Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Ogos 02, 2007

me set up ulang komputer dikantor

Senen, 30 Juli 2007.


Sewaktu berangkat kekantor, banyak bermunculan para pedagang merah putih bendera bangsa sepanjang jalan, sampai saya berfikir sudah masuk bulan Agustus kah ini, belum juga, tetapi yang namanya pedagang mencari kesempatan, ya biarlah.

Sesampainya dikantor ternyata Agus telah menyerahkan Hardisk komputer kantor yang dibawanya untuk di scaning data-data yang terkenan virus trojan. Dan ditinggal ditempat Satpam kantor.

Agus mengerjakan dirumah sejak hari Sabtu kemaren hingga selesai hari minggu jam 03.00 pagi, katanya lewat SMS Hp.




Setelah saya memarkir motor dan masuk keruangan pak Satpam pak Wahid menyerahkan hardisk dari Agus, timbul permasalahan ternyata hardisk saya tidak bisa pasang.

Datang Adji, sang insinyur baru teman kantor, ia hanya bisa membantu mengeditkan sistim Widows XP yang juga harus diganti sebab Agus belum sempat mengganti.

Hari semakin siang datang Cipta saya minta bantuannya untuk memasukan Hardisk kedalam kotaknya sambil mengistal sistimnya, ia mengerjakan sambil ngomel sedikit, tetapi dikerjakan juga.

Anti virus dicari dan instal ulang lagi sekitar jam 13.00 sebab instal Windows XP yang pertama kalinya gagal, dan komputer minta di repeir.

Setelah dipinjamkan lagi oleh Cipta CD yang berisi bekapan sistim Windows XP akhirnya instal ulang bisa berjalan, dan komputer bisa dipakai jam 15.00.

Sore sesudah shalat Maghrib, Agus datang dan mulai membenahi komputer, dan menambah sistim yang hilang.

Saya buka puasa hanya sempat memakan sepotong tahu kuning saja.

Dari saat ini Agus tertarik akan masuk pegawai negeri, ia tinggal 2 semester lagi menamatkan teknik informatikanya, umur 26 tahun.

Setelah agus pulang sekitar jam 20.00 cepat- cepat saya makan buka puasa yang tertunda.

Jam 21.30 Pak Hendar minta tolong kirimkan e-mail ke pak zaenal yang kini ada di Jogjakarta, ia butuh data keuangan dari pak Hendar, dan pak Hendar sendiri tidak punya e-mail, sedang sewaktu saya turun ke komputernya pak Zaenal ternyata speedy yang sudah dipasang tidak berfungsi, naik lagi keruangan saya dengan menggunakan telkomnet e-mail itu bisa di kirim.

Setelah itu saya masih mengerjakan pemikiran tentang kapital sosial.

Tiada ulasan: