Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Mei 08, 2008

Berlari menyusuri jalan solo- jogjakarta

Kamis, 17 April 2008.




Tidur sangat nyenyak dan sadar jikalau akan terbang ke Jogjakarta pagi ini terbangun jam menunjukan 01.30, secepatnya mandi dan seterusnya shalat dan memasukan pakaian secukupnya.

Jam 02.00 keluar dari rumah, sepatu yang kemaren sore kehujanan masih basah walau istri berusaha untukmengeringkannya dengan memasukan koran untuk menghisap air dalam sepatu, ya tidak menolong.
Tiga kilometer setelah meninggalkan rumah, lampu depan motor gelap,perjalan menjadi tidak menyenangkan, untungnya keadaan jalan sepi, tetapi pekerja jalan yang mulai bekerjanya malam hari terlihat ramai di ruas tertentu.

Jam 02.50 masuk kerumahnya pak Marsudi dan diterima dengan anaknya yang nomer dua yang belum tidur, saya sudah berusaha untuk melajutkan jalan kaki tetapi pak Marsudi mesih semangat mengantarkannya ke terminal menggunakan sepeda motornya.

Jam 03.10 sudah didalam bus tujuan Bandara, duduk dideret nomer 7 dari depan, penumpang sudah separuh lebih terisi, waktu menunggu ini saya gunakan untuk makan nasi yang dibawa dari rumah dalam bungkus plastik disertai dengan sendok makan, nasinya sendiri sedikit saja, yang penting jangan sampai kosong.

Jam 03.33 bus sudah bergerak meninggalkan terminal untuk menuju ke Bandara, meninggalkan orang-orang yang tertidur di terminal, banyak juga orangyangtertidur di terminal, terminal tidak lagi hanya sekedar tempat datangnya orang dan langsung pergi, tetapi bagi penjual-penjual di terminal, yang berjualan hingga larut malam, ia tertidur di terminal, penumpangnya cukup banyak, saya taksir ada 30 orang, semuanya mengejar penerbangan pagi.

Luar biasa, setelah makan terasa ngantuk sekali badan ini dan akhirnya tertidur.

Sadar setelah mobil berhenti untuk meminta uang tiket perseorangan yang naik bus, bus ini berhentinya di dekat bandara, paling sering di ujung pintu tol bandara.

Jam 04.20 bus sudah sampai di Airport, sekarang memasuki terminal A untuk pemnberangkatan Lion air, disini banyak penumpang yang turun. Setelah itu bus terasa sepi, kemudian bus bergerak lagi, Terminal 1 B untuk penerbangan dengan Batavia air, bus bergerak lagi sebab disini tidak ada penumpang yang turun, setelah itu terminal Mandala air, saya turun disini dan langsung menuju pintu masuk untuk me skaning tas bawaan, dan berjalan menuju ke meja pemberangkatan.

Jam 04.32 bording pas sudah saya dapatkan dan langsung masuk ke anjungan GATE C1 untuk pemberangkatan ke Jogjakarta yang paling awal.
didepan saya berjalan tiga orang wanita belia dengan berpakain ringkas panjang, dilihat dari gerakannya ia adalah petugas darat pemberangkatan, ia berjalan sambil memegang gelas plastik kopi susu panas yang akan diminumnya nanti setibanya di meja kerjanya.
ia berjalan sambil bergurau sesamanya menimbulkan suara yang riuh.
Sewaktu saya memasuki anjungan keberangkatan, waktu shubuh belum datang,

Jam 04.40 terdengar adzan shubuh bergelegar memenuhi ruangan disiarkan dari televisi yang dipasang diruang tunggu, saya langsung mencari tangga turun untuk mengerjakan shalat shubuh, sebab tempat shalatnya ada diruangan bawah, tidak terasa saya sudah 20 tahun shalat shubuh di terminal, dari Aswan belum lahir ,saat masih terbang Jakarta- Ambon- Jayapura sampai sekarang Aswan sudah di Kedokteran semester empat.

Makmum shalat shubuh ada tiga orang, semua pegawai darat di pintu pemberangkatan.
Penumpang yang akan berangkat ke Jogjakarta baru tiga orang,semuanya duduk rapi, dan saat adzan shubuh berkumandang, mereka tidak terlihat turun untuk mengerjakan shalat.
Menunggu saat akan berangkat,setelah mengerjakan shalat,mulai membuka sarapan yang dibawa dari rumah berupah kue-kue pengajian, dan minum, kemudian ruangan yang sunyi ini membuat saya lebih mudah untuk berkotemplasi, 20 tahun shalat shubuh di bandara semuanya adalah perjalanan menjalankan tugas kantor, keheningan dan kesunyian pagi ini masih menyeruak raga, kesegaran dan kelurusan gelombang membuat kita bisa melihat apa saja yang telah kita lakukan,apa pegangan konsep kita, konsep itupun akan diramu dengan apa konsep itu ditegak kan.

Suasana pagi di Bandara, berbagai idea bisa muncul dalam kesunyian ini, bangunan bandara ini sudah 20 tahun lebih umurnya.

Tiga puluh menit kemudian, Ahsan, Elias, Sari, Wiwit baru datang mereka berombongan menyewa taksi sejak dari Depok,mereka adalah teman kantor yang cukup yunior yang akan juga berangkat ke Jogjakarta, tidak beberapa lama pak Nardi datang dia adalah teman seruangan, yang belum terlihat adalah pak Kuat, pak Budi Dul.

Jam 06.00 penumpang sudah dipersilahkan memasuki pesawat, tidak menggunakan balalai sehingga penumpang berjalan menuruni ramp menurun, saat pesawat berangkat pesawat melewati kotaTangerang, diatas Jakarta saja awan tidak terlalu padat tetapi selepas Jakarta awan bergulung memadati hingga ketimur.

Jakarta Jogjakarta hanya ditempuh 40 menit. jam 07.00 sudah menunggumobil jemputan kantordi depan terminal Adisucipto.
Kerena rombongan cukup banyak sehingga rombongan ada yang menggunakan taksi dan ada yang menggunakan mobil jemputan.

Setibanya di Penginapan depan IAIN Sunan Kalijaga,langsung mencari kunci kamar dan saya dapat C7 sekamar dengan pak Nardi, sewaktu melewati ruangan makan sudah terhidang sarapan nasi gudeg saya langsung santap pagi.

Memasuki kamar langsung mandi dan mengerjakan shalat Dlhuha dan langsung memasuki ruang kegiatan untuk mulai pembahasan Laporan Pendahuluan dari Jogjakarta.

Sama seperti tahun-tahun yang lalu setiap pembahasan,kalau yang memberi prospektip laporan adalah saya, yang bukan struktural, usulan saya hanya diterima sekedar basa basi, sebab pemikiran saya terkadang memang sangat mendasar, tetapi saya harus bersuara,kalaupun itu masih dijalankan paling maksimalnya laporan itu akan teronggok disudut ruangan sebab tidak berimplikasi luas.

Sekitar jam 13.30 pak Ahyat mengusulkan ke saya untuk duduk setiap dua bulanan mengevaluasilaporan yang masuk.

Jam 15.15 saya keluar ruangan untuk mengerjakan shalat Ashar, sebelumnya saya mandi sebab udara terasa panas, kemudian berlari menyusuri jalan Solo,berlari sejauhnya yang penting lemak harus dibakar, berlari hingga di pertigaan jalan belok kiri ke Semarang, Magelang, cukup jauh, mengkombinasikan berjalan, berlari, berjalan, berlari, dan disini bisa dilihat jikalau pemerintah Kota Jogjaklarta sudah berusaha membuat busway model jogja, jauh dekat Rp 3 000.- mobil ber AC, tetapi kapasitasnya kecil. dan jalur bus way ini tidak dibuatkan pemisah jalur seperti di Jakarta, sehingga tidak membahayakan pengendara lainnya.
Menjelang maghrib saya memasuki penginapan,suasana penginapan gelap meremang sebab sejak siang PLN padam giliran.

Sehabis shalat Isya langsung santap malam dan masuk keruang tidur untuk kembali beristirahat.

Tiada ulasan: