Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, November 27, 2008

Beginilah kehidupan


Jumat, 18 Juli 2008.

Pendaftaran ikut Sayembara Perencanaan Kawasan dan Logo di Direktorat Jendral Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum




,

19 Juli 2008.


Banyak istirahat dirumah, melakukan puasa sebab Kamis kemaren ngak puasa, menghafal Alquran surah Al Imran.Mengulang- ulang bacaan yang sudah sempat dihafal.




Minggu,20 Juli 2008.

Kebutuhan pangan meningkat sebab anak- anak kumpul kecuali Aswan yang sudah di Makkasar, bengun sudah sejak jam 02.00, ngak bisa tidur lagi sehingga sepulangnya dari pasar ngantuknya bukan main, bangun saat adzan dzhur berkumandang.




Senen, 21 Juli 2008.


Pagi-pagi Astari minta diantar ke sekolah sebab ia akan melakukan acara penaikan bendera pagi ini, sehingga keluar dari rumah jam 05.15.
Buku tua yang saya bawa dari rumah ibu di Wonorejo Lumajang sewaktu ke lumajang kemaren itu, sekarang saya jadikan buku tuntunan untuk membimbing teman- teman dikantor bagaimana meningkatkan kesempurnaan shalat.

Ternyata buku itu ada peminatnya sebab mengingatkan dia kepada petunjuknya di pesantren dahulu, tetapi saya menolak untuk di foto copy sebab buku sudah gampang patah.

Seharian dikantor membahas masalah Bangkalan untuk sayembara.
Dapat hubungan ke Surabaya ke Lamicitra, pengusaha real estate yang mengembangkan Bangkalan.

Saya harus hati-hati untuk jangan sampai terpengaruh pada designya orang lain, yang jadi pemikiran sekarang bagaimana membuat fokal point untuk titik tangkap design






Selasa,22 Juli 2008.


Memang sudah beberapa hari ini semenjak mengantarkan Astari pagi- pagi dan tidak sempat shalat dlhuha di rumah maka shalatnya ada di masjid kuning Cibubur, jalanan lancar.
Wajah-wajah disepanjang jalan sangat beragam dari tarikan bibirnya, bentuk mukanya, dan keadaan penampilan umumnya, terlihat keadaan kenaikan harga tidak terlalu menderitakan masyarakat, artinya masyarakat bisa menerima.

Masalah tangkapan design sebagai titik utama sementara ini diketemukan publik konserta atau gedung pertunjukan. sebagi limpahan ke massal dan ke magahan dari surabaya.

Kemudian lagi masalah perumahan yang tidak terjawab dipusat kota Surabaya, di Bangkalan ini diharpakan dapat terwujud, dalam pemikiran perumahan diharapkan mengeluarkan kriteria, untuk mewah 5, untuk menengah 5 dan untuk sederhana 20, rasanya terlalu ideal untuk itu sebab perbandingannya umumnya adalah 123, 1 mewah, dua menengah dan 3 sederhana.

Saya ingin bagaimana masyarakat Madura yang sudah sejak lama keluar dari Madura untuk mencari kehidupan sekarang pulang lagi ke Madura dan membangun negaranya.


Siang hari bergerak cepat dan belanja ke carefure untuk mengejar susu indomilk coklat yang lagi dijual murah satu boks nya Rp 16 700,- total yang dibeli 6 boks susu, 1 kg ayam bagian punggung yang murah yang penting ayam juga, dan minyak kelapa 2 kg, total Rp 140 000,- dan waktu yang digunakan untuk belanja adalah 18 menit 23 detik sudah kembali lagi ke meja kerja.

Rupanya Pak Kuat sudah menghubungi pak Masruri di Makassar agar menerima Aswan tetapi Aswan keburu menemui pak Masruri di Makssar dan ia hanya disuruh sekolah aja.





Rabu, 23 Juli 2008.

Ke RSCM, Yasin bersama saya berangkatnya sedangkan Tyas berangkat sendiri naik bus, tetapi berangkat dari rumah bersama Astari, adiknya yang ikut sampai di Perempatan Cileungsi.

Berangkat pagi ini di awali dengan sedikit keributan sebab uang bensin saya senilai Rp 10 000,- hilang dari dompet tas hitam kantor, dan yang mengambil sudah jelas Yasin tetapi Yasin ngak mau mengaku, sampai dipukul kakinya segala ia ngak mau ngaku, sehingga perjalanan menjadi ngak enak.

Sesampainya di RSCM ternyata pengantar sakitnya Yasin sudah terlambat dan harus diperbarui, terpaksa pulang , gagal ke RSCM, hanya Tyas sendiri yang terus berproses pengobatannya, sedangkan Yasin balik lagi pulang, dan sesampainya di rumah sekitar jam 11.00 siang secepatnya membawa ibunya ke Puskesmas untuk meminta pengantar Sakitnya Yasin.






Kamis, 24 Juli 2008.

Ke rumah sakit Karet di Bogor, untuk meminta rujukan ke RSCM, sampai disini lancar saja tetapi sampai di Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, ternyata permohonan ada kekurangan yaitu penjelasan sakitnya Yasin dari Lurah setempat, yang ini harus diperbaruhi, kerena sudah lewat tiga bulan.

Pulang dari Bogor siang itu dengan perasaan lesu sebab gagal.

Sudah hilang minat ingin makan berdua dengan istri dengan makanan yang bisa dibeli dan enak di jalanan sepanjang perjalanan pulang, padahal dari rumah sudah membawa nasi.








Jumat, 25 Juli 2008.

Ke RSCM untuk mengantar Tyas dihari ketiga hari ini, Tyas masih transfusi sebanyak 300 cc lagi. Memang perjalanan lancar berangkat bertiga dengan Astari dan Astari diturunkan di perempatan Cileungsi, sempat shalat Dlhuha di masjid Kuning, mengingat beberapa hari ini sering terjadi permalsahan jam 09.00 sudah sampai di Bank darah Kramat, dan langkah berikutnya sudah berpindah tempat ke RSCM untuk transfusi darah.

Setelah darah masuk ketugunya Tyas, Tyas saya tinggalkan sendirian untuk mulai mengurus proses adminitrasi penutupannya Tyas, untuk itu pada saat di Bank Darah permasalahan lancar, dan saat membayar ruangan selama dua hari dilakukan transfusi juga lancar walau tersendat sedikit kerena proses, tetapi saat mengurus obat desferalnya Tyas, ternyata surat pengantar obat Desferalnya Tyas tidak ditanda tangani satu lembarnya oleh dokter ahli, sehingga harus diurus ulang kemana dokter hari itu berada, bertanya di sekretariat dokter ternyata ia sedang pertemuan khusus diruang perawatan dan tidak bisa diganggu, kemudian saya kembalikan ke bagian pendaftaran bawah mengapa sampai ada satu halaman ngak di tanda tangani.

Proses menunggu itu sangat lama, akhirnya saya masuk keruang Piket POPTI untuk mulai bekerja ke pengurusan POPTI terhadap semua keluhan yang masuk, Keluhan yang menarik adalah seorang pasien yang sekarang sudah berumur 20 tahun dan tidak lagi melanjutkan sekolahnya, ia ingin bekerja, dan bersurat ke pengurus Thalasemia yuntuk mencarikan pekerjaan.

Jam pun berjalan dan sudah tiba saatnya meninggal kan ruangan POPTI untuk Shalat Jumat ke Masjid UI.

Sepulangnya shalat ternyata surat pengantar obatnya Tyas sudah ada diatas Meja, dan saya bawa secepatnya ke bagian pengesahan, ternyata setelah ditunggu lama ternyata di tinggal rapat, pulang lagi sebentar untuk makan siangberasama Tyas diruang Popti makanan nya adalah soto daging yang dibelikan oleh POPTI.

Kemudian balik lagi ke lobby utama untuk melagalisir pengantar obat, dan petugasnya masih rapat, dan akan berakhir jam 15.00.

okey saat ini jam 14.00 sehingga saya memilih menunggu sambil berbicara dengan orang tua pasien yang anaknya sedang menderita pembesaran bola mata kakannya, anaknya berumur 2 tahun.

Jam 14.55 sipetugas belum juga datang dan diputuskan oleh para anggota RSCM di ruang itu untuk menggantikan petugas yang sedang rapat, dan setelah iotu naik kelantai dua untuk ke apotik dan ternyata setelah ditunggu katanya bukan disini kepengurusannya, tetapi di IRNA A Bawah, kemudian lari saya kesana mengingat waktu sudah semakin sore, dan setelah lama menunggu juga jawabanya adalah bukan di apotik sini kepengurusannya, akhirnya saya baru ingat, tadi sewaktu sebelum shalat Jumat, Kuat si petugas POPTI memberitahukan jikalau desferal kepenguruasannya di apotik anak, kesana saya berlari, dan sesampainya di sana disuruh foto Copy 2 rangkap.

dan Jam 16.30 obat sudah keluar.

Tiada ulasan: