Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Jumaat, April 01, 2011

Minggu 6 Feb - Sabtu 12 Feb 2011

Minggu, 6 Februari 2011

Jam 00.30 tersadar dari tidur,dan adaSMS masuk dari Tyas yang menyatakan tadi jam 23.23 telah tiba di Asrama mahasiswa Udayana dan suasana hujan dan iamerasa kedinginan, sesuatu yang di lakukan oleh ibunya sebelumberangkat tadi sore adalah memberi minyak gosokke seluruh tubuhnya Tyas biar hangat.

Hujan masih turun

Jam 08.00 hujanmasih merintik tetapi paksakan utnukkeluar dari rumah utnukmencari lauk yang sudah kosong di kulkas, Fifinya akan ikut tetapi kerena cuaca tidak mendukung terpaksa saya sabarkan untuk tidak ikut sambil memperlihatkan langit yang mendung bergulung- gulung.

Pagi masih terasa di Giant superstore Kranggan, ada beberapa ikan yang belumdiberi harga sehingga harus bertanya harganya berapa, ikan yang dibeli adalah ikan mujair1,5 kg,ikan, bandeng 2 ekor kerena dijual perekornya seberat 400 gram seharga Rp 9 990,- ikan terisi 1 kg, udang ¼ kg, ayam 1 bulat, apple dan jeruk, serta susunya Fifi.

Mendung dan hujan tetap menutup langit sehingga cucian baju belum bisa di jemur.

Senen, 7 Februari 2011

Macet hari ini rupanya sangat luar biasa, di ujung Fly Over Pasar Minggu sudah terlihat ujung kemacetan, berarti motor harus mencari jalan pintas, arahkan motor ke sisi kanan dan memutar di bawah jalan laying dan terus ke kanan dan memotong rel kereta api Pasar Minggu dan kembali lurus menyusuri jalan Pasar minggu dan belok kiri, kembali lagi melihat asrama pertanian yang dahulu pernah di jadikan tempat rapat, saat belok kiri untuk memotong lintasan terlihat kemacetan di pasar minggu akibat jalan yang di bagi dua.

Dan memang betul juga, setelah sampai di persimpangan Dept Pertanian, memang dari arah Fly Over Pasar Minggu itu padatnya bukan main, ya untung juga tadi jalan memutar lewat Pasar Minggu, tetapi setelah belok kanan memasuki jalan Simatupang lho macet lagi sejak dari perempatan Trakindo, okeylah, maju perlahan dan setelah lama melangkah satu meter per satu meter akhirnya ketemu jalan kekiri yaitu yang menuju ke Angkatan Laut, tetapi apa yang saya lihat, kok banyak sekali kendaraan yang belok kiri mencari jalan pintas, saya piker kalau jalan kecil ini di padatin kendaraan sedemikian banyaknya ya macet total di jalan kecil malahan ngak bisa apa- apa.

Ada orang yang belok kekanan memasuki jalan PDAM saya ikutin jalan nya mereka dan sampai di ujung jalan ada warung makan omah solo belok kanan malahan ketemu jalan simatupang lagi, tetapi saya lihat kok kendaraan berjalan walau tersendat sedikit.

Pulang hingga malam, banyak pekerjaan yang harus di selesaikan.

Selasa, 8 Februari 2011

Fifinya minta di antar ke sekolah dengan cepat, sebab kemaren sewaktu ikut naik motor dan turun di sekolah rupanya dia kena marah sebab terlambat beberapa menit, hari ini ia tidak mau terjadi lagi, tetapi sesampainya di sekolah anak- anak belum masuk.

Hu jan yang akan turun akhirnya setibanya di kantor hujan itupun turun juga dengan derasnya, hujan di waktu pagi, untungnya sudah sampai di kantor.

Pulang agak sore matahari masih bersinar dan tiba di rumah maghrib.

Rabu, 9 Februari 2011

Dua hari ke kantor terasa badan kepingin istirahat, akhirnya pagi hari setelah shalat shubuh langsung memegang lukisan yang belum selesai, tetapi sudah dibuatkan oleh istri latar belakangnya, latar balakangnya sangat jauh dari perkiraan, yang hendak di sasar adalah hamparan sawah dengan latar rumah toraja berbaris

Ternyata saya harus mencari ide ulang untuk memunculkan rumah torajanya, sehingga saya turunkan rumah torajanya biar tidak terlalu menepi atas.

Kelengkapan melukis hari ini dicari, setelah Fifinya mau jalan sendiri ke sekolah, ke took bangunan untuk mencari cat dempau dan cat warna emas, sebab lukisan pertama pemandangan rawa pening belum selesai sedang memasuki tahap terakhir yaitu akan memberi batas pinggir huruf arab yang dijadikan ikon lukisan.

Berdua naik motor dengan istri, ettapi yang dicari took bangunan dan belum tentu di beli, sebab Tanya dahulu sifatnya cat.

Akhirnya di took bangunan yang terakhir yang di masuki yang ke tiga ada di jual cat emas seharga Rp 55 000,- dan dempul tembok seharga Rp 13 000,-

Ternyata sudah jam 10.00 pagi, ingat jikalau Fifi akan pulang, kasihan kalau ia masuk rumah, rumahnya kosong, betul juga sewaktu menuju pulang terlihat dari jauh Fifi berjalan bertiga dan setelah ia tahu jikalau ayahnya dan ibunya di belakangnya dia, langsung loncot duduk di mo tor di depan.

Sesampainya di rumah yang di sasar pertama kali adalah bagaimana memberi garis pinggir menonjol di huruf arab kaligrafi dengan menggunakan dempul tembok.

Itupun akhirnya sukses setelah makan waktu sekitar 3 jam

Setelah itu memasuki perbaikan lukisan yang berlatarkan rumah toraja.

Sore hari menjelang maghrib, sisa Cat dari memperbaiki lukisan masih banyak, akhirnya di tumpahkan kanvas yang sisa lagi satu sebagai lukisan spontanitas dengan guratan garis miring dengan kuas yang besar di susun beberapa warna.

Kamis, 10 Februari 2011

Setelah shalat shubuh langsung tenggelam dalam renovasi lukisan latar belakang rumah toraja, ngak tahu jikalau anak- anak sudah berangkat sekolah.

Shalat dlhuha tetap di laksanakan tepat waktu jam 07.00 dan masuk lagi ke lukisan.

Sekitar jam 09.00 istri akan ikut membantu merenovasi lukisan, saya serahkan lukisan rawa pening yang tinggal member guratan finishing tinta emas di pinggir huruf arab kaligrafinya.

Jumat, 11 Februari 2011

Sudah di kantor jam 09.00 pagi, tadi terhalang sedikit kerena harus ke Bank Muamalah cabang Taman Pendidikan Yayasan Sudirman untuk memberi santunan sodaqoh ke anak yatim piatu Nusa Tenggara Timur di Bellu Timor Tengah Selatan.

Langsung di kantor terlibat tugas rutin.

Shalat Jumat di masjid hijau yang menggunakan pengantar bahasa arab.

Sewaktu berjalan pulang dari masjid menuju kantor, sewaktu melewati pohon mengkudu, di bawahnya bergeletak buah mengkudu yang cukup besarnya ( 400 gram ) saya bawa ke kantor, dan sesampainya di kantar saya berikan kepada ibu yang sakit kanker getah bening, barangkali buah ini ada manfaatnya.

Makan siang adalah makanan yang di bawa dari rumah.

Kanaikan harga yang luar biasa, sewaktu jam 15.00 secepatnya ke carefure rencananya sih akan membelikan lauk buat anak- anak, tetapi setibanya di sana harga semua jenis ikan rata- rata diatas Rp 30 000,- keluar dari carefure dan pindah secepatnya ke Lotte Spermarket di Ciputat, disana sempat membeli ikan sebelah kesukaannya Fifi, Fifi kalau ngak ada ikan sebelah ngak mau makan, sampai- sampai kalau cadangan ikan sebelah di rumah ngak ada, ikan yang lain yang cukup juga gurinya seperti ikan samge itu disebut juga ikan sebelah, agar Fifinya mau makan.

Pulang kerumah sore itu lengkap membawa ikan sebelah, ikan bandeng, ikan selar, ikan ayam- ayam, ikan samge.

Makan malam dengan ikan sebelah yang di bakar.

Sabtu, 12 Februari 2011

Acara melukis di rumah, sejak habis shalat shubuh sudah mulai memikirkan bagaimana langkah apa untuk menyempurnakan lukisan yang telah di buat oleh ibunya anak- anak gambar dasarnya.

Berkali- kali terjadi kegagalan untuk mencampurkan warna, setelah shalat Ashar sore hari bisa mencampurkan warna yang bisa di terima dengan gambar yang sudah ada.

Tiada ulasan: