Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, Disember 28, 2010

Minggu 3 Okt - Sabtu 9 Okt 2010

Minggu, 3 Oktober 2010.

Hujan deras di iringi angin yang cukup kencang sore ini, terlihat Astari dan Fifi yang kebingungan untuk mengambil pakainnya yang sedang di jemur dan di tiup angin, walau tidak terbang, saya khawatir atap akan di bawa terbang dengan angin, syukurlah hal itu tak terjadi, suasana mendung memang sudah terasa sejak pagi hari sewaktu habis shalat shubuh sudah saya ingatkan ke pada istri untuk pergi ke pasar janagn dengan perut kosong, sebab kalau kosong pikiran ini selalu melihat semua makanan itu enak dan setelah di beli sangat mengecewakan seperti kejadian minggu yang lalu, yang ke asinan lah dan yang kurang ini dan kurang itu.

Sehingga setelah shubuh itu mempersiapkan makanan yang praktis, dan yang bisa di terima oleh perut dan agak mewah sedikit rasanya, saya membuat pecel, istri menggoreng kacang tanah yang tersisa dari lebaran bulan lalu, setelah itu, terasi, sedikit garam, gula merah lombok rawit sedikit banyak, kemudian bawang putih, asamnya ngak punya jadi ngak usah dahulu kemudian kacang itu sendiri yang telah di goreng, di uleg dengan perlahan- lahan, sementara anak- anak masih melanjutkan tidur paginya setelah shalat shubuh, siapa yang malas ngak dapat bagian, tetapi setelah mereka tahu bahwa yang di uleg adalah pecel pagi- pagi, Yasinnya serentak protes, makan pagi kok pecel, sakit perut tauuuuu.

Tapi yang penting enak sementara isiannya adalah sayur lodeh yang di masak kemaren dan di ambil isinya doang, tanpa kuah, dan di masukan ke cobekan yang sudah ada sambel pecelnya.

Wah ngak terasa enaknya ngtak biasanya, kurang bawang merah gorenganya saja dan asem gendisnya sedikit.

Cuaca agak mendung tetapi sudah berangkat juga ke pasaar saat jam menunjukan 06.00,- dan belanja bensin untuk motor Rp 12 000,- kemudian maju lagi di kesepian jalan pagi itu, memasuki pasar di ujung jalan tidak terlihat keramaian yang menyolok, memang agak sepi pagi ini, hal ini bisa mengindikasikan jikalau keuangan sedikit kesulitan.

Wortel masih Rp 5000/ 2 Kg, tomat Rp 8000,-/2kg, buncis lagi naik harga, di tawarkan Rp 8 000,-/kg saya ngak beli, memang menjadi konsep kalau mahal ngak beli. Tetapi bagaimana kalau kondisi nya begini, yaitu tetangga belakang rumah pak Maman jualan disini, di pasar, saat itu saya lagi lewat untuk mencari sayuran yang belum dianggap cukup sebagai variant membuat jus sayur se minggu, tiba- tiba ada yang memanggil, saya memperhatikan sepintas saya berfikir seperti pernah mengenal orang ini, tetapi ia semakin tertawa, oh ya ini kan pak Maman di belakang rumah, sejak lama istri memberitahukan jikalau pak Maman ini ada berjualan di pasar Cileungsi tetapi ngak tahu di mana tempat mangkalnya.

Setibanya di rumah yang dikerjakan dahulu adalah target membuat sambal goreng hati sebab semua bahannya sudah ada, ada hati sapi, ada kentang, ada tahu goreng, tahu mentah yang dua biji dimana sebijinya seharga Rp 1 500,- tadi sewaktu memindahkan barang belanjaan ke karung malahan jatuh dari motor, memang tidak hancur semua, malahan hancur sebagian.

akhirnya jam 14.00 sambel goreng hati sudah bisa di makan.

Senen, 4 Oktober 2010.

Begitu gelisah nya hati ini sampai berlari ke masjid sekitar jam 11.00 siang untuk meminta petunjuk, petunjuk itu sangat di perlukan, setibanya di masjid setelah shalat sunah di lanjutkan dengan membaca Al- Quran, dan mulai membaca terus hingga Adzan dzhuhur datang, shalat berjamaah dan kembali lagi ke kantor untuk berfikir dan memerangi kegelisahan, ke gelisahan itu terjadi sebab potensi penelitian yang saya miliki tidak pernah di pakai oleh lembaga.
Cukup beralasan untuk gelisah, tetapi sepulang dari masjid ada sedikit optimis dalam kehidupan.

Selasa, 5 Oktober 2010.

Rapat Penelitian di kantor di ikutin sejak dari pagi, mulai terlihat kelambatan yang amat sangat di pekerjaan OP partisipatif Rawapening.

Rabu, 6 Oktober 2010.

Jam 12.30 sudah di proyek UIN, mendung sudah menggantung

Pak Andy dan Maliki sudah di depan saya.
Pekerjaan termasuk lancar, minggu ke dua ini sudah mulai menggali basement. Kemajuan projek 2,543 % tercapai, tidak ada kelambatan.

Borpile sudah tergali 40 % dari target.

Saat melihat Psikologi tahap III sudah selesai 96.4 %

Tinjauan ke lapangan, sedang di kerjakan ruangan auditerium kuliah terbuka.

Terjadi sedikit tidak harmoni pemasangan karpet modul sehingga nat pertemuan dua karpetnya melawan bentuk melengkung auditerium ( karakter Pemborong sebesar PP yang kurang detil ).


Saat pulang, hujan menderas sejak di UIN Ciputat, hujan sangat deras saya khawatir kecelakaan, ternyata berita hari kamis nya ada kecelakaan dengan hujan sedemikian derasnya ini.


Belanda Sesalkan Penundaan Kunjungan Presiden Yudhoyono


Den Haag (ANTARA/AFP/Reuters) - Belanda menyatakan pada Selasa pihaknya menyesalkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menunda lawatannya akibat pengadilan hak asasi manusia di negara Eropa itu yang mengarah pada penangkapannya.
"Pemerintah Belanda menyesalkan keputusan Presiden Indonesia untuk menunda kunjungannya," demikian pernyataan Pemerintah Belanda.
Ditambahkannya bahwa pihaknya telah memberitahu Kepala Negara Indonesia bahwa ia akan menerima kekebalan dari penuntutan.
Presiden Yudhoyono telah menunda kunjungannya setelah ia dijadwalkan akan berangkat untuk melakukan lawatan tiga hari.
Sebelumnya Presiden diperkirakan tiba di Belanda Selasa malam. Ratu Beatrix dijadwalkan menyambutnya di Istana Kerjaan, diikuti pertemuan dengan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende



Kamis, 7 Oktober 2010.

Perjalanan saya ke Petamburan Kompleks BRKP Kelautan, terhambat dengan kemacetan kerena kereta api bagus lewat di sisi kanan jalan ( ada rel kereta dengan stasiunnya Palmerah ) kelihatan dari jauh kereta itu berhenti.

Jam 10.15 sudah memasuki ruangan pak Muhono PPK, ternyata kosong, dan malahan pak Muhono ada di luar.

Wakilnya masalah bangunan datang dan mengajak saya ke ruang rapat untuk mulai rapat pembahasan kemajuan pekerjaan.

Proyek seharusnya 90 % ternyata terlaksana 70 %.

Keterlambatan kerena serangan hujan yang mengakibatkan tidak terjadinya pekerjaan plesteran dinding luar.

Sementara pekerjaan water proff tertunda juga menunggu sinar matahari.

Setelah makan siang malahan harus menginspeksi pekerjaan rehabilitasi atap yang di kerjakan oleh PT Riana Ida Cipta Arta. Dengan pekerjaan rehabilitasi atap di Dipa Rp 570 000 000,-


Jumat, 8 Oktober 2010.

Rencana keberangkatan ke Semarang, sekarang mulai urus tiket keberangkatan. Tiket di urus langsung oleh bendahara, saya cuma dapat bersih.
Sampai jam 15.00 tiket belum datang juga.


Sabtu, 9 Oktober 2010.

Tiada ulasan: