Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Mei 08, 2008

Pesta nasi padang

Jumat, 2 Mei 2008.



Berangkat menuju RSCM untuk transfusi Tyas yang terakhir, sebab hari ini adalah hari terjepit maka dijalanan tidak terlalu padat, kemacetan dialami sejak di Celilitan, tetapi tidak berkepanjangan,jalan kembali lenggangsetelah di kebon nenas, masuk PMI Kramat saatjam menunjukan jam 09.00 pagi.

Saat nama Tyas dipanggil untuk mengambil darah, saya di ingatkan untuk mengurus pembayarannya, ternyata hal ini setelah sesampainya di rumah sakit saya diberitahu Dr Tenny jikalau banyak anak Thalasemia tidak menyelesaikan administrasi pembayaran darah.

Setibanya di RSCM setelah motor diparkir, langsung naik kelantai atas dan ruangan terlihat sepi, hanya 10 anak yang sedang di transfusi, saat darah mulai masuk ke vena pembulu darah Tyas, saya tinggalkan Tyas untuk mulai mengurus administrasi darah dan ruangan.

Saat saya kembali sekitar jam 11.10, saat mana transfusinya Tyas sudah sampai ke kantong ke tiga, saat itu ibunya datang bersama Fifi. Fifi terlihat gembira sebab ia tahu jikalau kakaknya Tyas akan pulang ke Denpasar.

Saat yang sama saya menelpon kekantor penerbangan Lion Air, dan mendapatkan tiket promosi ke Denpasar dengan harga Rp 339 000,- pemberangkatan jam 14.05 hari minggu besok.
Kemudian membagi tugas, Istri dan Fifi ke travel yang terdekat dari RSCM didekat Hotel Atlantik dan Tyas tetap di transfusi,dan saya berangkat ke masjid untuk mengerjakan shalat Jumat,

Setelah selesai shalat, di ruangan bawah thalasemia saya melihat ibunya, Fifi dan Tyas sedang berbicara dengan ibunya pasien Rizal yang se usia dengan Tyas tetapi ia sekolah di Jakarta saja.

Jam 13.00 saya sudah tiba di Departemen Pekerjaan Umum lantai 8 sebab akan temuan dengan Pak Jaja dalam rangka makan di nasi padang, di dalam ruangan Pak Jaja sedang berbicara dengan pak Rubini Yusuf yang sedang di permaslahakan kemepemilikan rumahnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, saya hanya bisa menyabarkan saja atas peristiwa tersebut.

Setelah itu turun lift dan langsung bertiga bersama Tyas mencari warung makan Famili, sesampainya disana si tukang warung malahan bertanya kemana saja selama ini, pak Jaja tertawa saja.

Saya makan nasi Padang lauknya rendang dan Rempeyek udang dan tambah nasi semuanya seharga Rp 14 000,-, dan Tyas hanya nasi rendang seharga Rp 8 000,- ia mengambil rempeyek udang saya juga sebab rempeyeknya besar sekali, sedangkan pak Jaja nasi rendang, ikan bakar, ayam bakar dan rempeyek udang seharha Rp 22 000,-

Acara selanjutnya mengantarkan Tyas membeli keperluannya dan pesanan teman-temannya di Denpasar, yang dibeli adalah celana jean no 31, baju hangat jejaring, dan kaos oblong tiga untuk teman-temannya.

Kemudian kekantor Pasar Jumat, setibanya di kantor langsung dilapor in oleh Iin jikalau semua buku laporan yang saya harus periksa ada di meja komputer saya, kemudian Tyas dan bapak lainnya yang ada di kantor shalat Maghrib berjamaah.

Tiada ulasan: