Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Isnin, Mac 17, 2008

masih dirumah Pak Harto

Senen, 28 Januari 2008.




Jam 01.00, berangkat ke Cendana bersembilan, sekarang setelah naik satu orang laki- dan dua orang nenek.
Mereka sangat khawatir akan ditolak, saya tenangkan. Mobil turun dibunderan, Teuku Umar, sebab disitu sudah terlihat banyak penjaga yang siaga, setelah mobil diparkir di bunderan Teuku Umar, sembilan penumpang mobil itu keluar, terlihat iringan dimalam itu membela orang-orang yang duduk istirahat.
Jalan yang dimasukin saat itu jalan Suwiryo.
Menjumpai jalan Cendana, diujungnya sudah banyak penjaganya
Rombangan ber sembilan di tolak
Ada yang memberi tahu
Untuk masuk lebih dalam di Jalan Suwiryo dan menjumpai jalan Rasamala belok kanan. Di jalan ini banyak kendaraan Televisi yang memancarkan siarannya, yang parkir berderet- deret.
Kemudian masuk kekanan dan langsung berada di tengah- tengah jalan Cendana, disini sudah banyak polisi yang berjaga-jaga, dan banyak juga orang orang yang hendak nyelawat tertahan disini.
Rombongan kasak- kusuk, saya sudah dua kali ini mengusulkan untuk pulang, tetapi rombongan ngak mau sebab jauh- jauh kok gagal.
Dan diberi tahu untuk balik lagi untuk masuk jalan Yusuf Adiwinata dan belok kanan masuk jalan Tanjung. Dipertemuan jalan Tanjung, jalan Kamboja dan jalan Cendana berhenti sebab saya sudah kepingin kencing, sudah lama menahan kencing.
Dan dapat lapangan tennes yang didalamnya ada orinoarnya.
Saat itu masuk ke jalan Cendana, dihimpit banyak orang dan masuk mendekat rumah pak Harto Amarhum, dan didepan pagar saya berkata siap untuk di usir jikalau tidak berkenan, tetapi malahan dibukakan pintu dan dipersilahkan masuk, alas kaki ngak usah dibuka.



Terlihat jenazah pak Harto terbujur dengan ditemani dua anaknya, saya secepatnya mencari air wudhu dan dapat, dan balik lagi untuk menyhalati, dan makmum banyak juga.
Suasana harum bunga dan dinginnya AC membuat khusuk bacaan doa, saya doa bagaimana semua ini untuk meningkatkan takwa, percuma saja semua peristiwa kalau tidak meningkatkan takwa.

Saat putri pak Harto itu membalikan badannya untuk mengetahui siapa saja yang me nyholati ayahndanya, saya melihat sekilas kecantikan sang putri itu, si Titi.

Masuk rumah jam 04.12, saat adzan shubuh dikumandangkan.

Jam 09.00 berangkat kekantor, walau ngantuk sebab sudah janjian dengan pak Dodo akan meng Asistensi percetakan kalender kantor

Ditunggu sampai siang pak Dodo ngak datang

Tiada ulasan: