Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, Disember 28, 2010

Bayi Meninggal







Minggu, 28 November 2010.


Sejak pagi sekali sudah di persiapkan akan ke pasar hari ini, terutama kesehatan, sebab yang namanya kesehatan ini sangat penting sekali, sehingga sewaktu bangun tadi jam 03.10 langsung masak kacang hijau, diperkirakan setelah shalat tahajud sebentar lagi kacang hijaunya sudah bisa di makan.

Betul juga beberapa saat sebelum shalat shubuh, makan kacang hijau tanpa di beri apa- apa, tidak ada garam dan gulanya, hambar saja, enak juga.

Shubuh datang sekitar jam 04.05 dan shalat berjamaah dengan anak dan istri, beberapa menit kemudian sarapan nasi goreng masih diatas tempat tidur sebab sedang memainkan Fifi yang tidurnya nyenyak bener dan ngak mau di bangunin sejak shubuh tadi siang sedikit berangkat ke pasar.

Jam 07.00 berangkat ke pasar, perjalanan tidak terlalu banyak kesannya, sebab biasa- biasa saja, hanya jalanan sangat becek, sebab hujan terus menerus semalam.

Dipasar pun demikian sangat becek, lumpur pasar sangat banyak, sehingga jalanan sedikit licin, Istri yang ikut kepasar tidak berjalan terlalu jauh dari saya, beriringan, sewaktu akan memutuskan akan membeli lauk, setelah semua sayuran terpenuhi, yang terbeli adalah ikan emas, air tawar sebab ikan inilah yang tidak tercemarkan oleh formalin.

Saat pulang, ternyata di tangan masih tersisa uang Rp 13 000,- istri bilang masuk aja lagi pasar sebab percuma membawa uang iutu pulang ke rumah ngak bisa di pakai apa- apa.

Akhirnya istri masuk lagi ke pasar dan saya tetap di motor sambil membetulkan belanjaan, dan membalas SMS nya Yadnya dari Denpasar-Bali yang sedikit kangen dengan ibu saya setelah ia di beri makan oleh istrinya berupa urap.

Pulang ke rumah dengan pikiran bahwa target lauk untuk di rumah sangat kurang, sebab kemaren sore, ini istri yang ceritra, jikalau Yasin membuka kulkas dan isinya sudah kosong, hanya tersisa daging cincang sore itu dan daging itu sekarang pagi ini telah di habisi dengan ibunya untuk campuran membuat nasi goreng.

Ikan mas yang di beli tadi di pasar sekarang sudah masak dan siap dimakan, dimakan sedikit saja sudah enak rasanya, ikan mas tadi di masak pepes, saat adzan dzhuhur terdengar, langsung bersiap mengerjakan shalat berjamaah dengan anak- anak dan ibunya sebab saya habis shalat akan ke Lotte Mart untuk belanja lauk.

Yasin yang tadinya berencana ikut saya sekarang ngak jadi ikut, saya berangkat ke Lotte mart sendirian, perjalanan siang itu sangat tenang sebab mendung yang sejak tadi menggantung belum turun juga hujannya, mendung ini pula membuat Yasin dan Fifi ngak ikut ke Lotte mart.

Setibanya di Lottemart langsung menuju ke bagian ikan, ikan yang di beli adalah : ikan selar 700 gram, ikan patin 2 Kg, ikan bandeng 1 Kg, ikan bawal singa 0.6 Kg, ikan tongkol 1 kg. Ayam 1 kg, hati sapi 0.25 kg dan rempelo 0.25 kg. Biskuat satu plastik, kecap hitam, total semua habis Rp 200 000,-

Sewaktu di kasir saya mendapat surprice sebab kasir sangat kagum hitungan saya dimana membayar dua ratus ribu tetapi kembaliannya tiga rupiah.

Pulang berarti saya ngak membawa uang sepeserpun, semoga lancar, di terpa hujan sekitar di Pangkalan dua, hujan sangat lebat dan perjalanan sangat sunyi, lobang jalanan sangat banayk, sehingga harus hati2 menghitung dimana letak lobang jalan.

Hujan berhenti sebentar di kecamatan Cileungsi dan sekitar 5 Km sebelum rumah, hujan sudah turun lagi sampai masuk rumah hujan masih turun, anak- anak datang menurunkan belanjaan yang bau ikannya terasa amisnya.

Luar biasa, akhirnya kulkas sudah terisi lagi, sehingga Yasinnya agak gembira sedikit.






Senen, 29 November 2010.

Jam 03.10 bangun untuk shalat tahajud dan di lajutnkan dengan makan sahur untuk berpuasa hari ini.

Sewaktu ke Kantor pagi ini kemacetan sangat melelahkan, saya tahu ini ke macetan hari Senen, akhirnya masuk kantor jam 09.00.

Hujan siang hari ini 12.30 mendadak datangnya, saya sudah berjalan bergegas ke bawah dan dihalaman parkir motor hujan datang demikian lebatnya, saya tertahan cukup lama di parkiran motor yang bidang halamannya sangat kecil.

Akhirnya terpikirkan jikalau di dalam tas hujan ada bagian bajunya, bagian baju itu yang saya naungkan ke kepala untuk perpindahan saya dari halaman parkir ke lobby kantor dan naik lagi ke lantai tiga di kantor, tujuan keberangkatan ini adalah memenuhi kesimpulan rapat hari Kamis lalu untuk rapat lagi jam 13.00 di Kementerian Kelautan.

Hujan berhenti dan betul kering setibanya di bunderan Hotel Indonesia, luar biasa yang namanya hujan ini, seperti ada garis yang tegas yang memisahakan beranda depan rumah dan halaman luar.

Saat melepaskan semua plastik hujan lewat si penyapu jalan, dimana kehujanan pak, suatu pertanyaan yang kelihatan konyol.


Di ruang rapat Menteri Kelautan dan Perikanan di lantai dua, acara rapat sudah berlangsung, semua menuju kepada persiapan pindahnya pak Menteri Kelautan dari lantai satu ke lantai tuju, sementara lantai tuju belum siap.

Rapat berakhir sekitar jam 16.30, motor dikemudikan cukup kencang untuk mengejar buka puasa sampai di masjid tertentu di Jakarta Timur.

Lewat jalan Rasuna Sahid, awalnya lancar tetapi setelah perempatan Salemba, macetnya berhenti dan jalan merambat. Maju terus dan maju terus sampai di perempatan Jalan yang menuju ke Kampung Melayu, belok kiri menuju kampung melayu agak lancar sedikit tetapi pengaruh macet dari jalan Rasuna sahid masih terasa.

Putaran di Jatinegara sedikit macet sebab ada kereta api lewat sehingga semua kendaraan di hentikan.

Masuk jalan arteri lagi lancar sampai di Cawang dan di sana hujan lagi, dan memakai plastik hujan kembali.

Saat adzan maghrib tiba, posisi sudah mendekati masjid Barokah Kompleks CPM Cegger, setelah shalat maghrib akan makan nasi yang di bawa dari rumah, ternyata nasinya rusak, sudah benyek, basi, terpaksa buka puasa dengan kecap yang memang dibawa dari rumah tadi pagi.

Berangkat menuju pulang, langit awal gelap sudah mewarnai, pembangunan gorong- gorong di depan masjid mempersempit gerak kendaraan yang lewat.

Setibanya di rumah saat adzan Isya berkumandang, tetapi saya langsung buka puasa dahulu, selama makan itu istri memberi tahukan jikalau ada kematian bayi di RT kita, saya tidak memeperhatikan dan makan terus memang sedari tadi puasa.

Kemudian shalat Isya, tetapi setelah shalat isya di bisikan bahwa saya harus hadir di rumah yang kematian bayinya itu, setelah shalat isya saya langsung berangkat kesana, terlihat sepi jalanan menuju sana, lewat ruamh ibu Nani yang tadi siang baru datang dari Makkah, melaksanakan ibadah haji.

Anak itu terlihat tidur tenang, tetapi sudah ajal sejak jam 16.00 sore tadi, menurut informasi meninggal di Gawat Darurat RS Thamrin, itupun setelah pindah dari poliklinik.

Jam 21.00 Jenazah bayi 16 bulan itu yang meninggal kerena meaningtis ( menurut informasi orang tuanya kepala anak itu sering panas, tetapi badannya ngak panas ).

Proses selanjutnya adalah akan di makamkan di Bandung, Majalaya, sebab pihak orang tua suami memintanya di sana, dan mobil yang menjemput dari Bandung sudah jalan.

Jam 22.30 pulang bersama istri dan para tetangga yang lain yang sudah sangat kantuk, dan berjanji jam dua nanti akan datang lagi kesini.





Selasa, 30 November 2010.

Jam 02.00 terbangun, dan sedikit berusaha memerangi ngantuk, akhirnya betul terbangun jam 02.10. langsung di buatkan teh panas dengan istri, minum teh panas dan biskuat yang ada dibeli sejak hari minggu kemaren.

Jam 02.20 berangkat sendirian menuju rumah yang meninggal bayinya.

Terlihat pak Kahar masih siaga, dan pak Syarif terlihat tidur-tiduran di sampingnya, dimana tikar untuk baring dan duduk itu di letakan di sisi jalan.

Saat saya datang saya menanyakan sampai dimana posisi mobil yang datang dari Bandung, sudah sampai di Cileungsi.

Pas menurut saya, dan terlihat orang tua almarhum bayi itu naik motor untuk menjemput mobil yang datang dari Bandung itu.

Jam 03.30 mobil pun datang dan keluar dari mobil jenis suzuki carry itu empat orang, memang empat orang yang menjemput, informasi yang masuk bahwa ini adalah mobil yang kedua, sebab mobil yang pertama akan di pakai menjemput jenazah goyang terrot rodanya, sehingga tidak berani di bawa pergi jauh.

Terlihat mereka mengerumuni jenazah yang akan di8 berangkatkan, jenazah bayi itu di gendong ayahnya dan di pangku di mobil posisi di tengah tempat duduk, saya berfikir mobil ini kan perlu bahan bakar, padahal sepagi ini saya ngak membawa uang sehingga saya minta bantuan ibu Herman untuk pinjam dahulu sedikit uang untuk membekali mobil beli bahan bakarnya.

Jam 03.35 Mobil berangkat dengan iringan tangan kesedihan sebab di dalam mobil itu ada jenazah bayi 16 bulan yang akan di makamkan di Majalaya Bandung.

Setelah masuk rumah lagi secepatnya ganti baju dan mengerjakan shalat tahajud yang sisa aktunya sangat sempit, jam 04.05 terdengan adzan shubuh, setelah itu membuat jus sayur untuk menyehatkan badan yang terlihat payah ini, jus sayur itu terdiri dari : mengukudu, nenas, wortel, buncis, terong ungu bunder kecil dan terong ungu panjang, mentimun, leunca, kool, dan dicuci bersih dan di blender dan di peras langsung di minum dua gelas.

Ngak sampai 3 menit reaksinya datang ngantuknya luar biasa, artinya badan sedang melakukan detoksisasi, secepatnya tidur.

Bangun- bangun nya jam 10.00, akhirnya ngak jadi kekantor.

Cuci baju yang banyak menumpuk dan istirahat lagi.




Rabu, 1 Desember 2010.

Jus sayur pagi ini terdiri dari : wortel, kol, leunca, terong ungu, dan nenasnya di banyakin.
Empat gelas sudah di minum terasa badan segar dan persiapan kekantor pagi ini.
Berangkat pagi dari rumah setelah shalat Dluha langsung berangkat Fifi ikutan sampai sekolahnya.

Jam 08.00 sudah di kantor, jalanan lancar saja.








Kamis, 2 Desember 2010.

Rapat di Kementerian Kelautan dan Perikanan hingga malam, sebab malam harinya di lanjutkan pengajian penggunaan ruang kerja menteri yang baru, acara nya sendiri mulai jam 16.00 dengan membaca banyak doa dan bacaan Al- Quran akhirnya selesai jam 20.00 malam.


Jumat, 3 Desember 2010.



Upacara Hari Bhakti PU di dalam ruangan sebab hujan deras mengucur sejak di Pasar Rebo.






Rapat lagi kementerian kelautan untuk membahas pekerjaan tambah kurang, shalat jumat di PLN Pusat Jakarta, serta makan siang di sana, masjid dalam keadaan baik, dan Khotba Jumatnya termasuk bagus sebab ia lama tinggal di Arab. Siapa siapa yang kurang tauhidnya apabila masih ada yang di kuatkan selain Allah.

Rapat berlangsung cukup alot sebab si Kontraktor terlambat sekali pelaksanaannya.



Sabtu, 4 Desember 2010.

Tiada ulasan: