang ini sehingga sangat sulit terlihat kalau tidak segerah turun ke lapangan ke Garut.

Untuk sementara di putuskan ke Garut hari Kamis siang dan menginap di sana semalam dan Jumatnya mulai meninjau Lapangan Panas Bumi Kamojang.

Ngimami shalat maghrib di masjid Iqro BPPT, dengan jumlah makmum tidak sampai 10 orang, setelah itu turun kebawah untuk mencari Ghofur utusan kantor Tata bangunan Ciptakarya yang dari tadi menghubungi saya untuk menyampaikan surat penugasan pengelolah teknis di kantor kementerian negara.

Ternyata Ghofur menunggu di depan parkiran motor, malam yang redup itu membuat saya kurang bisa melihat secara jelas dimana Ghofur berada.

Dengan Ghofur menunggu bus lewat di kaki jembatan penyebrangan orang depan hotel saripasifik

Naik busway dengan Ghofur diujung malam,

Masuk rumah jam 22.00

Sabtu, 21 Mei 2011

istirahat lama sebab kelelahan menyerang sejak semalam, jus sayur pagi ini sangat membantu, mengkudu, nenas, buncis, wortel, tomat.

siang dikit membuat kacang hijau untuk membantu nutrisi memperbaiki tubuh,

ada sedikit kegairahan dalam berfikir, memang ada hubungan antara bakteri di dalam usus dengan pola tingkah laku,

Minggu, 22 Mei 2011

bagaimana membuat pagi jam 03.15 terasa enak di badan, membuat bubur kacang ijo cara cepat memakai presto, setelah shalat tahajud dan witir langsung istri menghidangkan kacang hijau hambar dengan teh pahit, rasanya enak sekali.

kepasar pagi ini termasuk masih pagi sebab gelap pagi di sisa malam masih nampak, setibanya dipasar kenaikan merata disegala harga sayuran, sehingga terasa uang yang di pos kan ke pasar pagi ini mendapatkan barang agak sedikit, kalau banyak berarti uangnya harus ditambah.

setibanya di rumah langsung shalat dhluha dan sarapan, tiba2 kantuk datang, dan tertidur sebentar, setelah stabil lagi langsung ke pasar terdekat untuk mencari beras yang habis nol, berdua dengan Fifi yang ingin bermotor.

sore hari berkunjung ke rumah pak Syarif yang sudah pulang, sebelumnya sempat me Hp ke pak Syarif apakah bisa di datangi, ternyata bisa, Fifi melihat jikalau bapaknya mau pergi ke belakang, sudah deh ngak mau ketinggalan untuk ikut serta.

Ternyata pak Syarif terlihat lebih baik dibandingkan seminggu lalu, datang juga Surya driver yang juga sama- sama patah tangan kanannya di pangkal lengannya.

Tiada ulasan: