Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Mei 07, 2009

Mengantar keberangkatan Tyas

Rabu, 29 April 2009.






Jam 02.00 saat bangun sadar jikalau Tyasnya lagi melepas pemasangan alat suntik desferalnya, yang dipasang sejak sore hari, dan jam seperti ini biasanya sudah dibuka.

Sementara itu tayangan TV Kabel Okevision sedang mengganti saluran Discovery dan Enimal planet diganti dengan Starworld dan Geographik Chanel, dua saluran yang sangat saya senangi.




Mempersiapkan keberangkatan Tyas ke Denpasar

Jam 07.00 sudah SMS ke mbak Asih kakaknya mas Ajar Sanjoyo yang bersuamikan Dokter Budha yang bertempat tinggal di Denpasar untuk mau kiranya menjemput Tyas di tengah malam ini, sebab Tyasnya berangkat dari Jakarta pesawat Garuda jam 21.45. dan diperkirakan tiba di Denpasar jam 00.15.

Ternyata sampai sore hari, SMS ngak dibalas.

SMS dari Pak Diartika Bali Karangasem untuk minta kesediannya menjemput Tyas malahan dijawab jikalau pak Diartika sedang menghadiri perkawinan keponakannya sehingga ia tidak bisa menjemput.


SMS dari pak Bambang Wied yang ada di Dierktoran Jenderal Bina Marga se departemen dengan saya malahan jawabannya singkat ”Akh” tulisnya, tetapi sekitar jam 14.00 siang Pak Bambang menelpon menanyakan pesawat Garuda kode berapa yang di naiki Tyas untuk memudahklan jemputan di Denpasar, tetapi saat yang sama temannya Tyas sudah siap menjemput Tyas walau tengah malam sekalipun.

Akhirnya setelah shalat dlhuhur Tyas mendapat kepastian jikalau ada temannya mau menjemput ke Airport Ngurah Rai, walau tengah malam sekalipun, naik motor lagian, hebat pikirku, hebat.

Jam 12.15 saat selesai shalat Dzhuhur bertiga dengan Yasin dan Fifi mencari oleh-oleh buat Tyas, ternyata harga makanan sejenis semua kue sangatlah mahal, dan sudah mahal kualitasnya sangat tidak bisa dipertanggung jawabkan sehingga harus hati- hati membeli dan lebih sering meneliti setiap barang yang akan di beli, melewati batas waktu atau tidak.

Mengepak bawaannya Tyas, sementara anak- anak bermain sebab tahu jikalau Tyasnya sebentar akan berangkat ke Denpasar Bali.


Setelah jam menunjukan 16.36, motor mulai dihidupkan dan ternyata yang ikut mengantar juga Fifi dan Yasin sangat tidak bisa tertinggal, untungnya Ban belakang sudah diganti.

Motor dikendari berempat, Fifi paling depan sambil memegang satu karton bawannya Tyas, kemudian dibelakang Yasin dan Tyas sambil menggendong ransel dan tas tentengannya.

Setelah Tyas mendapatkan angkot ke Cileungsi langsung bertiga Pulang setibanya di rumahnya Fifi yang bilang ngak enak jikalau mbak Tyasnya ngak ada.

Saat Adzan Maghrib berkumandang, sudah dipastikan Tyasnya masih di terminal Kampung Rambutan, saat akan memasuki tidur malam sekitar jam 20.30 ternyata SMS Tyas memberitahukan jikalau ia baru masuk Terminal dan akan shalat Mahgrib dan Isya.

Tiada ulasan: