Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, November 27, 2008

Tyas ke Denpasar

Rabu, 1 Oktober 2008.

Hari raya Idul Fitri, 15 menit sebelum shalat design perspektip Bangkalan Madura selesai.

Kamis, 2 Oktober 2008.
Hari raya ke dua. masih dirumah, ke rumah ibu sigit dan ibu nur di Ciledug.


Jumat, 3 Oktober 2008.

Shalat Jumat di rumah.



Sabtu, 4 Oktober 2008.

ke rumah pak Iskandar Kamil. Macet di Taman Buah.

Minggu, 5 Oktober 2008.

Kekantor, lembur Madura, kantor kotor, beratahan sedang puasa Syawal. saat maghrib, masak di kantor, membawa panci dari rumah, tidur dikantor.




Senen, 6 Oktober 2008.

Hari pertama di kantor, hari pertama berjumpa orang- orang kantor, salaman.

Tyas ngak dapat darah Hbnya 7,4
dari Ibunya Tyas berangkat ke Jakarta besok naik bus Rp 480 000,- harga mahal sebab hari raya. Tidur di kantor

Selasa, 7 Oktober 2008.

Tyas berangkat dari Denpasar jam 14.00 siang
Mengerjakan terus design Madura
tidur di kantor

Rabu, 8 Oktober 2008.

Komputer di kantor hang, kecapaian sebab sdari kemaren pagi sampai pagi ini ngak di matiin.

mau ngeprint tinta habis, beli tinta ke Giant dengan pak Zaenal
Siang harinya setelah shalat Dhluur ke Giant juga membawa komputer yang ngadat sistimnya. nunggu service sampai tidurt di depan toko service di Giant, dilihat oang banyak, saya capai sekali.
Sore selesai service

Mahrib Tyas suadh sampai di Kerawang.

Sehabis shalat isya dan makan malam jemput Tyas di Terminal lebak bulus, ada 30 menit disana ternyata busnya ngak masuk ke terminal.

Tyas kirim SMS jikalau ia nunggu di Pol nya Karina, saya langsung pulang lagi kekantor malam itu.

Naik motor setelah beberapa hari ngak tidur, cukup ngantuk dan bahaya.

Tyasnya lagi buang air di pol Karina.
masuk rumah jam 22.30 malam.


Kamis, 9 Oktober 2008.

Kekantor lagi, dan Tyas istirahat di rumah. Tidur di akntor


Jumat, 10 Oktober 2008.


Saat pengumpulan, dokumen sayembara finis jam 08.00 kemudian diantar ke Departemen dan jam 10.00 sampai disana, baru terkumpul 5 peserta, dari Palembang, Jakarta, Bandung, Surabaya , Bali.
Tyas dengan ibunya, berangkat ke RSCM.

Sabtu, 11 Oktober 2008.


istirahat di rumah.

Minggu, 12 Oktober 2008


istirahat di rumah, telepon mas Ajar ternyata mas Ajar sedang di Taman Mini.

Senen, 13 Oktober 2008.

Ke RSCM Transfusi darah cuci

Selasa, 14 Oktober 2008.


RSCM, penutupan, ternyata Tyas melakukan kesalah tidak membawa pengantar Askes dari Propinsi Denpasar Bali, yang di bawa rujukan, masih ditolong hari ini dan minta darah tambahan sebab jatahnya Tyas kurang 100 gram.
Puskesmas lokal Denpasar Selatan, menghadap ke Askes Cabang dan disarankan meminta bantuan Puskesmas Menteng Cikini Jakarta Pusat.



Rabu, 15 Oktober 2008.


Berangkat sendiri ke RSCM langsung bank darah, sebab Yasin dan Tyas naik Bus ke RSCM.
Sewaktu mengurus Yasin ternyata Yasin ditolak dari RSCM sebab ia harus mengurus Jamkesmas.
Langsung pulang sementara Tyas transfusi di RSCM, Lewat pondok gede dan setibanya di rumah bersama istri ke Puskesmas, dan disana disarankan untuk mencari Jamkesmas Pengganti.
ke Pak Waluyo, meloporkan keadaan emergency Yasin yang semakin pucat.
ke ibu Zuel dan diberi Jamkesmas pengganti, tetapi harus ada surat keterangan dari lurah.


Kamis, 16 Oktober 2008

Surat keterangan dari lurah susahnya, sebab lurahnya ngak masuk, memasukan sayembara logo Nyonya Meneer ulang tahun ke 90. bersyukur sebab kantor pos masih buka saat itu jam 16.30.



Jumat, 17 Oktober 2008.

Perintah berangkat ke Gorontalo. cari tiket PP
Shalat Jumat di Masjid belakang kantor yang penagantarnya bahasa Arab.
Surat dari lurah juga belum selesai di janjikan hari senen

Sabtu, 18 Oktober 2008.
Tyas berangkat ke Denpasar, jam 15.30, saya yang melihat sangat gelisah, sebab sudah dianjurkan berangkat jam 14.00 tetapi ia ngak mau, hari ini Tyas berangkat HP nya rusak, berarti jangan harap bisa memonitor Tyas.

Malam pun tiba Ibunya selalu berdoa, saat menjelang pagi di saat shalat Tahajud memohon keselamatan buat Tyas.

Tiada ulasan: