Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Mei 07, 2009

Piket POPTI sambil mengantar Tyas Transfusi

Senen, 27 April 2009.










Fungsi POPTI

Berangkat ke RSCM, Tyasnya yang saya perkirakan mau naik bus ternyata ia mau naik motor ikut saya, perjalanan cukup lancar, kemacetan hanya sekitar Salemba setelah belokan jalan layang Pramuka, memang yang namanya kendaraan sangat luar biasa, disini terlihat pemerintah sama sekali tidak mau tahu urusan kendaraan, pemerintah hanya tahu urusannya sensiri, urusan pemilihan umum, tetapi Allah tidaklah diam, akan ada pengadilannya.

Sesampainya di depan PMI Kramat, Tyasnya turun dari motor langsung masuk keruang pengambilan darah cuci.

Balik lagi ke RSCM, dan dalam perjalanan ke RSCM jalanan sangat padat sehingga untuk menepi kekanan sebab RSCM itu ada di sisi kanan jalan, sangatlah susah.

Saat lampu merah di Salembah langsung berhenti, dan menunggu sebentar kemudian turun dari kendaraan untuk mendorong motor menuju pintu masuk RSCM di depan Poliklinik anak- anak.

Kantor POPTI sangatlah sepinya, dalam kesempatan ini saya mengambil piket POPTI sebab sejak masuk tahun 2009, saya belum pernah jaga Piket POPTI, POPTI sendiri adalah Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia.

Ternyata Kuat dan Intan orang yang diperkerjakan merangkap sebagai Pegawai POPTI dan RSCM sekarang tidak ada di tempat sebab lagi Prajabatan, berkaitan dengan pengangkatannya menjadi pegawai negeri.



Di ruangan ternyata cukup sepi, banyak bed tranfusi darah yang tidak ada pasiennya, dan disamping Tyas ternyata ada saudaranya Anhar, anak Thalasemia dengan adiknya dengan ke dua orang tuangnya yang ikut menjagai Transfusi darah, selama perawatan sempat banyak bergurau, antara lain semangat ibunya Anhar untuk pergi ke kantor agama memberitahukan kepada mereka agar persyaratan menikah harus lulus screning tes darah dari PMI.

Sehingga jumlah penderita thalasemia tidak semakin banyak.




Dalam kesempatan ini saya yang berfungsi sebagai piket POPTI juga sempat menjalankan tugas dengan mencoba mendekati semua pasien yang sedang di transfusi untuk menannyakan segala kesulitannya, ternyata ada secercah wajah anak muda yang sednag menunggu transfusi anak putrinya, kalau dilihat dari umur, pastilah sudah di duga jikalau usia perkawinanany termasuk baru, setelah saya tanya ia menikah di tahun 2006, ya baru dong, berarti selama ia belum menikah tidak ada yang memberi tahu perihal penyakit ini, dimana pembanyakan penyakit Thalasemia ini bisa dicegah dengan tidak menikah pada pasangan yang sama- sama mengandung sifat bawaan Thalasemia.

Sekitar jam 11.30 Tyas merasakan pusing kepalanya, saat itu posisi kantong darah yang telah masuk sudah dua kantong sedang kantong terakhir baru seperempatnya, tetapi rupanya Tyas bisa menanggulangi pusing kepalanya.

Saat jam 11.55, saat mana Tyas sudah selesai di Tranfusi, saya menganjurkan Tyas untuk tidur- tiduran dahulu, sementara Anhar di bed di sampingnya telah pulang sejak 20 menit yang lalu, setelah Anhar pulang terasa sepi ruangan ini, banyak sih pasien tetapi hanya sebatas mata memandang.

Setelah selesai Tyas makan siang di ruangan piket, kemudian saya juga selesai shalat Dzhuhur, datang tiga orang tamu, yang tujuannya akan bertanya perihal Thalasemia, saya jelaskan, kalau ruang di depan saya adalah ruangan dokter akhli, mungkin kalau mau bertanya ke sanan boleh, tetapi ia mengatakan akan bertemu dengan Kuat, orang yang bekerja di POPTI, berarti hal ini sebaiknya saya hendel saja.

Setelah tiga oarng itu masuk ternyata kursi di depan saya hanya ada dua, sehingga salah seorang tamu itu berdiri saja, yaitu seorang bapak, dan tak lama kemudian saat saya mulai menerangkan perihal posisi orang tua yang mempunyai anak Thalasemia, si Bapak itu keluar ruangan dan saya dengar dari percakapannya ia berbicara banyak dengan Tyas.

Dua orang ibu di depan saya adalah tidak saling bersaudara, yang satu ibu yang berbaju putih adalah pegawai dari ibu yang berjilbab, ternyata ia seorang dokter di rumah sakit pemerintah Bekasi.

Si Ibu berbaju putih ini menunrut mata saya ia terlihat pucat, kekurangan darah, saya pikir ia yang akan di konsultasikan sekitar thalasemianya, ternyata ia menceritrakan jikalau anaknya yang berusia 2 tahun 5 bulan laki- laki sedang menderita thalasemia, sudah di transfusi darah di RS Daerah Bekasi, dan ia ingin ke RSCM sebagai pusat perawatan Thalasemia.

Banyak hal yang saya terangkan sebatas pengalaman orang tua penderita thalasemia, sehingga ia yang masih ber putra seorang jangan berputus asa, dan jadikanlah semua ini sarana untuk meningkatkan Takwa kepada Allah SWT.
Saya menawarkan ia untuk bergabung di Thalasemia dan sebagai orang tuanya juga untuk bisa menimbah ilmu bagaimana merawat anak yang menderita thalasemia.

Kemudian saya sempat paparkan kasus Dyas ( 3 Tahun ) dimana ibunya meninggal dan di susul ayahnya meninggal dan sekarang Dyas dengan kedua kakak perempuannya dipelihara olah neneknya, dimana yang sangat menonjol dari kasus Dyas adalah ibunya yang melahirkan Dyas tidak menyadari jikalau dirinya menderita Thalasemia, selama ia merawat Dyas di RSCM kondisi ibunya menurun Hbnya merosot terus dan akhirnya meninggal, tanpa ada orang yang mau tahu jikalau si ibunya juga penderita Thalasemia yang ngak dirawat.

Saat ia akanmeninggalkan ruangan sempat saya berikan nomer telepon di dua nomer, yaitu nomer Hp dan nomer telepon rumah.

Tiba- tiba hujan turun deras, sehingga kepulangan dari RSCM agak tertundah.

Cuaca masih hujan merintik tetapi Tyasnya sudah kepingin pulang, dan kemacetan akibat jalan yang terhujani ini menimblkan genagan cukup membuat repot.

Shalat Ashar di masjid depan Arundina ke utara sedikit, atau sebelum arundina 500 meter lagi, Tyasnya ngak mau shalat. Shalat di masjid yang berlantai dua, cukup anyak tangga naiknya yang berarrti bangunan ini cukup tinggi.

Di Cileungsi sempat menggati olie motor saat bunyi mesin motor sudah sangat kasar, perhitungan saya hujan turun, ternyata pekerjaan mengganti olie sudah selesai hujan pun belum juga turun sementara mendung sudah sangat menggantung.

Tiada ulasan: