Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Ogos 30, 2007

Acara Tujubelasan di Departemen PU

Jumat, 17 Agustus 2007.

Berangkat menuju kantor Departemen Pekerjaan Umum, dimana seluruh jajaran Departemen PU menuju ke sana, pagi hari yang sepi, setelah mengerjakan shalat shubuh, sekitar jam 05.00 malejau dengan para militer yang juga naik sepeda motor untuk secepatnya mengikuti apel bendera, cuma mereka termasuk jarak dlat sedangkan saya ada di Patimura lokasi apel benderanya.

Dijalan Antasari sekitar 4 Km sebelum kantor, kopling sepeda motor lepas, motor saya tinggal di bengkel yang lagi tutup/libur saat ini, motor saya kerudungi dengan jiket yang saya pakai, jiket itu adalah jiket almarhum ayah saya, umur jiket itu mungkin sudah 30 tahun.

Naik Kopaja 615 jurusan Lebak Bulus Tn Abang, turun didepan kantor departemen langsung jalan kaki, ada perubahan sedikit di departemen adalah selasar dibelakang telah diberi atap, saya pikir seperti masuk rumah sakit saja.

Acara apel berlangsung dengan khidmat, setelah acara apel selesai setiap pegawai yang datang diberikan uang transport sebanyak Rp 30 000,- per seorangannya, dan ternyata uang itu habis untuk membeli dan memasang dan jasa pembelian kawat perseneling sebesar Rp 15 000,- dan premium Rp 15 000,- betukl – betul pas.

Sebelum masuk rumah, sempat ke Alfa Mart didesa Gandoang membeli es krim conelo duah buah untuk Yasin dan Fifi, Fafer Tanggo kotak 192 gr 2 buah, Sprite botol keluarga isi 1500 ml, top wafer hitam 4 biji, semua habis Rp 30 000,- suatu kebiasaan sejak dahulu kalau habis merayakan kemerdekaan pulang ke rumah ada es krim untuk anak- anak.

Masuk rumah jam 11.50 hanya 10 menit tersisa untuk berangkat shalat Jumat, tanpa mandi hanya sempat berwudhu dan ganti baju kemudian pasang kapiah putih dikepala langsung berangkat shalat Jumat, saat di masjid diumumkan jikalau HAji MAHDum Dimyanti sakit, sudah terniat sehabis shalat JUmat sebentar ini akan pergi kesana untuk menengok dan mengetahui kondisinya.

Sewaktu silaturahmi ke rumah haji Mahdum, yang menerima adalah istrinya, ia duduk diujung dinding, ia tidak mengenal saya, ia orang tua, sehingga terbatas penglihatannya, kemudian saya datang mendekat kemudian ia berceritra tentang sakitnya pak haji, saat itu pak haji sedang shalat dlhuhur, sebab ia tidak ke mesjid.

SEtelah mengetahui kondisi sakitnya, saya pulang dan menyuruh istri untuk menangani, istri saya mempersiapkan makan siang terlebih dahulu kemudian berangkat ke haji Mahdum setelah saya mengumpulkan daun meniran, buah mengkudu, wortel tomat dan labu siam, saya jelaskan pada istri bahwa sebelum haji Mahdum meminum mengkudu harus makan rebusan labu siam terlebih dahulu utnuk menutup maagnya, sebab mengkudu sangat tidak akrab dengan berasam lambung, kemudian dibuatkan jus wortel, buncis dan tomat untuk menjaga jantungnya, tetapi sewaktu istri berangkat ternyata daun menirannya lupa dibawa.

Tiada ulasan: