Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Mei 08, 2008

Menghadiri perkawinan putranya POPTI

Sabtu, 3 Mei 2008.

Pagi hari sempat kepasar, Fifi ngak ikut sebab dirumah ada kakaknya Tyas, semenjak tadi pagi saya berusaha untuk menyelesaikan banyak hal. saya paksakan diri untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebanyak-banyaknya, dari mencuci pakaian beberapa bak, juga beres.

Dipasar sempat saya membeli bekicot sawah yang kecil seukuran 0.5 cm ternyata setelah dimasak dirumah ngak bisa makan.

Jam 12.30 berangkat dari rumah untuk memenuhi undangan perkawinan putranya pak Marjani, seorang bapak yang anaknya juga menderita thalasemia, yang menikah ini kakaknya yang sakit thalasemia, berangkat kaliini bersama Fifi dan Ibunya.

Mulai terasa mendung sewaktu memasuki batas ter timur Jakarta Timur Cibubur, kemudian mulai kehujanan didekat Kebon Nenas Bea Cukai Cawang

Mendekati sasaran, jam menunjukan 15.07 saatnya shalat Ashar, tetapi dimasjid belum melakukan adzan Ashar, sehingga cukup waktu untuk bersiap-siap, siap- siap disini adalah ganti baju menghadiri perhelatan perkawinan, masjid ini adalah masjid At Takwa Kelurahan Utan Kayu didepan pusat Klinik kesejahteraan ibu anak FKUI Unit penyakit anak-anak, unit ini sudah termasuk lama umurnya.
Masjid At- Takwa ini termasuk pendek masjidnya.

Saat tiba ditempat perkawinan, setelah melewati jalanan kelurahan yang sempit dan basah air hujan, terlihat tenda besar menutup jalanan, dengan penduduk sekitarnya yang sangat ramah, sebab bukan penduduk asli, saya langsung memasuki ruangan yang sempit dan kecil, semua kondisi ekonomi seseorang kalau salah seorang anaknya menderita thalasemia pasti runyam juga.

Mendatangi perkawinan berhikma memperpanjang dan melanggengkan usia perkawinan kita, mendatangi kematian untuk menyadari kita bahwa akan meninggal.
Tamunya banyak yang datang, hidangannya standard pesta sebab menggunakan jasa katering.

Perjalanan pulang, sore hari di kawasan Utan Kayu Rawamangun, hujan yangtelah turun,membasahi semua yang ada, anak-anak bermain layangan menjelang sore, entah angin mau datang atau tidak, sekilas penduduk sangat bahagia.

Setibanya dirumah saat maghrib tiba,badan terasa lelah, sehingga direbahkan sedikit badan ini sangat terasa enaknya, takkut ketiduran sebab belum mengerjakan shalat Maghrib, kamar mandi sedang digunakan Tyas yang juga baru datang bersama Yasin dari Cileungsi mencari tas dan sepatu.

Tiada ulasan: