Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, November 01, 2007

Buka Puasa di Al Barokah

Jumat, 28 September 2007


Pagi hari sudah sampai di PMI Kramat untuk menunggu antrian darah, ternyata darahnya Yasin tidak diproses hari ini sebab tidak ada kalender tertulis untuk penggunaan hari ini, sehingga dijanjikan jikalau tetap di pakai hari ini harap menunggu jam 11 siang. Sebelumnya harus menandatangni surat pernyataan jikalau darah akan di proses dan harus diambil jam sebelas siang.

Waktu tunggu ini saya dengan Yasin balik lagi ke RSCM, dan sewaktu akan berangkat, terlihat seorang ibu yang mengejar untuk ikut bersama saya ke RSCM, ibu itu juga mengurus darah cuci untuk anaknya yang sekarang sudah menunggu di RSCM.

Yasin menunggunya di ruang transfusi sedangkan saya menunggunya di ruang administrasi POPTI.

Jam 10 45 saya mulai bermotor menuju PMI Kramat dan menunggu antrian darah, jam 11.05 darah didapat dan langsung dibawa ke RSCM untuk ditransfusikanke Yasin.
Yasin saya tinggalkan di ruang transfusi dan saya melaksanakan shalat Jumat di masjid UI, dan ternyata sekembalinya dari Masjid shalat Jumat, kantong darahnya Yasin masih belum banyak yang mengalir sebab lengan dimana jarum abocet yang masuk ke lengannya dijepit, setelah posisi saya perbaiki darah mengalir lancar.

Saya mulai mengurus pelunasan Darah, ternyata Yasin sewaktu saya tinggalkan ke Masjid telah mengilangkan lembar merah permintaan darah dimana tertulis data-data darah yang di transfusikan ke Yasin, sewaktu di PMI Kramat saya sudah terbentik pikiran untuk memisahlan antara lembar permintaan darah yang warnanya merah dengan labu darahnya sendiri, sebab peristiwa selanjutnya setibanya di RSCM, Yasdin menerima labu darah dan di bolak balim dan diletak dilehernya segala, saat itu pasti lembar merahnya tercecer dan terbawa pasien lain.


Didepan Bank Darah RSCM saya mengatakan jikalau lembar merah tercecr dan ternyata hal ini tidak terlalu meriskankan sehingga proses pelunasan bisa dilakukan dengan menelpon kembali ke PMI Kramat untuk mengetahui kode nomer kantorng darah dan volumenya.

Protokol resep dirobek petugas Askes

Hal ini baru terjadi, sewaktu petugas Askes itu memberikan lembar yang harus diperbaiki, saya melihat sendiri petugas itu menyobek halaman depan protokol obat desferalnya Yasin, sehingga, waktu saya kembali ke meja itu setelah memperbaiki kelengkapan dan ditanya dimana lembar pertama protokol obat, lho kan dirobek, siapa yang merobek, lha situ sendiri yang merobak, lantas lho kalau begitu menuduh saya, kalau saya berani bersaksi sebab saya melihat sendiri situ yang merobek, tetapi kemudian ibu itu memberikan lembar kosong utuk diisi kembali, sewaktu di isi kembali kan terjadi kekonyolan sebab dokter yang menandatangani lembar pertama kan berbeda dengan lembar kedua, berkas yang lama.

Akhirnya saya menghadap ke Profesor Jayadiman menceritrakan semua hal tersebut, kemudian sang prof menandatangani semua protokol resep obat, sebab ia ingin membantu, dan akhirnya sewaktu saya ada di depan Askes kembali mereka pada terbengong, sebab sang Profesor sendiri yang turun tangan.

Tetapi resikonya berkas tidak boleh ditinggalkan harus ditunggu dan selesai jam 16.30.


Kemacetan luar biasa


Sewaktu keluar dari RSCM, kemacetan di depanmata sudah menghadang, saya berjalan perlahan sebab Yasin yang sedari tadi duduk diruang tunggu Thalasemia sore itu sudah gelisah ingin pulang, sering saya tawari untuk makan tetapi ia menolak, sehingga sewaktu berjalan pulang seperti ini malahan sangat susah untuk mempir makan.



Buka puasa di Al Barokah

Hampir maghrib saat memasuki kompleks masjid Al Barokah di perumahan CPM Ceger Ciracas, dan Yasin berkomentar sangat bosan kesini melulu sejak tiga hari yang lalu.

Yasin kan tidak berpuasa sehingga tidak bisa memandang sangat berharganya buka puasa itu, sehingga saya biarkan saja Yasin bersungut- sungut di luar masjid.

Saat adzan maghrib dikumandangkan di masjid itu, banyak orang yang ikut berbuka puasa disana, hidangannya sangat sederhana, teh pahit, air aqua gelas, es potongan ketimun suri dengan syrup, dan gorengan, dan beberapa butir kurma.

Setelah shalat maghrib, berangkat lagi bermotor dengan Yasin, dan malam pun sudah menjelang.

Tiada ulasan: