Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, Mac 18, 2008

Macet luar biasa

Kamis, 6 Maret 2008.

Tumben macetnya luar biasa sejak di ujung jalan flyover Pasar Minggu, selagi belum memasuki jalur jalan fly over, langsung mempet kekiri untuk mencari belokan dibawa, dekat jalan kerata api, ternyata setelah belok kanan sedikit disana macet juga rupanya, akibat banyak kendaraan yang membatalkan untuk lurus sebab macet tadi itu.
Setelah maju 100 meter dan memperhatikan kemacetan sangat para di jalan kecil itu, balik arah dan menuju ujung jalan kembali, dekat jalur kereta api.

Belok kanan berfikir bagaimana caranya ke Pasar Minggu, belok kanan menuju rumahnya pak Abdullah dan disana didepan musholah dekat rumahnya pak Abdullah ada seorang wanita yang mengemudikan motornya, saya ikuti dia ternyata tembusnya di jalan .... dan belok kiri sudah terlihat jalan kereta api.

Mencari putaran balik untuk menyebrangi jalan kereta api, dapat dan sudah menyebtang posisi motor masih menuju ke Pasar Minggu dan melaju kembali.

Disaat papan penunjuk arah mengatakan kalau belok kiri menuju Buncit, itu yang saya cari. Menyusuri terus dan melewati juga mess pertanian yang pernah dipakai pembahasan pemborong oleh DKP empat tahun yang lalu, yang pulangnya malam- malam.

Maju terus dan tiba juga di Buncit, belok kiri menuju ke Simatupang, diperempatan Pertanian Simatupang saya mencoba melirik kekiri dimana jalan yang biasa saya lewati, tetapi keacetan diujung jalan Flyover yang enyebabkan saya ngak lewat situ, ternyata jalannya lenggang sekali, berarti sumbatan kemacetan ada jauh dibelakang.

Belok kanan lancar dan terus sampai di Persimpangan Simatupang dengan Fatmawati, motor saya parkir di lidah jalan diperempatan yang aman, kemudian saya jongkok di sisi motor, kemudian motor saya tinggal, saya berjalan menuju kantor pos depar rumah sakit Fatmawati, untuk mengirim uang ke Ibunda.

Pengiriman ke ibunda kali ini saya kurangi seratus dan nilai sebesar itu akan disumbangkan ke Aswan untuk memperkuat uang cadangan Aswan yang sekarang jumlahnya Rp 300 000,- yang dipegang mamanya, setiap mengirim uang ke Aswan nilainya Rp 500 000,-. Kemaren hari Rabu mamanya sudah mengirimkan uang walau uang gajian belum diambil sebab uang gajian ternyata malam baru bisa diambil setelah menunggu sipemegang uang pulang dari nyelawat atas kematian pak Wachid Satpam kantor kerena gulanya.

Berjalan terus sejauh 500 meter, saya tidak terlalu khawatir meninggalkan motor di jalanan, dan di Kantor pos agak sepi pagi itu, saya lihat banyak pensiunan yang setelah mengambil uang pensiun langsung belanja, sebab di emperan kantor pos Fatmawati banyak sekali pedagang, dahulu, sewaktu pertama kaliny saya datang kekantor pos besar Fatmawati saya protes mengapa kok banyak pedagang, ternyata untuk menjawab tadi, para pensiuanan setelah mengambil uang pensiun langsung belanja makanan.


Setelah mengirimkan uang langsung balik, diujung jalan masuk Kantor Pos Besar Fatmawati ada penjual mie ayam yang terlihat enak sebab dibaca dari banyaknya si pengudap mie ayam yang merem melek ke enakan pagi itu, hari ini kan puasa, saya Cuma memperhatikan sekilas wajah sipencuci piring/mangkok mie ayam yang wajahnya seperti anak saya tetapi dia tersenyum dengan ikhlas melewati kehidupan sambl mencuci mangkok mie ayam bekas makan pelanggan.

Diujung jalan terdapat toko bangunan dan ternyata saya cari gembok yang harganya dibawa sepuluh ribu ternyata ngak ada, ada sih jelek sehingga saya ngak jadi membeli.

Kembali ke motor dan melihat motor dari jauh masih parkir dengan baiknya, kemudian saya dekati dan saya kembali jongkok di sampingnya, biar dikira motor itu bermasalah, sebab polisi sudah ada yang memperhatikan dari jauh.

Berangkat lagi dan sampai dikantor saya melihat dari belakang Pak Abdullah berjalan, saya hampiri dan saya uraikan niat tadi akan mampir kerumah pak Abdullah, pak Abdullah malahan tertawa ia naik angkot ada satu jam macet diujung jalan Flay Over tersebut, angkot sekali terjebak macet ya diam.



Sore hari:

Menghadapi liburan besok, beli sayap ayap 1 kg, punggung ayam 1 kg, ampela 2 ons, kerang 0,5 kg, bandeng 1 kg, ikan tengklek 1 kg total Rp 73.800,-

Tiada ulasan: