Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, Jun 28, 2011

Didalam pesawat Garuda




Senen, 6 Juni i 2011

Jam 03.00 terbangun segera ingat jikalau akan mempersiapkan makan sahur, tetapi terasa sudah lama tidak minum jus sayur, menyusun bahan jus : wortel, buncis, nenas,Tomat, daun kumis kucing, buah mengkudu, prosesnya yang agak lama,sampai di peras dan diminum jam menunjukan jam 04.00, secepatnya shalat, dan mulai sahur jam 04.10.

Fifinya sudah mendesak untuk secepatnya berangkat sebab ia berangkat pagi,

Perjalanan ke kantor seperti biasanya, tidak akan menempuh secepat- cepatnya, tapi baru ingat jikalau plastik hujan tertinggal di rumah, padahal ramalan cuaca hari ini sore hari hujan.

Di Cibubur pasar lama sempat membeli plastik hujan.

Jam 08.45 di Bank Muamalat Yayasan Sudirman Cijantung.

Jam 08.54 di Bank Mandiri Graha PP Simatupang untuk kirim uang kuliahnya Aswan di Makassar dan Tyas di Denpasar.

Sore hari menjelang pulang, ingat jikalau dirumah tidak ada lauk sehingga saat pulang setela ashar tidak mengambil jalan yang langsung ketemu jalan Simatupang yang dibelakang kantor, tapi lewat depan jalan ke Ciputat, untuk menuju ke Lottemart.

Berdiri agak lama didepan bagian dari super market Lottemart yang menyediakan jasa pembersihan ikan, petugas pembersih itu sedang membersihkan ikan dari pesanan rumah makan, ikan yang dibersihkan ikan gurame besar-besar, dimana diperkirakan berat ikan itu 12kg, banyaknya pembeli yang antri, sehingga ramai juga orang yang berdiri.

Akhirnya gurame dan patin yang sudah saya pilih sekarang di bersihkan, guramenya empat ekor dengan berat 3 kg dan patinnya 2 ekor dengan berat 1,1 kg.

Hari telah sore saat keluar dari super market, hanya urusan lauk anak, tidak terjadi kemacetan di jalan Simatupang, buka puasa dengan membeli air di Indomart Cibubur dan shalat maghrib di Al Azhar didepannya.

Ditengah jalan saat memasuki gang yang ujungnya gelap, ketemu tetangga, pak Kaharudin, gonceng sama- sama pulang,

Saat adzan isya dikumandangkan saat itu pula masuk rumah.

Makan malam dengan membuat sambal merah dan ikan gurame bakar, Fifi dan Yasin yang tadinya rewel, lihat sambal bergelimang tomat dengan Gurame bakar langsung ikut makan.


Selasa, 7 Juni 2011

terbangun saat waktu menunjukan 01.55,

Sore hari menjelang pulang kantor tapi belum masuk Ashar, menuju toko dijalan kesehatan yang menjual komputer kecil untuk dijadikan sarana pengajian ibunya.

Hujan tiba-tiba turun cukup deras didepan sekolah polisi wanita, hujan pertama sudah sempat berteduh tapi akan memasang plastik hujan, hujannya berhenti, berangkat lagi memasuki jalan Simatupang, didepan Fatmawati hujan cukup deras sehingga berhenti dulu untuk memasang plastik hujan.

Berangkat lagi akhirnya memasuki jalan kesehatan dan langsung parkir motor didepannya dan memasuki toko penjual komputer dan perlengkapannya, sementara komputer di set up saya tinggal mencari musholah yang sering saya dengar suara adzannya tapi musholahnya ada di ujung gang kecil dari jalan kesehatan, nama musholahnya Al Makmur, cukup kecil dan bersih.

Berjalan lagi keluar dari gang sempit, dan setibanya di toko komputer malahan sipemilik melaporkan proses instal lagi dikerjakan.

Ya ditunggu ngak ada pilihan.

Jam 17.16 masih di depan komputer yang di instal.

Saat adzan magrib terdengar


komputer notebook yang sedang di instal masih belum selesai, hari semakin redup, saya disini sejak setengah tiga tadi, berapa kali hujan deras turun, berjalan menuju musholah dan Shalat di musholah Al-Makmur.


Banyak jemaah shalat maghrib dari penduduk sekitar mesjid, keluar dari rumah yang terhubungkan dengan gang sempit.

Saat adzan Isya terdengar, saya masih didepan komputer yang lagi di install, sementara diluar hujan turun sangat deras



Rabu, 8 Juni 2011

Mempersiapkan muatan kajian, dalam format komputer "Memperkenalkan Islam secara terstruktur "

untuk konsumsi ibu2 dikompleks perumahan Puri Cileungsi.

Memang hari ini untuk sore nanti saat pengajian dimulai, istri akan membawa notebook untuk sarana membantu ingatan nya terhadap materi kajian pengajian Al- Afif.



Kamis, 9 Juni 2011

Hari sangat sunyi, bunyi mesin pendingin kulkas dan suara kucing yang baru masuk dari lobang pintu diatas rumah saja yang menemani.

Shalat pun dikerjakan, saat akan menghidupkan komputer notebook komputer terganggu prosesnya sehingga di tunggu lama kok diam saja.

e e e lupa belum makan sahur jam menunjukan 04.18, persiapan dua sampai tiga menit dan 04.20 mulai dengan

makan sahur lauk ikan gurame, peristiwa ini mengingatkan makan sahur di hotel Grand Jaya Cisarua beberapa bulan lalu, dimana sajadah masih ditebar, mengingat waktu yang terus berjalan langsung aja makan, saat itu sedang rapat pembahasan anggaran 2011.

Jam 04.26 adzan shubuh terdengar.

Demikian singkat waktu berlalu, kalau suasana pagi demikian ada ingatan yang masih tertanam kuat, peristiwa tahun 1961, pagi sebelum shubuh datang, usia saat itu menjelang 6 tahun, antri tiket KA di stasiun Banyuwangi yang beberapa saat lagi akan dibuka, setelah bermalam satu malam di losmen SLAMET yang cukup sederhana, bersamaan saat itu ada almarhum bapak dan ada pula almarhum kakak yang berusia 7 tahun ( ingat ini secepatnya sujud di sajadah memohonkan perlindungan untuk alm Bapak dan alm Kakak ) ada Ibu dan adik laki yang berusia 3 tahun, dalam perjalanan

dari Selong Lombok Timur ke Tempeh Lumajang Jawa Timur.

Kereta api yang dinaiki pagi itu masih kereta api berlokomotip uap, yang serpihan titik bara api nya yang keluar dari cerobong asap bisa membuat baju berlobang- lobang kecil terbakar.

Dan saat melintas di Mrawan dan Kumitir memasuki dua terowongan yang gelapnya 100%, saat kecil dulu teknologi membuat terowongan ini sangat saya kagumi, dari tenaga kerja yang dipaksa bekerja saat itu ( angka tahun dikepala terowongan itu , kalau ngak salah memperhatikan 1901 ), kuburan yang berserakan disekitar rel kereta ( kuburan itu sekarang sudah ngak ada ), sehingga kalau kita lewat diatasnya haruslah dibaca ayat ( ayatnya lupa cuma intisarinya aja ingat, dan ingatlah sewaktu engkau berjalan di muka bumi dan tetaplah bertakwa ), berkaitan dengan terowongan, mengapa tidak membuat saluran air besar (main drainage) di Bandung Selatan di arahkan keselatan, ke arah perbukitan kapur dengan campur tanah granule yang gampang longsor, untuk membebaskan kawasan Bandung Selatan dari genangan air setiap tahunnya, tetapi kalau di ingat prilaku masyarakat Bandung yang terlalu gampang melupakan adanya ALLAH SWT, beriman sih beriman tapi selayaknya orang lupa, kalau lupa ya lupa, dan bawelnya setengah mati kalau di ingatkan, memang nya siapa anda mengingatkan saya ( terngiang kalimat itu dalam logat dan bahasa sunda bandung ), akhirnya untuk membebaskan tanah bandung selatan dari genangan di batalkan saja, dana APBN yang dikucurkan untuk pembiayaan membuat saluran pelimpah ( semua air yang terkumpul di bandung selatan ) sebagian tetap di arahkan ke Cililin, dan selebihnya ke arah selatan ( sedang dalam konsep ), saluran itu bermuara di sebelah timurnya Cidaun dan sebelah selatannya Cisewu, setelah membelah meliuk- liuk di sebelah baratnya Pengalengan, ruas Pengalengan dengan Talegong adalah daerah kesulitan tinggi kerena struktur tanah nya dan topografi perbukitannya. Biayanya sangat besar tapi dari pada uang mengangur itu di intipin oleh DPR terus untuk dicari bagaimana hukum dan akalnya memakai uang itu kepentingan sendiri, kan lebih baik untuk masyarakat, tapi ya itu, masyarakatnya yang senang berbuat dosa dan bawelnya seperti orang Yahudi, nuntutnya pintar tapi kalau dituntut fungsi dan jabatannya ditampakanlah di wajahnya wajah seorang kabayan.

Saat berangkat kekantor Fifi ikut sampai sekolahannya, dan setibanya di kios penjual kue di Cibubur, membeli kue bolu besar untuk anak2 dirumah, motor berjalan terus dan mampir di bank Muamalat Cijantung untuk anak yatim NTT.

Saat komputer itu ada didepan orang ( 08.30 ) yang men setup komputer dua hari lalu, komputer yang tadi pagi rusak sekarang ngak apa2 tanpa melakukan sesuatu.

Rapat pembahasan tulisan penelitian laporan pendahuluan, peper pertama:

Penyiapan instrumen penghitungan tingkat perubahan kesejahteraan masyarakat akibat pembangunan bendungan jalan tol dan rumah susun

Peper ke dua, Kajian kesiapan masyarakat untuk pembangunan infrastruktur PU bidang SDA Jalan Jembatan Permukiman.

Sekitar jam 14.30 dapat informasi jikalau saya di ikutkan ke Surabaya besok pagi berangkat pesawat jam 06.00

Kerena masih akan ngurus komputer yang tadi pagi di masukan untuk dilihat kekurangannya, maka saya putuskan sekarang, betul juga sampai di toko komputer, komputer dari pagi belum di apa-apa in, sebab external cd nya baru datang, sehingga baru siang ini di perbaiki.

Saat adzan Ashar, saya shalat ashar di musholah yang dua hari lalu saya sholat disana.

Setelah tiba kembali komputer bisa dibawa pulang.

Baru beberapa menit masuk rumah tiba-tiba adzan maghrib terdengar saat buka puasa.



Jumat, 10 Juni 2011

Jam 01.30 sudah terbangun nyamuk yang menggigit bersengat.

Shalat tahajud dan sarapan, cari sepatu berangkat ngak ketemu juga, berarti sepatu coklat yang biasa di bawa pergi ngaj mau ikut, terpaksanya memakai sepatu jalan kekantor tiap hari yang mulai berlubang sol nya, jam 02.20 keluar dari rumah.

Motor tidak berani digeber kencang takut ngambek di tengah jalan, berangkat dini hari keterminal ternyata banyak melewati black spot, daerah yang tidak ada pertolongan sewaktu - waktu motor rusak, syukur hal itu tak terjadi.

Saat memasuki kawasan kampung Rambutan di ujung pagi itu sekitar jam 03.00 dari belakang, punggung bus yang parkir sudah terlihat di balik pagar.

Salah letak

03.55 bus berada di Cempaka Putih

mulai ngantuk.

04.14 bangun lagi saat di Kapuk

04.16 pintu tol Cengkareng.

04.18 pos penghitungan Damri di kawasan Bandara.

04.26 turun di terminal Garuda

Mulai mencari dimana akan mencetak tiket, dengan berbekal nomer tiket yang dikirim SMS tadi malam.

04.35 sudah di antrian chek in, dapat tempat duduk di pinggir no 17A.

04.40 shalat shubuh berjamaah setelah memasuki area terseleksi luar ada mushalah di banyak tempat.

05.05 sudah duduk diruang tunggu makan donat kering buatan istri


Jam 03.33 bus damri bergerak keluar meninggalkan terminal Kp Rambutan, belok belok mngikuti jalur terminal.

Bus banyak di isi pekerja pengaspalan jalan untuk ruas di Cengkareng, bus tidak hanya

di isi penumpang pesawat.

03.38 di putaran jalan baru ternyata banyak juga penumpang yang naik

03.43 pengambilan ongkos bus dengan diberikan secarik karcis bukti pembayaran.

Lanjutan salah letak

Jam 05.30 penumpang mulai diijinkan masuk pesawat, melintas pintu yang direntangkan tali mengarah ke tangga turun dan diujung tangga sudah tersedia bus untuk membawa penumpang pesawat garuda yang diparkir cukup jauh, bus banyak penumpang yang memilih berdiri.



Kaki mulai menapaki tangga pesawat, dan saat akan masuk pesawat yang disambut dengan senyum pramugari yang mulai keriput ketuaan saya seperti menaiki suatu kendaraan yang berusia lanjut, nomer duduk 17A sudah siap, sesaat saya menikmati ketersediaan fasilitas yang ada.

Setelah memasuki ketinggian diatas 7000 meter, matahari pagi menerangi jendela kiri sehingga sepanjang perjalanan jendela ini lebih sering di tutup dan saya mulai memanfaatkan fasilitas hiburan di punggung tempat duduk depan saya, sebuah mini monitor sentuh yang menyediakan film mandarin dan korea yang shoot nya banyak yang dialognya.

Surabaya 07.12, sudah terasa panas, mobil jemputan sudah disiapkan, ketemu pak Budidoel yang pondokannya di Situsari Mampir saya datangi pagi- pagi, melintas dikota Surabaya dengan kesibukan pagi, masuk dikantor dijalan Jemursari, ketemu ibu Ira yang dahulu satu kantor di Irian Jaya.

Shalat dlhuha di masjid depan kantor, silaturahmi ke kantornya pak Endi yang dahulu juga pernah sekantor di Irian Jaya Papua sekarang.

Rapat dimulai, saya lebih banyak menangkap keinginan pak Budidoel untuk membuat suatu laboratorium alam disuatu kawasan miskin, pihak kantor Surabaya menyodorkan usulan lokasi di Sukabumi.

Sementara pak Budidoel lebih tertarik pengembangan kawasan Wakatobi, sedangkan saya menghendaki Sulawesi Selatan, yaitu bagaimana rumahnya nenek sila dikembangkan konsep pariwisata rakyat, berbasiskan adat setempat.

Jam 11.00 masuk persiapan shalat Jumaat, saya keluar dari kerumunan teman kantor yang membahas banyak idea.

jam 15.06 masuk waktu ashar di Surabaya, saat adzan saya lagi lapar2nya dan makan getuk ubi yang disajikan dalam acara semi rapat tadi, shalat Ashar berjamaah malahan ketemu lagi dengan pak Endi posisi ini mengingatkan saat di Jayapura tahun 2000 dimana pak Endi dan saya masih sama2 bertugas disana.

Jam 16.00 dapat tahu campur untuk kudapan sore.

jam 16.30 acara berakhir dan diantar mobil kantor menuju hotel Simpang dipusat kota Surabaya.

Macet jalanan dikota Surbaya sore itu.

Masuk hotel Simpang berdua dengan Wirawan dapat kamar 521 dilantai lima.

pemandangan dari jendela Hotel Simpang di lantai lima.

Ternyata setibanya dikamar Wirawan memilih tidur di rumahnya saja.

Wirawan meninggalkan hotel setelah shalat maghrib.

Ngantuk cepat datangnya, setelah shalat Isya langsung tidur.



Sabtu, 11 Juni 2011

jam 00.38 sudah ngak bisa tidur, sendirian dikamar hotel Inna Simpang Surabaya.

Udara ruangan dengan instalasi AC central terlihat kuno hotel ini.

jam 02.30 bangun untuk shalat tahajud setelah itu sekitar jam 03.00 mulai turun kelantai dasar untuk melihat- lihat hotel.

Lobby hotel yang sepi, cahaya penerangan dan satpam hotel yang tidak seram amat.

Keluar hotel untuk jumpa dengan penjaga pintu masuk yang terlihat si anak muda itu tertidur di gardu jaganya.


04.15 shalat shubuh di masjid hotel Inna Simpang

06.00 turun ke restaurat hotel untuk mulai sarapan

semalam tidak makan, sejak kemaren ngak kena nasi, makan nasi saat akan bermotor ke kampung Rambutan jam 02.20 kemaren, sehingga pagi ini sarapan yang tersedia di hotel, diruang Palapa Coffee Shop semuanya sudah di cicipi.

Jam 07.00 shalat dlhuha, setelah itu ngaji hafalan Al-Quran di ulang.

Diruangan hotel yang termasuk enak untuk bekerja sekitar berfikir terkadang timbul pemikiran yang muncul bersamaan saat membaca Al- Quran seperti sekarang ini, otak langsung ke Sukabumi di kedua kecamatan itu, kecamatan Cimandiri dan kecamatan Jampang Tengah.

Jam 1145 Wirawan datang


Jam 1150 Shalat Dzuhur Ashar

Jam 1215 Makan rujak cingur bawaannya Wirawan didalam kamar hotel.

Jam 1255 lapor keluar hotel

Jam 1330 taxi datang berangkat ke JWMarriot memenuhi undangan pak Suhardi yang menikahkan anak lakinya, pak Suhardi adalah teman senior di kantor.

Jam 1340 masuk hotel JWMarriot

Jam 14.00 acara akad nikah dimulai di lantai tiga hotel yang besar, teman kantor banyak yang datang.

jam 14.30 akad nikah

jam 15.00 berangkat ke juanda airport

Surabaya macet, jumlah aktivitas dijalan tinggi, pertumbuhan ekonomi significant

jam 16.00 sudah sampai di airport Juanda Surabaya.

Waktu maghrib di Surabaya 17.28 sementara pesawat berangkat jam 17.40 sehingga shalat wakunya mepet sekali, pilihannya ya sebaiknya shalat.

Saat dipanggil ke pesawat jam 17.50 pesawat garuda dari type yang sama saat berangkat, pemandangan dari balik kaca jendela pesawat cakrawala Surabaya sudah gelap, waktu antara naik dan berangkat cukup singkat, boleh jadi saya penumpang terakhir yang naik tapi dibelakang saya banyak juga, donat dari istri sejak berangkat masih tersisa dan sekarang sudah waktu nya untuk dimakan bagian sneak dari garuda dibawa pulang untuk Fifi.

Dapat teman duduk seorang jepang laki umur sekitar 45 tahun namanya k-uneu dan memberikan alamat e-mailnya.

Mendarat di Cengkareng jam 19.05 tapi prosedur pendaratan sampai naik bus Damri tujuan Kampung Rambutan jam 20.00

Tiba di Kp Rambutan jam 21.05, langsung menghampiri sepeda motor yang diparkir

Motor tidak bermasalah, tiga masjid di arah pulang semuanya mengunci diri, shalat isya di emper bawah masjid Daarul Ulum kampus Iprija, kampus yang sunyi hanya saya dan suara motor saja yang ada, dalam kesunyian itu shalat Isya yang tertunda.

Setelah itu berjalan lagi dan sampai rumah jam 22.30



Minggu, 12 Juni 2011

Kepasar pagi ini jam 06.00 masih pagi sebab siang sedikit ibunya akan mengikuti pengajian.


Tiada ulasan: