Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Isnin, September 24, 2007

Jatuh perlahan- lahan dari spd motor

Senen, 3 September 2007.

Jatuh dari sepeda motor,Pagi hari saat berangkat ke kantor, saat melintas dijalan Simatupang, pada posisi perempatan jalan Kebun Binatang, kalau lurus ke Carefure Pondok Labu, dan kalau belok kanan menuju Buncit.
Saya melihat kemacetan akibta lampu merah diperempatan, dan jalanan penuh dengan kendaraan, saya naik di trotoar, dan saat kemacetan juga melanda di atas trotoar, say me ngerem dan sepeda motor berhenti dan sewaktu kaki saya mencari landasan, ternyata landasannya agak menurun kebawah, sebab saya ada diatas trotoar, sehingga terjadi kemiringan dan jatuhlan saya perlahan- lahan, menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Saya cepat loncat dan dengan dibantu beberapa orang motor kembali ditegakkan, tetapi sekarang sewaktu di hidupkan motor tidak mau hidup.

Saya dorong motor melewati garis lampu merah dan di seberang lampu, saya membuka semua peralatan berkendara, sebab suasana sangat panas, dan setelah beberapa kali di engkol, motor kembali mau hidup.

Sesampainya di kantor si Panjul datang bahwa ia memang sempat akan membatalkan pembelian motor untu Tyas, dan setelah semalam dipikir ternyata proses pembelian itu dilanjutkan, tetapi ia minta untuk bisa menggunakan motornya untuk beberapa hari lagi disebabkan ia sedang mempersipkan perkawinan untuk hari Rabo besok.

Saya bersyukur sebab proses pembelian masih brjalan dan untuk sementara motor masih dibawa oleh Panjul.

Sadar bahwa akan menyutik Desferalnya Yasin, saya pulang dari kantor setelah mengerjakan shalat Ashar, itupun masuk rumah hampir menjelang maghrib. Saya ingat sewaktu perjalanan pulang, saya trkena depresi sedikit, sebab melihat bahwa keuangan saya sangat surut, dan harus dibantu dengan per Bank an, walau hari nii adalah saat menerima gajih bagi PNS, kerena kecuilnya gajih itu yang membuat nafas ini tersendat, sehingga setiap berhenti di lampu lalu lintas saya selalu menengadakan tangan untuk memohon limpahan rezeki dari Allah.

Melintasi toko yang khusus menyediakan jasa pelayanan pengisian isi ponsel Hp, saya sempat mampir utnuk menghidupkan kembali Hp nya TYas yang batas waktu nomer nya akan mati nanti tanggal 8 September 2007, dari pada hilang saya hidupkan saja nomernya dengan memasukan pulsa sebedsar Rp 25 000,-

Kemudain sekalian memperbaiki Hp hitam pemberian Bupati Pangkep, sebuah Hp Nokia yang telah tua, dengan telah hilangnya layarnya, dan telah hilang kekuatan baterynya, untuk menghidupkan semua hanya di perlukan biaya Rp 92 000,- dan besok baru bisa diambil, dengan nomer Am3 baru.

Sesampainya dirumah menunggu kedatangan Yasin yang memang sejak maghrib keluar dari rumah untuk mengerjakan shalat di masjid hingga Isya.

Tiada ulasan: