Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, November 27, 2008

Sekolah buat yasin

Sabtu, 12 Juli 2008.


Mencari sekolah buat Yasin.

Pagi ini sudah meluncur berempat dengan Fifi Ibunya dan Yasin menuju ke Jonggol ke sekolah SMP 1 Jonggol, setibanya disana memang suasana agak sepi tetapi berita negatip, harapan tipis Yasin diterima disini, sebab banyak para siswa yang mengembalikan blangko pendaftarannya, disarankan untuk ke SMP Neg 2 Jonggol, sewaktu bermotor ke sana setelah melewati tikungan Cibarusa langsung memasuki kompleks perumahan Citra Indah dan SMP Neg 2 Jonggol itu terletak dibatas belakang halaman kompleks perumahan Citra Indah, jauhnya dan panasnya, dari pertigaan citra indah ke jalan utama tidak ada kendaraan, itu sejauh jarak 3,5 km kemudian panasnya, disini Yasin ngak mau sekolah.
Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba belok kiri dan terlihat secara tidak sengaja SMP Neg 2 Cileungsi yang terletak di Bojong, disinipun Yasin ngak mau sekolah sebab jauh dan susahnya kendaraan angkutannya, saya sendiri sempat menghadap ke kepala sekolahnya tetapi Yasin masih tetap ngak mau, saya masih berharap setelah shalat dlhuhur, sebab saat itu sudah memasuki waktu dlhuhur, ternyata setelah saya selesai mengimami shalat dimana Yasin ngak mau ikut shalat, sehingga makmumnya kebanyak anak SMP yang masih ada dan para Satpam, dan setelah itu Yasin tetap ngak mau sekolah.

Jauh panas dan gersang kata Yasin, hal itupun bisa diterima memang kenyataannya demikian.

Akhirnya berjalan pulang sebab tiba- tiba saja ban belakang sepeda motor kempes, dorong motor sampai ke pertigaan jalan aspal jalan desa dan disana ternyata ban dalam terkikis oleh ban luar, padahal sudah dilapis dua lapis ban dalam.

Kemudian bermotor lagi menuju pulang tetapi lewat Bojong, kemudian Mapir dan langsung rumah.

Ibunya memasuki rumah dengan rasa kecewa sebab Yasin belum dapat sekolah, sementara itu Yasinnya sendiri terlihat tidak terlalu memperhatikannya.




Minggu, 13 juli 2008.



Jam 03.00 saat bangun tidur, ternyata anak- anak belum ada yang tidur, Tyas dan Yasin main Monopoly, sedangnya Astari baru masuk dalam selimut tidur, dan Adiknya Fifi tidur sendirian, Tyas beralasan bagaimana mau tidur toh sebentar dibangunkan kembali untuk mengerjakan shalat Tahajud, okeylah sekarang shalat saja dan saat shalat kesempatan mohon pada Allah agar anak- anak diberi rasa ngantuk, dan betul juga setelah shalat anak- anak pulas tertidur.

Pada saat mereka akan mengerjakan shalat shubuh saya bangunkan saat Shubuh terakhir yaitu sekitar jam 05.45, sudah batas maksimal pikirku, sehingga mereka bisa tidur lagi setelah shalat.

Bagaimana membuat anak sehat, oleh sebab itu pagi ini pada saat kepasar, saat yang sama Fifi tidak mau ke pasar sebab kakak2-nya ada dirumah semua. Tomat 4 Kg, Buncis 1 Kg, Nenas tiga butir, Wortel 1 Kg, Timun ½ Kg, Terong ungu 1 Kg, sudah siap nanti sepulang sesampainya di rumah akan di jus.

Campuran jus sayur pagi menjelang siang hari ini cukup enak sebab aroma nenasnya terasa, semua minum kecuali Yasin yang masih tertidur.

30 menit sebelum Ashar tiba, terdengar beberapa warga RT siang itu sedang merencanakan akan melihat pak Parno yang jatuh dari motor sehari sebelum berangkat ke Surabaya kemaren itu.

Berangkat dengan mobilnya pak Sharif dan didalam sudah ada pak Rudy, pak Sharif, pak Herman, pak Batak belakang, kemudiaan saat berangkat naik lagi bapaknya Willy, dan pak Parman si ketua RT, kemudian mobil bergerak menuju Jonggol, kira- kira 200 meter sebelum SMP 1 Jonggol mobil belok kekiri memasuki gang dengan jalanan menurun, dan sampailah pada sebuah rumah yang banyak tamunya, rupanya para tamu itu adalah para kerabat sisakit, rumahnya sangat sederhana tetapi pasiennya sampai 20 orang, semua patah tulang.

Kondisinya pak Parno sendiri sekarang terlihat lumpuh tulang belakang nya dan kakinya ngak bisa digerakan, dan buang airnya harus dibantui dengan istrinya untuk mendorong dari luar demikian juga kalau mau pipis, sebab saraf- saraf untuk itu sudah mati.

Saya melihat kondisi sedemikian sudah ngak layak untuk dirawat dengan methode demikian, hanya di pijat dan di bacain ayat- ayat, harus ke RSCM kataku dan urus Gakin nya.

Apalagi perkembangan baru kerena pak Parno bed rest 100 % praktis gula darahnya ngak pernah dipakai sehingga menaikan gula darahnya dan sekarang ada luka kecil selalu dikerubutin dengan semut.

Tiada ulasan: