Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Mei 07, 2009

Survey Situ Gintung

Senen, 30 Maret 2009.



















Tiba dikantor jam 08.26, termasuk cepat dan lancar, dugaan saya terjadi kemacetan parah akibat jebolnya situ gintung ngak terjadi.

Korban jebolnya Situ Gintung sudah mencapai seratus lebih, herannya korban segitu banyaknya tidak ada pejabat pemerintah yang turun sebagai bentuk pertanggungan jawab, Menurut saya yang harus turun adalah menetri PU sendiri, disusul dengan Dirjen Sumber Daya Air, kemudian disusul dengan kepala Balai sungai pak Pitoyo.

Berangkat dari kantor menuju Situ Gintung bersama pak Kuat, pak Pardino Kapus, Kirin, Cip,Nardi dengan mengendarai 2 mobil dinas, sesampainya di lokasi jalanan masih lancar saja, dan berhenti parkir di Giant superstore, kemudian jalan kaki sampai menjumpai jalan kekiri dan memasuki jalanan menurun dan langsung bertemu dengan lokasi dibawah tanggul yang jebol, didepannya ada masjid yang utuh terkena air lewat.

Saya mulai menyeket, sebab kalau menyeket setiap tarikan garis itu mengandung makna, saya menjadikan masjid sebagai patokan sketsa dan mulai menarik garis hingga ke dinding situ gintung yang jebol di kejauhan, dan terlihat semakin banyak manusia yang berdatangan, panas terik semakin menyengat, dan disini saya mulai memperhatikan dimana konstruksi tembok atau pondasi pagar yang kokoh, ternyata itu adalah tanah yang bersertifikat.

Berarti semua lahan yang ada di lembah yang tersapu air secara cepat adalah lahan akupansi penduduk secara tidak syah.

Lahan yang ada ini dirubah oleh penduduk untuk perumahan yang tak tertata dan cenderung kumuh.

Informasi yang masuk adalah, hari Kamis sore saat hujan deras di kawasan itu, si pak Haji yang menyelenggarakan pemancingan di kaki dinding Situ Gintung yang jebol itu, khawatir akan ikannya, sebab kalau limpahan air dari situ Gintung terus membesar sebab hujan memang sedang lebat, ini berarti kolam pemancingannya akan penuh dengan ikan dan berarti ikannya akan berlompatan, maka si pa Haji itu akhir berinisiatip untuk menunutp pintu pelepasan situ itu, sebab kerena pekerjaan yang tidak profesional tanpa di dukung banyak hal, maka penutupan pintu air situ itu menyebabkan ambrolnya dinding pintu air pada saat maghrib tiba.

Saat itu penduduk sudah sadar jikalau dinding situ terkikis air, tetapi tidak ada yang mau pergi dari situ, malahan menjawab nanti kalau airnya semakin tinggi saja.

Akhirnya saat Shubuh tiba, saat itulah air bah akibat pecahannya dinding penahan situ semakin lebar dan melimpahan air menerjang pemukiman padat penduduk termasuk indekosan mahasiswa Muhamadiyah. dan akhirnya hingga hari seratus jiwa melatyang dan banyak lagi yang belum diketemukan.

Saat mencoret garis itu terlihat antara dinding kokoh bangunan bersertifikat dengan bangunan indah dibalik pepohonan itu ternyata cukup jauh, menurut pandangan mata saya lebar lembah ini sejauh 1,2 km belum panjangnya sekitar 1,52 km

Kondom kondom berserakan di sela- sela bebatuan yang tersingkap di lumpur yang menghitam, penduduk yang mendapat ikan besar sapanjang 1.20 m dan para pemburu berita yang datang ke lokasi dengan sepasukan peralatannya.

Akhirnya pulang kembali ke kantor dan dilanjutkan rapat di dalam ruangan.

Tiada ulasan: