Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Mei 07, 2009

Mbahku Almarhum Sahut Wirosudirdjo

Minggu, 19 April 2009.

Pak Lik Doko ku membuat ulah





Ini fotonya mbah Kakungku, ia telah lama meninggal, ia telah tenang di alam baka, tetapi anaknya yang nomer tiga yaitu pamanku Pak lik Doko sendiri, tidak kuduga sewaktu hari minggu ini aku menelpon ibu ku yang ada di Wonrejo, ternyata Paklik Doko akan menjual semua lahan peninggalan mbahku yang berlokasi di Tempeh, Lumajang, Jawa Timur, saya sangat tertekan dengan berita ini, sampai saya tidak bisa berbuat apa- apa.

Berkali- kali saya menembak dengan telunjukku ke arah sisi kanan atas kepalaku sambil membaca ayat Qursyihis Samawati wal Ardh, baru berkurang sedikit ketegangannya, demikian juga tembak lagi baca lagi sampai berkali-kali, sebab hal berkaitan dengan waris adalah sangat berat, sebab saya ngak ingin gara-gara berebut harta waris terpisah pula hubungan kekeluargaan.

Minggu sore menjelang malam, hanya beberapa saat sebelum shalat Maghrib,hujan deras di iringi dengan sambaran halilintar bergemuruh di langit, mendadak PLN melakukan pemadaman listrik, diluar hujan masih menderas, Saat yang sama gas masak habis, Makan malam dalam gelap, hanya penerangan lilin sepotong, tetapi cukup sedap, kemudian shalat Isya dan jalan- jalan keluar rumah untuk melihat kompleks perumahan diantara gelapnya malam, hujan sudah berhenti, ternyata ada dua rumah tangga di lingkunganku yang menyala bersinar dengan listrik generator nya sendiri.


Gambar berikut ini adalah foto- foto almarhum Mbahku, pensiunan Kepala Stasiun Kereta Api Tempeh tahun 1966.





Saya, dengan mbah Gondo almarhum yang berumah di sebelah barat rumahnya mbah Kakungku, dan mbah kakung.





Fotonya mbah ku saya ingat foto ini diambil di depan rumah di stasiun Tempeh sekitar tahun 1962, saat mana saya masih sekolah SR Tempeh Tengah Lumajang Jawa Timur.





Pak Lik Bambang yang menemani almarhum ibunya Kami dimana Kami sendiri sudah almarhum, bersama mbah Putriku almarhuma dan mbah kakungku almarhum

Sekarang Pak Lik Bambang hidup sendiri disana, tanpa bekerja, tetapi syukurlah rejekinya ada saja.





Mbah Sahut Wirosudirjo ( Alm )
Istrinya, mbah putri Supratmi ( Alm )




Mabh putriku ber foto bersama dengan mbah Wi Klakah yang juga sudah almarhum.




Mbah Kakungku ber foto bersama dengan mbah putriku





Ibuku saat masih sehatnya berfoto bersama dengan mbah putriku almarhum





Mbah Kakung dan Mbah putri berfoto di depan rumah yang ditinggali rumah itu sekarang sudah dalam keadaan bocor di sana sininya.
Gambar di bawa ini adalah foto Pak Lik Bambang dengan saya sewaktu kunjungan bulan Mei 2009 kemaren, terlihat di dalam rumah sudah tidak terawat baik.






Mabh ku mempunyai mempunya empat anak


Siti Salamah
Slamet
Doko Subagio
Bambang




Siti Salamah menikah dengan Soerjo

mempunyai 5 anak
1. Nanang ( Alm )
2. Bagong dengan nama IR H Siswoyo Seputro
3. Jarot dengan nama Bambang Sugeng Biantoro
4. Naning dengan nama Sri Wahyuni
5. Debog dengan nama Lilik Sri Wahyuningati

Tiada ulasan: