Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, Mac 18, 2008

Hari pertama di Puncak

Senen, 25Februari 2008.


Jam 04.30 dibangunkan istri untuk siap- siap berangkat ke Puncak. Setelah selesai shalat tahajud pagi ini sempat sarapan makan pagi sekali. Kemudian terdengar adzan shubuh, kerjakan shalat, saat itu Yasin masih tidur, ternyata ia tidak mengerjakan shalat shubuh berjamaah dengan saya.

Setelah shalat shubuh langsung berangkat, gelapnya diuung pagi masih menguasai, lewat Samic, dan jalanan rusak sehingga kecepatan motor tidak bisa cepat, rupanya kemaren sewaktu diservice motor, terjadi kelupaan mengarahkan sorot lampu motor penunduk.

Memasuki jalan Cileungsi Cibinong, jalanan cukup ramai dengan angkot yang saling ngebut mencari penumpang, dalam bayang pagi terlihat sembrurat ufuk pagi dibalik gunung Cibinong yang menandakan fajar telah tiba. Motor berjalan terus dan sampai di gunung putri kemacetan mulai terasa.

Memasuki kawasan Cibinong langsung belok kiri mengikuti saranya bapaknya Gugun untuk menyusuri jalan Nasau. Dan memang benar jalan itu bebas macet hanya saja jalannya kecil dan banyak polisi tidurnya.

Saya berfikir rasanya pernah melewati jalan ini bersama Qixqi kuning waktu masih hidup, kemudian belok kekanan untuk memasuki jalan Bogor Sentul.

Sampai di Kota Bogor kota masih pagi, kesibukan lalu lintas menyelimuti keadaan, dimana- mana macet.

Setelah menyusuri ujung jalan tol Bogor Jakarta, dan belok kekanan dan memasuki arah keluar kota Bogor, keadaan masih macet sedikit. Dan setelah lama berkendaraan kemacetan dirasa di tikungan jalan pertemuan ujung jalan tol di pintu masuk Sukabumi.

Saat di depan pertigaan ke Peternakannya pak Harto, diujung jalan itu kemacetan menjadi- jadi, dan ditambah lagi dengan pengemudi angkot yang menutup jalur jalan sisi kanannya, berarti sisi dimana jalan itu akan saya lewati, sehingga macet tak bisa diabaikan.
Saya perhatikan satu persatu wajah supir yang dengan tenang menjadikan suasana pagi ini macet total, terlihat wajah-wajah bogornise, yang sedikit sekali pedulinya dengan orang lain. Kok bisa ya.

Motor maju terus, dan mulai memasuki kawasan Gadok, ujung jalan tol Ciawi, dan setelah berhenti sebentar kerena lampu lalu intas berwarna merah, motor maju lagi belok kanan menyusuri awal jalan pendakian ke Puncak.

Terjadi kesalahan, di benak saya hotel tempat pelatihan itu namanya Cipayung Permai, sedangkan sewaktu saya menanyakan Cipayung Permai yang ditunjuk adalah hotel Cipayung Permai Mega Mendung sehingga saya harus memasuki jalan kecilo yang menanjak dan berliku-liuku, setibanya di depan hotel yang cukup bagus itu saya memasuki front affice mencoba konfirmasi alamat, ternyata terbaca di buku undangan adalah hotel Cipayung Asri, memang tadi sudah dilewati, dan jauh sekali dibawah. Kelewatan dari alamat sebenarnya ini ada 8 Km jauhnya.

Terpaksa turun lagi deh.

Memasuki Cipayung Asri mulai mencari Kamar, ditunjuk kamar yang akai Ac dengan harga Rp 195 000,- ternyata kamarnya jelek, dan ada lagi satu ternyata ngak pakai AC, sudah cukup dingin disini pak Ngak perlu AC, saya mau tetapi harganya jangan segitu dong, harga standard.

Akhirnya dicarikan kamar standard, dengan air panas yang ,memang betul- betul panas, mandi samapi kepanasan, sebab stok air dinginnya sedikit.

Shalat Dlhuha untuk bersyukur pada Nikmat Allah, dan dilanjutkan membaca Al Quran. Surah Al – Mulk.

Keluar kamar untuk mencari wartel dan menelpon kerumah untuk mengingat istri untuk jangan sampai kelupaan alamat seperti apa yang saya lakukan pagi ini.

Wartel itu letaknya ada dua, yang diseberang hotel masih tutup dan yang sejajar dengan sisi jalan letak hotel yang sudah buka, hanya menghavbiskan Rp 2000,- cukup menceritrakan keadaan tersesatnya pagi ini.

Jam 09.00 acara dimulai dengan diawqali makan sneak kopi dahulu, dan disini banyak terlihat wajah-wajah baru yang perlu di ingat, banyak yang muda dan ada juga yang tua.

Jam 15.00 Iastri, Fifi dan Yasin datang, hal ini dibisikan oleh panitia, diruang pelatihan mengatakan jikalau istri menunggu di ruangan kantor depan hotel, saya secepartnya turun dan menemui mereka, langsu Fifinya gembira menlihat saya, berempat berjalan menyusuri jalan turun menuju kamar Mawar no 1.
Mulai riuh rendah, Fifinya protes, katanya hotelnya jelaek, hal ini dibicarakan sewaktu hari minggu kemaren, ternyata sama dengan hotel Salak, ingatannya Fifi tahun lalu sewaktu menginap di hotel Salak Bogor.

Hari ini acar pelatihan ditutup jam 17.30, untuk istirahat dan dilajutkan jam 19.00 malam.

Sneak malam jagung rebus yang sudah mendingin sebab udara memang cukup dingin, dan minumannya bandrek, saya sampai mengirimkan bandrek kekamar sebab istri ngak mau bangun dari tempa t tidur kerena udara luar cukup dingin.

Tiada ulasan: