Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Mei 08, 2008

Pak Sarwono Kusumaatmaja sakit


Rabu, 26 Maret 2008.

Pagi ini sengaja berangkat pagi, jam 06.15 saat Yasin belum siap berangkat, kerena niatnya akan kerumah sakit Cinere, sebab disana Ibu Nini Kusumaatmaja sedang menunggu suaminya Bapak Sarwono KusumaAtmaja
Yang sedang dibuka jantungnya sebab ada penyumbatan.

Saat menghadapi awal kemacetan langsung belok kiri masuk masjid untuk mengerjakan shalat Dluha, di masjid Kuning di jalan Cibubur, dahulu kalau shalat disana pasti sendirian, sekarang ada juga yang shalat dlhuha pagi ini dua orang bapak dan seorang ibu dengan pegawai negeri sipil bermobil, saya lihat ia sudah menaiki masjid dengan membawa mukenah.

Selesai shalat, kemacetan didepan Masjid sudah hilang dan langsung berangkat menuju arah ke Jakarta, lancar, dan sampai di depan Pertanian sempat tanya pada sesama pengendara motor dimana arah Cinere, ia menyarankan nanti kalau di Fatmawati belok kiri.

Setibanya di perempatan Fatmawati keadaan belum macet, sebab masih pagi, dan masuk menuju kiri, dan tertulis jalan lurus Cinere.

Akhirnya sampai di Pasar Lebak Bulus, disana ada tanda larangan untuk berjalan lurus, saya dorong motor menyusuri jalan sambil bertanya dimana Cinere, dan disuruh mengikuti jalan ini saja, tiba- tiba ada mobil yang masuk ternyata mobil itu ber plat nomer polisi Surabaya, pantes aja ngak tahu kalau ada larangan, dan ternyata pengendara motor didepan saya di tilang polisi sementara saya masih mendorong motor.

Setelah sampai di tikungan dimana batas akhir larangan, motor saya kemudikan lagi, untuk memastikan arah ke Cinere saya bertanya sekali lagi dimana arah Cinere, dan tukang ojeg disamping saya memberitahu ikuti jalan ini pak.

Lewat pasar Lebak Bulus ternyata disana potensi pasarnya sangat baik. Baru ingat di kantor ada yang namanya pak Budi Sempana rumahnya dekat dari sini tetapi kerena dia tidak bisa mengoptimalkan potensi pasar dengan ketersediaan bahan yang segar dan bervitamnin tinggi sehingga ia selalu sakit.

Setelah berjalan perlahan- lahan didepan pasar Pondok labu langsung kendaraan menuju suatu titik yang rasanya titik itu sering saya lewati, apabila dijemput dengan Pemborong bangunan yang mengolah gedung KUMHAM.

Lanjut terus sampai pada suatu tempat yang terlihat belum yakin sehingga ragu, dan bertanya dengan orang lagi, ia pedagang di sebua sekolah perguruan tinggi, dan di titik itu jalan yang sering saya lewati.


Sampai suatu jalan yang diperkirakan adalah jalan Cinere, kerena dari tampilan tampak jalannya sangat ramai, ada pertokoan dan bisa dikatan sebagai unit kota kecil yang cukup potensi berkembang, saya melihat ada orang yang meletakan bunga di telinganya, dan betul juga ternyata ia orang Bali dan saya tanya dimana rumah sakit Internasional cinere.

Sesampainya didepan Rumah Sakit Cinere, saya tidak masuk, sebab sedang mencari situasi, dan motor saya parkir di trotoar jalan depan Rumah Sakit yang dipenuhi dengan deretan taksi yang menunggu penumpang pasien.

Saya berjalan memasuki halaman rumah sakit, kedatangan saya sudah diperhatikan dari disenjaga depan resepsionis sehingga sewaktu saya datang ke mejanya ia langsung bertanya apa yang bisa saya bantu pak.

Pak Sarwono Kusuma Atmaja diruangan mana, langsung ia membuka komputer didepannya dan dia mengatakan lantai empat ruang ICCU dan Bangunan Perawata Kardiologi.

Saya berjalan keluar dan menyebrang bangunan untuk masuk dan naik lift dan keluar di lantai 4 dan si penjaga lantai berseragam biru kehijauan itu mengatakan jikalau pak Sarwono sudah dipindahkan ke lantai 7.

Naik kelantai tuju dengan menaiki tangga sebab jantung biar bergerak, dan sesampainya disana langsung mencari suster untuk bertanya mana ruangannya pak Sarwono, ia menunjuk lorong dan diujung akhir lorong ternyata Pak Sarwono duduk di depan ibu Nini Kusumaatmaja.

Saya dari pintu masuk hanya memberi tanda jempol pada pak Sarwono, Ibu Nini mengetahui saya yang datang ia sangat gembira dan langsung menghampiri saya dan mengiring saya ke Day Care, disana ada dua kursi sofa duduk, dan saya duduk sambil berbicara banyak dengan Ibu Nini.

Malahan ibu Nini yang ingin tahu kok bisa sampai disini.


Semalam saya dikantor sekitar jam 20.00 sewaktu membuka buku alamat ternyata ada nomer telepon rumahnya ibu Nini, sebab saya tahu jikalau telepon melalui Hp ngak pernah diangkat. Dan saat itu pembantu ibu Nini mengatakan jikalau Ibu Nini ada di RS Cinere.

Sepotong kalimat itu saya bawa pulang kerumah untuk diberitahukan ke Istri jikalau ibu Nini ada di RS, sebab itu tadi pagi berangkat pagi- pagi ke sini dan bertanya ada beberapa kali dimana Rumah Sakit Cinere itu.



Saat itu ibu Nini melihat Tas hitam saya yang diluarnya saya gantungi tempat makan pagi yang tadi pagi ngak sempat dimakan, saat itu bu Nini menyuruh saya makan aja disitu ngak usah malu dengan saya.

Saat saya makan nasi sayur asem dengan sepotong ayam goreng yang dibawa dari rumah, datang dokter warga negara Belanda mendekati ibu Nini. Mungkin Rumah sakit ini sangat mahal sebab memperkerjakan dokter dari luar negeri, tujuannya kalau ada orang Indonesia yang sakit ngak perlu ke Luar Negeri biar dokter Luar Negerinya saja yang datang kesini, semahal- mahal nya harga perawatan semalam di RS Cinere ini pasti masih lebih murah jikalau pasiennya yang berangkat untuk urusan pengobatan dirinya ke luar negeri.

Sebelum pulang ibu Nini memberi tugas kepada saya
- Cari informasi apakah biaya perawatannya pak Sarwono Kusumaatmaja ini bisa dibayar oleh Negara mengingat pak Sarwono 3 kali menjabat menteri, menteri Aparatur Negara, Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kelautan.
- Kalau dipasar ada buah Juwet, Jamblang bahasa Sundah nya, di beli dan bijinya di tanam sebab pohon itu sudah sangat susah didapat sekarang.
- Data base Irian Jaya, koleksinya dan designya ibu Nini tolong di rencanakan apakah menggunakan design Corel atau Aotocad.
Saat yang sama saya sempat me film kan ibu Nini dengan bantuan tustel digitalnya kantor.

Tiba dikantor jam 10.00

Pengumuman rencana berangkat ke Bandung diundur lagi, tidak jadi hari Senen minggu depan, menunggu pengumuman lebih lanjut.

Tiada ulasan: