Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, Mac 18, 2008

ikut lomba penulisan Honda

Selasa, 19Februari 2008.



Hujan masih menderas, saya terbangun kerena kaki terteteskan air hujan yang menetes perlahan merambat lobang kecil yang ngak pernah tahu kapan ditutupnya, rasa kencing yang sangat membangkitkan saya harus kekamar kecil dan mulai berturas.

Ternyat a jam sudah menunjukan 04.00 pagi, acara berikutnya adalah, melanjutkan mencuci sprei yang telah direndam semalaman, air berlimpah dan cucian dengan cepat terbereskan, kemudian naik untuk shalat tahajud.

Shalat baru memasuki rakaat pertama tiba- tiba terdengar adzan shubuh, dan selanjutnya mengerjakan shalat shubuh, kemudian bercengkrama dengan Fifi yang masih tidur, ia harus dilatih bangun pagi, ia sangat malas, kalau bangun selalu ingin ada ibunya yang mendampinginya.

Acara makan singkong goreng dipagi hari dengan kopi pasar yang murah dan tidak membahayakan jantung.

Setelah itu mulai mengerjakan jus sayur terdiri dari tauge, tomat, jambu merah, buncis, mengkudu, terong ungu.

Setelah minum semangat berjuangpun bangkit, tidak lagi kecut dengan derasnya hujan, sebab badan terasa panas, dan sampai dikantor jam 09.31 pagi, masih sepi kantor, ganti baju di kamar kecil dan mulai menyusun target pekerjaan pagi ini.

Hari ini untuk pertama kali mendapat buku kerja Departemen Pekerjaan Umum, gratis.

Malam hari mengirim ke Honda, Lomba penulisan.

Hoda pun Melaju Kencang.
Dikembangkan dari topik :
Sepeda Motor Honda Bagian dari Hidup

Oleh : Siswoyo Seputro.

Seandainya seluruh insan di dunia menyadari aspek bundarnya roda, dan berpindahnya suatu dari suatu tempat ke tempat lain, maka banyak soal yang berhubungan dengan keinginan untuk bergerak menuju dan pergi dari suatu tempat, tanpa harus terbebani oleh suatu sistim dan pola pergerakan yang rumit-rumit.
Sebagai hasil teknologi, sepeda motor Honda tidak lagi dipersoalkan kerena adanya campur tangan politik perdagangan dibelakangnya, melainkan apakah kehadirannya bermakna bagi kemanusiaan dan tuntutan perkembangannya.
Pada kedudukan siapa yang diuntungkan secara missal, dengan adanya boombing sepeda motor Honda seperti saat ini, persoalannya akan dihubungkan dengan konsep penciptaan untuk apa sepeda motor di sodorkan sebagai alternatip berpindahan tempat secara efisien, kepada khalayak. Semakin kuat intervensi kapital dalam perumusan penciptaan produk- produk berkendaraan roda dua yang baru , semakin terasa adanya suatu factor pembentukan konsumen tertentu, sebagai suatu produk rekayasa teknologi, sepeda motor Honda juga tidak terlepas dari asumsi pasar, sebab produk rekayasa teknologi yang wajar diterima massa adalah produk yang tidak terlalu membebani pengendara sepeda motor dalam ketergantungan spreparth dan sistim yang diadopsikannya.
Dan akan sangat mendapat penilaian tertentu apabila produk tadi bisa direkayasa sendiri oleh konsumen, walau tidak sepenuhnya.
Para pengendara motor umumnya berkilah jikalau sepeda motor yang dikendarai adalah bagian dari hidupnya, sehingga ketiadaannya akibat mesin mati, turun mesin total, ganti suku cadang yang harus menunggu, sangat dirasa, dan berpengaruh besar terhadap pola gerakan hariannya.
Secara tidak langsung sepeda motor Honda akan menduduki posisi mutlak, atau mengambil perhatian yang cukup besar dari waktu dan pemikiran pengendara, sayangnya dikalangan masyarakat besar bangsa ini, kemutlakan yang terbentuk terkadang menimbulkan kekisruhan.
Kemutlakan yang terbentuk akan menciptakan zona peng klaiman, yang bersifat klaim kebanggaan, klaim penomer satuan, klaim terkuat walau berbeda tingkat keseriusannya, sebab kerena produk perdagangan, belum waktunya suatu produk yang bisa dimanfaatkan pada jenis kendaraan roda dua dari merk dagang yang lain.
Masalah terciptanya suatu produk ber kendaraan yang menjadikan bermotor aman dan stabil, perlu harus diperluas hingga menimbulkan kesepahaman yang sama antara pemakai dengan pencipta produk, sebab sudah terlihat agak klise jikalau berpegangan kepada konsep kepemilikan pada suatu rumah tangga baru, mana barang yang harus dimiliki terlebih dahulu, kendaraan bermotor sederhana seperti sepeda motor atau rumah kontrakan, dua pilihan yang sama- sama penting untuk dimiliki. Tak lebih dari hasil persepsi, kerena sering popular dengan sebutan antara pilihan Mocin atau Honda, disini Honda harus bisa membaca pesaing dalam meraih pasar.
Dalam studi Antrophologi, benda-benda yang dimiliki manusia dan manusia itu sangat tergantung dengan benda tersebut, sering direfleksikan dengan ketergantungan dengan benda tersebut, maka posisi klaim akan semakin terpusat, sampai tercipta usaha untuk mematahkan konsep berkendaraan dengan aman bersama Honda, terbukti banyaknya korban kecelakaan lalu lintas adalah pengendara sepeda motor Honda.
Terlepas dari pemikiran yang tercipta, kerena semua produk teknologi bersepada motor akan membawa pengendaranya nyaman dan aman, sehingga bisa ditelisik secara halus, apakah perlu pertanyaan mengendarai Honda atau Bukan? Akan membawa keamanan pengendaranya ini perlu dilontarkan.
Barangkali faktor pandangan publik, yang menyatakan bahwa berkendara lah dengan sepeda motor Honda, anda akan nyaman dan aman, sehingga terbentuk persepsi inferior yang menyebabkan sebagian kalangan menuding kuatnya pengaruh tradisi hegemonik yang menyebabkan ia harus memilih tanpa ada alternatip. Tetapi untuk ditarik secara subtansi, dalam konteks berkendara milik rakyat, maka kecendrungan memilih besepeda motor dengan Honda akan menempati urutan pertama.
Sejalan dengan pemikiran ini, kendaraan massal yang dimiliki sebagian besar rakyat Indonesia, yang secara keseluruhan bisa disebut kendaraan rakyat, sebab dalam konsep pemikiran sisi lain Tidak ada sesuatu yang disebut kendaraan rakyat sejati adalah Honda, dalam konteks ini yang perlu diharapkan lahirnya adalah tumbuhnya innovator – innovator berkendaraan roda dua dari bangsa ini.
Pada saat pengendara motor di dudukan dalam kancah bebas batas Negara, terlihat spesifik pengendara motor dari kultur yang hidup, kepentingan yang disandangnya, tujuan yang hendak dicapai, hambatan lalu lintas yang dialami, pola pergerakan lalu lintas yang harus dilewati, hokum-hukum berlalu lintas yang harus dituruti, kenyataan ini akan mengikat secara khusus mana pengendara bangsa Indonesia dan mana pengendara bangsa Vietnam misalnya.

Negara Bangsa Indonesia dengan jumlah penduduk diurutan ke 4 terbanyak di Dunia, bisa jadi merupakan Negara dengan memiliki kendaraan sepeda motor terbesar di Dunia, sebab kepemilikan sepeda motor bagi rakyat Indonesia, berbeda dengan masyarakat AS, mereka selain memiliki kendaraan bermotor, ia juga memiliki kendaraan beroda empat lainnya, dan infrastruktur angkutan umumnya bagus, sedangkan bagi rakyat Indonesia, kepemilikan sepeda motor bisa dijadikan syarat mutlak sementara infrastruktur angkutan umum tidak menunjang.
Dari sini bisa di asumsikan bahwa satu- satunya penjelasan logik mengapa rakyat Indonesia memiliki sekian banyak sepeda motor, ya tadi, kerena fasilitas untuk bepergian yang efisian belum bisa menjawab secara sederhana.
Kecuali ada perubahan drastis dimana pemerintah akan memperbaiki secara keseluruhan sistim infrastruktur angkutan umum yang mendudukan berkendara sepeda motor tidak efisien dan aman.
Sehingga tidak berlebihan jikalau Honda telah menjadi ritual tersendiri pada saat ada suatu hari libur, semua berbarengan menuju tempat service kendaraan, dari service resmi maupun tidak resmi, kewajiban ini harus dilakukan sebelum terjadi musibah seperti rantai putus ditengah jalan dan hilang di kegelapan malam, atau kanvas kopling habis sehingga mesin masih menraung- raung tetapi motor tidak maju selangkahpun.
Fakta ini menunjukan bahwa diperlukan pemikiran yang cukup cerdas untuk mengantisipasi jenis motor yang bagaimana yang layak dilemparkan di pasaran Indonesia, yang selalu melewati banjir, selalu melintas lumpur pada jalan yang longsor, selalu berhubungan dengan air laut bagi motor- motor di Indonesi Timur, atau selalu melintasi lahan gambut untuk motor di Kalimantan. Maka upaya untuk meneguhkan bahwa Honda merupakan bagian dari Hidup tidaklah berlebihan kerena sesuatu itu pun sudah ada di miliknya sebagai bentuk kebutuhan.

Tiada ulasan: