Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, Oktober 17, 2006

Itikaf malam puasa ke 21

Jumat,13 Oktober 2006

Berangkat kekantor, yang ikut naik motor yang akan ke sekolah pagi ini Astari dengan Yasin, setelah mengantar mereka ke sekolah motor balik arah ke pasar Gandoang, sebab hari ini hari terakhir untuk persiapan membeli beras.
Dapat beras 5 karung seharga Rp 1 008 000 diterima dirumah.

Setelah transaksi selesai langsung berangkat kekantor Departemen PU Pasar Jumat.

Setelah shalat Jumat dapat telepon dari rumah jikalau beras telah diantar tetapi uang kurang 78 000 sebab harga beras adalah 1 080 000

Lho yang salah menghitung siapa ?

Telepon ke pak Rudy Parasdio, ia mengajak buka puasa dan shalat terwih di kantornya Bambang Triatmojo, tetapi saya sudah janji dengan anak-anak bahwa malam ini akan Itikaf di Masjid desa Gandoang.

Setelah itu langsung berangkat ke Mahkamah Agung untuk menemui bapak Iskandara Kamil SH, Hakim Agung.

Perjalanan siang itu terlihat agak macet, sejak di jalan akan memasuki Pondok Indah sudah terlihat macet, padahal pikiran saya sewaktu habis shalat Jumat di Kompleks PU tadi jalanan tidak macet, salah berarti.

Setibanya di Mahkamah Agung badan terasa panas, haus cuaca sangat kering, saya memasuki Mahkamah Agung dari pintu belakang, dan langsung naik tangga dan menuju ruang Hakim Agung Iskandar Kamil SH, ternyata didalam ada ibu sekretaris yang sedang menghadap pak Is.

Saya menunggu sejurus kemudian, dan sambil menunggu itu saya perhatikan banyak orang-orang yang mengikat berkas-berkas perkara, sesampainya didalam saya menanyakan ke pak Is kenapa orang pada mengikat berkas, ya ada liburan dua hari sehingga harus dikerjakan dirumah.

Suhu dingin didalam ruangan Pak Is membuat saya terbatuk- batuk berkepanjangan, pak ada memberikan saya dua baju kokok putih bersih dalam kemasan mewah, saya mengatakan jikalau naik mobil kemasan ini sangat cantik tetapi saya naik motor, mau diikat dimana. Kemudian ada dua botol obat buah merah Papua, selalu diminum untuk anak- dan keluarga terutama Yasin katanya.

Saya tidak bisa lama-lama di ruang pak Is, sebab saya melihat banyak berkas yang belum di ikat oleh pak is untuk dibawa pulang

Sepulang dari Mahkamah Agung melewati jalan Thamrin, Sudirman dan Simatupang, Pasar Rebo, dan shalat ashar di masjid jin kelapa dua, sambil tidur-tidur setelah shalat.

Dirumah masih sempat membuat jus sayuran, dan dimakan saat akan buka puasa.

Sejak hari ini mulai mengkonsumsi buah merah satu sendok, akibatnya badan sangat lemas, sehingga harus tidur setelah buka puasa.

Persiapan menjalankan malam Lailatul Qodar dimasjid desa Gandoang diujung masuk Desa Gandoang, yang ikut malam ini adalah Yasin dan Astari.

Ngaji sepanjang waktu dan setelah menujukan jam 24.00 mulai shalat malam. Astari bertahan ngaji Al Quran sampai jam 23.30 sedangkan Yasin sampai jam 23.00 sudah ngantuk dan tertidur.

Tiada ulasan: